Your and My Asylum Volume 1 chapter 2 Bahasa Indonesia

Light novel Your and My Asylum Volume 1 chapter 2 Bahasa Indonesia


Ayahku meninggal saat aku berusia 10 tahun.

Itu adalah kecelakaan, atau haruskah aku menyebutnya misteri? Penerbangan dari Kimpo International Airport menuju Haneda Airport, menghilang tiba-tiba. Siswa-siswa korea melakukan darmawisata, Siswa-siswa Jepang kembali dari darmawisata sekolah, dan guru-guru dari kedua pelindng negara termasuk yang naik. Beberapa hidup, beberapa mati, dan beberapa menghilang. Ayahku tidaklah ocukup beruntung untuk menjadi bagian kelompok orang-orang yang hidup.

Menurut apa yang kuteliti tentang insiden pesawat ini, meskipun dikelilingi oleh misteri dan pertanyaan, mulai dari menghilangnya, terlepas dari apa yang orang-orang ragukan, insiden itu sendiri tidak pernah secara penuh diterangkan. Aku, yang hidup di bawah ayahku tunggal, tiba-tiba menjadi anak yatim-piatu di suatu pagi, dan saat pemakaman usai aku akhirnya pergi ke tempat kerabatku. Alasan mengapa aku tinggal di tempat pamanku adalah itu.

Tidak ada sesuatu yang khusus terjadi ketika aku mulai tinggal satu atap dengan sepupu perempuan yang berusia sama. Tentu saja, tidak ada hal spesial terjadi ketika aku mulai pergi ke sekolah yang sama dengannya juga. Aku tidak lebih dari anak yang menjadi yatim-piatu dan kenyataan tidaklah sehangat animasi. Pada kenyataannya, sepupuku dan Aku, meskipun sama seperti sekarang, tidak bergaul dengan baik saat itu.

Di satu titik, aku mungkin berpikir dia tidaklah bersalah. Pamanku membenciku, dan bibiku······ mm, agak rumit, dalam hal apapun, mereka berdua selalu berdepat tentangku sebagai topik utamanya. ‘Karena kau tanpa pikir panjang akan merawatnya.’, ‘Bagaimana itu? Kau jadi tidak perhatian.’, ‘Mau itu perhatian atau apalah, hidup kita harusnya diprioritaskan. Apa kau akan kau capai dengan meningkatkan jumlah mulut yang akan diberi makan?’, ‘Lalu apa apa yang akan kau lakukan? Tidak akan ada yang akan merawatnya, anak kecil miskin itu.’, ‘Abangku adalah politisi dan punya banyak uang, kalau kita meninggalkan dia sendiri maka dia akan bisa merawatnya.’, ‘Sudah pasti dia akan melakukannya. Dia memandang rendah ide itu. Benar-benar, kenapa kau tidak bisa sesukses saudaramu.’, ‘Kalau kau tidak mempersembahkan uangmu ke gerea.’, ‘Dan kalau kau tidak membayar banyak uang untuk memburu wanita.’, dalam rumah tangga yang mana jenis percakapannya akan bergema selalu, itulah kenapa adik sepupuku, Miyeong, tidak ada pilihan selain tidak menyukaiku.

Dan karena dia masih anak-anak, anak-anak memiliki kecenderungan untuk secara terus terang mengekspresikan emosi mereka. Jadi sangay jelas bahwa Miyeong akan dengan aktif menunjukkan ‘kebencian’nya padaku bahakn di sekolah, dan anak-anak tetaplah anak-anak, mereka pasti akan tebuai dengan mudah. Itu sudah ditetapkan sisi siapa yang akan mereka ambil ketika membandingkanku, yang hanyalah ditransfer ke sekolah, dengan Miyeong, yang telah bersekolah disini untuk sementara sekarang.

Memikirkan kembali itu sekarang, pada akhirnya, berasal dari pandangan rendah ini······Aku, dibully.

Itu, ketika aku bertemu Joo Chanmi.

1gap

Satu hari telah berlalu. Aku mengatur informasi yang aku dapat tentang tempat ini di mana aku akan hidup.

Pertama, tempat ini adalah bawah tanah.

Kedua, tepat di sebelah penghalang itu adalah tempat penyiskasaan, setelah tempat itu adalah lorong dengan sel diletakkan di kedua sisi, dan di ujung lorong adalah ruang penjaga penjara dengan meja, kursi, lampu, dan tempat tidur kayu.


Aku akhirnya menghabiskan waktuku di ruang penjaga penjara. Aku kembali ke selku sesekali sebelum dipanggil lagi, tapi sesaat setelah itu, Aku menerima perintah untuk ‘menggunakan ruangan ini’. kalau aku menengok kembali pecakapn(yang berlangsung di ruang penyiksaan) maka jadinya seperti ini : “Kau bisa saja membuka pintu ke sel isolasi.”

“Ah hah ha. Kau serius? Maka aku tidak bisa mengembalikanmu, Tn.Yujin, ke selmu.”

“Apa itu tindakan penceggahan keamanan terakhirmu?”

“Tidak, itu bukanlah benar-benar pilihan terakhirku. Ini hanyalah metode termudah dan teraman. Kau tidak punya kemampuan khusus apapun, kan?”

“Kau yakin?”

“Meskipun pasti ada beberapa hal yang biasa, Kau terkejut fakta bahwa sihir itu ada dan Kau berpikir aku Chuunibyou.”

Kalu dipikir-pikir, Aku mengatakan itu. Memikirkan itu sekarang, itu adalah kata-kata yang tak berguna. Kata-kata itu aku berakhir tanpa pikir panjang karena kau tidak dengan baik menekan emosiku. Kalau aku tidak mengatakan sesuatu seperti itu, maka pilihanku akan meningkat. Sebagai contoh, menganggap diriku memiliki beberapa macam kekuatan super yang mengerikan······. Bagaimanapun juga, itu tidaklah memungkinkan sekarang. Kalau kau mengatakan kata-kata yang tak diperluka, maka kata-kata yang terlepas itu akan membunuhmu di masa depan tanpa ada keraguan apapun.

“Paling tidak, itu mungkin bukanlah kemampuan fisik atau sesuatu yang berefek langsung.”

Eark bersenandung pada sirinya dan menambahkan baris itu di akhir. Ku tidak lagi ingin membunuh potensiku di masa depan, jadi aku hanya mengangkat bahu untuk meresponnya.

“Omong-omong, kau bisa mnggunakan rruang yang kau lihat tadi itu. Pemanggilan seseorang berakhir dan berakhir lagi—Yah, ini keadaan kecil.”

Keadaan, kan? Fakta dia menambahkan sesuatu diakhir berarti ini adalah sesuatu yang merugikannya, itu berarti, ada beberapa batasan untuk kemampuan pemanggilannya.

Tini bukanlah waktu untuk bertanya.

“Ini cukup kosong. Apa tidak ada pakaian, air untuk mencuci dengan, toilet, atau sesuatu untuk dimakan?”

“Kau minta kebanyakan?”

“Apa kau memberitahuku untuk menghiburmu seperti ini?”

“Apa ada masalah?”

“Kau tidak tahu bagaimana mudahnya laki-laki jadi kotor, kan?”

“Ah ha? Tapi aku sudah menyadari hal itu.”

“Lalu kau tahu dalam sekitar dua hari, kau akan menerima layanan dari seorang pria yang ditutupi dengan sekelompok kulit mati, diolesi kotorannya sendiri, dan meminum kencingnya sendiri, kan?”

“······Pada saat itu, aku munkin akan membunuhmu sebagai gantinya, kau tahu?”

“Membersihkan darah, usus, dan tulang berbeda dengan menyeka kotoran.”

“Mungkin gitu, tapi······. Ah, orang-orang sepertimu······.”

Earl of the Silver Lion menatapku dengan mata kesal dan menggaruk bagian belakang kepalanya.

“Ah, terserah. Kalau kamar mandi, maka ada satu dekat ruang penjaga. Itu terbuka jadi kau bisa menggunakannya. Apaun air untuk mencuci, aku akan melakukan sesuatu tentang hal itu jadi tunggulah. Makanan······.”

“Aku nggak mau minum susu surga.”

“Apa kau ngeluh tentang makananmu? Di situasi ini?”

“Aku bilang itu tadi, tapi Aku nggak suka sesuatu yang merangsang.”

“Apa yang kau sukai tidaklah masalah. Apa aku sudah memberitahumu sesuatu, sederhananya, makan? Tn.Yujin, sekarang kau berada dalam keadaan di mana kau harus makan apapun yang kuberi padamu, kau tahuuuuu? Kau mengatakan itu walau mengetahuinya, kaaaaaan?”

Itu pertanda buruk kalau jalurnya mulai diseret. Meskipun aku sudah memahaminya, aku tidak mundur di sini.

“AKu tak keberatan kalau kau berinisiatif dengan memilih setiap kata yang kukatakan, tapi aku haruslah hormat padamu. Berharap kau akan sama mnghormatiku, yang seharusnya tidaklah menjadi keinginan yang salah.”

Earl mungkin mengerutkan alis, tapi dia tidak menampakkan didinya. Kehiningan panjang.

Dia mendecakkan lidahnya dan melipat tangannya.

“Kau pengoceh yang baik, untuk makhluk dunia lain.”

Aku tidak memberitahu padanya bahwa dia melakukan hal yang sama dari perspektifku. Kalau Aku mengucapkan kata-kata itu, maka ‘persamaan perlakuan sesama manusia’, yang aku tumpuk sampai sekarang, akan hancur berkeping-keping. Aku tidak bisa mengatakannya padanya. Bagaimanapun juga, mencoba menekan lebih jauh lagi dibanding ini akan bahanya, jadi aku membiarkan mulutku diam dan menunggu. Judul pengamatan yang lalau.

“AKu akan berikan kau makanan. Meskipun, itu tidak benar-benar karena aku menghormatimu.”

“Makasih.”

“······Haa. Lalu apa, Aku telah menyediakanmu pakaian, air, dan makan, tiga hal ini? Selain itu, karena mereka bisa habis, itu······ melelahkan.”

“Kalau nggak apa-apa, aku harap aku bisa mendapat pena dan kertas juga.”

“Itu nggak apa-apa, tapi itu menjengkelkaaaaaaan······. Benar-benar, haruskah aku membunuhnya?”

Gadis ini menggumamkan kata-kata acuh tak acuh. Secepatnya, aku harus membuat pondasi—’sesuatu yang dia sesali’, di bawahku. Pata tingkatan ini, 4 hari akan menjadi batasku. Kalau seseorang bertanya kenapa aku berpikir hanya 4 hari yang tersisa, maka aku cuma bisa mengatakan itu berkat intuisiku······.

“Sampai jumpa.”

Seolah-olah dia menyesai, Earl membersihkan manterlnya,menyingkirkan batangnya dan mengangkat tangan kirinya. Dari jari kelingking sampai ke jari telunjuknya dipoles dengan warna hitam, kecuali kukunya yang tersisa dipoles dengan warna putih. Kalung, yang tidak aku ketahui kapan dia keluarkan, dipengang di tangannya. Dan kemudian—kilatan cahaya······!!

Sesuatu muncul di depan Earl of the Silver Lion.

Seseorang yang sebaya denganku, akan tetapi, bukan bagian yang sama dengan homo sapien—seorang gais, dari dunia lain. Dia berambut biru, mata bitu, dan sama dengan Earl, dia memiliki retakan di pupilnya juga. Dia memiliki penampilan cantik, tapi sebuah perasaan dingin keluar darinya juga. Tingginya hampir sama denganku dan seluruh tubuhnya memakai pelindung······aku yang bisa menyadari semua ini dalam jangka sedetik, benar-benar, aku harus berterimakasih untuk paruh pertama Perang 8 Tahun.


Gedebuk······!!


“Kyaahuu······!!” Sebuah jeritan. Melihat saat dia jatuh ke belakang saat dipanggil berarti dia harusnya telah terduduk. Dia memegang pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kirinya, sehingga kemungkinan dia masih sedang makan. Perempuan berambut biru—itu sangat panjang, kesatria perempuan memperbaiki tatapannya pada Earl.

“Korza! Biess–Krinknte’ zes!!”

Nampaknya Earl tertawa sambil meletakkan kuku hitam ibu jari kirinya, di dekat mulutnya.

······Hm?

Tunggu. Kalau dipikir-pikir, kembali ke ruang penyiksaan juga.

“Zia. Sitro–kosa, Brink–aizio.”

“Noveme, Korza··· Isurasias’ zes.” Si kesatria perempuan, yang mengeluarkan desahan dalam, memandang sekilas ruangan sekali dan ekspresi lelah muncul di wajahnya. “Aikaz akshmidao’ zes’ niano···.”

“Tobok Sanke, Zia.”

“Kabo’ zes’ na.”

Si kesatria perempuan mengeluarkan desahan lain dan, tanpa memberikanku pandanga apapun, meletakkan tangannya ke arah Earl. Earl menyeringai dan melompat ke lengan kesatria perempuan, mengabaikan ulurang tangan kesatria. Dengan ekspresi pasrah di wajahnya, kesatria perempuan memeluk Earl. Earl lalu bicara.

“Tarz.”

Ada cahaya samar.

Itulah dia. Tanpa meninggalkan jejak apapun, Earl dan kesatria perempuan menghilang. Dalam sekejap, Aku berakhir dalam sitasi di mana benda yang tersisia di ruangan hanya aku dan makhluk dunia lain yang terikat di rak mereka. Kerena benar-benar tidak ada tempat yang menyenangkan, aku kembali ke ruang penjaga penjara di mana aku disuruh. Aku kemudian menjatuhkan diri ke atas tempat tidur kayu dan terbangun. Aku sangat lelah.

Rasa lelahku tidak pergi bahkan setelah tidur. Sebaliknya, rasanya seolah-olah semakin parah. Terutama karena aku telah dikonfirmasi berada di situasi yang bukan mimpi buruk, tapi sebenarnya, kenyataan. Aku pisa mengatur pikiranku untuk sedikit lebih wajar, jadi aku bisa memahami bagaimana Earl bisa menghilang tadi. Dia membatalkan pemanggilan setelah ‘menempelkan’ dirinya pada target pemanggilannya. Itulah kemungkinan terbesar di balik logika kenapa yang dipanggil bisa dipanggil dengan pakaian mereka dan tidak telanjang.

Lagipula, aku mengerti kenapa dia terpaksa memakai metode itu untuk meninggalkan tempat ini. Dia sangat mungkin tidak ingin menunjukkan padaku pemandangan pengahalang yang mengarah ke tangga dibuka. Walaupun aku sekarang bisa bergerak lebih bebas di sini, jangan keliru. Penjaraku hanya jadi sedikit lebih besar, tidak lebih dari itu······. Ini semacam peringatan halus. Dia mirip dengan Chanmi di mana faktanya dia terobsesi dengan memperoleh inisiatif. Sekalipun begitu, di sini juga ada kesempatan bahwa dia hanya terlalu malas untuk berjalan di tangga dengan dirinya······. Ini terlalu mirip dengan Chanmi.

Yang mana saja, ayo kesampingkan dulu karena aku sudah memahami kedua situasinya······ Aku memikirkan sesuatu juga, sesuatu yang lebih penting.

Tentang kuku Earl of the Silver Lion.

Tentang kuku-kuku di tangan kirinya yang bewarna hitam dari kelingking hingga ke telunjuknya, tapi yang pasti semuanya menghitam sampai ke ibu jarinya ketika dia telah memanggil kesatria perempuan itu.

1gap

Asumsi pada diri mereka tidaklah sulit untuk diciptakan, tapi Aku percaya bahwa dasar yang berbeda juga dibutuhkan. Lagi pula, walaupun asumsiku benar, Aku mashib membutuhkan waktu tersendiri untuk merenungkan apapun fakta yang sungguh-sungguh akanberguna untukku di situasiku sekarang. Mungkin tak akan bergunan sampai akhir, meskipun. Tapi tak masalah. Informasi yang dikumpulkan dalam ketenangan dan dipola dengan baik pasti akan menjadi bergunan di masa depan.

Walaupun, di hati, Aku tidak ingin memperpanjang situasi ini untuk mempercayakan istilah ‘di masa depan’.

Aku menyelidiki karena alasan itu. Tidak ada yang akan di dapatkan kalau aku diam saja.

Pertama, sesuatu yang ada padaku. Piyama, tasbih, dan smartphone. Yang seharusnya membantu, di sini masih tak ada sinyal. Tentu saja, kalau ini benar-benar dunia lain maka sesuatu seperti pangkalan stasiun seluler tidaklah ada. Walaupun kelihatan tak ada masalah dengan fungsi teleponnya······akan ada saat di mana aku bisa menggunakan mereka? Haruskah aku mendengarkan musik sampai baterainya habis? Mungkin menjadi ide yang bagus kalau akau membawa pengecah baterai manualku.

Aku mengobrak-abrik ruang penjaga penjara. Pasti tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama karena lapisan debu menumpuk di mana-mana. Aku harus membersihkannya······saat kata-kata itu muncul di kepalaku, AKu menyadari sebuah sapu, pengki, dan alat ngepel bersandar di dinding. Aku membersihkan den menyapu setiap sudut ruangan sampai aku bisa membuat tempat ini bersih dengan layak. Tapi di sini tidak ada sumber air jadi aku ada batasan untuk menyapu.

Bersih-bersih selesai. Lanjut penyelidikannya. Kalau aku menjelaskan susunan ruang penjaga, maka itu adalah arena tak berpintu yang langsung tersambung dengan lorong. Ketika kau pertama kali memasuki ruangan, ada lampun yang terletak di atas langsung di depanmu. Di sisi lain meja adalah kursi, dan ke kanan, ada sebuah tempat tidur. Semuanya dibuat dari kayu. Ada tiga objek seperti gantungan terpasang di dinding kiri. Kesan pertama, tempat ini benar-benar ruang kosong.

Duduk di kursi, AKu bisa melihat lorong yang ditutupi kegelapan, dan pintu besi berdiri di kedua sisi lorong. Balik ke saat ketika tempat inimasih digunakan dengan aktif, apa penjaganya duduk disini sambil melakukan tugas? Penjaga mungkin membaca buku, menulis jurnal mereka, dan ketika waktunya tiba, mereka akan mengambil lampu ini dan berpatroli dan semua orang di sel, memuncak di dalam mereka semua. Aku memeriksa lampu. Meskipun sudah kehabisan minyak untuk waktu yang lama, nampaknya masih dalam kondisi bisa bekerja.

Penasaran dengan tipe jurnal apa yang tertinggal di belakang, atau jika sesuatu lainnya di bawah tempat tidur, AKu merendahkan tubuhku ke lantai dan mencari ke bawah tempat tidur, tapi tidak berguna.

Di titik itu, AKumenghentikan penyelidikanku di ruang penjaga dan keluar ke lorong. Dia bilang ada kamar mandi di dekat ruang penjaga, dan pastinya itu adalah pintu yang berdekatan dengan ruang penjaga di lorong. Sekali aku membuka pintunya, aku melihat model toilet tua dan model pijakan tua, keduanya terbuat dari kayu, dan warna coklat kekuningan ada di sana-sini.

Baunya tak seburuk yang kupikirkan. Kebingunganku terjawab ketika aku mengintip ke dalam toilet itu. Ada sistem selokan di bawah dan aku bisa melihat air yang mengalir di jalur air. Sekitar dua meter ke bawah? Kakak sepupuku akan mengukurnya lebih akurat.

Kalau seseorang memeriksa lubangnya lebih dekat, maka mereka akan tahu bahwa ada jalan kecil yang bisa dijalani di kedua sisi jalur air. Apa penjara ini benar-benar oke? Nampaknya sangat lemah······pikiran ini masuk dengan instan, tapi kalau kau memikirkannya baik-baik, kamar mandi ini hanya bisa digunakan oleh penjaga, dan pejaga penjara tak ada alasan untuk melarikan diri ke selokan. Tentu saja, aku bukan penjaga, jadi······kalau sistem selokan terhubung langsung dengan luar, maka mungkin bagiku untuk melewatinya dan melarikan diri······.

Omong kosong.

Ta peduli ke manapun aku pergi, kalau dia membatalkan pemanggilannku maka Aku akan kembali ke sel isolasi. Walaupun ia tidak melakukan itu, selama dia memiliki ‘katalis’-ku, dia bisa memanggilku tak peduli di mana lokasiku. Secara harfiah berarti tidak peduli di mana aku berada—apa dia tidak bersiap membawaku ke dunia lain ini?

Oleh karena itu, aku akan melewatkan sistem selokan ini. Kalau beberapa variabel terjadi nantinya, maka Aku akan kembali ke sini saat itu juga. Karena aku sudah berada di sini, Aku mengosongkan kandung kemihku dan kemudian kembali ke lorong.
(TLN : Sebut saja Buang air kecil)

Satu-satunya hal yang tersisa adalah sel isolasi.

Pintu besi yang berhadapan satu sama lain, ada 20 totalnya. Setiap pintu punya lubang di tengan yang memperbolehkan orang-orang untuk mengintip ke adalam. Sebelu melihat ke dalam dan setiap dari lubangnya, AKu mencoba berteriak dahulu.

“Ada ada orang di sana!?”

Tak ada respon.

“Apa di sana, tak ada orang,!?”

Tak ada respon······setelah menyerah pada ide itu, saatnya aku hendak mengintip ke dalam lubang di pintu secara langung di samping kamar mandi.

“Kulihat pita suaramu baik-baik saja.”

Bahasa korea. Itu adalah suara yang telah aku dengar sebelumnya juga.

Khawatir, aku berbalik ke arah asal suara. Aku melihat seseorang turunke lorong dari ruang penyiksaan. Aku mengenal orang itu dan juga mengerti kenapa rasanya seolah aku telah mendengar suara itu.

1gap

Berdiri di sana dengan tubuh tinggi tegap, wajah dingin dan memakai baju besi, adalah kesatria perempuan berambut biru yang Earl panggil sebelumnya. Di tangannya, dia memegang sesuatu yang tampak seperti keranjang dengan kain putih yang menutupi bagian atasnya.

“Makanan dan pakaian. Paduka Eark memerintahkanku untuk memberikan itu semua padamu.”

Aku berkedip. Tidak, ini sedikit bermasalah kalau kau berbicara biasa.

“Uh, yah, apa yang harus kukatakan······Bahasa Korea?”

“?Apa ada alasa kenapa aku tidak harus bicara dengan berbahasa Korea?”

“Tidak, tak ada alasan khusus, tapi······. kau tidak menggunakannya sebelumnya.”

“Yah, Aku tidak adala alan untuk melakukannya di saaat yang sama.”

“······Apakau mempelajarinya?”

“Seperti yang kubilang , apa adala alasan Aku tidak harus bisa? Aku juga tahu sedikit bahasa Ezanter······bahasa dunia bawah air dan bahasa dunia surga.”

Itu menarik. Bahasa kami, yang tidak benar-benar populer bahkan di Bumi, diperlakukan sama dengan bahasa dari dunia surga.

“Dari kata-kata itu, itu berarta orang lain selain kau dan Ear juga tahu bahasa korea.”

“Ada sedikit di istana, tapi kalau kau menanyakannnya dalam skala global, maka aku tidak tahu pastinya. Yang paling utama, menelitti dunia lain luar biasa sulit untuk dilakukan sebelum Paduka Earl menemukan kemampuannya. Bahkan sekarang. Meskipun nampaknya jumlah orang yang belajar bahasa suraga, bahasa Korea, tidak terllau banyak.”

“Jadi tidak diperlakukan sama······.”

“Kalau aku mengatakannya dalam istilah orang-orangmu, maka itu jadi bahasa dunia ketiga.”

Seriusan, hanya saja siapa saja orang Korea yana datang kesini sebelumku untuk bisa mengatakan ‘dalam istilah orang-orangmu’.

“Sebagai referensi, Paduka tahu cara bicara dengan bahasa Jepang dan bahasa Inggris juga.”

“Itu mengesankan. 3 bahasa. Itu 2,5 kali lebih tinggi daripada rata-rataorang di bumi.”

“Itu adalah bakat. Itu hanyalah masalah waktu untuk tumbuhnya taring pada karnivora.”

Itu seperti mengatakan itu adalah bakat yang berhubungan dengan kemampuan mereka akan mengikut di belakang mereka. Kesatria perempuan berambut biru melangkah ke depanku dan memberikanku keranjang. Setelah meletakkan keranjangnya dan menyingkirkan penutupnya, Aku bisa melihat roti, sup, daging masak, dan buah yang nampak seperti jeruk keprok(Citrus nobilis) di dalamnya. Lebih jauh lagi ke dalam keranjang, ada botol air dan pakaian yang dilipat dengan baik.

“Makasih.”

“Kalau kau ingin berterima kasih pada seseorang lakukanlah pada Paduka Eaarl of the Silver Lion. Aku hanyalah utusan.”
(TLN : Kata ‘Lion (Singa)’ dan ‘Utusan’ menggunakan kata yang sama dalam bahasa Korea ‘사자’.)

Meskipun rasanya aku mendengar sedikit permainan kata dari kata-kata barusan, mari kita abaikan saja.

“Apa kau akan segera pergi?”

“Aku nggak sibuk.”

“Lalu bisakah kau jadi pasangan percakapan denganku sebentar?”

Kesatria perempun bereambut biru mengangkat alisnya. Kesampingkan itu, apakah itu karena dia tidak merasa benar karena telah mengambil kata-kata tidak sibuknya, atau karena dia awalnya memang berencana melakukan ini, dia menganggukkan kepalanya. Aku mengangkat keranjang dan menghadap ke arah ruang penjaga penjara, kesatria perempuan berambut biru menggikutiku di belakang.

Meletakkan makanan di atas meja, aku kemudian memberikan kursi ke kesatria perempuan. Aku menemukan tempat layak dan duduk di tanah. Kesatria perempuan duduk di kursi, tapi dia menolak makanannya.

“Aku baik-baik saja. Kalau makanan, maka aku sudah punya. Aku selalu mengurus hal-hal seperti itu secara menyeluruh.”

“Yah, kau makan saat kau dipanggil sebelumnya.”

“Sungguh, aku merenungkan apakah aku harus mengatur waktu-waktu tertentu agar aku siap untuk dipanggil. Pernah, aku dipanggil ketika duduk di kamar mandi dan celanaku masih turun. Itu adalah masalah besar.”

“Tentu saja, itu akan······mengganggu.”

“Dari semua kejadian, itulah telah jadi salah satu yang besar, jadi itu bahkan masalah yang lebih besar.”
(TLN : ‘salah satu yang besar’ dan ‘masalah yang lebih besar’ memakai kata yang sama dalam bahasa Korea ‘큰일’.)

Meskipun rasanya seperti aku mendengar sedikit permainan kata lagi, abaikan itu. Dia nampaknya seperti orang yang akan rukun dengan Soohyeon.

“Kau tidak makan?”

“Nanti.”

“Kalau karena apa yang kukatakan tadi menghilangkan nafsu makanmu, maka······.”

“Aku jamin bukan karena itu.aku tidak kehilangan nafsu makan, sederhananya karena aku tidak makan sambil bicara. Itu tidak baik untuk dilihat dan kurang ajar pada lawan bicara.”

Kesatria perempuan berambut biru mengangkat alisnya sekali lagi. Aku melihat ke arah kesatria perempuan, yang seperti itu, langsung di wajah.

“Han Yujin. Sembilan belas. Aku seorang siswa.”

“Gia Batsand. Delapan belas. Anggota Pengawal Kerajaan Silver Lion.”

Jadi dia berumur 18.

“Bagaimana sistem tahunan di sini?”

“Kalau aku jelaskan dengan istilah yang kau pahami, maka 7 adalah 1 minggu, 4 minggu adalah 1 bulan, 12 bulan adalah 1 tahun, dan ditambahkan hari libur di akhir tahun, totalnya 337 hari, karena satu hari ada 26 jam, waktu yang sebenarnya sama dengan duniamu.”

“Bulan apa sekaran?”

“Januari.”

Janiari di duniaku juga. Pastinya, harinya sama juga. 18 tahun, ya.

“Menjadi kesatria di umur segitu, itu mengesankan.”

“Tak ada yang mengesankan dariku. Karena aku putri orang terpandang dan dibutuhkan kesatria peremouan, Aku menerima pendidikan untuk menjadi kesatria sejak kecil. Tentu saja, karena aku telah menjadi kesatria, Aku bisa menyempurnakan itu.”

Yah, rookie berpartisipasi di Olimpiade juga sama di sekitaran umur segitu juga.

“Dan dari siapa kau belajar bahasa Korea?”

“Paduka Earl dan Ahyeon.”

“Ahyeon?”

“Orang korea yang Paduka Earl panggil ketika paduka masih 8 tahunan. Dia di sini sekitar 4 tahun, dan kalau kau hidup cukup lama dengan seseorang, maka itu membuatmu akan mempelajari bahasa mereka.”

Gia Bastard berbicara dengan mata yang entah kenapa disipitkan. Dari pandangannya, nampaknya mereka telah cukup dekat. Yah, kalau mereka tidak dekat maka dia tidak akan bisa bicara bahasa Korea sebaik ini.······Untukku, 4 tahun itu mengejutkan.

“Apa yang terjadi? Pada orang itu?”

Gia mengangkat bahunya. Tak ada jawaban.

“Setelah itu······berapa lagi orang Korea yang datang?”

“Banyak.”

“Apa yang terjadi pada mereka?”

Gia menatap langsung mataku. Dan kemudian,

“Han Yujin.”

Dia memanggil namaku dan dilanjutkan dengan,

“Ada banyak sampai tak terhitung hal-hal yang ada di dunia yang kau tidak bisa lakukan sesuatu apapun. Letakkan duniamu sebagai contoh, ada tak terhitung orang-orang yang terbunuh dalam kecelakaan mobil setiap hari. Diantara mereka, tak ada satupun orang yang berpikir seperti, ‘Aku akan mati kerena kecelakaan mobil’ saat mereka berjalan ke jalanan. Akan tetapi, mobil menabrak mereka adalah sebuah kenyataan. Mati adalah kenyataan. Kenyataan yang terjadi. Itu tidak akan bisa dirubah.”

Hening.

“Kau, akan matti.”

Gia melihat ke arahku dengan mata birunya.

“Anggota tubuhmu akan terpotong-potong, kuku-kuku akan menusuk matamu, lidahmu akan robek, derah perutmu akan dikoyak, dan organ dalammu akan digali keluar. Kau akan mati, dengan luar biasa, penuh rasa sakit. Itu akan menjadi kematian dengan rasa sakit yang tak tergambarkan. Tak ada jalan keluar.”

Aku mengeluarkan desahan.

“Terima kasih atas sarannya. Maksudmu?”


“Walaupun ini adalah kebebasanmu untuk mencoba dan menemukan harapan dalam percakapan denganku, Aku tidak punya kemampuan untuk memberikan harapan itu.”

“Dan alasan kenapa kenapa kau bercakap-cakap denganku?”

“? Kaulah yang menginginkanku untuk jadi pasangan percakapan denganmu.”

Jadi, kalau aku menyimpulkannya: Karena kau sesama orang malang yang akan mati, setidaknya yang bisa aku lakukan adalah mendengarkan permintaan sepelemu. Sesuatu seperti itu? Semacam keinginan terakhir.

“Walaupun begitu, tidak ada kuda di sini.”
(TLN : ‘Percakapan’ bisa dibaca ‘kuda’, dan ‘pasangan percakapan’ juga bisa dibaca ‘melawan kuda’ dalam bahasa korea ‘말 상대’.)

“······Kau ingin aku ikutan dalam permainan katamu sejak tadi, kan?”

“Apa, jadi kau menyadarinya? Ahyeon keterampilannya sangat hepat pada permainan kata.”

“Aku mulai merasakan jenis seperti apa dia······. Apa kau mau aku juga melakukannya? Aku bisa kalau kau mau.”

“Cobalah.”

“Yang paling pertama, apa ada kuda di duniaini!?”

“Ada, tapi mereka punya paruh.”

“Mereka bukan kuda kalau mereka punya paruh!”

“Tentu saja, mereka juga punya sayap dan pial.”
(TLN : Pial : Cuping merah yg lembut pd dagu atau telinga ayam dsb)

“Aku nggak nanya! Itu semua buka karakteristik kuda!”

“Ketika fajar mereka semua berteriak bersama, dan kandang langsung jadi kacau.”

“Apa yang kau bicarakan!? TIdakkah itu cuma ayam!?”

“Ditambah, mereka enak kalau mereka digoreng.”

“Mereka cuma ayam!”

Gia Bastard berdiri sambil mengeluarkan suara ‘kuh’. dia telah puas terlihat dari wajahnya.

“Kau, kau mengesankan.”

“Apa kau puas?”

“Sudah lama sejak aku mengalami percakapan yang sebenarnya seperti ini······.”

“Walaupun aku bisa memuaskanmu lebih banyak dengan mengatakan sesuatu seperti, ‘Parametermu untuk mengukur kebenaran dari sebuah percakapan memang aneh!’ atau, ‘Seorang gadis harusnya tidak menambahkan sesuatu seperti ini!’. Maafkan aku, itu bukanlah benar-benar gayaku······.”

“Kenapa tidak!?”

“Bahkan kalau kau bertanya······itu bukanlah prioritasku.”

“Itu prioritas yang aneh.”

Meskipun rasanya seperti ‘Lihat siapa yang bicara!’ akan jadi baik untuk mengatasi titik ini, ayo kesampingkan itu.

“Aku punya teman bernama Soohyeon dan dia benar-benar menikmati sesuatu seperti ini.”

“APa itu saja! Apa itu berada pada titik di masa sekarang!?”
(TLN : ‘hyeon’ dan ‘masa sekarang’ menggunakan huruf korea yang sama, ‘현’.)

Meskipun rasanya seperti ‘Ini tak ada hubungannya dengan nama!’ akan lebih baik untuk mengatasi titik ini, ayo kesampingkan itu.

Tidak, sungguh. Itu bukan gayaku, jadi berhentilah melihat ke arahku dengan mata penuh harap begitu.

“Kembali ke sebelumnya untuk saat ini, aku bersyukur kau menjelaskan hal itu dengan cara yang mudah untuk dipahami dengan menggunakan kecelakaan mobil sebagai contoh.”

“Mm.”

“Aku tidak mau aku untuk memiliki harapan yang tak berguna, kan? Itu sisi baikmu.”

“Akan merepotkan kalau kau mati sambil membenciku, lagipula.”

“Apa kau tidak mempertimbangkan kemungkinan kau akan berakhir menjadi dibenci karena telah bicara begitu? Beberapa orang tidak membenci orang yang menahan mereka, tapi mereka akan marah pada orang yang memberitahukan mereka alan mereka dikurung.”

“Aku percaya kau bukan orang semacam itu.”

“Bagaimna kau tahu?”

“Sejak kau berada di ‘hari kedua’.”

“Mmm.”

“Kalau kau orang normal yang akan kacau setelah mendengar kata-kata semacam itu, maka akan jadi tak mungkin bagimu untuk menarik ketertarikan Paduka dan tetap hidup. Kau tidak akan memiliki kesempatan bangun di tempan yang bukan rak penyiksaan, dan kau tidak akan bisa meletakkan mulutmu atau seseuatu yang lainnya yang membuang waktu Paduka Earl. Akan tetapi, kau hidup sekarang ini. Kau menerima makanan dan pakaian. Ditambah lagi, kau tidak jatuh dalam keadaan panik juga.”

Meskipun mereka adalah kata-kata terima kasih, ada seseuatu juga yang menarik perhatianku.

“Jadi ada yang lainnya. Orang lain yang melewati hari pertama.”

“Tidak banyak, walaupun”

Aku tidak bertanya apa yang terjadi pada mereka. Kesampingkan itu, Gina melanjutkan bicaraya.

“Banyak orang yang mencapai hari ketiga ada dua orang. Tidak seorangpun yang mencapai hari ke empat. Tapi, kau kau menghakimi makhluk-makhluk yang terikat di ruang penyiksaan saat ‘telah melewati hari keempat’, maka itu akan sedikit berbeda.”

Tentu saja, aku tidak berncana menghakimi mereka juga.

“Bagaimana dengan Ahyeon? Kau bilang dia tetap hidup selama 4 tahun.”

“Walaupun begitu Paduka Earl tidak seperti ini di masa lalu.”

“Tentunya, kau bilang dia berumur 8 tahun······ Apa ada alasan kenapa dia jadi seperti ini?”

Gia mengangkat bahunya.gadis ini nampaknya memiliki perbedaan yang jelas antara insiden yang dia bisa bicarakan dan yang tidak bisa dibicarakan.

Mengatur informasi yang aku tidak bisa dengar : Apa yang terjadi pada panggilan pertama Earl, Ahyeon, dan alasan kenapa Earl jadi seperti ini.

Oke, ayo gali itu nanti.

“Mau membuat taruhan?”

“Taruhan?”

“Kalau aku dengan selamat memasuki hari ke empatku. Saat Earl mencoba membunuhku······ Walaupun sekali tidak masalah, jadi tolong hentikan dia.”

Gia melihatku dengan kasihan. Aku cepat-cepat mengambil kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Jangan bicara sesuatu seperti, ‘Aku bilang sebelumnya karena aku tahu kau mungkin mendapatkan harapan semacam ini.’. Tidak akan ada satupun saat yang akan mungkin bagimu? Kau nampaknya akan menerima cukup banyak kepercayaan dari Earl,”

“Apa itu asumsimu?”

“Kau belang kau adalah penjaga. Kau juga bicara tentang saat Ahyeon dipanggil. Tidakkah berarti kau dekat dengan Earl sejak kau masih muda? Lagipula, kepribadian Earl benar-benar buruk juga.”

“Aku benar-benar tidak mengerti maksud dari pagian terakhirnya.”

“Aku katakan bahwa hubungan manusianya pasti sudah dibatasi. Ada banyak kasus seperti itu di Korea juga.”

Itu adalah ciri-ciri dari orang yang kekanak-kanakan untuk digali pada orang lain yang lebih mereka batasi dari hubungan. Sementara mengingat Eun Minseon, yang merupakan salah satu mid-bos dai kelompok Chanmi, Aku berbicara.

“Yah, kepribadian dari seseorang yang aku ketahui, yang berada dalam situasi yang sama, tidaklah seburuk seperti Earl yang kau layani···.”

“Aku bermaksud apakah Aku harus melawanmu dengan pertarungan.”

“Kau tidak bisa juga. Earl tidak pernah berkata padaku untuk menjaga tatakramaku, juga.”

Gia melipat tangannya. Meskipun mereka adalah kata-kata yang aku ucapan dengan tujuan, kesampingkan telah mengerti situasi tadi, AKu merasa ditolak. Kalau kau pikirkan, Aku harusnya tidak menyinggung kepribadian Earl. Waktu belumlah lama berlalu sejak Aku memutuskan untuk tidak terpengaruh oleh emosiku dan mengatakan sesuatu yang nggakberguna, tapi aku berakhir seperti ini lagi. Apa boleh buat. Aku tidaklah 100%. Aku—lagipula, tidak lebih daripada siswa SMA yang memiliki pengalaman mengataasi pembully-an.

“Oke, tapi kenapa aku harus menerima taruhan itu?”

“Kau kau percaya maka percakapan sebelumnya sudah cukup.”

“Bayaran tsukkomi, kan?”

Bukan, Kampret.

Orang korea yang datang ke sini, terutama pria seperti Ahyeon itu, semuanya buruk.

Setidaknya sebut itu pria yang bertindak langsung. Apa kau telah menggunakan bahasa yang asli? Tentu, walaupun di dunia lain, otaku tetaplah oraku······.

“Yah, bukan hanya itu······ Aku bilang bahwa harapan yang kau akan berikan padaku.”

Kalau aku selamat, maka pembunuhan dari tangan kanan Earl sudahlah pasti. Untuk orang yang tahu bahasa Korea dan tidak bermusuhan denganku, untuk muncul di hadapanku, ini adalah keberuntungan.

Jika kau melihatnya dari sdut pandang itu, maka berkomentar tentang kepribadian Earl seperti sebelumnya benar-benar pernyataan yang tidak perlu.

Apa yang bisa kulakukan tentang al itu?

“Kumohon.”

Aku berkata begitu dan merendahkan kepalaku. Sunyi sesaat.

Gia mengeluarkan desahan dan berdiri.

“Aku akan melakukan apa yang kubisa.”

“Terima kasih.”

Aku mengekspresikan rasa terima kasihku dengn tulus dan pasti.

Aku melihat Gia, yang mengangkat bahu, berbalik dan berjalan lagi.

1gap

Makanannya ternyata enak. Aku sudah mereasa lapar, jadi aku akhirnya memekan smuanya. Kalau aku punya beberapa teh hijau dengan ini, maka aku tidak akan mau apa-apa lagi. Memutar tubuh seseorang dengan panas yang terpancar dari segelas teh hijau panas setelah makan, adalah sensasi yang sangat memuaskan. Benar-benar disayangkan aku tidak bisa mengalaminya sekarang ini.

Aku memeriksa pakayan yang telah kuterima. Anehnya, aku menemukan celana keringat (Latihan? Tapi kalau aku bilang celana latihan maka kau tidak akan mengerti.) dan kaos. Juga, daripada kaos kaki dan sepatu, aku disiapkan sendal sebagai penggantinya. Apa ini digunakan oleh Ahyeon itu? Kalau mempertimbangkan kemampuan Earl, maka pulang pergi diantara dunia akan sederhana, jadi membawa kebutuhan rumah tangga tidak akan sulit.
(TLN : Setelan keringat disebut ‘Latihan (츄리닝)’ untuk beberapa alasan dalam bahasa korea)

Melihatnya seperti itu, seharusnya kehidupan dunia lainnya santai, tapi apa yang menyebabkannya bisa berakhir begini? Kenapa Earl jadi psikopat dan apa yang terjadi padamu, Ahyeon?

Tak peduli berapa banyak aku memikirkannya, jawabannya tidak datang padaku. Aku kekurangan banyak informasi.

Aku menggani pakaianku dalam kegelapan penjara yang membuat rasa seperti ada berat yang menarik tubuhku ke bawah. Aku memakai sendal juga. Aku melipat piyama yang aku kenakan ke tumpukan rapi dan menempatkannya ke tepi tempat tidur. Aku berencana menggunakan itu sebagai bantal.

Selanjutnya, aku meneruskan penyelidikanku.

Aku melihat ke setiap lubang yang ada di sel. Ukurang setiap sel berbeda semua. Ada beberapa pintu yang bisa dibuka dan tidak.

Aku mengatur ruangan kedalam suatu jenis penempatan.

Meletakkan ruang penjaga sebagai titik acuan, sel yang tedekat ke ruang penjaga di mulai dari 1, dan sisi kiri adalah baris A sementara sisi kanan adalah baris B.

   SEL DENGAN PINTU YANG BISA DIBUKA : A-1, B-4, B-7, A-10
   SEL TEMPATKU PERNAH DI DALAMNYA : B-5
   SEL DENGAN OBJEK SEPERTI RONGSOKAN (TIDAK BISA DIGERAKKAN) DENGAN MEREKA : A-2, B-3, B-7, B-10
Selesai.

Di ruangan seperti B-7, karena pintunya bisa dibuka dan ada sesuatu di dalamnya juga, aku meninjau sel secara menyeluruh. Ada sesuatu yang sama seperti peti batu kecil dan mayat buruk yang ditutupi keset jerami. Meskipu tubuhnya hampir sepenuhnya membusuk, jadi sulit untuk diktahui dengan pasti, nampaknya itu orang Korea.

Selain itu, banyak grafiti yang ditulis dengan darah yang tersia di kebanyakan sel. Haruskah aku menyebutnya keinginan mereka······? ada banyak simbol yang Aku tidak bisa mengerti, tapi aku bisa melihat beberapa bahasa Korea di antara grafiti-grafiti tersebut. 〈Selamatkan aku〉, 〈Siapa yang meletakkanku ke sini?〉, 〈Ibu〉, 〈Aku takut〉, 〈Namaku Kim Gwanhyeong, Aku tinggal di Beuchon〉······.

············, ······, ······························, mm.

Tahanlah.

Tenanglah Yujin.

Tasbihnya, sementara menyentuh tasbihku.

Sesuatu seperti emosi······kontrol itu sepenuhnya dan······ tarik dirimu bersamaan.

Aku hanya memiliki ingatan buruk dalam perkenalan pada gereja, karena berhubungan dengan bibiku, tapi aku tahu tak ada metodi lain untuk memperingati ingatan kematian. Di sini adalah dunia lain, dan Earl menyebutkan ‘dunia surgamu’. Dalam hal itu, maka barangkali, tidakkah berarti ada kesempatan bahwa Dewa dan Iblis mungkin ada? Kala di sana benar-benar ada eksistensi yang menonton kami, maka kumohon, Dewa di Surga, berika jiwa-jiwa malang ini ampunan. Dan yang terakhir, ijinkan mereka untuk masuk ke rangkulanmu.

1gap

Setelah aku selesai menyelidiki sel isolasi dan lorong, maka satu-satunya tempat yang tersisa untuk diselidiki adalah ruang penyiksaan, Earl of the Silver Lion membuka pintu ruang penyiksaan dan muncul.

“Anten!” Melontarkan kata yang sepertinya mirim dengan salam, dia mulai berputar layaknya gadis penyihir yang berubah. “Aku datang untuk bermaiiiin.”

“Tentu.”

“Nah Sekarang, Tn.Yujin. Hibur akuuu. Kau sudah banyak menghiburku, kau tahu? Ah hah ha ha.”

Earl lalu memanggilku ke depannya, dengan sebuah poof, dan tersenyum padaku. Aku mempelajari penampilan gadis yang barusan muncul. Dia menggunakan pakaian yang mirip dengan kemarin, tapi dengan sepatu kali ini. Melihat itu ada percikan darah di sana sini pada pakaiannya, dia pasti telah bersenang-senang di dalam ruang penyisaan sesaat sebelum datang ke sini. Selain itu, tato di punggung tangannya bewarna hitam sekarang······ Asumsiku bisa saja benar.

“Tentunya kau tidak akan mengatakan tak mungkin terlambat untuk bermain, kan? Ah hah ha. Baiklah! Nah sekarang, Aku bisa mengikatmu ke rak. Ah ha, ah ha ha ha. Aku akan bermain dengamnu sampai ke sumsum tulangmu. Dan sumsum, maksudnya secara harfiah. Aku akan mengeluarkannya dan meletakkannya ke dalam gelas kimia dengan cairan aneh lainnya······ Gya hah ha ha!?”

Tawa terakhirnya hampir bisa dipastikan tidak dilakukan dengan sengaja oleh Earl. Bagaimanapun, Ia mengeluarkan ‘Kya’.

“Apa yang kau lakukan!? Tn.Yujin!”

“Kau bilang padaku untuk menyenangkanmu.”

“Sekalipun aku melakukannya, apa orang normal akan berusaha untuk menggelitik······ gya hah ha? Uh hentikaaaaan.”

“Itu lelucon.”

“Lelucon fisik seperti ini, Aku nggak butuh!”

“Baiklah, tapi kau benar-benar tanpa perlinfungan. Earl, apa baik-baik saja bagimu untuk mengijinkan aku mendekati tubuhmu dengan begitu mudah?”

“Hm? Ah, itu—.”

“Kalau bulu terpasang ditanganku, maka sekarang, kau bisa dikelitiki dengan jumlah dua kali lipat.”

“Peringatan tenang yang rumit!?”

“Karena aku tidak menyukai sesuatu yang terlalu merangsang.”

“Aku nggak yakin apakah aku harus berkata kau tegar, bahwa kau penuh nafsu disamping terlihat seperti idiot, atau pertanyaan kenapa bulu jadi terpasang ditangamu dan bukan dipegang···.”

“Aku akan katakan sekarang, tapi kau terlalu lambat mengatakan pilihan ketiga.”

“Kau menjatuhkan penjagaanmu dengan tujuan······!?”

Dia benar-benar menikmati ini. Yah, melihat krsatria kerajaannya seperti itu juga, apa saja yang telah dia pelajari ketika Ahyeon, orang yang mengajarinya bahasa Korea, mungkin mempunyai kepribagian semacam itu.

Stidaknya, nampaknya suasana hatinya lebih lembut dibanding kemarin. Karena situasinya telah berubah dari ‘Siksaan kematian yang terjamin’ → ‘Bertahan untuk sekarang’, penyesuaiannya mungkin juga berubah. Aku harusnya tidak salah paham. Hidupku masih digantung dengan benang.

“Omong-omong, Earl. Ada sesuatu yang mengganggumu?”

Tanda tany muncul di wajah Earl yang kenikmatan.

“Kulitmu tidak terlihat bagus, jadi Aku pikir sesuatu mungkin ada yang kau pikirkan.”

Aku berkata begitu karena aku merasa ada semacam suasana yang datang darinya, tapi, aku juga berancana bertanya beskipun aku tidak merasakan apapun. Effek Barnum. Tebakan samar tapi tepat adalah metode bagus untuk membuat pihak lain memberikan informasi tentang diri mereka.

Benar saja, Earl of the Silver Lian berpikir sejenak. Nampaknya aku sebentar lagi tidak akan perlu khawatir lagi akan disiksa di rak penyiksaan.

“Apa? Nggak juga? Kalau kubilang ada satu, maka itu sama saja tak ada.”

“Apa itu?”

“Ah ha ha. Kenapa aku harus memberitahumu? Tn.Yujin.”

“Ah ha ah. Kenapa harus aku beritahukan padamu? Tn.Yujin.

“Itu berbahaya······!?”

“Tetaplah menaikkan penjagaanmu. Malang······ AKu gagal.”

“Uh, mm······.” Nampaknya Earl of the Silver Lion, psikopat, pembunuh beruntun melalui pemanggilan dan siksaan, sungguh-sungguh berpikir dalam. “Tak ada yang spesual. Hanya masalah percobaan.”

Sementara mengantarku dengan tangannya, Earl mulai berjalan. Tidak ke arah ruang penyiksaan, tapi ke ruang penjaga penjara.

“Kau berurusan dengan hal-hal pengadilan, juga?”

Earl menunjukkan giginya dan tertawa?”

“Ufufu. Tidakkah itu jelas? AKu orang yang mengijinkan Silver Coffin dan Green Orb, Korza! Sang Earl.”

“Bukankah biasanya ada departemen yang terpisah untuk itu?”

“NoNoNoNo! Di kota Kurungan ini, Aku harus mengurusnya.”

“Seberapa luas kota ini bagimu untuk melakukan itu?”

“Mm, Tn.Yujin. Itu tidaklah penting, Tn.Yujin.”

Pastinya kecil.

“Apa kasusnya?”

“Haruskah aku menyebutnya masalah penghancuran? Ada kelompok yang disebut ‘Fedchant’. itu adalah perkumpulan pedagang yang memegang posisi di salah satu dari 12 faksi utama. Itu juga kelompok keagamaan yang beribata pada salah satu dari 12 Dewa, Kepalanya Iyanko Niyaon. Yah, setidaknya.”

Kalau ada 12 faksi dan 12 dewa, maka itu berarti ada 12 kelimpok yang berukuran sama di sini. Ayo segera ingat.

“Federation of Merchants. Disingkat Fedchant?”

“YesYes. SIngkatannya begitu, juga tempatnya cukup menyebalkan. Markas mereka memlili tanah salah satu orang dikotaku. Akan tetapi, penduduk itu tak mau pergi. Markas Fredchants itu memintaku untuk menghancurkan tanah itu. Cerita berakhir.”

“Masalah semacam itu ada juga di dunia lain, huh······tidak tunggu. Mereka membeli tanahnya? Apa mereka membuat kontrak?”

“YesYesYesYes. Dokumennya valid. Disegel dengan Tanda tangan. Tidak lupa. Terima kasih banyak.”

“Maka tidakkah itu selesai? Kalau kau akan berurusan dengan masalah hak kekuasaan, maka tidakkah kau telah mematuhi mereka?”

“Masalhnya dalah perema ini, adalah yang bersikeras berkata tidak pernah menandatangani dokumen apapun. Mengklaim bahwa itu sebua telah diatur, mereka mengajukan permohonan langsung padaku.”

“I don’t get it(Aku tidak mengerti).”

“Karena bahasa Inggris, susaaaah.”
(TLN : Permainan kata lainnya, ‘it’ pada “I don’t get it’ sama dengan ‘Bahasa Inggris’ jika ditulis dalam bahasa Korea (‘영문’).)

“Aku tidak mengerti bahasa korea, juga.”

“Dia menerimanya secara alami······!?”

“Apakah ada pasangan atau kerapat menandatangani kontrak untuk kepentingan orang itu?”

“Oho. Orang yang sangat tua. Seorang anak yang tinggal di tempat lain. Fedchants memegang uangnya. Si anaklah yang menelannya. Sesuatu seperti episode 803 dari Screening Humanity?”
( TLN : Screening Humanity : https://www.youtube.com/playlist?list=PLMf7VY8La5RFsOwuXRUJYK8VmUddHqWEC)

“Kupikir ada perbedaan tipis, tapi······ kau tahu Screening Humanity?”

“Itu menghibur······ Omong-omong, bukan itu juga. Orang itu tinggal sendiri dan mereka tidak tua.”

Itu adalah cerita yang membuatku ingin berkata ‘Omong kosong apaan ini?’, tapi setelah memutar tasbihku dan mengatur informasi dengan tenang······ omog kosong apaan ini?

“Jadi kau berpikir orang itu dikontrol dengan sihir dan dibuat menandatanganinya, sesuatu seperti iu?”

Dalam tujuan untuk memecahkan situasi tak terduga, AKu tak ada pilihan lain tapi utnuk membawa-bawa sihir. Itu adalah keringanan yang ada di dunia di mana sihir itu ada. Earl of the Silver Lion mengganggukkan kepalanya.

“Itu salah satu asumsiku. Akan ada beberapa jejak tertinggal jika sihir pikiran digunakan, tapi Kupikir jawaban yang benar mungkin seseorang mencuri segelnya diam-diam dan menggunakannya.”

Sementara kami melakukan percakapan, kami memasuki ruang penjaga. Earl, yang duduk di kursi yang melepaskan sepatu botnya, menyilangkan kakinya. Dia kemudian melihatku dengan mata bersinar-sinar······ Aku mengambil desahan.

Saat aku di bawah meja, Earl terus berbicara sambil menggeliatkan jari-jari kakinya.

“Masalahnya adalah bukan hanya itu, mm, kasusnya. Fedchants memperoleh tanah dengan ukuran yang cukup besar saat ini, dan sebelas orang datang untuk mengajukan petisi secara langsung······ hm-mm, semuanya punya cerita yang sama. Tak peduli siapa yang melihatnya, jelas orang-orang mengganggu itu berkeluyuran. Betapa beraninya mereka melakukan itu di kotaku.”

“Bukankah kau menyombongak diri dengan Rintangan Langit Pertama dari Dua belas Rintangan Langit, sebelumnya?”

“Diiiiiiiiiiaaaaaaaaaaam! Ah, sedikit lebih ke sana. Bagaimanapun juga······ Aku pendatang baru diantara Dua Belas Rintang Langit.”


Untuk RIntangan Langit Pertama yang merupakan pendatang baru. Kutebak itu tidak berada dalam urutan siapa yang bergabung pertama kali. Walaupun urutannya benar, tapi itu dihitung ke atas, atau peringkatnya ditentukan oleh kemampuan seseorang? Ini ambigu, juga. Aku akan mencatat ini.

“Yah, kau masih muda.”

“YupYupYup. Aku masih muda dan sehat 16 tahun, kau tahu? Sweet Sixteen, kau tahu?”

“Yang suka menyiksa, kan.”

“Kalau kau membandingkanku dengan bunga, maka aku adalah mawar layu. Kalau kau membandingkanku dengan warna, maka aku adalarah merah tua kental.”

“Itu kombinasi asam.”

“Itu merupakan kobinasi rasa sakit!”

“Tidak, lebih seperti frementasi.”

“Itu busuk!”

“TIdakkah itu lebih buruk?”

“Siapa peduli? Itu pilihanku, tolong hormatilah, tanda kurung besar lol tanda kurung besar[ lol ].”

Walaupun itu sesuatu yang aku harusnya komentari terhadap orang itu, Ahyeon, karena Aku sibuk dengan pijatan itu, aku akan membiarkannya. Dia pasti merasa geli karena menggeliat-geliar, Earl membersikan tenggorokannya dengan ‘ehem’, dan bicara.

“Lagipula, di antara Rintangan Langit, Rintangan Langit Ganjil yang mana aku merupakan bagiannya, bagaimana mengatakannya, berbeda dari Rintangan Langit Genap.”

“Karena Rintangan Langin yang diterima pada nomor ganjil dan nomor genap berbeda.”

“Yaaaa. Kalau kau membuatnya jadi dua bagian, lalu secara struktural, seorang yangkesepian yang akan tersisa di antara Rintangan Langit. Itu ditentukan oleh nilai akademis dari bakat bawaan seseorang.”

“Ringkasan dalam satu baris : Kau tidak punya banyak kekuatan?”

Wajahku ditendang. Jadi apa itu jawabannya?

“Beraninya kau mengatakan omongan tak mengenakkan terhadapku, yang terkenal bisa mengancurkan dunia.”

Kau bisa menghancurkan dunia? Yah, Kalau tak ada bualan yang dilebih-lebihkan pada kemampuannya, maka— sesuatu seperti menghancurkan dunia adalah hal seperle.

Akan tetapi, sekalipun dia bisa ‘menghancurkan’ dunia, karena kontrak tidak datang dengan kemampuan pemanggilannya, itu adalah keterampilan yang sulit diandalkan ketika mencoba untuk melindungi kotanya sendiri.

“Apa skala Fedchants terlalu besar untuk dihalangi sekaran?”

“Itu benar······ ditambah lagi, Fedchants memiliki Rintangan Langit juga. Dan orang itu adalah pimpinan mereka. Fedchant dipimpin oleh Rintangan Langit Kedelapan dari Dua Belas RIntangan Langit, sang ‘Equivalent Exchange(Princess : Steel)’, yang dikenal sebagai Golden Sky.”

“Kenapa Princess: Steel?”

“Karena Aku adalah orang yang menambahkan pemaparan di dalam tanfa kurung, Dan kenapa ‘steel’? Uh——itu pertukaran yang sepadan.”

Aku percaya bahwa Ahyeon harus bertanggung jawab untuk ini. Seriusan.

“Sebagai referensi, nama panggilan mereka di dunia kami adalah, Kurd–Ox, Qisvellro satane······.”

“AKu nggak ngerti bahasamu, jadi kau bisa hentikan. Kesimpulannya anggota Rintangan Langit memulai pertarungan denganmu?”

“Yaaaaa. Yah, Sekalipun kau menghilangkan anggota DUa Belas RIntangan Langit, Fedchants tetap saja bukanlah orang-orang yang sepele. Bagaimanapun, dokumen mereka sempurna karena mereka adalah kesatuan pedagang.”

Kalau pedagang dan dokumen memiliki kekuatan, maka itu berarti dunia ini cukup beradab juga. Sementara Aku memikirkan itu, Earl menggembungkan pipinya.

“Jadi itulah kenapa aku terganggu, dan itulah kenapa Aku memberikan enema ke pemproduksi susuku, Si★Pelayan di Surga dengan susu miliknya tadi······.”

“Dan karena suasana hitimu tidak meningat, kau datang kesini. Begitukah?”

“Di sana di sana. Ah, lakukan itu di sana sedikit lagi.”

Earl of the Silver Lioan menyandarkan punggunya ke kursi sambil mengeluarkan ‘Hoo’. sementara Aku membengkokkan jari kelingking kakinya ke belakang, Aku menanyakan pertanyaan.

“Apa yang mereka rencanakan dengan tanahnya?”

“Mereka berencana membangung kantor cabang Fedchant di kota Kurungan.”

“Tidakkah itu hal bagus?”

“Nggak juga. Kaota ini tidaklah be······ Maksudku, kota ini besar, tapi Aku tidak berpikir sekalanya dimna yang dibutuhkan kantor cabang. Tambahan untuk ini, Kalau kantor cabang Fedchan datang, maka kantor cabang Mage Tower akan datang bersamanya— aku tidak mau itu.”

“Mage Tower?”

“Haruskah aku sebut Perkumpulan SIhir atau Asosiasi Mage? Itu adalah tempat di mana semua kelompok mage dan mage adalah anggotanya. Sebagai referensi, Aku bukanlah anggota di sana.”

“Kenapa tidak······ Kau nggak akan menjawab itu, kan?”

“Ufu. Aku kau benar-benar bukan Sorcerer dari dunia Taman? Mm······ AH, maafkan aku. Kaua dalah anak laki-laki, kan, Rn.Yujin.”

Aku nggak bisa paham kenapa jadi anak laki-laki dibawa-bawa sampai sini.

“Kenapa kau berpikir mereka mencoba mulai bertarung denganmu?”

“Ha-mm? Ada banyak hal yang ada di pikiranku, jadi Aku nggak yaaakin.”

“Kau nnggak mendapatkan dendam.”

“Aku bisa memikul semua kebencian di dunia. Ada saat di mana aku hidup di sana bahkan aku berpikir menyukainya.”

“Jadi kau nggak tahu?”

“Buka lembaran baru. Earl of the Silver Lion yang baru, aktif. Yay.”

“Bagaimana dneganku dan segala hal di ruang penyiksaan di sebelah sana?”

“Itu baik-baik saja! Nggak masalah selama kalian semua berasal dari dunia yang berbeda, jadi kalian memiliki nol kemanusiaan benar! Nggak masalah selama kalian semua alien yang tak memiliki kekhawatiran tentang pembalasan dendam! Kalau kalian akan membenci sesuatu, bencilah dunia malangmu yang tak memiliki teknologi penjelajahan ke dunia lain, menembus dimensi yang berbeda, dan memiliki kemanpuan melakukan perjalanan yang lebih cepat dari kecepatan cahanya.”

“Kulihat surga Duniamu adalah tempat yang lemah.”

“Mm— Ah. SI Pemproduksi Susu(Merek Surga), adalah milikku, ada cerita mendalam dibelakangnya.”

“Cerita apa?”

“Aka menolong Iblis dan mendapatkannya.”

“Itu nggak mendalam sama sekali. Dari Tangan Iblis ke rorang lain.”

“Ah hah ha. Sekalipun kau melarikan perkembangan yang menyedihkan, taku masih akan berada di perkembangan keputusasaan lainnya.”

Aku harus memastikan kata-kata itu tidak berakhir padaku.

“Dan jadi—apa yang akankau lakukan?” Aku menanyainya sambil menggelitik sudut kakinya. “Kau harusnya ada ide.”

“Itu Aku punya, tapi······ Mm~ Ah hah ha. Tak ada hubungannya denganmu, Tn.Yujin, benar? Itu urusanku.”

“Tekunnya.”

“Karena Aku Earl of the Silver Lion yang baru. Yah, meski dalam hatiku, ‘Aku nggak peduli dengan sesuati seperti bekerja!’ dan ‘Aku cuma ingin keluyuran’ akan diteriakkan. Kerja tetaplah kerja. Kukatakan aku akan melakukannya dengan baik······ untuk sekarang.”

“Apa kau punya motif?”

“Aku meninggalkan hal-hal sendirian untuk waktu yang lama jadi ini jadi kacau dan itu jadi kacau. Meskipun persaan kehancuran dan ketidaksenangan publik menjadi MAX. Semua yang aku lakukan tidaklah ada, tapi tidakkah ini terlalu banyaaaak? Inilah kenapa massa yang dungu tidak berguna, adalah apa yang Earl of the Silver Lion, Earl of the Silver Lion pikir.”

Ayo pura-pura aku tidak mendengar baris terakhir.

“Lalu tidakkah kau harus berurusan dengan itu?”

“Hm. Apa kau khawatir, Tn.Budak? Khawatir tentang apakah kerjaan tuanmu akan selesai atau tidak? Ufufu.”

Setidaknya, Aku tahu baik bahwa kesempatanku untuk ke ruang penyiksaan tergantung bagaimana suasana hatimu. Aku tidak mengatakannya dengan kuat.

“Apa yang akan kau lakukan?”

“Mm~ Apa ya yang harus kubilang? Mulutku mulai sakit sekarang. Aku nggak benar-benar akan memberitahumu, kau tahu? Letakkan usaha lagi ke dalam pesannya······ Gya hah ha ha!?”

“Aku bilang padamu, kontak fisik terlalu mudah.”

“Apa, itu curang! Sudah, tunggu. Ah, gya hah, ah, itu benar-benar geli! Hentikan!”

“Beritahu aku. Kalau nggak, maka aku akan melepaskan kaos kakimu dan menggelitikmu.”

“Heuguk!? Uub, gya hah ha ha. Sudah, uh, kyang! TungguTunggu, Rota—zio! Bagamana bisa kau mengelitiki kakiku, bagaimana bisa kelitikan jenis ini nggak normal, bagaimana bisa itu jadi teknik yang berlebihan ketika kau mengkailkan jari-jarimu keatas, sementara memanfaatkan kacing di pergelangan tanganmu, dan membuat gesekan dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah dengan pergerakan yang cepat, hagyuu, he-hentikan. Kalau aku mengalami sesuatu seperti itu, mmm, Kalau aku menderita terus karena sesuatu seperti ituuuu··· Niyuuuuuuuuuuu······.”

Earl, yang terengah engah seperti kucing ataupun hewan kelelahan dengan lidahnya yang keluar, mendorongku dengan kakinya. Aku dengan patuh muncul dari bawah meja dan duduk ke tempat tidur. Sementara membungkuk ke arah meja dan memakaikan sepatunya, Earl berbicara.

“Tak ada yang bisa dilakukan, benar? Itu adalah situasi di mana pertukaran telah ditetapkan. Ugh, lagipula ada hal ini itu yang AKu tidak sukai dan berpikir itu tercela, Aku harus mematuhi hukum.”

“Nggak disangka-sangka kau bersungguh-sungguh.”

“Aku orang yang bisa hidup tanpa hukum Kalau ada sesuatu, Aku orang yang akan lebih suka tanpa hukum.”

“Depan dan belakang memilika arti yang berbeda. Jadi, di mana dokumennya?”

“Hugyuu? Dokumen? Kala itu, maka ada di kantorku. Ada apa tengan dokumennya?”

“Aku cuma berpikir kalau dokumen-dokumen itu hilang, maka kau nggak ada alasan untuk khawatir.”

“··················, ·········, ························, ············, ·································.”

Ke arah Earl of the Silver Lion, yang melihatku dengan mulutnya yang sedikit menganga, Aku mengembalikan pandangannya tanpa mengatakan apapun.

Mengatur informasi atas situasinya : Fedchant vs Warga Kota Kurungan. Dukumen yang terlihat ilegal adalah masalahnya. Kemudian tidakkah itu akan selesai kalau dihilangkan? Karena memilih informasi yang tepat, sambil tidak tersapu oleh teks tiruan yang amat banyak adalah sesuatu yang telah aku lakukan dikeseluruhan Perang 8 Tahun.

“Uh, mm······ ta-tapi, Tn.Yujin? Itu nggak dibolehkan, Mr.Yujin.”

“Kenapa nggak boleh?”

“Karena, Mr.Yujin, Aku menerima pengajuan dokumennya, kau tahu? Kalau dokumen-dokumen itu menghilang maka, Tn.Yujin, sisi yang menerima dokumen-dokumennya akan disalahkan, kau tahy? Tn.Yujin, Fedchant akan mengambil langkah legal terhadapu, kau tahu? Tn.Yujin.”

“Ah. APa itu masalah? Kau tak bisa membuatnya, jadi fakta bahwa kau menerimanya tidak akan pernah terjadi?”

“Tak peduli bagaimana kau melihatnya, itu sedikit······ huku harus dipatuhi.”

“Jadi nggak tidak cukup tinggi untuk mengabaikan hukum, huh?”

“Daripada menyesal. Suatu hari, aku ingin jadi bangsawan yang cukup hebat untuk mengabaikan hukum, tapi tidak akan terjadi.”

“Ya, itu akan sulit.”

“ItubenarItubenar. Nya-nya-nya.”

Menghadap Earl of the Silver Lion, yang mengeluarkan desahan sambil mengelap dahinya, Aku berbicara.

“Kita tidak tahu kapan disampaikan pertama kali, tapi setelah menginverstigasinya dengan seksama, oh sayang, kita menemukan bahwa mereka menempah kertas rumit, itu akan sulit kalau situasinya seperti itu.”

“·········, ·····················, ···, ······, ····································.”

Earl mengeluarkan erangan.

“Tapi, kalau sisi itu mengatakan sesuatu.”

“Kalau fakta mereka mengatur dokumen-dokumen itu dengan metode ilegal dari awal adalah benar, maka mereka tidak bisa mengatakan apapun.”

Dia mengeluarkan suara ‘Hm—’.

“Tapi, lawannya Fedchant.”

“Kau bilang mereka tercela. Hancurkan mereka. Kau aristokrat, kan?”

Dia mengeluarkan suara ‘Gyauu······‘.

Senyap sesaat.

Earl berdiri. Dia terliahat merogoh pakaiannya dan menarik kalung kecil.

“Gia Batsand, Aku secara spesial memanggilmu dalam mode meyerang!”

Aku nggak yakin kalau dia dalam bentuk menyerang, tapi Gia Batsand sipanggil. Dia pasti tidak sedang bertugas karena dia tidak memakai armornya dan memakai pakaian sederhana. Dia berbaring dan memegang buku di tangannya, itu buku bersampul tipis. Judul bukunya ‘Dan Master Muda Menari di Atas Tangan Butler Kejam.’. Di covernya ada laki-laki yang memberikan rasa elegan dan butler berkacamata dengan tatapan tajam terlihat memeluk si anak laki-laki dari belakang······.

Ayo pura-pura aku tidak melihatnya.

Ini dan Itu.

Lebih dari satu cara.

“Korza!!”

Gia memproses situasi dengan cepat dan mengeluarkan teriakan. Setelah melihatku dia membeku dan menjatuhkan bukunya. Itu kemajuan yang hebat dibanding saat dia mengabaikanku meskipun telah bertemu mataku kemarin.

“Korza, Ah. Nansitondel’ zes’ ko! Libara–Siasa’ zes’ niano!”

“Aku akan melakukan itu lain waktu. Pokoknya, kirim! Kita akan mengembalikan tanah di mana kita pernah hidup! Tarz!!”

Ucap Earl dan memanjat punggung Gia. Alih-alih memerintah, Earl menjambak rambut Gia······atau tidak. Dia meraih bagian belakang bra yang Gia kenakan di bawah bajunya. Bukan, akan bekerja lebih baik dengan memerintahnya bukan menjambak rambutnya? Meskipu tampak sepertinya Gia mencoba mengatakan protes, Earl membatalkan pemanggilannya dan dengan ‘poof’, mereka menghilang. Satu-satunya hal yang tertinggal adalah novel BL yang Gia jatuhkan.

Untungnya, tampaknya raja kami, Shahryar, akan tidur selama satu malam.

Alasan kenapa aku tidak bisa menikmati perasaan ini dengan jujur kemungkinan besar bukan karena novel BL yang jatuh di depanku.

······Benarkan?

1gap

Dan dengan demikian, laporan dari investigasiku.

Pertama, Kuku Earl of the Silver Lion. Aku bisa memastikan bahwa jari kelingking tanga kanan Earl telah menghitam setelah memanggil Gia.

Atu-satunya pemikiran yang bisa aku pikirkan adalah ‘penggunaan terbatas’. Sesuatu seperti jadi tak bisa menggunakan kemampuannya sama sekali kalau semua kukunya berubah jadi hitam······ karena tato di tanan kirinya telah menghitam lagipula kuku di jari di tangannya yag itu juga menghitam, dan kemudian melompat ke kuku di tangan kirinya, itu berarti masukkan sepuluh jari dan dtato di kedua punggung tangannya, batasannya pasti 12 kali. Karena tak mungkin ada kemungkinan jumlah lagi dia bisa menggunakan kemampuannya, kemudian sesuatu seperti direset setelah jangka waktu yang ditetapkan······ Aku tak punya cukup informasi untuk memastikannya. Ayo kita ingat ini dulu.

Kedua, Aku memutuskan untuk menunda investigasi pada ruang penyiksaan kembali lebih lanjut. Aku kelelahan untuk menatap kolam darah di dalam pintu itu. Aku hampir mati di sana, kau tahu? Aku akan tidur.

Dan terakhir······ novel yang Gia jatuhkan. Setelah memungut dan mempelajarinya, Aku menemukan bahwa itu dirilis sekitaran 5 tahun yang lalu. Label penerbitnya ada di tempat dengan nama permata di atasnya. Ada sidik jari di halamannya dan terlihat dari tanggal perilisan, kemungkinan dibawa oleh Ahyeon.

Earl, bawahanmu melepas stresnya dengan BL.

Kau seorang otaku, juga. Kau harus menghilangkan setresmu dengan—sesuatu yang sehat, seperti ini.

Bukan sesuatu seperti menyiksa.

Buka kekejaman tertutupi darah.


Umumnya, bukankah seharusnya waktu luang anak muda dihabiskan dengan sesuatu yang sehat——? Sesuatu di jalur itu.


Apakah hal bagus akan terjadi kalu aku bisa melakukan ini wajahnya······.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter