Your and My Asylum Volume 2 Chapter 3 Bahasa Indonesia

Your and My Asylum Volume 2 Chapter 3


Sepupuku, Miyeong, tidak menyukaiku.

Apakah itu karena aku terus berada di rumahnya? Apakah itu karena ayahnya tidak menyukaiku? Apakah itu karena nampaknya seolah-olah ibunya memberi perhatian lebih padaku———dibanding dirinya? Apakah itu karena orangtuanya mulai berkelahi? Kau kemungkinan besar menemukan alasan di antara kalimat tersebut. Atau barangkali, semua kalimat di atas adalah alasan di balik kebenciannya. Siapa tahu. Aku ingin tahu apakah alasannya? Jika ada suatu hal yang bisa aku pastikan, maka itulah kenyataannya, meskipun aku bisa memikirkan lebih dari tiga puluh alasan berbeda untuk mengapa Miyeong membenciku, aku bahkan tidak bisa mempertimbangkan sedikitpun alasan mengapa ia harus menyukaiku. Sekitaran waktu ketika aku pergi dari rumah Miyron, yang membenciku, dan mulai menghadiri sekolah yang sama sepertinya, pria yang merupakan guru homeroom dari kelasnya bukanlah orang jahat. Namun, jika kebencian adalah satu-satunya hal uang bisa memberikan kelahiran dari orang jahat sebagai hasilnya, maka dunia ini mungkin lebih nyaman untuk ditinggali. Aku mampu mengukir kebenaran itu, yang siapapun bisa pelajari hanya dari melihat bibiku, di dalam pikiranku sekali lagi aku berterima kasih. Aku, yang telah kehilangan orangtuaku, diletakkan di kelas yang sama dengan Miyeong dan duduk di sbelah Miyeong yang berbagi darah yang sama denganku. Seluruh terima kasih itu adalah untuk kebaikan pria itu.




Miyeong membully-ku

Tentu saja, itu bukanlah ekspresi yang pantas. Mari tambahkan keterangan. ‘Ia dengan mudah membully-ku.’ Mari lemparkan kemantapan. ‘Ia mampu dengan mudah membully-ku.’ Mari ganti ke bentu pasif. ‘Itu dibuat sehingga ia bisa dengan mudah membully-ku.’ AKu mungkin bisa terus melakukan ini ratusan kali dan setiap aku melakukannya, aku kemungkinan besar bisa memisahkan mereka ke dalam hal-hal uang pria iru telah lakukan dan hasilnya dibebankan padaku. Akan tetapi, jika aku berada di kelas berbeda, atau setidaknya, jika tempat duduk kami terpisah, tetapi karena simpati pria itu.

Aku diasingkan oleh teman sekelasku.

Tentu saja, itu bukanlah ekspresi yang pantas. Karena Miyeong telah membullyku. Kerena aku siswa pindahn. Karena aku benda asing yang bercampir ke lingkaran sosisal kelas yang amna telah ditetapkan. Kerena ku lemah. Karena kau tidak lagi memiliki orang tua. Karena aku menangis setelah dipukul oleh Miyeong yang merupakan seorang gadis. Karena aku anak kutu buku pintar yang hanya bagus saat belajar dibandingkan mampu berkelahi. Dll. Dll. Namun, jika Miyeong tidak tidak menggangguku, jika tempat dudukku tidak beraada di sebelah Miyeong, jika aku berada di kelas yang benar-benar berbeda. Aah, karena perhatian pria itu.

Joo Chanmi datang melihatku.

Tentu saja, itu bukanlah ekspresi yang tepat.

Jika tidak.


Beberapa hari berlalu.

Aku bisa mendapatkan makanan hangat, berganti pakaian, dan tidur di tempat yang pantas. Jika aku memiliki pengalaman yang begus saat sekolah, maka ini mungkin saja telah menjadi kesempatan emas untuk menitikkan air mata saat aku berpengalaman mengapa makanan, pakaian, dan tempat tinggal merupakan pokok hidup manusa, tepai terima kasih pada Chanmi dan kelompoknya, aku tidak merasakan emosi apapun karena kau telah mengalamai situasi ‘beri dan ambil’ itu tak terhitung kali sebelumnya.

“Aku entah kenapa merasa seolah-olah aku kalah.”

Di dalam ruang pribadi Zia, aku, yang telah menghantamkan kepalaku ke lantai sebanyak tiga puluh enam kali dengan tujuan melakukan backflip, menggumamkan kata-kata tersebut. Zia, yang memperhatikan kejenakaanku sambil memperbaiki pedangnya, membersihkan tenggorokan.

“Bukannya kau telah berpengalaman kalah di sepanjang hidupmu, Yujin?”

Diabaikan. Backflip lainnya, tiga puluh tujuh hantaman kepala.

Zia berdehem perlahan.

“Tentu saja, kau kemungkinan besar penasaran tentang bagaimna aku mampu melihat keseluruhan hidupmu meski hanya mengenalmu selama dua mingggu. Itu pemikiran malang, Yujin. Sama seperti yang orang korea itu katakan, berpenampilan cemerlanglah meski di masa kecil. Kalau aku mengatakan dalam istilah duniamu, maka itu menjadi seseorang yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada jam dua belas sebelum jam satu terlewati adalah orang bijak.”

Diabaikan. Backflip lainnya, tiga puluh delapan hantaman kepala.

Zia berdehem lagi.

“Tentu saja, kau kemungkinan besar ingin mengatakan tampilan cemerlang itu sendiri bahkan dalam masa remaja seseorang. Selain itu, kau mungkin ingin memperingatkan fakta yang merupakan arti perkataan mereka berdua memiliki arti berbeda. Melakukan sesuatu seperti menginstruksikanku untuk tidak memanggilmu berilian, kau kemungkinan bisa ingin mengatakan sesuatu diantara kalimat-kalimat tersebut. Amun, Yujin, itu sekali lagi, pemikiran yang malang. Aku······.”

Kali ini, tanpa diriku yang bahkan telah mengabaikannya, Zia menutup mulutnya sendiri. Zia Batsang mengambil pedang yang ia perbaiki dan mencoba membaca raut wajahku.

“Apa kau masih marah tentang pakaianmu.”

Pada akhirnya, aku memnggeleng sebagai sinyal padanya yang mana aku tidak merasakan hal semacam itu. Wajahku sakit jadi aku berencana untuk istirahat.

“Bukan itu. Hanya saja aku merasa seolah-olah aku diseret ke hal yang terlalu berlalu berlebihan akhir-akhir ini jadi aku membuat usaha untuk mengurangi jumlah bantahan.”

“Kau mulai melatihku, huh······.”

“Kau pedangku lagian. Aku harus menjinakkanmu secukupnya untuk bisa meraihmu dengan pegangan dan mengaunkanmu.”

Zia mengayunkan pedangnya dan menamparku dengan sisi rata pedangnya.

Kemarahan dan penolakan jatuh dari serangan tak masuk akal———anehnya, setelah diserang oleh orang ini, aku tidak bisa apapun selai berteriak.

“Kau ngapain!? Wajahku sudah sakit gila!”

“K-K-Kau, apa yang kau katakan!? TIba-tiba! Dengan tenang! Tanpa pembuaan!”

“Kenapa kau yang jadi marah!? Kaulah yang menyerangku! Dan kenapa kau menanyakan apa yang kukatakan!? aku jesa sudah menjelaskannya padamu di ruang bawah tanah!”

“TIdak bisakah kau mengatakannya sedikit lebih lembut!? U-Untumu mengatakan kau akan menjinakkanku! Beraninya kau berkata begitu!”

“Bagaimana aku mengataknnya biar lebih lembut!?”

“ANggap saja itu cobaan yang dijatuhkan padamu!”

“Aku memertimbangkan hal terbaik untuk dilakukan adalah mengomeli kuat-kuat kesatria idiot yang membawa-bawa lelucon buruk yang gagal saat ini!”

“Uuuuu······.”

Zia menutup mulutnya dalam keprustasian. Aku mengambil ikat kepala, yang jatus dsetelah diserang Zia, dan meletakannya lagi di kepalaku. ZIa mengeluh.

“Padahal kau lagi crossdressing······.”

Seperti keluhan Zia, akus sekarang sedang crossdressing. Lebih tepatnya, aku mengenakan seragam pelayan. Harusnya tidak perlu menjelaskan hal ini. Seragam yang dua ukuran lebih kecil daripada pakaian yang biasa aku kenakan berada pada tubuhku dan meski stokingnya bewarna putih, itu terpasang erat di kakiku sehingga membuat kakiki terlihat ramping, tetapi seperti yang diduga, tidak perlu untuk menjelaskan ini.

······.

Tidak, seperti yang kupikirkan, aku harus menjelaskannya.

“Kalau kau memberiku pakaian layak untuk dikenakan, maka aku tidak akan mengenakan sesuatu seperti ini.”

“Apa itu pakaian yang Sii berikan padamu?”

“Yup. Seragam pelayan fan stoking cadangannya. Karena seragam olahragaku kotor, aku nggak ada pilihat lain selain mengenakannya.”

“Harusnya tidak ada alasan untukmu memakai stokingnya.”

“Lebih baik daripada mengenakan sepatu tanpa kaos kaki. Cuacanya juga dingin.”

“Tetapi karena kau memakai stoking itu, aku jadinya merasa skeptis dengan ukuran kakiku.”

“Sapa peduli? Juga, mau bagaimana lagi karena kau kesatria. Mengapa perempuan, termauk sepupuku, mengabaikan fisik mereka dan aturan, dan putus asa dengan hal seperti ukuran?”

“Meskipun aku kesatria, aku ini juga gadis.”

“Kalau kau mau tahu apakah kau gadis atau tidak, maka kau cukup meletakkan tangamu ke dadamu, kan?”

Zia menamparku dengan sisi rata pedangnya.

KEmarahan dan penolakan terasa oleh kenyataan saat aku baru saja di serang———Aku berteriak segera setelah aku diserang gadis ini.

“Daritadi apa yang salah denganmu!?”

“AKulah harsnya yang menayakan apa masalahmu daritadi! Untukmu melakukan kekerasan seksual padaku, aku tak bisa mempercayainya. Yujin, seorang pria sepertimu! Bagaimana bisa kau mengatakan aku tidak punya piliha lain selain menerima kenyataan bahwa aku ini perempuan kalau aku memegang dada kananku dengan satu dengan, dan meletakkan tangan kiriku di antara kedua kakiku, dan mengeluarkan lidahku!?”

“AKu nggak ngomong sebanyak itu, kau tahu!?”

“Kalau kau tsukkomi seperti itu sejak awal, maka aku tidak akan perlu menggunakan kekerasan dua kali······.”

“Aku jatuh dalam rencanamu.”

“Dua belas tahun terlalu cepat untukmu menguji dan menjinakkanku.”

“Jadi aklau kau mau aku menjinakkanmu, maka kau mau dijinakkan olehku yang berubah menjadi pria berumur 30 tahun?”

“Itu ekspresi idiot! Kalaupun ada, aku tidak mau menyerah dalam situasi sekarang di mana aku dijinakkan oleh gadis di pertengahan masa remajanya.”

“Beneran, ini adalah kesatria tanpa harapan······.”

“Meskipun aku merekakan sepanjang waktu ketika aku berkeliaran di BTOOL dengan Ahyeon, poster yang sangat tampan adalah keberasaan yang seseorang akan selalu mau konsumsi. Namun, aku sebenarnya lebih ingin mengkonsumsi ilustratornya.”
TLN : BTOOL itu situs untuk berbagi gambar.

“APa kau puas sekarang? Mari berhenti di sini.”

“Mm. Maaf. Yang terakhir jujur saja nggak rasional.”

Zia duduk dan kembali memperbaiki pedannya. Aku percaya jika ia menambahkan istilah ‘jujur saja’, maka itu berarti kebanyakan percakapan barusa mungkin saja bisa dipertimbangkan sebagai tidak rasional, tetapi aku tidak mengatakannya dan sebaluknya aku kembali berlatih bakflipku.

Zia berbicara.

“Ide bagus jika kau meletakaan berat badanmu ke tulang ekormu.”

“Kalau kau mau memberiku saran, kenapa nggak daritadi?”

“Juga, pakaianmu. Jika kau mengenakan kaus kaki ketat begitu dan bahkan memakai but yang sampe ke lututmu, maka, tentu saja, itu engganggu bakcflip-mu.”

“AKu tahu itu juga, tapi aku nggak punya pakaian lagi.”

“Kalau begitu lepaskan dan lakukan.”

“AKu akan benar-benar buka baju.”

“Yujin, kau benar-benar tidak melihatku sebagai gadis, huh······.”

Ngomong apa kau? Aku sedikit melihatmu sebagai gadis. Jujur saja, akan lebih tepat bagiku kalau sedikit itu menghilang, tetapi, yah, situasi sekarang ini cukup cocok untukku dan dia pasangan ngobrol yang menarik juga, jadi aku akan memaafkannya dengan itu.

“Yah, Aku, Zia Batsang, punya tubuh yang lahir sebagai pedang Earl Silver Lion. Zia Batsand sebagai wanita telah hilang sejak dulu.”

······Meskipun ia adakalanya megatakaan hal-hal yang cukup menggaggu, itu cukup mengejutkan.

Lebih mengganggu lagi aku tahu asala kalimat itu.

Bagaimanapun juga, aku mendengarkan saran Zia Batsang, yang mengaku sebagai pedang Earl SIlver Lion sejak lahir, dan melakukan backflip sambil meletakaan beratku ke tulang ekor.

Setelah gagal kelima kalinya, aku berbicara.

“Apa trik ini benar? Kenapa ini rasanya menjadi lebih sulit······?”

“Yujin. Pasti kau tidak ragu padaku, ‘kan? Yujin, apa kau tidak bisa percaya aku———pedang Paduka Earl dan pedangmu?”

“Kubilang ini sekarang, tetapi aku harus mampu ke Korea kalau aku ingin mngirimkan buku BL baru ke sini.”

“Meletakkan beratmu ke tulang ekor itu bohongan. Cobalah ayunkan kedua tumitmu seperti sepasang kapak sambil kau merendahkan pinggang dan kepalamu.”

“Kau beneran······.”

Pedang yang benar-benar mengganggu······.

“Tetapi jangan khawatir. Mau kau berhasil atau tidak, dia kemungkinan besar berencana mengirimmu balik sekali.”

“Apa alasan dibalik itu?”

“Karena akhir bulan tiba.”

Akhir bulan, kah?

“APa itu reset bulanan? ———cat kuku Earl, kan.”

Batasan pemanggilannya.

“Benar.”

“Kalu itu direset, maka barangkali, pemanggilannya dibatalkan juga?”

“Itu nggak bisa dilakukan. Karena bukti pemanggilannya akan menghilang.”

Dengan kata lain, ada yang dibutuhkannya untuk membatalkan pemanggilan dan mengirimkanku kembali sebelum saat itu tiba. Karena ia punya katalis yang berhubungan denganku, ia hanya bisa memanggilku kembali setelah batasan penggunaannya direset.

Meskipun aku mengerti mekanismunya, masih ada sesuatu yang menggungguku.

“Reset bulanan itu, itu lebih lama dari yang kuduga. Tidakkah itu benar-benar sia-sia baginya menggunakan pemanggilannya untuk hal-hal seperti menaikimu dan memanggilku karena dia terlalu malas memanggilku?”

Kalau aku menghitung sejak aku di ruang bawah tanah, maka ia dengan sia-sia menghabiskan batasannya dalam 5 sampai 6 hari. Untuk seseoang dengan kemampuan mengesankan seperti itu, keterampilannya untuk merencanakan kedepan sangatlah kurang.

Keterampilan untuk merencanakan kedepan.

“Ah———itu masalahnya.”

Pada kata-kataku yang tanpa sadar aku gumamkan dengan kuat, Sia mengangguk dengan wajah sungguh-sungguh.

“Itu———benar.”

Kata ZIa.

“PAduka Earl.”

Earl.

Earl dengan mental yang telah rusak.

Karena tindakan berencana ke depan adalah sesuatu yang hanya-orang-orangyang bisa mencintai diri mereka, orang yang memiliki harapan untuk masa depan, bisa lakukan———.

“Mungkin mengejutkan, tetapi Paduka memiliki kepribadian mewah.”

Itu tidaklah bombastis tetapi hanya kepribadian mewah.

······.

“Tidak, itu tidaklah semengejutkan itu.”

Kau bisa tahu hanya dengan melihat pakaian yang ia kenakan, ‘kan?

“Bahkan saat ia masih merupakan putri terpandang, saat ia menerima uang, ia akan segera membelikan semuanya dengan makanan, jadi tuan sebelumnya, Paduka Earl memiliki banyak kekhawatiran.”

“Dia tiba-tiba terlihat ramah.”

“Terima kasih untuk itu, perutku menjadi penuh. Itulah yang terburuk.”

“Tidakkah itu berarti kaulah orang yang hampir memakan semuanya? Belum lagi, kau bahkan berkata itu yang terburuk, apa kau punya hati nurani?”

Seorang manusia yang cukup mengerikan untuk dibuat, bahkan aku tanpa sengaja memberikan bantahan di sini di depanku.

“Selain itu, Paduka cepat sakit dan juga memiliki selera makan kecil.”

“Itu———Kuyakin itulah masalahnya.”

“Yah, ada juga kesalahan fakta akan Earl sebelumnya yang sedikit bernafsu.”

“Dan istri Earl sebelumnya?”

“Dia lesbian.”

Ini rumah tangga yang cukup aneh untuk membuatku percaya bahwa Earl SIlver Lion, yang seperti itu, bisa lahir di sana.

“KArena dia lesbian, kapanpun Earl sebelumnya akan mambawa kekasih, mereka akan meletakkan orang itu di antara mereka berdua dan bersama-sama menikmatinya. Hubungan antara suami dan istri yang sangat harmonis.”

“Berhrnti. Pokoknya, apa intinya?”

“Bagaimanapun, itulah kenapa Earl sebelumnya menyiapkan dana ini dan itu untuk Paduka Earl Silver Lion. Syukurnya. Karena gaji Earl———bahkan tidak cukup untuk merawat kastilnya, membiarkan Earl Silver Lion beros-boros.”

“Jadi tuan Kota Kurungan ini adalah tuan yang dapat gaji, toh?”

“Ada juga pajak.”

Zia Batsand melipat kedua tangannya dan menyatakan.

“Paduka Earl tidak ikut campur pada sesuatu yang bukan miliknya.”

Begitu———kah?

Situasi yang agal biasa. Meski seseorang mungkin memnaggilnya munafik atau peduli pada diri sendiri, meski begitu, walaupun mental Earl SIlver Lion telah rusak, atau barangkali karena mentalnya rusak, ia tidak melanggar batasnya sendiri———.

“Hanya sedikit.”

Berubah, ia sebenarnya melewatinya.

“Kepalaku mulai sakit.”

“Kenapa, Yujin?”

“AKu ingin tahu.”

APakah karena Earl SIlver Lion terlihat lebih dan lebih ramah padaku, tiba-tiba, tanpa konteks, dan sementara ia bahkan tidakan di sini?

TIdak, yah.

Semua orang itu manusia.

Pada akhirnya, bahkan seseorang seperti Joo Chanmi masihlah manusia.

“Kalu aku merangkumnya, maka, meskipun dana pensiunan itu mampu menangani sifat boros Paduka, mereka tidak bisa menguranginya. Itu seperti setelah bertemu Ahyeon dan barangkali setelha mereka berpisah. Paduka sering kali menghabiskan semua uangnya dan menggunankan seluruh pemanggilannya sebelum setengah bulan berlalu. Ada keuntungan karena ia memiliki dana itu, Paduka tidak mampu meletakkan perhatiannya ke arah yang konservatif dan mempertimbangkan keinginannya.”

“Apa perlu merangkumnya, cerita, itu.”

Rasanya aku telah cukup mendengarnya.

“Pada akhir bulan tertentu, Paduka diculik dan diletakkan dalam keadaan yang mengekang oleh cabang ke 7 Mage Tower, tetapi seperti yang diharapkan, jika dilihat kembali, maka kau mungkin bisa mengatakan alasan penculikannya karena dana pensiun Earl sebelumnya yang telah ditetapkan.”

Tiba-tiba topik ini datang.

Penculikan.

Kurungan yang ditujukan pada Earl saat ia dalam keadaan tanpa pertahanan.

—-——Dana Pensiun dan pengekangan.
TLN : Kedua kata itu ejaannya sama tetapi memakai karakter China yang berbeda.

“Sebelum batasan pemanggilan Paduka Earl bisa direset di awal bulan selanjutnya, dan sebelum Paduka menerima pensiunan, cabang ke 7 Mage Tower mengambil seluruh kemungkinan yang bisa mereka ukur. Dalam hal itu, kerena aku telah memberitahumu apa yang terjadi selanjutnya saat kita di ruang bawah tanah, aku akan mengabaikannya.”

Sandera.

Guna menhindari ia memiliki katalis apapun, mereka melepas dan memenjarakannya.

Membatasi dan mengekang.

“Jika kau betanya moral dari cerita itu, maka, mesipun itu menghibut, Paduka akhirnya meresa memerlukan sejenis simpanan karena insiden itu. Meski mungkin lebih seperti asuransi daripada simpanan, sejenis manajemen resiko.”

10 cincin.

2 gelang.

Katalis dari monster, raja iblis, dan dewa dunia lain.

“Meskipun sifat borosnya masih sama, ia setidaknya akan mengamnankan satu, tetapi jika mungkin, dua pemanggilannya disiapkan untuk hal yang tidak diduga-duga.”

Dua belas bom nuklir yang dimiliki Earl, yang pikirannya telah hancurl, telah berdiam dalam dirinya.

“Jika begitu, maka, seperti yang kuduga, tidakkah itu berarti tatu di punggung tangannya dihitung sebagai bukti pemanggilan juga?”

“Benar.”

Zia melebarkan kesua tangannya dan menunjukkan punggung tangannya padaku.

“10 kuku. 2 punggung tangannya sebagai bukti pemanggilan.”

12 bukti pemanggilan dalam sebulan.

“Pokoknya, mirip sama monster Kota Enam Kelopak dan makhluk yang di ruang siksaan, jika sebulan terlewati, maka ‘bukti’ mereka dipanggil menghilang, jadinya pemanggilan mereka tidak lagi bisa dibatalkan.”

Kembali ke awal, pedang Earl SIlver Lion bicara.

“Mungkin saja menggunakan metode berbeda untuk mengirimkan target kembali, tetapi prosesnya sangatlah tidak praktis. Lagi pula, yang paling efisien adalah membatalkan pemanggilan di akhir bulan dan kemudian memanggil mereka lagi di awal bulan berikutnya.”

Setelah mendecakkan lidahnya.

“Meski disebut efisien, itu hanya pernah dilakukan pada Ahyeon.”

Dan senym perlahan.

“Aku nggak pernah menyangka———bahwa hari di mana kami menggunakan metode itu akan datang lagi.”

Zia merendahkan kepalanya.

“Makasih, Yujin.”

“Kubilang waktu di ruang bawah tanah, tidak ada alasan khusus untuk berterimakasih padaku.”

Aku merespon dengan segera dan mengelakkan pandanganku.

“Bagaimanapun, jika seperti itu, maka apa itu berarti tidak perlu bagiku untuk berlaatih backflip seperti ini?”

“Kupikir gitu.”

“Aku akan sedikit senang kalau kau memberitahuku ini sedikit lebih cepat.”

Tepatnya, sebelum aku terbentur ke lantai sebanyak ini. Zia, yang mengangkat kepalanya, berdehem.

“Yah, kukira befitu jadi tidak 100%. Kau harusnya sangat sadar kalau Paduka itu plin-plan. Nggak ada ruginya berlatih itu.”

Bisa saja begitu jika kau menghilangkan fakta bahwa aku kehilangan sel otak setiap kali aku membentur lantai. Begitupun, pikiranku terasa sedikit lebih ringan setelah mendengar cerita dan asumsinya.

Zia berbicara.

“Ngomong-ngomong, Yujin. Ini tentang Sii yang memberimu pakaian itu.”

“Ya?”

“Kau sudah sadar bahwa dia diperlakukan dengan buruk diantara para pelayan, ‘kan?”

Itu———pasti.

Aku sadar sejak pertama kali bertemu dia.

“Kalau kau sadar, maka kenapa kau tidak melakukan sesuatu akan hal itu, Nona Kesatria?”

“Itu pertanyaan tolol, Yujin. Atau duniamu———Korea, adalah surga di mana semua penyakit bisa tidangani jika seseorang dengan status sosial tinggi mengatakan sesuatu tentang itu? Pastinya ada segunung kasus di mana perlawanan seperti itu muncul.”

Jawaban yang bijak. Meski aku merasa sedikit aneh karena orang inilah yang mengatakan jawaban bijak itu.

“Yujin. Aku tahu yang kau pikirkan. Jika kau paham situsai ini, maka aku pastinya pernah mencoba melakukan sesuatu untuk menyelesaikannya. Namun, aku di kastil ini sebagai seorang kesatria dan sebagai seseorang yang melindungi Paduka Earl.

“Jiadi kau bilang itu bukan pekerjaanmu?”

“Tepat. Itu bukan pekerjaanku, ataupun berada dalam yurisdiksi-ku. Lagipula, jika aku dengan sembrononya mencoba melakukan sesuatu tentang jenis pembully-an tersebut, maka hanya efek sebalikanya yang akan terjadi. Supaya merobohkan itu dalam cara paling benar, yang dibully harus berdiri sambil menyelesaikannya sendiri.”

Seperti yang kukira, sebuah jawaban yang bijak.

······.

“Mengapa kau hanya mengarakan hal yang terdengar logis daritadi?”

“Ngomong apa kau, Yujin? AKu selalu logis.”

“Ya, tapi, Mengapa kau hanya mengarakan hal yang terdengar logis daritadi?”

“Karena topiknya. Membawa candaan buruk ketika topeknya adalah sekelompok pembully adalah sesuatu yang hanya iblis bajinganlah yang akan melakukannya. Zia Batsand ini, tidaklah terjatu dalam keiblisan seperti itu.”

Jawaban yang bijak.

Ini pertama kalinya sejak waktu yang lama aku merasakan frustasi sebayak ini······.

“Mengapa aku membawa-bawa itu ketika kau dengan berhati dinginnya mengatakan kalimat yang mengatakan itu bukan masalahmu?”

“Aku tidak mencoba memperingatkamu. Hanya saja nampaknya senyuman Sii telah bertambah sekarang jadi aku berterima kasih.”

Hmmm.

“Kalian saling mengenal?”

“Hubungan yang nggak jelas. Yah, bisa dibilang kami duduk di perpustakaan bersama-sama dan membaca manga.”

Beneran hubungan nggak jelas. Sebanyak Sii telah menyebutkan nama orang ini ketika ia membicarakan bagaimana ia belajar bahasa Korea, ini sesuatu yang telah aku duga. Zia menggembungkan dadanya dan menambahkan kalimat lagi.

“Kau bisa bilang kami rekan, jadinya saling ngobrol.”

“Kalau kau berkata begitu, maka itu kedengaran kalian berdua saling menengal dengan baik.”

“Seperti yang kubilang, tidak sebaik itu. Ada juga jarang di antara status kami. Sebanyak yang kami saling ketahuia adalah pasangan bantuan yang lainnya.”

“Aku pastu sudah merasakan perasaan nggak enak sejak kau mulai memberikan jawaban bijak.”

“Kecuali, orang itu dengan konsisten dengan pasangan NLNormal Love. Konsep dari BL, bagaima harus kubilang ya? Nampaknya dia tidak bisa memahaminya dengan baik. Dia adalah orang yang akan bertanya, ‘Jika pria dan pria bersama, maka tidak akan ada satupun gadis tersia?’ sengan ekspresi serius di wajahnya. Orang yang sangat tolol, harusnya itu hal bagus.”

“Mari hentikan, aku sudah mengerti tentang ‘Aku tak ada maksud menolong Sii, tapi rasanya bagus melihat ekspresi cerah dari Sii yang merupakan seorang Otaku’.”

“Baiklah. Bagaimanapu, akan jadi hal hebat jika saja Sii bisa menggunakan momentum ini untuk memperbaiki dirinya guna memperbaiki situasinya, tetapi itu mungkin masalah jang perlu ditunggu. Bahkan aku butuh waktu untuk bisa membuat penyelesaian yang sama. Itulah bagaimana caranya dunia berjalan.

Kata-kata tersebut———sedikit mengejutkan.

“Kau dibully juga?”

“Bukankah aku dibully Paduka Earl setiap hari? Dan aku kau lecehkan juga akhir-akhir ini.”

Itu tidaklah benar-benar mengejutkan.

“Yang paling utama, kau menikmati itu jadi jangan dihitung. Apa yang telah kulakukan sampai-sampai melecehkanmu? Lagipula, apa resolusi yang kau perbuat?”

“Jujin, kalau kau membuat bantahan tulus pada candaan beratku, maka akulah orang yang akan merasa malu.”

Tidak peduli bagaimana kau memikirkannya, akulah orang yang dilecehkan.

“Abaikan candaannya dulu, meski aku berpengalaman dibully. Tepatnya, selama aku menghadiri dojo. Karena Paduka Earl———karena dia masihlah putri tepandang dari Earl apda saat ini, omong-omong, karena aku menjadi guru muridku sekarang melalui koneksinya, aku menjadi perusak pada pandangan murid lain yang sudah masuk melakui koneksi mereka yang mana didirikan melalui uang dan kekuasaan.”

“Jikapun ada, kupikir bahkan koneksi Earl cukup dipertimbangkan sebagai koneksi uang dan kekuasaan······.”

“Itu jika melalui standar rakyat biasa. Akan tetapi, dibandingkan pada uang dan kekuasaan sesungguhnya, jumlah uang dan kekuasaan yang dimiliki paduka Earl tidaklah bisa dibandingkan sebanyak itu.”

“DIa bilang kota ini tidaklah sebegitu besar. Maka pastinya ada koneksi yang berhubungan pada kemampuan Earl. Mm. Jadi, apa yang kau lakukan pada murid lainnya?”

“Aku melakukan yang terbaik untuk mencoba dan bersama-sama dengan mereka pada awalnya. Aku gagal. Karena guru kami menakutkan, aku tidak punya pilihan lain selain menggandoli Paduka sambil menagis dan memohon bantuan.”

“Kau dua tahun lebih tua dari Earl, ‘kan?”

“Juga, Paduka juga enam belas tahun pada saat itu.”

“Oi”

“Tidak, Paduka itu jedius lagian. Terutama dalam hal bahasa. Seperti yang selalalu kukatakan, itu mirip seperti logika geraham yang tumbuh pada singa, tetapi dalam situasi ini, perkembangan gerahamnya———faktanya dia punya kekuasaan bebas pada bahasa, yang berarti tingkat berpikirnya tinggi.”

“Tidak, tak masalah. Bahkan jika kau mencoba mengarahkanku seperti itu, sebua yang coba kau katakan adalah Earl memiliki usia mental yang lebih tinggi dibanding dirimu, ‘kan? Bagaimnapau juga, jadi apa? Kalau aku membaca konteksnya, maka itu berarti Earl tidaklah banyak membantu juga. Itulah makanya kau belajar semuanya sendirian dan······.”

“Tidak, bantuannya besar.”

“Oi.”

“Kau akan mengerti juka kau mendengarkan sedikit lagi. Ketika aku menggandol pada paduka sambil menangis, dia mengatakan kata-kata yang barusan kukatakan, ‘berdiri sambil selesaikan dendiri’. Rasanya seolah-olah aku menerima wahyu.”

“Meski berubah menjadi titik yang nampak seperti anak delapan tahun yang sedang berjalan, malah yang memberimu pelajaran itu umur 6 tahun, apa Earl Josua kita······?”

“Kalau begitu berarti aku Boris.”

“Mengerikan bagaimana mudahnya kau mengerti referensiku. Lebih hebat lagi kau kau punya kesadaran diri akan fakta kau dari dunia lain.”

“Akan kucoba. Bagaimanapun, Paduka bilang daia akan membiarkanku meminjam kekuatannya jika aku bisa mengumpulkan keberanian untuk membuat penyelesaian semacam itu. Aku merenungkannya dalam dua hari, dan pada akhirnya, aku memutuskan untuk membuat penyelesaiannya. Setelah itu, kami memanggil satu murid setiap hari dengan kekuatan Paduka dan dengan kuat memukuli mereka.”

“Itu dilapisi dengan baik seperti cerita yang bagus, tetpai tidakkah itu menghukum mati tanpa pengadilan?”

“Ditambah lagi, kami akan memanggil mereka sambil mengincar waktu di mana mereka tertidur. Sebelum mereka bisa bangun, kami akan melemparkan jaring ke tubuh mereka dan kemudian memukuli mereka dengan tongkat.”

Itu menjadi kopompong yang mana tidak lagi bisa disebut sebagai hukuman mati tanpa pengadilan.

“Jadinya panjang, tetapi kesimpulannya: Orang yang membully orang lain harus melakukannya sambil sepenuhnya bersiap kalau-kalau wajah mereka dipukul dengan ayunan penuh. Selanjutnya, orang yang mencoba mengatasi pembullyan itu tidak hatus takut atau mati-matian mendrorong pukulan ayunan penuh itu. Kau harus mengambil inisiatif untuk meminta bantuan hanya setelah kau mendapatkan cara penyelesaiannya.”

“Kau merangkumnya seolah itu semacam cerita inspiratif, tapi, bagaimana ngomongnya······ itu sedikit······ tidak, itu bukan sesuatu yang aku harus katakan, tapi······.”

Jika aku mengingat Perang 8 Tahun, maka aku benar-benar tidak bisa mengatakan sesuatu tentang ini. Jikapun ada, aku memiliki pengalaman dan melakukan tindakan yang bisa membuat sesuatu seperti memanggil seseorang saat mereka tertidur untuk menghukum mati tanpa pengadilan mereka, itu terdengar mengerikan.

Aku entah kenapa merasa serius.

Zia menampilan pandangan meragukan di wajahnya saat ia melihatku dengan tiba-tiba menutup mulut, tetapi sebelum ia bisa meletakkan pertanyaan pada bibirnya, pintu dibuka dan seseorang memasuki ruangan.

”Yujin······Apa kau punya waktu kosong?”

Rambut ungu yang memanjang seperti tanaman beracun dan memakai kacamata yang melapisi matanya, itu adalah guru ZIa, Yudia Batsang.

”Punya. Ada apa?”

”Ini tiba tiba ghancur (Menerjemahkan······Jatuh terlempar? Rusak?— Asumsikan sebagai ‘mati’).”

Benda yang membuat Yudia maju ke depan adala iPhone milikku.

Mm.

”Itu pastinya kegemaranmu.”

”Aku malah membencinya,” Yudia berbicara dengan kata-kata itu dan kemudian mendorong kacamatanya. ”Untuk ini yang mati tepat saat aku baru saja bisa mengalahkan tingkat 2-12 dengan 3 bintang, mengapa ini mati seperti ini?”

AKu sudah mengunduh gim yang akan masih bisa dimainkan meski tanpa koneksi internet, dan nampaknya dia menggemari Angri Birds······ yah, dengan begitu, aku menerima iPhone-ku dan mencoba menekan tombol di sana sini.

Kesimpulannya———Kejadian yang pasti akan terjadi telah terjadi.

”Baterainya habis.”

”Baterai? APa itu?”

”Mm······ Itu kata dari duniaku. Dengan kata lain di dalamnya kosong. Energinya habis. Sesuatu seperti dalam kata-kata tersebut.”

Yudia membuat ekspresi di mana ia terlihat telah mengerti. Tetaptnya, ia mengelurkan suara ‘kuh’ sambil menggenggam jantungnya, membuat terlihat seolah-olah ia baru saja mabuk racun, tetapi karena aku telah melihat kelakukan sebacam ini beberapa kali beberapa hari ini, aku mengerti bahwa itu berarti ia menggemarinya.

”Menjijikkannya. Bisa kau isi baterainya?”

”Pengisi daya-ku ketinggalan. Dan bahkan jika aku membawa pengisi daya-ku, sedikit tidak mungkin di sini. Kau memerlukan sesuatu yang disebut listrik.”

”Maka apa kita perlu memanggil penyihir? Ada seseorang di lantai tiga ruang bawah tanah di menara pusat.”

Nampaknya ia telah benar-benar menggemari iPhone-ku.

Tidak, mungkin ia cuma gemar Angry Birds······.

”Tinggal saja sekarang. Jika tes-ku berjalan baik, maka aku akan bisa mendapatkan perjalanan ke duniaku setelahnya. Aku akan mengisi ulang sampai penuh pada saat itu.”

”Mmm. Mau bagaimana lagi. Aku mengerti. Lalu, sementara aku manunggu bulan depan tiba, aku harus meredahkan kemarahanku dengan mengalahkan makhluk yang dipanggil oleh Earl Silver Lion.”

Kebetulan, inilah alasan mengapa Penyihir Langit KeSepuluh dari Dua Belas Penyihir Langit, Martial Sky, anggota Penyihir Langit Tinggi (Ganjil)’ yang hanya bisa dimasuki oleh kemampuan dan pencapaian seseorang, orang yang memiliki peran sebagai pesuruh kerajaan End Void Gate dari Dua Belas Faksi, Yudia Batsand, mengunjungi kota ini termasuk Earl Silver Lion. Yudia amat sangat kuat, tetapi karena karaktristik seni bela diri yang ia kuasai, nampaknya menyulitkan baginya untuk mengatur kekuatannya. Itlah mengapa sulit baginya untuk menemukan siapapun yang bisa bertarung dengannya di dunia ini. Namun, karena itu karakteristik seni bela diri yng ia kuasai, nampaknya deperlukan waktu baginya untuk mendemonstrasikan kemampuan aslinya, jadi sebagai hasilnya, ia akan melatih kemambuannya dengan menaklukan makhluk kuat dunia lain yang Earl of the Silver Lion akan panggil.

Sebuah Arena.

Pertunjukan paling primitif.

Beberapa saat lalu, dalam bagian di mana Zia mengatakan ‘Aku bisa menjadi murid Yudia karena koneksi Paduka’, kemungkinan besar itu rasa terima kasihnya terhadap kemampuan Earl. Dalam kasus Yudia, itu bagus baginya kerena ia mampu mengurangi tekanan sambil melatih kemampuan aslinya, dan dalam kasus Earl Silver Lion, itu bagus baginuya karena ia mampu mendapatkan kenalan dengan orang sekuat Yudia. Itu adalah win-win solution yang patut dicontoh, tetapi sebagai makhluk dunia lain yang dipanggil olenya, aku tidak bisa melakukan apapun selain mendapatkan perasaan tak jelas dari hal ini.

Setelah mengembalikan iPhone padaku, Yudia menatapku dengan kagum. Yah, lebih tepatnya, ia menatapku dengan wajah yang tampak seolah-olah menatap musuh orangtuanya, tetapi seperti yang aku katakan, setelah melihat ini beberapa hari, tatapan itu tersaring secara otomatis.

”Tetapi kau benar-benar mampu belajar bahasa dunia ini dengan baik dalam beberapa hari. Aku mengerti mengapa Earl Silver Lion menilaimu.”

”MEski belum ditingkat yang bagus”

Untuk kepentingan hidup, aku telah mendramatisirnya supaya terlihat seolah-olah aku lancar, tetapi pada kenyataannya, cara bicaraku terdiri dari kata-kata sederhana, yang bahkan anak-anak kemungkinan besar akan mengerti, dan mempraktekan kata-kata tersebut secara berulang. Misalnya, jika aku menggunakan situasi ini sebagai contoh dalam bahasa Korena, maka ‘Masih belum. Aku tidak bagus. Aku masih perlu sedikit lagi. Aku perlu waktu.’ inilah bagaimna aku mengatakannya. Yah, mendengar dan berbicara adalah dua hal yang berbeda. Dengan petunjuk itu aku sekarang sudah sangat percaya diri dalam membaca, tetapi jika aku memberitahumu bahwa aku masih cemas karena masih ada banyak lexem yang aku tidak ketahuii, maka kau bisa mendapatkan pemahaman yang masih kira-kira jika masih berada di tingkat membacaku.

”Apakah kau tahu bagaimana ujiannya?”

”Entahlah. Kau kemungkinan sudah tahu ini, tetapi Earl of the Silver Lion adalah orang yang termpramental sebanyak kebencian yang ia pikul. Membaca benak seseorang itu menyulitkan. Tetapi, yah, jika di tingkatanmu sekarang, maka tidakkah itu sudah cukup untuk lulus?”

”Mm, masih ada banyak bagian yang belum cocok, tetapi······ Sejujurnya, kupikir backflip-lah yang akan menjadi rintangan terbesar.”

”Labuhkan sedikit lagi kebencian dan masukkan dalam dirimu. Jika itu kau, maka kau pasti bisa melakukannya. Bagaimanapun, kecepatan belajarmu seperti surga dan bumi ketika dibandingkan muridku yang seperti sampah.”

”Guru, aku malu······.”

Nampaknya orang seukuran Zia tidak mampu membuat candaan buruk ketika datang pada gurunya karena ia cuma merendahkan kepalanya dengan ekspresi sukar di wajahnya. Yudia memandang sekilas Zia dengan ekspresi menyesal (Teparnya, itu seolah-olah ia sedang melihat sampah) di wajahnya dan menghela napas.

”Kerahkan dirimu lebih jauh. Kau kekurangan kengrian. Aku menerimamu sebagai murid karena kemampuan Earl Silver Lion, dan meski begitu tak ada seharipun dimana kau tidak menyesali keputusan tersebut, kembalilah ke masa ketika kau menghancurkan murid-murid. Aku merasa ada kesempatan padamu. Sedikit lagi.”

Yudia mendorong kacamatanya dan meneruskan.

”Sedikit lagi, kebencian.”

Ia berbicara dengan kacamatanya yang masih terangkat.

”Anak yang baaru lahir, terbitnya matahati, embusan angin, dan suara aliran ait. Dunia ini begitu luas dan berisi hal-hal yang untuk dibenci. Benci itu. Musuhi, dan dengan sendirinya permusuhan akan membawamu ke tempat tinggi. Sebagai seseorang yang hidup melewati 187 musim semi, aku bisa menjaminkanmu ini sembari meletakkan nama Sekte Batsand.”

”······Kan kulakukan yang terbaik, guru.”

”Tentu saja. Meski aku sering mengatakan ini, apakah kau tidak melayani tuan yang berisi dengan kebencian? CObalah setidaknya pikul sepersepuluh kebencian yang Earl Silver Lion pikul. Itulah apa yang orang-orang maksud sebagai loyalitas, tidak ada yang lain lagi.”

Bagaimanapun filosofinya, kata-kata tersebut hanyalah usulan pada sesuatu dengan cara yang ambigu. Zia pasti telah menyadari itu karena ia kemudian mencondongkan kepalanya.

”Aku ingin melakukannya juga, tetapi······.”

”Kata-kata seperti ingin melakukan tidaklah dibutuhkan. Jika kau muridku dan tangan kanan Earl SIlver Lion, maka kau harus melakukannya.”

Setelah berbicara dalam nada yang menetakan, Yudia kemudian menggeleng.

”Hoo. Aku sudah di sini cukup lama, jadi ketika aku meluhatnya kebencian Earl SIlver Lion telah sedikit memudar, kupikir muridku akhirnya bisa membantu semenarik simpanan Fedchants. APa kau tahu bagaimna aku ketika aku sadar ketika aku salah mengira?”

Kata-kata tersebut———pastinya telah sedikit menyakiti ZIa.

Yudia melihat lagi dan lagi diantara ZIa, yang masih merendahkan kepala, dan aku, sebelum mengeluarkan helaan lagi.

”Tolong lakukan dengan baik. Aku akan pergi sekarang.”

”G-Guru.”

Yudia yang hampir berbalik, berhenti ditengah-tengah. ZIa berbicara dengan hati-hati.

”Itu, tentang hal yang kukatakan padamu tentang······.”

”······.” Yudia menatapku. ”Apakah Yujin sekarang belum diterima? Dia ‘kan mendengarnya.”

”Ah, Yujin baik-baik saja. ······Dia tahu.”

Yudia menunjukkan ekspresi yang becampur-campur. Pandangan yang langsung di arahkan padaku berkobar seperti api Neraka.

Yah, dalam situasiku, bahkan jika aku tiba-tiba menerima tatapan semacam itu, semua yang bisa aku lakukan adalah panik, tetapi, mm, menilai dari kata-kata yang telah berjalan bolak-balik······.

”Apa itu, barangkali, tentang ramalan?”

Yudia menghirup napas dalam.

”Zia. Aku membenci diriku dimasa lalu, yang menjadikanmu sebagai murid, lebih dari apa yang telah aku lakukan sebelumnya.”

”Ma-maafkan aku······.”

”Mengapa? Earl Silver Lion saja tidak tahu, dan kau bahkan bilang padaku untuk tetap diam, dan sekarang, mengapa kau memberitahu Yujin ini? Perasaanmu, aku tidak mengerti.”

”Aku tidak bisa berkata apa-apa, guru.”

”Itu tidak masalah. Jika dua belas orang berkunvung, maka seseorang setidaknya Voneta’ pie (Menerjemahkan······ Pernikahan palsu?– mencocokkan konteks yang telah dikatakan ‘Sesuatu yang terlalu terlambat tidak bisa disekop’, asusmsikan saja ini sebagai semacam ungkapan keidiotan). Yujin, seberapa banyak yang kau ketahui?”

”Itu sebuah bencana tak terelakkan yang akan datang pada Earl tahun ini.”

Secara pribadi, itu tak jelas———haruskah aku menyebutnya celah yang kau bisa goyangkan? Terlepas dari hal itu, tak peduli bagaimnapun kau melihatnya, aku tidak menyukai fakta bahwa itu terrasa seperti efek Barnum kasur keberuntungan palsu berefek penuh sekarang. Melihat hal itu bahkan jika Earl terjegal kakinya sendiri dan jatuh, maka mereka bisa saja menyebut itu bencana.

Nampaknya Yudia berpikir begitu juga.

”Ya, ramalan yang Penyihir Langit KeTujuh dari Dua Belas Penyihir Langit, New Design Foresight, Touma Soh telah berikan pada murid tololku. Meski alasan mengapa aku memajukan kunjunganku ke Kota KUrungan dari jadwalku dan membuat masa menetapku menjadi sedikit lebih lamah, itu lebih karena kenyataan karena aku telah mendengar beritanya———bagaimnapun juga, melihat bagaimna tidak ada yang terjadi, apa kau yakin kau tidak ditipu? SUdah hampir bulan kedua, kau tahu? Terutama, tidak ada hal bagus yang datang dari mempercayai kata-kata dari potongan sampah seperti Touma, Zia.”

”Tetapi menurut rumor, mereka bilang dia tidak berbohong tentang masa depan······.”

”Aku juga orang baik menurut rumor. Seperti yang aku akan selalu katakan, jangan terhanyut pada rumor dan hanya lihatlah esensinya. Maka kau bisa dengan akurat membenci sesuatu.”

”Uuh······.”

Zia telah sepenuhnya menyusut. Yudia menggeleng sekali lagi.

”Aku berencana untuk tetap di sini sedikit lebih lama. Jika Earl Silver Lion menghilang, maka metodeku dalam meredakan tekanan akan menjadi rumit. Kalau ramalan itu benar———menaklukan bencana, akan menyenangkan.”

Yudia kemudian menampakkan senyuman saat ia selesai berbicara. Seperti yang kukira, jika aku yakin, maka ia sebenarnya telah mengeluarkan suara ‘Guhuhuhu; sambil meletakkkan salahsatu tangannya di ujung mulut. Hampir terdengar seolah dirinya berdiri di tempat aman dan tinggi dan menunduk sambil tetawa jahat pada beberapa orang yang terjebak dalam raea dan menenggelamkan mereka yang berjuang, tetapi mari kesampingkan itu. Itu semacam prilaku dengan penampilan tertentu, dan belum lagi, tumor tentangnya yang baik nampaknya mampu bertahan cukup baik. Namun, melihat bahwa dirinya baik, tumor yang myngkin tak disangka mencerminkan esensinya dan bukan mencerminkan penampilannya.

”Terima kasih banyak, guru”

”Itu hanya untuk kepentinganku sendiri.”

Kali ini, Yudia bisa berbalik dengan penuh dan meninggalkan ruangan. ZIa terus menunduk ke arah wujudnya yang pergi.

AKu berbicara.

“Itu guru yang baik.”

“Itulah masalahnya———saat dia baik. Guruku adalah orang yang menakutkan.”

“Meski kupikir itu cuma prasangkamu······.”

Meskipun ada masalah dengan pemilihan kata Yudia, mengherankannya ia sebenarnya orang yang baik. Jika kau mengesampingkan si psikopat, Earl Silver Lion, yang pertama kali aku temui, dan makhluk tak teridentifikasi yang diketahui sebagai Zia, maka dunia ini mungkin dirisi dengan kepercayaan yang baik.

“Cukup komentar tentang guruku, jadi lanjutkan latihan backflip-mu, Yujin. Novel BL-ku berada dalam pikulanmu.”

“Akan jadi hebat kalau kau sadar fakta bahwa kau merendahkan standar rata-rata orang dunia ini.”

“Maksudmu apa?”

Aku secara harfiah bermaksud seperti apa yang barusan aku katakan.

“Tapi pada akhirnya, apa yang bakalan kulakukan dengan backflip-nya?······“.

“Mm~~. Apakah nasehat dari Nona Zia tidak berguna?“

“Tolong jangan membesarkan nama idiot itu, Nona Sii.“

“Yujin! Kau tidak bisa mengatakan kata-kata seperti itu!“ Sii menepuk dahiku.“Kau harus bersikap sopan saat berbicara denganku! Jangan gunakan bahasa kotor jika memungkinkan, begitukan? “

“Maafkan saya.“

“Mm~~! Tidak apa-apa kalau kau tahu! Kau jangan melakukannya mulai dari sekarang. “

Sii berbicara sambil cekikikan ‘Ehehe’. Aku berbicara bebas dengan Zia, gurunya, dan Earl, namun aku terus menggunakan bahasa formal dengan Sii yang merupakan seorang pelayan. Bahkan bagiku, rasanya seperti hubungan yang aneh. Namun, rasanya Sii tidak punya niat untuk menyerah pada gagasan berbicara dengan kehormatan dan diperlakukan seperti wanita olehku—Haruskah kukatakan bahwa itu seperti Sii mengomentari caraku. Berbicara padanya dan bukan fakta bahwa aku telah memfitnah Zia beberapa saat yang lalu? Tak ada salahnya mengikuti kecenderungan itu.

“Yujin, Yujin. Tolong lakukan sedikit sisi dalam juga. “

“Ya, ya.“

Sementara aku tersesat dalam pikiran itu, Sii, yang sedang menerima pijatan sambil duduk di bawah naungan dinding kastil dengan sepatu botnya, menatapku dengan kepala miring.



“Tapi Yujin······apa tidak masalah? Aku, belum mencucinya. “

“Anda meminta saya untuk melakukannya, ‘kan?“

“Yup, aku penasaran apakah kau akan benar-benar melakukannya······ Tapi, mm, apa tak masalah? aku, tentu saja banyak berkeringat. Selain itu, sepatu botku, sudah lama tidak kubersihkan.······“.

“Saya bisa mencuci tangan saja. Sebaliknya, apakah ini menyegarkan?“

“Yup~~ ini menyegarkan! Senang! Yujin, anak baik! Sangat bagus!“

Sii, yang sedang tertawa dengan ‘Ehehe’, membelai kepalaku. Karena itu, ikat kepala yang aku kenakan terlepas dan jatuh ke tanah.

“Ah, maaf.“

“Tidak apa-apa.“ Aku memungutnya, meletakkan kembali ke kepalaku, dan menyesuaikannya. “Haruskah saya melanjutkannya?“

“Yup~~! Terima kasih. Jadi, Yujin, bagaimana dengan bagian luar yang kau bilang ingin kau lihat? “

Dengan kata-katanya, aku mengalihkan pandanganku ke arah lubang di dinding dan memandang ke luar.

Kota Kurungan, yang berada di wilayah yang dimiliki Earl Silver Lion, terbentang sebagai pusat bukit yang menonjol. Kastil Earl Silver Lion berada di puncak bukit. Jika kau memikirkan tinggi menara pusat, maka ekspresi yang lebih tepat yang harus digunakan seseorang untuk menggambarkannya, kemungkinan besar adalah ‘melonjak ke atas’. Jika kau pergi ke puncak menara yang sangat sentral itu, maka kau rupanya bisa melihat panorama kota hanya dengan berputar sekitar satu kali saja. Namun, karena kau harus memiliki izin untuk naik ke sana, kami sampai di puncak benteng karena tidak memerlukan prasyarat apa pun.

Dunia ini———Kecepatan rotasi planet ini dalam istilah Bumi sekitar 26 jam per putaran. Bila dibandingkan dengan Bumi, itu 1,1 kali lebih lama. Namun, intensitas sinar matahari di sini 1,5 kali lebih kuat dari negaraku sendiri. Aku tidak yakin apakah itu karena alasan astronomi atau alasan geografis, tapi aku bisa yakin apakah itu terkait dengan musim ini, bukan? Sejak musim dingin, sinar matahari yang lebih transparan dan jelas tanpa ampun mencairkan es dan salju yang menutupi kota.

Salju dan es yang meleleh menyiram kota, air yang tersisa kemudian mengalir di sepanjang alur yang tercipta di banyak tempat dan masuk ke perairan. Itu benar, jalur air———Wilayah Earl Silver Lion, Kota Kurungan adalah Kota Terusan dengan beberapa saluran air ditempatkan di sana sini. Jika kaubisa membayangkan jalur air sebagai dasar, jalan di kedua sisi kanal tersebut, dan struktur yang berkembang di sekitar jalan tersebut, maka kau memiliki gambaran perkiraan tentang penampilan kota ini. Aku bisa melihat sejumlah bangunan yang cukup tingginya yaitu 3 sampai 4 lantai di tempat-tempat yang berdekatan dengan jalan, dan aku bahkan bisa melihat beberapa menara di beberapa tempat di mana beberapa kanal terhubung. Aku telah memikirkan ini saat melihat kacamata Yudia, tapi ini cukup mengesankan untuk membuat aku merasa seolah-olah meremehkan perkembangan teknologi di dunia ini.

Tembok besar yang melingkupi kota mengubah pikiran itu menjadi pasti.

Tembok-tembok besar itu lebih tinggi dari benteng-benteng, tempat aku berada saat ini, mencegah aku melihat melalui mereka. Dinding tersebut membentuk garis besar kota ini. Ada dua dinding yang menembus kota dan terhubung dengan kastil, jadi mungkin saja kita bisa bergerak langsung ke dinding dari atas benteng, untuk melakukannya, kau tidak perlu turun dari kastil, tapi kau harus menuju ke dinding sebagai gantinya. Jika kau mempertimbangkan fakta bahwa benteng tersebut dibangun di atas bukit, tinggi dan skala dinding itu tidak menakjubkan tapi agak berbeda. Lebih jauh lagi, karena mereka bercampur dengan kanal, yang disebutkan sebelumnya, rasanya bahkan terasa aneh.

Air yang mengalir melalui kanal-kanal mengalir dari kastil. Dari sana dan hanya di sana. Kastil ini memiliki kendali penuh atas satu-satunya sumber air yang bisa aku konfirmasikan. Pasokan air di seluruh kota akan terpotong jika mereka membuat beberapa pintu air dan menutupnya, dan jika seseorang berjalan sampai ke gerbang tembok kota dari sini, maka kota ini benar-benar akan menjadi wadah kematian dimana bahkan tidak seekor tikus pun pun bisa lolos.

Kota Kurungan ini, dalam arti sebenarnya, terkurung di telapak tangan tuan kota.

Dan tuan itu adalah Earl of the Silver Lion.

Si psyco, penyiksa, dan senang membunuh. Ahli sihir yang mewah dan kejam, menguasai seluruh kota dalam cengkeramannya.

Untungnya, terhadap orang-orang di dunia yang sama dengan dia, Earl Silver Lion———terutama untuk warganya sendiri, yah, dia tidak bisa disebut lembut, tapi karena sepertinya dia merasakan sesuatu yang mirip dengan perasaan samar pada kucing yang keren dan cantik akan menghadap pemiliknya, kemungkinan besar dia tidak akan melakukan sesuatu yang kasar pada mereka. Meski begitu, aku hanya bisa mengatakan ini karena aku sudah pernah merasakan bagaimana Earl itu , tapi mayoritas warga harus menjalani hidup mereka sambil terus-menerus dipenuhi dengan kegelisahan.

Bahkan Sii pun mengatakan bahwa menurutnya Earl Silver Lion itu menakutkan.

Ah, sekarang aku menyebutkannya.

“Nona Sii.“

“Hm?“

“Ayah angkat Nona Sii, orang yang dikenal sebagai Mikatni, apakah hubungannya dengan Earl Silver Lion buruk?“

“Mm~~.“ Sii menyandarkan kakinya kembali sambil membuat wajah bermasalah. “Sejujurnya, ini fakta bahwa aku tidak begitu dekat dengan Tn. Mikatni. Karena itulah aku tidak tahu tentang hubungan keduanya secara rinci, tapi Ah, tidak peduli apa yang aku katakan, Yujin tidak akan memberi tahu Nona Earl, bukan? “

“Tentu saja.“

“Karena aku percaya padamu. Termasuk Tn. Mikatni, para pemimpin masyarakat———bagaimana aku mengatakannya, kudengar mereka menjauh dari NonaEarl. Sebelumnya, Nona Earl Silver Lion, karena dia telah menyiksa tidak hanya makhluk dunia lain seperti Yujin, tapi juga orang-orang yang berada dalam hukuman mati. Di antara orang-orang yang dijatuhi hukuman mati, ada seorang kerabat pemimpin masyarakat.“

Meskipun cerita tentang Earl yang bermain-main dengan narapidana hukuman mati adalah sesuatu yang pernah aku dengar sebelumnya ketika aku masih berada di ruang bawah tanah, karena ada kerabat seorang pemimpin masyarakat yang tercampur di sana······semakin aku mendengarnya, semakin aku berpikir bahwa Paduka Earl adalah orang yang mengesankan. Dia benar-benar hidup semaunya. Yang lebih buruk lagi adalah fakta yang dibawa Sii belum selesai.

“Penyiksaan sih tak masalah, tapi kudengar metode penyiksaan itu sangat parah.“

“Apa yang dia lakukan?“

“Air dan nyala api, ini metode penyiksaan yang disebut begitu. Alih-alih menyiksa, itu adalah metode eksekusi. “

Aku tidak punya apa-apa selain prediksi yang tidak menyenangkan.

“Apakah dia mendidihkan mereka?“

“Tidak, airnya direbus dalam panci besar. Lalu uap muncul, kan? Dengan itu······.“

Ini melompati prediksiku yang tidak menyenangkan.

“Yujin, apa kau baik-baik saja? Kekuatan di tanganmu tiba-tiba berkurang. Kelelahan?“

“Hanya saja saya tidak menyukai hal-hal yang merangsang······“

“Mm~~ sesuatu seperti itu. Sedikit mengejutkan. “

“Begitukah?“

“Yup, karena aku tahu apa yang mereka sebut anak-anak seperti Yujin.“

Sii yang mengangguk membersihkan tenggorokannya dengan ‘ehem’ dan menunduk menatapku.

“Tentu saja, mereka memanggil anak-anak seperti Yujin, seorang masokis, bukan?“

Tiba-tiba aku diakui sebagai seorang masokis.

“Bukanbegitu.“

“Mm~~ tapi Yujin, pikirkanlah. Kau adalah seseorang yang cukup mengesankan untuk berbicara secara tak formal dengan NonaEarl dan Nona Kesatria, namun kau berbicara secara formal kepada orang yang tidak lebih dari seorang pelayan dan juga lebih muda darimu. Juga, meskipun kau dengan gigih menggigit Nona Kesatria, kau mendengarkan sebagian besar dari apa yang dikatakan pelayan wanita. Selain itu, kau memijat kakinya yang belum dicuci. Berlutut dengan sopan dan melakukan semua pekerjaanmu. Pria macam ini, kalau memang begitu, Yujin, kau akan memanggil dia apa? “

Seorang masokis

“Auh! Uung~~ itu sakit! Yujin! Memijat lebih kuat hanya karena kau tidak bisa membantah adalah sesuatu yang anak-anak nakal lakukan! “

“Rasanya seperti itu karena otot anda kaku di sini. Juga, saya bukan seorang masokis. “

“Ah, apakah kau ingin dimarahi? Dengan membuat bantahan yang tidak berguna, kau ditolak, jadi dengan kata-kata penyiksaan yang menyeluruh, kau juga ingin dipaksa masuk ke sudut mental juga? Jika memang begitu, maka aku, salah paham denganmu, Yujin. Aku akan merenungkannya. “

Sii yang mengangguk mengucapkan sebuah ‘ehem’ dan menunduk menatapku.

“Tentu saja, mereka memanggil anak-anak seperti Yujin, seorang mazohisto, kan?“

Hanya karena kau mengatakannya dengan aksen Jepang kali ini, tidak berarti ada yang berubah.

Apapun itu, aksen Jepang benar-benar menarik. Tanpa diragukan lagi, mazohisto memberi lebih, bagaimana kau mengatakannya, perasaan sesat daripada yang dilakukan masokis. Aku tidak bisa tidak mendapatkan sensasi tanpa harapan dari hal ini.

“Bukan begitu.“

“Hmng~~ tapi Yujin, pikirkanlah. Fakta bahwa Yujin mengenakan seragam pelayan sekarang. Aneh, meski kau laki-laki. Apalagi kau bahkan memakai ikat kepala dan sepasang stoking. Mengenakan pakaian yang berukuran 2 nomor lebih kecil dari yang biasanya kau kenakan sehingga pakaian itu melekat erat pada tubuhmu. Pria macam ini, kalau memang begitu, Yujin, kau akan menyebutnya apa? “

Seorang mazohisto

“Andalah yang menganugerahi saya pakaian ini, Nona Sii. Pakaian yang saya kenakan juga menjadi kotor. Cuaca juga dingin. “

“Tapi itu satu-satunya pakaian yang kumiliki. Tidak bisakah kau meminta Nona Zia? “

“Bukan seperti ide itu tidak terlintas. Ini juga tidak seperti saya tidak melakukan ide itu. “

“Apa yang terjadi?“

“Seperti yang bisa anda lihat, saya adalah orang yang bisa mengenakan seragam pelayan kecil dan sepasang stoking kecil tanpa ada perlawanan. Saya hanya akan mengatakan bahwa sesuatu yang bahkan tidak bisa saya pakai telah dikeluarkann.“

Sii berpaling dariku.

“Uh······ pasti sulit, Yujin.“

“Tak apa-apa. Orang yang paling tidak mungkin menawarkan hal itu kepada saya sambil serius berniat memakainya. Sebuah tsuk———bantahan adalah apa yang mungkin diinginkan oleh kesatria bodoh itu. Apapun itu, bahkan saya merasa enggan. “

“Mm~~ seperti itu. Yujin secara mengejutkan memiliki sisi seperti anak kecil. Apalagi, karena kau sungguh-sungguh, tidak seperti itu tidak terasa seolah-olah kau membawa masalah pada diri sendiri. Bahkan sekarang, kau masih memijat meskipun cukup baik melakukannya. Seperti yang aku pikir, Yujin adalah, seorang mazo, ‘kan? “

“Bahkan jika anda memperpendeknya, apa yang tidak benar, tetaplah tidak benar.“

“Oke. Aku tidak yakin, tapi kenyataan bahwa Yujin bisa mentolerir sebagian besar hal. Tapi kenyataan bahwa ada juga hal-hal yang tidak dapat kau toleransi, aku mengerti ini dengan baik. Sebuah garis di mana kau bisa mengakui, dan garis di mana kau tidak bisa akui. Suatu hari nanti aku akan membuat Yujin marah, aku takut akan hal itu.“

Mengingat apa yang telah dia katakan sebelumnya, dia tidak hanya senang dengan menerima ide tentang aku menggunakan honorifik, tapi baik itu bahasa informal ataupun layananku, dia sepertinya menikmati keduanya. Juga, jika gangguannya membaik, maka dia bahkan akan (meski sambil menyesuaikan kekuatannya) memukulku. Jika aku seorang mazo, maka tak diragukan lagi, dia adalah seorang sadis.

Seseorang yang benar-benar kuat terhadap yang lemah.

Dan sangat lemah terhadap yang kuat.

Sii sadis itu menatapku dengan tegang sambil dengan hati-hati membelai kepalaku.

“Itu sebabnya, jika aku, mungkin, membuat Yujin marah kelak, itu bukan niatanku. Itu karena aku, mengikuti mood sedikit, tanpa sadar, dan melewati batas. Itu sebabnya, jika kau marah, maka aku akan suka jika kau mengatakan padaku kau itu marah duluan daripadi dibuat marah padaku. Ini adalah permintaan yang tak beralasan, tapi······ apa itu tidak masalah? “

Tentu saja.

“Tidak apa-apa.“

Wajah Sii menjadi merah seperti apel. Matanya yang setengah terbuka terisi penuh dengan kenikmatan dan kegembiraan, bibirnya yang tertutup rapat menggeliat seperti cacing di bawah sinar matahari. Gadis yang memekik itu memelukku erat-erat dan mengusapkan pipinya ke dahiku.

Saat itulah.

“Kuilang dia akan seperti itu, kan?“

“Kau benar, betapa menakjubkannya. Kazo(Menerjemahkan······· kata benda yang tepat?—Asumsikan sebagai julukan yang diberikan kepada Sii-‘Whitey ‘) benar-benar Petto-riero(menterjemahkan······semangkuk sup? Memiliki tangan besar Bingung? —Asumsikan sebagai ‘keberanian mereka sangat mengesankan’).“

“Aku tahu betul~? Whitey menjadi benar-benar Sio’garen (Menterjemahkan Punggung bukit? Siang hari? Sinar matahari? —Asumsikan sebagai ‘Terbawa suasana’).“

Sii menjadi terkejut oleh suara mendadak yang bisa didengar.

Leherku hampir tersentakkarena itu, tapi mari kita abaikan. Tiga pelayan terlihat seperti ini dengan tangan terlipat. Tipe pemimpin, satu tipe wanita introvert, dan salah satu tipe tiga idiot.


Pelayan tipe pemimpin berbicara dengan tangan di pinggulnya.

“Sii! Apa yang kau bolos kerja!?”

Sii yang telah tersentak menatap gadis tipe pemimpin itu.

“M-Maaf······ tapi aku sudah······ menyelesaikan semua pekerjaanku······.”

“Kalau begitu kau harus membantu tugas orang lain. Sungguh, kenapa kau tidak berpikiran seperti itu?“

“K-Karena sepertinya yang lain tidak ada yang sibuk. Kalian sedang beristirahat juga······.“

“Apakah kau membantah sekarang?“

“Itu———bukan gitu, itu.”

“Lalu apa itu? Bahkan bila kesalahanmu telah nampak, kau hanya membuat alasan! Itulah kenapa kau Pahuke’ kira (Menterjemahkan······ Batu di air? Batu danau? Batu cekung? —Asumsikan sebagai ‘tidak pada tempatnya ‘).“

Sii mengeluarkan suara ‘Uuuu’·······’ dan menurunkan tatapannya. Tangannya begitu erat dikepal sehingga kau bisa melihat pembuluh darahnya.

Pelayan tipe pemimpin mengintipku dengan kerutan sebelum mengembalikan tatapannya kembali ke Sii.

“Sungguh, setiap kali aku mencoba untuk membantumu, itu berakhir seperti ini. Kau mengabaikan nasihat yang telah kami berikan dengan serius dan kau hanya memuntahkan alasan dan kebohongan dari mulutmu. Kau sudah tidak ada harapan.“

Sii tersentak. Entah itu karena reaksinya atau karena kata-kata pelayan tipe pemimpin, tapi dua pelayan lainnya tertawa terbahak-bahak.

“Benar, ‘kan?“

“Eh~ Orang yang tidak berdaya harus disembuhkan~.“

Gadis tipe trio idiot itu meraih Sii di pergelangan tangan. Sii tidak sengaja membiarkan dirinya diseret, dan setelah sedikit terhuyung, dia menjadi takut dengan apa yang sedang terjadi. Gadis tipe trio idiot itu melotot pada Sii dengan mata yang berkata ‘Maukah kau melihat ini?’ Dan menyeret Sii ke bawah sinar matahari.

Seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya, sinar matahari dunia ini lebih kuat daripada sinar matahari di Korea. Gadis albino itu terpapar sinar sinar matahari yang tak kenal ampun———teriak.

“Sa-Sakit······!“

“Bagaimana bisa itu sakit, kau Piera (Menterjemahkan······sebuah kata benda yang tepat? Aku mengasumsikan itu julukan yang berarti monster yang tidak bisa masuk ke bawah sinar matahari?) ~Untukmu yang tidak dapat pergi ke bawah sinar matahari, Kejahatan apa yang kau lakukan pada Dua Belas Dewa Utama pada kehidupanmu sebelumnya~? “

“Mengapa utem cacat ini jadi putri angkat Pak Pandai Besi? Aku tidak bisa mengerti hobi orang kaya.“

Gadis tipe wanita introvert itu mengejek Sii. Sii mencoba menutupi tubuhnya, tapi gadis tipe trio itu menyambar Sii dengan pergelangan tangan dan bahunya, mencegahnya melakukannya. Sii, yang menggeliatkan tubuhnya seperti cumi-cumi yang telah naik ke atas piring besi, tidak dapat menahannya lagi dan melepaskan genggaman gadis trio tipe idiot sebelum kembali ke tempat teduh dan meringkuk.

“Uuuuuuuuh······s-sakit ·······“.

Sii gemetar saat memeluk tubuhnya. Tanpa meliriknya lagi, gadis tipe trio idiot itu memandangi tangannya sendiri dengan ekspresi menangis.

“Hiiing~ Tanganku sakit~ Bagaimanapun, dia orang Whitey yang hanya memiliki banyak kekuatan ~.“

“Kubilang dia orang biadab. Aku mengerti mengapa rumor tentang dia memiliki darah perusak sudah beredar“

Gadis tipe wanita introvert itu menyatakannya. Pelayan tipe pemimpin, yang melihat kedua gadis itu, tersenyum pahit.

“Biarkan saja begitu. Akan ada kesalahpahaman.“

“Tapi Mari~ meski kau berkata itu disesalkan, karena jika Aria tidak tertangkap di TKP, kau pasti sudah menyalahkan semuanya pada gadis ini, ‘kan?“

“Aunette. Itu sebabnya aku mengatakan kalau kata-kata seperti itu membawa kesalahpahaman. Itu kukatan cuma sebagai candaan, ingat? “

Pelayan tipe pemimpin bernama Mari berbicara sambil melirik ke samping.Gadis tipe wanita introvert itu terkekeh, sementara gadis tipe trio itu itu terkikik.

“Kalau begitu kita akan pergi sekarang~ Whitey~.“

“Kalau kau mrah coba lakukan ‘Dua BElas Jari’. Meski mungkin tidak mungkin.“

“Hm.“

Ketiga pelayan itu kemudian berbalik. Meskipun Mari sempat melihat sekilas aku sebelum berbalik, itu saja. Serupa dengan saat mereka pertama kali tiba, mereka mulai berjalan begitu saja.

Meninggalkan Sii yang meringkuk dalam bayangan.

Ketika kami datang ke sini, kami telah bergerak di bawah atap benteng, melalui tempat teduh. Bahkan saat itu, Sii masih sedikit merasakan sakit. Ini juga salah satu alasan mengapa aku tidak menolak permintaan Sii untuk memijatnya. Dia telah mengalami rasa sakit untuk mengikuti permintaan kekanak-kanakanku yaitu ‘Aku ingin melihat kota’. Namun, Sii, gadis yang sedang menderita bahkan saat berada di tempat teduh, telah menerima sinar matahari langsung. Pasti rasanya sakit.

Jenis rasa sakit, yang aku tahu.

“Sialan······ Bajingan terkutuk itu······ sakit······ Sialan······ Sialan······.”

Sii menangis sambil menggertakkan giginya.

·······.

“Nona Sii.“

“Jalang-jalang itu, jalang-jalang itu······ itu suatu hari nanti pasti, tanpa gagal———“

“Nona Sii.“

“Apa!?“

Sii berteriak. Mata yang seterang permukaan matahari diarahkan ke arahku, tapi kemudian, emosi itu tenang dengan perasaan ‘ah’.

“Maaf······ Maafkan aku, Yujin. Yujin bukan orang jahat di sini, tapi······ aku tahu, tapi, maafkan······ aku······.”

“Takapa-apa.“

Aku membelai bahunya yang cukup gemetaran hingga begitu menyedihkan.

“Beneran······? Kau belum menjadi marah karena aku tiba-tiba berteriak·····? “

“Sayatidak marah. Seperti yang dikatakan Nona Sii sebelumnya, jika saya marah, maka saya akan memberitahu Nona Sii alasan di balik kemarahan itu pada saat yang sama. “

Lanjutku.

“Pertama-tama, saya percaya bahwa Nona Sii tidak mampu membuat saya marah.“

“Mengapa begitu?“

“Itu karena Nona Sii adalah.“

“······Aku?“

“Lupakan. Lebih dari itu.“

Aku kemudian berbicara.

“Balas dendam, ayo kita lakukan.“

“Eh·····?“

Aku berdiri.

Dengan lembut aku menggenggam manik-manikku sekali dan kemudian melepaskannya.

“Tunggu!“

Dengan kuat, aku berteriak di belakang pelayan yang meninggalkannya.

Pelayan yang berangkat berhenti di posisi mereka. Mereka menoleh. Mereka menatapku.

Di atas benteng, aku bertukar pandang dengan para pelayan.

Aku mengatur situasi saat ini.

Pertama, aku datang di atas benteng dan melihat ke kota.

Kedua, Sii menerima pijatan dariku.

Ketiga, tiga pelayan muncul di hadapan kami berdua, melecehkan Sii, lalu mencoba kabur.

Keempat, itu sebabnya———aku menghentikan mereka di tempat.

Aku berbicara.

“Permisi.“

“Hm?“

Gadis tipe pemimpin bernama Mari memberikanku sebuah reaksi yang mengatakan ‘Apa?’. Namun, sejauh reaksi berlalu, kecepatannya terlalu cepat. Dia melihat sekilasku saat dia membully Sii, jadi itu berarti dia telah menunggunya. Kalau begitu, lalu apakah itu berarti alasan mengapa dia melecehkan Sii karena dia ingin aku ikut campur? Mengingat fakta bahwa lawannya adalah pelayan, dan jika aku juga memperhitungkan fakta bahwa dia pasti telah menerima pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan posisi itu, maka kemungkinan besar hal itu terjadi.

Dia khawatir dengan identitas saya. Tanpa harus melihat pilihan lain, inilah dia.
1.
2.Selama beberapa hari terakhir, aku hampir tidak bisa memperhatikan pelayan lain karena aku tetap berada di samping Sii sepanjang waktu, tapi karena itu, titik jenuh telah tiba untuk para pelayan tersebut.

Aku memiringkan kepalaku.

“Ini adalah ucapanyang terlambat, tapi aku mainan Nona Earl Silver Lion. Saat ini, pelayan ini, Sii, telah ditugaskan secara eksklusif kepadaku. “

Mari melipat tangannya. Dua pelayan lainnya saling bertukar pandang sesaat sebelum melangkah mundur dan bersembunyi di belakang Mari.

Kemudian, seperti yang aku duga, orang yang memiliki inisiatif dalam kelompok ini adalah si Mari ini.

Aku hanya harus menghadapi, orang ini.

“Bagi seseorang yang pernah tergagap saat memberi salam, nampaknya anda bisa berbicara dengan baik sekarang.“

Mari berbicara——— secara formal.

“Saya tahu bahwa anda adalah mainan Nona Earl Silver Lion.“ Mari menyipitkan satu alis sambil mengangkat yang lain. “Sii ditugaskan sacara khusus untuk anda?“

“Ya. Nona Earl menaruh minat padaku. Nona Zia juga. “

Aku memeriksa Mari saat aku berbicara. Dia mengenakan seragam pelayan yang sangat cocok di tubuhnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelebihan atau kekurangan kulit. Wajahnya dengan dahi yang terpapar tidak lagi rapi dan bahkan menimbulkan perasaan menyegarkan. Jika ada gelang lengan yang melingkari lengan kanannya, maka itu pasti cocok untuknya, tapi ternyata tidak. Sebagai gantinya, setidaknya aku bisa merasakan gelang yang terbungkus di pikirannya. Mata yang menatapku itu basah kuyup.

“Betul. Mengapa mainan Nona Earl, yang juga diminati oleh penguasa kedua Penjaga Kerajaan Silver Lion, memijat kaki pelayan yang ditugaskan secara eksklusif padanya? “

“Karena aku mainan.“

“Jika anda ingin aku merujuk pada sesuatu yang lain, maka saya akan melakukannya. Tolong jawab pertanyaannya dulu.“

“Hm, itu.“

Seperti yang kupikir, itu mungkin yang paling membuat mereka penasan.

Selama beberapa hari terakhir, di mata para pelayan, termasuk fakta bahwa aku akan berkeliaran di sekitar benteng dengan bebas, mereka pasti pernah melihatku tanpa kendali di sekitar Earl, Zia, dan bahkan guru Zia, Yudia Batsand. Hanya fakta ini saja yang cukup membuat mereka bingung, tapi aku juga menunjukkan sikap sopan kepada Sii, yang jelas lebih rendah dari mereka. Akibatnya, ia sangat bingung dan menjadi betulan bingung.

‘Ada apa dengan Sii?’ ’Orang itu seharusnya jadi mainan Earl, tapi kenapa dia bersama Sii?’ ‘Sii, gadis itu, dia melakukan apapun yang dia suka dengannya.’ ‘Siapa dia? Pria itu bukan mainan Nona Earl?’ ’Ini mengganggu saya.’ ’Betapa sombongnya.’ ’Untuk orang seperti Sii.’ ’Sesuatu seperti Sii.’ ‘Sii’

Sii Garno Mikatni.

“Karena aku masokis.“

Suasana yang tegang menjadi beku.

“Sekarang, apa yang anda katakan?“

Mari, memiringkan kepalanya dan bertanya.

Dengan tenang aku menjawab.

“Itu karena aku mendapatkan kegembiraan seksual karena rasa sakit dan penghinaan. Nona Earl dan Nona Zia juga tidak masalah, tapi daripada melayani di bawah orang-orang berpendirian seperti itu, seperti yang aku harapkan, rasanya lebih baik melayani seseorang dengan status lebih rendah dan kurang dalam beberapa hal.“

Keheningan mengalir.

Keheningan———dipecahkan oleh Mari.

“······ Itu vulgar. Karena anda berada di dalam pakaian itu, saya tahu betul bahwa anda tidak memiliki mentalitas yang normal, namun saya melihat bahwa anda memiliki kedangkalan yang melampaui akal sehat.“

Sekarang Mari berbicara sambil tidak menekan rasa jijiknya. Dari pakaiannya yang rapi, tatapannya ke arahku, suaranya yang terasa seolah-olah dia meluruskan sekelilingnaya, dan lain-lain, kau bisa menyebut sisi ini sebagai orang aneh yang rapi.

Tidak———tepatnyat, mungkin lebih baik menyebutnya sebagai intuisi cewek normal.

Jujur saja, dia adalah tipe orang yang paling mudah untuk diatasi.

“Ya. Seperti yang kau katakan. Namun.“

Aku membentangkan lenganku dan menyeringai padanya.

“Seperti yang kau katakan, pernyataan berbicara remeh padaku, yang merupakan mainan Nona Earl, adalah hal yang sama halnya dengan membicarakan hobi Nona Earl juga, ‘kan?“

“Uu!“

Mari menggigit bibir bawahnya.

“Bagaimana bisa begitu? Sayahanya mengatakan bahwa anda——— untuk Miss Earl, adalah seseorang yang sangat vulgar sehingga anda tidak cocok dengannya. Jika anda tidak dapat memahami perbedaan di antara keduanya, maka saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. “

“Hmm. Tapi Nona Earl menaruh minat pada itu, kau tahu? Dengan kata lain, itu berarti kau mencemooh naluri Nona Earl.“

Bertentangan dengan tindakanku sebelumnya, aku melingkarkan kedua bahuku, menurunkan pandanganku, dan berbicara sambil tertawa seperti yang aku lakukan sebelumnya. Seolah-olah aku tidak memiliki kedengkian, seolah-olah aku agak tolol, tapi saat mengarahkan pembicaraan ke jalan yang membuat pihak lawan sulit mengajukan bantahan, itulah tipuannya.

Meski sudah cukup lama sejak terakhir aku melakukan tindakan bajingan tolol seperti ini, nampaknya aku masih belum karatan.

“Seperti yang saya katakan, bukan itu maksud saya! Hanya saja saya pribadi, tidak menyukai anda. “

“Heeh, tapi bukan itu yang kau katakan tadi?“

······Uu. Itu.“

“Yeah, itu?“

Begitu aku berbicara dengan nada yang terdengar seolah-olah aku sedang bersenang-senang, aku melirik sekitarku. Aku bisa melihat dua pelayan lainnya saling lirik dengan cemas dan Sii melihat ke belakang dan antara diriku dan Mari dengan mata terbelalak.

Mari tercengang, melangkah mundur dengan wajah yang tampak seperti sedang mengunyah serangga.

”······Itu karena, kata-kataku sedikit salah.“

“Aku mengerti. Tentu saja, tidak mungkin beberapa pelayan bisa memiliki kemampuan berbicara yang tepat. Tidak apa-apa, aku mengerti.“

Mari mengertakkan giginya. Emosi yang berasal dari diperlakuan seperti orang idiot oleh orang mesum vulgar———marah.

Dia kemungkinan besar masih terlalu muda untuk menyadari fakta bahwa kemarahan tersebut menimbulkan serangkaian kesalahan dan kerugian.

“Anda benar-benar harus menerima pujian dari Nona Earl. Mari kita lihat seberapa jauh yang akan anda terima.“

“Karena kau tidak bisa membuat jawaban, kau berkata ‘tunggu dan lihat’? Imutnya.“

“······Katakan apa yang anda mau. Tidak, sekarang, jika Nona Earl tahu bahwa anda memberi tubuh tuanda, yang seharusnya dikhususkan untuknya, kepada pelayan seperti ini dan bukan pada Earl dan Nona Zia, yang anda katakan menaruh minat pada anda, maka sikap dominan anda itu akan———.“

“Hmm, tapi Nona Earl lebih suka seperti ini, kau tahu?“

“······Maaf?“

“Setelah benar-benar membiarkan seseorang membuat mainannya sendiri menjadi aus, dia menikmati minum teh sambil mendengarkan pengalaman bahwa mainannya telah hilang. Tidakkah menurutmu itu hobi yang halus yang sesuai dengan aristokrat? Bahkan aku, sebagai masokis, secara pribadi berterima kasih padanya.“

Dia mungkin tidak bisa mengatakan apa-apa karena ini. Tidak mungkin pelayan pekerja pergi ke Earl dan bertanya apakah ini benar. Benar saja, Mari mengerang sambil mengeluh bahwa dia jijik terhadap informasi abnormal yang baru saja kukatakan padanya dan mundur selangkah lagi.

“Ah, tapi. kau seharusnya tinggal di kediaman ini lebih lama dariku, tapi bagimu tidak tahu preferensi Nona Earl dengan benar. Kau telah hidup sebagai pelayan cukup baik meskipun itu buruk juga.“

Saat aku mengatakan itu padanya sambil memiringkan kepalaku sedikit dan meletakkan tanganku ke bibirku, sebuah percikan yang dipancarkan dari matanya. Namun, pada saat yang sama, sepertinya Mari akhirnya bisa menyadari bahwa semakin dia berurusan denganku, semakin banyak bahaya yang menimpanya. Jika aku meninggalkannya sendirian seperti ini, maka dia akan mengunyah kemarahannya dan membiarkannya sesuai keinginannya sendiri, tapi.

Itu tidak akan cukup.

“Tapi, seperti yang telah aku katakan, karena aku senang melayani orang dengan individu yang memiliki kekurangan seperti itu.“

Aku tersenyum seperti bunga yang mekar di rawa dan mendekatinya.

“Haruskah aku, tanyakan pada Nona Earl, apakah dia bisa menggantikan pelayan eksklusifku denganmu?“

Mata Mari yang dipenuhi rasa jijik yang juga bercampur dengan rasa takut.

“Apakah anda······.“

“Tapi karena itu akan menjadi keputusan yang terburu-buru, mungkin akan lebih baik jika aku memiliki selera terlebih dahulu.“

“S—Selera? Apa yang anda bicarakan?“

“Kau akan cukup mengerti nanti.“

Mari mundur dengan ragu. Aku melangkah ke arahnya.

“J-jangan mendekat.“

Mari mundur sambil menutupi dadanya. Meskipun itu mungkin sikap pertahanan ortodoks, orang yang kau hadapi adalah orang mesum——— aku yang berpura-pura menjadi tipe karakter itu———kau tahu? Untukmu menutupi dadamu, apa kau pikir aku akan mencari lokasi yang masuk akal?

Aku mendekatinya, menurunkan punggungku, dan meletakkan wajahku di dekat bahunya———dengan kata lain, ketiaknya.

“Bau yang enak.“

“······, ······, ························!?!?!!?!!”

Wajah rapi Mari———menjadi biru sampai ke dahinya.

“Uh, uh, uh······.“

“Meski begitu, ini sangat menyengat. Apakah kauyakin kau membersihkannya dengan benar?“ Jika aku harus berbicara dengan jujur, maka ini adalah sebuah kebohongan. Hanya dengan melihatnya, kau bisa mengatakan dia memperhatikan kebersihannya, tapi karena memang tidak ada aroma———Jika aku harus berbicara, ada aroma samar anggur———Aku sedikit terkejut. “Yah, aku lebih suka jenis kedewasaan ini.“

“Uh, eh, eh, uh———.“

“Ah, bisakah aku menjilatnya sekali? Kurasa mungkin itu puna rasa pahit dan asam yang sem———. “

“Kyaaaaaaaaaa!!“

Plak! Serangan secepat kilat mengenai pipiku.

Karena aku sudah memprediksi hal ini, aku telah mencoba memalingkan kepala saat aku dipukul untuk meredakan rasa sakit, tapi sepertinya waktunya telah habis karena ini rasa sakit biasa. Mau bagaimna lagi. Aku tidak begitu bagus dengan menggunakan tubuhku. Itu sebabnya, Plak! Fakta bahwa aku, Plak! Terus ditampar dengan kedua tangannya, Plak! Tidak, Plak! Tidak, sakit jadi sulit bagiku untuk mengatakan mau bagaimana, Plak! lagi, Plak! Ah uh.

“Mesum! Mesum! Mesum! Mesuuuuuum······!! Ren’ is······! Silin······! Pen’ toe······!!“

Setelah meneriakkan kata-kata yang tidak memerlukan terjemahan karena aku bisa menebak apa yang mereka maksudkan, Mari kabur dengan lengannya melingkari bahunya. Gadis tipe trio idiot yang menatap kami dan gadis tipe wanita introvert yang membiarkan napasnya bergetar dengan wajah memerah (seperti yang aku pikir, mataku tidak salah), keduanya menjadi panik juga dan mengejar Mari.

“M-Mari !? Tunggu kami~!“

“A-Aku juga······“.

Kali ini, sama seperti saat mereka sampai, mereka juga segera pergi. Bahkan setelah sosok mereka menghilang ke dalam benteng, suara langkah tergesa-gesa mereka tidak berhenti untuk sementara waktu.

Aku merasa pipiku merah dan bibirku robek. Tapi, yah.

Menunjuk jempolku, aku berbalik menghadap Sii.

“Bagaimana itu? Apakah anda merasa lebih baik sekarang? “

Sii tanpa kata-kata dengan ekspresi kosong.

Dan kemudian, dia menunjukkan sebuah respon.

“Ahahahahahahaha······!!“

Tawa itu sangat besar.

Dia menyandarkan punggungnya di benteng sambil menendang kakinya, memegangi perutnya dan tertawa seolah dia benar-benar akan kehabisan napas ———baru setelah seluruh wajahnya dan tubuhnya menjadi merah, Sii Garno Mikatni mengatakansesuatu.

“Ahaha, uh, bagaimna······ Ahak, ah, ah——— how——— Yujin, hm~~ bagaimana!? Ahahaha······!!“

“Pada umumnya, itu norma. Jika seorang gadis tiba-tiba ditawarkan layanan, maka akan merasa ngeri dan merinding——— terutama jika itu adalah layanan yang melibatkan area yang dianggap kotor, normal bagi seorang gadis untuk menolak hal-hal semacam ini meskipun dari kekasih mereka sendiri. Jarang bagi seseorang untuk secara langsung menerima layanan dan juga merasakan superioritas saat mereka menerimanya.“

“Ada apa, itu! Ahaha, mm~~ Apakah kau mengatakan bahwa aku adalah orang yang merosot akhlaknya? “

“Begitukah?“

“Yup~~ aku tersinggung! Itu sebabnya, Yujin, beri aku pijatan! Lagi!“

“Ya ya.“

Aku mendekatinya dan melakukan apa yang dia minta. Sii terus tertawa bahkan setelah itu.

Sambil menyeka air mata yang terbentuk di sudut matanya karena dia telah tertawa terbahak-bahak, dan sambil menggeliat-geliatkan jari kakinya yang terbungkus stokingnya, Sii berbicara.

“Ahaha······ Mm······ Yujin, itu benar-benar ahli. AKu, tergerak. Kau benar-benar seperti orang mesum. Seperti yang disuga, Yujin adalah, mazochist“

Pengucapan dari barat dan timur menyatu.

“Bukan begitu.“

“Tidakkah lebih baik mengakuinya sekarang? Bagi seseorang yang bisa melakukannya secara alami. “

“Itu cuma akting.“

“Mm~~ oke! Lega karena aku akan percaya itu kebohonganmu. Ahaha······ Mm, Mari. Baginya untuk memiliki wajah itu, ahaha, itu benar-benar menyenangkan······ Mm, Yujin. “

“Ya?“

“Bahkan di antara para pelayan, Mari memiliki pengaruh. Sekarang rumor tentang Yujin yang mesum akan menyebar ke seluruh kastil, oke? “

Itu benar, ‘kan? Sebenarnya, setelah aku belajar berbicara bahasa di sini, termasuk para pelayan, aku telah merencanakan untuk menggenggam substruktur kastil ini, namun dengan hal-hal seperti ini, rencanaku berubah dari sulit menjadi sulit gila. Nah, meski menjadi seperti itu, aku bisa beradaptasi dengan itu. Aku bisa menemukan metode dengan cara apa pun, jadi itu bukan masalah. Ini lebih baik.

Lebih baik daripada meninggalkan anak yang telah dibully menangis sendirian.

Alih-alih memberitahunya kata-kata yang tepat itu, aku berbicara.

“Ada hal-hal yang harus ditanggung saat mereka menjalani hidup mereka.“

Sii mengulurkan tangannya dan menyentuh kepalaku.

“Ahaha······ yup. Tapi aku terkejut. Yujin, kupikir kau memiliki kepribadian yang tenang, tapi kau sangat sensual dan penuh dengan dirimu sendiri beberapa saat lalu. Yujin sekarang dan Yujin sebelumnya, mana yang sebenarnya? Bagaimana kaubisa beralih begitu cepat? “

Pertanyaan itu adalah sesuatu yang telah aku terima beberapa kali selama Perang 8 Tahun.

Pada awalnya, aku mengatakan bahwa mereka berdua palsu, tapi setelah menyelesaikan Perang 8 Tahun, jawabaku telah berubah.

Jawaban yang telah berubah itu, aku memberitahunya.

“Keduanya, nyata.“

Sambil menekan telapak kaki Sii, aku menguraikannya.

“Saya tidak berbeda dengan orang lain. Mengubah tingkah laku dan cara berbicara agar sesuai dengan peran apa pun yang anda miliki saat ini, adalah sesuatu yang dilakukan seseorang, kan? Mirip dengan bagaimana seseorang adalah atasan seseorang, bawahan seseorang, ayah seseorang, dan putra seseorang. Jika saya menggunakan Zia sebagai contoh———mirip dengan bagaimana dia menjadi murid bagi Yudia, tangan kanan bagi Earl, seorang ksatria bagi Nona Sii, dan idiot bagi saya. Terlepas dari semua itu, mereka semua adalah Zia.”

Yang aku punya hanyalah pengalaman dalam mengubah kepribadian semacam itu agar sesuai dengan situasi.

“Saya tidak berbeda dengan orang lain. Karena, pada akhirnya, saya hanyalah orang biasa. “

Sii memiliki wajah yang tampak seperti dia mengerti dan tidak mengerti pada saat bersamaan. Apakah ini topik yang sulit bagi dirinya saat ini? Tak lama kemudian dia tertawa dan menggaruk bagian belakang kepalanya.

“Yup~~ aku mengerti. Bagaimanapun, itu berarti keduanya adalah Yujin, kan?“

“Ya.“

“Kalau begitu, kupikir, Yujin adalah masohisto.“

Pengucapan dari barat mengarah ke depan.

“Bukan begitu.“

“Tapi, bukankah kau mengatakan bahwa keduanya adalah Yujin?“

“Itu nggak sengaja.“

“Yup~~ kau membuat alasan~! Untuk mulut pengecut itu, adalah hukuman. Sekarang, jilat it! “

Aku mengangkat bahuku dan melakukan apa yang dia minta.

Kedut, kedut. Sii, yang lututnya gemetar setiap kali rangsangan mencapai mereka, memberi aku pandangan sekilas.

“Yujin.“

Dengan ujung kakinya di mulutku, aku memiringkan kepalaku. Sii berbicara.

“Terima kasih.“

Sii menundukkan kepalanya dengan wajah memerah.

“Aku, sudah lama sejak aku tertawa seperti ini. Terima kasih. Aku sangat bersyukur.“

Melepaskan bibirku, aku tersenyum sedikit padanya.

“Jangan sebutkan itu.“


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter