Your and My Asylum volume 3 chapter 4 Bahasa Indonesia

Your and My Asylum volume 3 chapter 4


Tidak jarang orang yang tidak bertanggung jawab menerima cinta.

Tidak seperti kesalahpahaman yang dimiliki kebanyakan orang, kebajikan ‘mengambil tanggung jawab’ tidaklah banyak membantu dalam hal menerima cinta. Bahkan ada banyak kesempatan di mana kebajikan itu tidak mampu menjalankan perannya sebagai pengawet yang seharusnya mempertahankan cinta yang pernah kau terima untuk jangka waktu yang lama. Meskipun aku belum pernah bertemu seorangpun dalam hidupku yang rasa tanggung jawabnya sama besarnya dengan bibiku, aku tidak pernah mencintainya. Bahkan jika hari aku mencintainya pernah tiba, kemungkinan besar bukan karena rasa tanggung jawab wanita itu. Ironisnya, itu akan menjadi kebalikannya. Kemungkinan besar karena aku tidak dapat membiarkannya menjadi tua seperti nenek kecil yang kesepian. Dengan kata lain, karena rasa tanggung jawabku sendiri.



Jadi seperti itulah, apakah itu akan menjadi cinta yang membahagiakan? Mungkin tidak akan terjadi setelah terjadi. Cinta itu akan dikonsumsi. Jika tidak terisi terus-menerus, maka suatu hari nanti akan habis. Meruntuhkan dan menghapus cinta yang disisipkan adalah sebuah ekspektasi.

Ekspektasiku membuatku merasa sakit. Itu akan membunuhku tepat pada waktunya.

NEKOTL

1gap

NEKOTL

AKu bisa menyimpulkan prediksiku salah dalam dua hal yang berbeda.

Yang pertama adalah soal penyerang. Aku belum menyelesaikan kasus itu meski beberapa hari telah berlalu sejak saat itu. Aku masih kekurangan beberapa potongan puzzle. Jika aku tidak memilikinya, maka aku seharusnya memprakarsai rencanaku saat dalam keadaan kurang itu, tapi aku ingin menontonnya sedikit lebih lama.

Hal kedua terkait dengan tindakan Sii. Aku baru saja kembali dari mengumpulkan data dari kamera tersembunyi hanya untuk menemukan Alshi yang duduk di kasur seperti boneka cina.

“······.”

“······.”

Akulah yang memecah kesunyian ini.

“Hai. Apa yang membawamu kemari?”

“Pura-pura tidak tahu. Aku datang ke sini karena, Whitey memanggilku.”

Alshi menanggapinya tanpa menyembunyikan fakta dia merasa tertahan. Bukan cuma mengerutkan kening, tapi rasanya seolah ada kabel berduri yang membungkus nada suaranya. Aku duduk dan menatapnya dari tempat yang tidak cukup dekat untuk membuatnya mengangkat penjagaannya atau tempat yang cukup jauh untuk membuat cemberutnya.

“Kenapa dia memanggilmu?”

“······ Apa kau benar-benar tidak tahu?”

“Yeah. Katakan padaku dan aku akan mendengarkannya.”

Dengan sopan aku meletakkan tanganku di atas pangkuanku dan membuat postur tubuh yang menunjukkan kepadanya bahwa aku akan mendengarkannya dengan sopan. Alshi terdiam beberapa saat sebelum menjatuhkan ketegangannya.

“Dia bilang dia punya sesuatu untuk dikatakan, kepadaku mengenai Ariya. Untuk datang, ke sini saat aku menyelesaikan pekerjaanku.”

Jadi karena itu dia ada di sini. Ini adalah kesalahanku. Aku meremehkan kemampuan Sii untuk mengambil tindakan.

Tapi baginya untuk datang ke sini hanya karena dia disuruh. Kalau dia dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksenangannya seperti sebelumnya, maka seharusnya dia tidak datang kemari. Dia jinak atau kata kunci ‘Ariya’ punya banyak arti baginya.

“Bisakah kau tebak kenapa?”

“······.” Dia memberiku tatapan kosong.”Seharusnya aku bertanya padamu.”

Aku menghindari jawaban langsung. Meski tidak seperti tidak ada sisi jinak padanya, kemungkinan besar dia lebih mementingkan pacarnya saat ini.

“Tidak, maaf.”

Begitu aku menundukkan kepala dan meminta maaf, Alshi mengerang.

“······Kau tidak perlu meminta maaf, kau tahu? Bukan, salahmu juga.”

“Itu kemurahan hatimu.”

“Kaulah yang, kurang memiliki kebanggaan, kau tahu? Kau selalu menundukkan kepala. Selalu, menderita kerugian.”

Aku berakting seolah-olah aku merasa malu.

“Maaf. Sebagai penyelamat Ariya, aku mungkin harus berkeliling dengan lebih bermartabat.”

Alshi melirikku. Entah itu karena pasangan cenderung mirip satu sama lain atau karena mereka pasangan karena mereka mirip, tapi pupilnya yang acuh tak acuh itu mengingatkan pada tatapan Ariya itu sendiri. Meski begitu, cahaya yang ada di matanya jauh lebih dalam daripada Ariya.

“······ Akulah yang harus, minta maaf. Aku terlalu kasar, kepada orang yang telah menyelamatkan pacarku.”

Alshi menunduk. Aku sedikit terkejut dengan respon seperti orang dewasa ini.

“Tidak. Kau benar. Orang pasti sering membicarakan Ariya di belakangnya saat ini, kan? Karena dia sudah dekat denganku dan Sii.”

“Kau sudh dilabelin dan mereka bilang dia dekat dengan Whitey itu. Mereka benar-benar idiot. Bagi gadis-gadis itu, yang hanya menghibur Ariya saat pencuriannya terungkap, untuk mengatakan hal-hal semacam itu hanya karena alasan seperti itu.”

Tapi dia btidak sedewasa itu.

“Kau memanggil Sii dengan julukan itu adalah tindakan yang memberi kekuatan lebih pada kata-kata mereka.”

“······ Apa kau berniat, menceramahiku?”

“Apa kau menganggapnya sebagai ceramah?”

Alshi tidak mengangguk. Wajahnya juga menjadi merah karena malu.

“Semua orang tidak mungkin bahagia.”

Dia mulai mengatakan itu.

“AKu mengatakan ini sambil percaya kau tidak akan, mengatakannya pada Paduka Earl. Bekerja di sini berarti kau, juga ditemani oleh banyak tekanan. Dibutuhkan, target untuk menghilangkan stres itu. Itu sebabnya, aku tidak bilang itu masuk akal. Hanya saja, ada hal yang tidak bisa tertolong lagi, dan barang yang berhubungan dengan Sii adalah salah satu dari hal-hal itu.”

Mm.

Aku tahu tidak ada gunanya jadi marah pada gadis ini. Itu sebabnya aku tidak akan marah padanya. Namun.

“Kau tidak boleh membenarkannya.”

“·······”

“Stres karena harus terus-terusan menghadapi Earl Silver Lion yang tidak stabil sambil tinggal di kastil yang sama. Kendala yang diberikan kastil ini. Tekanan yang datang dari penanganan kehidupan komunal yang keras. Kecemasan yang membingungkan yang berasal dari fakta Kepala Pengikut, yang juga merupakan orang yang bertanggung jawab atas segalanya, telah menutup diri di ruang penelitiannya. Semua emosi negatif itu, aku memahaminya. Namun, hal tersebut tidak membuat hal-hal yang tidak boleh dilakukan menjadi hal-hal yang boleh dilakukan.”

Ada hal-hal di dunia yang benar-benar tidak boleh dilakukan.

“Oleh karena itu, pikiran seperti yang kau katakan beberapa saat yang lalu, kau tidak boleh meyakinkan dirimu bahwa pikiran itu logis dan kau juga tidak seharusnya menerimanya. Kalau kau melakukannya, maka kau tidak diizinkan untuk percaya kau memahami realitas, dan kau tidak diizinkan untuk menganggap dirimu dewasa. Itu bukan kedewasaan, tapi itu hanya kepengecutan.”

“······ Apa yang kau ketahui?”

“Aku tahu.”

Aku berbicara.

Alshi menatap mataku.

Hening.

“······Itu sesuatu, yang setiap orang lakukan.”

Lanjut Alshi.

“Dengan membuat pangkat, di bawah pangkat mereka, mereka menuangkan tekanan kebawahnya. Semua orang merasa seolah semuanya berjalan lebih baik. Tapi kenapa kau mengatakan itu, kami seharusnya tidak melakukan ini terlepas dari itu?”

“Suaraku mampu mencapaimu, kan?”

Aku terdiam sesaat sebelum melanjutkan.

“Tolong panggil Sii dengan namanya.”

Alshi tidak menanggapi dan mengalihkan pandangannya. Itu sudah cukup. Dia tidak akan memanggil Sii dengan julukan itu lagi.

Pintu terbuka tepat pada waktunya dan Sii juga Ariya memasuki ruangan.

“Aku sudah mengatakannya beberapa kali sebelumnya, tapi tidak masalah. Menerima permintaan maafmu mulai mengganggu, jadi berhentilah.”

“Mm······ tapi aku benar-benar minta maaf······ Aku tersandung kakiku tapi siapa yang mengira kau akan berada di depanmu dan tangga berada di depanmu······ Tapi kalau kau memikirkannya, semuanya akan baik-baik saja kalau tidak berjalan di depanku. Pertama, ada kemungkinan besar aku tersandung kakiku karena kau menghalangi pandanganku! Kau gumpalan otot!”

Alasan kenapa Sii tiba-tiba menjadi lebih berani di tengah kalimatnya mungkin sangat terkait dengan fakta dia telah duduk di pangkuanku pada saat yang sama. Alih-alih tertekan oleh karisma itu, Ariya tanpa kata-kata mendekat dan memberi pelukan beruang Sii.

“Gyaaaaaaak! Tolong aku, Yujin!”

Aku diam saja menyerahkan Sii kepada Ariya. Aku sudah terbiasa dengan ini selama beberapa hari terakhir ini.

“······Tingkah yang luar biasa.”

Jelas Alshi akan menggumamkannya dengan getir. Ariya berpaling ke arah Alshi.

“Apa yang membawamu kemari, Alshi?”

Itu nada yang agak dingin. Alshi juga tidak menanggapi dengan baik.

“Aku dipanggil kemari oleh gadis yang kau pegang, tepat di depan pacarmu sekarang ini.”

“Sii, apa kau menyuruh Alshi datang kemari?”

Ariya menatap Sii dan bertanya. Sii hampir tidak bisa melepaskan diri dari Ariya agar bisa berbicara.

“Seperti yang kupikir, kalian perlu berbicara satu sama lain!”

Ariya tampak lelah. Dia melepaskan Sii dan berbalik ke arah Alshi.

Alshi menutup satu mata.

“Apa ada masalah? Kenapa Sii, bertingkah seperti itu tiba-tiba?”

“Itu karena kau menempel terlalu dekat dengan gigi pedang itu.”

Suara yang letih. Ariya berbicara dengan nada yang sepertinya dia tidak peduli lagi. Alshi terdiam sesaat sebelum memiringkan kepalanya.

“Bagaimana itu berhubungan, dengan Sii?”

“Tanyakan padanya sendiri.”

“Sii. Kenapa kau memanggilku kemari dan, bagaimana tepatnya itu berhubungan denganmu?”

Ariya juga cenderung berbicara dengan tajam, tapi kata-kata Alshi begitu tajam hingga membuat nada Ariya terasa seperti pedang kayu. Sii tersendat, tapi dia pasti bisa mengisi kembali keberaniannya dengan bersembunyi di belakangku karena dia melanjutkan untuk berbicara dengan berani.

“Kami tinggal bersama, jadi sudah jelas setidaknya aku menunjukkan perhatian yang sama! Ariya selalu terlihat putus asa, lho? Kurasa aku terinfeksi kelesuannya.”

Ketajaman yang menonjol di wajah Alshi mereda. Dia menatap Ariya. Ariya menggelengkan kepalanya sedikit dan Alshi meletakkan tangannya di dahinya.

“Kalau kau melihat lagi apa yang terjadi beberapa saat lalu, kalian sepertinya tidak terlalu dekat, tapi mari kita menyingkirkannya. Sii. Ini adalah masalah antara diriku dan Ariya. Hanya akan jadi penghalang jika pihak ketiga mencoba untuk terlibat.”

Alshi lalu menatap Ariya. Matanya tampak seolah-olah bertanya ‘Apa aku harus menjadi orang yang mengatakan ini? Meskipun kau tinggal dengannya di kamar yang sama? ‘ Ariya pasti mengerti tatapannya saat dia berkobar. Namun, Ariya bukan orang yang membuka mulut untuk membantah implikasi Alshi. Sii berbicara.

“Ariya mengatakan hal yang sama!”

Ariya berhenti sejenak dan menatap Sii. Teriak Sii dengan percaya diri.

“Tapi aku sudah khawatir. Kalau ini adalah situasi di antara kalian berdua, maka benarnya kalian mengatasinya sendiri, tapi seharusnya kalian tidak membahayakan orang-orang di sekitar kalian selama proses itu, kan? Kalau kalian masih ingin mengatakan hal-hal seperti itu, kenapa kalian tidak menyelesaikannya di sini saja dan sekarang!? Kami akan keluar!”

Sungguh hebat kau berteriak dengan percaya diri, tapi kuingin kalau kau tidak memasukkan lebih banyak kekuatan ke dalam lengan yang memelukku. Kalau kau mempertimbangkan fakta dia saat ini menerima tatapan dari kedua pelayan tipe seniman bela diri, maka tidak seperti aku tidak memahaminya, tapi aku merasa tulang belakangku akan pecah jika dia terus melakukan ini.

Namun, terlepas dari situasiku, logika Sii benar. Kalau Alshi ingin menyatakan bahwa ini semata-mata masalah di antara keduanya, maka seharusnya hal itu tidak mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka selama proses itu. Deklarasi Alshi sudah lama dipecahkan Sii yang tahu tentang hal itu dan meminta agar situasi mereka dimediasi. Alshi dan Ariya pasti sampai pada kesimpulan yang sama pada saat wajah mereka seolah-olah melihat Sii dalam cahaya baru sekarang.

Alshi berbicara.

“Aku minta maaf, pacar idiotku membuatmu khawatir. Tapi ini masalah yang sulit, untuk menyelesaikannya secepat ini.”

Kekuatan pelukan Sii menjadi sedikit lebih lemah. Dalam posisinya, mungkin karena dia telah menerima jawaban yang lebih sopan dari perkiraannya. Lanjut Alshi.

“Aku tidak bisa memberimu, alasannya, tapi aku bisa menjanjikannya, tidak akan memakan waktu lama. Paling lama, akan berakhir sebelum akhir bulan ini.”

Hari ini 10 Februari. Kalau dia ingin menyelesaikannya dalam bulan ini, maka dengan standar dunia ini, berarti tersisa 18 hari lagi.

“M-Mmm ~~ Kalau begitu······.”

Ucap Sii. Meski suaranya gemetar, getarannya datang dari kegembiraannya. Sebagai hasil dari ide dan tindakannya sendiri, dia bisa menerima janji lisan. Kemungkinan besar ini benar-benar kejadian yang luar biasa bagi Sii yang menderita kekurangan harga diri yang kronis.

Sii bersiap menerimanya seperti itu.

Tampaknya Ariya tidak.

“Apa akan benar-benar diatasi saat itu?”

Ariya bertanya dengan suara lelah saat berhadapan dengan Alshi. Pandangan Alshi seketika menjadi dingin.

Itu tidak akan lama. Alshi menghela napas.

“Yeah. Jadi jangan, khawatir.”

“······Aku percaya padamu.”

“Aku tahu.”

Alshi berdiri dari kursinya.

Alshi berdiri di depan Ariya. Mirip dengan bagaimana aku melihat mereka saat pertama kali keluar dari basement sebulan yang lalu, kedua gadis itu memiliki tubuh yang kuat. Ariya lebih tinggi, dan seperti yang kuduga, kalau kau membandingkan atmosfir yang mereka berikan, maka Alshi lebih sederhana dan pasif. Namun, tidak sulit untuk mencari tahu siapa yang memiliki inisiatif sejati dalam hubungan mereka. Kecemasan yang bisa dirasakan berasal dari Ariya tidak bisa dirasakan dari Alshi. Alshi berbicara.

“Aku akan pergi sekarang.······Yujin.”

“Yeah?”

“Aku bersyukur, karena kata-kata yang kau berikan kepadaku barusan. Kata-katamu, benar. Tapi Yujin. Agar kata-kata itu benar, untuk tetap tegak, perlu bagimu melindunginya. Setiap kata yang kau katakan dari mulutmu sebelumnya, bisakah kau melindungi semuanya?”

Aku mengangguk.

“Bisakah kau terus melindunginya?”

Aku mengangguk.

“Oke kalau begitu.”

Alshi menenangkan napasnya dan meninggalkan kamar tanpa berkata apa-apa lagi.

NEKOTL

1gap

NEKOTL

Sii tidak menyembunyikan kegembiraannya. Dia dengan cepat memelukku dari belakang dan mengusap pipinya ke arahku.

“Fufu, bagaimana, Yujin? Karismaku!”

Seharusnya aku memberi Sii haknya.

“Nona Sii melakukannya dengan sangat baik.”

“Mm ~~! Kalau begitu cepatlah dan puji karismaku!”

Karena napas yang menyikat bagian belakang leherku agak panas, aku berbalik dari kursiku dan menepuk kepalanya. Ariya melihat kami dengan mata yang rumit sebelum berbicara.

“Fair Grace. Apa yang kau bicarakan dengan Alshi?”

“Ah. Aku juga penasaran dengan hal itu. Apa yang kau katakan padanya?”

Sii bertanya sambil memeluk dan mendongak dari dadaku. Aku menjawab.

“Aku menyuruhnya berhenti memanggil Sii dengan istilah Whitey.”

“Yujin······”

Mata yang berkilau seperti matahari di cakrawala diarahkan ke arahku. Ini sedikit pahit.

“Itu nggak perlu dilakukan. Itu sesuatu yang jelas sekali.”

“Mm······ tapi aku masih bersyukur. Aku ingin bisa melakukan tindakan seperti yang dilakukan Yujin.”

Kalau begitu, bagaimana dengan mulai berbicara dalam bahasa dunia ini saat Ariya ada di sini? Aku tidak memintanya melakukan ini. Ini bukan waktu yang tepat. Tentu saja, alasanku tidak sesederhana milik Sii yang hanya memberi rasa keterasingan relatif terhadap Ariya dan memamerkan hubungannya denganku.

“Sudah hampir waktunya untuk memberikan laporan rutinku ke Earl.”

Cahaya merah di mata Sii menjadi gelap seperti senja.

“······ Sungguh, tidak bisakah kau melewatkannya cuma untuk hari ini? Aku merasa sangat senang······. Tidak, aku cuma mengatakan itu. Aku tahu. Kita harus pergi. Kita tidak bisa lupakan tujuan kita.”

Tujuanku dan Sii adalah menerima permintaan maaf dari Earl. Kami belum bisa menceritakannya kepada Ariya. Aku tidak bisa menyeret seorang gadis yang hanya ingin melunasi hutangnya terhadapku ke dalam konfrontasi dengan Earl. Apalagi, itu juga karena aku tidak yakin apakah kami bisa mempercayainya sejauh itu atau belum. Dalam hal itu, berbicara dalam bahasa Korea adalah metode komunikasi yang sempurna agar kami bisa berbicara satu sama lain secara rahasia.

Bahkan saat ini, Ariya diam menunggu pembicaraan kami berakhir. Aku berbicara.

“Maaf, jadi agak lama, kan?”

“Tidak begitu, Fair Grace. Daripada itu, waktumu······ kau juga akan pergi hari ini?”

“Ya. Aku akan pergi.”

Aku berdiri. Sii melepaskan pelukannya dan berdiri di belakangku. Ariya menunggu kami sambil membuka pintu.

Kami berjalan menuju kantor Earl Silver Lion.

NEKOTL

1gap

NEKOTL

Aku selesai memberikan laporan rutin tanpa masalah.  Earl Silver Lion menyeringai lebar dan membelai kepalaku.

“Mm mm. Bagus. Sangat bagus.”

“Baiklah. Tunjukkan tugas untuk hari ini.”

“Ah ah. Jangan lewatkan prosedurnya, Tn. Yujin. Kau harus menerima kegemaranmu terlebih dahulu. Berdirilah.”

Aku berdiri. Earl Silver Lion bangkit dari kursinya dan menerkamku. Nom, gigitnya. Giginya digali ke tengkukku. Giginya keras, bahkan, dan tajam. Sensasinya terasa hangat pada awalnya sebelum bertahap menjadi panas. Tidak sampai sepanas suhu di dalam mulut Earl Silver Lion dan suhu kulitku telah selaras begitu dia melepaskan bibirnya.

“Aku tidak bisa bilang kau membuatku jadi selera.”

Di antara tanda bibir dan bekas giginya, aku tidak yakin mana yang membuatku merasa gatal.

“Apa karena kau cowok? Atau apa karena kau belum menyiapkan makananmu dengan benar? Mungkin karena kau tidak dimasak. Hmhmhm. Menurutmu apa masalahnya, Tn. Yujin?”

Aku tidak menjawab dan hanya mencium ujung tangannya. Earl Silver Lion berdiri dengan kaki disilangkan dan menyeringai.
(TLN : Maaf saja kalau tata bahasanya agak aneh, soalnya Earl ngomongnya make cara yang aneh dan gila juga.)

“Yah, kalau kau membicarakannya sambil meminjam pengalaman pribadi seseorang, maka ketiganya akan benar? Itu tentang ternak dan kebiasaan makan mereka. Mengenai seorang gadis ——— dengan kata lain, betina. Betina karna ini tentang ternak. Ah hah ha, bagaimanapun, kalau kau membesarkan mereka dengan baik, lho? Mereka bilang dagingnya jadi lebih lembut. Bau mereka juga menjadi aromatik. Apa kau ingin belajar tentang hal itu?”

Tangan putih Earl Silver Lion melengkung seperti kail ikan dan terhubung ke bibirku.

“Ini tentang ternak, lho? Dan ini tentang kebiasaan makan. Kebiasaan makan. Mereka dibesarkan sambil cuma diberi makan buah. Nyamnyam. Nyamnyam. Tidak ada gandum, tidak ada daging, hanya buah-buahan. Ah, mereka juga menghancurkan dan menggiling buah sehingga mudah dicerna. Alasan di balik itu karena mereka dibesarkan dalam situasi di mana kemampuan mereka untuk berolahraga terbatas. Mereka meletakkan lengan dan kaki mereka ke dalam gunting kuku, versi RAKSASA, dan klip, klip! Setelah itu, dengan obat-obatan———yaaaaa, dengan obat yang sama seperti yang digunakan Tn. Yujin, mereka menyembuhkan luka itu. Setelah itu terjadi, mereka seperti matryoshka, tidak, mereka jadi seperti orang kue jahe dan karena mereka tidak dapat bergerak dengan benar. Karena itulah pemiliknya menggiling buahnya. Bukankah pemiliknya brilian karena peduli dengan keadaan ternak mereka? Ah hah hah ha ha!”

Sambil menarik ke bibirku, dia membengkokkan ibu jarinya dan memasukkannya ke hidungku.

“Karena tentang ternak, lho? Seperti yang kubilang, itu kebiasaan makan, lho? Jangan salah paham, oke? Kalau mereka cuma makan buah seperti itu selama sekitar 6 minggu, maka dagingnya menjadi gemuk. Ah, tentu saja, ada kalanya mereka menolak makanan mereka. Karena gila, mereka percaya mereka bisa jadi kurus. Namun, saat mereka berada di hadapan selang dan corong, mekanisme pertahanan mental semacam itu tidak ada artinya! Ah ha, bisa kau bayangkan? Dengan paksa seperti ini, corong masuk ke mulut mereka. Mereka menuangkannya. Sampai mereka bisa melihat perut mereka ternak mereka tampak montok, teguk, teguk! Kudengar saat beberapa pemilik punya banyak tekanan yang tertumpuk, mereka bahkan mencampur tinja mereka sendiri ke dalam makanan dan memberikannya kepada mereka, hm. Kalau kau menginginkan daging yang baik, maka sebaiknya kau tidak melakukannya, kan? Hargai makananmu. Kau harus menghargai ternakmu juga, kan?!”

Hening.

“Seperti itu, begitu mereka gemuk dan bau badan mereka jadi sangat berbunga-bunga, mereka kemudian disembelih. Daging itu kemudian direndam dengan bumbu dan rempah, sebelum dimasak di atas panci yang dipanaskan. Mereka bilang itu enak! Tentu saja, daging yang dibesarkan dengan begitu banyak kasih sayang pasti akan terasa menakjubkaaaaaaan. Ah hah hah ha ha. Jadi, itulah sebabnya aku ingin bertanya kepadamu, Tn. Yujin.”

Earl Silver Lion mencium dahiku sebelum memasukkan lebih banyak kekuatan ke ibu jarinya dan mendorong hidungku.

“Bisa aku miliki sepotong kecil? Sungguuuh sepotong kecil. Cuma 1 cm x 1cm. Oke? Dengan kulit utuh. Ya? Cuma sedikit. Sebesar kuku jarimu. Kau nggak akan mati, lho? Karena kau nggak akan mati.”

Aku mengangkat satu lengan.

Aku melipat lengan bajuku. Sebelum Earl Silver Lion bisa berhenti sejenak, aku merobek sebagian dagingku dari bagian dalam lenganku dengan kukuku. Mengepalnya······! Begitu aku memutar dan menariknya, penglihatanku menjadi kabur sesaat sebelum sepotong dagingku dicabut. Rasa sakit yang terasa seolah ribuan semut api mengamuk meski mereka senang. Aku mengabaikannya. Mengabaikan rasa sakit adalah apa yang terbaik bagiku.

Darah menetes dari potongan daging yang ada di atas telapak tanganku dan juga daerah di bawah lenganku yang robek.

Aku berbicara.

“Aku.”

“·······”

Earl Silver Lion menunduk menatapku. Tatapannya sedingin es.

“Kau.”

Hening.

“Kau tahu aku mengatakannya sebagai lelucon, kan?”

Itu benar. Namun, tergantung tanggapanku, kemungkinan besar dia akan memaksaku untuk setidaknya menumpahkan darah. Kenyataannya, aku sadar akan hal itu, dan Earl Silver Lion pasti menyadarinya sekarang bahwa aku juga menyadari fakta itu.  Earl Silver Lion menutup matanya sebelum membukanya lagi. Napas panjang. Dia berbicara.

“Kurasa leluconku agak berlebihan. Tapi tetap saja, ini······ sialan. Putri angkat Mikatni! Ngapain kau duduk?! Cepat dan bersihkan ini!”

Sii, yang telah berdiri sambil bersandar di dinding, mendekati dan mengusap bagian bawah lenganku. Dengan kata lain aku menerima sentuhan tangannya yang gemetar.  Earl Silver Lion menyipitkan matanya.

“Tsk. Apa lengan itu belum sembuh? Tak masalah tetap di ruang sakit lebih lama dan numpang makan saja, kau tahu?”

Fakta bahwa bukan itu alasan mengapa tangan Sii gemetar, tentu saja Earl Silver Lion tahu, dan Sii juga menyadari fakta Earl tahu. Aku cepat berbicara sebelum pemandangan Sii menggertakkan giginya bisa memasuki garis pandang Earl Silver Lion.

“Yeah, tapi aku tidak bisa meninggalkannya sendirian karena serangan itu.”

“Hum? Masih belum terselesaikan?”

“Kalau begitu, bukannya kau jadi orang pertama yang diberitahu tentang hal itu?”

“Itu benar, tapi———. Ada apa dengan ini? Ariya.”

Ariya, yang berdiri di samping Sii, mengangkat kepalanya.

“Ya, Paduka.”

“Pergi dan beritahu para eksekutif penjaga untuk datang ke sini.”

Ariya meninggalkan ruangan sambil menundukkan kepalanya. Sementara itu terjadi, Sii terus menyeka darahku.

“Yujin······”

Sii terus membersihkan darah sambil berulang kali mengganti saputangan dengan ekspresi menangis di wajahnya. Tidak mungkin darah berhenti hanya dengan membersihkannya. Akhirnya, Sii harus kehabisan saputangan saat dia sekarang memegang saputangan berisi darah di lukaku dan tidak lebih.  Earl Silver Lion menarik bahunya dan mengangkat tangannya seolah-olah dia akan menggunakan kemampuan pemanggilannya, tapi dia segera menggelengkan kepalanya dan mengambil sesuatu dari roknya.

“Putri angkat Mikatni!”

Earl Silver Lion melempar obat penyembuhan. Setelah hampir menghancurkan botol dalam proses menangkapnya dan hampir mematahkan leher botol saat mencoba membukanya, Sii mengoleskan obat itu di lenganku. Tangannya masih gemetar, kira-kira 1/3 obatnya jatuh ke lantai. Earl Silver Lion, yang telah berjalan ke sebelah kami dan mengawasi kami, mengertakkan gigi dengan kuat.

“Sialan! Kau nggak bisa mengaplikasikannya. Berikan padaku.”

Meskipun Sii telah mengecilkan bahunya lagi seolah-olah dia secara naluriah berusaha menolak, tindakan itu akhirnya membuat lebih banyak obat jatuh ke lantai. Setelah menyaksikannya, tampaknya dia memutuskan untuk mematuhi perintah Earl Silver Lion.  Earl Silver Lion menerima botol itu dan menuangkan isinya di atas tangannya. Sementara dia melakukan itu, Sii meraih pundak dan pergelangan tanganku dan dengan tegas menahannya dengan cara yang membuat lukanya terlihat jelas.

Obat yang digunakan oleh Earl Silver Lion melapisi luka yang Sii ungkapkan.

Cederanya dengan cepat sembuh. Earl Silver Lion mengulangi ucapan yang sama tidak menyenangkan.

“Gigit semua Dua Belas Jari.”

Dalam bahasa Korea, ungkapan itu berarti sesuatu yang mirip dengan ‘Bajingan’.

Aku menunduk.

“Terima kasih.”

“Berhenti bicara omong kosong dan bersihkan lantai.”

Alasan kenapa aku tidak bisa mengikuti perintah itu adalah karena Sii telah berlutut dan menghilangkan darah dengan menyekanya menggunakan lengan bajunya. Alih-alih mengatakan sesuatu lagi, Earl Silver Lion hanya mendecakkan lidahnya. Syukurlah, kami kemudian mendengar ketukan pintu.

“Masuk.”

Ariya dan dua orang yang memakai seragam memasuki ruangan.

NEKOTL

1gap

NEKOTL

Salah satu dari dua orang itu adalah seorang pria. Itu benar, seorang pria———pria ada di dunia ini juga. Dia lebih pendek dariku dengan beda yang sangat sedikit .Meskipun dia tampak berusia antara 50 dan 40 tahun, kalau kau mempertimbangkan fakta dia tampak seperti itu meskipun dia mengenakan seragam cokelat dengan benar dan juga bercukur, maka ada kemungkinan besar dia lebih tua. Daripada itu. Rambut pendeknya berwarna abu-abu, menyamai warna matanya. Retak di matanya, yang orang-orang di dunia ini ditakdirkan untuk memilikinya, berwarna hitam pekat. Tidak termasuk hal-hal itu, tidak ada hal lain yang istimewa baginya. Kesan yang dia berikan adalah redup.

Orang lainnya adalah Roroa. Meski wajahnya tampak senang saat dia melihatku, matanya segera menjadi lebar dan hidungnya terangkat. Dia telah mencium bau darahku.

Mata ketiga orang yang baru saja memasuki ruangan itu diarahkan pada Sii yang sedang berlutut di sisiku dan menyeka darah. Ariya segera bergerak untuk membantu Sii, tapi para penjaga tidak bisa melakukannya. Para penjaga yang ragu-ragu itu mengulurkan tangan mereka ke depan dalam bentuk enam jari dan memberi hormat.

“Halo, Paduka Earl. Saya adalah wakil kapten penjaga Kota Naga Air, Ryungste Bereji.”

“Halo, wan, Paduka Earl. Saya adalah asisten komisaris penjaga Kota Naga Air, Roroa Ara Harte, wan.”

Earl Silver Lion melambaikan tangannya dan mengesampingkan sapaan kalian.

“Yeah, kalian datang dengan baik. Aku ingin mengajukan pertanyaan tentang kasus penyerangan tersebut. Apa ada kemajuan dalam penyelidikan?”

Ryungste mengedipkan matanya. Dia mengeluarkan suara ‘uh—’ dan berbalik menghadap Roroa. Roroa melipat telinganya dengan perasaan malu.

“Wan······ maafkan saya. Tidak termasuk laporan yang saya berikan pada Paduka sebelumnya, tidak ada informasi baru yang ditemukan, wan.”

Sambil menyandarkan punggungnya ke mejanya, Earl Silver Lion mengetukkan jarinya ke bibirnya. Tap, lalu tap.

“Rasanya kira-kira 1 minggu telah berlalu.”

Ketukan lain.

“Kurasa seperti 1 minggu telah berlalu.”

Earl Silver Lion berdiri dengan benar.

“Beri aku ringkasan situasi. Bajingan seperti tulang anjing yang memasuki kastil Nona muda ini. Mereka memakai topeng, mereka mengenakan seragam pelayan, dan mereka meletakkan tangan mereka pada barang milik Nona muda ini. Namun, apa kalian bilang padaku bahwa kalian, orang-orang yang bertanggung jawab atas ketertiban umum kota dan keamanan benteng ini, tidak bisa memperoleh informasi baru sekalipun telah melakukan upaya kolektif selama lebih dari seminggu?”

“Maafkan saya, Paduka.”

“Saya tidak punya apapun untuk dikatakan, wan, Paduka.”

Kedua eksekutif penjaga menundukkan kepala mereka.  Earl Silver Lion menyipitkan matanya.

“Bagaimana dengan Sophna?”

Sebuah keheningan yang tidak menyenangkan. Roroa menanggapi kali ini juga.

“Sebuah laporan telah diberikan padanya, wan, tapi nampaknya Nona Sophna tidak memiliki kata-kata tertentu untuk dikatakan······”

“Apa dia berhibernasi?”

“Tampaknya tidak begitu······ makanan dan catatan yang ditinggalkan di keranjang hilang. Ada respon juga. Sir Yudia juga pernah mengunjungi Nona Sophna beberapa kali. Namun, seperti Paduka ketahui, periode ini adalah······.”

“Ya, mungkin karena sumber air utama. Tapi tetap saja, sialan, ada penyerang di kastil namun dia bahkan tidak muncul dari kamarnya untuk melihat-lihat? Wanita tua bajingan sialan itu.”

“Wan, Nona Sophna kemungkinan besar bukan tidak peduli, wan.” Roroa berbicara dengan hati-hati. “aya percaya bahwa dia menggerakkan jaringan informasinya dengan caranya sendiri. Apakah dia bukan penyihir? Kemungkinan besar dia butuh waktu untuk berkonsentrasi, wan.”

Earl Silver Lion menatap Roroa.

“Kau tidak perlu membuat alasan untuknya.”

“Wan······ maaf, Paduka. Saya hanya······.”

“Tidak masalah. Kesampingkan bajingan yang mengurung dri di kamarnya dan mengisap madu. Beruntung baginya, saat ini adalah saat dimana dia bisa menggunakan sumber air utama sebagai alasan. Namun, meski mengabaikan wanita tua itu, satu minggu. Aku mengatakannya sebelumnya tapi sudah seminggu. Apa kalian bilang kalian sama sekali tidak menghasilkan kemajuan selama waktu itu? Kenapa kau menerima gaji?”

Jika aku meninggalkannya seperti ini, maka dia akan mengomeli mereka untuk waktu yang lama.

“Earl.”

“Ang? Ada apa, Tn. Yujin?”

Earl Silver Lion berpaling ke arahku sambil memperjelas bahwa dia dalam suasana hati yang buruk.

Meskipun aku ingin bertanya apakah dia masih anak kecil, mengingat kejadian yang terjadi sebelumnya, dia benar-benar seorang anak kecil.

“Para pelayan dan aku menonton. Orang-orang itu mungkin memiliki martabat mereka sendiri.”

“Martabat? Maaartaaaabaaat? Kalau  mereka khawatir dengan hal itu, maka mereka harus memenuhi tanggung jawab mereka. Bermartabat padahal mereka tidak mampu menjalankan tugasnya? Itu tidak masuk akal seperti kelinci-babi berjungkir balik.”

“Meski begitu, kau seharusnya tidak menangani hal-hal seperti ini. Bukankah kau sedang melakukan kampanye Earl Silver Lion 2.0?”

“Aaaaku melakukan sesuatu yang begituan itu karena pidato Tn. Seseorang tertentu.”

“Paduka Earl adalah orang yang senang menerima tepuk tangan yang luar biasa?”

“Mungkin itu masalaaaaahnya, tapi, tidaktidak, kesampingkan leluconnya dan seriuslah. Tn. Yujin, ini masalah parah, lho? Aku sudah bilang sebelumnya, tapi potongan sampah berkeliaran di sekitar kastilku. Bagi orang-orang yang diserang seperti Tn. Yujin dan putri angkat Mikatni, mengabaikannya ——— secara aktual, itu bukan sesuatu yang bisa diabaikan———. Aku juga bisa diserang. Di dalam kastilku sendiri! Fakta mereka tidak bisa mencegah hal itu terjadi, tidak bisa menemukan potongan-potongan sampah itu, dan tidak bisa memperoleh informasi baru, Tn. Yujin, kenapa aku harus memberi gaji kepada orang-orang ini?”

Berbeda dengan kata-kata kasarnya, logika penguasa, yang kata-katanya mulai terbentuk, sangat tegas. Aku berbicara seolah aku berusaha menenangkannya.

“Kalau kau bisa membuat mereka bekerja sampai tingkat yang sesuai dengan jumlah gaji yang mereka terima dengan mengunyahnya seperti itu, maka silakan saja. Tapi bukan begitu, kan? Kalau ada masalah maka periksalah dan selesaikan bersama-sama.”

Earl Silver Lion mengerang. Dia menggaruk bagian belakang kepalanya beberapa kali sebelum benar-benar cemberut.

“Sialan, kalau kau duah mendapatkan fragmen kehidupan dari salah satu mereka dengan mencakar mereka atau menempel di kepala mereka, maka ini akan berakhir dengan rapi.”

“Membuat korban bertanggung jawab adalah hal yang mudah dilakukan, dan kalau ada sesuatu yang mudah, maka biasanya berarti itu bukan jawabannya.”

“InyaInya, aku sudah mengerti, Sarjana Yujin.” Dia beralih untuk berbicara dalam bahasa dunia ini dan melanjutkan. “Biarlah, tidak masalah. Baiklah———mari selesaikan. Ryungste, Roroa. Beri aku laporan tentang kemajuan penyelidikanmu.”

Dua eksekutif penjaga, yang membuat wajah yang tampak seperti berada di dalam bak mandi kutu sementara Earl dan aku berbicara dalam bahasa Korea, dengan cepat mengangkat kepala mereka.

“Ehem, ah, eh, Nona Roroa?”

“Ya, seperti yang telah saya laporkan sebelumnya, kami memulai dengan mengumpulkan informasi untuk memahami situasi ini. Wan, kami kemudian, atas dasar informasi yang kami terima, mendapatkan garis pokok untuk penyelidikan ini, wan. Setelah itu, kami segera melakukan penyidikan, tapi kami tidak bisa mendapatkan apapun yang konkret, wan.”

“Kalau begitu itu berarti garis pokokmu salah. Atau itu berarti metode investigasimulah yang salah. Pernahkah kau berpikir untuk melakukan penyelidikan dengan Yujin?”

Tanya Earl Silver Lion. Kali ini juga, Ryungste hanya berdeham dan terus mengedipkan matanya, tapi Roroa menjawab dengan cepat.

“Kami tidak memikirkannya, wan.”

Respon cepat itu sepertinya telah merusak suasana hati Earl Silver Lion.

“Kenapa?”

“······Penyelidikan adalah tugas yang diperuntukkan bagi para profesional, wan. Ini bukan masalah kecerdasan, melainkan sesuatu yang lebih mendasar dari itu. Ini masalah apakah individu itu bisa dipercaya atau tidak, wan.”

Itu kecil, tapi Sii dengan jelas mengecilkan bahunya kembali. Mengingat bidang pandangnya, Earl Silver Lion seharusnya tidak dapat melihatnya, tapi dia melipat tangannya.

“Aku percaya padanya. Aku  cukup yakin bahwa, sebagai individu yang telah menerima piala kedua belas dari Padukanya, Nona muda ini telah menganugerahi Yujin gelar pengawal.”

“Paduka, di antara kuda-kuda yang sedang dibesarkan di Kerajaan Dua Belas Cabang Duniawi, ada seekor kuda yang telah menerima gelar marquis, wan. Namun, bukan berarti kuda itu diperlakukan seperti bangsawan, kan, wan?”

Tampaknya Ryungste pasti merasa seolah cacing menggeliat-geliat melalui pembuluh darahnya. Roroa tidak terdorong mundur bahkan saat berbicara dengan tuannya, jadi wajar bila atasannya, yang berada di ruangan yang sama dengan bawahannya itu, akan merasakan hal seperti itu. Namun, tampaknya penguasa sihir gila telah menjadi berkepala dingin dalam penyelesaiannya.

“Perbandingannya berakhir dengan menjadi berisiko dalam banyak peristiwa, tapi sepertinya tidak demikian kalau yang sebenarnya adalah memberi perbandingan itu. Bukankah begitu, Nona ‘Kesatria Anjing Keadilan (?? ?,Kuros’ rixia ) ‘?”

Roroa berkedut. Sambil menahan kedua tangannya terlipat, Earl Silver Lion berbicara dengan sinis.

“Itu benar, apa kau tetap berhubungan dengan sponsormu itu? Aku tidak akan terkejut kalau ternyata kalian berdua bertukar novel erotis, tapi aku ingin kalau kau menghindari hal itu. Pelayanan pos tidak dibuat untuk tujuan itu.”

“······Kesetian saya adalah terhadap Paduka, wan.”

“Sangat aneh bila orang yang menerima gelar dan pengamatan dari orang lain adalah orang yang mengatakannya.”

“Saya······ Wan, Pangeran Orange Hawk telah melamar Paduka, jadi······.”

“Lamaran itu, Nona muda ini tidak pernah menerimanya.”

Hening.

“Bahkan seandainya aku telah menerimanya. Pangeran Orange Hawk bukanlah Nona muda ini. Kota ini adalah kota Nona muda ini, Kesatria Anjing Keadilan. Apa kau lupa berkt siapa kau bisa mengenakan seragam itu walaupun Taring Pedang?”

“······Saya belum lupa, wan.”

“Kalau kau tidak lupa, kalau begitu———.”

“Fakta bahwa saya bisa mengenakan seragam ini,” Roroa berbicara sambil membususngkan dadanya. “adalah berkat Ahyeon, wan.”

Keheningan yang terasa seolah-olah kematian itu sendiri telah mengalir melalui ruangan.

“Kau,”

Earl Silver Lion melanjutkan.

“Aku bisa langsung mencabikmu sekarang ini juga.”

Earl Silver Lion mendeklarasikan———.

“Aku bisa merobek telinga itu, merobek matamu, dan mengikat tubuh itu, yang tidak sampai 1 meter, ke katrol dan merentangkanmu sampai kau setinggi keadaan Menghunusmu. Aku bisa membuatnya sehingga organ salam dan tulang-tulangmu meledak seperti kapas di dalam boneka beruang saat tungkai kecilmu dicabik.”

Suara yang meleleh menembus kulit seperti asam klorida dan meresap ke tulang.

“Bisakah kau memberi tahuku alasan mengapa Nona muda ini tidak harus melakukannya?”

“Paduka·····”.

Roroa menatap Earl seolah-olah dia memohon.

“Paduka, saya juga lahir di kota ini dan saya sangat menghargai kota ini, wan. Kesetiaan saya tulus terhadap Paduka.”

“Betapa indahnya. Meskipun aku tidak berpikir itu jawaban atas pertanyaanku.”

“Terhadap personil militer yang tulus dan setia itu······ penjaga itu, tidak mungkin Paduka Earl akan mengeksekusinya tanpa alasan, wan. Karena Paduka, adil, wan.”

Earl Silver Lion mengepalkan tinjunya dan membukanya.

Dia berbicara.

“Jangan pernah mengatakan nama orang itu saat kau berada di hadapanku lagi.”

Roroa menatap Earl dengan mata sedih. Earl Silver Lion melanjutkan.

“Mari kembali ke topik sebelumnya. Berapa banyak orang yang ditugaskan untuk tugas ini?”

“Lima orang ditugaskan, wan.”

Earl Silver Lion menutup mulutnya dan terdiam beberapa saat. Tak lama kemudian, dia mendongak ke langit-langit.

“Itu 1% dari para penjaga. Potongan-potongan sampah keluar masuk kastil dan kau Cuma menugaskan orang sebanyak itu? Personil militer yang setia dan tulus, apakah aku tidak menyebut dirimu penjaga? Apa pendapatmu tentang ini, wakil kapten, asisten komisaris, Kesatria Anjing Keadilan?”

“Uh······ Saya, saya mempercayakan kasus······ ini kepada Nona Roroa, sambil······ mempercayainya sepenuhnya.”

Ryungste tergagap. Roroa membuat wajah tegang.

“Paduka, kami sama sekali tidak memperlakukan kastil Paduka Earl dengan lalai, wan. Ini peraturannya. Hal-hal penting ——— ada hal yang lebih penting, wan. Tidakkah Paduka tahu·····?”

“Ada hal-hal yang lebih penting? Ah ha, apa kau bilang ada yang lebih penting daripada fakta penyusup telah memasuki kastil tuannya, Kesatria Anjing Keadilan?”

“Ya, itu air, wan!”

Earl Silver Lion berhenti sejenak. Roroa membuat ekspresi memohon sekali lagi.

“Paduka menyedarinya, kan?! Aliran dari sumber air pusat······ meskipun itu adalah sesuatu yang selalu terjadi pada waktu-waktu ini······ sengketa terjadi setiap hari ——— sebelumnya bahkan ada mayat yang jatuh ke jalur air, wan. Ditambah itu, ada persiapan untuk arena······ Paduka harusnya sadar bahwa selama ini, jumlah tamu meningkat dua sampai empat kali lipat dari jumlah rata-rata, wan. Baru dua hari yang lalu, sekelompok petualang, yang dikatakan berasal dari wilayah Earl Cat, melambaikan pedang mereka ke jantung kota dan menyebabkan sebuah kegaduhan, wan······ faktanya tenaga kerja kami akan lebih banyak dipindahkan sementara······ Paduka.

Roroa hampir menangis. Tubuhnya yang kecil seperti anjing juga memberi banyak bobot pada permohonannya.

“Ada penjaga yang ditempatkan di kastil ini setiap saat, wan. Kepala Pengikut Nona Sophna, Nona Zia, dan tentu saja, Paduka Earl tinggal di kastil ini juga, wan. Namun, kami tidak pergi keluar dari kastil ini, ke kota. Karena mereka adalah warga negara kita yang baik, kita tidak memiliki ketertiban umum luar biasa yang memungkinkan orang dan tamu kita merasa nyaman, wan. Dalam keadaan ini, untuk menghargai kota ini dan warga negara, untuk melakukan apa yang dapat saya lakukan sebagai eksekutif penjaga, untuk memutuskan di mana lebih banyak prajurit akan ditempatkan······.”

Roroa tidak bisa berbicara lebih jauh. Garis pandang semua orang di ruangan diarahkan pada gadis yang telah menutup mulutnya dan melipat telinganya. Ariya-lah satu-satunya yang memiliki tatapan dingin.

Earl Silver Lion berbicara.

“Jadi, dengan kata lain, alih-alih menyanjung Nona muda ini, kau memutuskan untuk melakukan apa yang kau bisa sebagai eksekutif penjaga.”

“Saya percaya bahwa Paduka Earl menginginkan hal yang sama······.”

“Diam.”

Roroa tersentak. Earl Silver Lion berbicara dengan dingin.

“Baiklah. Katakanlah kata-katamu benar. Meski begitu, bukankah itu berarti menugaskan lima orang, hasilnya nol? Hasil yang berbeda mungkin terjadi kalau kau telah menugaskan sepuluh atau dua puluh orang. Atau kau bisa saja hanya menugaskan satu orang dan mengirim empat lainnya untuk melakukan sesuatu yang lain! Pada akhirnya, karena kau telah memutuskan untuk memilih lima orang, sebuah angka yang bahkan tidak ada di sana sini, itu menjadi tidak lebih dari sekedar pemborosan. Apakah Nona muda ini mengatakan sesuatu yang salah?”

“Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan······.”

“Kalau begitu diamlah! Kenapa kau bertindak sombong dan mencoba membantah!?”

Roroa menenggelamkan kepalanya. Aku angkat bicara.

“Puas?”

Earl Silver Lion berpaling ke arahku dengan mata penuh dengan gangguan.

“Yessyess. Setelah menginjak-injak bawahan yang banyak omong dengan wewenangku, aku merasa sangatsangatsangatsangatsangat senang. Apakah tidak masalah, Tn. Yujin? Atau apa kau juga ingin aku melakukan hal yang sama padamu?”

Aku berpaling ke arah Roroa. Meski atasannya adalah Ryungste, sudah jelas siapa yang melakukan pekerjaan sebenarnya.

“Roroa.”

“······Wan, ya?”

“Sebagai permulaan, masalah mengenai pengiriman pasukan, Earl Silver Lion mungkin telah mengatakannya, tapi aku yakin kau melakukannya dengan baik. Aku merasa ada sedikit insiden daripada yang kuduga saat aku membantu Earl Silver Lion dengan pekerjaannya di kantor ini.”

“······Ah······.”

Roroa mendongak padaku ragu-ragu. Aku mengabaikan dengkuran tak senang dari Earl Silver Lion di belakangku dan menyesuaikan kacamataku.

“Dan fakta kau tidak meminta bantuanku······ dalam hal itu, aku mengerti alasanmu. Namun, tidak begitu berlebihan ketika kau mengatakan bahwa kau tidak bisa mempercayai seseorang tanpa penilaian terlebih dahulu. Bukan karena Earl Silver Lion mempercayaiku dan bukan karena Earl telah menganugerahiku gelar pengawal. Lihat aku dengan matamu.”

“······Wan.”

“Aku akan membantumu. Mari selidiki bersama.”

“Paham, wan.”

Roroa mengangguk. Aku mengembalikan anggukannya.

“Bagaimanapun, tidak apa-apa. Apa kau kira-kira menyelidiki semuanya? Ariya telah menendang salah satu dari dua orang itu di wajah. Tidak ada yang terluka di wajah mereka?”

“Wan. Cidera bisa disembuhkan dengan obat atau sihir, wan. Itu sebabnya aku sudah mengecualikannya sejak awal.”

Yah, bahkan aku, yang telah merobek dagingku sendiri tadi, sudah sembuh dengan sempurna sekarang. Kukira ini adalah sesuatu yang tidak nyaman saat berada di dunia sihir.

“Bagaimana dengan pemeriksaan latar belakang orang-orang di dalam kastil?”

“Tentu saja, aku melewatinya, tapi, wan. Karena kami yakin dalam garis yang bisa kami konfirmasikan······.”

“Di dalam garis yang bisa kau konfirmasikan?”

“Itu adalah······”.

Roroa melirik Earl Silver Lion. Earl Silver Lion menghela napas.

“Ada saat ketika aku telah memecat banyak orang yang bekerja di kastil ini sekaligus.”

Aku merasa sudah pernah mendengarnya dari Sii sebelumnya. Kalau aku memberikan tanggapan ini, mungkin aku akan menerima ‘Ah, maka kurasa kau bisa mendengar sisanya dari anak angkat Mikatni’ sebagai jawaban.

Bagaimanapun, meski aku menerima respon itu.

“Kurasa sudah pernah mendengarnya dari Sii sebelumnya.”

“Ah, maka kurasa kau bisa mendengar sisanya dari anak angkat Mikatni.”

Seperti yang telah kuperkirakan, Earl Silver Lion memberi jawaban itu. Namun, dia segera membuka matanya lebar-lebar.

“Paduka······.”

Sii berlutut dan membungkukkan kepalanya.

Jika dia mencoba menghindarinya, maka masalahnya akan tetap tinggal di tempat itu. Hal yang harus dilakukan jelas akan berubah. Aku telah menginformasikan Sii tentang fakta ini dan kalau ini akhirnya terjadi di masa depan, maka aku menyuruhnya untuk secara aktif mengajukan banding atas keberadaannya sendiri dan menurunkan kepalanya. Meski proses membujuknya tidak mudah, Sii adalah seorang gadis yang baik.

Selanjutnya, karena Earl Silver Lion——— Earl Lion Silver juga.

Earl Silver Lion, yang menatap darahku yang melumuri lengan Sii, menekan tangannya ke keningnya.

“······Sialan. Aku mempekerjakan banyak anak yatim piatu. Aku juga membeli beberapa budak. Secara umum, aku telah mempekerjakan mereka untuk membebaskan orang miskin, tapi alasan sebenarnya karena aku ingin mengambil mereka sendiri. Kau tahu, seperti membeli buah dari bagian buah dan sayur di supermarket. Karena itu apel yang ksu pilih sendiri, rasanya aman. Perasaan seperti itu, kau tahu? Kasus seperti anak angkat Mikatni adalah pengecualian di antara pengecualian.”

Apakah dia menggunakan supermarket sebagai perbandingan? Pass. Fakta mereka berada di bagian buah dan sayuran berarti tidak peduli berapa banyak yang ada, mereka langsung melewati tangan orang-orang supermarket setidaknya sekali. Pass. Manusia bukanlah apel. Pass. Semua orang harus tahu, jadi dia seharusnya menyesali hal itu sekarang.

Kesimpulan.

“Jadi kau bilang ada pelayan yang tidak memiliki informasi mengenai apa yang mereka lakukan sebelum bekerja di sini?”

“YaYaYa. Saat itu, Nona muda ini sangat mengalami pengalaman parah la petite mort, gejala chuunibyou, dan fase menghitam. Itu menyegarkan untuk akhirnya bisa mendapatkan ini di dadaku. Apa kau punya pertanyaan lagi? Tanyakanlah. Aku akan menjawab semuanya saat aku melakukannya.”

“Kalau begitu, lalu Earl, ini tentang cara berbicaramu dalam bahasa du———.”

“Aku akan membunuhmu.”

Mm.

“Aku akan membunuhmu, Tn. Yujin. Kubilang, aku sungguuuuh akan membunuhmu. Kalau kau mengerti, maka kau tidak boleh mengibaskan bibirmu tentang topik ini sedikit pun, oke? Apa kau mengerti?”

Wajah ketus Earl Silver Lion bewarna merah, sesuatu yang jarang terjadi.

Seperti yang kupikir, seharusnya aku tidak membuat bantahan. Tapi bagiku untuk tidak membuat bantahan······ dialah orang yang menyuruhku untuk bertanya apapun······.

Tidak. Seperti kubilang, bukan saatnya untuk ini.

Aku berpaling ke arah Roroa.

“Jadi saat ini kau sedang menemui jalan buntu?”

“······Ya, itu benar.”

“Kalau begitu itu berarti tidak ada yang akan muncul meski kau diberi lebih banyak waktu. Hal yang sama juga akan berlaku kalau lebih banyak personil ditugaskan untuk kasus ini.”

Ryungste, yang baru saja mendengarkan kami sepanjang waktu, berdeham.

“Ehem! Sir Makhluk Dunia Lain······ Paduka Earl. Kurasa seolah-olah kesimpulan itu sedikit tergesa-gesa. Penjagaku kompeten. Mereka cukup berbakat bagiku untuk percaya pada mereka semua. Eh, kalau kau memberi lebih banyak waktu, maka.”

Meskipun dia mungkin diam sampai sekarang karena dia tidak dapat menemukan kesempatan untuk berbicara, tidak perlu dikatakan waktu dan tempat ini benar-benar hal terburuk baginya sekarang.  Earl Silver Lion mengangkat satu mata.

“Oho. Berapa banyak waktu tambahan yang kau butuhkan?”

“Uh, itu.”

“1 minggu? 10 hari? Apa itu cukup? Apa kau kemudian bisa menawarkan omong kosong yang punya sedikit nilai lebih dari sekadar omong kosong yang kau tawarkan kepadaku hari ini?”

“P-Paduka. Investigasi adalah, uh, air kadang-kadang dialirkan ke ladang sekaligus, tapi jika air itu tidak dialirkan, maka lading tidak diairi, karena seperti itu, saya percaya dengan pendapat profesional saya.”

Keringat menutupi kening Ryungste yang berkerut. Meski nampaknya disebut sebagai sinonim untuk Neraka saat ini, sebagai orang yang lahir dari negara yang pernah disebut negara orang sopan di Timur, Korea, ini adalah penyalahgunaan yang kuno sehingga aku tidak membutakan mata.

“Earl, itu sudah cukup.” Aku melirik Earl Silver Lion yang kemudian mendecakkan lidahnya sebelum bergeser untuk berbicara dalam bahasa dunia ini dan melanjutkan.”Ada kemungkinan titik balik tiba-tiba akan menghampiri kita. Namun, itu benar-benar sesuatu yang harus kita jalani. Contohnya adalah akan ada serangan baru yang terjadi.”

“Wow. Serangan baru, kah? Itu adalah kejadian yang tidak pernah diharapkan Nona muda ini. Karena fakta 4 tahun telah berlalu, aku merasa seperti pendinginan pada kemampuan menembak massalku telah berakhir. Kalau sesuatu seperti itu terjadi sekali lagi, maka mulai dari kepala nggak guna dari eksekutif penjaga———.”

“Earl, itu sudah cukup.” Aku melirik Earl Silver Lion yang kemudian mendecakkan lidahnya sebelum bergeser untuk berbicara dalam bahasa dunia ini dan melanjutkan.”Variabel tambahan diperlukan. Daripada menunggu, kita akan hadi orang yang menyuntikkan sebuah variabel. Karena penyelidikan yang dilakukan oleh para penjaga tidak cukup, kita akan menggunakan sesuatu di luar itu. Meskipun penyelidikan sihir oleh orang yang disebut Sophna dianggap akan menjadi contoh yang bagus, karena tidak pasti apakah mereka benar-benar melakukannya atau tidak dan karena tidak ada janji yang dibuat, Earl.”

“Bicara.”

“Apa yang terjadi kalau kau menyederhanakan serangan yang terjadi padaku dan Sii?”

“Mereka berani menempatkan kaki kotor mereka di kastil Nona muda ini dan dengan sembarangan mengulurkan tangan ke arah barang milik Nona muda ini dan———”

“Kalau kau lebih menyederhanakannya?”

“Kelompok perampok misterius. Kenapa hal ini terjadi?”

“Kau,” aku mulai berbicara dalam bahasa Korea. “Aku mengacu bagaimana kau punya hubungan dengan aliansi kelompok perampok itu.”

Earl Silver Lion mengerutkan alisnya. Dia segera membuka matanya lebar-lebar.

Sambil melihat pemahaman itu menyebar di wajahnya, aku melanjutkan.

“Ular pasti tahu yang terbaik tentang jalan ular. Ini adalah adegan yang sering terjadi dalam jenis investigasi kejahatan dalam pertunjukan dan novel, kan?”

“Tn. Yujin ~~!”

Senyuman lebar muncul di bibir Earl Silver Lion. Dia tiba-tiba menarikku ke pelukan dan menghantamkan kepalanya ke bahuku seolah-olah dia sedang menyundulku.

“Ah hah ha, Tn. Yujin! Tn. Yujin! Dasar makhluk menggemaskan! Kau seperti sekantong trik!”

“Earl, semua orang menonton.”

“Aang? Terus? Biarin  mereka menontton, aku sedikit sibuk memelukmu! Ah hah ha, itu benar! Black Dragon Street! Kita bisa mendapatkan informasi baru kalau kita meminta Black Dragon Street!”

“Yeah, kirim Zia. Dia tampak sibuk, tapi dia bisa meluangkan waktu, kan?S aya keluar dari basement juga dan dengan kasar belajar bagaimana berbicara dalam bahasa dunia ini sehingga aku bisa pergi bersama······.”

“Tidak! Ada metode yang lebih sederhana.” Sambil melakukan merogoh saku roknya, Earl Silver Lion beralih untuk berbicara dalam bahasa dunia ini.”Semuanya, terutama kau, Kesatria Anjing Keadilan. Keadaan Menghunus. Yah, kalau itu tidak cukup, maka aku akan memanggil Zia juga jadi jangan khawatir.”

Item yang dikeluarkan Earl Silver Lion dari sakunya adalah sebuah cincin kecil. Cincin itu terbuat dari bahan yang mirip dengan perak dan ada lencana mirip kambing terukir di sisi bagian dalam cincin.

Kerlip.

Pada saat yang sama seperti saat kuku Earl Silver Lion di kelingking merah di tangan kanannya diwarnai warna hitam, seorang pria lajang muncul di ruangan itu.

Seorang pria yang menumbuhkan jenggot dalam bentuk garis yang membentang dari bawah bibir ke dagunya. Umurnya kira-kira berusia tiga puluhan. Rambut yang diikatnya dengan tegas di belakang kepalanya adalah bentuk ekor kuda yang menjulang sampai ke lututnya. Dia memiliki mata yang berwarna kuning seperti bulan. Retak di pupilnya yang berwarna abu-abu. Meskipun penampilan keseluruhannya rapi, pakaiannya yang terbuat dari kulit tampak seolah-olah milik penjahat dan matanya yang ujungnya terangkat adalah milik seorang pencuri.

Dengan tangannya di pinggulnya, Earl Silver Lion berbicara.

“Selamat datang, Tn. Borg Edentras.”

Aku pernah mendengar nama itu sebelumnya.

Aliansi mucikari dan penjahat yang melakukan segala macam kegiatan ilegal, pencurian, dan perampokan. Salah satu dari 12 faksi dunia, ‘Black Dragon Street’. Manajer cabang Kota Kurungan, Borg Edentras dengan ragu mundur selangkah.

NEKOTL

1gap

NEKOTL

Semua orang di ruangan itu secara instingtif memasuki posisi pertempuran.Terutama Roroa, yang telah memasuki transformasi unik ‘menghhunusnya’ ke Taring Pedang, seperti yang diperintahkan Earl Silver Lion. Dia berada dalam keadaan seperti monster yang sangat berbeda dari bentuk aslinya sebagai gadis kecil.

“Paduka! Apa ini!?”

Dengan suara serak yang sesuai dengan keadaan transformasinya, Roroa menggeram. Earl Silver Lion membuat tanda damai dengan jarinya.

“Apa yang kau maksud apa ini? Aku memanggil Tn. Borg.”

Respon itu tak mampu meringankan kegelisahan Roroa. Sejujurnya, itu juga sama untukku. Pemandangan penguasa sebuah kota yang melakukan pertukaran dengan tuan tertinggi dari kelompok penjahat yang tinggal di kota yang sama, tidak masalah untuk menunjukkan hal ini kepada orang lain? Mungkin mau itu untuk Sii, Ariya, dan aku sendiri, tapi bahkan para penjaga?  Earl Silver Lion mungkin tidak melakukan ini tanpa berpikir······.

·····kan?
Saat aku melihat Earl dengan mata ragu, tampaknya Borg telah memahami situasinya. Tentu saja, jika dia tidak mampu melakukan hal seperti itu, maka tidak mungkin baginya untuk berdiri di posisi itu. Dengan gerakan yang terasa lebih mirip ular daripada kalajengking, dia memeriksa orang-orang yang berkumpul di kantor dan berbicara kepada Earl Silver Lion.

“Kenapa aku dipanggil?”

“Kata-kata itu cukup aneh. Nona muda ini adalah penguasa Kota Naga Air ini. Untuk saat ini, Tn. Borg, kau tinggal di kota ini. Apa ada masalah kalau Nona muda ini, sang tuan kota ini, memanggilmu?”

“Kalau kau membutuhkanku, Kau bisa saja menghubunguku sambil menjalani prosedur yang benar!”

“Sepertinya kau pasti sudah lupa aku benci membuang-buang waktu. Singkirkan dulu pendapatnya, mari kita ke pokok pembicaraan.”

“Pendapat? Ini hal pen———.”

“Singkirkan omongan sampinganmu.” Earl Silver Lion memiringkan kepalanya. ”mari kita ke pokok pembicaraan.”

Borg goyah. Mirip dengan dugaanku dan memberi Zia potongan saran menurut perkiraannya, dia lemah terhadap orang-orang yang dia anggap lebih kuat dari dirinya sendiri. Meski dia mengertakkan gigi, itu hanya sebuah perjuangan yang datang dari ketidaksabarannya.

“······Apa maksudmu dengan pokok pembicaraan?”

“Tn. Borg, kau tidak menepati janjimu.”

“Janji? Janji apa?

“Apa kau akan membuatku mengatakannya sendiri?”

Suara Earl Silver Lion merendah. Borg melihat ke sekeliling ruangan sekali lagi sebelum menahan napas.

“Eh, kalau itu tentang kejadian sebelumnya, maka aku ingat aku telah menanganinya dengan benar······.”

“Kau sadar bahwa aku tidak mengacu pada itu, kan?”

Keringat mulai menutupi dahi Borg.

“Ya, Tuan. Mohon mengertilah. Aku bukan orang yang mahakuasa. Aku hanya·······”.

“Kau hanya seorang manajer cabang Black Dragon Street, kan? Namun, berkat itu, harusnya ada hal-hal yang bisa kau lakukan.” Earl Silver Lion menyeringai sambil menunjukkan giginya. “Seperti mengatur penyusup yang berani menyebabkan keributan saat berada di dalam kastil Nona muda ini!”

Borg membeku sepenuhnya.

“Penyusup?”

“Potongan sampah bertopeng. Beberapa karyawanku yang bekerja di kastil ini hampir cedera.”

Borg melihat ke sekeliling ruangan untuk ketiga kalinya. Dia berbicara dengan ekspresi ragu.

“Mm, aku bertanya untuk jaga-jaga, tapi······ di mana sekarang Kesatria Azure Rose sekarang?”

“Zia? Dia kemungkinan besar bermain dengan gurunya di arena sekarang. Dia mungkin salah paham bahwa dia melakukan pekerjaannya dengan bermain-main seperti itu. Itu adalah sesuatu yang selalu dilakukan Zia. Tapi kenapa kau menanyakan ini pada Nona muda ini? Nona muda ini berpikir jaringan informasimu——— dengan kata lain, Nona muda ini berpikir jaringan informasi Black Dragon Street lebih baik dari ini.”

Realisasi menyebar di wajah Borg dan menyingkirkan rasa takutnya.

Karena aku telah mengawasinya dengan hati-hati, aku memiliki pemahaman kasar tentang apa yang ada dalam pikirannya saat dia dipanggil dan sampai saat ini juga. Dia dipanggil oleh Earl Silver Lion tapi Zia tidak terlihat di mana-mana. Dia pasti mengira bahwa tindakan pengkhianatan Zia sebelumnya telah diungkap, jadi setelah Zia dibersihkan, dia telah diseret ke sini untuk disiksa selanjutnya. Namun, dia baru saja menyadari bahwa itu adalah kesalahpahaman. Jika aku mengatakannya dalam terminologi dunia ini, berarti 10 dari 12 kemungkinan bahwa ini adalah masalah. Seperti yang diharapkan, Borg berhenti berkeringat dan berbicara.

“Mm, yah. Aku perlu agak mempersempit fokusku dan berkonsentrasi······ Jadi, potongan-potongan sampah bertopeng, kan?”

“Tepat. Tn. Yujin——— deskripsikan topeng itu padanya.”

“Tidak perlu. Seperti yang Paduka katakan, jaringan informasi Black Dragon Street luar biasa. Mempersimpit  fokus dan konsentrasiku. Seperti yang telah kukatakan. Aku sudah mengerti insiden penyerangan yang terjadi di dalam kastil.”

Karena dia telah mendapatkan ketenangannya, dia bersikap santai. Earl Silver Lion memperjelas dia tidak menyukai sikapnya itu.

“Jadi kau berani mengoceh bahwa kau telah menanam mata-mata di kastil ini.”

“Mm, aku sadar Paduka ingin membuat area yang jelas dari para bajingan. AKu juga menyadari obsesimu terhadap senjata.” Borg memperbaiki tingkah lakunya dan melirik Ariya dan Sii. “Namun, itu tidak mungkin. ‘Semua orang bisa menjadi Naga HitamBlack Dragon, dan Naga Hitam adalah semua orang.’ Paduka menyadari ungkapan ini, kan?”

“Yah, terserah. Terlepas dari slogan lusuh itu, bahkan Nona muda ini pun tidak memiliki cukup waktu luang untuk meluangkan waktunya melakukan sesuatu yang tidak mungkin. Kembali pada janji yang telah kusebutkan pertama kali, Nona muda ini dengan jelas membuat pernyataan kepadamu di masa lalu. Jangan terlalu berlebihan, kelola orang-orangmu dengan pasti, jangan biarkan potongan sampah lain berakar di sini, dan dengan melakukan hal-hal ini, Nona muda ini telah berjanji bahwa pengawalnya ——— termasuk kedua eksekutif di sini ——— akan diam-diam membiarkan keberadaan pencuri, pembunuh, dan sampah lainnya yang tidak ada bandingannya seperti dirimu sendiri. Apa kau ingat?”

Ekspresi Borg menjadi kaku.

Apa ini?

Itu adalah kekakuan yang begitu berlebihan sehingga membuat seseorang mempertanyakannya secara otomatis. Jika sedikit perubahan tingkah laku dan ekspresinya barusan hanya bisa disadari olehku, maka sekarang ini adalah sesuatu yang cukup besar untuk disadari oleh siapapun. Ryungste, Roroa, Sii, Ariya, dan bahkan Earl Silver Lion, mereka semua melihat kekacauan yang muncul di wajah Borg dan menatapnya dengan heran.

Borg bergumam.

“Sudah lama sekali sejak aku terakhir kali mendengarnya.”

Ekspresi Earl Silver Lion menjadi kaku saat ini.

Seperti yang diharapkan, ini agak terlalu besar untuk dilewatkan.

Hening sebentar.

Earl Silver Lion menjauhkan tatapannya.

“······Tidak peduli berapa lama waktu berlalu, janji tersebut masih efektif. Seperti yang telah kujanjikan, Nona muda ini tidak main-main dengan kelompokmu bahkan setelah aku menjadi tuan di sini.”

“Itu sedikit berbeda dari apa yang kuingat. Riol Naricpitor pernah menjadi anggota Black Dragon Street.”

“Itu masuk dalam kategori amukan terus-menerus.”

“Itu, aku tidak bisa menyangkal.”

“Ya. Kalau kau mengecualikan pengecualian tersebut, maka Nona muda ini telah melakukan yang terbaik untuk memenuhi janji itu. Namun, tampaknya kau tidak bermaksud menepati janji itu sejak awal.”

“Bukan begitu.” Borg berdeham dan menyikat janggutnya yang telah tumbuh menjadi satu garis. “Aku sudah melakukan investigasi terhadap orang-orang itu. Mereka disebut Ex ‘parte (Menerjemahkan······ Pemakan LangitSky Eater?) .”

“Nama yang sangat mulia.”

“Seperti bagaimana kelompok macam ini, hal-hal yang mereka lakukan menyedihkan. Mereka adalah organisasi yang mengkhususkan diri dalam ‘serangan terselubung’.”

“Serangan terselubung? Bukan pembunuhan?”

“Mereka bilang organisasinya tidak mengambil nyawa. Sebagai gantinya, mereka adalah organisasi yang melakukan segala sesuatu di luar hal yang dapat dianggap berbahaya. Misalnya, mereka mengebiri tuan muda rumah tangga bangsawan tertentu, merobek wajah seorang bangsawan tertentu, dan membuat putri terhormat seorang bangsawan tertentu menjadi kecanduan narkoba ——— organisasi yang mengkhususkan diri dalam ‘meninggalkan bekas luka’. Tampaknya mereka membenci bangsawan dengan jumlah yang wajar.”

“Ah ha, aku bisa mengerti nama mereka, kalau begitu.”

“Mereka bukan bagian dari Black Dragon Street. Mereka adalah organisasi pendatang baru. Baru-baru ini, tampaknya mereka telah membangun pengaruhnya di daerah bangsawan SnakeUlar, CatKucing, dan Pig Babi.”

“Hm. Aku tidak mengerti kenapa orang-orang itu, yang tampaknya sangat bersenang-senang di perbatasan, akan menginjakkan kaki di sini.”

“Tempat ini juga perbatasan. Setiap daerah kekuasaan bangsawan adalah perbatasan.”

“Mm, Tn. Borg. Itu tidak penting, Tn. Borg. Jadi, tahukah kau dimana mereka?”

Borg membuka kedua tangannya.

“Dari sini, aku akan meminta biaya informasi.”

“Haruskah aku mengingatkanmu tentang janji itu?”

“Jujur saja, aku cuma mengatakan kepada Paduka ini secara gratis karena janji itu. Akan sangat diperdebatkan apakah aku akan melakukannya atau tidak jika bukan itu masalahnya.”

Borg berbicara seolah sedang menggerutu.  Earl Silver Lion, yang menatapnya untuk sementara waktu, berbalik untuk menatapku.

Inilah——— saatnya——— aku mengambil langkah maju.

“Kalau mereka bukan anggota Black Dragon Street, bukankah itu berarti kau harus memperdebatkan wilayah bisnismu?”

Borg memeriksaku dengan cermat.

“Hm······ kau itu.”

Jika dia cukup mampu mendapatkan informasi tentang penyerangan tersebut, maka dia juga pasti punya informasi tentangku. Earl mungkin juga tidak terlalu khusus mencoba menyembunyikanku.

Tepat saat aku hendak mengangguk, Borg terus berbicara.

“Orang dunia lain yang masokis.”

Aku menggelengkan kepala.

“Tidak.”

“Apa yang kau katakan tidak?”

“Aku bukan masokis, tapi aku memang orang dunia lain.”

“Hm, ada sesuatu yang harus kau ketahui, masokis, tapi aku melihat banyak masokis di bidang pekerjaanku. Dengan kata lain, itu berarti aku bisa mengenali seorang masokis begitu aku melihatnya. Jadi ketika aku melihatmu, kau itu masokis.”

“Bukan begitu. Mari kembali ke topik utama.”

“Nah, apa yang kau katakan itu benar. Janjiku dengan Paduka······ yah, aku juga harus menyimpannya, tapi lebih dari itu, memang benar bahkan Black Dragon Street pun tidak bisa memaafkan semacam organisasi tidak senonoh semacam itu. Ungkapan ‘Semua orang bisa menjadi Naga Hitam, dan Naga Hitam adalah semua orang’ juga berarti mereka seharusnya tidak punya pilihan lain selain Naga Hitam. Namun, kawan, jadi seperti itu, kalau kau mencoba mengatakan sesuatu seperti ‘Karena itu adalah sesuatu yang kau sukai dan kau akan melakukannya, maka itu berarti kau tidak butuh uang’ maka sebaiknya kau berhati-hati. Terutama kalau kau berada di depan anggota Black Dragon Street. Untuk tujuan apa kau pikir kami memutuskan untuk menjadi bagian dari Naga Hitam?”

Gaji kecil untuk bekerja dengan penuh semangat, menciptakan pencuri. Dunia ini juga tidak berbeda.

Aku berpaling ke Earl Silver Lion dan mengangkat bahu. Earl berbicara.

“Apa kau sudah selesai?”

“Itu argumen yang bagus sehingga aku tidak bisa membantah apapun.”

“Apakah kau bercanda, Tn. Yujin? Kapan pun aku mengatakan sesuatu, kau akan melakukan segala macam hal seperti menggigit seolah-olah kau itu anjing dan merobek dagingmu sendiri, tapi kau bilang kau akan dengan mudah menerima omong kosong si pencuri itu? Ini adalah sesuatu yang membutuhkan huku———.”

“Kalau kupikir-pikir, Earl, bukankah kau bilang akan memberiku gaji? Sudah hampir satu setengah bulan sejak aku———.”

“Tn. Borg. Berapa banyak yang kau inginkan?”

“Kalau kita sesuai dengan biaya rata-rata Black Dragon Street, maka 5000 vita per pertanyaan······ Tidak, tunggu. Karena aku, manajer cabang, datang ke sini secara pribadi, aku harus menerima lebih banyak lagi. 10000 vita.”

“Karena tuan di sinilah yang akan menerimamu, mari kita kecualikan itu. 3000.”

“Mari kita bertahan sampai 5000. Tunai.”

“Aku akan memberikannya kepadamu dengan cek. Kalau Nona muda ini memikirkannya, tidak apa untuk menggunakan cek.”

“Tapi uang tunai lebih nyaman······.”

Borg bergumam pada dirinya sendiri dan duduk. Rasanya seolah-olah aku melihat seorang pemilik restoran yang mulai khawatir dengan biaya tambahan yang akan dibawa ke perusahaan kartu kredit saat pelanggan yang kumpul-kumpul memberitahu pemilik bahwa kelompok mereka akan membayar makanan mereka dengan kartu kredit bisnis mereka······daripada terasa seperti itu, hal yang baru saja terjadi mungkin memang begitu.

Earl Silver Lion menatapku sekali lagi.

“5000 vita per pertanyaan. Tanya sebaik-baiknya.”

“Berapa banyak 5000 vita itu?”

Ketika aku mengatakan aku merasakan ekonomi dunia ini, sebenarnya aku bermaksud harga satu pedang yang dibuat baik. Itu rupanya harga yang kumampu dengan 1 bulan nilai gajiku sebagai pengawal. Bagaimanapu juga, Earl Silver Lion jelas punya standar sendiri.

“Huu ~? Kenapa kau tidak tahu harga yang bekerja di dunia ini saat kau berada di sini? Itu sekitar harga sepasang sepatuku.”

“Tapi kau tidak memakai sepatu.”

“Aku sangat jarang memakainya, apakah itu masalah?”

Kemudian, aku harus bertanya kepadanya tentang rasa ekonominya. Aku kembali ke arah Borg. Borg, yang telah menyaksikan Earl dan aku bercakap-cakap satu sama lain dengan minat di matanya, menegakkan postur tubuhnya.

Tunggu. Pikirkanlah sebentar. Alih-alih mengulangi kata-kata yang sama seperti yang biasa kulakukan, aku harus mengatakan ini semua dalam satu kalimat kompleks.

“Beritahu kami di mana orang-orang yang disebut Sky Eater, sekelompok orang yang telah memasuki kastil ini, menyerang Sii dan aku, dan dilawan oleh Ariya, saat berada di Kota Naga Air ini.”

Borg mengerutkan kening. Kalau aku meminta sesuatu dengan ‘Di mana mereka?’, maka aku mungkin akan mendapatkan ‘Aku tidak yakin siapa mereka itu, tapi kalau itu orang-orang itu, mungkin mereka ada di sana’ sebagai tanggapan. Kalau aku hanya mengatakan ‘Sky Eater’, maka tanggapannya seperti ‘Kubilang sebelumnya, tapi kau mungkin bisa menemukannya di tempat-tempat seperti wilayah kekuasaan dari Snake, Cat, atau Pig’, mungkin akan dikembalikan kepadaku. Meskipun aku ragu dia benar-benar hanya mencoba memberi tanggapan semacam ini dan pergi setelah mengambil uang itu, ternyata fakta aku memberinya pertanyaan yang tepat telah menghancurkan moodnya.

“Aku sadar sekitar dua minggu yang lalu, dua orang sudah memasuki kota ini. Karena mereka masih merupakan organisasi baru, tidak dapat dipungkiri bahwa gerakan mereka tetap tertahan. Namun, setelah itu, mereka menyembunyikan keberadaan mereka. Setelah mendengar tentang serangan yang terjadi di dalam kastil, aku memulai penyelidikanku sekali lagi tapi aku belum bisa mendapatkan lokasi mereka yang tepat. Aku akan menghubungimu begitu aku tahu.”

“Kalau begitu aku bisa memberimu uang pada saat itu.”

“Paduka, pernahkah kau dengar uang muka?”

“‘Keringat yang mengalir selama proses kerja adalah bayaran untuk pekerja yang agung.’ Rixco Chidorea.”

“Orang-orang seperti itulah yang membuat Black Dragon Street.”

Aku mengangguk padanya dari samping untuk menunjukkan padanya bahwa aku setuju dengannya.

NEKOTL

1gap

NEKOTL

“Lain kali, tolong jangan panggil aku ke sini seperti ini. Apakah Paduka mengunjungiku sendiri, mengirim seorang utusan, atau mengirim undangan, tidak ada banyak metode lain untuk membawaku kemari?”

Borg mengeluh. Setelah Earl Silver Lion membatalkan pemanggilannya dan mengirimnya kembali, dia berpaling untuk melirik orang-orang yang tertinggal di ruangan itu.

“Semuanya. Rahasikana percakapan yang terjadi barusan dan apa saja tentang individu di dalam sini di salam dada kalian dan jangan mengungkapkannya kepada siapapun. Terutama kau, Nona Kesatria Anjing Keadilan. Jangan mengibaskan mulutmu ke Pangeran Orange Hawk itu. Ryungste, kau juga. Jangan sampaikan informasi ini kepada cucu perempuanmu yang sangat kau sukai. Apa kau mengerti?”

“Ya, saya akan menyegel bibir saya, Paduka.”

“Saya akan mengingatnya, wan, Paduka.”

Keduanya berdiri tegak saat mereka merespons.  Earl Silver Lion mengangguk dan menatap Sii, Ariya, dan diriku  sekali sebelum mengangkat bahu.

“Aku seharusnya tidak punya keperluan khusus untuk juga mengatakan hal ini pada Nona Ariya atau Tn. Yujin. Sekarang, mari kita ke titik———.”

“S-Saya juga······” Sii dengan berat membuka mulutnya.”Saya, juga tidak akan memberitahu siapa pun, Paduka.”

Earl Silver Lion menatap Sii sambil mengangkat alisnya. Sii menatap tatapan itu dengan ekspresi yang seolah-olah jantungnya sedang digenggam.  Earl Silver Lion merenungkan apakah dia harus mengabaikannya atau memberinya respons sebelum memutuskan untuk memilih yang terakhir.

“Pertama-tama, apa kau punya seseorang untuk diajak bicara, anak angkat Mikatni?”

Meski itu adalah respons seperti Earl Silver Lion, dia segera mengangkat alisnya lagi. Sii terkikik dengan ketekunan yang tidak seperti Sii.

“Ehehe······ Mm ~ ~ Paduka, benar tentang itu.”

Dan kemudian Earl Silver Lion——— sekali lagi, Earl Silver Lion.

“······Lakukan apa yang kau mau. Bagaimanapun, kembali ke pokok permasalahan. Ryungste, Roroa. Lanjutkan penyelidikan. Gunakan lebih banyak tenaga kerja juga. Tidak, Nona Kesatria Anjing Keadilan. Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Aku memberimu perintah ini sambil menyadarinya. Meskipun aku mungkin telah mengatakannya dengansedikit kasar sebelumnya, sebagai rangkuman dari apa yang ingin kau katakan, pada akhirnya, kau ingin lebih berusaha melindungi lebih banyak warga, kan? Mirip dengan sekte tertentu di dalam tubuh religius Gainu Warmon, Dewa Kesetaraan, yang menjadi afiliasimu. Namun, kota ini bukan kota bebas. Mungkin ada dewan komunitas, tapi tidak ada dewan kota, Nona muda ini memerintah kota ini, dan ada banyak beban di bahu Nona muda ini juga. Pusat itu tidak boleh gemetar. Itulah aturan dari kota milik seorang tuan. Setiap kelompok yang percaya mereka akan aman bahkan jika mereka melawan peraturan tersebut ditakdirkan untuk jatuh. Apalagi, kekacauan yang terjadi selama proses kejatuhan tersebut ditakdirkan menyelimuti orang-orang yang sangat kau hargai. Ingatlah ini, mengerti?”

“······ Paham, Paduka, wan.”

“Baik. Selanjutnya, Tn. Yujin.”

“Ya, Earl?”

“Bantu para penjaga.”

“Akan kulakukan.”

Aku mengangguk.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter