Your and My Asylum Kisah Kesatria Azure Rose Bahasa Indonesia

Short story Kesatria Azure Rose

Percakapan yang berhurup tebal berarti mereka bierbicara dalam bahasa dunia ini (Bukan Bumi). Selanjutnya, Sudut Pandangnya diabaian do seluruh tempat di sini, jadi bacalah seolah-olah kau berada dalam Sudut Pandang yang umum. Kau harusnya dapat mencari tahu siapa yang bermonolog.



Zia Batsand seorang gadis yang berumur 18 tahun, tahun ini. Namun, menemukan gambaran sifat kewanitaan, yang biasanya terlihat di gadis lain seumurannya, adalah hal sulit.

Hal pertama yang tertangkap mata adalah penampilan dinginnya yang terlihat seolah-olah setetes darahpun tidak akan keluar jika kau menusuk kulitnya. Etika kesatria dan gaya pergerakan seni bela diri, yang ia biasakan pada tubuhnya sejak kecil, bermain peran dalam memciptakan gambaran membanggakan itu. Fakta bahwa ia mampu menggunakan salah satu skill dari 12 dunia dan fakta ia adalah tangan kanan Earl of the Silver Lion, yang menempati kursi pertama Penyihir Dua Belas Langit, dan juga ditunjuk sebagai ‘penyihir paling berbahaya di dunia’, dia adalah eksistensi tak tersentuh seperti bunga yang mekar di atas dataran tinggi.

Azure Rose KnightKesatria Mawar Biru Langit.

Itu saat dia berumur 14 tahun. Saat itu ia secara resmi diakui gurunya menyelesaikan pelatihannya. Mulai dari titik itu, orang-orang mulai mengaitkannya sebagai Keatria Azure Rose. Mampu menerima julukan salah satu kemampuan sendirian, dan tidak melalui garis keturunan, berarti bahwa orang tersebut mampu menunjukkan skill yang amat hebat dalam satu bidang, jadi untuk seseorang seumurannya menerima julukan adalah tindakan langka.

Akan tetapi, Borg Edentras menyambut gadis itu tanpa satupun respek.

“Datang pada saat ini, ada apa?”

Sulit mengatakan bahwa sikap tidak sopannya jika kau memikirkan fakta bahwa pria ini juga menerima julukan Lunar ScorpionKalajengking Bulan saat disekitaran umur Zia saat Zia menerima julukannya dan juga membuat jalannya di kursi eksekutif Black Dragon Street. Tentu saja, jika kau mempertimbangkan fakta bahwa Zia adalah tamu, maka ini memanglah perlakuan kasar, tapi karena Zia tamu Spesial, dalam berbagi arti, Borg percaya ini lebih tepat padanya.

”Perintahmu harusnya tidak sesulit itu. Apa kau datang untuk mendengarkan mereka lagi karena kau tidak bisa mengingatnya? Aku dengar Azure Rose lebih bodoh dari kelihatannya, tapi aku harap itu rumor palsu. Tidak ada yang lebih mengganggu dibanding bekerja dengan bawahan tak cakap. Penampilan idiot itu lebih cocok untuk pelacur ahli, bukannya kesatria.”

Borg berbicara sambil mengusap jenggotnya yang menyebar dari bawah bibir ke dagunya dalam satu garis. Alih-alih kurs ataupun bantal yang berada di bawah pria itu, dibawahnya seekor anjing iblis besar. Anjing iblis, yang memiliki empat lengan dan dua kaki bersendi terbalik, semua kuku dan giginya menonjol keluar. Meskipun anjing iblis adalah bentuk kehidupan yang memiliki karakteristik akan terus menumbuhkan kuku da gigi baru di sisa hidupnya, anjing iblis ini harus terus menerus mengeluarkannya dimanapan itu terjadi dan memiliki nasib terus menerima pengobatan.

Tanpa merasa tidak nyaman, sang Kesatria Azure Rose, Zia Batsang, berbicara.

”Memang benar kepalaku buruk, Borg, namun, alasan kenapa aku di sini bukan karena aku melupakan tugsaku.”

Jika sikap Borg saat ini bukanlah prilaku yang harus dilakukan saat berhadapan dengan kesatria, maka sikap Zia bukanlah prilaku yang tepat untuk berhadapan dengan pencuri. Kecuali, kasus Zia tidaklahmirip dengan Borg dalam kenyataan sikapnya berubah tergandung siapa lawannya. Kesatria Azure Rose memiliki gaya bicara sopan bahkan saat baru lahir. Hal itu adalah salah satu pengaruh yang ia terima dari gurunya.

“Lalu apa? Belum ada kontak dari Mage Tower.”

“Aku perlu bukti Fedchants menempah dokumen-dokumennya.”

Borg mengerutkan alisnya.

“Bukankah kita datang dengan perjanjian kita tidak membutuhkan itu?”

“Kalau tidak ada, maka mohon butlah beberapa.”

“Seberapa beraninya kau. Apa alasannya? Setelah sejau ini, apa kau mulai merasa berdosa menipu tuanmu?”

Dan itu adalah alasan meyakinkan kenapa Borg tidak menghormati Zia. Dalam pandangan Borg, dia menganggap anjing yang taat pada majikannya adalah orang yang tidak perlu dihormati. Borg menyeringai saat ia memukul anjing iblis yang ia duduki.

Kesatria Azure Rose memberikan lirikan amarah.

“Itu bukanlah untuk alasan semacam itu. Jika kita memiliki bukti semacam itu, maka kita bisa menarinya ke dalam perangkap yang bahkan lebih besar.”

“Perangkap yang lebih besar, kah? COntohnya?”

“Perangkap yang akan membuat Earl tidak mampu bergerak se-incipun. Untuk alasan keamanan, aku tidak bisa memberikanmu detail pastinya.”

“Untuk alasan keamanan, kau tidak bisa memberitahuku detailnya, huh?”

Borg mendengus. Ia memindai Zia keatas dan kebawah sekali lagi. Cocok dengan culukannya sebagai Lunar Scorpion, matanya memberikan sinar samar yang mirip dengan cahaya cangkang kalajengking yang keluar di bawah sinar bulan.

“Kau tahu, tak peduli, bagaimana aku melihatnya, AKu pikir kau berbicara omong kosong.”

“Apa itu omong kosong?”

“Yup. Fakta bahwa seseorang yang mengikuti perintah dengan baik sampai sekarang, tiba-tiba datang dan mengatakan sesuatu yang aneh. Itu berarti sesuatu terjadi.”

Borg membunyikan jari yang menggerakkan jenggotnya.

“AKu memberitahumu apa yang aku pikirkan, Azure Rose. Aku percaya kau telah berpindah hati. Apakah itu karena kata hati picikmu, rasa bersalahmu, atau ketakutanmu, kau sudah tiba-tiba mulai merasakan keraguan karena fakta kau telah menipu tuanmu. Itulah kenapa, supaya setidaknya bisa menghindari ini, kau mencoba melakukan apapun yang kau bisa untuk menerima bukti, sambil juga menyebutkan beberapa rencana tambahan yang mungkin tidak akan pernah terjadi.”

Di depan mata eksekutif Black Dragon Street, yang bersinar licik, Zia Batsand menarik napas dalam-dalam.



〈Pihak lawan kemungkinan besar mengatakan sesuatu seperti baris itu.〉

Sebelum datang ke sini, Han Yujin sudah mengatakan itu.

〈Itu adalah asumsi yang sah. Borg itu orang licik.〉

Zia merespon begitu juga. Kesatria Azure Rose, yang terkenal berbicara sepan kepada setiap orang, berkata dalam istilah dasar ketika berbicara dalam bahasa Korea. Sepertinya ia terpengaruh untuk berbicara sopan karena gurunya, ini pengaruh orang Korea yang yang mengajarinya bahasa Korea. Meskipun orang korea itu percaya itu hal bafus karena memberinya celah, satu-satunya orang yang bisa memahami ini adalah orang yang mengirti bahasa ini dan bahasa Korea, jadi ini bisa disebut sebagai celah tak berguna.

“Yah, kalau dia mampu menjadi eksekutif dari kelompok pencuri, maka ia pastinya sangatlah mampu melakukan ini. Lebih daripada itu,〉 Seperti yang diduka, orang Korena yang masih tidak mampu berbicara bahasa dunia kami, Yujin, tidak menyadari fakta itu dan terus berbicara. 〈Kau bukanlah kenis orang yang datang dengan rencana, ya kan? Kalai seseorang mengatakan sesuatu bahwa mereka punya rencana, maka sudah jelas bahwa pihak lawan akan merasa terhina dan waspada.〉

Zia membersihkan tenggorokannya. Yujin mengagruk pelipisnya.

〈Dengan kata lain, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi dua hal tersebut.〉

〈Maksudmu penghinaan dan kewaspadaan?〉

〈Yup. Dalam kasus seperti penghinaan, sederhana mempertahankan situasinya. Kau bisa mengatakn itu idenya seseorang. Apa kau punya seseorang yang cukup berasalan untuk kau gunakan namanya? Akan bagus jika nama dari orang yang orang-orang itu tidak bisa abaikan, seseorang yang sulit untuk menguatkan informasinya, dan orang yang tidak akan marah kalaupun mereka tahu kau menggunakan nama mereka.〉

Bahkan sementara Yujin berbicara, ia memiliki ekspresi ragu di wajahnya seolah-olah penasaran jika seseorang yang bisa dengan sempurna cocok pada kuotanya mungkin ada. Masalahnya Zia tahu satu orang seperti itu.

〈Ada satu orang.〉

〈Satu orang, kah? Siapa?〉

〈Guruku.〉

Yujin bengong. Meskipun tidak mungkin baginya tahu seberapa kuat Zia di dunia ini, tidaklah mungkin seseorang, yang merupakan Kesatria Kerajaan dari tuannya dan penggunana kemampuan yang mampu menggunakan mata pedang bercahaya yang akan memotong apapun, adalah orang lebah. Tidaklah salah mengambil guru Zia, yang seperti itu, akan jadi orang mengesankan.

〈oke. Maka gunakanlah nama gurumu. Katakan itu ide orang itu. Penginaannya akan diataasi dengan itu, tapi masalahnya sekarang adalah kewaspadaanya······.〉



“In bukanlah ideku. Ini ide guruku.”

Borg mengejang. Ia mengingat kemungkinan bahwa rencana ini bukanlah rencana Zia, dan ia juga telah memikirkan bahwa dia akan membawa bawa nama Yellow-Green Grass. Namun, orang yang disebutkan dari mulut ZIa adalah orang yang dengan mudah melampaui ekspektasinya.

“Sang Violet Swamp of Poison (紫毒沼)······ Sang Draconian Demonic Spear(至嚴魔槍), merencanakannya?”

“Aku sudah belajar banyak hal dari berbagai orang berbeda. Namun, selain orang itu, tidak adala lagi orang lain yang aku anggap sebagagi guruku. Oleh karena itu, ya. Aku mengacu pada orang itu.”

“Kenapa orang itu?”

Mata coklat Borg diwarnai kehati-hatian. Selama ia berkerja sebagai eksekutif di Black Dragon Street, organisasi pencuri dan penipu, ia mengetahui banyak tentang guru Zia.

Ekspresi menuyesatkan. Dia tahu benar tentang ‘rumor-rumor’. Rumor bahwa orang itu telah menghapus keseluruhan labirin hanya dalam sehari, rumor bahwa bereka akn datang ke Kota Kurungan sekali setahun guna bertarung dalam pertarungan berdarah dengan monster-monster dunia lain yang Earl Silver Lion panggilkan, rumor bahwa murit mereka adalah anggota keluarga kerazaan Tewlve ZodiacsDua Belas ZOdiak, rumor bahwa bereka menjarah area tanpa izin dan membunuh semua yang hidup si sana, kecuali satu atau dua orang guna membuat mereka membalas dendam, rumor bahwa mereka sebenarnya ramah dan berperilaku baik, dll. Yang paling membingungkan adlah fakta bahwa keseluruhan rumor-rumor tersebut memiliki sejumlah basis pendukung di belakangnya.

Dengan kata lain, itu sama saja dengan tidak mengetahui apa-apa tentang guru Zia, dan pada dasarnta, Borg tidak bisa menerima ide apaun yang diberikan dari orang-orang itu. Tidak peduli apa yang dikatakan ZIa, Borg dengan kuat bersiap menolak. ZIa menyaksikan pemikiran kasaar yang seperti kilatan pedang yang disarungkan.


〈Kalau kau melewati ranah penghinaannya, maka kewaspadaannya akan menjadi lebih buruk.〉

〈Kenapa gitu?〉

〈Fakta bahwa dia tidak bisa menahan sesuatu seperti hinaan berarti dia tidak bisa mengabaikan pokok persoalannya. Kalau dia tidak mampu mengabaikannya, maka itu berarti dia mengakui orang lain sebanyak itu juga.〉

Zia mengerti.

〈Akan janggal kalau hanya mengapaikannya, tapi kalau dia menerima rencanannya, maka rasanya seperti dia sedang dikendalikan, sesuatu seperti itu?〉

〈Ya. Oleh karena itu, hal itu membuat kehati-hatiannya akan meningkat. Kalau orang seperti Borg memang seperti orang yang pahami, maka dia kan menolaknya, karena keuntungan yang dia miliki adalah fakta dia tidak perlu melakukan apapun. Dia tidak perlu membangunkan serigala tertidur.〉

〈Lalu apa yang harus kau lakukan?〉

〈Sebagai awalah, kau perlu menurunkan kewaspadaannya. Kalau kau menggali sumbur kewaspadaanya, yang aku sebutkan tadi, maka faktanya bahwa ‘dia tidak tahu apa yang sebenarnya maksudmu.’. itulah kenapa kau harus membuat rencana yang bisa dia pahami.〉

Itulah yang Yujin katakan.



Zia Batsand menagtakan kata-kata yang Yujin katakan padanya tadi.

”Kau mungkin sudah menebaknya, tapi AKu dalam bahaya di bunuh.”

Meskipun ZIa memulai barisnya dengan ‘Kau mungkin sudah menebaknya’, mereka adalah kata-kata yang Borg tidak harapkan sedikitpun. Kesatria Azure ROse terus berjalan sambil melihat Borg dengan wajah dingin yang merupakan keunikan darinya.

“Alasan Paduka Earl mengacaukannya karena aku menggunakan penanda cek di bawah nama RUmah Earl. Tidambah lagi, apa kau tidak menyadari tempramen Paduka? Paduka memberitahuku memilih antara memperbaiki insiden ini atau menghabiskan sisa hidupku di ruang penyiksaan.”

Zia tidak menyukaikata-kata yang sekarang keluar dari mulutnya. Earl tidak menyalahkannya sedikitpu. Bahka bagi ZIa, itu adalah sesuatu yang ia tidak prediksi. Itu juga sesuatu yang ia sangat syukuti seakan ia bisa menangis.

Dia selalu tekut apakah tuannya yang rusak sulit diperbaiki ataukah ia menempel pada suatu harapan mustahil. Namun, atau oleh karena itu, kemurahan hati yang Earl tunjukkan terkadang membuat ZIa merasa lega.

Meskipun begitu, sebagai eksekutif Black Dragon Street, Borg mahir dalam beberapa mantra sihir, tetapi ia tidak memiliki mantra yang bisa membaca pikiran orang lain. Sejak kematian kepala Penyihir Langit Ganjil, 350 tahun yang lalu, tidak ada seorangpun dengan kemampuan tersebut pernah ada lagi, dan Borg tidaklah sehepat eksistensi itu. Wajah dingin Zia memiliki fungsi menjadi poker face sempurna. Dengan semikian, sementara tidak menyadari pemikiran macam apa yang akan memasuki kepala ZIa, Borg bersiul.

”Bukankah kau bilang kau bisa mengatasinya? Kau bilang karena kalian berdua seperti saudara, setidaknya, hidupmu tidak akan dalam bahaya.”

”Nampaknya pemikiranku salah.” ZIa berbicara dalam nada bersih dan merendahkan kepalanya. ”Karena aku tidak mau mati, Aku perlu mencari cara.”

“Jadi kau mendekati gurumu dan menagis?”

Borg tertawa keras. Ia percaya bahwa ia mengerti situasinya. Kesalahpahamannya sekali lagi diperkuat saat sekali lagi ia menyaksikan Zia menghidari tatapannya dan menggigit bibirnya.

”Aku tahu inti apa yang terjadi.” Sorot jahatmuncul di mata coklat eksekutif BLack Dragon Street. ”Namun, Azure Rose, kalau apa yang aku mengerti benar, maka tidakkah itu masalahmu sendiri? Kenapa aku haris mendapatkan masalah karena menolongmu? APa yang aku dapatkan?”

〈Sebagai awalah, katakan sesuatu yang mewah.〉Sambil mengingat-ingat saran Yujin, Zia berbicara.

”Aku akan berterima kasih kalau kau melakukannya dengan kebaikannmu.”

”Aku tidak akan memberikan sesuatu seperti kemurahan hati. Kau pikir bagaimna aku mendapatkan posisi ini? Tertama kalau orangnya perempuan, sesuatu seperti kemurahan hati······ itu emosi yaang semestinya tidak diberikan.”

Borg berbicara dengan nada senang. Ia jelas-jelas menikmati situasi ini.

Zia merasa muak, tapi dengan pengendalian diri layaknya gunung es, ia menyembunyikan eosi itu. Kau bisa katakan itu satu-satunya pengaruh positif yang datang dari hobi buruk Earl.

”Kalau aku tidak ada, maka Mage Tower akan kesulitan.”

”Aku tahu, aku tahum kau tahu? Itu benar, Azure ROse. Kalau kau menghilang sekarang, maka Mage Tower dan YangMulia Rio akan mendapatkan kesulitan. Sir Jaho Azum······ yah, aku tidak yakin tentangnya. Bagaimanapun juga, kalau aku membuat VIP ku mendapatkan masalah, maka aku harus menyerah melakukan bisnis. Namun······ itu benar, hal yang aku bicarakan adalah, kalau aku menjaga sisimu, maka perlu bagimu untuk menunjukkan sedikit ketulusan juga.”

Borg lalu mendorong tangangnnya ke dalam mulut anjing iblis yang ia duduki dan merasakan mulut kosong anjing itu. Ia kemudian mengeluarkan jari berlumuran ludah dan dengan mesum menggosok-gosokkannya sambil menyeringai.


〈Aku mau menanyakan ini, tapi seberapa jauh kau bisa melakukannya?〉

〈APa maksudmu?〉

Zia bertanya dalam nada rewel. Karena itu respon yang hanya bisa disaksikan pada orang yang tahu persis apa yang dikatakan, Yujin menunggu tanpa memberikan penjelasan lebih jauh.

Dia tidak perlu menunggu lama.

〈······Borg itu orang vulgar dan tak senonoh. Dia juga orang yang kelemahannya keluar lepas dari genggamannyadan menggali nya layaknya anjing iblis.〉 Zia mengingat peliharaan yang ia lihat setiap saat ia akan bertemu Borg. 〈DIa kemungkinan besar meminta sesuatu yang memalukan.〉

〈Maka itu akan sulit untuk menyelesaikannya dengan uang, huh.〉

AKu punya sketsa kasar jenis pria macam apa Boeg ini. Kalau ia menerima uang, maka segalanya akan selesai setelah transaksi yang sama, akan tetapi, kalau ia menerima kerugian psikologis sekali saja, maka memungkinkan untuk mempertahankan posisi menguntungkan itu. Kalau menanampaka pafanya perasaan kepatuhan, lalu setelah itu, akan memungkinkan untuk menyedot uang sebanyak yang kau mau darinya.

〈Tentu saja, kalau untuk Paduka Earl, maka aku bisa melakukan apapun. Aku bisa menahan sesuatu seperti rasa malu kecil.〉

Zia Badsand berbicara dengan wajah seolah-olah ia mengunyah laba-laba. Ida melakukan yang ia bisa untuk mengabaikan kepastian jumlah easa malau yang sebenarnya tidak akan kecil. Meskipun langkahnya akan jauh dan penuh rasa sakit, Kesatria Azure ROse percaya, dengan kesusahannya, bahwa jalan ini mungkin bisa menebus segala penupian terhadap Earl of the Silver Lion sampai sekarang ini.

〈Kau tidak perlau melakukan itu.〉

Yujin mengatakan itu padanya. Pria ini yang ditujukan sebagai Borg, pastinya jenis orang jahat dengan kualitas terburuk, sesuai dengan statusnya sebagai eksikutif di organisasi para pencuri. Namun, pada saat yang sama, ia juga jenis orang paling mudah bagi Yujin untuk ditangani.

〈Katakan padanya ini.〉


ZIa berkata demikian.

“Aku seorang kesatria. Ada sesuatu yang lebih penting daripada hidupku.”

”Mereka bilang Earl of the Silber Lion cukup layak dala menyiksa. Bukankan dia merebus ‘beberapa orang’ sampaimati terakhir kali? Kalau kau mempu mengatakan hal yang sama sementara melalui penyksaan semacam itu, maka aku taidk bisa berkata apa-apa lagi.”

Borg telah meyebutkan insiden dengan niat murni untuk menggota Zia, tapi tanpa sedikitput terguncang, Zia mengangguka.

”Itu benar. Aku kemungkinan besar tidak bisa membiarkan mulutku dia.”

Zia melihat lurus ke arah Borg. Pupil birunya menatap Borg seperti untuain es yang menggantung di goa-goa gunung bersalju.

“Dengan penyiksaan padas itu, aku akan berakhir dengan mengakui aku menerima perintah dari Mage Tower. Mulai dari naa Touma SOh, aku pada akhirnya akan mengatakan banyak nama lainnya. Dan diantara mereka, kau akan disebutkan juga dnegan mereka, Borg. Seperti yang kau sebutkan, dia orang yang merebus sampai mati ‘beberapa orang’. Dia adalah indivisu yang mencoba membunuh orang yang merupakan tangan kanannya sejak kecil, dan juga putri dari pengasuhnya, hanya semata-mata karena aku mangacaukan segalanya. Bagaimna menurutmu individu itu akan lakukan kalau dia menemukan bahwa ia diperlakukan layaknya orang tolol?”

Mirip dengan angin musim dingin yang berhembus di ngarai, suara ZIa dengan suram dan dalam memasuki telinga Borg.

”Kau harusnya tahu dengan baik karena kau eksekutif Black Dragon Street. Berterima kasihlah pada kemampuan Earl, dia tidak perlu pegi dan mencari target pembunuhannya. Dia tidak perlu mengirimkan orang-orang untuk menemukan dan membunuh targetnya juga. Semuanya dia lakukan di tempat dengan sebanyak mungkin jebakan, dengan nyaman duduk, dan memanggiltargetnya tepat di sepannya. Seperti yang kau katakan, Earl of the Silver Lion cukup layak dalam menyiksa. Kemungkinan terbaik akan situasinya bagi target pembunuhannya mungkin secara instan terbunuh oleh cebakan saat mereka dipanggil. Namun keberuntungan semacam itu tidak akan sering terjadi.”

Anjing iblis yang Borg duduki mulai mendengking. Hal tersebut karena jari-jari Borg berbelok ke dalam seperti kail dan menyobek kulit anjing itu. Borg sudah tahu bahwa Earl of the Silber Lion telah menerima beberapa tuduhan pembunuhan. Akan lebih aman mengatakan jika mengatakan alasan kenapa unit keaamanan keluarga kerajaan Twelve Zodiacs bergerak di sekitar Kota Kurungan sebelumnya, itu bukan karena tahanan penyiksaan Earl of the SIlver Lion yang berada dalam hukuman mati, tetapi daripada itu, itu karena mereka ingin menggali tuduhan pembunuhan itu. Walaupun mereka tidak mampu menemukan apapun······.

”Kalau kau melakukan sesuatu seperti itu, maka tidak akankah malah mengakui fakta bahwa kau telah menghianati Earl Silver Lion sejak awal? Aku pastinya akan mati. Kau tidak bisa hnaya menundukkan kepalamu sekali di sini dan—.”

“APa kau tidak mendengar apa yang kukatakan tadi? AKu bagaimanapun juga akan mati.”

”Jadi kau berkata kau akan menayeretku denganmu?”

”Itu kalau kau tidak membantuku.”

Anjing iblis itu mendengking sekali lagi, tapi tidak untuk waktu lama. Diserang rasa takut anjing itu menutup mulutnya. Eksekutif Black Dragon Stret yang menerima julukan Lunar Scorpion, menjadi marah terlihat dari wajahnya.

Berkebalikan dengan anjing iblis, Zia Batsand tidak gemetar di depan kemarahan tersebut. Malahan, ia melangkah lebih dekat pada Borg yang marah.

”Borg, aku kaan mengatakan apa yang harus kau lakukan. Seperti yang kukatakan sebelumnya, kau akan membuat bukti bahwa Fedchants menempah dokumen-dokumennya. Kau kemudain dengan patuh menutup mulut sambil menunggu Earl jatuh ke dalam jebakan melalui cara-cara yang tidak diakibatkan padaku. Selama proses itu, menggantikanku, kau kaan berurusan dengan keluhan-keluah yang mungkin saja datang dari Mage Tower dan Fedchants. Kau akan melakukannya untukku murni karenan keinginan baikmu. Bukankan begitu, Bord Edentras?”

”Kau jalang gila.”

Borg memaki. Namun, ada penerimaan yang bercampur dengan kutukan tersebut.

Meskupun hasrat menghela napas akan kelegaan terisi layaknya gunung, Zia mampu menekan hasrat tersebut dengan pengendalian diri seperti gunung es-nya.

”Kalau hidup seseorang dalam bahaya, maka siapapun akan jadi gila.”

”Orang segila kau tidaklah biasa. Tentu saja, master dan hamba sama saja.”

Bork tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya saat ia bicara. Meskipun kata-katanya tadi adalah penghinaan terhadap Earl yang Zia layani, kesatria perempuan di depannya adalah orang yang telah menghianati tuannya. Sudah jelas dia bahkan tidak akan mendengus jika seseorang menghina tuannya. Bagaimana bisa Borg gagal seperti ini?

Hal ironis adalah Zia sebenarnya menerima kerusakan dari hinaan itu. Kalau ia sedikit saja kurang mengontrol dirinya, maka ekspresi seperti gunung es-nya pasti akan hancur. Beruntungnya, ia memiliki banyak pengendalian diri.

Meski berlebihan. Zia, yang mengingat perkembangan proses tersebut, merasakan cahaya kemenangan kecil yang ia baru saja raih, menghilang dalam kedipan mata.

Dan kelelahan menghampirinya.


“APa itu tidak berjalan baik?”

Di ruang bawah tanah Istana Silver Lion, Yujin bertanya. Zia memiringkan kepalanya.

“Kenapa kau bertanya begitu?”

“Karena ekspresimu sedikit gelap.”

“······“ Zia merasakan wajahnya. Itu sama saja seperti biasa. “Sekarang aku kepikiran, Yujin, bagaimana kau mampu membaca wajahku?”

“? Aku mampu membacanya karenan kau membuat ekspresi wajah.”

Zia merasakan wajahnya sekali lagi, tapi seperti yang ia duga, ia tidak mampu mengerti itu. Meskipun asusmsi Yujin mampu memahami ekspresi wajahnya melalui metode berbeda karena dia makhluk dunia lain datan ke dalam pikirannya, ketika ia mengingat fakta Ahyeon tidak mampu membaca ekspresinya sedikitpun di masa lalu, Ia menggambarkan kalau itu hanyalah kemampuan milik Yujin.

“Itu berakhir dengan baik.” Zia menggeleng dan melanjutkan kata-katanya. “Bagaimna bisa kau berpikir semuanya akan berakhir seperti ini?”

“Sungguh, tidaklah mungkin, orang yang menarik gigi dan kuku peliharaanya, adlaah orang pengecur, kan?”

Yujin menambahkan bahwa dia mengenal seseorang yang mirip dengan Borg di Bumi. Orang-orang itu nampak berbahaya pada awalnya, tapi itu adalah kecenderngan yang sering terjadi pada binatang liar juga. Seperti tanaman yang menghiasi dirinya adar tampak terlihat beracun, mereka tidaklah berbeda dari anjing yang suka menggonggong.

“Orang-orang seperti itu hanya berbahaya pada orang yang tidak akan menggigit mereka. Kalau kau mampu membuat mereka takut jika saja mereka kemungkinan bisa digigit, maka mereka akan menyusutkan keinginan mereka sendiri.”

“······Aku tidak pernah berpikiran seperti itu.”

“Itu karena aku lebih tua darimu.”

Zia terkikik. Umurnya 18 tahun dan umur Yujin 19 tahun, naman sebanyak apapun perbedaan waktu di dunia mereka, umur mereka sebenarnya sama. Yujin mengangkat bahunya seolah-olah mengakui itu hanya candaan.

“Bagaimanapun juga, kalau berakhir dengan baik maka apa-apaan wajah itu?”

Zia melipat lengannya.

“Tak ada. Itu cuma karena ada sesuatu yang kepikiran······.”

“Sesuutu yang kepikiran?”

“Itu tidak ada hubungannya denganmu.”

“Itu ada hubungannya.” Han Yujin berbicara seolah-olah itu fakta tak terbantahkan. “Lagipula, kau adalah pedangku.”

Kata-kata itu membuat sikap keras kepala Zia goyah sesaat. Zia Batsand—sebanyak yang ia bisa rasakan saat ini—menatap si anak laki-laki dunia lain dengan bimbang. Akan laki-laki yang memiliki kecerdasan yang cukup licik dan tajam sehingga bisa dengan tepat mengenggam sifat asli eksekutif Black Dragon Street, meski tidak bertemu, mengatakan kata-kata yang sama sekali tidak terduga yang mana mampu menggali pikirannya seperti ini.

“······Itu saja, aku masih ingat kata-kata yang Borg katakan sebelum aku pergi.”

“Apa katanya?”

“Dia bilang itu ide bagus membuat Paduka Earl jatuh ke perangkap sesegera mungkin. Bahwa ia akan mengirimkan surat kalau aku tidak melakukannya. Surat yang mengatakan bahwa aku telah menghianati Paduka dan telah bergerak di bawah perintah Mage Tower. Kalau aku tidak mau bertemu nasib buruk, maka aku harus secepatnya menusuk punggung Earl.”

Yujin memikirkan kata-kata itu.

Dia memiringkan kepalanya.

“APa dia pikir sesuatu seperti itu akan bekerja sebagi jebakan?”

“Yah, kalau Borg benar-benar setakut itu ditarik dalam masalahku, AKu menduga mengirim surat itu hanyalah omong kosong belaka. Bagaimanapun juga, kalau kita akhirnya bertarung dengan Mage Tower di masa depan, kalau penyihir dari Mage Tower menyatakan aku telah menghianati Earl.”

Yujin mencoba memainkan simulai dari apa yang dikatakan tadi di kepalany. Di masa depan, sambil bekerja dengan Earl, musuh (Penyihir Moderat A Mage Tower) berkata pada Earl, ‘Fufufu. Ada saat baawhanmu sebenarnya informan kami.’, Dugaan situasi di mana mereka mengatakan sesuatu seperti itu akan terjadi. Earl terkejut. Zia tersentak. Aku membuat ekspresi pahit. Rekan A (Ada kesempatan aku mungkin punya satu saat itu) terkejut. Yah, sesuatu seperti itu.

Seperti dugaanku, Aku memiringkan kepala.

“Tidak······ Zia.”

“Kenapa, Yujin?”

“Kau, apa yang kau bilang saat aku berkata aku akan mengungkapkan identitasmu pada Earl?”

Zia Batsand dengan berani megangkat dadanya.

“Kubilang daripada mempercayai seseoran sepertimu, dia akan percaya kata-kataku ynag seperti saudara baginya.”

“······.“

“······.“

“······.“

“······Maafkan aku.“

“Tak masalah. Kalau sesuatu seperti itu tejadi, makau aku akn berada di sisimu dan berkata ‘Mage Tower yangpaling kau benci sekali lai mencoba memisahkanmu dari bawahan paling berhargamu.’.”

Zia memeluk kepalanya. Dia ingin berkata ‘Tidak, tapi.’. Dia ingin paraka ‘Apa yang kumaksud, itu.’. tapi pada akhinya, setelah tidak mampu mengatakan apapun, ia menjatuhkan bahunya dan menatap Yujin.

“Entah kenapa kapanku aku biara denganmu, semuanya jadi masalah sederhana!?”

Yujin berekspresi di wajanya yang mengatakan bahwa akan jadi masalah kalau ia riba-tiba marah seperti itu.

“Yah, itu karena kau merenungkan masalah sederhana······.”

“Mereka tidak sederhana! Semuanya aku sampai harus menghancurkan otakku saking rumitnya.”

“Contohnya?”

Zia ingin membawa negosisai dengan Borg sebagai contohnya. Akan tetapi, sialan, bukankah Yujin menyelesaikannya dengan mudah? Semuanya dipertimbangkan, dia orang yang mampu dengan mudah melewati situasi mengancam nyanya sebagai makhluk yang dipanggil dari dunia lain dan disiksa sampai mati. Zia merasakan gelombang kelelahan membasuhnya sekali lagi.

Kelelahan.

“Aku, menghianati Paduka Earl.”

Zia menggosok matanya. Mereka dalam keadaan lelah.

“Kita mampu mengatasi insiden ini dengan baik, tapi, pada akhirnya, tidak peduli apa alasan yang aku buat, tidak pedula apa yang aku coba katakan, tidak pedulai seberapa banyak aku mencoba bermain tidak bersalah, pada akhirnya, Aku tetaplah menghianati Paduka. Kau bisa mengatak bahwa Borg, si Lunar Scorpion sialan itu, tanpa sengaja menusukkan bisa ke dalam hatiku. Mereka bagaimana racun yang meninggalkan bekas, dosa aslinya akan tetap tersisa dalam pikiranku.”

“Kalau seperti itu, maka.”

Dan kemudian, Yujin bahwan membuatnya menjadi masalah sederhana.

“Netralkan racunnya dan tebuslah.”

Zia menatap Yujin dengam ekspresi tak bisa berkata apa-apa. Tak adala lagi apapun seperi senyum melanyang di bibir Yujin. Setiap saat, dia bicara dengan nada berani dan serius.

“Agar kau mampu melakukan itu, Aku akan membantumu.”

Masih tidak ada potongan senyuman di bibir Yujin. Mirip dengan ekspresi tidak peduli Zia. Tapi ini berbeda. Karena perbedaannya sama, tapi mulut Zia berkedut.

“Yujin.”

Yujin mengangguk.

Diikuti setelahnya, es meleleh dan, seolah-olah naik dari bawah, senyuman melayang di bibir Zia. Ia kemudian mendekati Yujin dan memeluknya. Yujin tanpa sepatah katapun balik memeluk dan menepuk punggung Zia.

Untuk waktu yang lama, kesateia perempuan dengan julukan Azure Rose menyandarkan kepalanya di bahu seorang anak laki-laki dari dunia lain.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter