Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku chapter 25 Bahasa indonesia

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku chapter 25 Bahasa indonesia

 Novel The Legendary Rebuilding of a World by a Realist Demon King chapter 25 Bahasa indonesia




Gottlieb, Ketua para Dwarf


============================================================



Setelah turun ke dalam lubang, lelaki tua itu mengeluarkan kendi hitam dari sakunya.



“Ini adalah zat rahasia yang dikenal sebagai bubuk mesiu. Hanya sebagian dari para Dwarf yang tahu cara membuatnya. Mengisi silinder dengan ini dan menyalakannya dapat menyebabkan ledakan. " (Gottlieb)



"Itu adalah sejenis bom, kalau begitu." (Ashta)



"Jadi, kamu tahu tentang bom." (Gottlieb)



"Aku selalu suka meneliti berbagai topik." (Ashta)



Eve telah memberitahuku bahwa tidak ada senjata api di dunia ini, tetapi bubuk mesiu itu ada.





Alkimia agak maju di sini, jadi keberadaan mesiu tidak terlalu mengejutkan.



Namun, fakta bahwa itu tidak cukup jauh untuk diciptakan dan dikembangkan menjadi senjata, menunjukkan ketergantungan yang kuat pada sihir, yang pada akhirnya, sangat canggih jika dibandingkan.



Sihir bisa meniru kekuatan yang kuat dari tembakan. Dan ini menyebabkan keterlambatan dalam penemuan ilmiah.

Aku memikirkan hal-hal seperti orang tua itu yang menyalakan bom.

Sekeringnya berbunyi nyaring.



"Minggir, itu akan segera meledak."(Gottlieb)



Aku punya gambaran kerusakan seperti apa yang akan terjadi. Jeanne dan Eve mundur dan aku melindunginya dengan mantelku.

Beberapa detik kemudian, bom meledak tepat seperti yang kami harapkan, dengan badai debu dan angin.





Gadis-gadis itu tetap bersih, karena mereka ada di belakangku, tetapi karena suatu alasan, lelaki tua itu ada di depan kami dan ditutupi oleh debu dari kepala hingga ujung kaki.



Dia mengarahkan wajahnya yang kotor ke arahku dan tersenyum.



"Aku ingin melihat bagaimana itu akan meledak dan bagaimana gua itu akan runtuh." (Gottlieb)



Dia berkata, dan kemudian melepas kacamata.

Di sinilah akhirnya kami memiliki ucapan yang tepat.



“Suatu kehormatan bertemu denganmu. Nama ku Gottlieb. Aku adalah Ketua Dwarf bumi. " (Gottlieb)



"Ketua Dwarf ?" (Ashta)



Hal, ini sangat mengejutkan. Aku tidak bisa berharap untuk yang lebih menyenangkan dari pada ini.

Tujuan kami datang ke sini adalah untuk bertemu dengannya.

Aku memeriksanya dengan informasi baru ini.

Rambutnya putih, seperti janggutnya yang panjang. Dan dia memiliki kerangka tong bir.

Ya, itu hampir sama dengan gambar kurcaci klasik.



Namun, selain lengan dan kakinya yang pendek, dia sangat mirip manusia biasa.

Mungkin sulit untuk membedakan beberapa manusia dan kurcaci.



“Ngomong-ngomong, aku melihat kamu dan pelayan itu adalah iblis. Tetapi orang dengan rambut emas tampaknya manusia. Apakah kamu seorang raja iblis? " (Gottlieb )



Aku ingin bersikap baik dan tidak ada gunanya menyembunyikan kebenaran di sini.



Jadi aku berkata,

"Itu betul. Namun, yang ku inginkan tidak lain adalah untuk menghancurkan rencana Eligos. Aku ingin berkerja sama. "

Itu merupakan tujuan ​​kami yang sebenarnya.



"Berkerja sama?" (Gottlieb )



“Aku sedang memperluas istanaku. Aku ingin membangun sebuah kota di mana banyak ras dari seluruh dunia akan berkumpul. Dan supaya Dwarf bisa membantuku membangun kota ini, aku datang ke sini untuk mencari bantuan. ”  (Ashta)



"Aku mengerti, ya. Itu ide yang bagus. Tidak ada akhir bagi raja iblis di dunia ini, namun aku tidak dapat mengingat jika ada orang yang berharap agar manusia dan ras lain hidup berdampingan. Aku suka caramu berpikir. Dan dengan senang hati aku akan berkerja sama denganmu. " (Gottlieb)





Pria tua itu tersenyum sesaat, tetapi dengan cepat menghilang ketika bahunya terkulai.



“... Aku berharap bisa mengatakan itu. Tapi ... Ada sesuatu yang harus kamu lihat dulu. Pemukiman ini telah dirusak oleh Eligos. Banyak teman ku yang terbunuh dalam serangan mereka. " (Gottlieb)



"Tapi tidak semua dari merekakan?" (Ashta)



“Setengah dari jumlah kami berhasil melarikan diri ke tambang. Tambang ini adalah sebuah labirin. Dan selain itu, kami memiliki bom untuk mencegah musuh masuk terlalu dalam. Tapi ada masalah. " (Gottlieb)



"Masalah?" (Ashta)



“Itu adalah makanan. Kami memiliki air dari aliran bawah tanah, tetapi persediaan makanan kami terbatas. Tempat ini hanyalah tempat bagi kami untuk bekerja. Itu tidak dimaksudkan untuk tinggal lama. " (Gottlieb)



"Aku mengerti." (Ashta)



“Jadi kami kadang-kadang menciptakan pintu keluar untuk pergi dan mencari makanan. Tapi kami sudah mencapai batas. " (Gottlieb)



"Berapa lama lagi kau bisa bertahan?" (Ashta)



"Biarkan aku berpikir ... Sekitar seminggu." (Gottlieb)



"Dan berapa banyak prajurit Dwarf yang kamu miliki?" (Ashta)



“Kami para Dwarf bumi adalah suku yang lembut. Tidak banyak dari kami yang menjadi prajurit karena perdagangan. Namun, beberapa penambang bisa bertarung. Beliung mereka bisa menembus sisik naga. ” (Gottlieb)



"Kurasa mereka pasti sangat kuat." 



Kata Eve.



==========
==========

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter