Your and My Asylum volume 4 Chapter 8 Bahasa indonesia

Dua hari yang lalu, pertemuan yang kuselenggarakan setelah dicap oleh Earl berjalan seperti berikut.




“Apa yang harus kita lakukan adalah sederhana.”

Aku memulai percakapan seperti ini.

“Menangkan Sophna ke pihak kita sebelum Lady Dansoomyo tiba. Apa yang harus kita lakukan jika kita ingin melakukan ini?”

Alshi mengangkat tangannya.

“Bagaimana kalau membuat permintaan pada Paduka Earl dan meminjam, otoritas itu? Karena kay juga menerima bukti, kasih sayang Paduka terhadapmu.”

“Roroa, bagaimana menurutmu?”

“Itu tidak masuk akal, wan.”

Itu akhirnya. Roroa tidak menjelaskan mengapa itu tidak masuk akal.

Aku juga tidak menyuruhnya untuk menjelaskannya.

Alshi, setelah memikirkannya sejenak, berbicara.

“Sebagai permulaan, itu aman. Tidak ada banyak waktu tersisa sebelum Lady Dansoomyo tiba. Meminta Paduka Earl dan memaksa membuat Nona Sophna bekerja sama dengan kita, akan menjadi pilihan yang tepat. Tidaklah mungkin itu, disebut omong kosong.”

Aku kemudian angkat bicara.

“Jelaskan itu padanya.”

“Yujin akan mati sebelum itu bisa terjadi, wan.”

Roroa berbicara seolah-olah dia mengucapkan kata-kata itu. Ariya terkejut.

“Bagaimana kau tahu itu?”

“Kenapa lagi coba? Ah, tentu saja, itu karena kau tidak tahu bahwa kau tertangkap berusaha mencuri. Wan. Ashya telah dipanggil oleh Nona Sophna sejak beberapa hari yang lalu, wan.”

“Nona Ashya? Tentu saja, karena dia adalah salah satu pelayan yang merupakan bagian dari faksi sebelumnya, yanng cenderung mendeukung Nona Sophna, dia akan······.”

“Ashya juga seorang algojo yang berafiliasi dengan salah satu kelompok pembunuh Black Dragon Street, Red Spiked Curtains, wan.”

Ariya bahkan lebih kaget. Sii juga terkejut. Aku tidak terkejut karena bukan saja aku sudah mendengar tentang ini dari Roroa, tetapi aku juga mengawasi dia dengan pemeriksaan kamera tersembunyiku yang biasa.

Alshi juga tidak terkejut.

“Tepatnya, pekerjaan sebelumnya adalah, seorang algojo. Sudah lama sejak dia pensiun.”

Mulut Ariya ternganga.

“Alshi, kau tahu tentang ini?”

“Kami bertengkar sekali dan akhirnya berantem,” Alshi menjawab dengan jujur ​​dan melihat ke Roroa. “Jadi kau bilang bahwa Ashya akan pergi, membunuh Sir Yujin?”

“Siapa tahu? Ashya bisa menjadi orang yang melakukannya atau Nona Sophna dapat menggunakan beberapa metode lain. Satu hal yang pasti, jika kita tidak ingin terhanyut oleh badai, maka kita harus memeriksa awan gelap terlebih dahulu, wan.”

“Ashya adalah awan gelap?”

“Ashya keluar kemarin, wan. Terlebih lagi, pagi ini, ada percakapan di Black Dragon Street dan mereka berbicara dengan nuansa bahwa ‘orang dunia lainnya Earl Silver Lion satu kakinya berada di kuburan’, wan. Apakah ini tidak cukup untuk dianggap sebagai awan gelap, wan?”

Ariya mengerutkan alisnya.

“Jadi kau mengatakan bahwa Nona Ashya adalah jalur pipa Black Dragon Street. Kenapa kau tidak mencabutnya, Wakil kapten penjaga?”

“Kemudian pipa yang tidak kukenal akan masuk, wan. Selain itu, pipa yang kutanam di Black Dragon Street juga tidak akan dicabut. Wan. Pada saat yang sama, Ashya juga sebagai tangan kanan Nona Sophna, wan. Kalau aku juga menjawab pertanyaan yang belum ditanyakan, maka dia telah menangkapmu tanpa ragu-ragu karena kau adalah seorang pencuri kecil yang tidak memiliki latar belakang seperti itu, wan.”

Ariya tidak membanting tangannya di atas meja. Aku berbicara sebelum dia bisa melakukannya.

“Mari berhenti dan selesaikan semuanya. Sophna memang ingin membunuhku dalam waktu dekat.”

“······Apa kau yakin?”

Sii bertanya dengan nada lemah.

Aku mengangguk. Sii menundukkan kepalanya.

“Kalau gitu aku menggandakan saran Alshi. Bukankah lebih baik kalau kita bersembunyi di belakang Paduka Earl?”

Meskipun Ariya telah menanyakan hal itu dengan hati-hati, bahkan Alshi pun menggeleng sebagai jawaban.

“Jika serangan oposisi sudah dekat, maka hanya bertahan di pertahanan, tidak lebih baik.”

Roroa mengepakkan telinganya.

“Sejujurnya, aku akan suka kalau dia mati, wan. Jika dia melakukannya, maka aku akan dibebaskan dari ikatanku dan menjadi wakil kapten penjaga, wan.”

Sii memelototi Roroa.

“Yujin, kau mengatur tindakan balasan, kan?”

“Ya. Saya telah membuatnya sehingga jika saya mati, maka Roroa akan mengalami penderitaan. Selain itu, karena Roroa juga sudah menyadari hal ini, dia tidak akan hanya duduk di sana dan menonton.”

“Mm~~ Itu benar. Yah, mungkin karena itu dia bisa mengatakan sesuatu seperti ini sekarang.······ Meskipun itu tidak masalah karena Yujin tidak akan mati.”

“Ya, Nona Sii. Bagaimanapun, apa yang kalian semua pikirkan harus dilakukan untuk mencegah kehancuranku?”

Sii berpikir mendalam.

Alshi adalah yang pertama kali mengangkat tangannya kali ini juga.

“Kita dapatkan dia, dengan serangan balik.”

“Seperti yang kubilang, bagaimana caranya?”

Sii, yang telah memikirkan jawaban untuk pertanyaan itu, adalah orang yang merespon ketika dia mengangkat kepalanya.

“Seangan palsu.”

Sii dengan ringan menyentuh lengan kanannya yang pernah putus.

“Kita membalas dengan menaruh tuduhan palsu padanya.”

Itu, jelas bukan jawaban yang telah melewati logika. Itu sebabnya ada bagian tentang itu yang menyebabkan percikan api.

Mata Roroa Ara Harte berkaca-kaca.

“Insiden penyerangan!”

Dia lalu melanjutkan.

“Wan! Landasan telah ditetapkan, wan. Yujin telah memutuskan untuk mengubur kebenaran di balik insiden penyerangan, wan. Karena itu, Alshi, Ariya, dan aku akhirnya menjadi tidak ada bedanya dengam budak, tapi ada masalah lain sekarang, wan.”

Ariya muncul seolah dia mengerti.

“Kita tidak memiliki kebenaran untuk diberikan kepada Paduka sekarang.”

“Itu saja, wan. Yujin mengubah garis pandangnya ke arah Mage Tower, tapi itu tidak mengubah fakta bahwa kita tidak memiliki apa-apa, wan. Karena kita tidak punya apa-apa, kita harus membuat sesuatu. Jika kita dapat menjebak Nona Sophna dalam proses pembuatan sesuatu, maka bukankah kita akan membunuh dua burung dengan satu batu, wan? Karena Nona Sophna juga punya kartu keanggotaan Mage Tower. Itu insiden yang sangat disesalkan oleh Paduka Earl, Nona Sophna pasti juga menerima pukulan yang cukup, wan. Baik itu membuat pertukaran atau memenangkannya, kita hanya harus melakukan hal-hal itu dengan baik setelahnya, wan.”

Roroa mengepakkan telinganya dan menatap Sii. Di satu sisi, tatapannya tampak seperti anjing yang kagum, sementara di sisi lain, dia tampak seperti serigala yang mengincar tenggorokan mangsanya.

Aku menganggukkan kepalaku.

“Itu ide yang bagus, Nona Sii.”

“B-Benarkah begitu? Mhm! Pastilah! Ini adalah kharisma yang Yujin suruh untuk kumiliki!”

Meskipun terasa lebih seperti kelembapan daripada karisma, mungkin tidak perlu menyebutkannya.

Aku memutuskan untuk mengatakan sesuatu yang lebih penting.

“Ada masalah abstrak tetapi juga realistis.”

Tidak ada kekuatan dalam kebohongan.

Alasan mengapa plot Chanmi untuk mengirim Minhee ke pusat penahanan pemuda dihancurkan oleh seorang bocah laki-laki hanya karena mereka bukanlah kebenaran. Fakta-fakta palsu yang diciptakan oleh gadis ajaib itu dengan menggunakan semua otoritas dan kekayaannya untuk menekan tuduhan palsu sangat buruk sehingga sama jelasnya dengan melihat api.

Dengan bangga menghadirkan sesuatu seperti itu kepada Earl, sejauh yang membuatnya bahkan mempercayainya, dan akhirnya memberikan pukulan kepada kepala pengikut yang sangat percaya diri itu adalah tugas yang mustahil.

“Wan! Itu masih ide yang bagus, wan. Itu akan membuang-buang untuk hal sempurna begitu, wan.”

“Aku juga berpikir seperti itu. Mungkin akan lebih baik untuk mengadopsi dan membangunnya. Mari kita pikirkan lebih jauh.”

Semua orang menoleh untuk melihatku dengan tatapan tertarik pada wajah mereka.

Aku mengatur kacamataku dan mengangguk.

“Induksi pikiran.”

Serupa dengan waktu aku menarik lencana Mage Tower pada surat wasiat yang ditemukan ketika Alshi ditikam.

“Kita buat Earl percaya bahwa dia adalah orang yang telah memikirkan ‘fakta’ ini.”

Aku tidak akan mengatakan apa pun dengan mulutku sendiri yang mungkin bisa menjebak Sophna.

“Ide yang kau buat secara alami nampak sangat spesial meskipun, mereka sebenarnya sepele.”

“Apalagi dengan kepribadian Paduka Earl.”

Meskipun tidak ada kekuatan dalam kebohongan, mereka tidak lagi berbohong kepada mereka yang percaya bahwa mereka adalah kebenaran.

Ada kekuatan dalam kebenaran.

Ini adalah kekuatan yang mampu membuat mereka yang tahu kebenaran percaya bahwa itulah kebenarannya.

Tentu saja, orang-orang tidak bertindak murni berdasarkan keyakinan mereka.Diperlukan penyesuaian yang halus untuk menghubungkan keyakinan tersebut ke dalam tindakan.

Aku meletakkan iPadku di atas meja.

“Baiklah. Mari kita gunakan ini sebagai titik utama. Sekarang, kita harus memutuskan cerita yang konkrit sehingga kita bisa melaksanakannya. Mari kita mulai dengan memeriksa kebenarannya. Akan lebih baik jika ada lebih banyak kebenaran.”

Roroa, yang naik ke atas meja dan duduk, mengambil touch pen.

“Pertama, kita tahu kebenaran tentang insiden penyerangan, wan. Kedua, para anggota Gongshik yang semula memasuki kota dipekerjakan oleh Pangeran Orange Hawk dan mereka menjadi mayat saat mereka memasuki kota, wan. Ketiga, Nona Sophna pernah mencoba membunuhmu, Yujin. Keempat, Paduka, Earl dan Nona Sophna saling menghargai, wan. Kelima, Paduka Earl menghargaimu, Yujin, dan memberikanmu bukti kasih sayangnya, wan. Keenam, kita masih memiliki topeng Gongshik dan belati yang belum ditemukan, wan.”

Wush, wush, Roroa menuliskan kata-kata bahasa dunia ini di layar dengan touch pen.

“Ketujuh,” Roroa menoleh untuk melihat Sii. “Nona Sophna menyayangimu, Sii, wan.”

“Eh.”

Sii terkejut. Sepertinya dia tidak mengharapkan namanya disebutkan pada saat ini. Namun, alih-alih meminta jawaban, dia berpikir dan berusaha untuk mencoba memahami arti dari kata-kata itu.

Aku membiarkannya dan berbicara.

“Sekarang, mari kita gunakan fakta-fakta ini sebagai dasar. Kupikir kita bisa menggunakan fakta pertama, kedua, ketiga, kelima, keenam, dan ketujuh.”

“Mari kita ambil yang kedua. Jika Pangeran Orange Hawk disebutkan, maka itu akan segera terhubung denganku, wan.”

“Kita hanya perlu mengeluarkan bagian tentang Pangeran Orange Hawk. Tunggu sebentar, hm······ mmm······.······,·······················,···,························,········· Baiklah. Yang keempat juga. Kita seharusnya bisa menggunakan semuanya.”

Aku mengulurkan tanganku.

“Pena.”

Roroa menyerahkan pena itu kepadaku. Aku mulai mencatat hal-hal di iPad.

“Aku butuh jari, pegangan, dan pemicu.”

Aku sudah memiliki hal pertama, yang kedua sedang dipertimbangkan, dan perlu untuk mendapatkan pemicu baru.

“Apakah kita benar-benar membutuhkan pegangan?”

“Kemungkinan gagal meningkat semakin aku katakan kata kunci itu sendiri. Aku membutuhkan seseorang yang bisa kukontrol dengan mudah dan juga mampu mempengaruhi Earl. Zia sangat memenuhi syarat untuk ini. Kita membutuhkan pemicu juga. Dalam hal ini, harus orang yang benar-benar tidak berhubungan denganku, tetapi dapat dipercaya······ Oke.”

Aku meletakkan penanya.

“Roroa, Ariya, dan aku, kita bertiga akan menjadi grup jalan-jalan. Kita akan pergi ke arena pertama. Ada juga sesuatu yang ingin aku konfirmasi. Kita akan bertemu Zia, memberitahunya tentang perjamuan, dan ketika aku melakukan itu, aku akan membuat semuanya terasa tidak pada tempatnya.”

Aku menoleh untuk melihat Alshi.

“Alshi, kau tinggal di sini. Lindungi Sii. Berjaga-jaga agar pelayan faksi lain tidak melakukan apa pun yang tidak perlu, dan menundukkan mereka dalam keadaan darurat. Kau bisa melakukan itu, kan?”

“Jika aku, paksa diriku.”

“Bertindak atas kebijakanmu sendiri. Juga, ketika Zia datang ke kastil sebentar untuk pergi ke perjamuan, pastikan kau pergi padanya dan katakan padanya tentang aku. Katakan padanya bahwa aku sudah tidak stabil selama beberapa hari terakhir. Bahwa aku dicap oleh Earl sebagai bukti kasih sayangnya. Setelah aku melakukan itu, aku akan mengurus sisanya ketika aku melihatnya di pesta nanti.”

Ariya mengangkat tangannya.

“Fair Grace, bukankah lebih baik kalay kita hanya menjelaskan situasinya pada Nona Zia dan mengajaknya bergabung dengan kita?”

“Tidak. Kita semua berbagi takdir yang sama, tetapi Nona Zia tidak memiliki, kelemahan semacam itu.”

Alshi menyuruh Ariya pergi. Ariya dengan ragu berbalik untuk melihatku.Tatapannya muncul seolah dia mengira aku melakukan sesuatu dengan kemampuanku.

Aku mendorong kacamataku.

“Aku bukan mahatahu dan mahakuasa. Aku hanya manusia biasa.”

Dalam kasus Zia, ada kelemahan yang kuketahui, dan aku mungkin bisa membuatnya bergabung jika aku mau, tapi.

“Walau aku mampu melakukannya, kita tidak bisa. Zia harus bertindak sebagai pegangan setiap kali hal seperti ini terjadi. Jika Zia tetap tidak sadar, lebih mudah untuk mengendalikannya, dia berperilaku lebih alami, dan dia memiliki pengaruh yang lebih kuat pada Earl.”

Selain itu, ini akan membuat Zia aman juga.

Setelah mengaturnya seperti itu, aku menoleh untuk melihat kembali pada Roroa.

“Roroa.”

“Ya?”

“Aku akan bertemu Borg. Aku akan menjadikannya pemicu.”

“Bisakah kau membuatnya bergerak, wan?”

“Kurasa seharusnya mungkin. Atur pertemuan dengannya. Seharusnya kata-kata, tetapi di tempat yang tidak resmi.”

Akan ada dua masalah jika aku secara resmi meminta bertemu dengannya.

Masalah pertama adalah kenyataan bahwa aku tidak akan tahu kapan pertemuan itu akan diadakan. Sophna akan mencoba dan membunuhku sebelum akhir bulan ini. Aku tidak punya waktu untuk menunggu.

Masalah lain yang tersisa adalah kenyataan bahwa jika aku mengajukan permohonan untuk mengatur pertemuan dengan Borg, itu akan melalui beberapa tahap dan segala macam orang akan berakhir dengan mengawasi pertemuan kami. Dan jika ada saluran pipa yang langsung menuju Sophna di antara para penonton itu? Dan jika seseorang berpikir bahwa mereka harus menyampaikan informasi ini kepada orang lain?

“Itu harus muncul seolah-olah Borg dan aku tidak memiliki koneksi. Persiapkan pertemuan yang sesuai dengan kondisi itu.”

“Sampai kapan?”

“Dua hari.”

“Aku akan mencobanya, wan.”

“Oke. Juga, Nona Sii.”

“Aku akan menangani Nona Sophna.”

Ucap Sii.

Aku mengangguk.

“Perjamuan akan menentukan hasilnya. Cegah dia menghadiri itu.”

“Oke, aku akan melakukannya. Aku akan berkonsultasi dengannya tentang waktu lenganku terputus······ itu menyakitkan······ Bagaimanapun, aku akan melakukan apa pun yang kubisa untuk menahannya di sini .”

Sii berbicara dengan ekspresi kaku di wajahnya sementara juga menatap cap di dadaku.

Aku tidak bisa mengatakan banyak hal.

“Jangan lakukan hal yang mustahil.”

Sii mengangguk dan melirik Roroa. Roroa kembali memandangnya dan tersenyum.

Saat itulah Ariya dengan enggan membuka mulutnya.

“Fair Grace, apa mengawal adalah hal yang harus aku lakukan?”

“Akan ada waktu di mana kau harus melakukan hal-hal saat berada di sisiku. Kay hanya perlu melaksanakan tugas-tugas itu pada waktu itu.Sebagian besar hal akan sepele kecuali untuk satu hal. Jika aku pergi keluar saat berada di tengah-tengah perjamuan, maka pastikan untuk membawa Earl ke luar sekali saja.”

“Paduka, Earl?”

“Ya. Situasinya mungkin berubah, jadi aku akan memberitahumu detailnya.”

“Aku mengerti, Fair Grace.”

Ariya berbicara.

Alshi membersihkan tangannya dan memberiku taatapan yang searah.

“Maka sudah diputuskan.”

“Yeah. Kita hanya perlu memperkuat sisanya sebelum hari jalan-jalan kita. Meskipun kita mungkin harus beradaptasi dengan keadaan tertentu pada saat itu······.”

“Apakah akan berhasil?”

“Kita akan membuatnya bekerja.”

Aku memberinya jawaban itu.


Dan sekarang, Alshi mengatakan ini.

“Itu berhasil dengan baik.”

“Wan! Tidak disangka berjalan dengan sangat baik.”

Roroa memiliki senyum menyegarkan di wajahnya saat dia mengatakan itu.

Seperti itu, meskipun Roroa dalam suasana hati yang baik, Ariya terdiam. Alshi menghibur bahu Ariya.

“Idiot. Kenapa kau membuat itu, wan? Semuanya berjalan dengan baik jadi kau harus tersenyum juga.”

Ariya tidak bisa melakukannya. Sepertinya dia mungkin membutuhkan beberapa waktu, tetapi Roroa Ara Harte tidak berniat memberinya waktu tersebut.

“Itu karena dia tolol, wan.”

Ariya mengangkat kepalanya.

“Apa katamu?”

“Aku memanggilmu tolol, wan. Bukankah sikapmu yang gelisah seperti itu membuktikan maksudku juga? Pada akhirnya, yang paling penting bagimu adalah dirimu sendiri, wan.”

“Lucu kali ya malah kau yang mengatakan itu.”

“Ada perbedaan besar antara aku dan kau. Wan. Aku tahu, tetapi kau tidak, wan. Meskipun akan lebih tepat untuk mengatakan bahwa kau hanya pura-pura tidak tahu, wan.”

“Berhenti disana.”

Aku menyela mereka.

“Saat ini bukan saat yang tepat untuk melakukan ini. Aku akan menyiapkan tempat bagi kalian berdua untuk bertarung nanti. Kalian bisa bertarung ketika sampai di sana. Roroa, kau orang dewasa di sini, jadi tahanlah.”

Roroa mengepakkan telinganya. Aku kembali ke Ariya.

“Ariya, kau juga. Aku mengerti perasaanmu. Aku akan memberimu waktu muramnya nanti. Bersabarlah setidaknya untuk malam ini.”

“······ ya, Fair Grace.”

Ariya menunduk. Aku tersenyum kecil dan mengatur kacamataku.

“Sangat berbeda, kan?

Aku mengucapkan kata-kata itu sambil melihat sekeliling pada setiap orang.

“Skema seperti itu. Meskipun merencanakannya menyenangkan, tidak ada yang lebih memalukan dan menyedihkan daripada proses eksekusi plot-plot itu. Kebohongan tidak sekuat yang kau pikirkan, dan orang-orang tidak bergerak semudah yang kau harapkan. Orang-orang yang kau pikir idiot dan orang-orang yang kau pikir tekmi jadi sangat cerdas. Untuk mengatasi itu, kita tidak punya pilihan lain selain mempercayai satu sama lain.”

“Sungguh ironis.”

“Mulai sekarang, kalian akan sering bersekongkol dan membawa mereka selama terus tinggal bersamaku . Ukir dua hal ini dalam pikiran kalian dan jangan lupakan mereka.”

“Kenapa kau mengatakan itu sambil melihatku, wan?”

“Karena kau akan berakhir seperti dia kalau kau lupa.”

Roroa mengepakkan telinganya. Yang lain menganggukkan kepala mereka dengan kuat.

Mereka seharusnya mengerti. Itu karena, sebelum ini, mereka sudah memiliki pengalaman dengan semena-mena atau sengaja, dengan kebencian, mencoba-coba tangan mereka dalam merencanakan. Itu kemungkinan besar mengapa mereka menganggukkan kepala mereka. Bahkan gadis yang ditikam meski dia bertindak demi kekasihnya. Bahkan gadis yang hampir kehilangan kekasihnya meskipun dia sedang menonton orang yang telah melakukan kebaikan padanya.

Dan bahkan gadis yang lengannya terputus setelah dijebak oleh beberapa perselisihan kecil.

Di antara mereka, aku menatap yang terakhir, Sii, sedikit lebih lama sebelum berbicara.

“Kita beruntung kali ini juga. Pertama, fakta bahwa Earl telah memikirkan hipotesis yang melibatkan Alshi dan Ariya melalui usahanya sendiri. Kupikir sedikit lebih penting akan diperlukan. Berkat itu, kita dapat mengurangi masalah.”

Itu persis seperti jenis cerita yang Earl akan pikirkan. Aku percaya bahwa jika gadis yang telah membuat guru Zia memotong lengan Sii hanya karena Sii dan aku bergaul, maka dia pasti akan datang ke ide semacam ini.

“Peruntungan kedua adalah kenyataan bahwa Sophna mengakui fakta bahwa dia telah mencoba membunuhku ketika Earl menanyakan pertanyaan itu kepadanya.”

Sophna kemungkinan besar berpikir bahwa Earl merujuk pada insiden di mana dia mengacungkan tongkatnya ke tenggorokanku. Pertama-tama, aku telah menyusun cerita dengan cara yang bertujuan untuk itu. Bahkan tindakan membuat Earl mabuk, ini untuk menunda berapa lama bagi Sophna untuk menyadari bahwa dia salah memahami sesuatu. Namun, aku berpikir bahwa itu akan menjadi peluang 50/50, tapi untungnya, koin muncul sebagai kepala.

“Peruntungan terakhir adalah fakta bahwa bukti-bukti telah keluar pada saat yang genting.”

“Itu sudah pasti. Wan. Bahkan aku tidak mengharapkan mereka muncul pada saat itu, wan. Awalnya aku ingin agar penjaga menemukan mereka selama penangkapan dan pencarian, tetapi, wan······.”

“Untung semua potongan itu jatuh ke tempatnya.”

Aku berencana untuk membuat skenario seperti ini bahkan jika potongan-potongan itu tidak jatuh ke tempatnya atau benar-benar berantakan dengan beradaptasi pada situasi apa pun, tetapi untungnya berjalan dengan baik.

Tidak.

Untuk lebih tepatnya, aku harus mengatakan bahwa semuanya berjalan dengan baik sampai titik ini.

“Sekarang kita harus pergi dan menyelesaikan semuanya.”

Roroa mengepakkan telinganya.

“Apakah aku benar-benar akan pergi hanya dengan kalian berdua, wan?”

“Itu benar, Fair Grace. Alshi dan aku harus pergi denganmu······.”

Meskipun Ariya menyarankan itu, aku menggeleng.

“Tidak perlu membuang-buang nyawa yang tidak perlu.”

“Wan! Dia ada benarnya. Itu sebabnya aku juga tidak mau, wan.”

Sii meratap.

“Kau ingin hidup panjang umur, tetapi kau mungkin tidak akan bisa hidup lama.”

“Aku akan berharap itu tidak terjadi. Itu sebabnya aku berharap kalian melakukannya dengan baik.”

“Terima kasih atas dukungannya. Aku akan menyerahkannya kepadamu untuk membimbing kita ke tempat itu.”

Roroa melakukannya sambil mengelus pipinya. Sii dan aku mengikuti di belakangnya.

Tak lama, kami mencapai pintu dengan dua penjaga berdiri di depannya.

“Katakan pada mereka untuk pergi setelah aku masuk.”

“Aha, bagaimana aku bisa melakukan itu, wan? Mereka penjaga. Terlebih lagi, mereka berdua orang yang memamerkan giginya padaku, wan. Tidak apa-apa bagi mereka untuk tinggal di sana, wan.”

“Buat mereka pergi. Ini adalah perintah.”

“······Wan. Dimengerti.”

Roroa melangkah maju dan membuka pintu dengan kunci. Pintu terbuka dengan suara berdenting. Aku mengambil manik-manikku dan memegangnya erat-erat. Aku menarik napas dalam-dalam.

Sii dan aku kemudian memasuki ruang penyiksaan.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter