Your and My Asylum volume 1 chapter 1 Bahasa Indonesia

Light novel Your and My Asylum volume 1 chapter 1 Bahasa Indonesia





Aku membuka mataku. Bau jamur menusuk hidungku.

Aku terbatuk sekali dan melihat sekitarku. Sebuah ruang tertutup yang terdiri dari dinding batu yang diselimuti kelembaban. Termasuk pintu besi yang ditempatkan di depanku, tak ada lagi yang lain. Karena memikirkan ruangin ini, kemiripan dengan sel isolasi memasuki pikiranku. Jika demikian, maka sepuluh ke satu, ini kemungkinan besar sel isolasi.

Bau jamur.

Meskipun serasa seolah-olah ada tumpukan hal-hal besar yang bisa kutanyakan, pertanyaan seperti ‘Di mana ini?’ tidak penting. Apa yang bisa kulakukan dengan informasi itu? Itu berarti. Hal-hal penting seperti ‘Kenapa aku dibawa ke sini?’, ‘Bagaimana aku dibawa ke sini?”, Dan ‘Apa yang aku lakukan mulai dari sekarang?’.

Sementara menyentuh tasbih di pergelangan tanganku, aku mengingat hari sebelumnya.

Tidak ada sesuatu yang khusus terjadi. Meskipun setelah Tahun Baru terlewati, Aku bangun sekitar jam 5 lagi, membasuh muka, mandi setelah joging ringan, membuat sarapan, makan bersama pamanku, bibiku, dan adik sepupuku Miyeong, dan mencuci piring setelah selesai sarapan.Setelah itu aku berangkat sekolah. Karena aku akan masuk ke tahun ketigaku di SMA libur musim dingan telah selesai, Aku keasyikan sendiri belajar. Saat sore, Aku ke rumah sakit dan menjenguk Minhee. Setelah itu, Aku kembali ke rumah dan latihan. Kemudian membersihkan bagian dalam rumah, Aku menyiapkan makan malam dan makan dengan bibiku dan Miyeong duluan. Aku kemudian mencuci piring, kembali ke kamarku dan mengerjakan PR, dan kira-kira saat aku selesai bersih-bersih, pamanku pulang dari bekerja, jadi Aku membuatkan makan malam untuknya dan mencuci piring lagi. Begitu aku selesai mengerjakannya, sudah jam 10, jadi aku belajar sampai jam 12 dan pergi tidur.

Dan ketika aku membuka mata, Aku sudah seperti ini. Rasanya membingungkan sekali, Aku memikirkannya sambil menyentuh tasbihku.

Aku mengecek pakaianku. Semua yang aku gunakan adalah baju tidur yang aku pakai sebelum tidur dan tasbih yang selalu akan aku pakai di pergelangan tangan kananku. Kacamata yang aku letakkan di sebelah kepalaku saat tidur sudah hilang. Walaupun aku bisa menemukan smartphoneku setelah merogoh kantongku, ikon tidak ada sinyal ditampilkan.

Oleh karena itu······tidak peduli berapa banyak aku memeras otakku, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa aku telah diculik dan di kurung di sel isolasi penuh jamur, yang mana cahaya dan sinyal radio tidak bisa masuk. Tidak, ini lebih buruk daripada sel isolasi. Di sini bahkan tidak ada toilet.

“Apa itu kau, Chanmi?”

Pemimpin dari pembully yang telah menyiksaku——dipandang sebagai putri dari konglomerat Joo Group——Aku memanggil nama Joo Chanmi dan memandangi sekitar. “Menyerahlah. Kita sudah membereskannya setahun yang lalu, kan? Melakukan sesuatu seperti ini sekarang hanya akan mempermalukanmu.”

Tak perlu untuk pura-pura tenang. Aku sudah secara konstan untuk selalu tenang sejak Minhee masuk rumah sakit.

“Kau mungkin tidak bisa menggerti meskipun kalau aku mengatakan padamu ini kejahatan. Bagaimanapun juga, Aku pikir kau setidaknya punya harga diri, tapi kau bahkan tidak punya itu?”

Alasan aku dibully itu sepele. Meskipun begitu, motif dibelakang ketetapan hatiku untuk terbebas dari siksaan itu tidaklah sepele, jika dipisahkan dari waktu yang bisa dipuji, metode Yang aku gunakan untuk terbebas dari pembullyan tidak bisa melakukan apapun selain sesuatu yang kecil. Aku telah memecah belah kelompok Chanmi dan membangkitkan giliranku. Jika kau melihatnya dengan tenang, perjuangannya seperti jenis catur, Janggi, atau Go. Tak terbantahkan lagi jika itu sama seperti permainan papan, dan pada akhirnya, kelompokku telah melawan kelompok Overpower Chanmi——menang melalui tepian sempit.

Jadi ‘Perang 8 tahun’ itu harusnya sudah selesai sejak 1 tahun yang lalu saat musim panas ke-18 dalam hidupku.

“AKu tidak puas. Atau karena penyelesaianku tidak tepat?”

Tidak ada metodel lain untuk menjelaskan situasi ini. Mungkin ini berbeda kalau dibandingkan dengan aku diserang di belakang kepalaku saat berjalan di jalanan, tapi untuk bisa menculik seseorang yang tidur di tempat tidur dan rumah mereka, dan membangun sesuatu yang mirip sel isolasi seperti ini, hal seperti itu hanya mungkin dilakukan seseorang yang memiliki banyak sekali kekayaan dan kekuatan orang-orang, dan di antara orang-orang yang memiliki semua itu, satu-satunya yang memiliki hubungan dengan nasib tak baik denganku hanyalah Chanmi.

“Joo Chanmi.”

Aku berdiri. Ruangan tertutup ini apakah aku berdiri atau berbaring. Meskipun kalau kakak sepupuku, yang saat ini bekerja dengang pemerintah berada di sini, dialah yang punya kemungkinan terbesar bisa secara akurat mengukur ukuran ruangan ini. Mengandalkan mataku sendiri untuk mengukur ruangan, lebar dan tinggi tampaknya sekitar dua meter. Bau busuk dari jamur.

Karena aku tidak bisa menemukan spapun tidak peduli berapa banyak aku memandangi sekelilingku, aku mendekati pintu. Sebuah pintu berat yang dibuat dari beberapa bahan hitam dengan pegangan yang tak bergerak terpasang. Aku mencoba meletakkan kedua tanganku ke pintu dan mendorongnya, tapi pintu itu tidak menunjukkan tanda apapun untuk terbuka. Aku menyerah pada usaha sia-siaku dan memutuskan untuk menatap pintu lebih seksama······. Aku kemudian mengetahui.

Di sana ada sebuah lubang sekitar 1,5 meter dari bawah pintu. Itu adalah lubang yang dibuat dengan maksud mengintip melalui pintu. Karena aku setinggi 175 centimeter, Aku membungkukkan punggungku dengan maksud melihat ke luar lubang. Aku merenungkannya sesaat. Bagaimanapun, karena tidak ada pilihan lain, aku merendahkan diriku
dan menuju ke lubang.

Dan kemudian, aku bertemu dengan mata seseorang.

1gap

Paruh pertama. Aku dibully selama 4 tahun. Paruh kedua. Aku berjuang kembali untuk 4 tahun. Akibatnya, Jumlah waktu yang kuhabiskan sebagai pemenang tidaklah lebih dari 1 tahun. Aku telah menghabiskan waktuku untuk mengatur bara di sekolah dan mendorongnya ke rumah, itu adalah jumlah waktu yang tidak cukup bahkan untuk melupakan insting bertahan hidupku. Kemampuan membaca aliran emosi dan suasana orang lain masih berfungsi dalam diriku. Mata yang bertemu dengan pandanganku, menurut pendapatku adalah—.

Pertama, itu bewarna abu-abu keperakan yang terasa seolah-olah bisa menghapuskan kegelapan meskipun mirip dengan ketebalan salju yang telah diinjak dan hancur.

Di tengahnya, ada retakan tertentu terletak di sana.

Setelah itu, meskipun ketika mata kami bertemu, tidak ada tanda dari mata itu untuk menjauh atau berkedip.

Dan seolah ada sesuatu yang lucu—dia tersenyum.

“,······, ··················, ······.”

Kekuatan mengalir menuju ke tanganku yang memegang tasbih. Tekan. seolah aku mencoba untuk menghancurkannya, Aku menekan tasbihnya. Aku baru saja bisa memperoleh ketenanganku lagi setelah menekan satu biji tasbih. Ini baik-baik saja. Baikbaiksajabaikbaiksajabaikbaiksaja. Tenanglah. Tenanglah, aku. Pikirkanlah. [Yujin, tidakkah kepalamu benar-benar bagus?] Itu benar. Karena aku punya kepala yang bagus, Aku perlu berpikir tenang kapanpun dan dimanapun aku.
(TLN : Baris […] Berarti Dia mengingat orang lain pernah ngomong gitu padanya)

“Siapa?”

Aku bertanya dengan tenang. Mata abu-abu? Ini pertama kalinya aku pernah melihat mata itu.

“Apa kau punya hubungan dengan Chanmi?”

Orang asing? Kalau ini tidak bayangan dari warna biru, sulit untuk pupil bisa bewarna perak. Oleh karena itu, warna dasarnya pasti biru, berarti dia mungkin orang asing. Apa Chanmi menyewa orang asing? Meskipun tidak ada yang tidak mungkin baginya, tidakkah itu terlalu banyak lompatan? Di saat aku berpikir begitu.

Pihak lain mulai tertawa.

Ah hah. Tawa yang aneh. Ah hah hah hah ha. Suara tak biasa dimana seseorang butuh menggerakkan lidahnya untuk membuat tawa itu, dan sekarang, itu terdengar seolah dia benar-benar menikmati situasinya. Ah ha, ah ha ha ha ha, ah hah ha······. Mata yang ada di sisi lain lubang pintu bergetar sedikit. Pupilnya tidak bergetar, tapi kepalanya bergerak membuat mereka muncul seolah-olah mereka bergerak. Matanya sendiri, tanpa sedikitpun tanda bergetar, tetap tersenyum.

Tanpa kata apapun, Aku menunggu tawanya berhenti. Saat plastik transparan mengalir, bau jamur menyerbu hidungku. Bau yang mengerikan. Secepatnya, tawanya berhenti, tapi bau yang terasa seolah menjadi teraduk di hidung tidak pergi kemanapun.

Pihak lain bicara.

“Chanmi? Siapa ituuu?”

Itu seorang gadis. Suara gadis muda yang belum pecah (Gadis mengalami sesuatu yang mirip dengan suara pecahnya laki-laki). Bagaimanapun juga pelafalan canggungnya lebih menguatkan asumsiku kalau dia adalah orang asing. Selain itu, aku menjadi yakin akan fakta lain. Ini adalah pertama kalinya aku mendengar suara ini.

“Kau siapa?”

Tidak lama kemudian suaranya telah berubah. Aku tidak kehilangan ketenanganku, tapi menjadi tenggelam lebih jauh.

“Apa kau bicara tentangku? Apa kau penasaran ?” di sisi lain, suaranya semakin semangat. Suara tawa bergema sekali lagi. “Okay. Aku akan mengajarimuuuu—”

Matanya menjauh dari lubang, tapi karena bidang pandangkku sudaj terlalu sempit, aku hampir tidak bisa melihat apa-apa lagi di luar.

“Sekarang. Aku. Adalah.”

‘Lihat kedepan!’, terasa seolah tubuhnya mengucapkan itu saat dia melebarkan bahunya. Pemandangan tepi pakaiannya yang naik turun memasuki pandanganku sebelum pemandangan itu menghilang.

“Rintangan Langit Pertama dari 12 Rintangan Langit, langit terdalam!!”

Kibaran sudut pakaiannya muncul di bidang pandangku sekali sebelum menghilang sekali lagi. Itu rok atau jubah. Dalam hal ini, dia mengenakan banyak pakaian.

“Meskipun akan bagus untuk menyebutku sebagai ‘The Gate of Simla (The Lost Gate)’, Aku seseorang yang orang lain sebut sebagai ‘The Universal Summoner(Princess : Freatly)’-!!”

Rasanya seolah dia membuat pose dengan menekan tangannya ke dahinya sambil berteriak ‘Betapa tak sopan!’, tapi Aku tidak bisa melihatnya.

“Mage dan Lord dari Kota Kurungan(Asylum)!! Aku Earl of the silver Lion- !!”

Melegakannya, pintu ini tertutup. Kalau terbuka, maka gendang telingaku akan mendapat kejutan. Sambil aku berpikir begitu, mata orang yang mengaku dirinya Rintangan Langit Pertama dari 12 Rintangan Langit, Universal Summoner, Earl of silver Lion muncul di sisi lain lubang sekali lagi. Terlihat ada suara Gedebuk, nampakya dia terjedut ke pintu.

“Dan alasan kenapa kau di sini, itu karena! Aku! Memanggilmu dengan bang—!! Karena, pemanggilan spesialku!” matanya bergerak untuk beberapa saat sebelum Gedebuk! lainnya, dia cepat-cepat mendekat lagi, disetai dengan getaran kecil pintu.

“Bagaimana itu? Apa penasaranmu sudah terpuaskan—? Ah hah hah hah ha ha ha······!!”

Yah, Aku mengerti dengan baik bahwa kau itu gila. Kupikir.

1gap

Mengesampingkan kekehan Earl of silver Lion (Ngaku-ngaku), aku meninjau ulang fakta yang bisa kukumpulkan.



Pertama, aku diculik.

Kedua, tampaknya penculik berada di balik pintu, dan dia adalah gadis yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

Ketiga, penculik adalah seseorang yang menambahkan nama panggilan menggelikan pada dirinya seperti ‘Mage dan Lord’ dan ‘Universal Summoner’, jadi siapa orang gila yang menderita penyakit kronis yang dikenal sebagai Chuunibyou, seperti Eunji atau Hanjeun.

Keempat, meskipun masih menjadi misteri apa yang direncanakan gadis ini padaku, baik itu pintu besi dan sel isolasi······telah melewati batas kejahatan yang bisa diatasi hanya dengan mengatakan ‘Maafkan aku, leluconku sudah keterlaluan, Ehe’.



Aku memutar tasbihku.

‘Jangan main-main denganku!’, marah seperti itu akan mudah. ‘Kau pikir apau yang kau lakukan padaku?’, meneriakkannya sederhana juga. Akan tetapi, apa yang akan berubah kalau seseorang melakukannya? Akulah orang yang saat ini sedang terbatas. Fakta bahwa seseorang harus menghindari prilaku gegabah samapi mereka mendapatkan maksud dari niatan pihak lain, ini adalah sesuatu yang sangat jelas aku tidak perlu mengingat ‘Perang 8 Tahun’ dengan Chanmi untuk mengetahuinya. Aku berbicara dengan suara yang tidak bisa menyebabkan kejengkelan.

“Aku Han Yujin. Seperti yang bisa kau lihat, Aku Pria dan Aku akan memasuki tahun ketigaku di SMA nanti. Aku akan berumur 19 tahun ini.”

Tidak peduli seberapa menggelikannya kata-kata pihak lain, kau harus merespon dengan sewajarnya. Kau harus mengenalkan dirimu. Kalau kau ingin menanamkan fakta bahwa kau memiliki ‘hidup yang kau miliki sampai sekarang’ dan kau ‘manusia’ pada pihak lain, maka ini adalah salah satu metode terbaik untuk dilakukan juga. Kalau kau gagal membuat pihak lain sadar fakta tersebut, maka mereka tidak akan mempertimbangkan kau sama dengan manuisa dan mereka akan melakukan sesuatu yang bengis padamu tanpa sedikitpun rasa bersalah di hati nuraninya. Alasan kenapa Nazi卐 mampu membantai orang-orang Yahuni karana orang-orang Yahudi tidak dianggap ‘manusia’ yang sama dengan mereka.

“AKu suka teh hijau, injeolmi, dan musik klasik. Aku tidak menyukai sesuatu yang memberikan terlalu banyak rangsangan.”
(TLN : Injeolmi adalah jenis kue beras (tteok) yang terbuat dari adonan tepung beras ketan yang ditumbuksampai kenyal. Setelah ditumbuk, dipotong kecil-kecil dan ditabur tepung kacang tanah dan kedelai.)

Dalam situasi ini, menyadari bahwa pihak lain lebih muda darimu tidaklah pernah merupakan variabel yang baik. Aku belum melupakan insiden yang melibatkan orang bernama Shin Eunji——orang yang berkata sebagai, Malaikat Hitam dari Choir of Alcania, mereka memiliki 7 kepribadian yang berbeda dan masing-masing kepribadian memiliki kemampuan khususnya masing-masing (Untuk beberapa alasan nama kepribadian mereka berada dalam bahasa jepang). Fakta bahwa jenis orang ini tidaklah matang, yang hampir tidak mungkin untuk berpikir dengan mereka, mereka tidak memiliki sejumlah besar penahan diri dalam tindakan mereka, dan hanya karekteristik ini saja yang bisa membuat mereka jadi menakutkan, ini adalah sesuatu yang telah terukir dalam tulang-tulangku.

“Jadi, Nona Earl of  the Silver Lion, dengan tujuan apa kau memanggilku?”

Earl mengedipkan matanya. Sesaat kemudian, senyumnya kembali.

“Ah hah ha ah. Mm. Apa kau tidak terlalu tenaaang?”

“Apa itu mengejutkan?”

“Ngaaak!! Yah, itulah sesuai harapan. Sesuai.” dia berbicara setelah tertawa kecil sekali, “Sesuatu seperti mencoba menggunakan kepalamu untuk memikirkan trik picik. Aku bisa mengetahuinya dengan jelaaaas.”

“Itu jahat. Aku tidak menggunakan kepalaku untuk memikirkan trik picik.”

“Lalu kau menggunakan kepalau untuk menumbuhkan rambut putih?”

“Walaupunaku tidak punya.”

Karena situasinya seperti ini, rasanya seperti beberapa kekuatan benar-beanar datang.

Bagaimanapu juga, dia salah. Aku tidak benar-benar mencoba untuk berpikiran ‘trik picik’. Aku hanya menggunakan semua kemampuan manusiaku untuk memanfaatkan kepalaku. 〈Apa dia benar-enar tidak berhubungan dengan Joo Chanmi?〉, 〈Tapi di sini masih ada kesempatan bagus bahwa dia orang asing yang disewa Chanmi〉, 〈Lalu kelakuan seperti orang gila itu adalah pura-pura?〉, 〈atau apa dia dipandang sebagai putri beberaa CEO perusahaan asing dan memutuskan untuk menculikku karena dia maniak dalam tingkatan dia tidak akan jatuh di belakang Chanmi?〉, 〈Bagaimanapun juga, ada beberapa alasan kenapa dia menculikku.〉, 〈Kalau seperti itu, maka apa?〉

“Omong-omong, kanapa kau memanggilku? Seharusnya ada alasannya.”

〈Apa kau tidak memerlukan alasan karna kau gila?〉, 〈Itu diragukan. Fakta bahwa aku ‘dipilih’ berarti si Chuunibyou tertarik pada sesuatu tentangku.〉, 〈Lihat diriku sendiri〉, 〈Aku akan berumur 19 tahun di tahun ini.〉, 〈Penglihatanku melemah jadi aku memakai kacamata.〉, 〈Walaupun aku tidak memiliki kacamataku sekarang.〉, 〈Aku yakin dengan kecerdasanku.〉, 〈Tentu saja, aku bangga dengan kemampuan tetap tenangku juga.〉, 〈Namun, aku tidak pernah menyombongkannya.〉, 〈Tidak peduli seperti apa aku memikirkan hal itu, aku tidak tahu alasannya.〉, 〈Kalau sudah seperti ini, maka aku harus memastikan padanya?”

—Menjadi sama dengan langkahnya—.

“Apa Aku barangkali memiliki darah pahlawan yang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia ini?”

“Pbbt···!?” Aku ingin menjawab anak-anak tidak seharusnya membuat suara jahat seperti itu. “Eub. Ehem. Mm. Apa itu lelucon? Atau serius?, bzzt! Nggak. Jawaban salah.”

Aku berhasil menerima respon. Kemudian semua yang aku bisa adalah terus bertanya.

“Lalu apa? Apa aku harus menikah denganmu?”

“Pfft? Pbbt. Bukan itu! Ah hah hah hah ha. Kau benar-benar menarik.”

Kalau bukan dipanggil sebagai pahlawan atau kekasih, lalu setting seperti Chuunibyou ini hanya ada satu yang tersisa. Karena nama panggilan mereka nampaknya sama dengans setting itu, maka mungkin ini.

“Lalu apa aku harus jadi familiar? bermurah harilah padaku, aku harus bersiap-siap untuk SAT tahun ini.”
(TLN : SAT Reasoning Test (dahulu Scholastic Aptitude Test atau Scholastic Assessment Test) adalah tes standar untuk penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi di Amerika Serikat. SAT dimiliki, diterbitkan, dan dikembangkan oleh Dewan Sekolah Tinggi, sebuah organisasi nirlaba di Amerika Serikat.)

“Familiar? Mm. Sekarang kau jadi lebih mendekatiiiiiii······Tapi! Sama sekali bzzt! Itu bukan sesuatu yang bodoh seperti itu, Kazuto—Rospiante!!”

Si gadis mengucapkan beberapa bahasa dunia lain dan mulai tertawa. Dia kemudian secara tiba-tiba melebarkan bahu seakan membentangkan tubuhnya.

“Jawabannya!”

Bang! Dia memukul pintu.

“Sebuah mainan untuk di siksa!”

Bang! Dia memukul pintu lagi.

“Mulai dari sekarang, kau akan disiksa!! Sekarang dan seterusnya, Sekarang dan seterusnya. Aku akan menusukkan garpu ke bawah kukumu dan BAM! Mengangkatnya menggunakan prinsisp pengungkit. Aku akan menggunakan pemotong kuku dan memotongmemotongmemotongmemotongmemotong bibirmu! Aah, tapi tak apa-apa! Jangan khawatir, karena aku tak akan menembus otakmu ketika aku menusukkan, menusuk, sumpit ke telingamu! Kenapa? Mm, Alasannya. Kalau aku melakukan seperti itu, maka dalam sekejap, wooooosh, dalam sekejaaaaaap.”

BANG!! aku ingin tahu apakah dia memukul pintu dengan telapak tangannya, sepertinya seluruh pintu bergetar.

“Kau akan maaatiiii, ah hah ha ha!! Aku tak akan membunuhmu dengan segera. Itu sebabnya itutakapatakapa. Kekhawatiran nol!”

Gadis itu berteriak sambil menggedor pintu. Ada dua pemikiran yang terlintas dalam pikiranku ketika aku memutar biji tasbihku. Bahwa orang ini benar-benar memiliki semangat tinggi······
(TLN : Tegangan tinggi mungkin lebih cocok lol)

Dan.

Situasi ini jauh lebih berbahaya dari apa yang awalnya kupikir.

1gap

“Aku mengerti apa yang kau rencanakan padaku sekarang.”

Aku tidak mengejek pihak lain. Aku memastikan pihak lain tidak merasa sedang dipandang rendah. Oleh karena itu, aku tidak berbicara sinis. Selalu perlakukan mereka sebagai manusia dengan tepat. Walaupun aku bersikap seperti itu, aku tidak menempatkan senyum tulus di wajahku. Menggunakan nada yang tidak memperburuk pihak lain, aku bicara dengan tenang sebagaimana pemenang ‘Perang 8 Tahun’ harus bersikap.

“Tapi bisakah kau berhenti memukuli pintu? Tanganmu pasti terluka.”

“Pbbt? Eub. Ah hah hah ha hang. Masih dengan trik picik-? Normalnya, orang yang berakhir pada situasi semacam ini jatuh dalam keputusasaan, mulai menangis, atau jadi gila, kau tahu? Ooh. Mungkin, kau pikir ini candaan? Apa kau pikir ini seperti kamera kejujuraaan?”

“Aku tidak mikir begitu.” Karena situasi ini sudah menyimpang dari jalur kemungkinan kamera kejujuran. “Juga, kalau kau gadis muda mengeluarkan tawa tak pantas, maka orang-orang akan mulai mencurigai kelasnya, Nona Earl of the Sirver Lion.”

Pupil peraknya Earl, yang berhenti bergerak sesaat, berkilauan. Aku terus bicara sebelum senyumnya bisa kembali ke matanya.

“Hanya setengahnya.”

“Hmm? Apa, yang kau maksud?”

“Jawabannya. Aku bertanya ‘kenapa’ ‘kau memanggil’ ‘ku’. Aku berterima kasih kau menjelaskan alasan di balik ‘kenapa’ dan ‘panggil’, tapi kenapa ‘aku’? Apa adala alasan khusus?”

“Ah, I—tuuuuu.”

Senyuman di matanya mendalam. Tanggapan ini, kalau aku melihat lagi pola yang terjadi sampai sekarang.

“Apa kau coba memberitahuku kalau aku dipilih secara acak?”

Berkedut. Earl mengeluarkan suara ‘Mm—’.

“Orang Korea, seharusnya tidak punya kemampuan membaca pikiran.”

Oi, untuk bisa tahu bahwa aku Orang korea bahkan berpikir kau berkata aku dipanggil. Itu sungguh Setting yang baik sekali, itulah Chuunibyou milikmu.

Omong-omong, nampaknya aku ditandai. Kalau kau berada di setting seperti Chuunibyou, maka itu artinya aku seseorang yang dipilih dengan tujuan ‘Menangkap seseorang’ yang diberikan sebagai bawahannya(Apakah mereka digerakkan oleh uang atau kekuasaan). Mirip dengan kejahatan urban yang mana siswa perempuan diculik oleh van di gang kecil, Aku sialnya berakhir menjadi target salah seorang dari mereka ‘Tindangkan tak pandang bulu dari kejahatan’.

Bagaimanapun juga, kalau itu seperti itu, maka di sini masih ada fakta yang aku tidak bisa mengerti. Aku tidur di rumahku, di kamarku, dan di tempat tidurku. Walaupun ini semacam kejahatan tak pandang bulu, bukankah menyerbu rumah orang secara acak sangatlah beresiko tinggi? Aku akan menunda pikiran itu untuk saat ini.

“Tapi kenapa kau mencoba menyiksaku?”

“Apa kau penasaran?”

“Ya. Apa itu mirip dengan perasaan menendang anjing?”

“Mm, Yahh, seseuatu seperti itu······. Ada banyak, banya~~k hal menjengkelkan menumpuk. Ehem. Aku butuh seseorang untuk melampiaskannya.”

“Bukankah kau seorang Earl? Kau bisa menyiksa orang-orangmu.”

‘Idiot ini!’, Earl of the Silver Lion berteriak dan menghantapkan pintu sekuat-kuatnya. Setelah melakukannya, aku bisa mendengar suara loncatan seolah dia kesakitan.

“Uu~ tanganku. Mmm. Akan ada masalah kalau Aku menyiksa orang dari duniaku. Itulah kenapa, Mongado, karena!”

“Karena?”

“Bukankah menyiksa makhluk asing dari dunia yang benar-benar berbeda! Lebih! Masuk akal!!?”

Yang benar saja, ini sesuatu yang sudah keluar batas.

Melakukan kejahatan dengan maksud untuk menjahati orang yang bersalah juga. Yang paling klasik, dan efektif, metode yang melindungi diri seseorang terhadap pantulan kerusakan adalah kontroversi Aku mengatakan sebelumnya antara Nazi dan Yahudi. Hingga, ‘batasannya’. Setelah menggambar garisnya, kau bisa menghalangi empati semacam apapun dengan menetapkan bahwa kau dan orang-orang yang dipertanyakan sepenuhnya makhluk yang berbeda. Aku sekarang mengerti apa orang yang menyebut dirinya ‘Earl of the Silver Lion’ maksudkan ketika mereka memanggilku ‘panggilan’nya. Karena Aku dipanggil sebagai makhluk asing dari dunia lain, dengan menyatakannya juga, dia bisa mendapatkan kekebalan psikologis······. Itulah apa yang mungkin dia coba katakan.

Apapun itu, intinya bukanlah sesuatu yang jauh berbeda.

“Apa kau akan melakukannya secepatnya?”

“Yuuup♪”

Tanggapan yang segera. Aku benar-benar ditangkap oleh orang jahat.

“Bagaimana? Apa kau akan membuka pintu dan masuk? Aku tidak melarangnya, kau tahu?”

“Hmm? Apa kau bermaksud, melawan?”

“Itu jelas······karena kau bilang akan menyiksaku. Atau apa kau berencana menggunakan sihir jadi aku tidak bisa bergerak?”

Apa dia akan menggunakan gas tidur atau menembakku dengan stun gun? Kalau itu jadinya, maka lubang yang aku gunakan untuk melihat keluar mungkin berbahaya. Siapa tahu ketika sesuatu yang tajam bisa menusuk. Sebagai permulaan, Aku mundur dari lubang dan meletakkan punggungku ke dinding. Bagaimanapun, Earl berbicara dengan naga agak datar.

“Mm, bukan itu. Aku tidak bisa menggunakan mantra apapun selain pemanggilan. Lagi pula, meskipun kemampuan pemanggilan itu—.”

Tiba-tiba, Perasaan terjatuh menyelimutiku.

“Huh?” Tanpa bisa bereaksi, Aku jatuh ke belakang seperti itu. Gedebuk······!! “Kuh······!” Sebuah rasa dari tubrukan menyebar di pantat, punggung, dan belakang kepalaku. Bidang pandangku terdistorsi untuk sesaat sebelum jelas lagi. Dan kemudian, saat pemulihan bidang pandangku, Aku tidak lama kemudian melihat langit-langit berada 2 meter di atas······.

Aku naik cukup tinggi, tapi pandanganku sekarang mengarah ke langit-langit lorong?

“Seperti ini, Aku hanya bisa menteleport targetku secara langsung di depanku. Itu tidaklah seperti novel fantasi orang korea di mana sumpah kesetian datang setelahnya. Mengecewakan, mengecewakan.”

Dan di dekat kaki dari tubuhku yang tergeletak, ada akai dengan kaos kaki hitam, maksudku, di sana ada gadis berambut perak bediri dalam cara yang mengesankan dengan tangannya menyilang.

1gap

······, ···············, apa?

Apa, yang terjadi, ta······di?

Aku pasti······ huh······ ya, Aku menghadap pintu di depanku sambil menyandarkan punggung di dinding, kan? Tapi kenapa tiba-tiba merasa seperti dinding di belakangku menghilang······ dan sesaat kemudian, Aku berada di lorong. Tidak, tepatnya, Aku berpindah ke lorong dengan instan dan karena itu terjadi, dinding yang aku sandari hilang, jadi Aku merasa terbalik······ tapi kenapa? Bagaimana? Sesuatu seperti itu tidaklah mungkin······Teleportasi? Itu tidak mungkin······atau mungkin dindingnya ditarik, dan lorong ini di tempatkan sebelumnya······ tunggu, lalu siapa orang yang aku membuat kontak mata di luar dinding······ itu dia······ itu matanya······ tapi······, tidak, tidak.

Tidaktidaktidaktidak.

Tidak.

Tenang. Tetaplah bersama-sama. [Yujin, tidakkah kepalamu benar-benar bagus?] Ya, [Perang 8 Tahun], pikirkan hal itu, pikirpikirpikirpikir. Baiklah. Selama aku tidak kehilangan kepala dinginku, aku bisa menganalisanya, menggali, dan mendefinisikannya. Itu tidaklah sulit. Tidak sulit sama sekali.

Tenangkan diri, Yujin.

Ketenanganku hampir kembali saat aku menempatkan banyak kekuatan pada peganganku di biji tasbih. Aku mengangkat kepalaku dan melihat gadis itu berdiri dari kakiku, ‘Earl of the Silver Lion’.

Hal pertana yang menonjol adalah rambut bob perak. Meskipun biasanya, ketika seseorang menyebutkan ‘rambut perak’, maka gambarannya adalah rambut mengkilap alami akan muncul di pikiran, tapi rambutnya terurai seperti surai singa. Ada perasaan kecantikan dan cerdas di sorot matanya, dengan pupil perak yang menyembuyikan kegelapan. Hidung mancung dan kulit merah matang. Ada warna merah muda pucat tipis, ringan seperti napas pada kaca, di bibirnya. Di bibir yang sedikit terbuka, ada gigi yang tak sejajar—tidak, di sana ada taring yang menonjol dan lidah merah kecil yang membengkak seperti bara api.

Tinggi tubuhnya pendek. Kayaknya sekitar 150 centimeter. Untuk beberapa alasan, aku yakin dia tidak berada pada akhir masa mudanya. Karena dia menggunakan cincin di setiap kesepuluh jarinya dan gelang di kedua pergelangan tangannya, dia mengeluarkan kesan seperti orang kaya baru. Lagi pula, fakta bahwa kuku-kukunya dipoles warna hitam dan ada tato di punggung tangannya, menambahkan kesan seperti orang kaya baru lebih jauh.

Cocok dengan rambutnya, dia menggunakan mantel upacara putih disulam dengan benang emas dan bola bulu diletakkan pada lipatan dan lengan mantelnya. Meskipun kemeja panjang dan rok yang dia kenakan di bawah cocok dengan warna putih. Tapi untuk beberapa alsan, hanya ikat pinggang dan kaos kaki panjang yang sampai ke bawah lututnya berwarna hitam. Lainnya, untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, dia tidaklah memakai sepatu.

Biasanya, mungkin akan cocok untuk dikatakan dia ‘bepenampilan kebarat-baratan’, tapi Aku tidak bisa menganjurkan ekspresi itu. Karena setiap gadis kulit putih di bumi tidak pernah berpenampilan seperti dia. Tidak, gadis manapun di bumi kebanyakan tidak bisa berpenampilan sepertinya. Terutama pupil matanya yang berbeda. Perasaan berbeda yang aku rasakan ketika aku pertama bertemu dengannya lebih jelas sekarang karena aku berada di ruang terbuka.

Terletak di tengah matanya, retakan yang terlihat seperti sesuatu berbentuk seperti ketika menghantamkan kapak ke tinding es dengan semua kekuatanmu—.

Aku mengerti dua hal.

Pertama, fakta bahwa orang ini dan Aku benar-benar tidak berada di bagian yang sama dengan ‘manusia’.

Kedua, fakta bahwa perasaan aku rasakan ketika aku bertemu dengan Joo Chanmi pertama kali——itulah nasib, bahwa ini akan jadi hubungan yang ditakdirkan tidak baik, perasaan ini datang setelah mendapati sebelah kiri jantungku melambung kuat-kuat.

Earl of Silver Lion, sambil memandang kebawah padaku, yang berada dalam posisi itu, tertawa dan mengangkat sapu tangan di tangan kanannya untuk menutup mulutnya.

“Ah ha ah. Memalukan kalau kau menatapku begitu sungguh-sungguh—.”

Puf. Segala sesuatu yang berada di depanku berubah sekali lagi. Selain pandanganku, bau menusuk dari jamur memberitahuku bahwa aku telah kembali ke sel isoolasi. Setelah mengalami hal ini untuk kedua kalinya, keinginan untuk menyangkal kemungkinannya tidak datang lagi.

“Kau······beneran penyihir.”

“Mmm?” Matanya kembali muncul di sisi lain lubang pintu. “Apa yang kau pikirkan tentangku?”

“Anak dengan Chuunibyounya.”

“UFU, ah, ah hah, ah hah hah ha ha hah ha ha······!! Uah. Chuunibyou, kan?”

“Kau mengerti artinya, Nona ‘Earl of the Silver Lion’?”

“Aku sudah akrab dengan bahasa korea♪ Aku, sesungguhnya jenius dalam berbahasa, kau tahu?”

“,······Hm.”

Aku merespon samar-samar. Dua fakta yang aku telah terima adalah dia bisa menggunakan kemampuan pemanggilan atau apalah dan bahwa dia tidaklah pada jenis makhluk manusia seperti diriku. Yang lain selain itu, untuk contohnya, klaim bahwa ini ‘Kota Kurungan’ dari dunia lain, Rintangan Langit diantara Rintangan Langit blah blah blah······ adalah sesuatu yang tidak bisa aku percayai. Bagamana bisa aku?

Lalu

Bagaimana

Apa aku bisa melarikan diri?

Ayo tetap mengumpulkan. Aku berpikir sambil menekan tasbihku kuat-kuat di tanganku. Yang paling utama, kalau seperti ini, lalu bagaimana dia berbicara dalam bahasa ‘Korea’? ‘mantra penerjemah’ universal? ‘artefak komunikasi’? Jangan mengacaukannya. Kalau seperti itu, lalu bagaimana bisa menerjemahkan istilah semacam ‘chuunibyou’ dan bagaimana dengan ‘kata-kata seperti dunia lain’ itu terucap dari waktu ke waktu? Lagipula, aku tidak bisa mengerti pelafalan seperti orang asingnya. Atau barangkali······

Senyuman gelap muncul di mata Earl saat dia memperhatikanku.

“Ah hah ha······ Omong-omong, seperti yang aku beritahukan tadi, walaupun aku mungkin ‘Universal Summoner’ yang sanggup memanggil ke depanku makhluk apapun dari dunia lain, dimensi lain, dan galaksi lain, kalau kau membuat ke dalam istilah yang lebih sederhana, itu semua bisa aku lakukan. Karena aku hanya bisa memindahkan mereka ke depanku, mereka tidak langsung mengerti situasinya dan menjati patuh terhadapku hanya karena aku memanggil mereka. Daripada itu, ada saat-saat mereka mencoba bertahan seperti orang gila, dan lainnya mencoba memikirkan trik picik seperti seseorang tertentu.”

‘Luar biasa menyedihkan!’ Dia berucap dan matanya perlahan menjauh dari lubang.

“Maka sekarang! Aku akan menanyakan pertanyaan!”

Tap tap. Langkah kakinya menjauh.

“Apa kau bilang namamu Han Yujin? Mm, apa yang kau pikirkan, aku akan melakukan perintah untuk ‘menggemparkan’ mereka, membuat mereka menjadi ‘budak’ setia di depanku, dan merebubah mereka menjadi ‘peliharan’ pribadiku?”

Ketika langkah kakinya menjadi semakin jauh, suaranya menjadi mengecil juga. Mengesampingkan itu, fakta bahwa suaranya tidak sepenuhnya pudar berarti aku mungkin terlau fokus pada itu. ······Dan saat aku bisa memikirkannya sejauh itu, Aku sudah tahu jawabannya.

“Tak ada yang sulit. Itu hal sama yang semua orang lakukan pada tiap orang.”

Kamampuan pemanggian si gadis, menurutnya, itu hanyalah memindahkan posisi dari targetnya. Hanya bisa membawa targetnya ke depannya, tapi di posisi di mana mereka tidak mengerti alasan atau situasi dan tanpa komunikasi mental dengannya.

“Jawabannya adalah.”

Betapa lemahnya perlawanan semacam itu?

Kalau kau mengeluarkan pengendalian pikiran, maka hanya satu pilihan tersisa.

“Berikan mereka kewajaraaaaaaaaaaaaan······.”

Maka bisa jadi—kalau gadis ini benar-benar dari dunia lain, alasan dia bisa menggunakan bahasa korea.

“Pikat, dan,tusuk,”

‘Dan jinakkan mereka.’

“Ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuu diaaaaaaaaaaaaaaaaa!!”

Bidang pandangku berubah tiba-tiba sekali lagi.

1gap

Hal pertama yang aku rasakan adalah perasaan kental merangkak melalui organ pernapasanku dan menyebar ke seluruh paru-paruku.


Bau darah.


Benda yang terdiri darik kayu dan logam yang berwarna-warni sehingga membuat seseorang sulit untuk mebedakan apa itu karat, darah, atau warna asli

rak penyiksaan itu.


Jauh dari kata dikoleksi, benda yang tak ditumpuk atau dikumpulkan dan hanya diabaikan adalah

Kerangka.


Lumpur Merah, Hijau, Kuning, dan Merah Muda tercampur aduk


Daging dan organ dalam.


Dan sekelompok domba pengorbanan yang masih hidup diikat.

Bersamaan dengan seorang gadis, yang tertawa sinting sambil melihat ke langit-langit dengan kedua lututnya sedikit ditekuk, berdiri di sebelahku. Hal-hal ini memasuki pandanganku.

“Ah hah ha ha ha ha ha ha ha! Ah hah, ah hah ha ha ha ha ha ha ha ha!!”

Gadis itu berjalan dengan langkah berat dan dengan tongkat yang dipengang di tangan kirinya—— Pukul, dia memukul makhluk seperti kodok yang terikat di rak yang muncul seperti meja operasi.

“Yah. Jenis kodok apa ini, apa ini kodok? Ini sekitar 3 meter. Tapi kesampingkan tampilannya, ini adalah salah satu kesatria pemberani lautan! Penghuni dunia bawah air, bentuk kehidupan cerdas!! Ezantel!! Lagipula, sekarang hanya bagian di atas pinggang yang tersisa karena aku memotong kodoknya sedikit demi sedikit demi sedikit demi sedikit demi sedikit demi sedikit mulai dari jari kakinya! Hii—Haa! Berapa lama dia bisa tetap hidup? Kami cuma bisa menunggu dan melihat, kan? Ah hah ha ah.”

Dan sekali lagi, dia menyerang makhluk seperti kodok di punggung. Dia merintih. “K-toro-kuku-Rra!” Si kodok mengucapkan sesuatu sambil dia menggeliatkan tubuhnya. Itu benat, dia ‘mengatakan’ sesuatu······. AKu bisa tahu melalui intuisi. Walaupun, aku tidak bisa mengerti konteks dari kata-katanya, dia mengeluarkan semacam tangisan ‘nyaring’ yang membuat darahku membeku. Lagipula, Earl of the Sister Lion tertawa dan berbisik pada telinga kodok, “Sitoros-brrr-Kadal-PeArto.”. Si kodok berhenti meronta dan menjadi jinak.

Earl mengambil dua langkah ke depan. Setelah melakukannya dia membelai makhluk yang berbeda dari manusia di Bumi dan dengan penampilan yang berbeda dari Earl······ Makhluk bersayap yang tampak sebagian besar seperti manusia. Terdapat alat dan selang yang tak terhitung melekat pada makhluk yang sedang ditahan di kursi baca.

“Yah, di sisi lain, ini adalah malaikat yang lahir di dunia langit! Ah, tapi ini ‘dunia langit’ yang paling tidak mungkin ada hubungannya dengan apa yang orang-orang dari duniamu sebut sebagai Eden atau Valhallaaaa!! Kupikir dia awalnya mengatakan sesuatu menjadi malaikat tertentu dengan tingkatan tertentu, tapi sekarang dia cuma sapi perah! Meeeesin yang memproduksi suuusu! Apa kau mau segelas? Tentu saja, susu teratas! Kau tak akan nyesal! Ini sangat-lezat sampai-sampai kau akan kecanduan!! Sesungguhnya, popularitasnya MAXIMAL! Susu dari surga adalah yang terbaik di seluruh galaksiiiiiiii!!”

Aku bisa merasakan napasku jadi semakin lebih cepat walaupun fakta bahwa aku menggenggam tasbihku. Adegan yang terbentang di depanku mengerikan.

Makhluk bersayap tidak bisa lagi protes. Aku tidak merasa seperti dia begitu karena selang karet yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Dia(lk)-dia(pr)? Dia punya keduanya jadi aku tidaklah yakin memanggilnya apa. Bagaimanapun juga, cahaya di mata malaikat telah memudar seperti koin tua. Earl terkekeh dan mulai berjalan lagi······.
(TLN : Futanar*? Hahahhahaha)

“Hentikan.”

Muak, Gelisah, dan mual terasa di perutku seolah-olah aku menelan segelas air selokan, membuat pandanganku kabur.

“Hentikan.”

‘Earl of the Silver Lion’······ mengeluarkan suara ‘Mm?’ dan menatapku. Menatap lurus ke mataku, aku bicara, sekali lagi.

“Kubilang hentikan. Aku mengerti sepenuhnya bahwa······kau bicara kebenaran.”

“Hmmm······. Itu cukup bagus.”

Earl Terkekeh dan berjalan ke arahku dengan gigi taringnya yang masih terlihat.

“Taaaapi. Ada satu masalah······ Kenapa aku harus mendengarkanmuuuu?”

Reaksi yang wajar untuk orang yang memiliki keunggulan besar. Meskipun ketenanganku yang hampir tertahan ocehan tentang kesempatan menang kalau aku memerintahnya tepat saat ini kerana Aku tidak tahan, intuisi yang aku dapatkan setelah pengalaman perang 8 tahun dengan Chanmi menekan pilihanku. Orang ini adalah individu yang akan terus melakukan ini di masa sepan. Pemikiran dia muncul tanpa pertahanan sekarang ini kemungkinan besar sudah terlintas di pikirannya, itu berarti, dia tentu saja punya tindakan balasan. Walaupun dia tidak melakukannya, Aku punya asumsi.

Seperti yang aku duga, Earl menyerigai dan mengamati ke mataku.

“Mm? Kebetulan, apa pikirannmu, ‘Aku’ tidak diikat, mari kita langsung ke arahnya dan mengalahkannya’ melalui kepalamu? Ufu, ah hah ha. Tentu saja, kebanyakan orang biasanya akan panik ketika mereka melihat ini, jadi mereka tidak bisa memikirkan ide itu, tapi, kau tidak tampak seperti bagian dari ‘mayoritas’ itu. Bagimanapun juga, itu tidak mungkin. Sepenuhnya tidak mungkin. Ide bagus untuk menyerah kau tahu?”

Dalam hal tinggi, Earl melihat ke arah atas padaku, tapi ada perasaan mengesankan, seolah Aku menginjaknya, membungkus seluruh tubuhku.

“Apa kau tahu kenapa? Aku, bisa seketika······.”

“Memanggil pengawalmu.”

Dia berhenti sesaat sebelum tertawa.

“Tentu saja. Tambahkan itu, Aku bisa selalu······.”

“Mengembalikanku ke sel isolasi?”

Kesunyian mengarah ke kami.

Earl of the Silver Lion memiringkan kepalanya, perlahan. Aku meningkatkan kekuatan genggamanku di tasbihku.

“Kau bilang kau bisa memindahkan sesuatu ke depanmu, maka kau bisa membatalkannya juga, kan?” Berarti si target akan kembali ke tempat mereka sebelum dipanggil. Sebagai contoh, pemanggilan pertamaku adalah dari Bumi ke sel itu, pemanggilan keduaku adalah ke lorong, dan lalu pemanggilan kedua itu dibatalkan jadi aku kembali ke sel.”

Sekarang juga situasi yang sama. Aku dipanggil dari sel isolasi ke ruang penyiksaan. Jika ‘pemanggilan ruang penyiksaan’ ini dilepaskan, maka Aku akan seketika kebali ke sel isolasi.

“······Bagaimana?”

Mata tajam, yang sebelumnya bertindak sembrono dan tersenyum, langung terarah padaku. Aku tidak memberitahunya bahkan ‘Aku’ mampu mempelajari situasi dengan tenang, Aku bisa membaca suasana, Aku tidak terperangkap oleh 〈Ketidakmungkinan〉, jadi aku bisa memasukkan rentetan adegan sebagaimana itu terjadi, dan menjadi bisa melakukan hal sesuatu seperti itu, Aku bisa selalu dengan tepat mengerti situasi di sekitarku.

“Giliranmu.”

“Ha? Apa yang kau······ah······ mm. Apa kau memberitahuku untuk menebak kemampuanmu sekarang? Tapi······ kau tidak berasal dari dunia taman atau dunia surga······ Kau, bukankah kau orang korea? Seharusnya tidak bisa melakukan kemampuan Sitrodel seperti itu di sini······ sihir, kemampuan fisik luar biasa, dan kekuatan suci seharusnya bukan hal umum di duniamu.”

Si gadis menggerakkan kepalanya dengan gelisah. Aku menunggu dengan tenang. Dia mengeluarkan desahan.

“Haa, terserah. Kau benar. Kemampuanku, seperti itu.”

“Dan dengan begitu, berarti kalau kau membatalkan ‘pemanggilan pertama’ dari tempat tidurku ke sel, maka kau bisa mengirimku kembali ke rumah.”

“Tepat. Yah, aku tidak berancana melakukannya.”

Akhir topikya di sini, dia dengan tiba-tiba membalikkan tubuhnya. Seolah-olah menikmati pandangn kejam di sekitarnya, dia tidak hanya membalikkan tubuhnya tapi subjeknya juga.

“Omong-omong, kembali ke penjinakan. Tentu saja, ada masalah dengan metodenya juga. Untuk seseorang— tidak peduli berapa banyak jebakan aku siapkan sebelumnya— kalau seseorang luar biasa, amat lebih kuat dariku— berakhir sebagai yang dipanggil, maka sulit untuk dijinakkan, Aku mungkin mati, kau tahu? Juga, karena moyoritas dunia lain bisa mengembangkan Sitrodel······ kemampuan super— mereka meninggalkan jejak mereka walaupun berpikir aku membatalkan pemanggilan mereka······ Kebenarannya, aku telah mendapat masalah besar dari seorang pasangan beberapa kali karena itu······ Yah, ayo hentikan bicara tentang dongeng kegagalan yang menurunkan semangat—!!”

Earl menggelengkan kepalanya. Ini atau itu, untuk saat ini, karena dia masih muda tampaknya dia menggunakannya untuk menyimpangkan topik ini.

“Kesimpulannya, dari 12 dunia yang bisa kucampur tangani, aku hanya bisa bermain-main dengan mayoritas makhluk hidupnya di 5 dunia saja.”

“······Dan duniaku salah satu dari lima itu?”

“Ya. Ketika itu? Ah, 8 tahun lalu. Duniamu—yang dipanggil Spire World (Dunia Puncak Menara) di sini, omong-omong, ketika aku secara acak memanggil penduduk dari duniamu, aku menangkap orang korea. Aku belajar bahasa korea dari orang itu. Aku belajar banyak hal ini itu dan ini itu. Dan apa yang terjadi pada orang korea itu······ yah, Akan tidak ada lagi kejadian untuk bertemu orang itu lagi······Bagaimanapun, aku menerima katalis yang berhubungan dengan korea dari orang itu.”

“Katalis?”

Earl menyeringai lebar dan menunjukkan tangan kirinya. Rasa benci memancar dari tato krustasea di punggung tangannya dan kuku hitam tersemir di cincin dan jari tengahnya.

“Substansi dibutuhkan untuk menunjukkan dengan tepat pemanggilan, target pemanggilan, Lo-Kisa. Itu juga diketahui sebagai ‘potongan terkecil dari hidup seseorang’. Dengan kata lain, ketombe, rambut, cairan tubuh, atau sesuat yang seukuran debu. Selama aku punya obyek seperti itu, maka Aku bisa menggunakkannya untuk memanggil pemiliknya. Juga, pada katalis itu······ Mm, sebagai contoh, mantel. Itu tidak hanya potongan hidup seseorang.”

Aku bisa mengerti apa yang coba dia katakan. Keringat, rambut, ketombe, atau sesuatu seperti itu bergesekkan ketika melewati seseorang, tanpa ragu menjadi bagian hidup orang lain, katalis mereka, diatasnya juga.

“Seperti itu, pow! Aku membawa orang tak bersalah di sekitar mereka. Mengunakan orang korea sedikit lagi, mempelajari ini itu dari mereka, lau pow, memanggil orang tak bersalah lain. Bahkan orang tak bersalahnya orang tak bersalah pow! Ah ha ah······.” Si gadis menjilat bibirnya. “Itu cukup mudah.”

“Dan sekarang kau datang padaku?”

“Yuuup. Tn.Yujin. Apa kau punya masalah dengan itu, Tn.Yujin?”

Peenah, sebelumnya aku menjadi anak yatim-piatu, kasus hilang yang tidak pernah terjadi ada di sekitarku. Pada akhirnya, aku telah menggenggam semua tubuh siswa di sekolahku (Perang 8 Tahun Sialan), dan orang-orang yang berhubungan denganku di luar sekolah hanyalah keluargaku. Akan tetapi tidak ada kasus kehilangan diantara mereka. Itu berarti bukan seseorang yang aku kenal.

Kalau seperti itu······sesuatu seperti bersentuhan dengan orang lain di masa lalu pada kereta bawah tanah , maka adegan kebetulan seperti itu dia bisa mendapatkan potongan hidupku dan memanggilku.

“Apa yang terjadi······pada orang-orang itu?”

“Ah hah ha······ Apa yang kau pikir akan terjadi?”

Aku berakhir denagn menggambarkan jawaban sebelum Aku menyaksikan senyumnya yang menggigit lidahnya yang keluar. Di saat ini, kalau Aku tidak punya tasbihku, maka aku kemungkinan besar tidak mampu mempertahankan ketenanganku. Makasih, Cha Minhee.

Selain itu, apa yang gadis ini katakan pada manusia kodok beberapa saat lalu······Aku merasa seperti aku tahu apa itu. ‘Aku akan membunuhmu kalau kau meronta?”, itu mengerikan. Setengah tubuhnya sudah hilang. Akan mungkin kembali tenang saat mati. ‘Aku akan tetap menyiksamu?’ itu juga tak masuk akal. ‘Aku akan mengirimmu kembali kalau kau meronta?’, menyiramkan air ke bensin yang sudah terbakar hanya akan mengantarkannya pada ledakan. Ya, jawabannya mungkin······ tidak, itu pasti, ‘Kalau kau meronta’ ‘keluargamu dan orang di sekitarmu’ ‘Aku akan memanggil mereka dan melakukan hal yang sama persis ke mereka.’. Jujur saja, ucapan terakhirnya di sini mungkin terseret dengan catatan musikal, jantung, atau simbol seperti bintang terpasang di akhir······ugh.

······, ······, ·····················, uh, ugh.

Tenanglah, Yujin.

Meskipun aku sudah melakukannya beberapa kali······.

‘Psikopat gila mengganggu ini.’, mengomelinya sih mudah, tapi apa yang akan berubah? ‘Bagaimana bisa kau melakukan sesuatu semacam itu? Aku tidak akan memaafkanmu!’, meneriakinya sih juga gampang, tapi apa yang akan berubah.

Tidak ada.

Itu benar. Tidak akan ada yang berubah kalau aku mengandalkan emosiku. Kalau aku mencoba melakukan hal yang terlalu gegabah begitu, maka Aku akan ‘tidak lagi’ bisa melakukan ‘itu’. aku mengerti intinya, bahwa situasinya hanya akan mejadi lebih parah kalau aku melakukan sesuatu seperti itu. Itulah kenapa, jangan lakukan itu. Tenanglah. Dinginkan kepalamu, Yujin. Di sana ada jalan. Jalan keluarnya pasti ada.

Tanpa bernapas dalam. Aku hanya menatap Earl of the Silver Lion sambil memperkerjakan otakku secepat mungkin.

Oke, pikirkan dengan serius······!!

1gap

Atur segala informasi yang sudah terungkap sejauh ini.


Pertama, aku diculik (dipanggil) oleh orang gila dari dunia lain.

Kedua, orang gila itu tahu bagaimana menggunakan sihir. Menurutnya, dia hanya mampu memanggil dan membatalkan pemanggilan itu, bagaimanapun juga, ada kemungkinan bisa lebih dari itu.

Ketiga, orang gilanya adalah Earl. Ini seharusnya dunia berbeda, jadi mungkin ada perbedaan hirarki dengan di Bumi, tapi untuk pasien rumah sakit Jiwa ini, yang mahir bahasa Korea, menyebut dirinya seorang ‘Earl’······ Maka posisinya pastilah luar biasa.

Keempat, kondisi dunia lain ini. Karena si psikopat mengatakan dia seorang Earl, maka berati politik di dunia ini dijalankan oleh Feodalisme atau kekuasaan kerajaan otoriter. Meskipun mungkin juga monarki konstitusional seperti Inggris di zaman modern, di mana gelar bangsawan hanyalah luarnya saja, karena dia berkata dia adalah ‘Lord’ dari kota ini, maka itu mungkin bukan. Oleh karena ini, setidaknya sementara berada di kota ini, dia dilindungi oleh otoritas yang kuat dan kekayaan.

Kelima, si gila tidak berniat mengirimku kembali.

Keenam, si maniak bermaksud mengubahku menjadi hewan peliharaan untuk disiksa.

Dan terakhir, setelah aku mati saat menjadi hewan peliharaannya, maka dengan menggunakan ‘potongan kehidupan’ yang berada di tubuhku, dia akan memanggil orang tak bersalah lannya dan melakuka hal yang sama persis pada mereka, seperti yang dia lakukan kepadaku.

Semuanya penuh keputusasaan. Sekarang, karena aku menyadari pihak lain itu gila, semua telah menjadi jalur keputusasaan.

Bagaimanapun juga, kalau ada satu hal yang melegakan, maka itu fakta bahwa metode untuk kembali ke rumah pasti ada. Karena kalau orang ini memutuskan untuk melepaskanku, maka itu akan terjadi. Lagipula kalau itu terjadi, tindakan tertentu diperlukan juga dengan tujuan mencegahnya untuk memanggilku lagi······ tidak ada titik untuk memikirkannya sejauh itu saat ini. Yang paling utama, gadis ini tidak berencana mengirimku kembali.

“Sekarang, bisakah kita perlahan memulainya—?”

Jauh dari kata kembali, pertanyaannya apa aku mampu mempertahankan hidupku. Aku memnggenggam tasbih erat-erat.

‘Apa kau harus?’, tidak. Baris klisenya bahkan tidak mampu untuk mengilur waktu. ‘Mulai apa?’, itu adalah pertanyaan yang tak masuk akal untuk sekarang ini. Lagipula, kalau aku tetap menanyai diriku seperti ini, maka Aku bisa pada akhirnya bisa merenungkan sebuah ide-Ya, alasan yang utama.

Mulai dari awal, gadis ini mulai menyiksaku karena dia ingin sesuatu dariku.

Hanya karena dia bosan.

Hanya karena dia ingin bermain-main.

······Prilaku miliknya itu tidak dapat dipahami atau diampuni dari sudut pandang orang normal. Jika ada sesuatu——yang lebih dari celah untuk menerobosnya.

“Aku bisa.” Aku melebarkan bahuku dan berbicara. “Menghiburmu dengan metode berbeda.”

Dia bereaksi dengan suara ‘Hm?’. Itu cukup. Aku tidak mengharapkannya dari awal.

“Bikirkan ini. Kau harusnya tahu dengan baik kalau kau bermain dengan orang-orang korea sebelumnya. Aku tidak bisa bertahan lebih lama dari kodok itu, dan karena aku pria, Aku tidak bisa memproduksi susu seperti malaikat itu. Selain itu, kemauanku lemah jadi ku mungkin cepat mati.”

“Tapi susu keluar dari bawah sana juga. Apa kau dikebiri?”

“Tidak, itu memang keluar, tapi······apa kau mau meminumnya?”

“Eh, tidak. Aku nggak butuh······.”

“Itu tidak terasa enak, dan anak-anak seharusnya tidak mengatakan sesuatu seperti itu.”

Tidak menghilangkan sikapku yang kugunakan ketika berhadapan dengan manusia lainnya, aku berbicara dengannya. Earl menampakkan gigi taring yang tajam seolah dia tidak puas.

“Orang korea mungkin seperti itu, tapi tidak seperti itu di sini.”

“Begitukah? Kalau kau mengijinkanu kesempatan untuk mempelajari tempat ini, maka aku akan bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan di sini.”

“Apa kau tidak terlalu licik? Sejak awal.”

“Iya. Tapi aku mau hidup, dan kau mau hiburan.”

Earl menunjukkan taringnya sekali lagi. Diam seperti itu.

Setelah diam seperti itu menghilang sementara, aku berkata.

“[Fufu. Cuma bercanda! Uhah, ah hah ha. Bagaimana? APa kau pikir kau bisa hidup karena aku berpikir dalam waktu yang lama? Apa yang kau harapkan? Betapa malangnya! Menghancurkan harapan bodoh semacam itu lebih menyenangkan bagiku daripada makan tiga kali sehari.], Kalau kau berencana mengatakan sesuatu panjang lebar, tidak.”

“······.”

Melihat saat dia mendecakkan lidahnya, tampaknya dia membuat rencana. Selama paruh waktu pertawa Perang 8 Tahun, aku benar-benar belajar apa itu harapan palsu. Meskipun itu adalah sesuatu yang diajarkan padaku dengan keras ketika aku sedang diganggu kelompok Chanmi······ Kupikir aku masih belum berkrat.

“Apa yang akan kau lakukan?”

“······Ini agak, sangat, sedikit, mengganggu, Kau tahu-?”

“Mungkin karena kau tidak bisa mengambil inisiatif······. Tapi bukan inisitif dalam percakapan tak penting ini? Kau bisa mencegah percakapan ini kapanpun kau mau, bagaimanapun juga.”

“Hmm. Apa kau secara pribadi mengatakan itu? Bijaksananyaaaaaaa.”

“Jangan berpikir terlalu jauh. Aku katakan bahwa kau bisa menyiksa dan membunuhku kapanpun kau mau. Secara harfiah setiap saat. Kalau begitu, maka akan baik-baik saja melakukannya setelah menghiburmu sedikit lebih lama, kan? Apa kau tahu kisah marshmallow?”

“Itu manga di mana kelinci dengan ekspresi tenang di wajahnya, kan?”

“Tidak, bukan itu.”

“Ah. Maka itu, manga di mana 4 anak perempuan dan satu gadis jangkung ada? Ada animenya juga.”

Itu Strawberry Marshmallow. Itu sudah agak lama bahkan di Bumi dan hanya orang tertentu yang tahu manga jenis itu. Untuk orang dari dunia lain, kenapa antenannya menjangkau ke arah yang aneh? Pada saat itu, apa saja yang dipanggilnya dari korea ke sini?

Ah, seharusnya aku sudah tahu ketika dia memahami istilah ‘Chuunibyou’?

“Sederhanannya, kalau kau bertahan hari ini, maka kau akan dapat 2 kalibesok, dan kalau kau bertahan besok juga, maka kau bisa dapat 4 di hari berikutnya······ Seperti itu.”

“? Kalau makanan maka aku punya segunung. Apa kau mau beberapa Susu Surga?”

“Aku tidak mau meminumnya jadi jangan menekannya. Aku bilang jangan menekannya. Jangan lempar ke aku. Aku tidak mau meminumnya, kubilang. Kaulah yang minum.”

“Tapi rasanya enaaaaaaaak.”

Aku mengeluarkan desahan. Nampaknya aku berhasil melembutkan suasananya. Earl menampakkan seringai setelah melepaskan bibirnya dari cangkir.

“Ah hah hah. Mm, Tn.Yujin. Jadi intinya, kalau Aku sabar, maka Aku akan bisa mengumpulakan banyak panen berlimpah, jadi aku harus menunggu. Itu saja? Tn.Yujin.”

“Betul.”

“Dan kalau aku tak mau?”

Diam.

“Hanyaaaaa sajaaaaa. Bagaimana kalau kau, akan melalui rasa sakit yang tak terbayangkan, dan sekarat dengan kefrustasian, sekarang, itu adalah sesuatu yang kuinginkan? Tn.Yuuujin.”

Aku tidak menggertakkan gigiku. Bagaimanapun, aku bisa menyimpukan bahwa dia tidak merasakan gangguan sedikitpun dengan hilangnya pihak lain. Kalau kau meletakkan istilahnya, maka sisinya adalah kunggulan. Aku hanyalah berada diposisi di mana aku akan berterima kasih kalau hidupku diperpanjang. Hanya karena suasana melembut, tidak berarti masalah utamanya berganti. Aku tidak menipu diriku. Walaupun aku tidak bisa······ Aku memutar otakku.

‘Aku tebak di sana’ ada pilihan lain maka—Apa yang kau mau. Aku tidak bisa. Biasanya, aku akan bisa mendinginkan otakku seperti ini dan membalikkan keadaan, tapi sekarang, Aku bisa mencium jebakan. 〈Tsk, Aku bisa berekspetasi tapi hanya inilah yang bisa kulakukan? Lalu Aku akan membunuhmu seperti yang kau mau.〉 untuk beberapa alasan, Aku merasa seperti kata-kata itu akan datang secara tak acuh. ‘Untuk keinginan menyedihkan, mohon pertimbangkan.’ Haruskah aku menghadangnya? Tidak. Aku merasa seperti 〈Aku punya harapan, tapi apa ini?〉 reaksi seperti itu akan kembali padaku dan hasilnya adalah kematianku. Walaupun, kalau seseorang bertanya kenapa aku memikirkan ini, maka Aku hanya bisa meletakkan keberanianku dan suasana hatiku sebagai dasarnya. ‘Lalu berarti itu batasanmu.’ Haruskah aku bersikap dengan perkasa? Tidak, itu hanya akan memberikan api pada situasinya······ Kata-kata yang tidak akan mengganggu kesenangan······ berpikir, Yujin. Berpikir.

······Akhirnya.

Aku mengatakan pada Earl kata-kata yang datang ke kepalaku setelah otakku berkerja di titik di mana suara bisa terdengar dari otakku.

Tepatnya, mereka bukanlah kata-kata.

Aku berlutut. Earl memiringkan kepalanya dan mengeluarkan suara “Hm?”. Seolah aku menjilat, aku menurunkan tubuhku. Selanjutnya, ketiak menggunakan gerakan tangan yang tidak meampilkan adamnya permusuhan, aku mengulurkan tangan dan memegang pergelangan kakinya.

Pada saat ini, meskipun ada kemungkinan Earl of the Silver Lion akan dengan naluriah mengirimku kembali ke sel isolasi, dia tidak melakukannya. Meskipun dia kaget untuk sesaat, tak lama setelah terlihat ketertarikan terisi di matanya. Berterima kasih pada itu, tanpa gangguan apaoun, Aku menurunkan wajahku ke ujung kaki berkaos kaki hitamnya dan,





“Mm······.”

Untuk sesaat.

“Mm······ Itu gatal, mm, hm. Ah hah ha ha ha.”

Untuk sesaat.

“Mmm······mm. Uuuu—. Aah. Hentikan. Hentikan itu.”

Aku menarik kembali. Wajah Earl yang menggeliatkan jari-jari kakinya dan menatapku—pasti memerah.

“Kau, terampil pada ini.”

Teknik yang tak ada pilihan lain selain mempelajarinya saat paruh pertama Perang 8 Tahun. Terlepas bagaiman mudanya seeorang, kalau mereka diajari sesuatu saat dikalahkan, maka mereka tidak ada pilihan selain mempelajarinya dengan cepat tapi mereka tidak akan bisa melupakan apa yang mereka pelajari juga.

Bagaimanapun juga, Aku menunggu sebentar lagi. Aku sudah melewati pestanya.

Setelah itu, Earl of the Silver Lion, yang menyilangkan lengannya dengan alis yang berkerut, mengeluarkan desahan.

“······, ······Yah, terserah. Aku akan memperhatikanmu untuk sesaat. Tidak, yah, meskipun aku tidak yakin berapa lama. Kau kemungkinan besar akn terus membuktikan padaku apa kau dapat menghibur dan berkuna padaku. Kau tidak, maka kau akan mati seketika······. ah, ya ampun.”

Setelah mengatakan itu, dia menggerutu seolah tidak senang akan sesuatu. Apa boleh buat selama perasaan, ‘Aku akan mengikuti polanya yang sangat jelas.’ adalah kemungkinan yang paling pasti berada di kepalanya. Walaupun begitu,

Aku selamat.

Pada akhirnya, Aku bisa melarikan diri dari nasib atas sesuatu seperti terikat di rak dan dibunuh dengan kejam. 〈Silahkan, ayo kita lanjut berbicara besok.〉, aku ingin tahu kalau karakter utama dari Seribu Satu Malam, Scheherazade, merasa seperti ini?
(Note : Scheherazade yang menceritakan serantai kisah-kisah yang menarik pada sang suami, Raja Shahryar, untuk menunda hukuman mati atas dirinya.)

······Biarlah. Aku akan kembali hidup-hidup.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter