Bu ni Mi wo Sasagete Hyaku to Yonen. Elf de Yarinaosu Musha Shugyou volume 1 prolog bahasa indonesia

Bu ni Mi wo Sasagete Hyaku to Yonen. Elf de Yarinaosu Musha Shugyou volume 1 prolog bahasa indonesia

Novel He Trained in Martial Arts for Over a Century. Martial Arts Training Corrected by an Elf Volume 1 prolog bahasa indonesia



Boy and Girl


========================================================================


Seratus tahun setelah dilahirkan. Ini adalah waktu yang sangat lama.

Setiap kali membuka baju, tubuh penuh keriput ini terlihat, seperti kulit buaya.

... Tubuh ini telah bertambah tua dan jelek setiap tahunnya, tidak mungkin untukku bertahan lebih lama lagi.

Aku berpikir, ketika melihat tubuh ku yang penuh keriput,  terlihat pada cermin besar di dojo.

Melihat dari dekat, tubuh ini tampak lemah dan setipis cabang pohon mati, karena banyak kerutan yang menandai kulit.


Lahir lebih dari seratus tahun yang lalu.

Waktu yang ku habiskan untuk seni bela diri hampir setara dengan waktuku hidup.

Tubuh ini telah mencapai batasnya setelah terus menerus mendorongnya hingga ke titik ekstrim selama seratus tahun terakhir, jadi tidak ada yang perlu dikeluhkan.



... Terkuat, ha. Ini adalah mimpi singkat dan tidak ada gunanya untuk diceritakan kepada orang lain.

Hari-hari ketika tubuh ini dapat dikembangkan dengan seni beladiri kini tidak ada lagi. Setiap hari, tubuh ini diuji, menerima luka yang jauh lebih buruk daripada luka biasa.


Lapisan otot yang diperoleh semuanya layu, dan satu-satunya yang tersisa adalah tubuh yang compang-camping ini.

Namun, dengan mengenakan baju besi, kekuatan ototku meningkat. Jika teknologi seperti ini lebih mudah dipahami dan lebih mudah untuk mendapatkan kekuatan daripada berlajar「Seni Bela Diri」, Aku akan menggunakan alat itu sejak awal jika tau seperti ini.

「Ka, fu ...」

Aku batuk dengan keras, dari dalam tubuh ku yang kering, memuntahkan darah yang kental.

Bagi tubuh yang berusia lebih dari seratus tahun, pendarahan di paru-paru adalah hal yang biasa. Aku sudah kehilangan semua kekuatan untuk menahannya, karena aku duduk bersila, tubuh ku jatuh ke depan.


{Bersila : duduk dengan kaki terlipat bersilangan di depan}


... Aku didiagnosis menderita penyakit. Ini mempengaruhi paru-paru, dan menyebabkan pendarahan internal, itu adalah penyakit langka yang dapat menyebabkan kematian. Ada cara untuk menyembuhkannya, tetapi sepertinya tubuh tua ini tidak bisa lagi mentolerir perawatan medis. Itu adalah penyakit yang bahkan tidak bisa diatasi oleh seorang master. Dalam arti tertentu, akua adalah orang yang bodoh dan tidak dewasa.


Di saat-saat terakhir hidup ku, aku ingat apa yang dokter katakan. Di tempat yang jauh, di ujung dunia ini, ada tempat yang disebut 「Nihon」, yang merupakan tempat kelahiran dokter, tempat perawatan dapat dilakukan, sangat disesalkan.

Pada saat itu, menyempurnakan seni bela diri lebih penting daripada mengikuti saran dokter, karena itu aku menerima hasil yang seperti ini. Betul. Aku sepenuhnya memahami perasaan itu.


「Fu, kukuku ...」

Sebaliknya, pria tua ini batuk darah sambil tertawa.

──Sementara memikirkan masa lalu, aku menyadari hidupku hanya dipenuhi dengan penyesalan. Aku tidak bisa menahan tawa pada kebodohanku sendiri.

Aku mengabdikan diri untuk 「Seni Bela Diri」, dan karena itu, aku tidak mengambil istri atau punya anak.

Tanpa merawat barang-barang ku, aku terus mengejar karya seni ku.

Mengamati murid ku, yang aku pandang sebagai putri ku sendiri, mendapatkan ketenaran tidak mungkin, karena aku hampir mati ya hampir mati.



... Tapi, hal seperti itu tidak masalah.

Meskipun aku telah mendedikasikan lebih dari seratus tahun dalam seni bela diri, kebesaran ku belum terlihat. Sangat mengecewakan.

Master itu mengklaim telah menginjakkan kaki ke tahap ketiga. Jika demikian, seberapa jauh aku telah datang, tahap kedua atau mungkin tahap pertama ──

Kalau saja aku mencoba memahami dasar-dasar seni bela diri, daripada mengandalkan kekuatan, aku bisa punya sedikit waktu untuk berlatih.


Sering dikatakan bahwa penyesalan terbangun saat seseorang menjalani kehidupannya. Bahkan jika manusia memiliki umur panjang, hidupku masih akan dipenuhi dengan penyesalan.

Mengambil seorang istri tidak perlu, dan begitu juga memiliki anak. Uang tidak dibutuhkan, tidak ada yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, surga, aku ... aku dan seni bela diri. Beri aku lebih banyak waktu untuk menyempurnakan seni bela diri ku.

Aku pikir aku bertindak seperti bayi merengek. Tapi tetap saja, aku berharap lebih agar bisa hidup lebih lama.

「──Ah ~, Shishou!」

Pintu dojo dibuka dengan paksa, dan muridku tercinta masuk.

Saat ini, aku terjatuh ke lantai dan jubah ku berlumuran darah.

Dia bergegas menghampiri ku, dan dengan lembut mengangkat tubuh ku, yang setara dengan kayu mati.

Air matanya mengalir deras di matanya yang bergetar.

「Tolong jangan menyerah! Tolong jangan tinggalkan aku, tolong, ah ...! 」

Seolah bendungan telah pecah, tetesan air mata yang besar meluap ke mata murid kecilku itu dan menetes ke wajahnya.

Setiap tetes, sejernih air, jatuh ke wajahku dan bercampur dengan darahku.


Kemudian, aku dengan ringan ditusuk oleh jari telunjuknya yang lembut. Aku membuka mata seolah terbangun dari tidur.

「Shishou! Ini aku, ini Alma-desu! Bisakah kau mendengarku dengan jelas-desu !? 」

Murid ku— Alma, matanya terfokus pada ku, tersenyum ketika dia terus menangis.

Bahkan jika itu ditekan, suara tangisannya masih bisa dibuat— Aku mengerti, kepalaku sedang dielus, dan aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.

… Ketika aku berusia empat puluh tahun, aku menjemput seorang gadis muda tanpa saudara. Tapi aku tidak bermaksud menghabiskan begitu banyak waktu dengannya dan mengembangkan hubungan yang dekat.

Dia berusia dua belas tahun pada saat itu, dan aku harus mencatat bahwa dia berusia lebih dari tujuh puluh tahun, namun dia masih memiliki wajah seorang gadis yang kira-kira berusia sekitar tujuh belas atau delapan belas tahun.

Jika manusia memiliki metaplasia seperti ini, maka shishou ini terkejut - alasannya adalah penampilan luarnya, pakaian yang dikenakannya adalah milik seorang gadis kecil.

(Metaplasia adalah perubahan satu jenis sel normal menjadi jenis sel normal lainnya.)


Dibandingkan dengan manusia, telinga Alma panjang dan lancip— ciri khas ras Elf yang diberkati dengan umur panjang.


Penampilannya seperti anak manusia pada usia dua belas tahun, tetapi meskipun terlihat seperti anak berusia dua belas tahun, pertumbuhan rasnya sekitar sepuluh kali lebih lambat dari manusia.

Untuk menganggap anak kecil itu sebagai putriku sendiri ── yareyare. Seorang lelaki tua berusia lebih dari seratus dan seorang gadis kecil di usia delapan belas tahun, akan lebih baik menganggap keduanya sebagai kakek dan cucu.

「J-jangan ... menangis ... Alma ....

Sebagai seseorang yang mempraktikkan gaya Shijima ... kau seharusnya tidak meneteskan air mata dengan mudah. ​​」

Aku tidak dapat menggerakkan tangan ku, tetapi entah bagaimana berhasil mengucapkan beberapa kata.

Kemudian, sebuah senyum mengapung di wajahnya dan dia menahan air matanya.

「Kamu kembali-desu ... Ah!」

Mengeluarkan suara dengan kebahagiaan diwarnai dengan suaranya yang bergetar, dia kemudian menyadari bahwa kekuatanku tidak banyak yang tersisa.

.... Mungkin lebih baik mati tanpa ada yang menangis.

Beberapa waktu yang lalu, Alma mati-matian menggunakan sihir untuk membantu ku pulih dari ambang kematian, dan akibatnya hidup ku diperpanjang, memungkinkan aku untuk dapat berbicara secara normal.

Namun, kondisiku saat ini seperti labu yang penuh lubang. Ketika sihirnya dituangkan ke dalam diriku, aku merasa seolah-olah itu sedang dituangkan ke dalam lubang tanpa dasar. Sihir pada awalnya dimaksudkan untuk mengobati yang terluka, sehingga sihir yang bisa digunakan seseorang untuk menipu kematian tidak ada di dunia ini.

... Ini adalah sesuatu yang diharapkan, muridku yang terkasih.

Tapi, Kamu tidak akan bisa mengakuinya. Alma, ketika aku mendengar mu memanggil ku ayah, aku agak bermasalah. Yang benar adalah aku merasa sedikit bahagia, bahkan jika itu sedikit, aku senang kau merasa seperti itu.


「Sudah aku baik-baik saja ... hentikan sihirmu. Waktu telah menyusul ku. 」

Aku akhirnya mengumpulkan cukup kekuatan, dengan demikian menggerakkan tangan ku dan meletakkannya di atas tangan Alma.

Meskipun dia merasa lega, wajah Alma dipenuhi dengan keputusasaan dingin.

“Tidak… .Tidak ada desu! Tolong, ini bukan waktunya, ini belum saatnya bagi mu untuk menyerah! Pelatihan ku belum selesai, tolong jangan katakan hal egois seperti itu! "

Menangis seperti anak kecil, Alma menolak mendengarkan kata-kata ku.

... Perasaannya, aku mengerti sepenuhnya. Aku juga mengamuk, dan mengatakan hal yang sama ketika shishou-ku mati.

Namun, perasaan ku saat itu, jika aku ingat dengan benar, aku tidak mengungkapkannya dengan kata-kata.

Ketika shishou ku mati, aku bisa menerima fakta dan mengikuti jalannya untuk mengumpulkan pengetahuan tentang 「Seni Bela Diri」 ─ perasaan seperti itu mendorong ku untuk terus hidup di dunia ini pada waktu itu.

Aku terus berlatih, tetapi semua itu tidak berguna. Kalau dipikir-pikir, ketika shishou ku masih hidup, dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk berlatih seni bela diri—

... Hasilnya, dapat dengan mudah ditebak.

Aku mengikuti jalan yang sama dan akan mati dengan cara yang sama. Dan jika itu masalahnya, maka shishou ku dan aku mungkin pernah mengalami hal serupa.

... Aaa, pemikiran sebelumnya kemudian muncul, aku tidak akan bisa menyaksikan pertumbuhan muridku di masa depan, seperti yang aku pikir, sangat memalukan.

「Dengar, Alma ... Ini akan menjadi kata-kata terakhirku untukmu. Sebagai seorang ayah, dan sebagai seorang guru ... maukah kamu mendengarkannya ? 」

「─Tidak, tidak, tidak, tidak ... tolong jangan pergi, shishou ...」

Pada akhirnya, dia akhirnya menangis dan menangis.

Tenang, Alma.

Setidaknya, aku ingin mengajarinya sesuatu yang di berikan shishou ku dulu... tetapi tampaknya aku tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Batuk ringan, darah terus tumpah, tetapi tidak sebanyak sebelumnya.

Organ internal ku, mereka sudah mencapai batasnya. Tidak masuk akal untuk mendorongnya lebih lama, tubuh jompo dan jelek ini. Itu benar.


Jadi sedikit waktu yang tersisa. Paling tidak, aku ingin meneruskan hal itu.

Aku menunggu Alma untuk tenang. Meskipun aku katakan aku ingin meninggalkan sesuatu untuknya, itu tidak sepenting kedengarannya.

Sang master meneruskan tekniknya kepada muridnya, untuk menyukseskan gaya Shijima, sekarang saatnya untuk membiarkan generasi masa depan mewarisi warisan lama.

Setelah beberapa saat, air mata masih mengalir— tetapi tampaknya Alma telah sedikit tenang.

... Anak ini kuat. Sebagai shishou dan ayah anak ini, aku sangat bangga.

Mengambil napas kecil, aku mengeluarkan apa yang telah aku atur sebelumnya.

Api kehidupan dapat mati secara tak terduga, hanya Shijima yang bisa kuberikan padamu, jadi maafkan aku, Alma.

「Pertama, sebagai mastermu, Slava Shijima... Angkat tanganmu, Alma. 」

Sambil mengendus hidungnya, Alma melakukan persis seperti yang ku katakan, dan mengulurkan tangannya.

Selagi aku masih hidup aku terus menjauh dari tubuh ku, aku meraih saku di celana ku.

Entah bagaimana, hari ini akan menandai kematianku. Tampaknya aku benar-benar tidak menyadari fakta ini karena memikirkan hal-hal lain yang lebih penting.

「Ini adalah kunci-desu?」

「Umu ... Maukah kamu mengambil alih dojo, dan menjadi seorang master, saat aku tidak ada?」

"Maksudmu…? Ya, aku mengerti-desu. 」


「Ini ... ini adalah kunci untuk membuka apa yang disegel di belakang. Apa yang disimpan di sana ... adalah ilmu yang diturunkan penerus berikutnya yang berisi semua masteries gaya Shijima. Hal-hal yang dibicarakan shishou ku, ditulis dan dirahasiakan. Hanya ada dua orang yang tahu keberadaannya, adalah shishou ku dan aku ... 」

Aku batuk darah dan menghirup udara sekitar.

Hanya ada sedikit waktu tersisa. Aku harus bergegas dan menyampaikan kata-kata ku kepada anak ini sebagai seorang ayah.

Aku mati-matian berusaha bernapas, dan terus berbicara.

「Tapi, sekarang, kamu adalah orang ketiga.

… Alma, Kamu tidak boleh dengan ceroboh memberi tahu siapa pun tentang keberadaan gulungan ini.

Ketika kamu telah benar-benar menguasai segalanya di dalamnya, Kamu akan menjadi master penuh gaya Shijima.

... Aku mempercayakan gaya Shijima kepadamu, Alma. 」

「... Ya, aku akan menerimanya, shishou.」

「Pada hari itu, kamu akan menjadi Alma Shijima .... .kuku ... kuku ... ka fu, ge fu!」

「Shishou !!」

Sial. Aku tak bisa bertahan begitu lama, merasa seperti kain compang-camping.

Batuk secara teratur, tetes merah kehidupan terus tumpah.

Nyeri akut terjadi setiap kali ku batuk, aku merasa seolah-olah paru-paru ku telah tertusuk.

Tetap saja, lelaki tua ini ingin menyampaikan pemikirannya.

「Lalu ... Mulai sekarang, ini akan menjadi kata-kata— Slava Weser sebagai seorang ayah ... ahh ...」

「Tolong, itu sudah cukup! kamu benar-benar akan mati-desu! 」

Suara imutnya yang biasa bergetar, dan dia memahami kondisiku dengan baik.

Satu-satunya anak perempuanku, begitu kataku. Enam puluh tahun terakhir ini dihabiskan untuk hidup bersama, sebagian besar waktu ku bersamanya tak pernah bersikap seperti orang tua.

Itu buruk bagi ku, namun pada akhirnya aku bertindak lebih seperti sosok ayah.

Aku meletakkan tangan ku di atas kepala Alma yang gemetaran dengan putus asa.

Aku berpikir bahwa aku telah lama kehilangan kekuatan lengan ku— tetapi tanpa disangka-sangka, manusia terkadang membuat keajaiban.

Tanpa menolak tangan ku yang berlumuran darah, Alma menyadari ini akan menjadi saat terakhir ku, dia tetap diam dan menggigit bibirnya.

「Aku punya cinta. Seorang istri dan anak yang tidak aku miliki, tetapi kamu selalu menunjukkan senyum cerah kepada ku, dan bagi ku itu membuat mu menjadi putri ku.

... Kamu diberkati dengan umur panjang. Jadi, cari pria yang baik dan melahirkan anak. Dan, berikan anak itu banyak cinta dan kebahagiaan.

Jadi, aku berdoa agar putri ku dapat menemukan kebahagiaannya— 」

Aku selesai berbicara apa yang aku harapkan, dan aku merasa nyaman.

Setetes air mata terus mengalir dari mata Alma, tetapi itu tampaknya telah berhenti untuk sesaat.

... Untuk anak yang kehilangan orang masternya, aku adalah orang tua asuhnya. Menyedihkan, tapi aku senang.

Aku berdoa putri ku akan membangun keluarga yang bahagia, dan akan dapat hidup dengan damai.

Aku berbicara apa yang aku inginkan. Semua penyesalanku di masa lalu tampaknya telah lenyap, dan tiba-tiba aku merasa lega dan puas.

... Namun, penyesalan baru juga lahir. Berbicara tentang kebahagiaan, mungkin aku harus menikah. Tetapi jika itu terjadi, Alma tidak akan menjadi anak ku.

... Baiklah, ini baik-baik saja.

「Shishou ...? Shishou !! 」

Suara Alma perlahan terdengar semakin jauh. Aku merasakan kehangatan, kemudian kesadaran ku memudar semakin jauh.

Ah─

Penyesalan ku tetap ada, tetapi itu adalah kehidupan yang baik.

Pada saat yang sama, tanganku terpeleset dari kepala Alma, dan pikiranku menyelinap ke dalam kegelapan.

... Semoga, di kehidupan selanjutnya aku ingin hidup tanpa penyesalan.

♦ ♦ ♦

... Itu seharusnya menjadi pemikiran terakhirku, tapi apa-apaan ini.

Di depan mataku, aku melihat sesosok lelaki dan perempuan.

Fitur wajah mereka ... memiliki telinga panjang dan lancip, keduanya adalah ras elf.

Elf, mereka mungkin sama dengan Alma─ sejak awal, ras elf menjalani kehidupan mereka tertutup dari dunia luar— dari sudut pandangku, aku tidak yakin apakah keduanya adalah elf.

「Sayang, apakah kamu melihat kami sekarang?」

「Ah, lihat di sini ... Aku ingin tahu apakah dia mengerti mu pada usia ini?」

Kedua elf itu, tertawa bahagia sambil melihat wajahku.

…Ini aneh. Pria dan wanita ini, mereka tertawa setiap kali aku pindah.


Aku bertanya-tanya apakah ada bayi di sebelah ku. Jadi, aku menoleh untuk melihat.

Namun, aku hanya bisa melihat batang yang terbuat dari kayu. Mengingat sensasi lembut di punggungku, aku sepertinya aku ditidurkan di tempat tidur.

... Tidak, tidak, tunggu sebentar. Situasi ini. Pertama-tama, aku seharusnya mati.

Jadi, mengapa aku berbaring seperti ini? Terlebih lagi, tempat tidur ini, terlalu kecil.

「Oh! Dia menoleh. Apakah kamu menyangkal kata-kata kami? 」

「Dawa, kamu tidak suka itu. Jika demikian, ibu sedih. "」

「Haha, itu benar.」

Pria dan wanita ini, mereka saling menatap dan tertawa.

.... Apa, perasaan gelisah ini ... Sesuatu tidak beres.

Apa yang terjadi padaku?

Aku mengambil berbagai pertimbangan, tetapi pikiran ku semua kusut dan aku tidak bisa mendapatkan jawaban.

Tetapi pada saat yang sama, jawaban yang tak terbantahkan muncul di benak ku, lalu hawa dingin merambat ke tulang belakang ku.

「Hei, bisakah aku memeluknya?」

"Ya tidak apa-apa."

Dalam keadaan sangat bahagia, dua tangan melingkari kedua sisi tubuhku.

... Tidak mungkin, untuk seseorang yang seusiaku, aku terlalu kurus.

Tidak, ini lebih dari kurus, bukan ... Aku terlalu kecil!

「Yosh! Ini Papa ~ 」

Karena itu, tubuh ku segera diangkat dengan mudah.

Setelah diangkat, mataku melihat dengan jelas pria di depanku, ini adalah papa, dan kata-kata itu mungkin diarahkan ke arahku.

Tidak mungkin, aku—

「Ufufu, jangan lupa Mama ada di sini juga. Hei, Slava-chan? Ini Mama ~ 」

... Tiba-tiba, nama itu diucapkan, dan aku menjadi kaku.

Tidak mungkin, aku memiliki tubuh bayi apakah ini mimpi ... tetapi apakah ini benar-benar mimpi?

Tapi rasanya seperti kenyataan daripada mimpi. Tetapi bagiku untuk berada dalam tubuh kecil ini─

「Hei, Slava, namamu Slava, itu adalah nama seorang seniman bela diri yang dihormati yang menjadi legenda!

Itu adalah nama satu-satunya orang yang dihormati Alma-sama! kamu juga akan tumbuh menjadi pria terhormat ~ Slava! 」

──Bagaimana sekarang? Alma-sama?

Slava dan Alma. Kombinasi itu membuat ku sakit kepala.

Jawaban yang aku kemukakan beberapa saat sekarang menjadi perhatian ku. Karena nama ku disebutkan, situasi ini menjadi tidak masuk akal.

Mungkin, mungkinkah aku menjadi anak dari pasangan ini !?

「T ~, bentuk telingamu sangat mirip dengan ibumu. Mereka ramping dan cantik. 」

「Ara-ara, wajahnya mirip denganmu. Aku pikir putra kami, Slava, pasti akan menjadi anak yang manis. 」

Adegan ini terjadi di depan mataku, tidak ada yang bisa disangkal sekarang.

Aku benar-benar ingin memaksakan fakta bahwa aku telah mati dan ini hanya mimpi tetapi— tidak peduli bagaimana aku melihatnya, itu nyata dan aku bisa merasakan kesadaranku.

Bah, kalau sudah begini.

Aku benar-benar — adalah putra pasangan yang sudah menikah ini.

Hidupku telah berakhir, dan aku bertemu kematian.

... Tetapi untuk berpikir bahwa Kematian memiliki putaran yang tidak terduga.

Pasangan itu bergantian memelukku, wajah mereka di penuhi suka cita— lagi dan lagi, sesuai dengan insting bayi — aku diserang rasa kantuk.

Di sini, mungkin jika aku bangun di sini, aku mungkin akan bangun di surga.

Tetapi jika, jika tubuh ini lahir dari pria dan wanita ini maka—

Hidup ini, aku akan menjalaninya tanpa penyesalan.

Aku akan melakukan perjalanan melintasi banyak gunung melewati berbahaya yang harus ku lakukan, menjadi nomor satu, aku akan naik ke puncak. Aku akan berdiri teguh dengan sumpah ini.


==========
==========


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter