Monster no Goshujin-sama chapter 4 bahasa indonesia

Monster no Goshujin-sama chapter 4 bahasa indonesia

NOVEL MONSTER TAMER CHAPTER 4 BAHASA INDONESIA


Di luar Gua




Kekuatan yang aku dapatkan—aku rasa itu bagus, tapi tetap saja situasi yang aku alami saat ini masih sangat parah.
                      
Ini adalah hari ketiga, dan aku belum makan makanan yang layak. Lukaku sudah sembuh, dan aku senang bahwa aku tidak pingsan, tapi jika terus seperti ini, sedikit demi sedikit, aku akan mati secara perlahan.
  
"Hei, Lily. Jika aku tidak memiliki makanan dan minuman, apa yang harus aku lakukan?"
                    
Untuk pertanyaanku, sebuah perasaan "Ya" dikembalikan.
  
          
.... Aku mengerti, ini sesuai. Karena di dunia ini ada sihir, maka sebuah jalur sihir mungkin telah dibuat. Dengan begitu, hubungan master dan pelayan telah ditetapkan.
                      
Tapi, aku ingin tahu apa yang membuatnya bisa seperti itu.
                      
Karena situasi ini, pertanyaan itu dilemparkan ke sekitar, aku pikir mengembalikannya tidak mungkin, tapi ini adalah kesalahan perhitungan yang bagus.
  
"Kalau begitu, pergilah untuk mempersiapkannya secepat mungkin"
                      
Ketika aku meminta, dengan senang Lily menyetujuinya. Dan kemudian, salah satu ujung tentankelnya yang meregang menyinarkan cahaya biru.

"Eh?"
                      
Air dituangkan ke seluruh kepalaku dan menetes dari poniku ke dalam gua.
  
  "..."
  
Lily menggoyangkan tubuh semi-cairnya. Penampilannya penuh dengan kebanggaan.
  
"Oke. Kau telah melakukannya dengan baik, Lily"
                      
Maksud baiknya tidak salah. Tapi, sedikit waktu yang diperlukan bagi kita untuk memahami satu sama lain.
  
                    
***
                      
*Aachooo*
  
Aku memakan semua tusuk sate kadal panggang ketika aku menghangatkan tubuhku dengan api unggun.
                      
Pakaianku yang basah mulai mengering.
  

Saat melakukan misi pengawalan, partner baikku membawa kayu untuk dijadikan kayu bakar, kadal dan beberapa binatang kecil.
  
Aku sudah kenyang. Dan aku bisa menggunakan air kapan pun aku membutuhkannya.
  
Meski begitu, kita harus memikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya.
  
"Apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu?"
  
Bergumam, pertama-tama aku harus berpikir tentang cara untuk menjamin keselamatanku sendiri. Dalam situasi ini, bersama dengan monster, para siswa yang datang denganku ke dunia yang aneh ini kemungkinan besar adalah musuhku.
  

Lily adalah monster yang menarik perhatian. Dia baik dalam sihir. Keahlian khususnya mungkin adalah sihir angin dan air, slime yang menggunakan sihir adalah hal yang luar biasa. Aku belum pernah mendengar cerita seperti itu sebelumnya.
                      
Namun, Lily bukanlah monster yang kuat.
                      
Di dalam hutan ini, hanya membandingkan kekuatan tempur, ia sepertinya berada pada tingkat yang rendah.
                      
Meskipunt bukan berarti Lily hanya monster kecil.
                      
Dia mulai membuat jalan keluar—aku mulai memanggil dia seorang gadis—meskipun sifatnya itu, Lily adalah apa yang disebut dengan Mimic Slime.
  
Itu unik, kemampuan untuk meniru.
                      
Lily mampu berubah menjadi apa yang dia makan.
                    
Aku dengan tidak sengaja bertanya apa yang bisa dia lakukan, dan aku terkejut ketika ia berubah menjadi kadal. Itu juga bisa dikatakan seperti kemampuan unik sebagai kemampuan tempur yang tidak terlalu tinggi.

Lily begitu sempurna.

Namun, harus aku katakan bahwa untuk memanfaatkan kemampuan ini cukup sulit.
  
Jika monster dengan kemampuan tempur yang tinggi dimakan, dia bisa menirunya. Tapi untuk melakukan itu, kau harus mengalahkan monster yang lebih kuat dari dia.
  
Itu benar-benar sebuah dilema.
  
Meskipun, ini adalah kasus sebelum dia menjadi famliarku. Setelah ia menjadi familiarku, ada lebih banyak pilihan.
  
"Baiklah, Lily. Setelah ini aku akan mengumpulkan lebih banyak familiar. Jadi tolong pinjamkan kekuatanmu"
  
Aku akan meningkatkan sekutuku. Kemudian meningkatkan kemampuan pertempuran kita.
  
Ayo kita pergi ke arah sini untuk saat ini.
  
Hanya seorang yang akan bertarung sambil melindungiku, tapi jika ada familiar lain, salah satunya bisa menjaga dan menyerang. Peningkatan sederhana dalam penyerangaan, lebih dari apapun, untuk bergabung dalam tujuan untuk mengalahkan monster, peningkatkan kekuatan pertempuran yang sebenarnya dari Lily dengan mengikat mereka bersama-sama akan menjadi besar.
  
Itu lebih rendah, jika mempertimbangkan pada kemampuan pertempuran, dibandingkan dengan kemampuan cheat lainnya.
  
Itu karena, sebelum melarikan diri dari koloni, monster di hutan ini bagaikan angin untuk pengguna kemampuan cheat.
  

Kemampuan tempur langsungku tergantung pada monster yang mengikutiku. Berpikir tentang hal itu, aku merasa agak tidak nyaman dengan kekuatan tempurku.
  
Kualitasnya harus seimbang dengan jumlah di dalamnya.
  
Kekuatan tempur sangat diperlukan.
  

Itu bukan berarti bahwa aku tidak gelisah. Tapi, aku harus melakukannya.
  
"Jangan khawatir. Aku tidak akan dikalahkan dengan begitu mudah"
  
Seperti membaca kecemasan di dalam hatiku, Lily mendekatiku dengan tubuh yang tingginya 2 meter, dan aku mengelus tubuh bagian luarnya yang halus dengan tanganku.
  
Dari jalur kecil yang dibuat, beberapa perasaanku tersampaikan kepadanya, dan kemudian perasaan khawatir dia datang kepadaku.
  
Dengan menjadi familiarku, Lily sepertinya berpikir serius tentangku. Bahkan jika kesadaran ini diciptakan karena kemampuan cheat ku, aku senang.
  
Perasaan hangat memenuhi dadaku.
  
Sepertinya aku tidak sendirian.
  

Aku tidak dengan kouhai (adik kelas) manusiaku.
  

Ngomong-ngomong, aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang hebat.

 "Sudah waktunya untuk tetap dalam ketikdajelasan untuk sementara waktu"
  
Untuk saat ini ada baiknya untuk segera pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, pokoknya, kita harus mengumpulkan kekuatan.
  
"Masalahnya adalah...... Ketika melawan monster, aku tidak tahu apakah kemampuan cheat ku akan aktif atau tidak, aku tidak yakin"
  
Tentang kemampuan cheat yang aku punya, aku pikir bahwa tidak setiap siswa yang dipindahkan ke dunia yang aneh ini akan segera memahami kemampuan mereka.
  
Bahkan aku juga seperti itu.
  
Karena itu, aku dan Lily merasa tidak nyaman.
  
Aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk bicara apakah aku akan mampu menjinakan monster yang aku temui; singkatnya, aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengetahui seberapa baik aku bisa melakukannya.
  
"Meskipun, tidak ada masa depan bagi kita jika kita tetap tinggal di lubang beruang ini"
  
Untuk batas tertentu, perlu untuk bergerak.
  
***
  
Setelah membawa Lily keluar dari gua, bau tidak sedap dari hutan memasuki hidungku.
  
Itu adalah bau yang tidak pernah aku rasakan selama satu bulan, dan selama beberapa hari terakhir aku sudah lupa dengan bau ini. Itu karena hidungku telah menjadi tidak berguna karena mimisan yang telah menyumbatnya.
  
Kami mulai melihat-lihat ke sekeliling kami.
  
Aku berada di dalam sebuah gua kecil, di sebuah bukit kecil yang terbuka di sisi gunung. Pohon-pohon di sekitar sini lebat, dan memiliki pandangan yang buruk. Dengan kata lain, itu adalah tempat yang sulit untuk ditemukan.
  
Kami menelusuri hutan dengan hati-hati.
  
".... Itu dia"
  
Satu jam telah berlalu sejak kami mulai melakukan pencarian. Kami menemukan satu monster.
  
Itu adalah boneka kayu seukuran manusia yang sedang berkeliaran di hutan.
  
Itu adalah monster yang kita sebut "Magical Puppet." Kau bisa mengatakan itu adalah monster yang umum di hutan ini.
  
Magical Puppet memiliki kemampuan untuk membuat senjata. Masing-masing dilengkapi dengan senjata kayu dan armor. Meskipun mereka semua terbuat dari kayu, secara mengejutkan mereka lebih kuat daripada besi, karena mereka telah ditingkatkan dengan sihir.
  
Jenis senjata itu, pada kenyataannya, juga merupakan senjata utama pengguna kemampuan cheat yang dipindahkan ke dunia ini.
  
Masalah utama dari penggunaan kemampuan cheat adalah senjata yang diperoleh. Aku tidak ingin melawan monster dengan tangan kosong selamanya, tapi tidak ada cara untuk mendapatkan senjata.
  
Ketika kau mengalahkan monster dalam game, kau bahkan mungkin bisa mendapatkan drop sebuah senjata yang langka, tapi ini adalah dunia nyata. Hal tersebut tidak terjadi sesuai dengan keinginanmu.
  
Tapi, jika kita bisa mengalahkannya, kita bisa mendapatkan senjata yang digunakan Magical Puppet. Hasilnya, pasukan penyerangan kelelahan dari mengumpulkan senjata dari Magical Puppet di sekitar koloni.
  
Ini adalah untuk bertahan hidup.
  
"Ini pertanda baik."
  
Aku menepuk tubuh Lily yang berada di sampingku.
  
"Kita bisa mendapatkan senjata"
  
Magical Puppet dilengkapi dengan perisai kecil dan tombak. Sekarang, Lily dan aku tidak bersenjata. Aku tidak tahu apakah Lily bisa menggunakan senjata, tapi tidak ada salahnya untuk memiliki beberapa senjata.
  
Setelah itu, pertanyaannya adalah bisakah akau menjadikannya familiar atau tidak.
  
Pertama-tama, hanya untuk memastikan, aku harus berhati-hati untuk merencanakan apa yang aku lakukan dalam pertempuran ini dalam pikiranku.
  
Pertama, kita akan berjalan ke arah yang dituju Magical Puppet.
  
Dia datang melewati tempat sebelumnya; aku harus bilang itu adalah keberuntungan. Bahkan jika ia tidak bisa menjadi familiarku, kami dapat bertahan untuk melakukan serangan kejutan.
  
Jika kau menganggap pertarungan, kau harus bertindak secara hati-hati berdasarkan rencana, tapi aku tidak memiliki keahlian seperti itu, untungnya atau sayangnya, ada sedikit celah di tangan untuk membuat rencana.
  
Aku bisa melakukannya, aku membuat keputusan yang tegas.
  
Aku dengan kuat mengepalkan gigi gerahamku, perasaan takut itu menekanku.
  
.... Jadi, ayo kita mulai strateginya.
  
"Hei, kau yang di sana! Kemarilah!"
  
Aku muncul dari tempatku bersembunyi dan menarik perhatian dengan suara yang keras.
  
Magical Puppet berpaling kepadaku.
  
"—sk"
  
Pada saat itu, aku menyadari.
  
Itu tidak berguna.
  
Perasaanku mengatakan bahwa 'itu tidak akan mematuhiku'
  
Saat aku melirik pada sosoknya, aku punya perasaan yang buruk. Ah, sialan. Seharunya aku mempercayai perasaanku.
  
Dengan ini, aku tidak bisa menghindari pertarungan.
  
Magical Puppet mulai berlari dengan cepat ke arahku.
  
Sepertinya kuat.
  
Aku menyadari bahwa aku benar-benar tidak cocok untuk lawanku dalam melakukan pertarungan, dan menjadi takut.
  
Aku mengepalkan gigi gerahamku dalam ketakutan. Kekuatan untuk melakukannya, mungkin, adalah apa yang orang sebut kepercayaan.
  
"Lily!"
  
Dari sebelah Magical Puppet, datang melompat seperti peluru air yang terbang, yang memukulnya.
  
Sebuah balok kayu hancur. Satu lengan terbang di udara.
  
Peluru air yang datang dari semak-semak tetap terbang, itu adalah Lily.
  
Lily tidak bisa bergerak cepat karena dia monster slime, tapi menghentikan musuh dengan serangan mendadak itu tidak sulit.
  
Tubuh semi-cairnya bersandar ke arah tubuh kayu dari Magical Puppet.
  
*creak creak* Luka-luka pada Magical Puppet berdecit.
  
Sepertinya aku harus memujinya dalam kesenangan, tapi itu tidak sesederhana itu.
  
Magical Puppet, menggunakan tombak yang tidak terlepas dari serangan, menusuk tubuh Lily.
  
"Ahh!?"
  
Menusuknya, ujungnya terjebak dalam daging yang transparan. Cairan meninggalkan dia, rasa sakit Lily ditularkan melalui hubungan kami, menandai kesadaranku dengan perasaan yang tidak menyenangkan.

 "Lily!"
  
Dua, tiga kali. Tombak itu menusuk lebih jauh ke dalam tubuh Lily. Saat ditahan ke bawah, ia tidak bisa menggunakan sihir, sehingga Lily diserang berkali-kali. Setiap kali, cairan tubuh yang seperti darah keluar dari tubuhnya.
  
Tentu saja, Lily tidak kuat.
  
Tentakelnya mencoba untuk mengganggu lengan Magical Puppet, tapi ujung tombak itu menusuk ke dalam tubuhnya. Sedikit demi sedikit, tubuh Magical Puppet diserang oleh cairan pencernaan. Tapi, situasinya tidak dapat diprediksi.
  
Aku seharusnya tidak hanya melihat saja.
  
"Brengsek kau! Cepatlah mati!"
  

Kedua monster, tubuhnya terjerat, aku meninggikan suaraku saat berlari.
  
Bagiku, Lily adalah satu-satunya kekuatan bertempurku. Untuk kehilangannya, aku tidak bisa menerimanya—dari pandangan yang masuk akal, untuk kehilangan dia sebagai partnerku, itu dipenuhi dengan ketakutan yang sungguh-sungguh.
  
Aku tidak ingin sendirian lagi.
  
Aku tidak tahan dengan kesepian.
  
Lily telah menyelamatkanku dari keputusasaan, dia adalah harapan terkahirku.
  
Aku tidak bisa mengambil risiko untuk kehilangannya.
  
 "Aaahhhhhh!"
  
Aku merebut tombak yang menyakiti Lily
  
Kekuatan Lily dan kemampuan fisikku lemah.
  Dengan keduanya digabungkan, akhirnya, kami menghentikan pergerakan tombak.
  
Jika serangan sebelumnya tidak dapat menyelesaikan tangannya, sekarang mungkin bisa. Masih ada keberuntungan. Apakah bisa menggunakan keberuntungan ini atau tidak, semuanya tergantung pada kami sendiri.
  
"Kau, kau.... mati, mati, matiiii!"
  
Aku dengan keras menendang kepala Magical Puppet.
  
Sialan. Percuma saja. Tidak ada cara yang bisa aku lakukan untuk bisa melukainya dalam situasi saat ini.
  
Cairan pencernaan Lily, sedikit demi sedikit, melukai Magical Puppet. Jika kita bisa menjaga keseimbangan ini, itu akan menjadi kemenagan kami.
  
Tapi, bisakah kita tetap menjaga keseimbangan ini....?

 Sebuah pikiran yang lenah muncul dalam pikiranku, aku dengan putus asa menghancurkannya.
  
Tidak apa-apa, kita pasti bisa melakukannya. Aku memutuskan untuk melanjutkannya!
  
Ada kesalahan perhitungan bahwa kekuatan fisik Lily adalah lemah daripada yang aku pikir, tapi meski begitu, kami memiliki sedikit keuntungan.
  
Aku ingin percaya.
  
Ini adalah saat-saat yang kritis.
  

"...Ah"
  
Sementara aku berikir bahwa aku membeku di tempat itu.
  
Di luar baris pohon, ada sosok Magical Puppet baru.
  
Memegang kapak dan perisai kecil, dan dilengkapi dengan perlengkapan seperti Warrior, Magical Puppet yang baru, dengan kosong, tanpa wajah kayu tanpa mata atau hidung, berbalik ke arah kami.
  
"Kau bercanda, 'kan....."
  
Dalam sekejap, tenggorokanku mulai mengering.
  
Sungguh waktu yang buruk.
  
Meskipun aku menganggap diriku biasanya beruntung, ini begitu kejam.
  
Kami tidak mampu untuk memberikan perlawanan pada pendatang baru. Lily tidak mampu untuk melepaskan Magical Puppet yang sedang ia lawan. Aku memiliki kekuatan manusia yang biasa dan perbedaan dalam kekuatan terlalu besar, jadi aku hanya bisa mengulur waku dan tidak mampu untuk melepaskan tombak yang menusuk kami. Dalam hal ini, haruskah kami melarikan diri? Tidak, itu tidak mungkin. Lily terlalu lambat dan aku tidak memiliki kekuatan untuk berlari.
  
Apa yang haru dilakukan?
  
Apa yang harus aku lakukan?
  
Seakan menjawab, Magical Puppet yang baru mulai berlari.
  
Sialan. Ini bahkan lebih cepat dari kami dan monster yang sedang kami tahan.
  
Dalam sekejap, menutupi jarak 10 meter atau lebih.

"Lily! Serang!"
  
Mengikuti perintahku, Lily mengirim beberapa tentakel ke arahnya.
  
Jika kita harus berbicara tentang hasilnya, itu adalah langkah yang buruk.

"Oops"
  
Menggunakan kekuatan untuk mengguncangkan diri sendiri untuk lepas, Magical Puppet mengeluarkan tombak yang telah ditekan ke dalam tubuh Lily sejauh ini.
  
"A, aahhh!?"
  
Aku memegang tombak, yang membuatku terseret ke tanah.
  
Aku menutup mataku tanpa sadar, ujung tombak kayu itu jatuh ke tempatku. Magical Puppet berada di atasku, melihat ke bawah dengan wajah kosong.
  
Tentakel Lily mulai menjerat—tidak akan sempat!
  
*Baam* itu adalah suara, kepala yang terbentur.
  
Pecahan-pecahan kecil berhamburan di tanah.
  
".... Apa, yang terjadi?"
  
Aku, meneteskan keringat dingin dengan ujung tombak yang menusuk ke dalam tanah beberapa inci dari wajahku, mencoba memahami kejadian di hadapanku.
  
Sebuah serangan—adegan di mana Magical Puppet membungkuk sambil memegang tombak dengan kepala hancur.
  
Sesuatu datang terbang, aku mengerti itu.
  
Tapi, aku hanya tau itu jauh.
  
Aku bisa mendengar suara sesuatu yang belah. Ketika aku melihat, ada sebuah kapak besar yang terjebak di pohon.
  

Pohon itu terpotong di tengah dan membuat suara saat jatuh.
  
Aku berdiri dengan tubuh bagian atasku. Dengan segera, cahaya menyelimutiku dan menyembuhkan luka kecil yang telah aku derita saat aku jatuh. Itu adalah sihir penyembuhan Lily. Jika itu yang terluka, aku pikir kau seharusnya menyembuhkan dirimu sendiri terlebih dahulu dan kemudian aku, tapi akau akan mengatakan itu nanti.
  
Dan di dekatku—ada sesosok Magical Puppet yang memegang kapak dan perisai kecil di dekatku, dengan hormat berlutut dengan satu lututnya.
  
Yah, itu tidak memegang kapak saat ini.
  
".... Jangan membuatku takut seperti itu"
  
Ketika aku mengeluh, perasaan bingung datang dari Magical Puppet. Itu, jenis yang sama yang aku rasakan antara aku dan Lily.
  
Sepertinya aku bisa tahu monster yang menjadi familiarku hanya dengan meliriknya.
  
.... Setidaknya jika aku tenang. Kau bisa mengatakan bahwa aku mengumpulkan beberapa informasi yang bagus.
  
Dengan begitu, aku jatuh secara dramatis.
  
Sepertinya aku bisa melewati pertarungan pertamaku.
  
Dan dengan itu, aku juga sepertinya telah mendapatkan rekan yang menentramkan hati.
  
==========
==========

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter