Monster no Goshujin-sama chapter 5 bahasa indonesia

Monster no Goshujin-sama chapter 5 bahasa indonesia

NOVEL MONSTER TAMER CHAPTER 5 BAHASA INDONESIA



Tragedi di sebuah pondok





Dengan seketika dia mengkonfirmasi.
                            
Ngomong-ngomong, aku bisa bertukar pikiran melalui jalur sihir, perasaan dapat dikirimkan, maksudnya bisa dipahami secara samar-samar, meskipun tidak sebaik melalui percakapan.
  
Oleh karena itu, ini tidak bisa disebut sebagai sarana komunikasi yang baik. Jadi, aku harus melakukan sesuatu.
  
                          
"Baiklah, ayo kita pergi. Rose, bersiap-siaplah"

Kami meninggalkan gua dengan penuh perlengkapan.
                            
Aku ingin tahu sebenarnya ada apa.
  
***
                            
Setelah meninggalkan gua untuk pertama kalinya setelah beberapa saat, kami berjalan selama sekitar 1 jam, dipimpin oleh Lily ke suatu tempat.
  
                          
Dari sekolah yang sama sepertiku, aku melihat sosok seorang siswa dari dunia lain.
                            
Aku mengatakan pada Lily sebelumnya, jika kau melihat seorang siswa, laporan itu akan menjadi prioritas utama.
  
                          
Lily benar-benar melakukan tugasnya dengan baik.
                            
Hasilnya, sejak runtuhnya koloni beberapa hari yang lalu, aku bisa menemukan seorang siswa selain diriku sendiri untuk pertama kalinya.
  
Tapi, itu adalah mayat.
                            
Seorang gadis yang aku kenal, mati sendrian di dalam hutan.
  
                          
Fakta bahwa seorang kenalanku itu sudah mati, itu membuatku sulit untuk menerimanya, aku menggigit dengan keras pada bagian bawah bibirku.
  
                          
Dia memiliki penampilan yang masih muda, tapi jika kau bertanya kepada siapapun, pasti mereka akan setuju jika Mizushima Miho itu cantik. Rambut pirang yang agak kekuningan, yang mencapai bahu.
  
Mayatnya masih belum dimakan oleh monster. Dari perkiraanku, kematiannya masih belum lama. Selain itu, penyebab kematiannya sepertinya bukan karena dibunuh oleh monster.
  
                          
Seragam yang dikenakannya compang-camping dan robek.
  
Jika kau melihatnya dengan teliti, memeriksa pada tubuhnya, ada bukti bahwa dia telah diserang secara seksual.
                            
Dalam keputusasaan, ia mungkin telah menusukkan pisau yang disembunyikannya kedalam tenggorokannya. Itu tertanam erat pada tangannya, bahkan sekarang dia masih menggenggam pisau.
  
                          
Mungkin ia memilih mati untuk melindungi harga dirinya, dan kemudian seseorang akhirnya melakukan necrophilia. Bagaiamanapun juga, itu sangat mengerikan.
                            
TL Note : Necrophilia adalah kelainan seksual di mana seseorang memiliki hasrat seksual terhadap mayat
  
                          
Wajah cantik Mizushima Miho, menjadi tak berdaya dalam keputusasaan.
  
                          
Hal ini dapat terjadi karena dia merupakan kelas dua sepertiku, menempati peringkat ke-5 orang yang tercantik di sekolah.
                            
(Terima kasih, setelah semuanya laki-laki memang dapat diandalkan untuk pekerjaan fisik. Terutama Majima-kun, kau orang yang bersungguh-sungguh, aku tertolong.)
                            
(Kau tidak perlu memikirkannya, ini cuma masalah yang sepele)
  
                          
(Hmm, benarkah? Aku tidak berpikir seperti itu.)
  
                          
TL Note : yang pake tanda kurung itu adalah kenangan yang dia ingat ketika mengobrol dengan Miho
  
Mizushima Miho berada dalam kelompok penjaga di koloni, karena dia tidak memiliki kemampuan cheat. Aku hanya berbicara dengannya sesekali, dan itu saat bekerja untuk membangun koloni.
                            
Dia mengingatku, nama seorang laki-laki yang tidak terkenal, aku ingat bahwa waktu itu aku terkejut. Aku masih teringat dengan senyumannya.
                            
Sampai beberapa hari yang lalu, dia masih tertawa.
  
"Lily"
  
Aku memberinya perintah dengan suara yang tanpa emosi.
             
 "Makan dia!"
  
Lily segera bereaksi pada perintahku.
  
Dia berubah dari bentuk Magical Puppet ke bentuk tubuh slime-nya, lalu menyelimuti tubuh gadis itu, mengotorinya dengan tubuh setengah-cairnya.
  

Di dalam tubuh transparan, keberadaan Mizushima Miho benar-benar dicairkan, aku menyaksikannya dengan serius.
  

Warna putih dari mata, merah dari organ dalam, kuning dari lemak, dan semua hal-hal aneh lainnya, itu semua adalah sesuatu yang harus aku ingat.
  

Itu membutuhkan waktu, tapi tubuh Mizushima Miho benar-benar telah dicerna. Pada saat aku menyadarinya, matahari telah terbenam.
  






Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
  

Matahari terbenam tidak dapat dilihat dari dalam hutan. Namun,  langit yang berwarna merah, dengan kegelapan yang tercampur dengan warna merah menciptakan suasana yang menyeramkan, di mana-mana aku bisa melihat diselimuti seperti ini.
  

Dengan latar belakang tersebut, ada tubuh putih dari seorang gadis muda yang telanjang.
  

Ironisnya, pada tubuhnya yang cantik, sudah tercemar ketika dia masih hidup.
  
Kata dilahirkan kembali datang ke pikiranku.
  

Dan dengan segera aku menghilangkan pemikiran itu.
  
Ini seharusnya tidak terjadi.
  
Ini bukan sesuatu seperti itu.
  
"Mengakuisisi telah selesai, master"
  

Aku mendengar suara Lily untuk pertama kalinya, tentu saja, itu persis seperti suara Mizushima Miho.
  
Cara berbicaranya, kemungkinan besar, mungkin didapatkan dari Mizushima Miho. Itu hampir sama dengan yang aku ingat.
  

Meskipun ini agak berbeda, dan dia memanggilku sebagai master.
  
Karena itu, ada celah keputusasaan dalam perbedaan yang tidak bisa diisi.

Tentu saja itu adalah kebenarannya. Dia bukan Mizushima Miho. Dia adalah monster yang sedang memakai kulit yang lain.
  

Dan aku juga yakin, itu adalah monster yang sedang memakai kulit manusia. Jika tidak, bagaimana aku bisa melakukan sesuatu yang kejam tanpa ragu-ragu.
  
Jadi aku memutuskan untuk menggunakan mayat Mizushima Miho.
  

Aku membiarkan Lily untuk menirunya.
  

Ini adalah tindakan yang mengerikan, aku menyadari bahwa itu adalah hal yang tidak bisa dimaafkan.
  
Namun, karena aku sudah memutuskan untuk hidup di dunia ini, aku akan siap untuk melakukan apapun yang tepat untuk dilakukan.
  
Itu juga merupakan tanggung jawabku untuk menjaga Lily dan Rose yang menemaniku.
  
Ini adalah tindakan yang terbaik, meskipun sebagai manusia itu adalah tindakan yang buruk.
  
Meskipun aku merasa mual, aku menahannya.
  
Aku telah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan.......
  
"Apakah kau memahami spesifikasi pada tubuh itu?
  
"Sepesifikasi?"
  
"Di dalam tubuh itu, seharusnya dia memiliki kekuatan khusus"
  
Bahkan orang aslinya sendiri tidak tahu apa kekuatannya. Tidak heran bahwa itu membutuhkan waktu untuk peniru dapat mengetahuinya.
  
Pada kasus terburuknya, mungkin dugaanku salah.
  
"Tidak apa-apa jika kau tidak mengetahuinya"
  
Karena hanya dengan bisa berubah menjadi bentuk manusia, itu sudah berguna.
  
Masalahnya adalah kemampuan tempur, Lily mampu menggunakan kemampuannya bahkan dalam bentuk monster yang lain. Misalnya, dalam bentuk Magical Puppet dia masih bisa menggunakan sihir. Tepatnya, Lily adalah peniru, dan bisa memisahkan 'bentuk' dan 'skill' yang asli untuk dia gunakan sendiri.
  
Tentu saja, dia juga punya batas terhadap 'bentuk'. Sebagai contoh, dalam bentuk Magical Puppet, kemampuan aslinya sebagai slime tidak dapat digunakan dalam potensi penuh.
  
"Saya berpikir untuk melakukan apa yang master butuhkan"
  
"Itu bagus"
  
Aku berbalik. Aku tidak ingin tinggal di sini terlalu lama.
  
Namun suara Lily berdering dari punggungku.
  
"Master, saya harus memberitahu sesuatu yang lain"
  

 "Apa?"
  
"Ada manusia yang lain, mirip dengan master dan gadis ini, berada di dekat tempat ini. Mungkin, itu adalah orang yang membunuh gadis—tidak, mereka adalah orang-orang yang menyebabkan gadis ini mati"
  
 "Apakah itu benar? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
  
Yah, saya, mereka ada dalam ingatan gadis ini"
  
Kata-kata itu keluar begitu saja, menghembuskan pikiranku.
  
 "Ap.... apakah itu benar?"
  
"Ya. Ahhh tidak. Itu mungkin agak berbeda. Ini. Ya, mereka ada dalam ingatan? Itu adalah perasaan yang sama, yang saya ingat"
  
 "Ah. Jadi kau bisa berbicara dengan nada yang sama seperti Mizushima Miho"
  
Kemampuan Lily sebagai mimic slime, mungkin memiliki kemampuan yang luar biasa jika digunakan dengan penuh pertimbangan.
  

Tentu saja, kemampuan Lily untuk membuat alat tidak bisa dibandingkan dengan Rose, karena ada beberapa kekurangan atau penurunan sampai batas tertentu, sepertinya dia masih menyerap sebagian besar Mizushima Miho.
  

Meniru dengan lengkap, akan setara dengan mendekati jumlah perebutan keberadaan lain.
  
Aku merasa pusing, berpikir bahwa ini tidak mungkin.
  

Aku, aku mungkin telah melakukan sesuatu yang lebih buruk dari yang aku pikirkan, pada Mizushima Miho.
  
"Apa yang akan anda lakukan, master?"
  
Lily yang telah mengambil bentuk Mizushima Miho bertanya, sementara dengan ceroboh mengekspos sosok cantik dengan di latar belakangi langit merah-hitam.
  
"Benar"
  
Informasi yang dia bilang adalah informasi yang penting, sekarang aku berpikir tentang hal itu, daripada khawatir, ada hal lain yang harus aku lakukan.
  
Orang–orang brengsek yang telah membunuh Mizushima Miho. Mereka melakukan semua itu kepadanya, dan mereka masih hidup, aku tidak akan memaafkannya.
             
 "Aku telah memutuskannya"

Aku menjawab dengan penuh kemarahan.
  
"Aku tidak akan mengabaikan tanggung jawab ini"
  
Aku akan membunuh orang yang telah membunuh Mizushima Miho.
  
Semacam balas dendam, itu tidak membawa arti seperti itu.
  
Awalnya, kami tidak begitu akrab. Perasaanku ini mungkin seperti merasa kasihan kepadanya, dan niat buruk dan kebencian terhadap penyerangnya.
  
Jadi, ya, mungkin pada dasarnya aku hanya ingin mengambil tanggung jawab.
  
Orang-orang itu telah menodai Mizushima Miho.
  
***
  
Kami menuju ke tempat yang tidak jauh dari tempat Mizushima Miho yang telah mati.
  
".... Apa?"
  
Di dalam hutan yang penuh dengan monster ini, ada sebuah pondok.
  
Ini jelas aneh. Kenapa, ada sebuah pondook di sini? Kenapa tidak dihancurkan oleh monster? Dan juga seharusnya ada sesuatu yang mengganggu selama membuatnya.
  
Dengan sebuah kecurigaan, aku menuju ke arah pondok itu. Kemudian, Lily dan Rose tiba-tiba berhenti.
  

"Ada apa?"
  
"Aku  tidak bisa untuk lebih mendekat lagi"
  
Menurut Lily, sepertinya ada sesuatu yang menolak mereka dari pondok.
  
Kemudian, aku menuju ke pondok sendirian. Karena monster tidak bisa mendekat, seharusnya tidak ada masalah.
  
Dari dalam pondok, aku bisa mendengar seorang laki-laki yang sedang tertawa, dan teriakan seorang gadis. Suara keduanya terdengar masih muda, sama denganku, mereka mungkin siswa dari dunia lain.
  
Mereka sepertinya ada banyak.
  
"Jadi bukan hanya Mizushima Miho"
  
Untuk beberapa alasan, hatiku tidak tergerak.
  
Hanya saja, itu adalah perasaan yang sama ketika jumlah anjing meningkat.
  
Ah, dengan kata lain, aku tidak menganggap mereka sebagai manusia.
  
Aku mungkin seperti monster yang tidak berperasaan, yang tidak peduli pada orang lain, tapi orang-orang itu hanyalah manusia yang biadab. Aku lega. Aku lega dari dalam lubuk hatiku.
  
Dengan ini, aku tidak perlu ragu-ragu untuk membunuh mereka.
  
Aku menyelidiki tempat yang dikatakan Lily sebelumnya  'dia merasa sangat jijik'.... tapi meskipun aku memiliki hubungan di antara kami, dan menggunakannya, pada akhirnya mampu berkomunikasi dengan lebih baik.
  
Melihat ke sekitar, aku menemukan sebuah batu transparan yang indah di tanah. Sesuatu seperti tulisan tertulis di atasnya. Jika dilihat dengan teliti, mungkin itu adalah item sihir. Dan ada kemungkinan pemilik asli dari pondok yang membuatnya.
  
Ini jelas menunjukkan beberapa fakta penting.
  
Di dunia ini, ada manusia lain selain kami.
  
Kalau dipikir-pikir, Unit Ekspedisi Pertama, mereka mungkin juga menemukan 'jejak manusia' dan mungkin bahwa mereka merubah misi mereka untuk menemukan sebuah pemukiman yang dihuni di dalam hutan.
  
Manusia di dunia ini, mereka memiliki pengetahuan yang tidak diketahui oleh kami, dan menciptakan sebuah trik untuk mengusir monster. Itu bagus sekali. Sayangnya, aku tidak memiliki pemahaman untuk mengetahui nilai sebenarnya atau cara kerja di balik itu.
  
Justru karena aku tidak mengerti, aku bisa istirahat tanpa ragu-ragu.
  
Mungkin itu sangat berharga, tapi itu hanya sesuatu yang ada di jalan. Dan terlebih lagi aku akan disertai dengan monster, jadi aku tidak bisa menggunakannya. Aku tidak mengerti cara kerjanya. Aku merasa tidak menyesal untuk menghancurkannya.
  
Sekarang, nasib orang-orang yang berada di dalam pondok telah diputuskan.
  
Mereka sudah kehilangan sesuatu yang seharusnya mereka pegang di dunia yang penuh dengan monster ini.
  
Jadi, aku tidak perlu melakukannya dengan sengaja.
  
Tidak perlu, untuk menyerahkannya pada orang lain untuk mengakhirinya, itu akan menjadi tidak bertanggung jawab.
  
"Bunuh mereka semua kecuali salah seorang yang sedang diserang!"
  
Perintahku pada Lily dan Rose, aku merasa tidak ada penderitaan tentang hal itu.
  
Sejujurnya aku ingin meledakan pondok ini dengan sihir, tapi ada orang yang diserang di dalam, jadi itu bukan pilihan yang bagus. Aku benci manusia. Tapi, orang itu tidak melakukan sesuatu yang buruk, tidak ada cara bagiku untuk bisa menjadi seperti mereka yang tega membunuh seorang gadis yang tidak berdosa.
  
            
"Ah, tunggu"
  
Aku melangkah di depan mereka untuk menghentikan rekanku.
  
"Robek lengan dan kaki untuk menghentikan pergerakan mereka, setelah itu, aku tidak peduli."
              
"Un?... Un. Saya mengerti"
  
Melakukan hal seperti itu mungkin tidak memiliki maksud.
  
Aku bahkan tidak tahu apakah Mizushima Miho mengharapakan itu.
  
Tapi, ini adalah satu-satunya, yang bisa aku lakukan untuknya.
  
***
  
Ketika kami memasuki pondok, orang-orang yang berada di dalam wajahnya terkejut. Tentu saja, karena dia seharusnya sudah mati.
  

Ngomong-ngomong, agar tidak terlalu memalukan, aku meminjamkan jaket seragam sekolahku. Satu lengan telah robek, tapi itu sudah cukup untuk menyembunyikan tubuh langsing dari seorang gadis.
  
 "Lakukan!"
  
Menanggapi perintahku, Rose mulai berlari dengan ganas.
  
Orang yang menyerang gadis itu ditendang saat ia berbalik. Meskipun tendangan itu tidak terlalu ditujukan padanya, anak-anak sekolahan itu dihempaskan.
  
Anak-anak sekolah yang lainnya menjadi tidak berdaya. Mereka mungkin berpikir, bahwa tidak mungkin untuk monster bisa berada di pondok.
  
Ini adalah surga mereka.
  
Tapi, sekarang ini adalah rumah jagal bagi mereka.
  
"Rasakan ini"
  
Lily menusukkan tombak yang aku berikan padanya.
  
"HigyAAAA!"
  
Anak-anak sekolah bahkan tidak bisa bereaksi, tumbang saat tangan dan kaki mereka dipotong. Darah mereka menyembur seperti mata air panas, sebuah adegan dari neraka diciptakan.
  
Aku berjalan ke pondok di mana darah menyembur ke segala arah, dan melepas bajuku, dan meletakkannya pada tubuh telanjang gadis itu.
  
Gadis sekolah itu sepertinya lebih muda dariku. Wajahnya terlihat cantik, meskipun saat ini kotor. Dia juga sepertinya kelelahan.
  
"Kau......"
  
"Tenanglah. Aku tidak punya niat untuk menyakitimu"
  
Dia mendongak dan menatap mataku. Ada warna yang aneh, aku melihat keanehan pada matanya.
  
Tapi, sebelum aku bisa mengerti maksudnya, ia pingsan. Dia mungkin telah berjuang sampai batasnya.
  
Selama aku membuka ikatan pada tangannya yang diikat di punggungnya, dua anak sekolah ditusuk oleh Lily.
  
Salah satu dari mereka mulai meminta ampun. Sebuah akhir yang cocok untuk penjahat.
  
"Sakit, sakit. Ap-apa ini..... apa ini, kau masih hidup! AHHHH..... su!"
  
Anak sekolahan yang masih berdiri berteriak.
  
Itu tidak mengganggu Lily, ia mengangkat tombak yang aku pinjamkan. Belum ada perlawanan apapun sejauh ini. Itu wajar. Orang-orang ini adalah sekelompok penjahat kecil yang hanya bisa menindas yang lemah.
  
 "Tunggu Lily. Aku ingin mendengar apa yang dia katakan."
  
Lily menghentikan tangannya. Ketika aku menerima tombak yang dia kembalikan, aku menggenggam kepala poni siswa laki-laki itu.
             
 "Sakit. Tolong aku. Aku mohon. AHH. Sakit. Sakiiiiiiiiittt!"
  
"Jawab aku jika kau ingin selamat!"
  

Meskipun anak sekolah itu tampak menyedihkan, aku tidak peduli.
  
"Apakah hanya ada tiga orang dari kalian? Apakah kau memiliki teman yang lainnya?"
  
"Tida ada. Hanya kami bertiga..... AHH, sakit. Sakiiiiittt!"
  
Dia sepertinya tidak memiliki teman lagi. Baiklah, sepertinya itu bagus. Setidaknya itu bukan skenario terburuk, bahwa mereka memiliki seorang teman dengan kemampuan cheat, sepertinya kekhawatiranku sia-sia.
  
 "Sakit. Aku, aku sudah menjawabnya, kau bilang akan menyelamatkanku"
  
"Itu benar"
  
Anak sekolah itu menatapku dan aku menatap matanya dan mengangguk, kemudian menempatkan ujung tombak pada tenggorokannya dan menusukannya.
  
Aku mendengar dia berteriak, *guna, toka, ge-gya*
  
"Yah, menderitalah sebanyak mungkin"
  
Mata siswa itu terbuka lebar, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Setelah melihat eskpresinya yang putus asa, aku perlahan-lahan menarik keluar ujung tombaknya.
  
Cahaya menghilang dari mata anak sekolah itu.
  
Ini adalah pertama kalinya aku membunuh.
  
Karena dipindahkan ke dunia ini, aku pikir hari ini akan datang.
  
Itu selesai, dan itu agak mengecewakan.
  
Tapi, bahkan dengan semua yang terjadi, ini masih dalam keadaan yang mengerikan.
  
Aku mendesah.
  
"Bersihkan mayat-mayat ini Lily. Tidak apa-apa jika kau meninggalkan mereka di hutan"
  
"Apakah tidak apa-apa bagi saya untuk tidak memakan mereka?"
  
".... Mereka masih memberikanku perasaan menjijikan. Jadi tidak apa"
  
Orang-orang pengguna kemampuan cheat. Bahkan jika mereka tidak tahu kekuatan mereka sendiri, bahkan sampai saat terakhir mereka, itu akan menjadi kuat.
  
Jika Lily memakan mayat mereka, dia bisa mendapatkan kekuatan mereka.
  
Namun, ini mungkin sebuah pengkhianatan untuk Miho.
  
Dia yang telah membawa Lily pada orang-orang itu. Aku akan tidak merasa enak. Lily mungkin ternoda.
  
Jika diserap, bagian dari mereka akan dimasukkan, dan ada kekhawatiran Lily akan terpengaruh. Mempertimbangkan penggunaan kemampuan 'merekam' kepribadian dan ingatan mereka, mereka akan disimpan Lily sebagai perwujudan yang terpisah. Namun, aku khawatir. Perlu untuk melakukan pencegahan dalam masalah ini.
  
" Rose. Bersihkan tubuh gadis itu dan baringkan dia di tempat tidur"
  
"Apa yang akan master lakukan?"
  
"Aku akan.... melakukan sesuatu tentang kerusakan ini"
  
Di bagian pondok yang berdarah ini. Untuk berpikir seorang gadis telah diserang yang namanya saja tidak aku ketahui, demi dia aku harus membersihkan tempat ini. Hanya pendapatku, tapi aku tidak ingin tidur di tempat ini.
  
Ini adalah tempat yang ternoda dengan darah, tempat tragedi.

"...."
  

Aku memegang kepalaku, aku tiba-tiba mersakan sakit pada kepalaku.
  
Aku merasa bahwa mereka sedang memperhatikanku, mata yang berlubang dari anak sekolah yang mati.
  
Tentu saja, ini mungkin hanya khayalanku.
  

Karena hatiku yang lemah ini membuatku melihat sesuatu seperti itu.
  

..... tidak, tunggu. Aku telah melemah.
  
"Apakah anda baik-baik saja master?"
  
".....yah, aku tidak apa-apa"
  

Aku harus bertahan, aku tidak boleh sampai pingsan di tempat seperti ini.
  

Kemudian, dengan Lily dan Rose yang mengikutiku, menggunakan tubuh Mizushima Miho, aku pura-pura untuk bertanggung jawab membantai anak-anak sekolah itu.
  

Jika aku tidak bisa melakukannya, itu akan lebih baik untuk tetap berada di dalam gua.
  
"Aku baik-baik saja"
  
Aku membenamkan diri dalam pekerjaan membersihkan pondok yang berlumuran darah.
  
Ini seperti aku sedang mencoba untuk melarikan diri dari sesuatu, dan aku menyadari itu.
  

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter