Monster no Goshujin-sama chapter 8 bahasa indonesia

NOVEL MONSTER TAMER CHAPTER 8 BAHASA INDONESIA




Pengabdian Rose





Sebelum hari yang ditentukan, kami memutuskan untuk kembali ke gua yang sebelumnya kami gunakan sebagai tempat persembunyian kami 

Lily dan Rose memiliki penglihatan malam sehingga mereka berdua adalah kekuatan tempur utama kita, ... atau lebih tepatnya, "Rose tidak punya organ sensorik seperti bola mata ", tidak seperti kita manusia. 

Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan hutan di malam hari, bahaya jika terus berjalan di hutan dengan visibilitas yang sedikit. 

Aku khawatir kita bisa mendapat masalah jika kita tinggal di sini terlalu lama, jadi untuk alasan ini kami kembali ke gua dan segera mulai menyiapkan makanan. 

Makan malam hari ini adalah pesta yang cukup besar. 

Lagipula, kita makan semua daging dari serigala yang panjangnya dua meter. 

Pemrosesan daging dimulai dengan penyembelihan agar darah nya bisa keluar merata, setelah itu memotongnya jadi beberapa bagian dan memasaknya, kami menyerahkan itu kepada Rose

Aroma daging panggang memenuhi gua. 

Tanpa sadar aku menelan ludahku. 

Lalu, hasilnya adalah ... 

"Haa ..." 

Aku ditipu. 

Begitulah, perasaan ku yang sejujurnya. 

Jujur, aku sudah menduga hal ini. 

Itu terlihat enak tetapi itu sangat alot seperti karet. 

Itu bukan sesuatu yang bisa dimakan. 

Meskipun aku telah mendengar bahwa karnivora memiliki daging yang alot, namun sepertinya tingkat kealotan daging ini lebih tinggi. Aku salah tidak memikirkan hal ini. 

Aku tidak tahu apa yang salah. 

Aku bahkan tidak tahu bagaimana cara menyembelih, jadi tentu saja, aku tidak tahu bagaimana itu bisa mempengaruhi rasanya. 

"Selain itu pengetahuan tentang cara berpakaian, membunuh, tampaknya berasal dari buku atau sesuatu yang dibaca Mizushima Miho, dan Lily mengambil ingatannya. "

Ada juga kemungkinan daging monsternya sudah rusak. 

Aku sekarang menghargai keunggulan perusahaan pengemasan daging Jepang modern. 

Ok baiklah, meskipun rasa makanannya agak mengecewakan, ini adalah sumber protein yang bagus. 

Sudah lama sejak aku makan dengan kenyang, Aku benar-benar akan menghargai makanan ini. 

Lily sepertinya tidak berpikir itu buruk, dia menelan makanan dengan antusias. 

Kato-san tidak mengeluh tentang daging yang alot dan tidak enak itu, dia hanya terus memasukannya ke memulut nya. 


"Maaf. ... Aku permisi dulu. ” {Kato}

Kato-san pasti lelah, dia makan makanannya dan segera pergi tidur. 

"Kamu pasti kelelahan." 


Kato-san terlihat kecil, dilihat dari pintu masuk, dan terbungkus selimut yang diambil dari tempat tidur di pondok.

Dari sosok tidurnya, aku bisa mendengarnya mendengkuran pelan. 

Ditambah dengan penampilan yang terlihat muda, dia tidak tampak jauh berbeda dengan ku. 

Aku juga sedikit lelah. 

Aku kira aku akan tidur lebih awal hari ini juga. 

Ketika aku memikirkan itu, aku pindah ke tempat tidur ku yang biasa di gua. 

Kemudian, Lily melepaskan lenganku dan melangkah di depanku. 
Dia berbalik dengan kedua tangan keluar untuk memelukku, dengan keadaan tubuh bagian bawahnya masih dalam bentuk slimenya. 


"Silakan, tuan" {Lily }


Seolah-olah sedang melihat film dewasa seperti biasa. 

Tapi, mulai sekarang ini akan menjadi kehidupan sehari-hari ku. 


"Lily disini ada Kato-san ... " 

"Tidak apa-apa, dia sudah tertidur lelap." 

Seperti kata Lily, Kato-san mendengkur lembut dan nyaman di tempat tidur. 

Aku pikir tidak apa-apa. 

Untuk memulainya, bentuk asli Lily bukanlah rahasia yang perlu disembunyikan. 

Pada awalnya aku menyembunyikannya hanya untuk keaaman, tetapi jika sampai ke sana aku dengan senang hati akan mengungkapkan kebenaran. 

Dengan itu, tidak perlu menyembunyikannya. 

Dengan berakhirnya hari pertama, aku bisa memahami kondisi Kato-san secara kasar. 

Tentu saja, dia tidak punya energi untuk melakukan apa pun. 

Sederhananya, dia hanya mengikuti kita dengan diam-diam seperti robot yang hanya menggerakkan kakinya. 


Dan kemudian ... err. 

Apa itu. 

Mungkin ada alasan lain, tetapi saat ini otak ku rasanya cukup menyakitkan saat mengingat kejadian itu. 

kurasa lebih baik aku tidur. 

Berbicara tentang perut kenyang, aku tidak tahu kalo itu akan memberi perasaan puas seperti ini. 

Aku akan berhenti begadang, Lily "sudah tidur" tepat di sebelah aku duduk. 

Aku merasa kelelahan dan perlahan berbaring. Tanpa sadar, "wah", terdengar desahan kecil

"Master, apakah kamu mengantuk?" {Lily }

"Ahhh ……." 

Dengan jawaban malu-malu, aku bersandar pada tubuh Lily yang lembut. 

"Kenapa master, apakah kamu tidak cukup tidur. kamu bangun beberapa kali pagi ini, tahu? ”  {Lily }

"... un, ahh, ya" 

"Entah bagaimana, master, itu terlihat lucu" {Lily }

Mengatakan itu dengan suara sangat bahagia, Lily melingkarkan tangannya di lenganku. 

Ngomong-ngomong, Lily saat ini mengenakan jersey yang diambil dari salah satu cowok tadi malam, dari awal dia tidak memiliki pakaian dalam untuk tubuh bagian atas atau bawahnya. 

Karena itu, kelembutan penuh kebahagiaan memantul di lengan atas ku. 

Tidak hanya aku, siapa pun pasti akan menikmati ini. 

Mungkin karena otak ku busuk ,tetapi itu buktinya bisa menghilangkan rasa lelah ku. 

Dua orang di sofa, meringkuk seperti sepasang kekasih, aku menikmati ini sambil membiarkan waktu berlalu. 

"... Hn? Apa yang kamu buat, Rose? ” 

Ketika aku mengingat lagi malam itu, membiarkan pikiran ku mengembara lalu aku tertidur, perhatian ku tiba-tiba 
fokus pada lengan Rose. 

Hari ini Rose pergi berpatroli seperti yang dilakukan Lily, dan menebang pohon di dekat api unggun. 

Aku meminta dia membuat senjata dan baju besi. 

Melihat kembali pertempuran hari ini, jika bukan karena perisai besar yang dibuatnya, aku pasti akan terluka serius, atau lebih parah lagi, terbunuh. Ini adalah pekerjaan yang tidak spektakuler, tetapi memainkan peran besar. 

Rose ini saat ini sedang memahat sepotong kayu dari pohon yang sudah ditebangnya, dan tampaknya berbeda dari senjata atau baju besi. 


Rose meminta sesuatu dariku,terlihat tampak ragu memikirkan sesuatu. 

Sulit untuk memahaminya karena wajahnya datar dan tidak memiliki ekspresi wajah, tetapi dia berhenti bergerak , untuk menjawab pertanyaan ku dengan ragu-ragu. 

Namun, Rose adalah keluarga sehingga bukan pilihan untuk menolak permintaannya. 

Rose mendatangi ku dan menghadap ke arah ku, berlutut dengan satu lutut, dan dengan hormat mengulurkan benda itu yang 
dia pahat sebelumnya. 

“Maaf sudah mengganggu pekerjaanmu barusan. Sekarang, ini ... umm ” 

Aku bingung, jadi aku mencoba membaliknya, untuk melihatnya secara keseluruhan. 

"Apakah itu lengan?" 

Masih kasar di tepinya, itu karena masih dalam proses pembuatan. 
Itu jelas bagian tubuh manusia yang memiliki fitur seperti lengan. 

Aku bingung dengan ini, mengapa Rose membuat hal seperti itu, aku tidak tahu mengapa. 

Ketika aku memiringkan leherku, Rose mengulurkan tangannya. 

Aku melihat lengannya yang dia ulur dengan santai. 

Sebelum api unggun merah berkilauan, lengan kayunya mulai bersinar. 

lengannya kaku. 

"I-Itu ... ..!" 

Di ujung lengan kayunya. 

Salah satu jari Rose, sudah hangus. 

"Saat dalam pertempuran dengan Fire Fang hari ini !?" 


Karena rasa kantuk yang tak tertahankan. 

“Ah, sial. Aku tidak memperhatikannya sama sekali. " 

Aku memegang kepalaku dengan satu tangan, bingung dengan apa yang telah aku lewatkan itu terasa menjengkelkan. 

"Oh ya, ngomong-ngomong, Apakah kamu menyembunyikan hal itu dari ku? " 

Aku merasakan perasaan tidak nyaman melalui perkataan itu. 

"Ya." {Rose}

"Ya ampun." 

Aku menghembuskan nafas dengan frustrasi. 

Mau bagaimana lagi, aku tidak ingin memarahinya. 

Rose mungkin tidak ingin membuatku khawatir, jadi dia tetap diam. 

Selain itu, rasa frustrasi yang aku rasakan sekarang, itu lebih mengarah pada ketidakmampuan ku. 

Aku seharusnya tidak melampiaskannya. 

Di masa depan, aku perlu lebih memperhatikan kesehatannya. 

Tapi, ada satu hal yang ingin aku konfirmasi sekarang. 

"Bisakah kita entah bagaimana memperbaikinya dengan Sihir Lily?" 

"Sihir pemulihanku hanya berada di peringkat tiga. Itu tidak bisa menyembuhkan bagian tubuh yang hilang. ” 

"Jika aku tidak salah, sihir pemulihan untuk menyembuhkan bagian tubuh yang hilang adalah peringkat 5 ." 



Teman otaku ku biasanya berbicara tentang berita hot-cheat kemampuan dengan sangat rinci, dan akibatnya aku juga 
menjadi sangat berpengetahuan tentang sihir. ... Berpikir kembali, aku bertanya-tanya apakah dia baik-baik saja. Tapi aku kira kita 
tidak dapat kembali ke hari-hari pembicaraan idiot kita yang membuang-buang waktu.

"Aku mengerti. Karena itulah Rose membuat lengan palsu. ” 

Jika seperti itu masuk akal. 

Itulah yang aku pikirkan, tetapi setelah aku mengatakannya, Rose membantahnya dengan menggelengkan kepalanya. 

"Maksud kamu apa?" 

Aku mengalami kesulitan memahami, jadi Rose mengambil lengan kembali dari ku. 


Dari penjelasan, sepertinya dia akan menunjukkannya untuk ku. 

Rose untuk sementara menempatkan lengan di atas tanah, di depanku. 

Kemudian, Rose melepaskan lengan yang terbakar dari sikunya, dan kemudian menempelkan lengan yang baru sebagai penggantinya. 

Bagian-bagiannya cocok terpasang dengan suara 'Klik', yang bergema di dalam gua. 

Sementara aku melihatnya, jari yang belum diukir tiba-tiba bergerak. 

"...Wow!?" 

Mungkin karena itu baru saja ditempatkan, atau  karena masih dalam proses penyelesaian, gerakannya agak canggung. 

Tapi, itu pasti bergerak. 

Setelah peragaannya, Rose menempelkan kembali lengan tuanya. Tentu saja, yang ini bergerak dengan lancar karena itu asli lengannya. 

"Kebetulan, bisakah kamu mengganti komponenmu yang lain? Seperti tangan atau kaki? " 

Ini sebuah kejutan. 

Saat aku berpikir 'betapa begunanya dia', tidak bukan itu bukan. 

Ini konstruksi yang sederhana, aku bertanya-tanya bagaimana cara kerjanya. 

…Tidak itu salah. 

Menjadi sederhana adalah alasannya. 

Awalnya, tubuh Rose adalah boneka kayu, sesuatu yang tidak seharusnya bergerak. Itu adalah misteri, kemungkinan besar monster memiliki kekuatan aneh ――― mungkin itu kekuatan sihir. 

Berpikir sepanjang garis itu, tidak aneh jika lengan baru mampu bergerak seperti yang asli. 

Rose tetap diam tentang masalah lengannya, mencoba mengatasinya sendiri. 

Tapi, aku tidak terkejut lagi. 

"Rose . Aku akan memberi mu perintah sekarang. " 

Aku berbalik dan menghadap Rose. 

“Selain membuat baju besi, kamu sekarang juga akan membuat lengan dan kaki cadangan. ... Tidak, sebenarnya, prioritaskan itu. 
Kamu harus selalu membawa suku cadang sesering mungkin. 

Rose tidak menolak perintah ku.  hal itu ku ketahui melalui tautan kami, andai saja rose bisa bicara. 

{Tautan = hal yang menghubung monster dengan masternya}

Tapi, aku juga merasakan sedikit keraguan padanya, aku bisa merasakannya melalui tautan kemampuan yang aku ciptakan. 

"Apakah aneh, bagiku untuk memerintahkanmu membuat lengan dan kakimu sendiri?" 

Terhadap pertanyaanku, Rose mengangguk. 

Sepertinya dia benar-benar tidak mengerti. 

Aku hampir menghela nafas. 

Jika dia benar-benar tidak mengerti niat ku, bagaimana aku harus mengatakannya ... memilukan. 

Ini adalah hal yang menyedihkan, itu sebabnya aku merasakan semacam tanggung jawab tertentu. 

Aku merasakan gangguan di dalam diri Rose yang tampaknya telah menerima perasaanku. 

"Aku hanya akan mengatakannya , 'saat di tengah pertempuran jika kamu kehilangan tangan atau kakimu kamu bisa pulih dengan cepat' . Aku tidak akan berbohong dengan pemikiran seperti itu. " 

Rose menjadi semakin tercengang dan benar-benar diam. 

Itu sangat mengganggu. 

Bagaimana mengatakannya sehingga dia bisa mengerti maksud ku. 

Rose selalu melindungi ku dengan berani . 

Aku memikirkannya, mencoba mengulanginya, dan menemukan solusi yang lebih sederhana. 

"Hei, Rose." 

Aku mengambil tangan kayu Rose, membelai jari yang terbakar. 
Itulah yang hilang demi melindungi ku. 

Bahkan jika itu dapat dipulihkan seolah-olah tidak ada yang terjadi, fakta bahwa dia telah berkorban tidak akan berubah. 

"Ini mungkin sulit dimengerti, tapi aku menganggapmu dan Lily sebagai teman yang sangat penting bagiku." 

Tidak ada orang lain yang bisa kupercayai di dunia ini kecuali Lily dan Rose. 

Keluarga ini mungkin tumbuh lebih besar di masa depan, tetapi ini, tidak seperti anak perempuan akan kehilangan nilainya karena ikut suaminya. 

“Yah, rawat tubuhmu mulai sekarang . Ini bukan perintah. ini adalah permintaan pribadi. " 

Aku ingin bertarung, hal seperti itu mungkin tidak lebih dari sebuah kebohongan. 

Namun demikian, ini adalah motivasi ku yang sebenarnya sampai sekarang. 

Rose telah kembali menjadi boneka biasa dan berhenti bergerak. 

Ketika aku memikirkan bagaimana dia bisa kembali dari kondisinya hanya dalam beberapa detik, Rose berlutut dan 
menunduk. 

Dia memisahkan jari-jarinya dariku, namun kehangatan aneh tetap ada dalam diriku. 

"Tolong angkat kepalamu, Rose. Itu bagus asalkan kamu sudah mengerti itu. ” 

Meskipun itu hanya perasaan yang samar, dan meskipun Lily dan Rose adalah keluarga, aku merasakan sedikit perbedaan 
pada sikap mereka tentang aku. 

Lily cukup jujur.  Ada nada suaranya, tetapi bahkan sikapnya lebih mudah didekati. 

Tentunya ini karena aku menginginkan tempat untuk meringankan beban pikiran ku. 

Aku benar-benar disembuhkan olehnya. 

Aku percaya itu pasti karena Lily memakan mayat Mizushima Miho saat itu memperoleh kekuatan untuk meniru manusia. 

Lalu, bagaimana dengan struktur mental Rose? 

Dalam hal ini, aku pikir dia juga sangat berbeda dari Lily. 

Artinya, dia stabil dan keras. 

Sama seperti seorang prajurit, dia diam-diam akan menyelesaikan tugasnya, atau sesuatu seperti itu. 

Misalnya, dia melakukan tugasnya hari ini. 

Menghadapi mayat para siswa itu, dia melakukan pekerjaan suram yang akan membuat jijik siapa pun. 

Tentu saja ada masalah dengan perasaan, tetapi ada juga kemungkinan terinfeksi oleh penyakit jika mayat yang membusuk yang disentuh dengan sembarangan. 

Lily tidak melakukan itu karena dia punya banyak kesempatan untuk menyentuhku, atau kupikir begitu. 

Akibatnya, Rose melakukan pekerjaan kotor sendiri. 

Jika aku berpikir lebih banyak tentang itu, bahkan hari ini hanya dia yang tahu jarinya hilang karena cedera. 

―― pengorbanan diri dari kesetiaannya. 

Itulah esensi Rose. 

Jika Lily adalah penyembuh hatiku, maka Rose ada di sini untuk menjaga fisikku

Berpikir sepanjang garis itu, maka, untuk membuat dunia yang kejam ini sedikit lebih aman, Rose akan selalu patuh 
dengan keinginanku. 


Jika itu benar ... Tidak, bahkan jika tidak.

Karena dia tidak memiliki tuntutan apa pun, dan hawa keberadaannya menjadi tipis, aku tidak boleh melupakan pengabdiannya. 

Aku harus membayar pengabdiannya. 

Tidak, aku ingin menghadiahinya sendiri, kurasa. 

"Kamu seharusnya bisa bicara." 

Apa yang kamu inginkan, apa yang kamu harapkan dari ku, aku ingin mendengarnya dari mulut mu. 

"Jika Master menginginkannya, tentu saja, kita akan memenuhinya suatu hari nanti." 

Karena Rose yang tidak punya mulut, Lily menjawab gumamanku, sambil memelukku

"Karena, kita adalah keluarga." 

"Lily …" 

Lily mengatakannya dengan serius, perasaannya beralih padaku. 

Aku bisa merasakannya. 

Untuk keluargaku, diciptakan demi diriku. 

Aku bertanya-tanya apa yang bisa aku berikan kepada mereka. 

"Enaknya punya keluarga." 

Pada saat itu, kata-kata itu datang dari Kato-san yang mengawasi kami sambil diselimuti dengan selembar kain. 

"Aku sedikit iri." 

"... Kamu sudah bangun, ya." 

Aku hampir melupakan keberadaannya, dan sedikit terkejut. 

Kato-san yang tubuhnya diselimuti kain putih yang sedikit kotor, tanpa mengubah postur tubuhnya, dengan matanya terbuka dan menatapku. 

"Lagipula, Lily-san juga monster kan ?." 

"Kamu mendengarkan kami, ya." 

“Bagian terakhir, hanya sedikit. Selain itu aku bisa tau karena Lily-san sekarang dalam bentuk seperti itu. " 

Kato-san melihat dengan matanya sendiri bahwa tubuh bagian bawah Lily telah menjadi Slime. 

Aku melihat. awalnya aku tidak bisa menyangka hal itu. 

"Beberapa saat yang lalu, tiba-tiba ... aku bangun. …Maafkan aku ." {Kato}

"Tidak. Itu mungkin karena aku membuat suara. Selain itu ... 'setelah semua' berarti kamu memperhatikannya sejak 
awalnya, kan? " 


"... iya .  aku minta maaf. " 

“Tidak perlu meminta maaf. Akulah yang salah. ” 

Yang ada, akulah yang punya alasan untuk meminta maaf karena merahasiakan hal ini. 

Karena tidak ada alasan untuk membicarakan keadaan ini, jadi tidak perlu meminta maaf. 

"Hanya untuk referensi, bagaimana kamu melihat?" 

"Saat aku melihat. melawan Fire Fang, Lily-san bahkan tidak bergerak satu langkah pun. ” 

"Tentu saja begitu. Tapi, bukankah kamu berpikir bahwa dia adalah orang yang memiliki kemampuan menipu seperti itu? ” 

"selain itu dia terus memanggilmu master." 



Ketika aku mengerti itu, Kato-san melihat ke bawah seolah dia bersalah, dan kemudian menatapku lagi. 

"... selain itu, satu hal yang membuat ku tahu ... karena dia memiliki penampilan Mizushima-senpai." 

"Kamu kenal Mizushima Miho?" 

"Iya ." 

Hanya sesaat, Kato-san mengalihkan pandangannya. 

Mungkin, dia teringat tentang Mizushima Miho yang meninggal. 

"Aku menyesal tidak mengatakan apa-apa." 

Kato-san menunduk. 

"Kemarin, aku berjalan bersama Mizushima-sempai." {Kato}

"dan saat melihat Lily." {Kato}


Kemungkinan Kato-san telah mengetahui keadaan ini, namun masih bertanya-tanya tentang sikap ku. 

“Aku sudah memikirkan kemungkinannya seperti itu. Meski hanya sebagai salah satu dari banyak kemungkinan. ” {Kato}

Ada titik umum bahwa keduanya diserang oleh siswa laki-laki itu. 
Dan, Lily yang memiliki ingatan Mizushima Miho, tahu tentang keberadaan siswa laki-laki di dalamnya 
pondok. 

Awalnya, Mizushima Miho dan Kato mana, bersama di pondok itu. 

Aku tidak menanyakan hal itu kepada Lily, untuk menjaga privasi Mizushima Miho. 

Aku tidak memiliki hak untuk melakukan apa yang aku inginkan dengan ingatan orang yang sudah meninggal. 

Aku hanya merasa berhutang budi kepada Mizushima Miho. Selama tidak ada risiko yang mendekat kepada ku, aku berencana untuk tidak menyentuh "Kenangannya " tetapi aku akan mengambil "Pengetahuannya". 

"Apakah Kato-san melarikan diri dengan Mizushima Miho dari Exploration Grup kedua?" 

"Iya . Bahwa aku bisa hidup sampai sekarang ... itu berkat Mizushima-senpai dan seorang yang ku kenal ... " 

Kato-san berbicara dengan suara yang sedih, tapi saat Kato-san menjawab pertanyaanku, itu terdengar lembut. 

―― Hari kehancuran Kelompok. 

Katou-san melarikan diri bersama dengan sekelompok siswa perempuan, dan seorang siswa yang memiliki kemampuan melihat  masa depan. 


Mizushima Miho ada di grup itu. Hubungan mereka sebelumnya tidak akur, Namun sekarang mereka di teleport ke dunia ini, bagaimanapun, mereka masih senpai dan kouhai dari klub yang sama. 


Seperti yang ku lakukan, mereka melarikan diri dari Exploration Grup pertama , tetapi untungnya mereka, menerima perlindungan dari cheat dengan kemampuan pengguna dari Unit Protection. 

Sayangnya, kelompok itu bubar karena kerusuhan. Mereka berdua, Katou-san dan Mizushima Miho, dilindungi oleh seorang anak laki-laki dari Unit Protection dan melarikan diri ke pondok. 

Aku tidak tahu cara kerjanya tetapi, batu misterius di pondok memiliki kekuatan untuk mengusir monster. Itu bocah laki-laki dari Unit Protection tahu tentang batu itu, jadi kedua gadis itu menunggu di pondok dengan persediaan seadanya, lalu dia pergi mencari Exploration Grup pertama untuk membawa bantuan. 

Tempat yang tidak diserang monster, kurasa pondok itu adalah yang aman untuk sepasang wanita lemah. 

Tapi dia tidak memperhitungkan para pemberontak yang menghancurkan Stay Home Group, dia tidak memperhitungkan 
keinginan para orang jahat. 

Akibatnya, Mizushima Miho dan Katou bisa diserang oleh beberapa siswa yang secara kebetulan menemukan mereka di pondok. 


Tapi, jika aku menyalahkan siswa laki-laki yang mengejar Exploration Group pertama, aku pikir itu salah. 

Selain itu, Exploration Group pertama diciptakan dengan tujuan menghubungi manusia lain yang melarikan diri ke hutan,  Jadi mereka mungkin mundur dan kembali untuk menekan kekuatan para pemberontakan (Exploration Group kedua)karena setiap orang dalam ekspedisi adalah elit dengan moral yang tinggi, tidak ada yang akan tahu tentang hasilnya. 

Bahkan jika mereka memiliki keberuntungan dalam jumlah cheat, potensi perang mereka akan bervariasi. 

Sebagai contoh, kemampuan Monster Tamer ku adalah salah satu kelas yang sangat lemah. 

Pada saat yang sama, itu adalah salah satu "Kemampuan Unik" karena sangat langka. 

Kemampuan Cheat biasanya datang dalam bentuk kekuatan fisik atau kekuatan magis, seperti kemampuan tersebut sangat berguna dalam pertempuran yang sebenarnya. 

Namun, itu hanya mayoritas. 

Mereka disebut sebagai "Prajurit" di bagi dua kelompok dengan tugas yang berbeda yaitu Unit pertahanan dan Unit ekspedisi hutan . Jika aku memikirkan kemampuan dan mengklasifikasikannya, maka ada “orang-orang yang memanifestasikan kemampuan yang mengambil kategori bentuk yang mudah dipahami, dan kategori langka “kemampuan yang dimiliki oleh kelasnya sendiri ”. 

Keluar dari topik. 

Lagi pula, efisiensi pertarungan cheat biasanya berkapasitas tinggi, ada juga beberapa perbedaan tergantung pada jenisnya. 

Faktanya, cheat yang meningkatkan tubuh jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang lain, cukup langka di kelasku sekalipun. 

Hanya selusin orang yang mendapatkan cheat itu. 

Tahun ketiga Nakajima Kojiro cheat "Sword of light", Ketua dewan siswa , sebenarnya memimpin dewan siswa baru di dunia ini, hebat dalam mengatur bawahannya dan orang terkenal , dan di kelas yang sama aku ada "Void Beast" Todoroki Miya . 

Dan yang lainnya ada : Iino Yuna "Heavenly Dasher", Hibiya Kouji "Absolute Slash", Jinguuji Tomoya "Dragon Man", mereka semuanya sangat terkenal. 

Meskipun rincian cheat mereka tidak diceritakan, dikatakan bahwa mereka dapat dengan mudah mengalahkan lusinan monster secara bersamaan, itu adalah beberapa cheat premium yang nyata. 

Dengan kata lain, meraka adalah pembasmi monster dari dewan siswa. 

"Takaya-kun seorang prajurit khusus jadi ..." 

Anak dari Unit pertahanan, bernama Takaya Jun. 

Dia menilai bahwa bepergian melalui hutan dan melindungi dua siswi pada saat yang sama adalah hal yang mustahil. 

Dan begitu, dia memutuskan yang terbaik untuk menunggu di dalam pondok adalah tindakan yang tepat. 

Dengan rencana seperti itu, dia meninggalkan kedua gadis itu di sana. 


Meskipun hasilnya ternyata sangat menyedihkan, pada saat itu, hanya tuhan yang tahu apakah memilih tindakan itu adalah yang lebih baik atau lebih buruk. 

"...tunggu sebentar. Bukankah ini berarti bahwa Unit Ekspedisi Pertama yang sedang dalam perjalanan mungkin sudah kembali ?" 

Tiba-tiba aku menyadari dilema yang merepotkan ketika aku mendengarkan cerita Katou-san. 

"Ya, mungkin. Tapi tergantung situasi Takaya-kun." 

"Ada juga kemungkinan bahwa mereka datang ke pondok." 

"Iya. ... ano, Senpai? Apakah ini, sebuah kesempatan, atau sesuatu yang buruk? " 

"Bukannya itu sesuatu yang buruk, tapi ..." 

Hingga saat ini, kami bersembunyi di dalam hutan lebat, sehingga kemungkinan bertemu dengan yang lain kemungkinan rendah. 

Namun, selama pondok itu ada, kemungkinan monster mendekatinya nol.


―― Aku tidak percaya manusia. 


Selain itu, kami menghadapi sekelompok monyet cerdas, mereka sama sekali tidak dapat dipercaya. 

Itulah satu-satunya pelajaran yang ku pelajari dari hari kehancuran Kelompok, yang penuh dengan keputusasaan, aib, dan kekerasan. 

Terlebih lagi, masing-masing dan setiap Unit itu masih memiliki kekuatan jauh melampaui apa yang dapat ku tangani. 

Berpikir seperti itu, menghancurkan pondok, sebenarnya, adalah jawaban yang paling benar. 

Namun, itu cukup merepotkan karena pria bernama Takaya ini mengetahui tentang dua gadis yang berada di dalam, jika mereka tidak ada di dalam maka dia akan tahu bahwa ada manusia lain di sekitarnya. Dan tempat persembunyian ini sebuah gua kami tidak jauh dari pondok. Jika keberuntungan kita hampir habis, ada kemungkinan tempat ini dapat ditemukan. 

Aku ingin tahu apakah aku harus memindahkan basis operasi kami ke lokasi yang jauh. 

Ini adalah pertanyaan yang perlu dipertimbangkan secara serius. 

"Ano... Senpai?" 

Saat aku terlalu asyik dengan imajinasiku, panggilan Katou-san membangunkanku pada kenyataan. 

“Haha, maaf. Ada apa?" 

Katou-san menatapku dengan wajah serius. 

"Ada sesuatu yang ingin aku dengar." 

"Apa?" 

"Apa yang terjadi pada Mizushima-senpai?" 


"...Dia meninggal." 

Aku tidak ingin menipu dia, karena Kato-san bertanya dengan ekspresi tegas di wajahnya. 

"Kami menemukannya dalam kondisi sudah jadi mayat. Hasilnya adalah, penampilan Lily saat ini tidak menimbulkan gangguan dalam diriku. " ". " 


"...Apakah begitu." 


Apakah dia sudah menebak hal seperti itu dari intuisinya, Kato-san sepertinya tidak terkejut. 

Namun, tetesan air mata mulai mengalir dari matanya. 

"Mizushima-senpai ..." 

Gadis yang sedang berduka karena kematian seorang kenalannya, terus menangis dengan tenang untuk sementara waktu. 


"...Maaf. Karena kami menyembunyikan hal itu dari mu. ” 


"Tidak apa-apa." 


Aku menggelengkan kepala. 

Aku membenci manusia dan sangat tidak mempercayai mereka, tetapi saya bukan iblis yang akan menyalahkan seorang gadis muda yang sedang berduka karena kematian kenalannya. 


"Tolong, jangan lakukan itu lagi. Tolong jangan sembunyikan tentang hal-hal semacam ini lagi. "  

"Ya {menjawab dengan wajah serius." 


“Jika Takaya bisa kembali dengan kawan-kawan dari Unit Ekspedisi, semuanya akan bagus. Maka, kamu kemungkinan besar akan aman Kato-san. ” 

Aku mengubah rencana ku. 

Meskipun aku pikir itu adalah rasa sakit di pantat untuk beberapa waktu lalu, tapi untuk mengamankan keselamatan Kato-san, aku perlu melakukan kontak dengan monyet-monyet itu. 

Dalam kasus seperti itu, Unit itu perlu memiliki moralitas mereka dengan baik, itu tidak harus seperti Unit Ekspedisi, tapi aku tidak ingin ada hubungannya dengan manusia lain seperti sekarang. Kita 
tidak bisa mengesampingkan kemungkinan perkosaan juga. 

Seperti yang direncanakan sebelumnya, aku akan mengirim Kato-san ke mereka, saat mereka lengah hubungi aku sesering mungkin, Aku perlu melihat apakah grup tersebut dapat dipercaya atau tidak. Mari kita lakukan itu untuk sekarang. 


"Apakah itu akan berhasil dengan baik ?" 

"Tentu saja." 

"Hm?" 

"Senpai ...?" 


Kato-san menatapku dari bawah ketika aku duduk di atas bagian tubuh Lily. 

"Setelah kamu mengamankan keselamatanku ... apa yang akan senpai lakukan?" 

"Aku tidak akan ikut dengan Unit Ekspedisi." 

Aku menjawab dengan segera tanpa ragu-ragu. 

Begitu Kato-san aman bersama mereka, aku akan segera melarikan diri dari lokasi ini. 

Ngomong-ngomong, aku berhubungan dengan Unit Ekspedisi hanya untuk keselamatan Kato-san saja. 


Aku tidak akan pernah menyerah pada keluarga ku. 

"Mengapa? Kamu terlihat seperti beberapa waktu yang lalu juga ... kamu kembali membuat wajah masam itu. " 

Pada dasarnya, sifat ku terlihat bagi Kato-san adalah orang yang lemah lembut berarti orang yang lemah dan patuh dalam ketakutan. 


Lagi pula, Aku tidak bermaksud berbohong. Karena itu aku akan menjawab dengan jujur. 

"Aku tidak mempercayai mereka. Hanya itu saja. ” 

"Maksudmu ... Unit Ekspedisi pertama tidak memiliki kredit ...?" 

“Tentu saja itu adalah kelompok yang dapat dipercaya, mereka setidaknya mampu menyediakan seorang gadis 
perlindungan atau melakukan hal buruk setelah itu. Tapi tentang bagiku, ini ada pada level yang lebih mendasar ... mereka adalah 
kumpulan umat manusia . " 

Aku menggelengkan kepala. 

Bibir ku terangkat dengan senyum menyeringai mengejek diri yang pahit. 

“Aku pribadi memiliki sejarah kecil dengan manusia, aku telah memutuskan untuk berhenti percaya kepada yang lain ... aku tidak bisa percaya. Aku memutuskan hal itu sendiri di tengah kehancuran Kelompok hari itu. " 

"...Ah."  {kato}

Ketika dia mendengar kata-kata ku, dia menyadari bahwa dia telah mencapai titik kesimpulan. Kato-san melonggarkan stresnya dengan wajah cemberut yang sedih. 

Bahkan dia sendiri pernah mengalami hal itu beberapa hari lalu. 

Dia tahu tentang mereka. Bagian buruk dari umat manusia. 

Karenanya, hanya ada satu perbedaan antara aku dan dia. 

Aku, yang diselamatkan dari maut oleh Lily seorang monster, karena itu aku hanya melihat bagian jelek dari manusia, sementara dia, yang dijaga dan dibantu oleh manusia, akan menyaksikan sisi indah umat manusia. 

... Haha, terserahlah. 

Bukankah Kato-san juga sudah mengalami hal-hal yang lebih kejam daripada aku? 

'Kepercayaan' - mari kita coba sekali lagi .. 

――Ini bukan, seperti, setiap manusia adalah jahat. 

Dalam situasi ini, ketika aku berkata "Aku tidak bisa mempercayai manusia lagi", dia hanya bisa memberikan simpati palsu hatinya ― karena dia bahkan tidak bisa membayangkan, neraka yang aku alami. 

Segala sesuatu yang terjadi pada kita hingga titik ini dapat dianggap beruntung. 

Jika aku harus memilih yang mana, yang aku suka lakukan, aku pasti akan lebih memilih melindungi seorang gadis daripada menyalahgunakan nya. 

{Note : jujur, gue juga tidak tahu bagaimana kalimat-kalimat ini saling berhubungan. }

Sejujurnya, fakta bahwa Kato-san tidak takut padaku itu adalah hal yang aneh. 

Jika aku menjadi dia, aku akan mencoba melarikan diri dari sini saat ada kesempatan yang ku dapatkan. 

Ini bukan spekulasi. Ini masalah fisiologis. 

"Senpai ... juga mengalami bahaya pada hari itu, begitu." {kato}

Namun demikian, Kato-san sekarang merasa kasihan padaku. 

"... tapi, senpai, kamu memiliki kekuatan untuk mengendalikan monster, kan?" {Kato}

“Aku baru tersadar akan kekuatan ini setelah kehancuran koloni, aku diselamatkan oleh Lily di sini saat aku di ambang kematian. ... haha, sebenarnya tidak. Aku terbunuh dan terlahir kembali di sini di tempat ini. ” 

Rasa sakit terbawa bersama dengan suara itu. 

Lily mendekat dan memelukku erat-erat dengan tubuhnya. 

Aku mengucapkan terima kasih dengan mengelus kepalanya, lalu aku mengirim pertanyaan ke Kato-san yang sedang duduk menyender ke dinding

“Jadi, Kato-san. Aku hampir terbunuh karena di pukuli oleh tiga teman sekelas ku yang duduk di sebelah ku di kelas.  Coba bayangkan itu. Teman sebangku ku tertawa dan menendang ku ketika aku berguling-guling di lantai tanpa daya, mereka menertawakan ku dengan ejekan yang menyakitkan.  Setelah mengalami hal seperti itu, mengapa harus aku harus berpikir untuk mempercayai manusia lain? " 

"... lalu, bagaimana dengan aku ...?" 

Kato-san bertanya padaku dengan takut, aku tersenyum. 

"Bukankah aku mengatakan bahwa itu adalah topik yang sulit?" 

"Maafkan aku." 

Kato-san tampak malu dan membungkuk. 

"Ho-, Namun ..." 

Kato-san mengangkat badannya dan memindahkan pandangannya dari Lily yang meringkuk padaku lalu ke Rose

"Apa ada yang salah?" 

"Bagaimanapun senpai ... kamu bisa mempercayaiLily-san dan Rose-san kan?" 

Aku mengerti. 

Aku tidak mempercayai Kato-san karena dia 'berbeda' seperti yang aku katakan sebelumnya, tapi perilakuku terhadap Lily dan 
Rose terlihat sangat aneh. 

Dari sudut pandang orang lain, ini adalah sebuah misteri. 


“Mereka adalah keluargaku. Teman ku Mereka mempercayaiku, dan aku percaya pada mereka. " 

Mereka tidak dapat dikelompokkan dalam kategori yang sama dengan manusia ―― Aku tidak bisa mengatakan hal yang sama 
Kato-san. 

Tapi, ini niat ku yang sebenarnya. 


"Apakah benar begitu." 

Kato-san bergumam pelan. 

"... Bagaimanapun juga, aku iri." {kato}


Aku tidak tahu bagaimana menjawabnya. 

Memang, bagi Kato-san yang tidak memiliki cheat untuk mengurus dirinya sendiri, cheat adalah sesuatu yang patut dicemburui. 

Sambil memikirkan hal-hal sepele seperti itu, saat aku mengalihkan pikiranku kembali ke kenyataan, aku melihat sepasang bola mata menatap tajam padaaku di dalam gua yang gelap, jujur aku sedikit terjekut melihatnya. 

Melihat sepasang mata bersinar terang, namun di dalamnya ada jejak paranoia, dia sedang menatap ku.

{Paranoiapenyakit jiwa yang membuat penderita berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan} 

Aku pikir aku pernah melihat ini di suatu tempat, aku kemudian tiba-tiba ingat. 

Itu sama dengan pertemuan pertama kami, itu adalah mata yang sama yang menatapku di dalam podok. 


"Mashima-senpai." 



Sementara aku dihancurkan oleh tekanan itu, Kato-san sekali lagi membuka mulutnya. 

Pada saat itu, ekspresi menghilang dari wajahnya seperti asap yang tertiup angin, sebaliknya, Wajah lesu tanpa ekspresi muncul untuk sesaat. 

... Apa itu hanya imajinasiku, bukan? 

"apa kau juga punya masalah dengan Takaya-kun." 

"Ha, haha." 

Aku benar-benar kehilangan waktu untuk bertanya. 

Dia mungkin tidak akan menjawab dengan jujur ketika ditanya, tetapi, hal-hal yang tidak terlalu penting bisa menjadi penting, ku kira. 

Bagaimanapun, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam pikiran Kato-san, jadi mulai sekarang aku harus menjadi waspada di kepadanya. 

Aku memutuskan demikian, ketika aku mendengarkan apa yang dikatakan Kato-san. 

"Jadi tentang Takaya, ada apa?" 

"Iya . Mari kita asumsikan bahwa dia berhubungan dengan Unit Ekspedisi dan kembali, aku tidak tahu jika itu ide yang baik untuk berhadapan dengannya sejak ... ada masalah. " 

"Maksud kamu apa?" 

"Hanya saja ... Takaya-kun adalah teman masa kecil Mizushima senpai jadi ..." 

Aku melirik Lily. 

"Aku ?" {Lily}

"Iya . Dengan penampilanmu saat ini Lily-san, aku yakin dia akan ... ” {kato}

"Apakah mereka pasangan?" 

"Ah tidak. Bukan... " {kato}

Apakah sulit mengakatakannya karena ini terkait dengan privasi orang lain? 

"Hanya saja, dia agak ... dengan Mizushima senpai." {kato}

Aku mengerti, hal seperti itu aneh untuk diucapkan di sini. 

"Mizushima Miho memang sangat cantik pantas saja dia sampai menyukainya." 

Aku mengangguk berkali-kali. 

“Apalagi dia memiliki kepribadian yang baik juga. Aku tidak bisa menghitung laki-laki yang ku kenal yang jatuh cinta kepadanya. Jika teman masa kecilnya adalah laki-laki maka tidak aneh kalau dia juga jatuh cinta dengannya, meskipun agak klise. ” 

Takaya Jun menjaga Mizushima Miho dan Katou Mana, bahkan membawa mereka ke pondok, tindakannya tidak didasarkan pada kebaikan atau rasa kewajiban. 

Tentu saja, jika kita menafsirkan ini sedikit jahat maka dia melakukannya dengan motif tersembunyi. 

"Apa Takaya menganggap Mizushima Miho adalah seseorang yang lindungi dalam hidupnya." 

"Iya ." {kato}

"Ketika dia melihat Lily menggunakan penampilan kekasihnya, dia mungkin menyerang kita karena marah." 

"Itu betul." 

Namun, ini benar-benar rumit, aku sudah membuat resolusi untuk bertemu dengan Unit Ekspedisi juga. 

Tidak apa-apa. Aku sudah memutuskannya. 

"Dimengerti. Lily akan berbaring selama mungkin selama durasi itu. Dan skenario terburuk kita bisa biarkan saja dia membatalkan kemampuan meniru bentuk mahluk lain, ketika dia berada di depan pria itu. ” 

"Rencana ini harusnya sempurna." 

"Terima kasih telah memperingatkan kita tentang bahaya." 

Semua hal sudah dipertimbangkan, informasi ini adalah hasil dari melindungi Kato-san. 

Meskipun Kato-san aman dijaganya, risiko ketika bertemu dengan Takaya ini masih ada. 

Jika aku belum bertemu Katou-san tadi malam, maka pasti aku akan menghabiskan lebih banyak waktu di gua ini. 

Kami tidak akan tahu  jika suatu hari Unit Ekspedisi tahu tentang pondok dan akan datang kembali, ada juga kemungkinan Takaya bertemu Lily dalam wujud Mizushima Miho-nya. 

Karena radius dan timer ledakan bom tidak diketahui, yang terbaik adalah menyiapkan rencana balasan. Setidaknya, itulah yang ku pikirkan. 

"Meskipun aku hanya bisa mengucapkan terima kasih, aku berjanji akan melindungimu dengan benar sampai kita bertemu dengan Unit Ekspedisi, atau setidaknya sampai kamu tiba di lokasi yang aman. " 


"...Terima kasih senpai." {kato}

Kato-san menunduk dengan ekspresi senang. 


"Tidak seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih karena mu aku bisa mendapatkan informasi ..."  


"Tidak. Tidak ada apa-apa." {kato}



==========
==========


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter