Your and My Asylum Volume 2 Chapter 6 Bahasa Indonesia

“Paduka Earl pernah mengatakan hal ini sebelumnya, Yujin. Bahwa dia akan membuat orang-orang yang mencoba mencuri akan menyesali kejahatan mereka dengan besi dan api. Pada hari kau kembali ke Korea, ada kejadian lain dimana perhiasan istri earl sebelumnya dicuri terjadi sekali lagi. Itu bukan jumlah yang besar, tapi, Yujin, Yujin——— apa kau dengar, Yujin?



Itu adalah sebuah tuduhan. Saksi, 4 pelayan telah melangkah maju untuk bersaksi. Mereka mengklaim bahwa mereka melihat Sii mengambil perhiasan itu, Yujin, berhenti sebentar. Dengarkan apa yang harus kukatakan, sesuai dengan tuduhan tersebut, mereka melakukan pencarian di kamar Sii dan mereka menemukan perhiasan yang hilang di sana. Meskipun Sii sendiri mengklaim bahwa dirinya dijebak, kesaksiannya ———Yujin.

Menurutmu apa yang seharusnya Earl lakukan? Dia tidak bisa mengabaikan ini. Ini belum lama berlalu sejak dia terakhir menunjukkan kemurahan hati. Kali ini, dia harus menunjukkan kekerasan. Untuk mencegah orang lain bertingkah laku, dalam situasi seperti itu ——— Yujin. Berhenti. Aku memohon padamu, Yujin. Yujin———.”

Aku mendorong Zia ke samping dan masuk kantor.

Yudia Batsand sedang makan ayam. Aku bisa melihatnya memiringkan kepalanya ke arahku yang membanting pintu sampai terbuka. Aku tidak khawatir tentang hal itu. Yudia Batsand tidak ada hubungannya. Aku mencari Earl Silver Lion yang ada hubungannya.

Earl Silver Lion, saat duduk dengan kaki disilangkan dan dengan punggungnya yang nyaman bersandar di sandaran kursinya, sedang bermain game.

“Hu?”

Earl Silver Lion———menaikkan kepalanya untuk melihatku.

Sisa potongan ayam yang dimakan dibuang ke lantai seperti sampah.

“Apa ini? Ketuk pintu sebelum memasuki ruang gadis harusnya sudah jadis sikap dasaaaaar. Tn. Yujin, jika kau terus hidup tanpa akal sehat mendasar semacam itu, maka suatu hari nanti kau akan———.”

Aku menghampirinya,

Dan membanting mejanya.

Suara bang, meja yang gemetar,

Dan Earl Silver Lion menatapku tanpa terganggu.

“Haruskah aku mendengarkan penjelasanmu?”

“Jelaskan.”

“Kubilang haruskah aku mendengarkan penjelasanmuuuu. Sepertinya telinga Tn. Yujin pasti pernah mendengarnya. Apakah perlu bagimu punya telinga yang tidak berguna atau tidak, Earl Silver Lion, Earl Silver Lion telah merenungkannya sekali ini sebelumnya.”

“Kenapa kau melakukannya? Meskipun kau seharusnya tahu bahwa Sii bukan orang yang melakukannya.”

“Huumm~? Sii~? Aha, apa kau berbicara tentang putri angkat Mikatni?Siapa tahu———nyaa nyaa nyaa nyaa. Meskipun aku tiba-tiba mendengar pembelaan semacam itu dengan emosi seperti itu tercampur di dalamnya, kau tahu, itu menyulitkan. Bukti dan saksi semuanya menjadi satu jari dan jari itu menunjuk ke arah Sii, putri angkat Mikatni. Apa kau tahu pisau cukur Occam? Selalu ada satu kebenaran saja! Semua misteri telah dipecahkan! Dengan perasaan seperti itu, kami menyerahkan putri angkat Mikatni ke sebuah persidangan sederhana, dan kami menyelesaikan kejahatannya dengan satu lengan. Menuju tawar-menawar yang tak terbatas ini, Tn. Yujin. Apa kau ada masalah dengan hal itu, Tn. Yujin?”

Kepalaku panas.

Kk———Kepalaku, panas.

Kepalaku.

“Betapa getirnya. Apa ada masalah?”

Yudia Batsand menurunkan kaki ayam yang sedang dia makan dan mengangkat alisnya.

“Ini adalah permintaan untuk wanita muda ini juga, Lord Yudia.” Ketika Earl Silver Lion berbicara dalam bahasa dunia ini, dia mengudara. “Kau tahu kejadian di mana kami telah memotong lengan pelayan pencuri dan menyelesaikan masalah dengan itu? Dia menjadi sulit diatur karena sesuatu seperti itu, jadi ini membingungkan.”

“Lengan pelayan pencuri, kan?”

Yudia memiringkan kepalanya. Meski panas di kepalaku tetap sama, aku merasa seperti sedikit tenang karena mendengar suara seseorang selain Earl.Yudia Batsand, seperti yang telah kubuktikan saat Abria Mikatni berkunjung, dia adalah individu yang ditakuti semata-mata karena penampilan, tingkah laku, dan statusnya. Dia adalah orang baik yang masuk akal.

“Lengan yang telah kau putus.”

Bagus······.

“Ah, itu. Aku sudah lupa karena tidak menyukai gelar yang menjijikkan.”

“Sebagai awalan, dia hanya pelayan. Dia bukan master bela diri atau monster, jadi mungkin darinya tidak ada yang bisa kau hadapi.”

“Itu berat sebelah. Setiap master dan monster bermula sebagai individu normal. Apapun itu, pelayan itu tentu tidak memiliki kemampuan. Dari awal sampai akhir, semua yang dia lakukan adalah memohon pengampunan sementara diserang dengan rasa takut. Pengecut yang bahkan tidak memiliki hak untuk memiliki kebencian. Dia tipe orang yang paling tidak kuyakini.”

Rasanya aku telah menelan segelas deterjen. Bagian dalamku terasa sakit dan penglihatanku terasa kabur.

“Kenapa, kau memotongnya?”

“? Meski kau bertanya padaku, itu sulit dijawab. Setelah Earl Silver Lion telah mencapai sebuah keputusan, dia meminta agarku melaksanakannya. Rasanya seperti hiburan setelah makan.”

Hiburan?

“Sii.”

Sii adalah, apa yang telah kuucapkan. Sii adalah.

“Kenapa Sii, melakukan hal seperti itu?”

“Seperti yang kukatakan, meski kau bertanya padaku, itu sulit untuk dijawab·······”.

Yudia memiringkan kepalanya seperti itu dan Earl Silver Lion secara dramatis merentangkan lengannya.

“Selamat datang, Tn. Yujin! Pikiran kita, yang seolah-olah saling menyilang, akhirnya menyatu menjadi satu massa. Tidak, sebenarnya, itu selalu disatukan. Anak laki-laki dan perempuan yang mengira mereka saling bertentangan menemukan bahwa mereka benar-benar berdiri di posisi yang sama! Jika aku mengatakan sesuatu sesuai dengan klise drama dengan perkembangan tak terbatas, maka, aku juga tidak begitu yakin. Ini adalah sesuatu yang aku juga ingin tahu. Bagaimanapun, aku hanya menghindari banyak hal.”

“Yudia Batsand······ Earl Silver Lion.”

Aku mengertakkan gigi.

Aku menelan air liur yang terasa seperti terbakar ke dalam tubuhku dan menundukkan kepalaku.

“Earl———Earl. Earl Silver Lion.”

“Meskipun tidak pernah ada masa dimana aku mengira bahwa gelarku cukup rumit sehingga mengharuskan seseorang untuk mengingat irama itu. Lepaskan tanganmu dari mejaku.”

” Sii.”

“Putri angkat Mikatni?”

“Sii, dijebak.”

“A-apa———! Bahkan Earl Silver Lion terkejut dengan kejutan wahyu ini! Ya Tuhanku, apa kau mengatakan bahwa mataku sebenarnya sepasang lobang kayu!?Aah, aku sudah salah, Profesor Yujin! Bagi putri angkat Mikatni bukanlah pelakunya yang sebenarnya! Apa yang harus kita lakukan tentang ini? Lord Yudia, sebagai individu yang telah melakukan hukuman, apa pendapatmu tentang kemungkinan yang baru diajukan ini?”

“Guhuhuhu.”

Dia tertawa.

Yudia Batsand, dengan kepalanya sedikit miring, tertawa terbahak-bahak.

“Jika dia dijebak, bukankah itu lebih baik? Tidak ada bahan bakar yang lebih besar daripada ketidakadilan untuk membuat kebencian seseorang terbakar. Ah, tapi, jika kau melihatnya dari sudut pandang itu, maka seperti yang diharapkan, bukankah itu berarti dia tidak dijebak? Aku mengatakannya beberapa saat yang lalu, tapi pelayan itu hanya diserang ketakutan, ah, benar kan?——— Bagaimana dengan ini, Earl? Haruskah kita pergi sekarang dan memutuskan lengan lain yang tersisa? Jika seseorang kedua lengannya terputus secara tidak adil, maka pada saat itu, bahkan pengecut itu tidak bisa benar-benar memiliki kebencian dan bertujuan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi?”

Yudia———Batsand.

Karena dia adalah guru Zia, dia juga adalah pesuruh kerajaan End Void Gate, satu dari dua belas faksi dunia, dan dia adalah seorang penggemar kebencian.

“Berhenti di sana, Lord Yudia. Wanita muda ini mengatur wilayahnya dengan peraturan hukum yang menyeluruh.”

“Meskipun aku percaya kadang-kadang ada kalanya seseorang harus melampaui batas hukum, tapi jika memang itu yang kau anggap benar.”

Kupikir aku tahu.

Bahwa aku bisa menangkapnya.

Zia menundukkan kepala dengan wajah yang hampir menangis. Gurunya adalah individu yang menakutkan. Sekarang, kata-kata yang dia katakan tadi. Aku, yang percaya bahwa Yudia Batsand bukanlah orang yang berbahaya.

Aku.

“Kenapa?”

“?”

“Kenapa, apakah kau harus pergi sejauh itu?”

“Sepertinya kau hanya ingin mengajukan pertanyaan aneh hari ini, Yujin. Sudah kukatakan beberapa kali, jadi kupikir kau sudah mengerti sekarang.” Yudia Batsand menggigit kaki ayam dan berbicara. “Manusia harus memiliki kebencian agar mereka menjadi lebih kuat.”

Itu adalah kata-kata yang Yudia katakan beberapa kali sebelumnya.

“Sii kemungkinan besar tidak pernah memintamu untuk membuatnya lebih kuat.”

“Itu benar. Pertama, pelayan itu bahkan tidak punya hak untuk mengucapkan kata-kata itu kepadaku———jika seseorang ingin menjadi muridku, maka sebagai permulaan, perlu bagimu untuk membuktikan diri dan mempersenjatai dirimu dengan pemusuhan tak berujung. Dengan susah payah, sulit menemukan orang-orang semacam itu. Sebenarnya, aku mungkin tidak pernah bisa mendapatkan murid.”

Yudia Batsand menggigit lagi kaki ayam yang ada di tangannya sebelum menjilati jarinya.

“Kalau aku tetap diam sampai sekarang, itu.”

Yudia Batsand.

“Sudah lama sekali, ada saat ketika aku menerima permintaan dari Earl Kucing untuk menangkap budak yang kabur. Dengan syarat aku bisa menghadapinya, aku senang menerima permintaan itu. Tidak lama kemudian, aku telah menangkap mereka semua hidup-hidup dan membawa mereka kembali ke markasku. Mereka semua adalah orang-orang yang sangat menderita. Bahkan ada orang-orang di antara mereka yang telah merasakan segala macam penghinaan dan rasa sakit saat dibesarkan di tempat yang dikenal sebagai ‘Cat’s Kiln’. Meskipun individu-individu itu tidak memiliki permusuhan yang kuinginkan, beberapa kali mereka telah menunjukkan alasan untuk memiliki kebencian semacam itu jika ada sesuatu yang terjadi pada mereka. Itu sebabnya aku punya.”

“Berhenti.”

“Ah. Kau tidak suka hal-hal merangsang, kan? Yujin, karena aku juga bukan seorang sadis, aku akan mengakhirinya dengan mengatakan aku tidak senang melakukannya.”

“Jadi kau bilang kau mencari seseorang yang cukup layak untuk menjadi muridmu?”

“Sejujurnya, itu karena aku adalah pesuruh kerajaan dari salah satu dari dua belas faksi dunia. Apa yang bisa kulakukan ketika aku tidak dapat menemukan pemuda yang tangguh? Aku tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menanam benih. Bukankah seharusnya sisi yang memiliki sesuatu yang mereka inginkan untuk menjadi rajin?”

Rasanya seperti sedang melihat rawa yang terdiri dari racun.

Sambil menopang rahangnya dengan tangannya, Yudia tersenyum dengan cara yang seolah-olah dia dengan senang hati mengawasi kematian musuh tak abadinya. Seperti yang telah kulakukan sampai sekarang, aku dapat memahami ungkapannya saat dia bersenang-senang sambil membicarakan filosofinya sendiri, tidak lebih dari itu. Aku bisa secara akurat memahami suasana hati Yudia saat ini dan apa yang ingin dia lakukan selanjutnya. Dengan demikian, aku dapat memahami manusia yang dikenal sebagai Yudia Batsand······ Kupikir aku dapat memahami dia······.

Aku tidak dapat memahami dia.

“Berkata bahwa kau bukan sadis. Kau berbicara dengan cukup baik.”

Earl Silver Lion meludah seolah dia bosan. Yudia mencengkeram dadanya dan mendengus seolah ditembus panah.

“Aku mengatakan yang sebenarnya.”

“Tentu tentu, aku mengerti.” Earl Silver Lion menghela napas dan menatapku.”Jadi, Tn. Yujin, apa kau sudah selesai sekarang? Taka da yang perlu disampaikan lai, kan? Lepaskan tanganmu dari mejaku.”

” Sii.”

Aku menelan kata-kata yang hendak kukatakan dalam bahasa dunia ini. Tidak ada artinya. Itu tidak ada gunanya. Aku berbicara pada Earl Silver Lion.

“Sii, tidak melakukannya.”

“Sii, Sii, Sii, Sii———aah, nampaknya putri angkat Mikatni benar-benar menyambar hati Yujin dalam sekejap. Seperti yang diharapkan dari seorang putri pelacur. Ini bisa diterima.”

“Dengarkan aku, denan serius.”

“Tn. Yujin, kaulah yang akan mendengarkan kata-kata yang kukatakan dari sini dengan serius. Lepaskan tanganmu dari meja. Aku sudah mengatakan ini tiga kali sekarang.”

Earl Silver Lion berbicara sambil mengungkapkan gigi taringnya. Bahkan sebelum melihat mata itu, aku tahu dengan intuisi. Sisa potongan ayam yang sudah dimakan dan dilempar ke tanah. Gadis ini yang memiliki nafsu makan kecil, kejam, dan bosan dengan segala hal dengan cepat. Aku akan mati. Jika tidak mendengarkan gadis ini lebih dari ini, jika aku melawan saraf gadis ini lebih dari ini, maka aku akan mati.

Berkepala dinginlah, aku. Pegang manik-manik. Tenanglah. Tenanglah tenanglah.

Tidak.

Aku tidak bisa tenang.

Tanganku, aku tidak melepasnya.

“5.”

Aku tidak melepasnya.

“4.”

Aku tidak melepasnya.

“3. 2. 1.”

Aku tidak melepaskannya ———Aku dibuat untuk melepasnya.

Dengan paksa

Aku ditendang dari samping——— dan berguling ke lantai.

“Orang yang kurang ajar!”

Itu adalah Zia Batsand. Sambil menggigit bibir bawahnya, rambutnya acak-acakan, dan dengan wajah yang menangis ———— dengan wajah yang sangat tidak enak sehingga sulit dijelaskan, dia menatapku. Mata biru itu, pupil-pupilnya yang dingin menunduk menatapku dengan gairah magma yang terkandung di dalamnya. Dia memohon denganku. Kumohon. Mata Zia mengatakan itu padaku. Kumohon, Yujin. Kumohon.

Kumohon.

“Paduka, tampaknya Yujin telah melupakan tempatnya! Ini semua karena aku telah diawasi dan mengelolanya dengan buruk. Ini bukan sesuatu Paduka perlu angkat tangan! Aku akan membawanya ke luar dan memberinya hukumannya, jadi kumohon!”

“Hm.”

Earl Silver Lion berdiri dari tempat duduknya.

Dia berjalan ke arahku.

Dia berdiri di depanku dan menunduk menatapku.

“Paduka, Yujin······.”

“Tidak, Zia. Aku akan secara pribadi memberinya hukuman. Itulah tugas tuannya.” Earl Silver Lion, yang telah berbicara dengan jelas, tersenyum dengan kedua tangannya di pinggulnya.”Lima cambukan.”

“Tapi······.”

“Kau berisik, Zia. Tetap di sana, oke? Setiap kali kau mengambil langkah, aku akan meningkatkan cambukannya menjadi 10, kau tahu?——— Larte ‘gias .”

Earl Silver Lion mengangkat lengan kirinya sementara tangan kanannya masih di pinggulnya. Kuu di jari tengah tangan kirinya berwarna hitam dan ada yang digenggam di tangannya seolah ada sesuatu yang menutupi pegangannya.

Itu adalah ular. Tidak, itu cambuk. Tidak, seperti yang kuduga, itu adalah ular. Tidak, seperti yang kuharapkan, itu adalah cambuk. Seperti ular, itu juga cambuk, dan meski bukan cambuk, itu juga bukan ular. Hal yang kuyakin adalah fakta bahwa itu masih hidup. Fakta bahwa itu dicengkeram tangan Earl Silver Lion dan bergoyang-goyang.

Earl Silver Lion menarik napas dalam-dalam dan menarik bahunya.

Dia mengayunkannya.

Bajuku tercabik.

Wooosh, CRACK!

Cambukan bergema dengan penundaan. Rasa sakit itu datang bersamaan dengan suara itu.

Daging, dan darah, berlumuran ke atas dengan Sangat lambat sebelum jatuh ke lantai.

Aku tidak berteriak.

Aku tidak bisa.

Bukan aku, tapi Zia———mengeluarkan teriakan, erangan yang terasa seolah-olah sedang mendidih mati.

“Itu satu.” Earl Silver Lion mengucapkannya dan menarik bahunya sekali lagi.”Ada empat tersisa sekarang.”

Cambuk itu bergerak seolah-olah membelah udara.

Kesadaranku terputus sebentar sebelum lanjut. Bunyi menggelegar. Memercikkan darah.

“Dengan ini, dua. Tak apa-apa. Kau tidak akan mati. Kau tidak akan mati lagian. Tn. Yujin? Legalah. Hanya tersisa tiga cambukan lagi. Sekarang, karena kau tidak akan mati.”

Dengan nada yang terdengar seolah sedang membujuk seekor kucing, pukulan ke-3.

Aku tidak bertemu, cambukan ke-3 itu.

Bukan karena terlalu cepat. Itu bukan karena kesadaranku telah terputus. Sebenarnya, kesadaranku normal. Itu sangat jelas dan sangat jelas. Karena itulah aku bisa melihatnya. Melihat Earl Silver Lion mengayunkan cambuknya. Melihat Zia menggenggam kepalanya. Pemandangan Yudia menatap kami dengan kilau di matanya. Dan.

Melihat seseorang yang telah lari dan melemparkan tubuhnya untuk menutupi tubuhku.

“Aaaaaaaaaaack······ !!!”

Teriakan.

Teriakan———gadis kecil.

“Sii.”

Aku berbicara. Aku, aku berbicara, dan,

“Uu·······uh.”

Sii, yang telah runtuh di atas tubuhku dalam upaya untuk menutupiku, mengeluarkan erangan yang tidak bisa dianggap sebagai respons.

Sebuah ekspresi aneh. Dengan wajah aneh yang sedang tersenyum sambil menangis, Sii menunduk menatapku.

“Putri angkat Mikatni. Apa yang kau lakukan di sini?”

Earl Silver Lion berbicara. Sii, yang telah menarik bahunya, berbicara dengan suara yang lamban dan memudar seperti darah yang mengalir keluar dari daerah yang terkena dampak di tubuhnya.

“Saya······ minta maaf······.”

“Aku bertanya apa yang kau lakukan di sini, putri angkat Mikatni. Apa kau ke sini untuk melihat apa ada hal lain yang patut dicuri? Sepertinya kau kurang dalam pendidikan. Dengan penampilannya, tampak bahwa satu lengan sebagai kompensasi tidak cukup untuk mengajarkanmu pelajaran.”

“Saya minta maaf······! Saya minta maaf······!” Menelan air liurnya seolah-olah itu adalah darah, dan menelan darahnya seolah-olah itu air liur, Sii Garno Mikatni menangis. “Saya minta maaf······! Tapi, t-ta······ tapi······!”

“Tapi?”

“Yu, jin.”

“Karena kau sangat ingin merangkulnya, apakah pinggulmu akhirnya bergerak lebih dulu karena kau tidak bisa menahan keinginanmu? Aku tidak mengharapkan apa-apa lagi dari kucing wanita cabul seorang pelayan. KEnapa ada begitu banyak orang di istana kita yang tidak bisa belajar bagaimana caranya ‘menunggu’? Kalau kau ingin merangkul Yujin, maka harusnya ada waktu yang lebih baik dari ini. Misalnya, setelah dia menerima tiga cambukannya yang tersisa dan telah pingsan berantakan. Atau.”

“Aku,dia bilang saya temannya······!!”

Hening.

“Yujin······ Yup, Yujin······ bilang saya temannya······ untuu saya, melindungi dari pelayan-pelayan······ bahkan sekarang, Nona kesatria———Nona Zia, dia mengabaikannya ketika mencoba menghentikannya, yup, untuk Nona Earl······ dia marah, untuk saya······ saya······.”

Hening.

“Berkata bahwa saya temannya······.” Air mata mengalir di pipi Sii.”Saya.”

Teman.

“Begitu?”

Earl Silver Lion berbicara dengan suara rendah.

“Jadi bagaimana dengan itu?”

Sii menggigit bibir bawahnya, lalu.

“······Yup~~! Ehehe······.”

Dia tersenyum.

Dalam situasi ini.

Dalam keadaan itu.

“Aku berjanji padanya······ pada awalnya.”

Air mata Sii jatuh dan membasahi wajahku. Darah Sii terjatuh dan perutku basah kuyup. Bercampur bersama. Sii dan dan. Awalnya darah. Dan kemudian.

“Itulah yang saya akan beritahu padanya······ Nona Earl, bahwa Yujin anak baik······ itulah kenapa.”

Dan.

“Yujin······”

Dan hening.

“Jika kau mau,”

The Silver Lion mengucapkan kata-kata itu.

“Kalau begitu oke, aku akan melakukannya. Kau Yujin mengatakan bahwa kau temannya. Karena dia marah karenamu. Karena kau merasa terhutang dari itu. Dengan kata lain, kau mengatakan kau ingin menerima cambuknya sebagai penggantinya, kan? Betapa mengagumkannya. Betapa cantiknya. Jika itu yang terjadi, maka buatlah cerita yang mengagumkan itu mungkin tugas yang bisa kulakukan. Oke. Jika memang itu yang kau inginkan.”

Kata-katanya berhenti.

Bayangan jatuh di atasku. Di atas wajah putih Sii juga.

“Paduka·····”.

Zia———Zia Batsand, berbicara.

“Kumohon······.”

Suara bunyi gedebuk.

Suara berlutut.

Suara tangis.

“Ah.”

Dengan tangannya menempel di pelipisnya, Earl Silver Lion berbicara.

“Ah~ ah, sudah kubilang, Zia. Jika kau bergerak, maka ada 10 cambukan lagi. Tapi kenapa kau bergerak? Kenapa? Kenapa, aah. Apa yang kukatakan. Kengapa orang-orang di istana ini, orang-orang kota, semua orang, terhadap apa yang kukatakan.”

Masih berdiri.

“Semuanya harus mati.”

Earl Silver Lion melemparkan cambuk yang ada di tangannya.

Sebelum cambuk bisa menyentuh tanah, pemanggilannya dibatalkan, membuat cambuk itu hilang. Earl Silver Lion menuju ke luar dan meninggalkan kantor.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter