Your and My Asylum Volume 2 Chapter 7 Bahasa Indonesia

Your and My Asylum Volume 2 Chapter 7

“Paduka Earl, kau tahu.”

Setelah dia berhenti menangis, Zia Batsand memulai seperti itu.

“Paduka, itu.”

Dia berhenti berbicara.

“Guruku, uhm······ Paduka dan guruku itu······.”

Aku menghela napas dan menghentikan Zia.

“Bila kau tak tahu harus berkata apa, jangan buka mulutmu.”

“······” Kesatria wanita, yang kemungkinan besar tidak bisa memilih rajanya atau gurunya, menganggukkan kepalanya.”Baiklah.”

“Sii. Apa kau baik-baik saja?”

Aku bertanya pada Sii. Sii, yang sedang mengerang kesakitan, berbalik ke arahku dan,”Itu Nona Sii, untukmu!”

Ehehe, sambil tertawa terbahak-bahak, dia mengucapkan kata-kata itu.

·······.

“Nona Sii. Apakah Anda baik-baik saja?”

“Yup~~! Aku hanya sedikit, lelah······.”



Ada banyak keringat berkumpul di pelipis Sii. Dia sangat menahan kesadarannya. Sebagai laki-laki yang lebih tua, dan sebagai seseorang yang telah mengalami banyak sekali cambukan oleh Chanmi dan pelayannya, bahkan kesadarankupun hamper melayang. Bahkan kurang dari itu, untuk seorang gadis yang lebih muda dariku dan untuk Sii yang kulitnya lemah karena dia albino.

······.

“Bagaimana, Yujin?······Apa kau baik-baik saja, Yujin·····?”

“Aku baik-baik saja. Zia, kalian punya obat sihir, kan? Bawa kesini.”

“Oke.”

Zia berlari keluar. Sii dan aku, untuk sesaat, saling pandang seperti itu.

Itu bukan ungkapan yang akurat. Aku sedang menatap Sii, sementara Sii berusaha sebaik mungkin untuk menatapku saat dia terengah-engah dengan mata redup.

Itu sakit.

Dadaku dicambuk-cambuk, dan dadaku yang tidak dicambuk juga.

Cukup menyakitkan untuk membuatku merasa seolah-olah aku akan mati, membuatku ingin mati.

······.

Aku mengatur situasi saat ini.

Aku tidak ingin mengaturnya. Tapi, tapi, meski tidak ingin, aku harus mengaturnya. Aku harus berkepala yang dingin. Aku harus tenang.

Itu tidak akan berakhir dengan kusendiri.

Beberapa saat lalu, dia juga menyakiti Sii.

Dia membuat Zia menangis.

Aku harus menemukan ketenanganku.

Tenang.

Karena, kepalaku bagus.

······,······,············,······,·····················,······,··················,······.

Pertama.

Aku kembali ke dunia ini setelah balik ke Bumi selama 2 hari dan 1 malam.

Kedua.

Dalam jangka waktu itu, lengan Sii dipotong.

Ketiga.

Mengatakan kejahatannya mencuri, pelayan lainnya telah melangkah maju sebagai saksi.

Keempat.

Yang telah mengeksekusi adalah guru Zia, Yudia Batsand.

Aku selesai memilah situasinya.

“Nona, Sii.”

Hening.

“Nona Sii?”

“Hm······!? Yu······jin······.”

Dia pasti telah kehilangan kesadaran sesaat karena Sii tiba-tiba merasakan kembali inderanya. Namun, tak lama kemudian matanya kembali redup.

Tidak ada waktu bagiku untuk memilih kata-kataku.

“Anda tidak melakukannya, ‘kan?”

Sejenak, Sii menatapku sementara tidak mengerti apa yang kumaksud dengan pertanyaan itu. Lalu,”Aku ti···dak······mela······kukan······nya!”

“Nona Sii, Nona Sii. Saya minta maaf. Saya tidak meragukanmu. Itu hanya demi memilah-milah situasinya.”

Aku memeluk Sii yang telah menjadi merah karena amarah dan rasa pengkhianatan. Sii yang tengah bergetarpun segera berhenti. Mencoba menjaga ketenangan gadis ini dengan menepuk-nepuk tubuh kecilnya ——— tubuh yang telah menjadi lebih kecil secara fisik karena kehilangan salah satu lengannya, merupakan hal yang sulit dilakukan.

Selanjutnya, itu diperlukan.

“Kemungkinan besar,” aku mengatakan padanya teori yang telah kupikirkan.”Earl juga tahu itu.”

Jika dia tahu, mengapa dia memutuskan lengan Sii?

Earl Silver Lion telah menyebutkan pisau cukur Occam.

“Dia mengincarnya.”

“Mengincar······ itu······?”

Sii mengangkat kepalanya di pelukanku.

“Saya mengatakan tindakan memotong lengan Nona Sii adalah tujuannya.”

Sii sepertinya tidak bisa memahami kata-kata itu sejenak. Sesaat kemudian, Sii mengedipkan matanya.

“Tapi······ Huh? Tapi——— para pelayan······ gadis-gadis itu······ bilang aku mencuri······ menjebakku······ itulah kenapa———.”

“Itu tidak lebih dari sebuah alasan.”

“Sebuah alasan······?”

Berpikir.

“Saya juga memikirkannya. Meskipun saya mengatakan saya memikirkannya, saya benar-benar melakukannya beberapa saat lalu. Saya telah memprovokasi pelayan yang bernama Mari. Orang yang bernama Mari merasakan amarah terhadap saya. Karena itu, dengan pelayan lainnya, dia mengincar saat saya tidak di sini. Mereka kemudian menempatkan Nona Sii ke dalam jebakan. Tidaklah konyol memikirkan hal itu. Namun, ada satu hal. Itu terlalu,”

Terlalu.

“Itu terlalu, cepat.”

Amat terlalu cepat.

“Earl sadar saya akrab dengan Nona Sii. Bahkan pada hari ujian, saya mengenakan seragam pelayan Nona Sii. Namun, lengan Nona Sii terputus saat aku tidak di sini. Meskipun dia bisa menunggu sampai saya kembali. Meskipun dia bisa melakukan penyelidikan Nona Sii dapat mengklaim bahwa Anda tidak melakukannya. Apapun itu, dia menyingkirkannya, seolah-olah dia sedang terburu-buru, untuk memotong lengan Nona Sii.”

Lengan seseorang, terlalu mudah.

“Tidak.”

Earl telah memotongnya, dan aku jelaskan.

“Dia harus memotongnya.”

“Harus······ memotongnya······ apa yang kau······.”

“Ini adalah sesuatu yang bisa Anda tebak jika Anda mempertimbangkan satu fakta. Terlepas dari siapa yang telah membuat insiden itu. Siapapun yang telah membuat tuduhan itu. Terlepas dari siapa yang memberi kesaksian. Pertama, bukankah menurut Anda risikonya terlalu besar? Di segala usia dan negara, menipu tuan seseorang adalah sesuatu yang dapat dihukum mati. Selain itu, ini adalah kejahatan di mana Anda tidak akan dieksekusi dengan cara yang anggun.”

“Menipu······ tuan seseorang······? Yujin······ apa maksud kata-kata itu······ Aku······ tidak······.”

“Jika Earl Silver Lion tahu itu palsu, tuduhan itu salah, dan kesaksian itu hanya karya fiksi, lalu Neraka macam apa yang akan menanti mereka setelahnya——— Tidak mungkin pelayan lain, yang telah bekerja di sini di kastil ini, tidak dapat membayangkannya. Namun, mereka berhasil melakukannya.”

Kenapa?

“Karena mereka marah? Tidak, jika memang begitu, mereka akan segera bertindak. Lalu apakah karena mereka sangat membenci Nona Sii? Itu benar, jika memang demikian, maka mereka bisa membuat rencana. Jika kebencian adalah sumbernya, maka mereka menunggu saat ketika saya kembali ke Korea akan memungkinkan. Namun, ini juga tidak masuk akal.”

Kenapa?

“Bagaimana ini tidak masuk akal? Sebagai permulaan, bagaimana mereka tahu tentang kepulangan saya ke Korea? Apakah saya telah kembali ke Korea atau apakah saya baru saja pergi ke suatu tempat di mana mereka tidak dapat melihat saya untuk sementara waktu, bagaimana mereka bisa tahu? Dengan menggunakan kesempatan yang hanya bertahan semalam, fakta para pelayan pelayan, yang tidak memiliki metode untuk mengetahui apakah kesempatan itu benar-benar akan muncul atau tidak, telah bertindak saat bergerak dengan sempurna, ini dianggap penipuan bahkan dalam novel misteri dan tidak mungkin dalam kenyataan. Kalau begitu, lalu apa itu?”

Karena———ada satu jawaban.

“Earl Silver Lion, ingin memotong lengan Nona Sii.”

Tepatnya

“Earl Silver Lion ingin menghukum Nona Sii. Dia mencari-cari kesalahan untuk dipilih. Itulah sebabnya, saat menunggangi kesempatan yang dipresentasikan kepadanya selama perjalanan saya kembali ke Korea, dia dengan senang hati menciptakan sesuatu untuk dipilih dan digunakan untuk memotong lengan Nona Sii.”

“Yujin······ Aku······ tidak······ mengerti······ apa yang kau katakana······ Aku······.”

Sii memejamkan mata. Setelah memastikan pernapasannya stabil, aku membelai kepala Sii dan berpikiran dalam.

Terabaikan.

Sampai sekarang, aku telah melihat satu fakta.

Alasan mengapa Sii diganggu oleh pelayan lainnya.

Karena dia albino? Karena dia adalah putri angkat seorang pemimpin masyarakat? Itu bisa jadi motif. Namun, Sii adalah seorang gadis yang baik hati. Meski ditindas, dihancurkan, dan dipelintir, Sii adalah seorang gadis yang baik hati. Dia memiliki dua kepribadian, dia pemalu, dan dia adalah seorang sadis yang gelap, tapi meski begitu, Sii Garno Mikatni adalah seorang gadis yang baik hati.

Fakta bahwa seseorang baik berarti mereka patuh. Fakta seseorang berbakti berarti mereka tidak melawan otoritas.

Apakah dia juga tidak seperti itu dalam kehidupan nyata?

Kuat pada yang lemah sampai batas tertentu.

Lemah pada yang kuat sampai batas tertentu.

Seseorang yang tidak pernah bisa membuatku marah.

Pelayan, manusia.

Jika ada sesuatu yang salah, maka itu adalah fakta dia memiliki keberanian untuk menekan ketenangan itu. Faktor ini adalah kebaikan dan bukan keburukan.

Tidak ada alasan baginya untuk dibully. Meskipun ada, tidak ada alasan untuk jadi berkepanjangan. Bahkan jika itu berkepanjangan, tidak ada alasan baginya untuk diperlakukan seperti ini oleh semua orang.

Ada satu alasan yang bisa kupikirkan.

Sebuah skenario dimana dia menjadi target predator tertinggi dalam sebuah kelompok.

Seperti saat Joo Chanmi menandaiku.

Earl Silver Lion yang dengan senang hati bertukar salam dengan para pelayan, Earl Silver Lion yang datang mengunjungiku sambil minum alkohol saat mengungkap pelayan yang dia sukai telah melakukan pencurian, Earl Silver Lion yang merasakan kasih sayang pada bawahannya dan warga negara dengan caranya sendiri. Seharusnya aku menyadari hal ini saat melihat Earl Silver Lion tidak akan melihat Sii dan hanya akan memanggilnya dengan ‘anak angkat Mikatni’.

Earl Silver Lion.

Melabuhkan kebencian terhadap Sii Garno Mikatni itu sendiri.


“Paduka Earl Silver Lion punya saudara tiri.”

Zia berbicara saat dia memasuki kantor dengan beberapa obat di tangannya.

“Seorang anak yang dikandung saat Earl yang penuh nafsu dari generasi sebelumnya menghabiskan satu malam bersama pelacur kota. Tidak hanya ada masalah pada status sosial pelacur kota, tapi pada saat itu, seorang putri yang terhormat telah lahir di Rumah Earl. Karena itu adalah situasi yang samar, pengakuan itu tidaklah mungkin. Namun, sebelumnya Earl memuja pelacur kota itu dan anak yang telah dilahirkan oleh pelacur itu. Bahkan istri dari Earl sebelumnya yang lesbian memuja pelacur kota itu. Karena itu, pelacur kota bisa mendapatkan nama keluarga ‘Garno’.”

Sii Garno Mikatni.

Gadis yang memiliki 2 nama keluarga meski seorang pelayan.

“Paduka Earl Silver Lion, Paduka saat itu adalah individu yang cerdas. Fakta dia memiliki saudara tiri, dia sadar kemungkinan besar dia telah melebihi mereka. AKu tak yakin apakah alasan mengapa dia tidak menyuarakan minatnya terhadap saudara tirinya adalah karena dia menganggapnya tidak bermartabat atau karena dia menganggapnya tidak terhormat, tapi kau tidak bisa menyalahkannya karena memiliki harapan terhadap saudara tirinya pada saat satu-satunya teman yang bisa dia andalkan adalah anak pengasuhnya yang ditakdirkan untuk menjadi ksatria dan makhluk yang dia panggil dari dunia lain.”

Zia menyerahkan obat itu padaku. Obat ini sangat penting. Itu bukan semata-mata karena sihir ada di dunia ini. Setelah Sii menunjukkan banyak gerakan meskipun hanya satu hari telah berlalu sejak dia kehilangan lengannya, itu penting.

Ini adalah obat yang diterapkan. Aku mengusapnya di punggung Sii yang tidak sadar.

“Ini adalah sesuatu yang terjadi pada akhir bulan tertentu.”

Ucap Zia sambil menatapku.

“Sebuah surat telah sampai di hadapan Paduka yang sedang merajuk pada saat itu karena dia bertengkar dengan teman yang dia panggil dari dunia lain.’Kepada Kakak’ ditulis pada surat itu. ‘Aku ingin bertemu denganmu, kakak ‘, ditulis pada huruf di bawahnya. Alih-alih memanggil pemilik surat itu, Paduka, yang telah menghabiskan 12 panggilannya bulan itu, mengemasi tasnya. Dia melemparkan ranselnya, meninggalkan kastil secara rahasia, menjulurkan lidahnya ke kastil, dan berjalan dengan bangga. Dia telah melarikan diri dari rumah. Untuk menemui adik tirinya, anak haram ayahnya, anak seorang pelacur dan ayahnya. Namun, hal yang sedang menunggu Paduka adalah.”

Manajer cabang ke-7 dari Mage Tower pada saat itu dan Ahli Sihir Langit Kedua dari Dua Belas Ahli Sihir Langit.

Penjara Langit.

“Paduka diculik dan dikurung. Kudengar dia penuh percaya diri pada awalnya. Kudengar dia yakin bisa membalikkan segalanya setelah bukti pemanggilannya dipulihkan pada awal bulan depannya. Situasinya akan seperti membuat film adegan aksi sendirian dan tidak lebih dari itu. Seperti animasi yang ditunjukkan temannya sampai saat itu. Seperti sebuah drama. Seperti manga. Sebuah kejadian yang bisa diselesaikan dalam satu episode. Sebuah kejadian yang bisa disimpulkan. Kudengar dia percaya situasinya adalah sesuatu sampai batas tertentu. Kemungkinan besar tidak ada orang yang bisa menyalahkan Paduka. Paling tidak, aku tidak bisa. Pada saat aku mendengar Paduka telah diculik, aku juga berpikir demikian.”

Zia menggenggam kepalanya. Pemandangan itu tampak seolah-olah sedang mencoba menggali tengkoraknya dan meremas otaknya.

“Orang baik——— dia orang yang baik.”

Zia Batsand mengucapkannya.

“Paduka, adalah orang baik.”

Zia Batsand mengucapkan.

“Aku tidak akan membunuh siapapun! Dia adalah seseorang yang akan mengatakan hal seperti itu. Aku akan terluka sedikit, jadi berhati-hatilah atas kebijaksanaanmu sendiri! Dia adalah seseorang yang akan mengatakan hal seperti itu. Ah hah ha, ini cukup baik, aku akan percaya kalian semua telah merenungkan kesalahan kalian. Dia adalah seseorang yang berbicara seperti itu seolah-olah itu wajar.”

Setelah diam dengan wajah yang tampak seolah-olah dia mengintip ke Neraka, dia berbicara.

“Dia orang seperti itu.”

Seolah dia kosong.

“·······”

Punggung Sii dengan cepat disembuhkan.

“Semua tempat tidaklah sembuh.”

Zia mengambil obat dari tanganku. Dengan kata lain aku membiarkan Zia, gadis ini, pedang Earl Silver Lion, dan pedangku, untuk mengoleskan obat di dadaku.

“Insiden itu terjadi dan lukanya disembuhkan. Tapi seolah-olah ada sejak awal, bekas luka tersisa.”

Perasaan panas, menyakitkan, dan geli dari obat sihir dunia lain ini.

“Istri dan suami terhormat dari House of Earl telah meninggal dunia. Selama waktu itu, pelacur kota, yang telah menerima nama keluarga ‘Garno’, juga meninggal. Paduka, yang telah menjadi yatim piatu, menjadi Earl Silver Lion.Demikian pula, anak haram, yang juga menjadi anak yatim piatu, ditangkap oleh Mercè Mikatni, pandai besi terbaik di Kota Kurungan dan salah satu pemimpin masyarakat.”

Alasan mengapa Zia memperhatikan Sii.

Alasan mengapa Zia, yang adalah seorang ksatria dari Penjaga Kerajaan Silver Lion, bersikap ramah terhadap Sii yang tidak lebih dari seorang pelayan.

Apapun itu, alasan mengapa dia tidak bisa menolong Sii secara langsung.

“Sebagai pemimpin masyarakat kota, Mercè Mikatni sangat dekat dengan Earl sebelumnya. Meskipun semua pemimpin masyarakat seperti sepupu, mereka juga termasuk dalam kisaran dianggap sebagai kerabat jarak jauh dengan menikah. Mereka memiliki cukup kewajiban moral dan kesetiaan untuk merawat orang-orang yang terkait dengan Earl sebelumnya dengan darah. Tapi jika kau melihat kembali sekarang, kau bisa mengatakan bahwa kesetiaan itu terlalu berlebihan. Mikatni merasakan simpati terhadap Paduka Earl Silver Lion yang telah mengalami berbagai macam kejadian mengerikan di usia muda dan telah kehilangan orang tua, saudara, dan temannya. Mercè Mikatni berpikir gadis berdarah yang telah menyiksa seorang terpidana yang dihukum mati itu menyedihkan.”

Itu sebabnya.

“Bahkan jika rahim melahirkan mereka berbeda, jika Paduka memiliki saudara perempuan di sana. Jika dia memiliki pengikut lain seperti anak pengasuhnya yang berdiri di sampingnya sebagai ksatria dan melindunginya. Alih-alih beberapa orang asing, bukankah dia bisa mendukung Earl? Mikatni, yang berpikir sepanjang garis itu, mengirim anak yang diadopsinya, anak haram dari Earl sebelumnya, ke kastil sebagai pelayan. Untuk Paduka Earl. Apalagi untuk anak haram dari Earl sebelumnya juga.”

Ikut campur yang tak diperlukan.

Mirip dengan pria yang menjadi guru wali kelas Miyeong telah lakukan.

“Karena dia berharap mereka berdua bahagia, mereka berdua akhirnya merasa tidak bahagia.”

Jika kebencian adalah satu-satunya hal yang bisa melahirkan hasil yang jahat, maka seberapa nyamannya untuk tinggal di dunia ini?

“Paduka, tidak menyukai Sii, saudara tirinya.”

Otorisasi yang dikeluarkan. Karena hal itu mutlak dan luar biasa, gadis pelayan albino itu dilempar ke luar perbatasan oleh seorang diktator belum pernah terjadi sebelumnya.

“Penduduk kastil akhirnya juga tidak menyukai Sii.”

Baik itu Korea atau dunia ini, tidak ada tempat yang menjadi surga dimana hal-hal seperti penyakit menghilang jika seseorang yang memiliki status tinggi mengatakan sesuatu tentang hal itu. Sebaliknya, mereka adalah tempat dimana hal yang berlawanan terjadi sepanjang waktu.

“Tidak seperti tidak ada yang mencoba membantu Sii. Namun, Paduka tidak senang dengan itu. Paduka jengkel dan bosan dengan segala hal yang berhubungan dengan Sii, dan orang-orang, tidak ada yang mau kehilangan dukungan dengan Paduka Earl.”

Kenyataan Earl Silver Lion memendam niat buruk terhadap Sii, tepatnya, aku telah samar-samar menyadarinya. Namun, kupikir penyebabnya ada dalam kata ‘Mikatni’. Pemimpin masyarakat kota yang memiliki hubungan buruk dengan sang tuan. Kupikir itulah alasan mengapa Sii, yang adalah anak angkatnya, menerima tatapan tajam. Seperti yang diharapkan, ketika perilaku Earl Silver Lion menjadi tajam setelah dia mendengar Abria Mikatni berkunjung, sikap itu telah mendukung gagasan palsuku itu.

Tapi justru sebaliknya. Sii tidak kehilangan dukungan dengan Earl karena Rumah Mikatni, namun Rumah Mikatni telah kehilangan dukungan dengan Earl karena Sii.

Bahkan kebenaran yang paling sederhana pun tidak bisa dilihat jika sudutnya dirubah.

“Paduka Earl.”

‘Keberadaanmu sendiri merupakan ancaman bagiku.’ Abria Mikatni mengatakan hal itu pada Sii. ‘Dia tidak memiliki akal politik’. Dia menilai ayahnya sendiri karena dia telah membawa Sii. Jika dia hanya berbicara tentang kursinya untuk menjadi penerus dan itu saja, maka tidak ada alasan baginya untuk melakukannya. Abria Mikatni dapat mengetahui Earl menjaga jarak kehormatan dari Rumah Mikatni karena Sii.

Earl Silver Lion mengatakan kadang-kadang aku sangat lamban. Aku teringat Yudia Batsand yang sepertinya senang setelah memutuskan lengan Sii. Wajah orang-orang yang belum pernah kulihat sebelumnya, walaupun aku berperilaku seperti seorang penghibur sementara juga bertindak seolah-olah aku telah melihat pikiran orang-orang yang bahkan aku tidak kenal dalam waktu yang lama, pada saat seperti ini, aku sadar aku tidak lebih dari manusia normal, dan bidang pandangku terbatas.

“Paduka mungkin telah mengalihkan tanggung jawab atas hidupnya yang hancur menuju Sii. Jikapun mungkin, jika surat dari Sii tidak datang pada saat itu. Jika mungkin, dia tidak pergi menemui Sii saat itu. Ahh, mungkin.”

Tentu saja, itu bukan ungkapan yang masuk akal.

Bukan, tapi.

“Meski begitu, aku tidak pernah membayangkan dia akan melakukan hal seperti ini······.”

Zia tidak menyelesaikan kalimatnya. Dia mengerang seolah tenggorokannya mendidih dan dia menundukkan kepalanya.

“Maafkan aku, Sii. Aku tidak bisa menghadapi Earl generasi sebelumnya lagi.”

Sii yang tak sadar tidak dapat bereaksi terhadap celaan Zia itu.

Aku ganti kemeja lagi. Setelah menekan bajuku di atas lukaku yang masih berdenyut sedikit, aku menunduk menatap Sii dan berbicara.

“Percakapan yang kita lakukan sekarang, seberapa banyak Sii tahu tentang hal itu?”

“Sketsa kasarnya. Namun, aku tidak tahu berapa banyak persisnya yang dia ketahui. Mememastikan itu bukan tugasku. Aku······.”

“Salah.”

Aku memotongnya.

“Itu tidak benar, Zia. Itu karena kesalahpahamanmy kau merasa malu terhadap generasi sebelumnya, terhadap Earl, dan terhadap gurumu, akan terus berlanjut.”

“Apa maksud······mu?”

“Aku masih belum tahu berapa banyak bawahan yang ada di Rumah Earl ini. Mungkin ada beberapa orang lain selain kau di sini. Seperti itu, kalian kemungkinan besar mendukung Rumah dan kota. Namun, satu-satunya orang yang dipercaya Earl, dan satu-satunya orang yang percaya Earl adalah kau. Jika kau benar-benar ingin membantu rajamu, maka kau harus teliti. Jika kau kehilangan rajamu, maka pada saat itu, hanya ratapan dan penyesalan yang akan meninggalkan mulutmu.”

Sambil mengingat rekan yang telah kutemui kembali di Korea, aku melanjutkan.

“Fakta kau tidak berada dalam situasi yang bisa kau lepaskan, fakta jikakau tidak bergerak sambil memikirkan setiap hal kecil, maka tidak akan ada yang berhasil. Kau harus segera menyadari hal ini nantinya.”

“Aku tidak punya kepala yang mampu······.”

“Kau punya kepala yang mampu menipu Earl, Nona Mantan-Mata-mata Mage TOwer.”

Zia menelan nafasnya. Aku mengangkat Sii yang jatuh di pelukanku.

“Jika seseorang diam, mereka bisa melakukan apapun. Kau melaksanakan, mentransfer, dan mengajarkan hal-hal yang kau ketahui, dan kau mencari tahu, memastikan, dan mempelajari hal-hal yang tidak kau ketahui.”

“Yujin.”

Zia menutup bibirnya dengan kedua tangan menempel di dadanya. Setelah meraih tangan-tangan itu, menariknya, dan membuatnya menempelkan tangannya ke depan, aku memberikan Sii ke arahnya.

“Obat.”

Sambil menyesuaikan kacamataku, aku berbicara.

“Sehubungan dengan obat, Zia. Apa ada obat yang bisa memperbaiki lengannya?”

“Jika lengan yang terputus benar-benar utuh. Namun, ini sangat mahal dan———.”

“Yudia.” Aku berbalik menghadap Yudia.”Di mana kau meninggalkan lengan Sii?”

Yudia, yang sedang bermain Angry Birds sepanjang waktu kami bercakap-cakap, menatapku dengan mata lebar.

“Tentunya! Hentikan, Yujin! Sudah terlambat. Tidak mungkin Paduka bisa terus memperhatikan······”

“Dia akan mengawasi ini. Aku berencana untuk pergi dan bernegosiasi dengan Earl sekarang. Yudia, di mana kau meninggalkan lengannya?”

“Negosiasi? Saat ini, Paduka ke arahmu······ menuju ke Sii, seperti kau sekarang······ Lebih dari itu, menanyakan guruku itu——— kubiang guruku adalah orang yang mengerikan······.”

Meski aku benar-benar mengerti itu, aku tidak bisa mundur sekarang. Aku menatap lurus ke arah Yudia.

“Yudia Batsand.”

Aku berbicara dengan jelas.

“Kau bilang dirimu bukan sadis. Kalau itu benar, maka kemungkinan besar kau tidak akan memberikan rasa sakit yang tidak perlu pada orang lain. Meskipun aku tidak yakin apakah kau percaya rasa sakit yang tidak perlu itu akan bisa menyeret kebencian Sii atau tidak, kau segera mengatakan Sii bukanlah subjek yang bisa diservis. Jika itu yang terjadi, maka kau seharusnya memotong lengannya sebentar dan kau tidak akan menyentuhnya sesudahnya. Lengan itu, di mana kau meninggalkannya?”

Tepi bibir Yudia Batsand menjadi melengkung saat dia menunduk menatapku dengan mata yang tampak seperti sepasang rawa beracun.

“Guhuhuhu.”

Setelah tertawa———Yudia Batsand berbicara.

“Betapa luar biasa. Inilah sebabnya mengapa kebencian membuat orang lebih kuat.”

“Bukan kebencian.”

“Begitukah?”

Aku diam menatap Yudia. Dia mengangkat bahunya.

“Tenangkan dirimu. Asumsimu benar. Dan jika itu adalah jawaban untuk pertanyaan itu, maka mungkinkah ada tempat yang sudah ada di pikiranmu?”

“Yah, ada.”

Selain itu, aku punya ide tentang lokasi Earl Silver Lion saat ini.

Aku mengemasi iPhone, iPad, dan Tab Andromeda. Aku juga membawa beberapa alat lain yang sepertinya dibutuhkan. Aku melepaskan kacamataku, membersihkannya, dan memakainya lagi. Aku menarik napas dalam-dalam. Sekitar saat aku menarik napas kedua, Zia menggeretakkan giginya.

“Aku akan pergi juga.”

“Denganku?”

“Itu benar. Kali ini, aku akan memastikan aku bisa membantu mengubah pikiran Paduka. Aku akan membimbing Paduka ke jalan yang benar. Kalau itu sulit, maka.”

Setelah mengatakan itu, Zia lalu melirik Sii yang ada di pelukannya.

“Paling tidak, aku bisa menjadi perisaimu.”

······.

“Baiklah.”

Jika itu keputusan yang kau sampaikan.

“Sudah kukatakan sebelumnya, tapi tidak perlu bagimu untuk ikut. Bahkan tanpa mengatakan sesuatu seperti ‘kali ini’, kau sudah pernah mengubah pikiran Earl sebelumnya.”

Pada hari keempat setelah dipanggil ke sini.

“Jika kau tidak berada di sana, maka kepalaku akan terbang.”

Zia Batsand. Pedang Earl Silver Lion. Murid Yudia Batsand

Dan di atas segalanya ——— pedangku.

“Tapi untuk saat ini, jaga Sii sebentar. Haruskah aku menyebutnya sebagai rumah sakit? Bawa dia ke suatu tempat seperti itu dan rawat dia untuk beberapa saat dan ikuti aku setelahnya. Waktunya······ satu detik.” Aku mengeluarkan iPhone dan melemparkannya ke arahnya.”Turun saat ini mulai berdering. Oke?”

“······Apa kau akan baik-baik saja sampai saat itu?”

“Aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak bisa kulakukan.”

Aku mendorong kacamataku dan meninggalkan kantor.


Aku berjalan melewati lorong-lorong, menuruni tangga, menyeberangi halaman, dan turun ke ruang bawah tanah.

Semakin aku menuruni tangga, semakin gelap dan sekelilingku semakin sesak. Meski sudah malam, bukan kegelapan seperti itu, dan meski tidak ada jendela, itu juga bukan jenis sesak seperti itu. Itu adalah kegelapan yang terasa seolah-olah warna merah tua dilukiskan pada sekelilingku setiap langkahku menuruni tangga, dan terasa seolah-olah paru-paruku ditekan oleh kompresor satu tingkat pada saat yang sama. Pemandangan yang terungkap padaku setelah aku sampai sekitar setengah jalan menuruni tangga dan mataku telah menyesuaikan diri dengan kegelapan memberiku alasan di balik sensasi yang kualami ini, tapi itu alasan yang sudah kusadari.

Percikan darah kering.

Daging dan lemak yang membusuk jauh di atas tangga.

Terletak di ujung———pintu baja berwarna merah karat itu.

······.

Aku menuruni tangga yang lain.

Aku berdiri.

Aku memegangi manik-manikku erat-erat.

Aku membuka pintu ke ruang penyiksaan.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter