Monster no Goshujin-sama chapter 7 bahasa indonesia

Monster no Goshujin-sama chapter 7 bahasa indonesia

NOVEL MONSTER TAMER CHAPTER 7 BAHASA INDONESIA



Pertemuan dengan seekor serigala





Aku meminta Lily menciptakan air dengan sihir untuk digunakan Kato-san membersihkan tubuhnya. Aku keluar dari pondok sebelum dia mulai membersihkan dirinya.
                      
Untuk membantunya, aku meninggalkan Rose bersama Kato-san.
                    
Kupikir Kato-san akan lebih santai saat membersihkan dirinya sendiri, karena tubuh Rose berbeda dengan tubuh manusia.
                      
Kato-san awalnya menolak usulanku, tapi akhirnya mengalah setelah memintanya beberapa kali.
                      
Aku tidak tahu apakah menekannya adalah hal yang benar untuk dilakukan, karena aku sendiri seorang laki-laki.
                      
Meskipun aku tidak menyebutkannya, alasan lainnya aku ingin Rose untuk membantunya agar Rose juga bisa mengawasinya.
                      
"Master. Apakah anda benar-benar membawa gadis itu?"
                      
"Itu tiba-tiba"
  
Lily menanyaiku dengan suara kecil setelah kami meninggalkan pondok. Itu membuatku tersenyum masam.
                    
"Jangan tertawa, hmmp"
                    

"Maaf"

                      
Lily marah dan bibir cerinya cemberut.
                    
Dia terlihat sangat kekanak-kanakan seperti itu.
                      
"Apa kau tidak puas dengan keputusanku?"
                      
"Saya tidak akan menentang keputusan Master."
                      
"Kau belum menjawab pertanyaanku."
                      
Lily akan mengikuti keputusanku, meskipun sulit mengatakannya apakah dia yakin itu keputusan yang tepat atau tidak.
                      
Dia bertanya padaku sekarang saat kami berduaan, kemungkinan besar karena dia tidak tahan.
                    
Tentu saja jika keputusanku tidak sesuai, maka keadaan akan menjadi tidak menyenangkan.
                      
Mungkin dia jadi tidak senang karena aku menempatkan diriku pada risiko yang lebih besar.
  
"Aku tidak mengatakan kau harus melindunginya secara terpisah. Pikirkan dulu keamananmu, lalu keselamatanku, dan ketiga adalah Kato-san. Seperti ini, bukankah prioritasnya sederhana? Itu akan sulit untuk membuat kesalahan."
                      
"Anda membuat kesalahan tentang urutan prioritas pertama dan kedua"
  
"Lagian, aku tidak punya kekuatan untuk mengubah kehendaknya"
  
Aku mempertimbangkan bahwa kami telah melenceng dan kembali ke pembicaraan sebelumnya.
                      
"Itu tidak seperti dia menjadi ancaman sebenarnya untuk kita, kemungkinan besar hanya sedikit merepotkan. Aku pikir kita bisa menangani semua itu"
                    
"Dengan kata lain, bukankah itu akan merepotkan karena saya akan terlihat oleh Kato-san? Karena, Anda tahu, saat ini saya menyembunyikan identitas saya darinya."
                    
"Aku tidak keberatan jika dia tahu. Itu tidak begitu penting dan ini hanya tindakan pencegahan"
  
"Pembicaraannya telah berakhir dengan menyimpang. Master, saya tidak akan membiarkan anda menipu saya"
                      
Alih-alih Lily merasa tidak puas, dia menunjukkan wajah cemas.
                      
"Apakah anak itu benar-benar penting?"
                      
"Bukan begitu"
                      
Aku membelai kepalanya, mengusap rambut pirangnya yang halus.
                      
"Aku ingin melindunginya, mungkin karena aku ingin menjaga 'Sesuatu' itu, setidaknya itulah yang kupikirkan"
                      
"Apa itu?"
                      
"Aku menyelamatkan Kato-san kemarin. Setelah menyelamatkannya, aku tidak bisa membiarkannya saja karena itu merepotkan. Itu sesuatu seperti setelah memungut kucing dan membawanya ke rumah, lalu membuangnya. Aku perlu mengambil tanggung jawab atas tindakanku"


.....kupikir.
  
Sulit mempercayainya, dan siapa tahu kalau itu benar.
  
Alasanku adalah, aku tak ingin lebih jauh kehilangan rasa etika dan moral. Lagi pula, aku sudah membunuh tiga orang.
  
Sekarang, kenapa seperti ini.
  
Bahkan setelah memeriksa diri, aku masih tidak mengerti hatiku sendiri.
  
Jadi tidak ada cara lain selain menyebutnya "Sesuatu," semacam itu.
  
"Master—"
  
Aku tercermin di mata Lily saat dia merenungkan apa yang harus dikatakan. Dan dia sedikit tertawa saat dia tidak bisa memikirkan kata-katanya.
  
"Tadi Master serius"
  
"Apa yang baru saja kukatakan, itu mungkin tidak ada artinya"

"Bukan itu"
  
Percakapan ini memberikan perasaan nostalgia.
  
"Sehubungan dengan Masterku, itu bukan begitu"
  
Lily menyandarkan kepalanya ke pundakku.
  
"Maka..., iya. Jika itu untuk Master, maka saya akan melindungi gadis itu juga"
  
"Ya"
  
Aku menepuk kepalanya dengan lenganku yang satunya.
  
"Terima kasih"
  
Sungguh aneh.
  
Meskipun kami di area berbahaya, meski keadaannya tidak tenang, perasaan yang timbul saat ini hanyalah kebahagiaan.
  
Itu mungkin: aku pikir aku hanya tidak ingin untuk kehilangan "Sesuatu"-itu, seperti waktu yang mungkin akan menghilang....
  
Keadaan ini, aku berpikir samar-samar tentang mereka.
  
Tiba-tiba, aku menyadari sesuatu.
  
Jika aku benar, maka apa yang benar-benar ingin aku lindungi, apa yang benar-benar penting, adalah saat-saat bahagia yang tak tergantikan ini.
  









Setelah menunggu Kato-san selesai mencuci tubuhnya, kami menginggalkan pondok.
  
"Apakah kau tidak melupakan apapun? Pastikan kau membawa semua yang kau bisa, karena kita takkan kembali kemari"
  

"Iya"
  

Lily, yang masih memegangi lenganku, memiringkan kepalanya dan mengajukan sebuah pertanyaan.
  
"Hah? Master, apakah anda menyerah terhadap pondoknya?"
  
Kato-san melirik Lily.
  
Tapi dia tidak mengatakan apapun.
  
Dia juga tidak menanyakan apapun.
  
Lily terlihat sama sepertiku, seorang siswa yang diteleportasi ke dunia ini dari Jepang, dan dia memanggilku "Master" harusnya menimbulkan kecurigaan.
  
Namun, Kato-san tidak mengatakannya, jadi aku ingin tahu apa yang dipikirkannya.
  
Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, jadi aku mungkin harus bertanya, meskipun kemungkinan dia menanyaiku sebagai balasannya.
  
Selain itu, tidak ada jaminan dia akan menjawab dengan jujur.
  
Bagaimana aku mengatakannya ya, ini menyebalkan.
  
Aku mempercayai Lily dan Rose, karena entah bagaimana, kami terhubung melalui kemampuanku. Di atas segalanya aku punya kepercayaan kepada mereka.
  
Memikirkannya selama ini, keberadaan Kato-san penuh tekanan.
  
Jadi, mengajak manusia untuk berpergian bersama kami akan mengundang masalah.
  
Aku kira tak ada pilihan selain bertahan untuk sekarang.
  
"Master"
  
"Ah, yah, tak apa-apa"
  
Membersihkan pikiran yang tidak berguna, aku berbalik menghadap Lily.
  
"Sesuatu yang mirip penghalang ada di tempat untuk menjaga monster tetap menjauh dari pondok. Meskipun itu telah menghilang sekarang. Tak perlu untuk tinggal di tempat yang mencolok"
  
Aku perlu waspada, karena tidak hanya banyak monster, tapi banyak juga manusia yang merupakan musuhku.
  
Kalau dipikir-pikir, pondok itu juga terlalu mencolok.
  
Juga mempertimbangkan bahwa mengawal Kato-san mungkin memerlukan kontak dengan manusia lain setidaknya sekali untuk memastikan keselamatannya, ini harus selalu diingat.
  
Untuk skenario terbaiknya, kami bisa menemukan sekelompok manusia yang selamat dan meninggalkan Kato-san di sana tanpa pernah berhubungan lagi dengan mereka.
  
Yah, itu tidak mungkin berjalan dengan baik.
  
"Nah, ayo berangkat"
  
"Un"
  
"...Ya"
  
Saat kami meninggalkan pondok, Lily sangat bersemangat, dan sebaliknya, Kato-san kelihatan depresi.
  
Rose mengambil posisi di barisan depan dan Lily mengambil barisan belakang. Di formasi ini, Kato-san dan aku dikawal melewati hutan.
  
"Kato-san, berjalan di hutan bisa membebani tubuh. Beritahu aku jika kau lelah"
  
"Aku tahu, aku baik-baik saja.... maaf"
  
"Master, apa anda lelah?"
  
"Oh, tidak, aku baik-baik saja"
  
Seperti yang diharapkan dari Lily, dia melepaskan lenganku sekarang.
  
Setelah dia melakukannya, aku merasa enggan untuk melepaskannya, karena kehangatan memudar dari lenganku.
  
Pada saat itu terasa tidak enak... ...berarti aku juga menjadi egois.
  
Setelah berjalan beberapa jam, sambil mengambil istirahat di sepanjang jalan, dan tidak bertemu satu pun monster, kami menemukan sesuatu yang tidak normal.
  
"...Bau busuk?"

Gumamku, tanpa sengaja mengerutkan hidungku.
  
Ada sesuatu yang menyebabkan bau busuk yang menyengat.
  
"Apa yang harus kita lakukan, Master?"
  
"Yeah"
  
Aku adalah pemimpin party.
  
Aku perlu untuk membuat keputusan, meskipun aku adalah pemimpin yang menyedihkan, yang bahkan tidak mampu melindungi dirinya sendiri. Aku tidak bisa selamanya mengandalkan Lily dan Rose.
  
Kami harus menemukan apa yang menyebabkan bau itu, tapi aku harus memikirkan bagaimana kita melakukannya.
  
Pergi ke arah itu mungkin berbahaya.
  
Namun, tidak ada tempat yang aman di hutan ini.
  
"Ayo pergi"
  
Aku berpikir selama beberapa detik.
  
"Kato-san, apakah ini tidak apa-apa?"
  
"...Iya"
  
Aku menuju ke sumber bau yang megerikan itu.
  
Bau hutannya sedikit lemah dibanding dengan bau busuk.
  
Segera, kami menemukan 5 mayat yang tersebar, yang kemungkinan itu siswa.
  
Alasanku menggunakan kata ambigu seperti "Kemungkinan" adalah karena hanya terlihat anggota badan yang tersebar.
  
"Ini... terlihat mengerikan"
  
Bagian tubuh mereka mengotori daerah itu, seperti potongan daging yang dimakan sebagian.
  
Dari dekat, aku mencoba untuk menentukan apakah masih ada ancaman. Setelah menilai kemungkinan itu tak ada, kami menginjakkan kaki di tempat tersebut.
  
"Setelah melihat ini, mungkinkah binatang buas besar yang melakukannya?"
  
Lily mengira-ngira penyebabnya, tapi aku masih tidak tahu.
  
"Atau mereka diserang oleh monster"
  
 "Mungkin"

"Iya. Ayo periksa tempatnya, jadi kita bisa mendapatkan rincian lebih lanjut"
  
Untuk tujuan ini aku mulai berjalan menuju mayat, dan kemudian berhenti mendadak.
  

Berbeda dengan Mizushima Miho, mayat-mayat ini sudah ada di sini sejak tadi.

Mereka membusuk dengan cepat dan lalat berdengung di sekitar mayat-mayat.
  
Sepertinya disini menjadi situasi yang tidak biasa untukku, meskipun aku adalah orang yang telah melakukan pembunuhan.
  
Tapi, ini perlu dilakukan.
  
Orang-orang mati di sini, jadi disini jelas ada sebuah ancaman yang perlu kita ketahui.
  
Pembantaian ini kemungkinan besar dilakukan oleh monster, tapi ada kemungkinan manusia dengan kemampuan cheat juga melakukan ini.
  
Aku akan menyesal jika kami terbunuh karena kami tidak menyelidiki petunjuk-petunjuk di depan kami sekarang.
  
"Kalau begitu, waktunya penyelidikan. ...hmm, Rose, apa itu?"
  
Saat aku bersiap untuk melangkah maju dengan hati-hati, Rose menghalangiku dengan mengangkat lengannya di depanku.
  
Sebaliknya, Rose melangkah maju.
  
"Apakah mungkin, kau ingin melakukannya?"
  
Dia mengirim konfirmasi, melalui hubungan kami
  
"H, Hei..."
  
Rose mulai bergerak sebelum menerima persetujuanku, dan mulai memeriksa mayatnya.
  
Dia tetap diam... ...tentu saja, dia bukannya tidak mampu dan dia mulai memeriksa mayat para siswa.
  
Aku menerima perasaan berkewajiban untuk malakukan ini darinya.
  
"Hei, tidakkah sebaiknya Rose berpatroli sebentar, dan aku akan memeriksa semua ini? aku akan melaporkannya ke Master nanti"
  
Lily mengusulkan ini, tapi Rose mengangkat tangannya untuk menolak usulannya.
  
Rose dengan cepat berpindah dari mayat ke mayat lain, memeriksa hasil pribadinya.

Mengenai kami, kami memutuskan untuk melihat-lihat sedikit di dekatnya.

Dan dengan melakukan itu, memfokuskan seluruh perhatianku pada mayat.
  
Setelah beberapa angan-angan, itu jelas, yang satu ini kelihatan fatal.
  
Cukup berbahaya bahwa itu mungkin pukulan mematikan.
  
"Master!"
  
Lily meneriakkan sebuah peringatan tajam.

Meskipun peringatannya sampai padaku, karena perhatianku berada di tempat lain, Aku terlambat bereaksi.
  
"Ap―!?"
  
Melihat ke sekitar, sesuatu muncul dari semak-semak di dekatku.
  
"Yaaaa!"
  
Pada saat aku memperhatikannya, Lily bergegas menuju ke sana.
  
Itu benar-benar meluncur ke arahku.
  
Tak ada waktu bagi Lily untuk merapalkan sihir.
  
Aku tidak menggunakan tombak, karena aku ragu untuk bisa menghentikan terjangan itu.
  
"Grrrrraooooo!"
  
"Kya!?"
  
Meskipun lemah, serangan Lily berhasil mengalihkan serbuan penyerang, bahkan saat dia terbang terpukul.
  
"Taringnya" diatur menuju padaku, ditujukan padaku dan tidak sampai 50 cm jauhnya.

Dia memulihkan keseimbangan dan bersiap menyerang lagi.
  
Dengan cepat aku langsung berdiri dan menyiapkan perisaiku.
  
Sesuatu datang melompat ke bawah. Pada saat aku mengenali serigala abu-abu, binatang itu bersiap untuk melompat lagi.

Aku menghadapkan perisaiku menuju itu dan menyiapkan tubuhku untuk menerima dampaknya.

Lalu―*Crack*
  
"Gu, Gwoaar!?"
  
Aku sesaat kehilangan keseimbangan.
  
Ketika aku terjatuh di tanah, Aku berguling untuk menjaga perisai antara aku dan serigala.
  
Pada waktu ini, raungan serigala bergema di udara.
  

"Wow!"
  
Tiba-tiba, tekanan dari serigala menghilang, dan dengan cepat aku memperkuat kembali pertahananku.
  
Serigala itu mendarat agak jauh dariku.
  
Pada saat yang sama, Rose menutup jarak untuk mendorong ancaman dariku.
  
"Kau menyelamatkanku, Rose"


Rose saat ini tidak membawa kapaknya. Kelihatannya, dia melemparnya ke serigala untuk menyelamatkanku. Dia pasti menyelamatkanku, tapi sekarang, dia hanya melengkapi dirinya dengan perisai.
  
"Grrrrr..."
  

Serigala abu-abu terus menggeram.
  
Ini pasti Serigala yang dipanggil "Fire Fang" yang pernah aku dengar di koloni sebelumnya, dia punya karakteristik yang sama dengan yang dibicarakan oleh beberapa orang...
  
"Hati-hati. Rose, hindari apinya!"
  
Saat aku meneriakan itu, serigala itu membuka mulutnya seperti sedang bersiap untuk menggigit.
  
"GrAoOOoo!"
  
Dia meludahkan api ke arahku.

Rose melangkah ke depanku tanpa ragu untuk melindungiku dari api.
  
—Api terus datang dan mengancam untuk mengalahkan pertahanan Rose, dan itu membutuhkan waktu jeda sejenak.
  
Api mulai datang lagi―
  
"Ap... AAAAA―!?"
  
—saat aku tertelan api, aku disambar ke samping.
  
"Master, Apakah anda baik-baik saja!?"
  
"Lily!?"
  
Demi menolongku, dia merubah tubuhnya seperlunya.
  
Barusan, setelah serangan mendadak, dia kembali mengumpulkan tubuhnya dan segera setelah itu, menyelamatkanku dari serangan api.
  
"Maaf, Lily. Kau menyelamatkanku"
  
"Saya senang Anda baik-baik saja"
  

Lily mulai berlari, dan meraih tanganku sambil memegang tangan Kato-san di belakangnya.
  
"Rose, pertahankan dirimu sedikit lebih lama!"
  
Lily memerintah Rose dengan tajam.


Rose berhenti di tempat dia berada dan menghalangi api yang disemburkan Fire Fang. Posturnya berat, dan dia dengan tegas tidak akan mengizinkan Fire Fang untuk mengerjar kami.
  

Walaupun Rose terbuat dari kayu, dia tidak terbakar, kemungkinan besar karena sihir bawaan yang melindunginya dari sebagian besar api.
  
Setelah kami mundur, Rose mulai mengelak dengan gerakan yang gesit.
  
Api dari Fire Fang mengikuti pergerakannya, tapi dia sangat ahli menghindar. Kemampuan defensifnya lebih tinggi daripada yang aku pikir dari magical puppet. Api seharusnya memanggang Rose, tapi setelah melihat pergerakannya, itu jelas dia menerima sedikit kerusakan.
  
Aku mendesah lega.
  
"Master, orang itu, apakah tak apa-apa mengalahkannya?"
  
Lily berada di tanah bersamaku, menggambar lingkaran sihir di telapak tangannya.
  
"Izin diberikan! Orang itu tidak bisa menjadi bagian dari keluarga kita!"
  
"Roger!"
  

Lingkaran sihir di telapak tangan Lily bersinar biru cerah.
  
—Sejauh yang kutahu, lingkaran sihir diperlukan untuk menciptakan sihir.
  
Warna lingkaran menentukan elemennya, dan sosoknya menentukan bentuk dan ukuran yang menentukan kekuatannya.
  
Itu sulit menyebutnya dalam istilah manusia, tapi setelah sebulan melihat pertempuran sihir, ada beberapa klasifikasi. Untuk sihir pertempuran, sebuah lingkaran dengan diameter tiga puluh centimeter akan memiliki kekuatan setara pistol kecil... dan seterusnya.
  
Sihir Lily diciptakan dalam beberapa detik.
  
Itu adalah sihir tipe air, dengan kekuatan pistol besar, dan telah mengambil bentuk pedang.
  
Ketika dilepaskan, itu muncul sebagai pedang air sepanjang 3 kaki, dan  terbang seperti elang yang menukik.
  
"Graoooo!"
  
Meskipun pedang yang melaju terlihat seperti pada kecepatan kilat, Fire Fang berhenti meludahkan api dan menghindarinya.
  
Namun, tindakan itulah yang Lily inginkan dari serigala itu.
  
 "Gyaa!?"

Rose melempar perisainya ke serigala dan memukulnya dengan keras.
  
...Bukan itu yang penting, tapi Rose punya bidikan yang bagus.
  
Sementara pikiran riang ini melintas dalam benakku, Rose menyerbu ke serigala yang tidak seimbang dan di udara.
  
Itu mustahil bagi serigala itu untuk kembali seimbang saat berada di udara, jadi Rose meledak dengan kecepatan ke depan.

Rose yang secepat kilat mengatasi serigala ke tanah, dan menahannya.

Itu membuat keributan saat dijepit.
  
Di koloni, diketahui bahwa Fire Fang lebih kuat daripada magical puppet. Meskipun Rose terlihat bagus, untuk mengatasinya di udara tanpa senjata.
  
Aku menghela nafas lega lainnya.
  
Awalnya, bahaya sebenarnya dari Fire Fang adalah mereka melakukan perjalanan dalam satu kelompok. Meskipun keadaannya seperti apa adanya, sepertinya Rose akan menang.
  
Lily menggunakan sihir angin untuk mencekik Fire Fang.

"...ini berakhir"
  

Pada akhirnya, aku cemas dan khawatir, Jantungku sangat memprihatinkan.
  
"Itu sedikit menakutkan, 'eh... Kato-san, kau tidak apa-apa?"
  
"...Iya"

Kato-san mengangguk lalu membungkuk.

Ekspresi wajahnya agak tegang, meskipun aku juga sepertinya sama.
  
"Aku tidak berguna...  Aku sangat menyesal karena menjadi begitu"
  
"Tidak, Aku juga sama"
  
Aku menjawabnya dengan tatapan pahit.
  
Magical puppet sebelumnya yang kami lawan, kami melawannya di sini, ada kemungkinan untuk secara alami diserang di sini. Ini harus dipertimbangkan untuk menghindari bahaya di masa depan.
  
Kami telah bertahan berkat keberuntungan.
  
Juga, itu karena ketekunan Rose dan Lily.
  
Selain itu, kami beruntung telah mampu memburu Fire Fang. Lily bisa mendapatkan indra penciuman Fire Fang melalui kemampuan peniruannya.
  
Sayangnya, tidak ada informasi yang bisa dikumpulkan dari mayat para siswa. Tapi, itu bukan masalah, karena awalnya aku tidak terlalu berharap banyak. Mungkin itu karena mereka sudah sangat terluka oleh Fire Fang sekarang ini.
  
Setelah itu, kami tidak bertemu monster lain apapun saat kami maju melewati hutan ke gua.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter