Your and My Asylum volume 3 chapter 2 Bahasa Indonesia

Your and My Asylum volume 3 chapter 2

Meskipun kau jadi tidak sabaran, apa boleh buat.

Hidup bukanlah acara kuis. Sesuatu seperti host yang menghabiskan 2-3 kali kesempatan peluang hanya karena acara mereka telah memasuki paruh akhir program, orang-orang itu tidak ada. Tidak seperti kemungkinan mereka tidak ada, hanya saja, sampai batas tertentu, itu semua hanyalah bonus. Satu-satunya trik untuk mendapatkan nilai tinggi adalah menumpuknya dengan sungguh-sungguh.

Ini sama meski awalanmu agak terlambat. Jika kau berada di bawah, maka kau harus mengumpulkan poin secara bertahap saat kau kembali ke sana. Sebagai awalan, sementara dalam kecepatan di mana kau dapat menjaga keseimbangan dan pernapasanmu, larilah. Berjalanlah paling tidak. Jangan berhenti jika memungkinkan, dan sama sekali jangan pernah jatuh.

Selama kau tidak jatuh, kesempatan untuk berlari akan tiba.


Aku mengangkat jarum dan benang di satu tangan. Setelah memasang benang ke jarum saat menggunakan alat jahit, yang telah kubawa kembali dari Bumi, aku mengangkatnya. KU menyesuaikan suaraku saat mulai menjahit.

“Pilar pertama berdiri di utara. Bayangan pertama yang jatuh di atas bumi melayang dan menjadi awan. Dicampur dengan tetesan air hujan pertama untuk meresap ke bumi, pilar kedua jatuh ke kanan. Debu yang terserak menumpuk dan menjadi pegunungan······.”

Karena ini adalah nyanyian rohani yang menggambarkan penciptaan dunia ini dan merupakan lagu kebangsaan yang memuji proses pendirian negara ini, ini lagu praktis yang membantu orang jadi terbiasa dengan kata-kata dan jumlah bahasa ini. Begitu aku sampai pada bagian di mana pilar kesembilan jatuh ke barat dan mengguncang seluruh dunia, aku berhenti bernyanyi.

“Selesai.” Setelah membuat simpul, aku berbicara. “Kau bisa menyalakan lampu sekarang.”

“Eck!? Aku tidak ······.”

Meski aku bisa mendengar suara panik, seseorang segera menyalakan lampu. Di dalam ruangan yang sekarang lebih cerah, aku bertatap muka dengan seorang pelayan, sebuah meja ada di antara kami, dan dengan pelayan lain berdiri di sekeliling kami. Pelayan di depanku, yang sudah menjahit sambil mencondongkan tubuh ke depan sedikit, menyalak.

“A-apa ini!? Bahkan belum 10 menit! Seberapa buruknya kau melakukannya supaya bisa selesai sebegitu cepat!?”

Nama gadis ini adalah Kina. Karena tinggi badannya pendek, yang bahkan tidak mencapai ketinggian satu meter, fisiknya yang kecil, dan telinga anjing lembut menggantung di kedua sisi kepalanya, kau bisa mengatakan dia bukan tipe manusia tapi sejenis ras binatang.

Itu adalah ekspresi yang menyesatkan. Dipertanyakan apakah makhluk dunia lain, seperti Earl dan Zia, merupakan ras yang sama dengan orang-orang dari Bumi atau tidak. Bagaimanapun, di antara klasifikasi dunia ini, rasnya sepertinya disebut sebagai Extro’ tiel (Ras gigi pemotong······. aku akan menerjemahkannya secara bebas menjadi Taring Pedang), dan kalau aku membedakannya dengan kepribadiannya, maka dia adalah tipe trio idiot.

Meski tampaknya jari-jarinya lincah yang setidaknya lebih mengesankan daripada pelayan lainnya, dia tidak menandingiku.

“······Kina. Jahitan yang pria ini······ orang ini lakukan, sempurna.”

Pelayan yang dikenal sebagai Shiyo (dia manusia normal) dengan ragu melakukan evaluasi yang adil. Kina menaikkan telinganya seolah-olah dia tidak bisa mempercayai kata-kata Shiyo, tapi begitu dia melihat kain yang telah kujahit, Kina jadi terdiam. Dia kemudian dengan ragu menyembunyikan jahitannya di belakang punggungnya.

“Wan! Ini tidak masuk hitungan! Karena kau mulai bernyanyi tiba-tiba! Makanya aku tidak bisa berkonsentrasi!”

Imutnya.

“A-A-A-Apa yang kau lihat!? Woof! Kenapa kau tiba-tiba bernyanyi!?”

“Agar bisa menjaga jarak antar jahitan secara ritmis.”

“······A-Apa mungkin menjaga jarak dengan melakukan itu?”

Apa ketangkasan orang ini benar-benar mengesankan? Bahkan kancing yang menempel pada seragam pelayan yang dipakainya dijahit dengan lekukan. Alih-alih menunjukkan hal itu, aku mengulurkan tangan dan mengambil jahitan Kina. Aku menyesuaikannya sambil bersenandung. Aku selesai menjahit saat telinga Kina menjadi berdiri dan lurus seperti rel.

“Kalau ada lebih banyak yang harus dilakukan, maka serahkan padaku.”

“······Woof······.”

“Apa tidak ada lagi?”

“I-itu semuanya······untuk, hari ini. Woof······.”

Ucap Kina dan mengalihkan pandangannya. Aku mengangguk dan memberi isyarat ke arahnya.

“Kalau lepas pakaian itu.”

“Guk······!? A-Apa ······.”

“Kancingnya bengkok. Aku akan mengaitkannya dengan benar.”

“K-K-Kau tidak perlu khawatir tentang itu!”

Yah, mau bagaimna lagi kalau gitu. Aku tidak mau mengganggunya lebih jauh dengan tawaranku dan mulai melipat potongan kain dengan rapi. Kucing merah tua, dua belas jari, rawa violet, dan lain-lain, mereka berlobang dengan segala macam jambul yang disulam ke atasnya.

“Nyaah! Tapi jangan pikir ini adalah akhir! Ada banyak hal yang harus dilakukan besok! Kalau kau ingin menyambut para tamu dengan benar, maka kau perlu melakukan lebih banyak lagi!”

Aku mengangguk dan keluar dari ruangan.


Aku meletakkan sapu dan pengki di sebelah. Aku berdiri di depan rak buku dan melihat seluruh ruangan. Aku meletakkan lap di jalurnya dan membalikkan serangga spons secara terbalik di samping lap. Setelah melirik ke arah tungkai logam yang menggeliat di bawah tubuh seperti spons, aku membersihkan tanganku.

Setelah menyelesaikan persiapanku seperti itu, aku langsung mulai bersih-bersih. Aku memindahkan setiap benda yang bisa dipindahkan ke luar ruangan. Setelah itu, aku segera menurunkan punggungku dan mulai menyapu. Aku mengumpulkan semua sampah ke satu tempat, dan setelah memindahkan debu dan sampah dari pengki ke tempat sampah, aku membuang sampah. Pengelapan, dimulai segera setelah itu, berakhir seketika dengan kedua sisi dari setiap lap pun telah digunakan. Aku mengumpulkan semua alat yang digunakan ke satu tempat dan memasukkan kembali semua yang telah kubawa ke luar.

“Sudah selesai.”

Salah satu pelayan tipe nona, gadis bernama Seri, meletakkan kedua tangannya di depan dadanya.

“30 menit······.”

Dia tampak seperti sangat terkesan. Beberapa pelayan lainnya, seolah mereka tidak senang dengan ini, menyalakkan keluhan mereka.

“Wooof! Senior Seri! Ada apa dengan ekspresi itu? Itu tidak seperti kau yang pernah disebut Permaisuri Pembersihan!”

“Itu benar! Jangan biarkan orang mesum itu······ tuan itu, yang menganggap dirinya sebagai mainan Whitey berada di atasa ngin!”

“Kina, Shiyo, diamlah.”

“Ya, ma’am ······.”

Kina dan Shiyo, yang telah mengangkat nada mereka beberapa detik yang lalu, menundukkan kepala dengan tatapan cemberut di wajah mereka. Seri, mengira mereka putus asa, menggaruk pipinya sebelum berjalan ke arahku.

“Terima kasih atas bantuanmu. Meskipun aku percaya kami membuatmu bekerja terlalu keras untuk membersihkan sesuatu.”

“Mulai dari pembersihan, kalau kau mengembangkan kebiasaan untuk hal-hal semacam ini, maka kau juga bisa merespons dengan efisien hal-hal lain yang bukan ‘sesuatu seperti ini’.”

“Apa kau yakin hidup tidak jadi lebih rumit karena itu?”

Aku tidak menjawab.

Seri meletakkan bagian belakang tangannya di dekat bibirnya dan terkikik.

“Memang sesuatu yang layak diperagakan. Sama seperti kita memiliki tamu besar yang dijadwalkan berkunjung, sebaiknya kita melakukan pembersihan secara menyeluruh. Apa kau bilang namamu Sir Yujin?”

“Tidak masalah tidak menambahkan sir.”

“Baiklah, Sir Yujin.” Seri, yang telah mendekat perlahan, mengusap bahuku seolah membelai-belainya. “Kalau begitu kerjasamanya sampai Sii pulih.”

“Demikian juga aku.”

Aku mengambil cucian yang harus digantung sampai kering di tanganku.

Mereka baru saja tiba dari basement lantai dua menara tengah. Kesempatan untuk mengungkapkan fasilitas yang berada di sana mungkin akan tiba suatu hari nanti. Aku hanya akan mengatakan itu adalah tempat di mana kaubisa menggunakan sebanyak mungkin air panas sebanyak yang kau inginkan. Sebelum cucian yang dipanaskan, yang belum kehilangan kehangatannya, bisa mendingin, aku menggunakan mereka untuk mencairkan tanganku.

“······Aku mengerti, kau mesum.”

Seorang pelayan bernama Alshi bergumam. Dia adalah salah satu pelayan tipe seni bela diri yang kulihat saat pertama kali muncul dari basement. Rambutnya panjang, lurus, hitam dan bingkai kecil. Dia sudah tampak seperti memiliki lapisan kulit yang ukurannya terlalu kecil untuknya, tapi jenis tubuhnya yang kokoh membuat dadanya agak besar lebih menonjol.

Aku memutuskan untuk mengakui fakta tanganku menerobos ke tumpukan kaus kaki dan stoking bisa tampak aneh.

“Maaf.”

“Cuaca dingin jadi aku, mengerti. Ini sesuatu yang sering kulakukan juga. Tapi setidaknya, lakukan dengan pakaian yang lebih besar.”

“Oke.”

Kaus kaki dengan kaus kaki, stoking dengan stoking, celana dalam dengan celana dalam, dan atasan dan bawahannya dengan bagian atas dan bawahannya, aku memisahkan setiap pakaian dengan jenisnya dan menumpuknya di tumpukan masing-masing. Ada juga seprai dan selimut. Cucian ini berasal dari tempat tinggal para pelayan. Meskipun tampak seolah-olah tidak ada tanda pada salah satu dari ini untuk membedakan siapa pemiliknya, mungkin ada berbagai karakteristik berbeda pada setiap potong pakaian yang hanya pemiliknya bisa mengenali. Kecuali, hanya stoking Sii yang lusuh yang menonjol seperti jempol yang sakit. Aku harus membelikannya  yang baru saat aku kembali ke Korea.

Aku mulai menggantungkan cucian. Area pengeringan di atap Menara Bintang adalah tempat optimal untuk sinar matahari. AKu meletakkan seprai dan selimut duluan, atasan dan bawahan diikuti setelah itu, kemudian stoking, dan terakhir, aku meletakkan pakaian dalam dan kaus kaki. Selama proses itu, aku memeriksa generator yang telah kubawa dari Korea. Karena aku telah memasang generator jenis ini berkali-kali selama Perang 8 Tahun, generator ini berfungsi dengan baik juga. Namun, karena generator  dan juga karena cucian yang dikeringkan, ada satu hal yang kukhawatirkan.

“Apa yang terjadi kalau hujan?”

Pakaian kemungkinan besar akan baik-baik saja, tapi aku lebih khawatir dengan seprai dan selimutnya. Namun, Alshi memberi isyarat ke arah pipa drainase tanpa ada kekhawatiran.

“Sudah diatur sehingga hujan tercerai berai dan, masuk ke sana. Dengan kekuatan, sihir.”

Jadi setting fantasinya ada bagian ini.

Tidak, semuanya telah jadi setting fantasi sejak awal······.

Kalau tidak perlu khawatir dengan hujan, maka hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah pencurian, bagaimanapun, tidak terasa seperti sesuatu yang harus kukhawatirkan disini. Pengetahuan tentang keteguhan hati Earl Silver Lion ketika menanggapi tindakan pencurian seharusnya sudah menyebar luas di seluruh kastil sekarang dan mereka juga harus punya tindakan keselamatan sendiri. Yang terpenting, inilah atap Menara Bintang.

Setelah menggantung semua cucian, aku mulai mengumpulkan cucian yang telah digantung sebelumnya, yang telah aku sebarkan sebelumnya, dan memasukkannya ke dalam tumpukan. Aku kemudian mulai melipatnya. Alshi, yang menunjukkan ekspresi kesal sepanjang waktu, tampak bingung saat melihatku melipat pakaiannya.

Alshi berusaha untuk menyalin gerakanku beberapa kali sebelum membuat wajah yang tampak seolah-olah dia telah jatuh ke dalam lautan misteri.

“Bagaimana kau, melakukannya?”

Aku menunjukkannya padanya.

Alshi mencoba sekali lagi dan membuat wajah yang tampak seolah-olah dia telah ditipu.

“······Sungguh, bagaimana kau, melakukannya?”

Aku memberinya demonstrasi. Menempatkan kemeja seragam pelayan di atas permukaan yang datar, aku menelusuri garis horizontal di tengah kemeja dan menarik garis vertikal lainnya dari bahu kanan, membuat semacam salib. Setelah itu, aku mencubit titik persimpangan dua garis dengan satu tangan, meraih bahu kanan dengan tanganku yang lain, dan kemudian aku melipat kemeja itu ke titik bawah garis vertikal dan membaliknya.
(TLN: Contoh video: https://www.youtube.com/watch?v=BAxhr0j0thY&t )

Alshi, yang telah menyaksikan demonstrasiku dengan hati-hati, mencoba sekali lagi. Tak lama kemudian ada ekspresi realisasi yang tersebar di wajahnya.

“······Jadi itu, sihir.”

Bukan gitu.

Akan lebih bagus lagi kalau orang-orang ini tidak bergantung pada setting fantastis dengan begitu mudah hanya karena mereka berada di dunia fantasi.

“Letakkan di depanmu.”

Alshi meletakkan kemeja itu di depannya. Aku bergerak dan berdiri di belakangnya.

“Bisakah aku memegang tanganmu?”

“Aku sudah, punya pacar.”

“Aku berdoa untuk kebahagiaan kalian bersama. Bisakah aku memegang tanganmu?”

Alshi mengakui. Aku memegang tangannya dan menggerakkannya seperti yang kulakukan saat melipat baju itu beberapa detik yang lalu. Ekspresi Alshi akhirnya berubah menjadi paham saat aku membuatnya melipat lima kemeja seperti itu.

” Ooooooh ······ Terima kasih banyak!”

Alshi berbicara sambil gemetar kagum. Aku menepuk kepalanya karena reaksinya lucu.

Sepertinya ada pelayan yang tidak suka itu.

“Woof! Alshi! Apa yang sedang kau lakukan!? Bukankah berakibat fatal kalau seseorang menyentuhmu!?”

“Dimana Ariya dalam waktu seperti ini!? Aku akan menceritakan semuanya!”

Mereka berdua, pekerjaan apa yang mereka lakukan di belakangku seperti ini sepanjang waktu?

“Karena tugas dari Nona Sophna, Ariya pergi ke arena. Alih-alih itu, Shiyo, Kina, bukankah kalian berdua tidak, seharusnya berada di sini? Kalian tidak punya pekerjaan lain?”

Aku teringat nama Sophna. Sekitar saat aku baru saja tiba di dunia ini dan harus menulis pidato Earl Silver Lion, Sophna adalah orang dengan gelar ‘Kepala Pengikut. Yudia menyebutkan namanya juga. Meski aku belum pernah melihatnya sebelumnya.

“A-Aku baru saja datang ke sini untuk menemui seorang anggota keluarga!”

“Itu benaaar! Kerabat Kina adalah penjaga, ingat?”

Dan inilah alasan kenapa aku mengatakan ‘seharusnya lebih baik sedikit mengurangi perhatianku karena ini adalah atap Menara Bintang’. Menara Bintang adalah markas para penjaga.

Ekspresi Alshi berkerut. Nama ‘Ariya’ yang terus disebutkan, apalagi, jika kau membuat asumsi bahwa ‘Ariya’ kekasih Alshi, maka percakapan tentang para penjaga tidak akan menyenangkan baginya. Meski tampaknya Kina juga menyadari hal ini, bukannya minta maaf, dia malah menaikkan telinganya.

“Hmph! Kalaupun ada, bukankah kau yang seharusnya tidak berada di sini? Bagi seseorang sepertimu yang pacarnya pencuri! Woof!”

“Ah, tunggu, Kina. Itu agak terlalu berlebihan.”

“Apa!? Woof! Itu benar, kan? Alshi, kalau kau juga ———upah!”

Kina, yang telah menerima bola cucian ke wajahnya, memukul tangannya. Alshi menatap Kina dengan mata dingin dan memungut cucian lagi untuk membuat bola lainnya.

“Grrrrr ······ kau berani-melawan-kuuuuuuu-!?”

Tinggi badan Kina meningkat 3 kali dan rangkanya meningkat hingga ukuran yang sesuai dengan tinggi itu. Seragam pelayannya juga membengkak, bergeser untuk menyesuaikan fisik barunya. Namun, hanya kancing pada seragamnya yang tidak dapat menang melawan tekanan dan akhirnya menjadi tidak sejajar. Butuh waktu kurang dari 2 detik agar seluruh proses ini selesai.

Aku merasa mengerti kenapa rasnya disebut ‘Taring Pedang’ dan bukan cuma ‘ras binatang’. Telinga anjingnya yang sebesar telinga anjing dari saat dia masih pendek, tidak berubah bahkan setelah ukuran tubuhnya bertambah. Di sisi lain, mulutnya membentang sampai ke telinganya dan gigi di dalam mulutnya benar-benar menjadi setajam belati.

Bahkan dengan Kina, yang telah berubah seperti Kuchisake-onna, berdiri di depannya, Alshi tidak menciut sama sekali. Kalaupun ada, pada saat yang sama dia melempar cucian yang ada di tangannya seperti bola tembak, Alshi mencoba melompat ke depan untuk menutup jarak antara dia dan Kina.

Meski aku tidak yakin, mungkin aku bisa menyaksikan adegan pertarungan fantasi yang menakjubkan kalau aku hanya berdiri di sini dan menonton. Namun, daripada melakukan itu, aku menangkap bola yang telah dilemparkan Alshi dan berdiri di antara kedua pelayan tersebut.

“Hentikan.”

Alshi berhenti. Kina marah.

“Woof! Kenapa kau menghalangi!”

“Jangan bertengkar. Seperti yang kau sebutkan sebelumnya, kita berada tepat di atas bangunan utama para penjaga. Apa kau tidak malu bertemu dengan anggota keluargamu yang merupakan bagian dari penjaga?”

“Uu ······”.

Gigi mirip pedang Kina saling bertautan. Shiyo, yang melambaikan tangannya, dengan cepat menarik lengan Kina, berpikir dia akan melewatkan kesempatan ini kalau dia juga tidak campur tangan.

“Itu benaaaar. Hentikan, Kinaa. Alshi, kau juga. Kina tidak mengatakan semua itu dengan sengaja, lidahnya cupa kepeleset.”

“······Uuuu.”

Tubuh Kina menyusut sampai ukuran aslinya. Dia berdiri di ujung jari kakinya, mengangkat telinganya, dan mengarahkan jarinya ke arahku.

“Woof! Kau benar-benar menjengkelkan! Aku pasti akan membuka kedokmu suatu hari nanti!”

“AKu tidak memakai benda seperti masker.”

“Diam! Ayo pergi, Shiyo!”

“Baiklah, ayo.”

Kina dan Shiyo lalu berbalik dan berjalan pergi. Hal-hal yang harus kami lakukan di atap Menara Bintang, sekarang tidak ada penghalang, jelas.

“Yah, ayo kita lipat sisa cucian.”

Ucapku saat aku mengambil cucian yang telah dilemparkan Alshi dan menggantungnya. Alshi menghela napas dan menatapku.

“Kau tolol, aku mengerti.”

“Apa?”

“Karena kau berdiri di depan Taring Pedang saat mereka berada dalam Troxi (Menerjemahkan······ ‘mengeluarkan?’ ‘menghunus’ Aku akan menerjemahkannya sebagai ‘Keadaan Menghunus’) mereka. Itu sesuatu yang tidak bisa dilakukan, kalau kau waras. Kau bisa saja terluka, lho?”

“Orang yang telah mencela orang lain dan membuat mereka memasuki keadaaan menghunus mereka mengatakan sesuatu semacam itu padaku, itu mengejutkan.”

“Aku bisa, menjaga diriku sendiri. Namun, kau lemah.”

“Aku pasti tidak bisa bertarung. Aku sangat membencinya. “ Kataku. “Karena itulah, kalau mungkin, aku ingin menghentikan pertengkaran yang bisa kuhentikan.”

Alshi menatapku. Tak lama kemudian, dia mengangkat bahu.

“······Kau benar-benar idiot.”

“Aku tidak terlalu goblok.”

“Bukan, kau itu idiot.” Setelah menyatakan seolah-olah dia sedang memperkuat pernyataannya, Alshi berjongkok sekali lagi dan mulai melipat pakaiannya. “Idiot.”

Aku tidak membuat sanggahan lagi dan malah membantunya.

Tak lama sebelum tugas kami selesai. Alshi membersihkan tangannya dan menatapku.

“Jadi, idiot. Apu kau sudah makan?”

“Aku berencana makan sekarang.”

Jawabku.


Dengan tanganku, aku meraih gagang panci penggorengan yang telah memanas.

Aku menaruh daging cincang ke permukaan panci, memastikan bagian kulit daging adalah sisi yang menyentuh permukaan. Dengan perlahan aku menggerakkan panci untuk mencegah daging hangus dan menempel ke panci sebelum aku menggoyang panci sekali dan membalik potongan-potongan dagingnya. Sisi daging yang baru dimasak berwarna keemasan sementara sisi merah muda yang akan dimasak berada di bawahnya.

Ketika lemak dari daging yang dipanaskan mulai mengeluarkan suara memanggang yang terdengar sementara juga melepaskan uap putih, aku menambahkan sayurannya. Begitu air dari sayuran dan jus dari daging dicampur dan diuapkan, aroma yang mengenakkan mulai timbul dari penggorengan. Gelombang panas menyapu wajahku setiap kali aku menggoyang panci. Di saat aku merasakan rasa samar di ujung lidahku, aku menghentikan panasnya, mengeluarkan napas, dan mendorong isi panci ke piring.

“Daging sapi kelinci goreng dengan bawang putih dan kubis sudah lengkap.”

Garpu segera mengebom karpet piring. Setiap garpu, dengan sepotong daging tertusuk ke atasnya, masuk ke mulut pemilik masing-masing.

“······Lebih enak dari apa yang dibuat Raya.”

Orang pertama yang mengevaluasi makanan sambil meletakkan tangannya di mulutnya adalah Aresa. Di antara jenis bunga lili yang ada, dia pelayan yang lebih di sisi pasif. Seperti yang diharapkan, Raya, yang merupakan jenis bunga lili lainnya namun memiliki kepribadian yang lebih dominan, tampak seolah-olah perasaannya terluka.

“Aresa ······! Kau serius mengatakannya?”

“······ Ah, maaf ······. Tapi itu benar. Gigitlah.”

Aresa mengambil sepotong daging lagi dengan garpu dan menyuapinya pada Raya. Meski Raya mengangkat matanya, dia segera meletakkan tangannya di mulutnya seperti yang dilakukan Aresa.

“Ini lebih enak dari apa yang kubuat.”

“Secara keseluruhan,” aku berbicara sambil membersihkan penggorengan dengan serangga spons. “Raya, kau belum cukup mencincang dagingnya. Dagingnya tidak akan dimasak dengan baik. Untuk menutupi itu, kau membuat apinya lebih kuat. Rasa dagingnya menjadi berkurang. Untuk menutupi itu, kau menambahkan lebih banyak bumbu. Rasanya menjadi tajam. Untuk mengatasinya, kau mengaduknya untuk waktu yang lama. Kau mengacaukan waktu pengadukan.”

Serangga spons menggeliat, membuat kaki metalik bertabrakan satu sama lain. Raya memikirkan apa yang kukatakan padanya sesaat sebelum memiringkan kepalanya.

“Kalau begitu aku harus memotong dagingnya saja?”

“Itulah alasan pertama. Tepatnya, kau perlu memperbaiki tekstur dagingnya lagi. Setelah itu, jaga agar nyala api tetap lemah.”

“Perbaiki teksurnya lagi, jaga nyala api tetap lemah······ jangan masukan air, gunakan bumbu yang cukup. Waktu pengadukan, mm ·······”

“Kebiasaan mengelola bumbu dan waktu mengaduk adalah sesuatu yang akan terjadi saat kau terus memasak. Sebagai permulaan, menangani bahan-bahan dan mengendalikan intensitas api, selama kau mampu mempertahankan kedua hal ini, kau tidak akan gagal dalam membuat makanan yang digoreng.”

“Mm ······”.

Raya berpikir dalam. Sepertinya ada pelayan yang tidak senang dengan ini karena mereka kesal.

“Woof! Mengapa kau hanya menerimanya dari! Grrr! Raya, kau, chewchew, apa kau tidak punya harga diri, nomnom, saat bertugas memasak!?”

“Itu benar, itu benar! Bahkan saat Nona Abria datang berkunjung, omom, bukankah kau bilang mereka menyingkirkan segala sesuatu yang kau buat, dan barang-barang orang itu······gulp. Tuan itubuat sebagai gantinya!? Bukankan itu merusak, nyamnyam, harga diriiimu!?”

“······Uhm, Kina, Shiyo. Kalau kalian ingin mengatakannya, kalian setidaknya bisa melakukannya setelah menelan makanan kalian. Meskipun aku merasa kasihan jadi orang mengatakan ini.······”

“Tapi enak sekali!”

“Raya! Pastikan kau membuat makananmu sepeti ini selanjutnyaaaaa!”

“Bisakah kau tidak meneriaki Aresa?”

“Uuu ······”.

Para pelayan, yang telah meninggikan suara mereka, melipat tangan dan mengusap pipi mereka. Raya menghela napas dan berpaling padaku.

“Aku harus berterima kasih atas saranmu. Aku mengerti dengan baik kau bukan seseorang yang cuma tahu ngomong. Tentu saja, pertama, seharusnya aku menyalahkan martabatku yang kurang······.”

Pandangan Raya melirik ke samping saat dia berbicara. Sebagai orang yang telah membicarakan makanannya saat Abria Mikatni berkunjung, aku hanya bisa mengangkat bahu untuk meresponsnya.

“Fakta kau bisa merenungkan tindakanmu berarti kau bisa menjadi lebih baik. Kau juga masih muda. Jangan terlalu mengkhawatirkannya.”

“Berapa umurmu?”

“Aku akan berusia 19 tahun ini. Seharusnya sama dengan standar dunia ini juga.”

“Aku 21.”

Haruskah aku menjawab kedewasaan tidak ada hubungannya dengan usia? Tidak, ada kemungkinan dia hanya mendengarnya saat aku membual. Kalau kau memperhatikan lagi apa yang dia katakan sedetik lalu, kalau aku tidak memberitahunya, kemungkinan besar dia sudah menyadari hal ini.

Aku harus menggeser pembicaraan dengan memujinya.

“Jadi kau punya wajah muda. Kupikir kau lebih muda dariku.”

“Tidak peduli seberapa banyak kau memuji bulan, kau tidak bisa menghentikan matahari terbit.”

“Itu bukan pujian. Kulitmu bersih dan rambutmu mulus.”

Meski Raya tidak merespen, dia juga tidak tersipu. Dia hanya menarik bahunya seolah-olah dia merasa tidak nyaman dengan pujian itu. Meski setiap wanita di dunia ini tidak sesulit Earl Silver Lion, mereka pun tidak semudah Sii dan Kina.

Tentu saja, itu berbeda menurut caramu memuji mereka.

“Pasti menyenangkan bagi Aresa punya seseorang sepertimu begitu dekat dengannya.”

Raya berkedur. Aresa mengeluarkan napas.

“······ Yup, tidak terlalu. Dia benar-benar kejam saat dia murung.”

“A-Aresa!”

“······Ah, maaf. Tapi itu benar······.”

Mau itu Aresa dan Raya mereka menunduk dengan ekspresi bingung di wajah mereka. Bahkan saat seperti itu, keduanya saling mendekat dan meraih tangan satunya. Tindakan mereka wajar dan tidak berlebihan. Raya, yang telah menoleh untuk melihat ke arahku, tidak lagi memiliki tanda-tanda ketidaknyamanan di matanya.

“Tsk. Jika seperti ini, maka aku harus terus menyerahkan masakan untuk resepsi tamu padamu. Tapi jangan terlalu gembira tentang ini. Aku akan mengambil semua tipsmu dalam waktu singkat.”

“Baiklah. Lain kali, aku akan mengajarimu cara memanggang makanan ringan.”

“Terima kasih.”

Raya membuat senyuman malu.


Seperti biasa, saat aku terus melakukan tugas Sii, malam pun segera tiba. Aku berbicara dengan kepala tertunduk saat berada di kantor Earl Silver Lion.

“Itu semua yang terjadi hari ini. Earl, kalau aku bertindak tidak pada tempatnya atau melakukan sesuatu yang salah, maka hukum aku sesuai dengan itu.”

Ini laporan rutin. Setelah aku menyatakan aku adalah milik Earl Silver Lion, aku berencana untuk mengulangi prosedur ini setiap malam. Setelah memberikan laporan tentang hal-hal yang terjadi pada hari itu, keputusan yang kubuat pada hari itu, dan alasan di balik keputusannya, Aku meminta Earl untuk menilainya. Selain itu, aku juga memberikan laporan tentang hal-hal yang akan terjadi, keputusan yang akan kubuat selama masa itu, dan alasan di balik keputusannya. Setelah melakukan itu, aku kemudian akan meminta izin untuk melakukannya.

Aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membahayakan martabat Earl Silver Lion.

Kalau aku melakukannya atau kalau aku harus melakukannya, maka aku akan menjelaskannya sebelumnya dan meminta maaf.

Fakta aku barang milik Earl Silver Lion, aku memastikan fakta ini setiap hari.

Hanya ada satu hal yang aku kecualikan dari laporan rutin tersebut. Tujuan jangka panjangku untuk menerima permintaan maaf darinya.

Earl Silver Lion bersiul.

“Ah hah ha. Hm, aku tidak benar-benar melihat apapun yang kau lakukan hari ini telah keluar dari batas atau salah. Meski masih aneh kalau seorang pengawal mengerjakan tugas pelayan.”

Tanpa berkata-kata, aku terus menunduk. Ada kemungkinan mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan Sii akan membuat Earl Silver Lion marah.

Sepertinya itu jawaban yang benar. Dengan kepala bersandar di tangannya, Earl Silver Lion tidak mengatakan apa-apa lagi tentang hal itu. Sebagai gantinya, dia membawa sesuatu yang lain.

“Dengan laporanmu, tampaknya ada anjing yang berteriak-teriak telah mengikutimu terus. Bagaimana, Tn. Yujin haruskah aku memanggilnya ke sini dan menguliahinya?”

“Tidak masalah.”

“Hmm, tidak masalah menerima tawaranku, lho? Fakta ada orang yang tidak mengenal orang-orang yang berada di atas dan di bawahnya sama di dunia manapun. Itulah mengapa Pemburu Tawa bisa mencari nafkah.”

“Maaf. Aku tidak menonton Infinite Challenge.”

“Kau, meski kau orang Korea?”

Mengganggu kalau aku mendengar itu dari orang dunia lain.

“Akhir-akhir ini, itu belum jadi program seluas itu. Raja abadi tidak ada.”

“Hmn. Meskipun judul acaranya Infinite Challenge, mereka tidak terbatas ketika menghadapi tantangan itu, huh? Inilah yang mereka sebut ironi yang kontradiktif di Korea, kan?”

Zia juga seperti ini, tapi kedua orang ini benar-benar mengatakan beberapa lelucon buruk yang kuno. Mungkin karena jarak antara Ahyeon ada di sini dan saat aku tiba. Aku sudah rajin mengupdatenya, tapi nampaknya jalan yang harus kita ambil masih panjang.

Bagaimanapun, aku berhasil mengubah topik pembicaraan. Earl Silver Lion melambaikan tangannya.

“Berdiri tegaklah, Tn. Yujin.”

Aku berdiri. Earl Silver Lion memberi isyarat agar aku mendekatinya dengan mengayunkan jari kakinya dan kemudian menarikku ke pelukan. Aroma yang terasa seolah merkuri, dilapisi aroma mawar, memenuhi dadaku. Mantelnya yang lembut membuatku merasa seolah-olah aku turun ke jurang yang dalam.

“Anak baik, anak baik, Tn. Yujin. Kalau kau terus berperilaku baik seperti ini, maka aku akan mencemaskanmu. Aku akan sangat dan sangat menyayangimu. Aku akan membuatmu menjadi jendral penimbul kasih sayang, lho? Ah hah hah ha.”

Earl Silver Lion——— menepuk kepalaku. Alih-alih hanya tanpa kata-kata menerima tepukan itu, aku turun dengan satu lutut agar lebih mudah baginya untuk menepuk kepalaku.  Earl Silver Lion terkekeh dan menyilangkan kakinya sebelum membawakanku file.

“Sekarang, Tn. Yujin. Ini pekerjaanmu hari ini.”

Kota Kurungan.

Populasi tetap sekitar 20.000. Jumlah rata-rata populasi yang tidak stabil sekitar 5.000. Luas kota kira-kira 7 kilometer persegi. Industri utama kota ini adalah industri pabrikan, industri pertambangan, dan industri manufaktur.

Ini bukan kota besar.

Fakta sebuah kota dengan ukuran ini tidak dianggap sebagai ‘kota besar’ di dunia ini, yang sekilas tampak seperti masih di Abad Pertengahan, berarti, selain fakta kapasitas produktif dunia ini didukung sihir, dunia yang sederhanannya semaju itu. Orang yang kelaparan sampai mati ada dan penyakit menular sesekali terjadi, tapi hal-hal itu tidak mengerikan. ‘Union of Agriculture’, ‘Council of Craftsmen’, dan ‘Alchemy Fortress’ melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan mereka terus secara terbuka membuktikan mereka adalah faksi veteran bahkan di antara 12 Faksi Dunia. Alasan mengapa Kota Kurungan, yang dikelola oleh Earl Silver Lion, dianggap tidak lebih dari sebuah kota berukuran sedang dapat dimengerti.

Namun, hanya karena ukuran kotanya kecil tidak berarti ada sedikit hal untuk dikelola juga. Bahkan di SMA Samwon, yang memiliki sedikit lebih dari 400 siswa yang terdaftar, insiden terjadi hampir setiap hari. Berharap tidak terjadi apa-apa di kota ini yang harus memikul setiap aktivitas yang dilakukan oleh sekitar 25.000 manusia, mulai saat mereka meninggalkan tempat tidur mereka dan sampai mereka kembali ke tempat tidur mereka di malam hari, akan sangatlah serakah.

“Aku akan mengatakan ini sekarang, tapi meski kau menggantikan tugas putri angkat Mikatni, hmph. Seperti yang kukatakan, itu pekerjaan pelayan, kan? Karena bukan tugas Tn. Yujin. Karena itu, meski kau lelah melakukan pekerjaan pelayan, Tn. Yujin. Jumlah hal yang harus dilakukan Tn. Yujin tidak akan berkurang.”

“Aku tahu. Apa aku harus membaca kertanya?”

“YaYa. Mulailah baca.”

“Oke. Paduka Earl, di jalur air distrik pertambangan kemarin ······.”

“Terjemahkan ke bahasa Korea dan baca.”

“Di jalur air distrik pertambangan kemarin, dua mayat yang ditemukan, keduanya perempuan. Bukan hanya mereka terkontaminasi oleh endapan yang mengalir dari tempat penyimpanan terbuka, tapi karena mereka sama sekali tidak memiliki barang apapun, kami tidak dapat menemukan apa pun lagi tentang mereka. Melihat tidak ada laporan orang hilang, kami berasumsi mereka orang asing dari luar kota. Laporan yang ditulis oleh Roroa, Asisten Komisaris para penjaga. Itu saja.”

“Hmm, apa yang harus dilakukan?”

“Tidak bisakah kau mencari tahu siapa mereka dengan memanggil seorang kerabat melalui katalis kehidupan yang menempel pada tubuh mereka?”

“Eck~ mungkin mungkin, tapi, aku ingin tahu apa yang harus dilakukan pada asisten ksatria yang memberi tahu tuannya merasakan mayat yang busuk. Bagaimanapun, pikirkan secara logis.”

“Maaf. Aku mendukund efisiensi.”

“Hm. Sebagai permulaan, aku tidak ingin menyentuh mayat, dan kemungkinan katalis seperti itu terhanyut oleh air adalah Humpty Dumpty.”

” Fifty Fifty. Kau bilang itu kesempatan 50:50, kan?”

“Kau cukup gila menjelaskan. Itu benar. Apalagi, kalau mereka orang asing dan bukan warga kota ini, maka mereka tidak masalah yang layak. Kalaupun ada, mungkin hanya akan meminjamkan masalah. Perasaan seperti itu, kau tahu?Sesuatu seperti itu.”

“Jadi masalah yurisdiksi?”

“Yaaaa. Kalau mereka cuma terluka saat berada di dalam kota, maka aku bisa menawari mereka perawatan medis, tetapi kalau mereka ditemukan sebagai mayat? Fakta identitas mereka tidak diketahui berarti mereka mungkin bangsawan. Itu sebabnya, jika mereka benar-benar bangsawan, maka sekarang ini ‘Kesulitan, Permulaan’. Jadi, aku merenungkan apakah aku harus mengubur mereka atau tidak. Atau apakah Tn. Yujin akan mengungkapkan solusinya disini dan sekarang? Haruskah aku membawakanmu kursi tangan? ”
(TLN: ‘Kesulitan, Permulaan’ : semacam plesetan dari nama film.)

“Maaf, tapi kepalaku tidak sebagus itu.”

“Ah hah ha, baiklah. Jangan pedulikan, jangan pedulikan! Mari ke item berikutnya pada agenda itu. Bacakan.”

Aku melakukanya.

“Saya ingin mengajukan banding ke administrasi yang berada di bawah otorisasi eksklusif Paduka Earl. Nama saya Mablo Ixidin dan sebagai penduduk terhormat kota ini, saya telah membayarkan rahmat Paduka dengan pembayaran pajak dan kesetiaan saya. Kejadian yang menimpa warga setia ini benar-benar dapat disebut sebagai kutukan yang telah diberikan kepada saya oleh Dua Belas Dewa. Untuk mengatasinya, saya meminta Kurosotia······ Armor Mental······”.

“Kuh? Ah hahahahaha ha, ah ~ kau tidak salah, tapi ukuku!”

Zia sialan itu.

“Saya memojon pejuang pemberani untuk dikirim. Isu yang sedang saya hadapi adalah konflik yang melibatkan penggunaan air. Meskipun selalu diatur sehingga saya diizinkan untuk menggunakan lebih banyak air, yang diberikan kepada kami oleh Paduka Earl, dari tingkat atas, Carlson Viratch, yang harus menerima pembalasan suci, telah mengabaikan penyelesaian tersebut dan telah mengklaim bahwa saya tidak memiliki hak untuk mengambil air dari tingkat atas. Saya tidak dapat mengakui hal ini karena saya secara pribadi membayar lebih banyak pajak daripada keluarga Viratch secara keseluruhan, jadi saya percaya bahwa sudah jelas saya memiliki lebih banyak hak daripada dirinya untuk menggunakan air di tingkat atas. Itu saja.”

“Mhm, tapi kemampuan literaturmu benar-benar sangat meningkat.”

“Kemampuan berbicara dan menulisku masih pada tingkat yang mengerikan.”

“Meski begitu, kalau kau mempertimbangkan berapa banyak waktu yang harus kau lewati untuk belajar, berarti kau melakukannya dengan baik. Kuhuhu, perkembangan kemampuan membacamu sangat luar biasa. Jadi, Tn. Yujin, apa pendapatmu tentang keluhan penduduk ini?”

“Perselisihan tentang konsesi air. Kurasa insiden semacam ini serinf terjadi akhir-akhir ini.”

“Arus keluar dari sumber utama air telah melemah. Ini adalah sesuatu yang terjadi setiap saat-saat begini di tahun ini. Semua warga tahu ini juga. Bersabarlah karena ini akan terselesaikan kalau kau menunggu, mengatakan sesuatu seperti ini, meski ini jawaban model, ini masalah yang melibatkan aaiiiiir.”

“Apa tidak ada metode lain untuk memasok air selain jalur air?”

“Ada. Ada sumur. Hanya saja jumlahnya sedikit dan kebanyakan berkumpul di sekitar barat laut.”

“Di distrik kelas atas, kan?”

“YaYaYa. Tapi mereka tidak populer. Pertama, mereka sisa-sisa kamp militer yang dulunya diciptakan di sana untuk menyerang kastil ini yang merupakan labirin sejak dulu. Orang yang selera rasa air yang bagus dari saluran air menjadi ketagihan dengan kenyamanan itu. Ke titik di mana beberapa orang bahkan jatuh ke dalamnya dan tenggelam sampai mati, sama seperti orang-orang yang disebutkan sebelumnya.”

“Aku seharusnya tidak mengatakan hal seperti itu tentang orang-orang yang telah meninggal dunia. Bagaimanapun, kastil ini adalah labirin?”

“Mm? Apa aku tidak memberitahumu Ah———mm. Ini akan memakan waktu terlalu lama untuk memberitahumu segalanya jadi aku akan memberikan rincian tepatnya nanti. Atau kau bisa pergi ke perpustakaan dan membaca buku. Secara sederhana, kastil ini, tepatnya, basement kastil ini, adalah sarang naga air. Untuk menaklukkan naga air itu, ada ekspedisi hukuman yang agak panjang. Mereka akhirnya bisa menembus dinding luar dan menyerang pangkalan yang ada di dalamnya, tapi butuh waktu lama sebelum mereka bisa merebut kastil sepenuhnya. Dalam serangan naga air ini, yang jika kuharus memberinya nama, maka aku akan menyebutnya ‘Asylum Origin’, orang yang mendaratkan serangan terakhir adalah pendiri rumah tanggaku.”

Earl Silver Lion menghembuskan udara hangat dari hidungnya.

“Karena itulah, kota ini disebut Kota Naga Air (水 龍) sekarang.”

“Kupikir disebut Kota Kurungan (收容).”
(Catatan TL: ‘Naga air’ dan ‘Kurungan’ yang digunakan di sini diucapkan sama dalam bahasa Korea. Perbedaannya adalah huruf Cina.)

“Ini adalah permainan kata-kata! Ah hah ha, karena ini tempat dimana naga air pernah tinggal, Kota Naga Air. Karena kau terkurung di dalam sekumpulan benteng, Kota Kurungan!”

“Bukankah istilah ‘naga air’ dan ‘kurungan’ sama sekali berbeda dalam bahasa dunia ini?”

“Itu benar. Itulah kenapa satu-satunya orang yang bisa menyadari permainan kata-kata ini adalah orang-orang yang mengenal bahasa Korea. Aku, Zia, Sophna, dan juga——— yah. Sesuatu seperti itu. Sekarang kau juga salah satu dari orang-orang itu. Bagaimana? Apa tidak tergerak? Selera bahasa ambiguku.”

“Kupikir itu semacam bahasa Chuuni.”

“Hugugugugu. Betapa tidak sopannya. Bagaimanapun, jadi——— apa yang harus dilakukan?”

“Seperti terakhir kali, kupikir akan lebih baik membiarkan mereka mengakses persediaan air secara bergiliran sesuai dengan pembayaran pajak mereka. Seperti yang kau katakan, karena ini adalah masalah kekurangan air, kita harus segera menangani ini dengan cepat. Jika seseorang menentang ini atau jika ada keluhan tambahan, informasikan mereka untuk datang ke kastil.”

“Hm, kulihat itu sama seperti biasanya. Tidakkah kau punya ide yang lebih menyenangkan?”

“Apa yang akan kau lakukan dengan menemukan kesenangan dalam kekurangan air?”

“Benar, kan? Bagaimanapun ini masalah air.”

Seperti itu, aku membantu Earl Silver Lion dalam beberapa kasus lagi dan mengakhiri tugasku hari ini. Ada dua kasus lagi yang melibatkan pengelolaan hak atas air, tuntutan hukum, dan dua kasus uji coba. Setelah semuanya selesai, sekarang sudah tengah malam.

“Hari ini hari yang menyenangkan lagi.”

“Yeah.”

“Tn. Yujin, bukankah sekolahmu segera dimulai? Kau bilang kau akan berada di tahun ketiga SMA tahun ini. Ini bukan saat yang tepat bagimu bermain-main di tempat seperti ini, lho? Earl Silver Lion ini penasaran apakah Tn. Yujin pergi ke sekolah tau tidak.”

Alih-alih menanyakan mulutnya mengatakan kata-kata semacam itu, aku mengangkat bahu.

“Aku membuat pengaturan.”

“Pengaturan, bukan?”

“Ya. Ada anak yang disebut Saei······ ini akan berhasil entah bagaimana. Kalau tidak, maka aku akan menyerah pada catatan SMA dan hanya mengikuti ujian kualifikasi.”

Daripada itu, aku lebih khawatir kelompok Chanmi akan menggunakan ketidakhadiranku sebagai kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bodoh. Earl Silver Lion meletakkan tangannya di belakang kepalanya.

“Yah, kalau begitu, itu melegakan. Tentu saja, karena Tn. Yujin akan terus hidup di dunia ini, itu tidak masalah.”

Kata-kata itu dimuntahkan.

Earl Silver Lion terkikik dan merentangkan kakinya. Begitu aku turun dengan satu lutut untuk memijat kakinya, kakinya yang satunya keluar dan melilit leherku. Mirip dengan sebelumnya, tapi kali ini, aku dipeluk oleh kakinya dan bukan lengannya. Wajahku terkubur di antara kedua pahanya. Sebuah aroma dan sensasi yang sama, kecuali, rasanya seolah sensasinya lebih tebal dan tajam menggores tulang belakangku.

Orang ini memang seperti ini dan saudara tirinya juga sama. Kenapa mereka berdua sangat suka meremas kepalaku di keempat sisi?

Seakan aku menolak, aku mencoba melepaskan kepalaku. Earl Silver Lion segera memasukkan kekuatan ke kakinya dan menghalangi pelarianku. Meski secara naluriah aku mengangkat tangan dan meraih lutut Earl Silver Lion, karena bagian belakang tanganku telah ditampar, akhirnya aku cepat-cepat melepaskannya. Satu-satunya wilayah tubuhku yang bisa kugunakan adalah area di atas leherku. Setiap kali aku menggerakkan kepalaku untuk menariknya keluar, dengan pahanya yang kecil, Earl Silver Lion kadang-kadang berpura-pura membiarkanku pergi sebelum menarikku kembali ke betisnya. Seperti ini, dia menggagalkan pelarianku beberapa kali.

Akhirnya, sekitar waktu aku merasa seolah-olah mengalami kesulitan bernafas, aku mendengar tawa yang serupa dengan pemberian hadiah Kerajaan.

“Ah hah hah ha.”

Aku bisa merasakan sensasi sedikit basah di pahanya. Aromanya menjadi sedikit lebih tebal. Keringat Earl Silver Lion.

“Itu tadi menyenangkan. Seperti yang diharapkan, latihan ringan membantu menyegarkan moodku.”

Earl Silver Lion mengulurkan tangan dan mengusap kepalaku. Saat dia melakukan itu, dia membebaskanku dari kakinya, tapi butuh beberapa saat sebelum aku bisa menarik napas. Begitu aku mengangkat kepala dengan keras, aku bisa melihat Earl Silver Lion melihat ke arahku melalui kacamata yang benar-benar berkabut.

Setiap kali aku bernafas, penglihatanku kembali bolak-balik antara menjadi buram dan jelas. Aroma mawar yang basah kuyup di musim semi.

Begitu aku membuka mulutku sedikit seolah-olah aku memohon pengampunannya, sebuah senyuman muncul di bibir Earl Silver Lion.

“Kau menggemaskan.”

“······Apa kau puas?”

“Ya. Aku merasa di surga.”

Agar tidak merusak kesenangannya, aku tidak melawan dengan serius. Namun, kalau aku tetap diam maka dia sama sekali tidak menikmatinya, jadi aku pura-pura sedikit berjuang. Sedikit pada awalnya, semakin banyak berjuang seiring berjalannya waktu, dan akhirnya, seolah-olah aku telah menyerah karena kelelahan, aku bertindak seolah-olah menyerahkan nasibku hanya di tangan Earl.

Aku tidak yakin apakah Earl pernah melihat penampilanku atau tidak. Bagaimanapun, dia merasa puas, jadi dia membiarkanku pergi.

“Pakaianmu berantakan.”

“Menurutmu salah siapa?”

“Yup yup. Tapi kau tetap harus berkeliling sambil mengenakan pakaianmu dengan benar. Bagaimana mereka mengatakannya? Salah satu dasar sebagai anggota masyarakat? Terutama karena kau termasuk smilikku. Kalau kau berkeliling saat keadaan berantakan, maka harga diriku pun akan naik ke papan cincang. Anak angkat Mikatni?”

Earl Silver Lion menyeringai dan berbalik untuk melihat salah satu sudut kantor. Dia memberi perintah kepada Sii yang sedang berdiri di sudut sepanjang waktu dengan kedua tangannya berpegangan di depannya.

“Rapikan Yujin.”

“······Ya, Paduka.”

Sii mendekat. Dia meluruskan pakaian kusutku dan mengancingkan tempat-tempat yang telah terbuka kancingnya. Begitu Sii berada di titik di mana dia mengambil saputangannya untuk menyeka kacamata, tangannya sedikit gemetar.  Earl Silver Lion memperhatikan kami dengan kaki disilangkan.

Ini juga sesuatu yang terjadi setiap hari.

Membuat jelas aku adalah milik seseorang. Membuat Sii sadar akan hal ini.

Kemungkinan besar bukan semata-mata karena sadisme Earl. Tidak peduli bagaimana kau memikirkannya, pada akhirnya, tampaknya dia tidak menyukai fakta aku telah membenarkan lengan Sii. Keposesifan. Obsesi dengan mengambil inisiatif. Mirip dengan apa yang ditunjukkan Joo Chanmi dan Eun Minseon.

“Selesai.”

Untungnya, Sii mampu bertahan hari ini juga.

“Hmm.”

Sebaliknya, nampaknya ketidaksenangan itu dari Earl Silver Lion. Meski Earl Silver Lion menatap Sii yang mundur, Earl hanya mengangkat bahunya. Kalau tidak ada yang perlu dikeluhkan, maka Earl pun tidak bisa melakukan apapun.

“Kau bisa pergi dan beristirahat.”

Aku menerima perintahnya dan pergi.

Sii, yang lengannya belum sepenuhnya sembuh, tinggal di kamar sakit.

“Uuu······Beneran, cewek itu! Tidak bisa dimaafkan!”

Sii berteriak begitu saat kami sampai di ruang sakit. Aku menghiburnya.

“Anda bertahan dengan baik, Nona Sii.”

“Yujin, apa kau baik-baik saja? Bau yang dilapisi dari gadis itu, bukankah tidak enak?”

Sii mendekatiku dengan wajah berkaca-kaca. Aku menggelengkan kepala.

“Tidak apa-apa.”

“Mm~ ~ aku tidak baik-baik saja! Kalau aku tidak melapisi aromanya dengan aromaku dengan cepat!”

Apa kau anjing?

Tidak,  kudengar kucing melakukan hal yang serupa ini juga.

“Yujin, berbaring di tempat tidur sebentar!”

Sii dengan paksa mendorongku di atas tempat tidur dan menaikiku. Meski tubuhnya kurus, pahanya adalah area yang gemuk. Sii menjadi merah karena kemarahannya terhadap Earl Silver Lion dan rasa malu yang dirasakannya karena apa yang sedang dia lakukan, jadi rasanya aku dipijat oleh segulung roti yang baru dikukus.

Karena jarak antara kekuatan kami, aku tak dapat menahan diri. Melihat wajah Sii yang terbakar dengan rasa tanggung jawab tidak benar-benar membuatku ingin menolaknya. Sii menurunkanku sambil terengah-engah.

“Oke! Kau baik-baik saja sekarang!”

Aroma tubuhnya berbau seperti krim kocok yang dibiarkan mengering pada suhu kamar. Sebelum tidur hari ini, aku harus mengusapnya dengan handuk panas dan beberapa sabun. Aku akan mandi juga.

“Hari lain sudah berakhir.”

“Yup····· Yujin, banyak bekerja hari ini. Apakah kau tidak lelah?”

Aku membebani tubuhku.

“Tugas yang saya lakukan dengan Earl baik-baik saja karena saya hanya perlu menggunakan kepala saya, tapi pekerjaan pelayan memang sedikit melelahkan. Sudah lama sekali sejak saya melakukan banyak pekerjaan fisik.”

“Uuu······ maaf. Gadis-gadis itu, mereka hanya memberiku tugas mereka. Meskipun yang mereka lakukan hanyalah bermain-main, mereka benar-benar licik.”

“Juga ada cukup banyak tugas sulit yang disebut pekerjaan serabutan.”

Aku berbicara saat mengambil sebuah iPad. Aku lalu berpaling untuk melihat Sii dan menunggu. Meskipun Sii tampak sama sekali tidak tahu, dia segera mengeluarkan suara ‘ah’ dan masuk ke dalam ‘pemikiran’ yang dalam.

Dia berbicara sesaat kemudian.

“Kurasa mereka mencoba, mencegahmu, Yujin.”

Aku menunggu.

“Meskipun aku tidak benar-benar ingin mengatakan ini sendiri, hal-hal yang menurut Yujin harus dilakukan, aku biasanya tidak melakukan hal-hal seperti itu. Tidak masalah siapa orangnya, mereka tidak akan menugaskan pekerjaan penting kepada seseorang yang berada dalam posisi sepertiku. Kekhawatiran aku akan mengacaukan pekerjaan akan menjadi perhatian pertama mereka. Dan kalau mengacaukannya, itu bukan sesuatu yang bisa diatasi dengan melecehkanku. Seseorang harus melakukan pekerjaan yang kacau. Mereka secara alami akan bekerja 2-3 kali lagi, dan waktu istirahat mereka akan menyusut. Pekerjaan yang tidak menyenangkan seperti itu, mereka biasanya tidak akan melakukannya.”

Aku sangat senang. Seperti yang telah kukatakan kemarin, Sii sudah mulai ‘berpikir’.

“Ya. Untuk alasan yang sama dengan apa yang dikatakan Nona Sii, untuk mencegah saya, mereka menunggu sambil menyiapkan banyak hal untuk dilakukan sebelumnya. Saya pikir ini sekitar 7.”

“Bagaimana dengan 3 sisanya?”

“Hanya saja mereka punya banyak hal untuk dilakukan secara keseluruhan. Mereka tampak sibuk dengan resepsi tamu.”

“Ah······ seperti itu selama ini.Yudia······ Sir Yudia, saat ini berkunjung.”

Yudia Batsand.

Guru Zia. Sang Rawa Violet. Pesuruh kerajaan Martial Origin.

“Dia menerima perbaikan senjatanya dari kakak angkatku terakhir kali dia berada di sini······ dan fakta bahwa dia mampu memegang tombaknya dengan baik sekarang telah dikonfirmasi.”

Pelakunya yang telah memisahkan lengan Sii karena permintaan Earl Silver Lion.

“Karena itu, persiapan Sir Yudia sudah lengkap. Arena mulai sekarang, akan dipanaskan. Tentu, tamu besar dijadwalkan datang satu demi satu.”

Aku akan sibuk untuk sementara membantu pekerjaan guruku——— inilah yang Zia Batsand katakan kepadaku.

“Apakah Nona Sii mungkin tahu tamu macam apa yang akan datang?”

“Mm~~ aku tidak yakin. Kalau aku menggunakan tahun lalu sebagai contoh, maka······ sepupu Paduka dari pihak ibunya telah datang. Seorang pangeran datang juga.”

“Seorang pangeran, bukan?”

“Dia adalah pelamar Paduka. Kudengar dia tidak berhak atas suksesi karena pangkatnya rendah.”

Seorang pelamar. Huh?

Untuk seseorang seperti itu Earl Silver Lion? Meski ragu, kalau kau mengingat ke belakang, maka itu masuk akal. Di dalam dunia ini mengadopsi monarki dan bangsawan, tidak mungkin mereka meninggalkan seorang gadis yatim piatu yang memiliki wilayahnya sendiri dan mengaturnya sebagai earl.

“Dia sangat tampan. Dia bisa menggunakan sihir dengan baik dan kudengar dia benar-benar kuat. Dan baginya untuk menjadi seorang pangeran, itu adalah impian seorang gadis muda.”

Mata Sii, yang menatapku sekilas, bersinar seperti senja yang berkilau.

Jadi, dia punya sisi gadis seperti ini, aku tersenyum karena pikiran ini.

“Apa Nona Sii cemburu?”

“Mm ~ aku tidak terlalu cemburu. Aku punya pangeranku sendiri.”

Mata Sii, yang menatapku, berubah dan tampak seperti bara api yang menyala.

Jadi, dia punya sisi gadis seperti ini. Aku menghapus senyumku karena pikiran ini.

“Karena saya mendukung Nona Sii?”

“Menurutmu, apa tidak baik kalau dimulai dari pemicu semacam itu?”

Aku menyesuaikan kacamataku. Pada akhirnya, alasan mengapa aku jatuh cinta pada Minhee juga seperti itu.

“Itu agak jauh dari ‘mimpi seorang gadis muda’ seperti yang dikatakan Nona Sii.”

“Mm ~~ itu benar. Kurang memiliki perasaan yang menentukan. Kalau kau mengatakannya dengan kata lain, maka seperti mengatakan siapapun tidak masalah asalkan mereka baik padaku. Meski begitu, Yujin orang pertama yang pernah menunjukkan kebaikan kepadaku, marah karenaku, dan memanggilku temannya. Hal-hal itu punya arti yang jelas bagiku.”

Mata merahnya diarahkan ke arahku dengan sejenis panas yang ada di dalamnya.

“Aku suka, Yujin.”

Aku memejamkan mata dan membukanya.

“Haruskah saya memberikan jawaban sekarang?”

Ekspresi Sii menjadi bingung.

“Ya ~~! Aku akan senang jika kau melakukannya. Tapi aku bisa menunggu. Jadi tidak masalah melakukannya perlahan.”

“Tidak, saya akan memberikan jawaban sekarang,” aku berbicara. “Tidak mungkin.”

Aku berbicara sambil mencengkeram manik-manikku erat-erat.

“Ada orang yang saya suka di Korea.”

Orang yang memiliki iman tidak mampu menjalin hubungan dengan dunia duniawi. Pengalaman masa laluku di bawa ke gereja oleh tangan bibiku ketika aku masih kecil masih mempengaruhiku sampai hari ini juga. Secara mental tidak mungkin aku keluar dengan seseorang selain dewiku, Minhee.

Aku yakin secara fisik juga tidak mungkin.

Sii menatapku. Dia berbicara.

“Begitukah?”

Dia mengangguk.

“Aku mengerti.”

Dia terdiam.

“Ehehe······· mm~~ oke. ······Mm. Mmm.”

“Maafkan saya.”

“Mmn! Yujin tidak perlu minta maaf. Ah, bagaimanapun, mari kembali ke topik utama.”

Sii berbicara sambil tersenyum lebar. Aku menepuknya.

“Ya. Seorang tamu dari sisi ibu Paduka. Sang pangeran. Dan jika ada orang lain yang layak disebutkan, maka ······.”

“Presiden Fedchants datang juga. Meskipun Raja Menara dari  Mage Tower akan datang bersama mereka, Paduka menolak. Hanya itu yang bisa kuingat saat ini.”

“Sebagai kesimpulan, beberapa tamu bahkan Earl Silver Lion pun tidak dapat tangani tanpa berpikir akan berkunjung juga.”

“Apakah kau menanyakan hal ini karena hal yang kau bicarakan sebelumnya?”

“Itu benar. Tidak peduli apa itu, saya harus membuat koneksi dengan mereka saat mereka di sini. Apalagi jika saya akan melakukan itu, maka saya harus segera pergi ke arena dan bertemu Zia dan Yudia.”

Zia telah mengatakan akan sulit untuk bertemu dengannya sementara waktu, tapi aku akan membuat prediksi itu salah. Sementara aku memikirkan hal itu, Sii, yang menghindari mataku, masuk ke dalam garis penglihatanku.

“Saya tidak mengatakan bahwa saya akan segera pergi. Saya akan mengunjungi arena setelah memikirkan beberapa metode untuk menghadapi Yudia.”

Gagal untuk kedua kalinya harus dihindari. Saat aku membuat keputusan itu, Sii memiliki ekspresi khawatir di wajahnya.

“Jangan paksa dirimu, Yujin. Sudah kukatakan sebelumnya, tapi sebaiknya jangan terburu-buru.”

Dengan penuh rasa terimakasih aku mendengarkan sarannya.


Keseharianku mengalir seperti itu untuk sementara waktu.

Aku terbangun saat fajar dan menggantikan pekerjaan Sii. Pada malam hari, aku memberikan laporan rutin ke Earl Silver Lion. Setelah itu, aku mengerjakan beberapa dokumen sebelum kembali ke kamar sakit bersama Sii sekali lagi. Itu melelahkan, tapi aku memiliki jadwal yang lebih ketat daripada ini selama Perang 8 Tahun. Aku juga semakin terbiasa dengan jadwal seiring berlalunya waktu.

Hubunganku dengan pelayan lain agak membaik juga.

“Yujin. Aku membuat makanan ringan seperti yang kau ajari sebelumnya······· “.

“Yup, enak. Kau melakukannya dengan baik.”

“······ Apa kau yakin aku beneran membuatnya dengan baik? Kurasa rasanya agak kurang dibandingkan dengan yang kau buat.”

“Panggil aku saat kau membuatnya lain kali. Kita bisa membuatnya bersama.”

Tentu saja, hubunganku tidak membaik dengan semua pelayan.

“Woof! Aku pasti akan membuka kedokmu!”

Kina terutama terus mengancamku saat mengikutiku berkeliling.

“Woof! Berhenti menimangku!”

Bahkan jika seorang gadis binatang bertelinga anjing, yang tingginya tidak sampai 1 meter, melakukan itu, dia hanya akan terlihat menggemaskan.

“Woof ······ j-jangan timang, hya wan, jangan sentuh telingaku!”

Benar-benar menggemaskan.

“Waan ······ guk, garururu ······ Bukan itu! B-B-Berhenti-menimangku!”

Kalau aku membuatnya terlalu kesal, maka dia akan berubah menjadi monster setinggi 180cm, tapi itu sepadan dengan risikonya.

Aku tidak menghabiskan hidup sehari-hariku seperti itu. AKu juga melakukan sesuatu. Kesempatan untuk memberikan penjelasan rinci tentang sesuatu yang akan tiba suatu hari nanti. Aku hanya akan mengatakan ini adalah tugas sensitif yang dapat menyebabkan kesalahpahaman. Ini tugas yang cukup sensitif, jadi ketika seseorang memanggilku begitu aku selesai melakukan tugas itu dan keluar dari ruangan, aku benar-benar terkejut.

“Ah, Anda.”

Itu adalah pelayan tipe pemimpin yang telah menyebabkan satu kejadian di atas benteng———Mari.

“······Mari?”

Mari mendengus.

“Mari. Ucapkan itu dengan benar.”

“Mari.” Vokalisasinya agak berbeda. “Apa itu?”

“Saya yang harusnya menanyakan hal itu. Tempat Anda baru saja keluar, itu kamar mandi wanita, lho?”

Tanya Mari sambil menyipitkan mata ke arahku. Dengan tenang aku meletakkan lenganku ke punggungku.

“Yup. Aku membersihkannya sedikit. Ini tempat yang digunakan oleh Nona Sii.”

“······ Apakah Anda masih memanggilnya ‘Nona’?”

Cara terbaik untuk mengubah topik adalah mengangkat topik yang menjadi sasaran oposisi. Aku mengangguk.

“Yeah. Jadi ada apa? Apa kau mungkin di sini untuk mengunjungi Nona Sii?”

“Tentu saja tidak. Apakah saya terlihat seperti orang yang melakukan itu?”

Dia tidak melakukannya. Itulah kenapa hal itu membingungkan. Tapi sekali lagi,

“Lalu kenapa kau berdiri di depan pintu ruang sakit dimana ada Nona Sii sementara memegang sekeranjang buah?”

“Saya menemukannya dalam perjalanan ke sini. Saya pikir mungkin milik Anda.”

Sepertinya Mari ingin berbicara dengan sikap angkuh. Meskipun begitu, dia pasti menyadari terlalu berat baginya di tengah kalimatnya karena dahi yang terekspos sepenuhnya menjadi diwarnai dengan warna merah tua.

Akan menghibur melihatnya dengan hampa sampai keningnya menjadi benar-benar matang, tapi karena hanya akan menghibur dan tidak lebih, aku memutuskan untuk tidak melakukannya.

“Terima kasih. Pasti aku menjatuhkannya pagi ini.”

“Hmph. Sebaiknya Anda fokuskan pikiran Anda mulai sekarang, mesum.”

“Kau mau masuk?”

“Apa saya gila? Ini saja yang saya miliki di sini. Saya akan kembali sekarang.”

Aku, dengan keranjang itu ada di tanganku, mengeluarkan buah yang tampak seperti gabungan buah apel dan buah persik, dan menggigitnya. Rasanya seolah-olah memiliki kandungan gula yang sama seperti anggur dan tekstur yang mirip dengan pisang. Mari, yang hendak berbalik, menyipitkan matanya.

“Anda harus menunggu sampai orang tersebut pergi, ketua OSIS. Saya tidak yakin posisi social apa yang Anda miliki, tapi jelas bagi saya bahwa itu adalah yang terendah. Tanda-tAnda Anda tidak berpendidikan, Anda tahu?”

Aku mengunyah sedikit sebelum menelannya. Dengan ringan aku membalikkan apel-persik dengan ujung jariku dan menggigitnya lagi.

“Maaf. Aku haus. Aku ingin memberi kompensasi kepadamu, tapi adakah yang kau harapkan? Sesuatu seperti layanan, mungkin?”

Aku telah makan dua gigitan tapi aku tidak merasakan masalah tertentu dengan tubuhku. Itu berarti dia tidak main-main dengan makanan untuk melakukan sesuatu terhadap Sii. Tentu saja, kalau dia melakukannya, maka dia akan menunjukkan reaksi yang lebih dramatis saat dia melihatku memakannya.

Untungnya, Mari tidak menyadari aku telah mencurigainya.

“······Anda tahu. Menurut Anda berapa lama sejak lengan Sii terputus karena Anda melakukan hal seperti itu? Kamar mandi tadi juga ······ jika Anda punya waktu untuk dihabiskan, maka lebih khususkanlah untuk Paduka Earl.”

Sambil sengaja membuat ekspresi kaget di wajahku, aku melipat lenganku di belakang punggungku.

“Hm? Bukankah lengan Nona Sii terputus karena dia mencuri sesuatu? Sii sendiri menyatakan dia dijebak, meskipun······ “.

“Apakah Anda idiot!?”

Mari menatapku dengan mata lebar.

“······Tidak, Anda memang idiot······. Tentu saja, jika Anda bukan idiot, maka Anda tidak akan melakukan sesuatu seperti itu pada saya saat di benteng. Yup, idiot. Idiot. Id-iot.”

Alshi juga seperti ini, tapi apa akuh terlihat seperti orang idiot dari gadis-gadis di dunia ini? Kalau kuingat fakta Miyeong dan orang yang duduk di belakangku memperlakukanku seperti idiot, maka kurasa aku harus mengubahnya menjadi ‘gadis-gadis dari seluruh dunia’.

“Jangan mengambil kejadian persis seperti yang terjadi. Hanya idiot yang melakukan itu. Paduka, Anda tahu, dia marah karena Anda berkeliling dengan membuat diri Anda terlihat murahan. Kebalikan dari apa yang Anda bicarakan dengan kasar itu.”

Mari membual saat meletakkan satu tangan di pinggulnya dan dia melambaikan telunjuk dan jempol dari tangannya yang lain. Dia adalah seorang gadis yang sangat mudah dimengerti.

Kalau kau membungkusnya, mungkin itu memang begitu.

Alih-alih mengatakan itu.

“Siapa yang memberitahumu?”

” ······Hey, itulah yang saya anggap salah. Apakah selalu harus dikatakan agar Anda mengerti? Anda bisa tahu dengan hanya melihat. Saya tidak yakin sisi mana yang otaknya lamban.”

Mm.

Ini——— agak aneh.

Tidak, ini benar-benar aneh. Apa ini yang kau sebut intuisi unik seorang gadis? Tapi, sepertinya tidak······.

“Yujin?”

“Ah, maaf,” aku menyimpulkan pikiranku. “Pikiranaku harus merenungkan diriku sendiri, telah muncul.”

“Tentu saja Anda harus merenungkan diri Anda sendiri. Jika Anda melakukannya dengan baik, maka apakah menurut Anda lengan gadis itu akan berakhir seperti itu? Di posisi gadis itu, bencana macam apa ini? Saya tidak yakin bagaimana rasanya di dunia Anda, tapi jika sesuatu yang mulanya kecil menjadi mengembang, orang-orang di dunia ini ingin menginjak-injaknya.”

Itu juga sama di duniaku. Aku percaya itu topik yang tidak biasa.

“Ah ~ Begitulah mungkin, itu tidak berarti saya mengkhawatirkanmu, jadi jangan salah paham atas ini dengan aneh. Saya hanya mengatakan ini karena saya tidak enak untuk menonton diam-diam.”

Mari berbicara dengan satu mata tertutup dan kedua tangannya sedikit terentang.

Hmm.

“Makasih.”

“Apa ini? Anda sangat jinak hari ini.”

“Aku hanya berterima kasih pada hal-hal yang seharusnya ku syukuri. Kalau kau punya saran lain, maka dengan senang hati aku akan mendengarkannya.”

“Hmph. Akan lebih baik jika Anda jinak seperti ini dari awal. Jika Anda begitu, maka pelayan lainnya tidak akan membuat kesaksian semacam itu untuk menginjak Sii.”

“Kau juga?”

Bahu Mari sedikit membeku. Aroma anggur yang samar menggelitik ujung hidungku.

Apakah ini?

Apa dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada lengan Sii? Jadi karena itulah dia datang ke sini dengan sekeranjang buah-buahan sebagai simbol permintaan maaf? Dia tidak benar-benar tampil seperti memiliki mental lemah, tapi orang terkadang melakukan hal-hal yang berbeda dari penampilan luar mereka.

Namun, Mari menggelengkan kepalanya.

“Saya, tidak melakukannya.”

Dia melanjutkan.

“Saya akui itu ——— saya mengeluarkan ide serupa. Tapi seperti yang saya katakan di atap, itu hanya lelucon yang keluar saat berbicara. Saya tidak berencana untuk benar-benar melakukannya dan saya juga tidak melakukannya. Untuk membuat kesaksian palsu. Bukan saja saya memiliki harga diri, tapi harganya adalah lengan yang diputus. Hukuman kejam semacam itu.”

Dia benar. Kalau kau mengecualikan fakta orang yang telah menyeret gadis berkulit lemah ke sinar matahari langsung seharusnya tidak menjadi orang yang mengatakan hal ini, itu saja. Seperti yang diharapkan, Mari pasti menyadari fakta ini saat dia mengalihkan pandangannya.

“Yah, memang benar saya memperlakukan Sii dengan kasar. Meski demikian, ada batasan untuk itu juga. Untuk saat ini, saya, dan sebagian besar pelayan lainnya mempercayainya juga, tapi sebuah lengan terlalu berat.”

Bahkan di dunia ini dimana metode penyembuhan sihir ada, apakah ini seperti sensibilitas orang biasa?

“Menambah itu, pikirkanlah. Fakta yang terjadi sekali berarti bisa terjadi sekali lagi, tapi bagaimana seseorang bisa menjamin targetnya bukan mereka pada saat itu? Saya benar-benar tidak berharap hal ini terjadi. Tapi gadis-gadis itu melakukan sesuatu yang tidak perlu······.”

Mari berhenti di tengah kalimatnya dan mengertakkan giginya. Setelah dia meluangkan waktu sejenak untuk menenangkannya, dia dengan ragu menatapku.

“Apa Anda tidak percaya padaku?” Setelah menanyakan itu, dia lalu meletakkan tangannya di dahinya dan menghela napas. “······Tidak, tidak masalah. Jika Anda memikirkannya, maka saya tidak ingin meyakinkan Anda atau apapun itu.”

“Tidak. Aku  harus minta maaf karena meragukanmu asal-asalan.”

Begitu aku menundukkan kepala dan meminta maaf padanya, mata Mari membesar.

“Anda benar-benar jinak hari ini.”

“Jika aku mengaturnya maka: Kau dan faksi yang kau pimpin tidak terlibat dalam hukuman Sii. Namun, ada faksi lain dan faksi itu terlibat. Apa ini benar?”

“Fraksi? Kami pelayan bukan penyihir dari Mage Tower dan kami juga bukan anggota Dua Belas Cabang Ksatria. Kami tidak setinggi itu, tapi······ jika Anda mempersempitnya, maka saya kira seperti itu.”

“Bisakah kau memberiku informasi mengenai faksi itu?”

“Tidak. Seperti yang saya katakan, bukan hanya kelompok kami yang tidak terdengar tinggi seperti faksi, tapi saya merasa sudah mengatakan terlalu banyak.”

Sebaiknya kau tidak memancingnya lebih jauh lagi. Bahkan ini pun sudah cukup untuk disebut panen.

“Terima kasih atas sarannya. Aku pasti akan membalasnya nanti.”

“Anda tidak perlu memberi imbalan kepada saya······. Saya sudah mengatakannya beberapa kali, tapi saya tidak tertarik dengan layanan mesum Anda. Jika Anda benar-benar berterima kasih atas nasehat tersebut dan ingin melakukan sesuatu sebagai balasannya, maka, itu benar.”

Bibir Mari mendekati telingaku.

“Hancurlah ke suatu tempat.”

Aku berterima kasih, tapi itu permintaan yang tidak bisa kulakukan.


Setelah Mari pergi, aku menunggu beberapa saat sebelum aku membuka pintu kamar sakit dan masuk. Sii membuat ekspresi lega begitu melihatku.

“Mm ~~ Yujin, tidak ada yang terjadi, kan? Aku khawatir.”

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“Tapi hal yang Yujin bilang perlu dilakukan, itu berbahaya, kan? Kalau kau tertangkap ·······”

“Tidak mungkin itu akan terjadi. Daripada itu, mau.”

“Ah, buah ······. Apa kau pergi ke dapur?”

“Tidak, aku bertemu Mari di depan kamar sakit.”

“Eck, Mari!? Kenapa!?”

Aku menceritakan tentang percakapanku dengan Mari. Sii mengernyitkan alisnya.

“Mari, gadis itu ······. Dia benar-benar sombong. Dia pikir dia bisa melakukan apa saja dan berkeliling memberi saran yang tidak perlu. Sangat mengganggu.”

“Dia sendiri kemungkinan besar percaya apa yang dia lakukan tidak baik.”

“Itulah yang menyebalkan.”

“Saya mengerti. Nona Sii, tahukah Anda bagaimana faksi-faksi di antara pelayan tersebut kira-kira terbentuk? Meskipun saya telah memahami hubungan kekuasaan kecil antara pelayan saat saya bekerja, dan saya berniat untuk terus mencapainya, karena bisa melihat kerangka kerja yang lebih besar adalah isu yang terpisah.”

“Aku juga tidak tahu persis, tapi kalau membagi mereka, maka orang-orang yang telah bekerja di sini dan orang-orang yang mulai bekerja di sini baru-baru ini, seperti itu. Misalnya, Mari dan aku termasuk yang terakhir.”

Ini sedikit mengejutkan.

“Gadis itu, Mari, bukankah dia veteran yang sudah lama bekerja di sini?”

“Pengalaman kerjanya sebenarnya tidak begitu lama. Setelah kejadian pemecatan massal yang konon telah terjadi sejak lama, dia dipekerjakan di sini sekitar waktu yang sama denganku. Sebenarnya, sebagian besar pelayan masuk sekitar waktu itu.”

“Saya mengerti. Jadi jika Anda memanggil orang-orang itu faksi baru dan orang-orang yang sudah berada di sini faksi yang sudah ditetapkan, maka ······

“Faksi yang sudah ditetapkan adalah orang-orang yang telah bekerja sambil membuat Nona Sophna sebagai individu kunci mereka. Ada juga orang-orang yang keluarganya terus melayani Rumah Earl sejak lama, dan sebanyak itu, dibandingkan dengan faksi baru, kesetiaan mereka kepada Paduka Earl sangat dalam.”

Sophna. Aku sudah sering mendengar namanya baru-baru ini. Kalau aku percaya pada kata-kata Mari, berarti pelayan yang terlibat dalam pemotongan lengan Sii adalah bagian dari faksi yang sudah ditetapkan yang terutama melayani di bawah Sophna.

“Kalau begitu, lalu apakah itu berarti orang yang disebut Sophna ingin lengan Nona Sii dipotong?”

“Mm ~~ ······. Entah. Aku tidak berpikir begitu. Mereka mungkin hanya memenuhi keinginan Paduka. Orang itu, dia tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang terjadi di dunia. Pertama, dia menutup diri di ruang penelitian dan tidak keluar.”

Yudia menyebutkan sesuatu tentang ruang penelitian saat membicarakan Sophna, kan? Kalau aku menambahkan semua informasi yang disajikan, maka: “Apa dia penyihir?”

“Ya. Nona Sophna adalah kepala pengikut dan penyihir eksklusif Rumah Earl. Dia pemilik gelar yang menerima gelarnya melalui kemampuannya dan kudengat dia memiliki Ex’ ia.”

“Ex’ ia itu······ apa artinya ‘naik’? Aku ingat pernah mendengarnya begitu saat Abria dan Yudia sedang berbicara.”

“Uhm ······ mengacu pada saat tubuh seseorang berubah akibat latihan terus menerus. Ada berbagai perubahan, tapi kudengar salah satu perubahannya adalah rentang hidupmu meningkat dengan jumlah yang luar biasa.”

Jadi setting fantasi disini juga.

Meskipun selalu setting fantasi sejak awal······.

“Kudengar Sir Yudia juga melakukan ‘kenaikan’ itu.”

Aku memikirkan Yudia. Aku ingat penampilan mirip anak-anaknya, fakta dia adalah guru Zia meskipun penampilannya itu, dan saat dia menyebutkan dia pernah mengalami 187 musim semi. Meskipun kupikir bahwa apa yang dia katakan mungkin terkait dengan celah waktu, keterampilan, lelucon konyol, perbedaan musim dibandingkan dengan Bumi dan di sini, dll, yang kesemuanya menjadi hal-hal yang sering muncul dalam novel ringan, ternyata berubah menjadi sesuatu yang lebih fantastis dari itu.

“Kembali ke Nona Sophna. Kudengar saat Paduka Earl masih muda, Nona Sophna adalah guru pribadi Paduka. Sebenarnya, kudengar earl sebelumnya······ ayah earl saat ini diajar olehnya juga. Dia sudah tua, dia tenang, dan sebenarnya ada saat ketika aku lupa dia memang ada.”

Apa itu berarti dia tidak berada dalam zona yang bisa disentuh? Dalam konteks yang sama, aku bisa mengerti kenapa hak Mari berbicara kuat meskipun merupakan bagian dari faksi baru. Juga dalam konteks yang sama, aku juga bisa mengerti mengapa keberadaan seperti kepala pelayan tidak ada.

“Omong-omong, Yujin. Apa yang kau kerjakan sekarang?”

“Ah.” Aku mengangkat tanganku dari iPadku. “Saat ini saya sedang membangun database. Apakah Anda ingin melihat?”

“Database?”

Sii duduk dan menekan di sampingku. Sementara aku merasakan hal itu, Sii menjadi terkejut.

“Eck, apa ini? Foto ······ disebut itu, kan? Ini foto Mari.”

“Ya, ini fotonya. Informasi pribadi tertulis di bawah foto itu, dan di bawah rincian itu, saya menuliskan fakta apa pun yang dapat saya ketahui tentang orang itu.”

“Ah, sungguh······. Mm ~ ~ Luar biasa. Rapi dan mudah dibaca. Apa kau membuat ini untuk orang lain juga?”

“Ya. Selain itu, saya tidak hanya membuat lembaran karakter, tapi juga mengorganisir informasi baru saat saya mendapatkannya seperti ukuran kota, impor, harga di dunia ini, ras, kekuatan politik, dan lain-lain.”

Itu adalah salah satu kebiasaan yang kubangun saat melewati Perang 8 Tahun. Sii, yang melihat iPad dengan wajah penuh kekaguman, kembali ke lembar karakter. Sepertinya dia sangat tertarik. Gadis yang membuat senyum seperti Yudia sambil mengintip informasi pribadi rekan-rekannya tiba-tiba memperbaiki garis pandangnya ke satu tempat.

“Yujin. Apa ini?”

“Ah, itu———.”

Saat itulah.

Ketuk, ketuk

Suara ketukan bisa terdengar.

“······?”

Sii berbalik ke arah pintu. Aku memikirkan orang-orang yang mungkin bisa mengunjungi tempat ini. Sebagai permulaan, Zia. Dia tidak hanya mengatakan dia tidak akan bisa datang untuk sementara, tapi tidak mungkin dia melakukan sesuatu seperti mengetuk pintu. Earl. Jika dia perlu bertemu denganku, maka dia akan memanggilku. Setelah itu kemungkinan Mari akan kembali. Itu memiliki kesempatan yang agak tinggi, tapi ······.

Apakah itu tidak mungkin?

Kalau salah satu dari tiga orang yang terlintas dalam pikiranku, maka kunci itu tidak akan berubah saat ini tanpa menunggu tanggapan kami.

“········!”

Sii menyusut kembali saat dia melihat kunci itu diam-diam berubah tanpa memancarkan bunyi klik pun. Aku masuk ke dalam postur tempat aku memegang keranjang di lengan kananku saat aku menjulurkan lenganku yang lain ke depan. Pintu segera dibuka.

Dua pelayan bertopeng masuk ke kamar sakit.

Itu adalah topeng yang tidak hanya menutupi wajah, tapi juga seluruh kepala.

Ada lubang ditusuk di sana-sini di atas topeng. Lubang dengan ukuran yang tidak menentu memiliki jarak yang aneh antar satu sama lain. Lubang hitam itu semuanya terisi penuh dengan benjolan coklat. Rangsangan visual yang diberikan topeng itu tidak menyenangkan. Rasanya seperti menatap antera dari dekat. Ini pertama kalinya aku melihat topeng yang menimbulkan perasaan tak menyenangkan.

Di tangan mereka yang bersarung tangan, mereka memegang belati yang memiliki penampilan yang sama anehnya dengan topeng mereka.

“S-Siapa .······”

Begitu Sii mengucapkan kata itu, aku mengulurkan lenganku dan melemparkan keranjang buah itu.

Begitu pelayan di depan memukul keranjang itu, aku sudah bergerak dari posisiku dan telah menugaskan langsung di depan pelayan bertopeng itu. Tanpa menunjukkan tanda-tanda panik, pelayan bertopeng itu mundur selangkah dan mengayunkan belatinya. Aku memblok ayunannya dengan meraih pergelangan tangannya dan mengulurkan tanganku yang satunya ke topengnya.

Tidak ada gunanya bertanya siapa mereka. Fakta mereka datang ke sini memakai topeng berarti mereka ingin mempertahankan anonimitas mereka. Kalau memang begitu, maka aku harus mengungkapkan anonimitas itu. Meskipun ada kemungkinan mereka bisa melakukan tindakan mematikan kalau identitas mereka terekspos, tidak ada gunanya mengkhawatirkan hal itu ketika lawan telah mengayunkan belatinya. Pilihan terbaik adalah menaklukkan mereka dan melepas topeng mereka.

Pilihan terbaik umumnya tidak bisa diraih dengan mudah.

Yang kedua aku menyentuh bagian bawah topeng, bang ······! Aku merasakan kejutan yang kuat datang dari sisi tubuhku. Aku berguling dan bertabrakan dengan dinding. Di dalam penglihatanku yang berguncang, aku bisa melihat pelayan bertopeng di postur menendang. Itu adalah kekuatan kaki yang melampaui akal sehat. Rasanya ada semacam kekuatan yang dinaikkan secara sihir yang terlibat di sana, namun rincian pastinya tidak diketahui. Sepertinya dia tidak hanya bisa melakukannya beberapa kali dan pelayan bertopeng itu sepertinya menganggap kekuatan itu tidak istimewa = Karena itu, sebanyak dia terbiasa dengan kekuatan itu, tidak ada alasan bagiku untuk berpikir lebih jauh ke dalamnya.

Kira-kira 1 detik sudah berlalu sejak langkah pertamaku.

Pelayan bertopeng yang telah menendangku mulai berjalan ke arahku sambil mencengkeram belati. Pelayan lain yang berdiri di belakang mulai berjalan menuju Sii. Aku memecahkan masalah berdiri dan mendekat ke Sii dengan berguling ke samping dan mendorong diriku ke atas.

Aku berdiri di depan ranjang tempat Sii berbaring.

Dua pelayan bertopeng berhenti sejenak sebelum mereka mengarahkan pandangan mereka padaku dan melanjutkan pendekatan mereka.

Ini——— sulit.

Fakta aku telah melempar keranjang itu, bergegas ke arah mereka, dengan tiba-tiba mencoba melepaskan topeng mereka, pulih dengan cepat sebelum berdiri di depan tempat tidur, dan sebagainya. Seharusnya semuanya berada di luar harapan mereka. Namun, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda panik. Apa itu? Aku tidak yakin dengan orang yang berada di belakang, tapi orang di depan dengan tenang memilih tindakan yang paling optimal dan bertindak atas mereka.

Sisi mereka memiliki keunggulan kekuatan fisik.

Sisi mereka memiliki keunggulan jumlah.

Keadaan mental, mereka juga telah———

“Aaaah ······!”

Sii berteriak dan melempar bantalnya.

Serupa dengan saat keranjang yang dipukul ke samping, pelayan bertopeng di depan memukul bantal tanpa ragu sedikit pun. Namun, pelayan di belakang berhenti. Bukan karena bantal. Kemungkinan besar karena teriakan Sii. Dengan suara pecah yang dilapisi kegelisahan dan ketakutan, Sii melanjutkan.

“A-Aku akan teriak, jadi ······!”

Volume itu sendiri sudah lebih dari cukup untuk dianggap menjerit.

“M-Meski aku tidak tahu siapa kalian ······! A-Aku akan meminta bantuan, jadi ······! Sampai mereka datang, aku akan terus ······! A-Aku akan terus berteriak!”

Sii Garno Mikatni lalu berdiri di sampingku dengan kaki gemetar.

“·······”

Akusadar analisisku salah.

Sepertinya jumlahnya 2: 2.

Berkat Sii sekarang, sepertinya pihak kami memiliki keunggulan secara keseluruhan dalam hal keadaan mental.

“Sii benar! Fakta kalian memakai topeng! Itu berarti akan menjadi masalah kalau kalian tertangkap!”

Tenggorokanku sakit karena aku berteriak pada volume yang biasanya tidak kugunakan. Namun, melihat pelayan bertopeng di belakang ragu-ragu berarti itu layak dilakukan.

Kalau kau melihatnya dari perspektif lain, berarti pada saat ini pelayan di depan masih tidak menunjukkan tanda-tanda panik.

Paling tidak dia menanggapi.

“Ha.”

Itu adalah suara yang dimodulasi dengan aneh.

“Kalau kau mau menjerit, maka silakan saja.”

Tanpa memberi respons yang terganggu, inilah reaksinya.

“Baik itu Kesatria Mawar Biru Langit dan gurunya tidak ada di kastil ini sekarang. Tidak mungkin Earl datang ke kawasan kastil ini. Bahkan jika orang lain ada di sekitar sini, mereka tidak akan membantumu. Tidak ada orang di dunia ini yang ingin terlibat dalam hal-hal yang merepotkan.”

Sialan, orang ini.

“Tidak peduli berapa banyak kau menggonggong, tidak ada yang akan datang.”

Seperti yang diharapkan———ini sulit.

Ringkasan situasinya. Serangan kejutan gagal. Operasi kegaduhan berhasil setengah jalan. Berhasil mendapatkan pengetahuan ada kesenjangan antara dua pelayan bertopeng dan aku berhasil mendapat reaksi mereka. Namun, untuk mengatasi situasi ini, perlu menundukkan keduanya atau melarikan diri.

Memahami variable-variabelnya. Kami saat ini berada di kamar sakit. Kami berdiri dengan tempat tidur di belakang kami. Kami bertiga di atas tanah. Sii seorang pasien. Aku cowok yang tidak mahir bertarung. Lawan keduanya bersenjata. Selanjutnya, salah satunya memiliki kekuatan yang setidaknya mendekati kemampuan Sii sendiri. Mata pisau belati mereka sekitar 15cm.

Baiklah.

Aku meletakkan tanganku di belakang punggungku dan meraih seprai.

“Fakta bahwa kalian akan mengatakan itu! Berarti kalian benar-benar akan bermasalah! Kalau ada waktu lebih, seret keluar!”

Teriakku sambil mengulurkan seprai seperti jubah matador. Meski mobilitasku akan turun seperti ini, aku bisa mendapat pertahanan yang akan menggantikan kerugian itu. Pergerakan pelayan yang telah menendangku, bahkan jika lebih baik dari perkiraanku, jika panjang belati mereka hanya segitu, maka tidak mungkin aku dijatuhkan dalam satu serangan kalau aku memiliki pertahanan ini.

Datang.

Kalau mendekat——— maka aku akan menangkapmu dan melemparkanmu ke bawah.

Aku bisa mendengar suara lidah yang didecakkan di balik topeng. Pelayan bertopeng di depan mengangkat tangannya sehingga dia tidak memegang belati itu dan memberi isyarat. Pelayan bertopeng kedua melihat isyarat itu dan melangkah maju, jadi mereka sekarang berdiri berdampingan. Jadi mereka berniat untuk mendekati pada saat bersamaan. Tidak ke arahku tapi menuju Sii. Tentu saja, aku tidak akan membiarkan mereka. Pada saat itulah atmosfir yang bergejolak telah melanda kami.

Kudengar suara jendela terbuka di belakangku.

“Hiik ······”.

Aku tidak bisa menyalahkan Sii karena terengah-engah. Seperti yang diharapkan, aku juga mendapat kejutan yang sama. Apapun itu, fakta aku tidak berbalik dengan ceroboh adalah karena jelas pelayan bertopeng akan segera maju saat aku melakukannya, namun, apa mereka benar-benar punya kaki tangan lain? Atau apa mereka unya lebih dari itu? Untuk kami berada dalam situasi di mana kami ditekan di kedua lini, ini benar-benar berbahaya———

Sekeliling kami menjadi gelap untuk sesaat.

Satu sepatu menabrak topeng salah satu pelayan bertopeng itu.

Bang ······!

Seiring dengan dampak yang terdengar seperti ledakan, pelayan bertopeng terlontar. Mahkota kepala pelayan bertopeng itu menabrak ambang pintu dan pelaku di balik tendangann itu melipat kaki mereka dengan luar biasa dan mendarat tepat di depanku terjadi hampir pada saat yang bersamaan.



Rok yang berkibar dengan liar menyebabkan hembusan kecil  meniup ruangan.

Memproses situasinya——— fakta orang yang masuk melalui jendela melompat dari posisi mereka, melewati atas kepalaku, dan menendang pelayan bertopeng, adalah sesuatu yang kupahami begitu semuanya terjadi.

Aku mengenali orang itu sebagai pelayan tipe seni bela diri lainnya yang tetap berada di sisi Alshi.

“······ Eh, eck ·······”

Keadaan tak terduga pasti telah membuat sesuatu dalam kepala Sii mengalami malfungsi karena dia hanya membuat suara aneh. Reaksi pelayan bertopeng lain yang tidak ditendang lebih praktis dari itu. Dia segera bergegas maju. Pelayan seni bela diri mengayunkan lengan kanannya, menyingkirkan serangan pelayan bertopeng itu, dan menghajarkan tangan kirinya ke topeng pelayan bertopeng. Meski wajah pelayan bertopeng itu mendapat kejutan, dia masih melangkah maju. Seperti biasa, dua kali bertukar pukulan untuk sementara waktu.

“Kabur!”

Pelayan bertopeng yang disingkirkan mengatakanitu setelah memaksakan dirinya. Tanpa menunggu jawaban, pelayan bertopeng itu berbalik dan berlari ke lorong. Pelayan bertopeng lain yang bertukar pukulan dengan pelayan tipe seni bela diri juga berbalik dan lari.

Dalam sekejap, satu-satunya yang tersisa di ruang sakit adalah aku, Sii, dan pelayan seni bela diri yang telah menyelamatkan kami.

“······Kau.”

Aku berbicara.

Pelayan seni bela diri yang sedang menahan napas menoleh ke arahku.

“Melegakan kau selamat.”

Setelah dengan sopan menunduk, dia mengatakan itu.


Dengan melihatnya, tampaknya aku memiliki kecenderungan untuk melihat tinggi badan dan rambut seseorang kapanpun aku bertemu seseorang. Dalam kasus Earl Silver Lion, dia memiliki perawakan pendek dan kepala singa berwarna perak. Dalam kasus Zia, dia memiliki perawakan tinggi dan rambut berambut biru. Bahkan dalam kasus Sii, dia memiliki perawakan pendek dan rambut berambut putih. Dalam kasus pelayan ini, dia memiliki tipe tubuh yang sama sepertiku dan rambut berambut cokelat pendek.

Kesan yang kurasakan saat pertama kali bertemu dengannya untuk pertama kali tidak mereda bahkan dalam situasi dimana aku bertemu dengannya lagi. Kulit cokelatnya melekat kuat ke tubuhnya, membuat garis seluruh tubuhnya tampak jelas. Pembuluh darah yang menonjol dari punggung tangannya, sendi yang timbul di jari-jarinya, rambutnya dipotong pendek untuk mencegahnya ditangkap, dan seragam pelayannya, yang ukurannya menyusut agar sesuai dengan tubuhnya dengan sempurna. . Mirip dengan Soo Hyeon dan orang yang pernah duduk di belakangku, suasana impresifnya membuktikan dia seorang seniman bela diri lebih dari apapun.

Sementara dia masih berlutut di atas satu lutut, gadis itu menatapku dengan pupil seperti zamrud. Keretakan di pupilnya seperti safir. Rasanya seperti melihat cermin yang terbuat dari permata.

Itu benar ——— sebuah cermin.

Dalam dua hal yang berbeda.

“A-Ariya, kau······ apa yang baru saja terjadi······?”

Sii berbicara seolah-olah ketegangan di tubuhnya telah hilang sekaligus. Gadis yang bernama Ariya, tanpa melirik Sii, menatapku.

“Halo.” Setelah meletakkan kedua tangannya dan menyapaku dengan gerakan 6 jari, pelayan itu berbicara. “Namaku Ariya Orgit.”

Dia menunduk dengan sopan. Dia memiringkan tubuh bagian atasnya dalam sudut 45 derajat dan, sambil mempertahankan sikap itu, dia melanjutkan.

“Kudengar dari Nona Zia.”

Seperti yang diharapkan, ada sesuatu yang terlintas dalam pikiranku ketika aku mendengar nama itu. Ariya. Sekitar saat aku masih berada di basement, pelayan yang tertangkap oleh para penjaga sambil mencuri peninggalan ibu Earl Silver Lion. Meskipun Earl Silver Lion dan Zia tidak pernah memberitahuku nama pelayan itu, itu nama yang Sii sebutkan tanpa banyak berpikir. Ariya.

Pacar Alshi

“Kudengar kau telah menyelamatkanku.”

Dia mengangkat kepalanya dengan sikap disiplin. Mengangkat tubuh bagian atas hingga 45 derajat. Ariya Orgit berbicara sambil menatap lurus ke arahku.

“Aku ingin membalas kebaikanmu.”

“Eck.”

Sii mengeluarkan suara bingung. Dia rupanya tidak bisa memahami situasinya.

Pertama, aku memberi penjelasan kepada Sii.

“Pidato Earl Silver Lion, aku menulis itu untuknya.”

“······Ah, begitu?”

Dengan suara gemetar, Sii sepertinya sudah mengerti. Aku merasa seperti tahu ekspresi seperti apa yang sedang dia lakukan saat ini. Ekspresi yang muncul saat kuku terakhir yang mencegahmu melihat ke bawah pada lawan telah jatuh. Seperti yang telah kulihat beberapa kali sebelumnya dan aku juga melakukannya sendiri, aku tahu rasa malu macam apa yang pada akhirnya akan diberikan kepada orang-orang yang membuat ekspresi seperti itu. Karena itulah aku hanya menatap Ariya dan tidak berbalik.

“Kapan kau mendengarnya?”

Ariya menunduk. Sudutnya juga 45 derajat.

“Beberapa saat yang lalu. Nona Zia telah mengatakan kepadaku ‘Kau terutama tidak boleh mengabaikan Sir Yujin’, pengampunan yang ditunjukkan kepadaku dari Paduka Earl berasal darimu, Sir Yujin.”

Aku mengerti.

Zia Batsand. Pedangku

Bagaimanapun juga ——— dan dia mengatakan aku ikut campur.

“Baiklah. Kau tiba tepat pada waktunya. Kami juga tengah membutuhkan pertolongan.”

“Setiap kali aku kosong, aku bergelantungan di dinding dan mengintip melalui jendela, tapi sepertinya kau berada dalam bahaya, jadi aku menerobos tanpa izin. Kalau itu tidak kasar, maka itu melegakan.”

Aku melewatkan bertanya soal dia bergantung.

“Bagaimana bisa kasar? Kami berhasil bertahan berkatmu.”

“Siapa mereka? Kenapa kau diserang?”

“Itulah yang ingin kutanyakan. Nona Sii, apakah Anda memiliki firasat tentang siapa mereka?”

“Tidak, tidak sama sekali······.”

“Begitukah. Lalu, mari kita sisihkan untuk sementara. Kau bilang namamu Ariya, kan? Berdirilah dengan benar.”

Ariya mengangkat dirinya. Dengan tubuh dan gerakan atletisnya yang begitu presisi hingga hampir terasa mekanis, Ariya melangkah maju dan berdiri di hadapanku.

“Duduk.”

Aku duduk di tempat tidur Sii dan menunjuk ke arah kursi. Ariya melihat bolak-balik antara aku dan kursinya.

“Aku akan berakhir melihat kebawah padamu.”

“Tidak masalah.”

“Bagiku masalah.” Tak lama kemudian, Ariya menambahkan. “Jika itu perintah, maka aku akan mendengarkannya.”

Hm.

“Itu perintah.”

“Jadi ini perintah. Mengerti.

Ariya duduk di kursi. Aku berbicara.

“Aku akan bertanya terus terang, seberapa jauh kau bisa pergi dan berapa banyak yang bisa kau lakukan?”

“Apa saja asalkan tidak melewati batas yang sangat menghalangi hal-hal yang lebih berharga daripadaku.”

Itu adalah kata-kata yang serupa dengan yang telahku  katakan kepada Sii sebelumnya.

·····.
“Apa pendapatmu tentang Sii?”

Sii terdengar tersentak.

“Kupikir dia lemah dan merendah. Kupikir dia menyedihkan dan menyebalkan. Karena dia tidak memiliki kebijaksanaan dan juga tidak memiliki kekuatan, aku percaya tidak ada sesuatu pun tentang dia yang patut dihargai. Sejujurnya, dia tipe orang yang paling tidak kusukai.”

Sii mengertakkan giginya. Ariya, yang telah menatapku sepanjang waktu, lalu sedikit menggeser kepalanya, mengalihkan tatapannya ke arah tempat Sii duduk.

Tatapan matanya——— yang mirip laser, fakta yang membuat Sii mengerut seperti cumi-cumi yang dipanggang di atas api adalah sesuatu yang bisa kukatakan bahkan tanpa berbalik.

Aku mengangkat tanganku dan menghentikannya.

“Tapi, kau bisa menghormatinya, kan?”

“Hormat, kah?”

“Yeah.”

“Kalau itu perintah, maka aku akan mematuhi.”

“Itu perintah.”

Itu bukan solusi bagus, tapi kami sudah memiliki segunung hal yang harus kami selesaikan. Ariya menghela napas.

“Jadi, ini perintah. Mengerti. Selama tidak melibatkan melakukan perbuatan masokis, maka aku akan menghormatinya.”

“Kubilang aku tidak menyukai hal-hal yang merangsang.”

“······Maafkan aku.”

Ariya menjadi putus asa. Meski sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu, wajahnya mengatakan padaku menurutnya tidak sopan mengatakannya.

Aku bisa menebak apa yang sedang dipikirkannya.

“Rumor tentang hubunganku dengan Sii sudah lama berlalu, kan?”

Aku pasti sudah ditandai sejak Ariya menghindari pandanganku. Bahkan tindakan untuk menjatuhkan pandangannya begitu tepat sehingga rasanya seperti dia mengukurnya dengan busur derajat······ Yah, kesampingkan itu, aku harus menjelaskan kepadanya hal-hal yang harus dijelaskan.

“Ada hal-hal yang telah kulakukan dengan sengaja, jadi kurasa seharusnya aku mengatakan aku menuai apa yang kutabur. Meski begitu, aku sebenarnya bukan seorang masokis atau aku orang mesum.”

“Tapi desas-desus kau menikmati bau ketiak.”

“Aku ingin menakut-nakuti gadis bernama Mari.”

“Ada juga rumor orang-orang telah menyaksikan kau memperlakukan Sii seperti seorang wanita dan melihatmu menjilati kakinya pada beberapa kesempatan yang berbeda.”

“Karena Sii menginginkannya.”

“Yujin ······”

Sii, kurasa inilah saat yang tepat untuk bergerak.

Ariya menoleh.

“Dengan kata-kata itu, apa itu berarti jika aku menginginkan hal yang sama seperti Sii, maka kau akan mematuhinya?”

Mm.

“Selama itu tidak terlalu merangsang.”

“Itu akan menggangguku!” Sii berteriak. “Yujin, kau ingat apa yang kita bicarakan sebelumnya, kan!? Kau tidak bisa melakukan itu pada orang lain selain aku!”

Alasan kenapa dia keluar jalur untuk menyatakan dalam bahasa dunia ini kemungkinan besar karena dia ingin menunjukkan kemauannya kepada Ariya. Haruskah kubilang sikap posesif ini juga membuatnya menyerupai saudara tirinya? Meski sosok kecilnya itu menarik selimutnya saat dirinya menyusut begitu Ariya menatapnya tidak mirip dengan saudara tirinya.

Ariya lalu berbalik menghadapku dan berbicara dengan suara yang tenang.

“Aku tidak akan berharap untuk itu.” Tak lama kemudian, Ariya menambahkan. “Aku sudah punya pacar.”

Dia kemudian berbicara kepada Sii.

“Juga, Sii. Kau harus berhenti juga.”

Wajah Sii cepat memerah.

“A-Apa yang kau bilang!?”

“Aku tidak bisa membiarkanmu membuat penyelamat melakukan hal-hal semacam itu.”

“Uuk ······ itu masalah antara aku dan Yujin! Tidak berhubungan denganmu! “ Teriak Sii sambil melemparkan selimutnya ke samping dan menjulurkan kakinya keluar. “Yujin, jilat!”

Mata Ariya menyipit.

“Sii, kau.”

Meski Sii meringkuk sekali lagi, dia tidak mundur kali ini. Mirip dengan bagaimana dia membuktikannya saat melindungiku saat aku dicambuk oleh Earl Silver Lion, Sii kadang-kadang memiliki keberanian yang bersinar untuk menekan rasa pengecutnya.

“Ariya, kau tetap di sana dan melihat pemandangan penyelamatmu melayaniku!”

Sambil mengatakan kata-kata licik seperti itu dengan keberanian bersinar itu, Sii menggoyangkan jari-jari kakinya yang terbungkus stoking putihnya. Ariya menggigit bibir bawahnya.

“Tolong jangan menjilatnya.”

Hm.

“H-Hmph, Ariya. Tidakkah menggelikan kau mencoba memerintah Yujin, Penyelamatmu?”

“Karena aku tidak bisa melihat dengan santai saat penyelamatku dipermalukan seperti itu.”

“O-Oke. ······Mm~~ Kalau begitu Ariya, bagaimana denganmu melakukannya?”

Sii mengucapkan kalimat yang melampaui apa yang ku harapkan darinya. Dia pasti tidak bisa menahan tatapan Ariya karena dia gemetar, tapi dia terus menahan kakinya meski dia gemetar.

“K-Kalau kau benar-benar berterima kasih pada Yujin, dan kalau itu sebabnya kau tidak ingin melihat penyelamat melakukan hal seperti itu, maka kau bisa melakukannya, kan? Sesuatu semudah menjilat kakiku.”

“······.”

“T-tidak ada gunanya menatapku seperti itu. Atau, seperti yang diharapkan, membalas kebaikannya hanya omong kosong?”

“······, ······, ············.”

“B-Benar, Ariya pelayan yang pura-pura mencuri. Aku dijebak, tapi kau benar-benar tertangkap saat melakukannya. Meski kekayaanmu menurun, kau bilang kau itu putri dari keluarga ksatria, jadi kau berkeliling melakukan segalanya sambil tetap mengangkat kepalamu tinggi-tinggi, tapi saat tatapanmu gemetar saat kau benar-benar tertangkap, aku masih ingat itu . Mm ~ ~ pemikiran terhaadap rumahmu pasti jatuh karena kerobohan tanf bisa terjadi, adalah apa yang terlintas dalam pikiranku.”

Kau benar-benar tidak bisa menipu garis keturunanmu.

“K-K-Kalau Yujin tidak ada di sini, maka tidak mungkin keempat tungkaimu baik-baik saja. Tungkai? Sudah jelas kau akan kehilangan nyawamu. Tapi kalau kau tidak dapat melakukan hal seperti ini untuk penyelamatmu yang berharga itu, maka seperti yang kuduga, Ariya, kau Cuma ngomong aja······ Hik!”

Sii, yang mengatakan kalimat yang membuat serasa seolah-olah aku menyaksikan kelahiran jenis karisma yang langka, menjadi ketakutan. Ariya berdiri.

Ariya berjalan dengan langkah besar dan mengangkat Sii dari belakang lehernya.

“Kyaah!”

Meski tidak ada perubahan ekspresi wajah Ariya, pembuluh darah di punggung tangannya yang sudah dua kali lebih tebal.

Segera menjadi tiga kali lebih tebal.

“Kyaah! Aack! M-maaf! Maafkan aku! Aku salah, auh, sakit sekali! Ariya, hentikan! Salah, aku percaya kekerasan, kekerasan itu salah! Hentikan ini! Kyah!”

Sii, yang berakhir seperti kucing yang dipegang pada bagian belakang leher mereka, membuat wajah menangis dan menggoyangkan tangannya. Aku———setelah meninggalkannya seperti itu——— bicara.

“Hentikan.”

Ariya melepaskan Sii seolah-olah dia menyingkirkannya. Sii langsung jatuh di atas tempat tidurnya, dia segera membungkus dirinya di selimutnya sebelum berguling ke sudut ruangan. Sambil mentap Sii yang telah menjadi seperti pupa dan gemetar, Ariya membuka dan menutup tinjunya. Setiap kali suara gemeretak tulang bergema, pupa selimut yang berisi Sii di dalamnya berkedut dan gemetar.

“Kubilang berhenti.”

Ariya menghela.

“Maafkan aku.”

Ariya menundukkan ke arahku. Setelah membuatnya duduk sambil menunjuk ke arah kursi, aku berbalik menghadap Sii.

“Nona Sii.”

“Uu ······ sakit······ sakit.”

“Nona Sii.”

“Yujin ······ Aku, terluka. Aku dilecehkan······ Mm~~ bukankah ini terlalu berlebihan? Yujin, Yujin, tolong aku, Yujin······.”

“Nona Sii.” Aku melanjutkan setelah memanggilnya untuk ketiga kalinya. “Kita saat ini dalam keadaan dimana kita sangat membutuhkan pertolongan. Hidup kita juga dalam bahaya beberapa detik yang lalu. Ariya muncul dalam situasi itu dan menyelamatkan kita.”

Meskipun aku ingin berkata ‘mengejek dan memprovokasinya tidak akan menolong kita’, mungkin aku akan mendengar sesuatu seperti ‘tapi dia memulainya itu sebagai tanggapannya. Akan lebih baik bilang padanya ‘tolong bertahanlah sedikit’? Atau haruskah aku menyimpulkannya dengan bilang ‘karena itu, tolong jangan bertengkar’?

Bukan itu.

“Jangan lupakan tujuan kita.”

Dengan menggunakan taktik standar, aku jujur ​​dan mengatakan kepadanya secara langsung.

“Kalau Anda membangun sebuah tujuan, maka Anda harus bisa bertahan dalam prosesnya. Kalau Anda bisa bertahan dalam prosesnya, Anda bisa melakukannya. Selanjutnya, Anda harus bisa mewujudkan tujuan Anda agar bisa mencapai hal yang pada awalnya Anda inginkan. Pikirkan tentang itu. Apakah memalukan Ariya hal yang ingin dilakukan Nona Sii?”

“······Tidak.”

“Nona Sii sadarlah yang kau lakukan saat ini tidak enolong sama sekali, kan?”

“Uu ······”.

“Jika Anda sadar, lalu apa yang harus Anda lakukan?”

“······Minta maaf.”

“Jika Anda mengerti, maka silakan lakukan.”

Pupa selimut menggeliat sedikit sebelum Sii mendorongnya keluar. Dia menurunkan tatapannya dengan wajah merah.

“Mm ~~ ······ Maaf, Yujin. Aku berpikir salah······ maafkan aku.”

“Saya bukan orang yang seharusnya menerima permintaan maaf itu.”

“······.” Mulit Sii menggeliat. “Maaf, Ariya.”

Ariya mengangkat sebelah alisnya. Sudut itu juga 36 derajat. Sebelum bisa kembali ke posisi asalnya, aku berbicara.

“Ariya. Aku berterima kasih atas niatmu yang ingin membayar kebaikanku. AKu juga sangat berterima kasih saat kau menyelamatkan kami lebih awal. Kami masih hidup terima kasih.”

Namun? Tidak, tapi lebih baik.

“Tapi saat ini aku membantu Sii.”

Dengan demikian, membantuku juga akan membantu Sii? Tidak, sebaliknya harus lebih baik.

“Jadi, membantu Sii juga akan membantuku.”

Aku tidak yakin apa kau akan bertanya kenapa aku membantu Sii atau tidak? Tidak, ayo kita tunggu.

“Kenapa kau membantu Sii?”

Begitu aku berhenti sesaat, Ariya mengajukan pertanyaan itu duluan.

Aku menjawab.

“Earl Silver Earl menanyakan hal yang sama saat aku akan membantumu.”

Ariya kemungkinan besar meramalkan aku akan memberikan jawaban seperti ini.

Karena itulah aku memutuskan untuk mengatakan sesuatu kepadanya yang tidak diprediksinya dan juga mebuatnya penasaran.

“Pada saat itu, aku menjawab itu demi diriku sendiri.”

Seperti yang diharapkan, aku jujur ​​dan mengatakannya kepadanya secara langsung.

“Tapi, aku tidak mengerti bagaimana menyelamatkan hidupku, kehidupan seseorang yang belum pernah kau temui sebelumnya akan bermanfaat bagimu.”

“Aku mati-matian untuk tetap hidup pada saat itu. Karena insiden yang kau alami, Earl Silver Lion juga dalam keadaan tidak stabil. Untuk memperbaikinya, tidak peduli apa itu, aku telah memintanya agar dia bisa menyelamatkan hidupmu. Aku berhasil.  Earl Silver Lion menerima permintaanku, memaafkanmu, dan agak bisa mengembalikan stabilitas mentalnya.”

“·······”

“Fakta aku bisa keluar dari basement kemungkinan besar disebabkan oleh margin tersempit. Kalau aku tidak menyelamatkanmu, kalau keadaan mental Earl Silver Lion sedikit lebih tidak stabil, maka kemungkinan itu tidak mungkin terjadi.”

“APa kau bilang dengan menyelamatkanku, Kau juga terselamatkan?”

“Ya. Baru saja, aku bisa menerima pertolonganmu, kan?

Aku berbicara dengan tegas dan menambahkan.

“Ada pepatah di duniaku yang mengatakan menyelamatkan orang di depanmu sama saja dengan menyelamatkan dirimu saat berada dalam keadaan krisis di masa depan. Meskipun itu adalah kata-kata kuno, aku percaya ada alasan itu kuno.”

Garis penglihatan Ariya bergetar.

Aku melanjutkan

“Dengan logika yang sama, fakta aku membantu Sii juga merupakan perpanjangan tangan untuk membantu diriku sendiri. Kau pikir kau bisa membantunya sambil mengingat kau juga akan membantuku?”

“······, ······Jujur saja, aku tidak benar-benar mengerti apa yang kau maksud tadi. Apapun itu, aku mengerti dengan benar apa yang kau katakan sekarang.”

Aria berlutut sekali lagi dan menundukkan kepala.

“Aku, Ariya Orgit, akan membantumu yang telah menyelamatkanku.”

Ariya Orgit menumpangtindihkan dengan kedua tangannya, membuat bentuk enam jari, dan merentangkan tangannya.

“······Aku akan, juga membantu Yujin.”

Sii, yang dengan ragu berguling ke sini, duduk di tempat tidur dan merentangkan tangannya ke arahku.

Dua tangan terbentang ke arahku dari dua sudut yang berbeda. Kemungkinan besar terlalu dini untuk menghubungkan kedua tangan ini saat ini juga. Aku, sebagai orang yang berada di antara keduanya, meraih kedua tangan mereka.Seakan itu sebuah sinyal, Ariya mengangkat kepalanya dan Sii menurunkannya. Mata mereka bertemu.
(TLN: Tempat Tidur> Kursi> Lantai. Begitu tingginya)

Aku kemudian mengerti perasaan bola lampu ketika terhubung secara seri.

“Aku dalam jagaanmu, Sii.”

Ariya berbicara sambil memperkuat genggamannya seperti elang yang menghancurkan mangsanya dengan cakar.

“Akulah orang yang akan kau jaga, Ariya.”

Sii berbicara sambil meletakkan kekuatan ke tangannya seperti singa yang sedang mengunyah dalam permainan.

Aku, yang terjebak di antara mereka, mm, lampu berkedip di depan mataku.


Untuk saat ini, sepertinya akan menjadi lebih meyulitkan dari sebelumnya.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter