Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku chapter 10.2 Bahasa indonesia

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku chapter 10.2 Bahasa indonesia

 Novel The Legendary Rebuilding of a World by a Realist Demon King chapter  10.2 Bahasa indonesia




Secangkir Teh Setelah Pertempuran


============================================================


Dan hari-hari berlalu setelah aku merencanakan cara melawan Sabnac. Karena kami telah menggunakan bahan yang kami curi darinya, aku ingat bahwa masih ada sesuatu yang lain.



Kami tidak hanya mencuri barang-barang tetapi juga harta.



Sebagian besar telah disimpan di brankas kastil, karena itu akan digunakan untuk memperluas kota di kemudian hari. Tetapi ada harta di sana yang tidak bisa dikonversi menjadi uang.



Aku tidak ingin membuangnya, jadi aku bertanya-tanya apa yang harus dilakukan pada benda-benda ini , dan Eve pun menyarankan penggunaan untuk mereka.



"Tuan, mungkinkah benda yang kamu lihat adalah pedang Jepang?"



"Pedang Jepang ...?"



Secara naluriah aku cukup kebingungan, tetapi sebenarnya, aku tidak terlalu terkejut.



Bilah melengkung, kilau artistik. Itu hampir sama dengan pedang yang muncul dalam ingatanku dulu.



Ya, aku memiliki kenangan pernah meneliti pedang ini dan tertarik pada hal-hal seperti ini.

Rasanya aku pernah meniru dan membuat pedang jepang lainnya.


Aku tidak tahu apakah aku pernah berhasil melakukan itu, tetapi aku yakin ini adalah katana.



Jadi aku bertanya pada eve.



"Eve, apakah pedang ini ada di dunia ini?"



“Saya telah mendengar desas-desus tentang pedang ini yang datang dari pulau di arah timur. Kadang sesekali mereka ekspor pedang Jepang. Para bangsawan dari negara barat terkadang suka mengoleksinya sebagai karya seni. Bahkan ada beberapa Raja Iblis yang menggunakannya untuk bertarung. ”



"Aku mengerti. Tapi pedang ini bukan dari dunia ini ... "



Aku berkata.



"Apa yang membuat anda berpikir seperti itu?"



“Karena tidak memiliki kemiripan sedikitpun dengan benda di dunia ini. Mungkin aku lebih sensitif terhadapnya, sebagai orang luar. Aku dapat mendeteksi perbedaan antara bahan-bahan negara ini. Ya, aku yakin akan hal itu. Pedang ini berasal dari dunia lain. ”



"Sangat mengesankan. Itu memang benda yang telah melintas dari dunia lain ke sini. ”



"Melintas?"



“Ada peninggalan langka yang melintas dari dunia lain ke dunia kita. Kebanyakan dari mereka sangat kuat, dan sering dijadikan simbol status bagi banyak orang. "


{Peninggalan : barang bekas orang yang sudah meninggal jaman dulu}


"Aku mengerti. Jadi itu sebabnya Raja Singa {Sabnac} memilikinya. ”



"Aku percaya begitu. Sama sekali tidak aneh bagi Raja Iblis untuk membawa peninggalan yang kuat seperti ini. ”



"Yah, pedang ini mungkin kuat, tetapi hanya satu ayunan ..."



Ini akan menjadi cerita yang berbeda jika ini dapat diproduksi dan didistribusikan secara massal ke pasukan. Tapi hal seperti itu, hanya memiliki sedikit nilai bagi ku kecuali dijadikan barang antik.



Aku berbicara cukup banyak, dan Eve memberikan salah satu senyumnya yang langka.



"... Ada satu hal yang belum anda ketahui tuan."



Dia berkata.



"Apa itu?"



“Peninggalan yang 'melintas' ini juga bisa digunakan sebagai bahan pemanggilan. Jika Anda memasukkannya ke dalam botol Klein, Anda akan dapat memanggil roh pemiliknya. Ini disebut Spirit Summoning. ”



"Ini sedikit berbeda , tidak seperti saat memanggil monster biasanya."



"Betul sekali."



"Aku mengerti. Sangat menarik. Baiklah, aku mungkin akan mencobanya. ”



Saat aku hendak memasukkan katana ke dalam guci, Eve malah menatapku dengan cemas.

Aku bertanya kepadanya, Kenapa kamu menatapku seperti itu ?.



“... Pemanggilan Roh memang memungkinkanmu untuk memanggil Pahlawan yang kuat dari dunia lain, tetapi Pahlawan ini akan memiliki keinginan sendiri. Ada kemungkinan bahwa mereka akan menentang orang yang memanggil mereka. ”



"Aku mengerti. Ya, itu mungkin saja terjadi. Namun, jika itu terjadi, itu akan membuktikan bahwa aku tidak layak sebagai Raja Iblis. Bagaimana bisa aku meraih langit, jika menaklukkan satu Pahlawan tidak bisa. "



Eve mendengar kata-kata ini dan meneteskan air mata.

"Sangat bagus, tuan," jawabnya.

Dia punya kebiasaan melebih-lebihkan perkiraannya tentang ku, tetapi aku ingin menghapus alasannya untuk khawatir sesegera mungkin.



Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, dan aku pun memasukan pedang ini, lalu.



'Izuminokami Kanesada'



Nama itu tertulis di atas  Guci.



==========
==========

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter