Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5.Chapter 6

Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5.Chapter 6

Light Novel Classroom elite Bahasa Indonesia Vol 5. Chapter 6


UNTUK SIAPA?

Aku pergi ke UKS di dalam sekolah sendirian, merasakan rasa kekalahan setelah Ayanokouji-kun secara lisan menjatuhkanku. Karena dia biasanya mengikuti kebijakan sempurnanya tanpa ada gangguan, aku tidak berharap dia akan bertindak dengan cara yang seperti itu dan berbicara. Karena terkejut dengan itu, Aku tidak bisa menjawab dengan  baik.

"... bukan itu"

Itu karena dia benar, karena dia mengenai sasaran, aku tidak bisa membalas.

"........"

Ngomong-ngomong, apa yang harus aku lakukan sekarang adalah melakukan sesuatu dengan kakiku ini karena aku tidak bisa bergerak seperti yang aku inginkan. Pengobatkan akan dibutuhkan jika aku ingin mengejar Sudou-kun.

Ada personel PMR yang ditempatkan di lapangan, ingin mencegah menarik perhatian, aku memilih UKS. Namun, ketika aku memeriksa ruang kesehatan, sepertinya ada seseorang yang datang sebelum aku. Dari tiga tempat tidur di dalam, salah satu dari mereka ditutupi oleh tirai dan aku tidak bisa melihat situasinya. Sepertinya seseorang sedang beristirahat di tempat tidur itu.

"Sensei, bagaimana kondisinya?"

Selama beristirahat sebelum istirahat makan siang, aku meminta personel PMR memberikan aku taping tetapi efeknya sangat kecil. Setelah memeriksa kondisi kakiku, guru mengangkat wajahnya.
T/N: Taping itu mirip kek koyo kali, ya... tapi bentuknya kaya pita warna-warni yang ditempel di kulit.

"Hm.... Aku sudah pernah bilang ini sebelumnya, ikut berlomba akan sulit"

Meskipun katanya keseleo, ini sama sekali tidak semakin memburuk atau semakin membaik. Saat ini aku hampir tidak bisa berlari. Tapi paling tidak, aku bisa mengendalikan larianku. Aku masih tidak bisa mengumpulkan kekuatan yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan.

Aku putus asa mencoba dan mengatasi pertandingan individu, tetapi ‘Pertandingan Partisipasi Hanya Untuk yang Direkomendasikan’ kemungkinan akan lebih sulit. Jika aku ikut berpartisipasi, pasti akan jauh dari kata kemenangan. Begitulah, aku benar-benar tidak bisa mengijinkannya.

"Apa kau berencana ikut di acara Partisipasi Hanya Untuk yang Direkomendasikan?"

"Ya. Begitulah rencananya. Tapi aku pikir aku akan mengucapkan selamat tinggal kepada semua pertandingan. Karena aku bisa melihat, jika aku berpartisipasi dengan kakiku yang seperti ini, aku hanya akan menghalangi kelas"

"Itu keputusan yang bijaksana"

Untungnya, Aku punya banyak poin yang aku dapat dari ujian sebelumnya. Bahkan jika aku  absen, dengan membayar denda, aku bisa menebusnya. Bahkan jika aku menyiapkan pengganti untuk ketiga pertandingan yang aku ikuti, jumlah totalnya akan bertambah menjadi 300.000 poin. Ini sama sekali tidak murah, tapi jika dengan ini mampu meningkatkan peluang kemenangan kelas, walalupun sedikit, maka aku harus membuat keputusan yang benar tentang hal ini. Meskipun mimpiku untuk berlari bersama saudaraku gagal...

Di titik ini, mengkhawatirkan masalah pribadi seperti itu tidak ada gunanya. Yang penting adalah siapa yang bisa dipercaya untuk menjadi pengganti.

"Terima kasih banyak"

Setelah menerima perawatan, aku mengucapkan terima kasih dan meninggalkan UKS di belakang. Aku menuju pintu masuk utama untuk kembali ke lapangan.

Kaca jendela memantulkan bayanganku ketika aku menyeret kaki di belakangku. Merasa sedih, aku menggigit bibir. Aku mencurigai kinoshita-san, yang memanggil namaku tapi aku tidak punya apapun yang harus disalahkan kecuali diriku sendiri karena jatuh dan terluka.

Tidak ada yang bisa merubah fakta itu.

Aku mencoba yang terbaik untuk melindungi ketenanganku sehingga tidak akan ada yang memperhatikan dan terus berjalan. Ketika aku ingin pergi melalui pintu masuk utama, Kushida-san dengan panik berlari.

"Aku senang aku bisa menemukanmu, Horikita-san. Umm, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan..."

"..... apa itu? Aku punya urusan yang harus aku lakukan nanti, jadi aku ingin kau menyingkatnya."

"Ya. Maaf, tapi ini bukan tempat yang cocok. Apa kau mau mendengarkanku? Sepertinya ini akan menjadi masalah"

"Apa kau tidak bisa melakukannya di sini saja? Aku akan membuat keputusanku setelah mendengarkan sesuatu yang bermasalah ini"

Setelah melihat sekeliling, Kushida-san berbisik kepadaku.

".....umm kau tau, sepertinya Kinoshita-san, yang menabrakmu dan pingsan, sedang terluka serius. Saat ini, sepertinya cukup gawat. Dia bahkan tidak bisa bangun, itu sebabnya... umm, Kinoshita-san bilang dia ingin kau pergi menemuinya "

Mendengar kata-kata itu, aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Tentu saja dia terlihat terluka, tapi berpikir hal seperti itu bisa terjadi...

"Di mana dia sekarang?"

"Lewat sini"

Bolak balik, Kushida-san menuntunku ke ruang UKS.

***

Ketika aku kembali sekali lagi ke UKS, Chabashira-sensei ada di sana, di dalam ruangan. Guru yang bertanggung jawab di ruang kesehatan membuka mulutnya.

"Untunglah, aku hampir bilang bahwa aku kehilangan Horikita-san"

"Aku menyuruh Kushida mencarimu, tapi sepertinya dia segera menemukanmu”

Berdiri di sampingku, Kushida-san sedang mendengarkan pembicaraan para guru dengan pandangan yang sedikit gelisah.

"Tentang apa ini?"

Dari tempat tidur yang ditutup oleh tirai yang aku lihat sebelumnya, aku bisa mendengar suara seorang gadis menangis. Chabashira-sensei membuka tirai sedikit. Di sana adalah Kinoshita-san dari Kelas C, yang berbaring di atas tempat tidur. Segera menutup tirai lagi, aku dipanggil ke koridor.

"Kinoshita-san berlari mendekatimu saat lomba rintangan pagi tadi dan jatuh. Apa kau ingat itu?"

"Tentu saja. Dia berlari ke arahku dan jatuh."

Insiden itu berakhir dengan terjadinya masalah di festival olahragaku.

"Ini tentang itu.... Kinoshita bilang kalau kau, Horikita, sengaja membuatnya dia jatuh"

Untuk sesaat, aku tidak bisa memahami apa yang dia katakan.

"Bukan seperti itu. Itu kecelakaan yang kebetulan. Jika tidak..."

"Jika tidak?"

Aku berhenti mengatakan bahwa itu merupakan rencananya Ryuuen-kun seperti  yang Ayanokouji-kun katakan. Aku merasa bahwa itu benar, tapi itu hanya spekulasi. Tidak ada bukti.

"Tidak ... ini hanya kebetulan"

"Aku ingin percaya juga, tapi situasinya tidak terlihat baik. Kinoshita bersaksi bahwa di tengah balapan, kau terus berulang kali melihatnya. Untuk berjaga-jaga, kami memeriksa rekaman video dan kau memang memeriksa posisi Kinoshita dua kali "

"Itu karena dia berulang kali memanggil namaku. Itu sebabnya aku melihat ke belakang"

"Dia memanggil namamu, ya? Aku mengerti. Tapi, bahkan jika itulah yang terjadi, masih ada masalah besar. Dia bilang kau dengan sengaja menendang tulang keringnya. Dia bahkan absen dari semua pertandingan berikutnya. Ketika seorang guru melihat luka-luka Kinoshita, luka itu terlihat sangat parah. Kami pikir luka-luka itu dengan sengaja dibuat."

"Ini juga tidak masuk akal jika aku melaporkan luka parah yang dibuat secara tidak sengaja ketika kami jatuh. Aku tidak melakukan apa-apa"

"Tentu saja, aku percaya kepada ketidakbersalahanmu. Tapi Jepang adalah sebuah negara dengan berat untuk mengangkat yang lemah. Sekolah ini tidak berbeda dalam hal itu. Selama kita tidak bisa menghilangkan kemungkinan bahwa itu disengaja, itu wajar bagi kita untuk membahasnya"

"Itu bodoh"

"Tapi, ini bukan akhir. Jika kau mengabaikan ini, masalahnya akan tumbuh. Jelas ini sudah sampai ke telinga guru yang lainnya, dan semakin lama, ini akan semakin menyebar, bahkan akan sampai ke dewan murid. Jika itu terjadi, akibatnya akan menjadi bencana. Kau belum lupa dengan Sudou yang berkelahi dengan Kelas C, kan? "

Jika ini sampai berlarut-larut, saudara laki-lakiku pasti akan belajar dari kejadian ini juga. Aku akan menjadi adik kecil bodoh yang mengganggunya. Tapi selamaku tidak bersalah, aku tidak punya pilihan lain selain terus mengajukan banding. Terlepas dari apakah ini adalah strategi Ryuuen-kun atau hanya kebetulan, aku tidak bisa berbohong.

"Jika tujuanmu memanggilku adalah untuk mengkonfirmasi kebenaran, aku sudah mengatakannya. Aku akan mengulanginya, aku tidak melakukan apa-apa. Aku punya urusan yang harus aku lakukan mulai sekarang, jadi, bolehkan aku pergi? "

Saat ini, yang harus aku lakukan adalah menemukan Sudou-kun secepat mungkin dan membawanya kembali. Saat aku membalikkan punggungku, Chabashira-sensei memanggilku dari belakang.

"pertimbangkanlah situasi saat ini. Akan lebih baik jika kau menganggapnya disengaja daripada kebetulan. Sejak lomba rintangan, Kinoshita sudah absen untuk semua pertandingan yang berikutnya dan ingatlah, sama seperti kau mendapatkan poinmu, dia bisa mengucapkan selamat tinggal pada ‘Pertandingan Partisipasi Hanya Untuk yang Direkomendasikan’. Yah, dengan kakinya yang seperti itu, tidak akan mungkin mendapatkan posisi pertama... Bagaimanapun, Kinoshita adalah murid yang atletik. Jika kita berbicara tentang kecepatan, dia hampir seimbang jika tidak lebih baik darimu. Sebenarnya, sulit membayangkan luka parah Kinoshita hanyalah hasil dari sebuah kebetulan "

Bahkan jika dia mengatakan sesuatu seperti itu, aku masih tidak bersalah jadi itu tidak bisa dihindari. Sangat mudah untuk mengatakan bahwa aku tidak bersalah, tapi jam terus berdetak. Saat ini, aku tidak bisa membuang waktu untuk sesuatu yang seperti ini.

"Aku berencana absen dari acara ‘Pertandingan Partisipasi Hanya Untuk yang Direkomendasikan’. Bagaimanapun juga, sejak lomba rintangan, peringkatku tidak memuaskan. Jika aku dianggap absen seperti Kinoshita-san, aku tidak keberatan menerimanya. Tapi, izinkan aku menekankan bahwa aku tidak sengaja membuatnya jatuh demi melukainya”

Aku penasaran, apa ini baik-baik saja? Aku bertanya kepada Chabashira-sensei. Tapi...

"Tapi sepertinya Kinoshita tidak akan mendengarkan. Dia bilang bahwa dia akan melaporkan ini ke sekolah. Dilihat dari kesaksian dan rekamannya, sepertinya kita tidak akan bisa menyelesaikan kasus ini. Melihat dari sudut pandangnya, seolah-olah dia terpaksa menerima situasi ini. Itu juga akan membuat Kelas C melewati masa sulit karena mereka kehilangan Kinoshita. Kau mengerti apa artinya? "

"... Persidangan, kan?"

Chabashira-sensei tidak menyangkalnya, melainkan menyilangkan lengannya dalam diam. 

Untuk membuktikan bahwa ada alien di bumi, yang harus kau lakukan adalah menangkap satu alien dari suatu tempat di planet ini, tetapi untuk membuktikan bahwa tidak ada alien di bumi, kau harus mencari ke setiap sudut dan celah bumi, yang merupakan sesuatu hal termustahil untuk dilakukan. Itu adalah bukti kejam. Apa yang ingin dikatakan Chabashira-sensei adalah, kecuali aku bisa  membuktikan ketidakbersalahanku, Harus ada tindakan untuk mencegah ketidakadilan...

"Darimana kau bisa mendengar ini, Chabashira-sensei? Siapa lagi yang tau tentang hal ini?"

"Kushida berbicara denganku tentang masalah ini. Dia bilang dia tidak mau membuat masalah membesar, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan"

"Maaf, Horikita-san. Kinoshita-san bersikeras ingin aku berunding dengan seorang guru tentang hal ini tidak peduli apa  pun itu..." Kata Kushida.

"Terima kasih atas perhatianmu. Karena jika itu adalah seorang guru dari kelas lain, ini akan berubah menjadi masalah yang lebih besar. Tapi aku ragu. Dari mana tepatnya kau mendengar ini dari Kinoshita-san?"

Kushida-san dengan cemas melihat pintu masuk ke ruang kesehatan.

"Karena aku berteman baik dengan Kinoshita-san... Saat aku memeriksanya ketika beristirahat, dia memberitahuku"

"begitulahkah”

Tidak aneh jika ini adalah Kushida-san yang sedang kami bicarakan karena dia punya jangkauan sosial yang besar. Ngomong-ngomong, satu-satunya yang tahu ini sekarang adalah pihak yang bersangkutan: Kinoshita-san dan diriku sendiri. Serta Kushida-san dan Chabashira-sensei. Jika memungkinkan, aku ingin tetap seperti ini dan menyelesaikan masalah ini, tapi...

"Apa kau mau berbicara dengan Kinoshita-san?"

"Aku tidak tau. Saat ini dia terlihat sedikit ketakutan jadi dia mungkin secara emosional tidak stabil.... Tolong. Aku tidak ingin memperburuk sesuatu yang baik"

Aku menundukkan kepala dan Kushida-san juga menundukkan kepalanya.

"Aku juga memohon padamu, sensei" Kata Kushida.

"Baiklah, kalau begitu mari kita coba berbicara dengannya sedikit"

Tepat saat kami menerima izin dari Chabashira-sensei, aku bisa mendengar suara langkah kaki dari luar koridor. Orang itu langsung menuju ke UKS. Meletakan tangannya di kedua saku, dia bertindak seperti dialah yang memiliki tempat itu.

"Sepertinya itu menjadi masalah yang cukup besar"

"Ryuuen-kun ......"

Kenapa dia ada di sini sekarang?

Sambil membuang kebingunganku, aku berpura-pura tenang. Tapi seakan dia sudah melihatnya, dia tertawa mengejek dan berhenti di depan kami.

"Aku datang ke sini setelah Kinoshita memintaku. Berpikir jika seseorang akan dengan sengaja membuat luka itu..."

Mengatakan itu, dia melewati kami dan memasuki ruang UKS. Kami juga, dengan panik mengikutinya. Memasuki UKS, Ryuuen menepis upaya guru untuk menghentikannya dan membuka tirai yang menutupi tempat tidur di mana Kinoshita-san menerima perawatan.

"Hei, Kinoshita. Kau baik-baik saja? Sepertinya kau sudah melalui masa-masa sulit"

Melihat Ryuuen-kun, Kinoshita-san secara terang-terangan gemetar ketakutan.

"Aku dengar kau melukai kakimu? Tunjukkan padaku"

Dia mengatakan itu sebelum dia menarik kaki Kinoshita-san keluar dari dalam selimut.

"Ini buruk. Tidak setengah buruk sampai harus dipertimbangkan...."

Di bawah tangan Ryuuen-kun adalah kaki yang terlihat menyakitkan Kinoshita-san terbungkus perban.

"Maaf.... aku mencoba bertahan di sana dan mengikuti pertandingan berikutnya juga tapi... kakiku tidak mau mendengarkan... itu sebabnya ..... ahh!"

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Kinoshita. Aku tahu kau mencoba berpartisipasi di lomba tiga kaki"

"... itu tabrakan yang tidak sengaja. Kinoshita-san, apa sebenarnya yang coba kau ambil dengan mengatakan bahwa aku membuatmu jatuh?"

"!"

Saat aku menanyainya dengan sedikit tatapan, Kinoshita-san mengalihkan pandangannya. Ryuuen-kun kemudian berdiri di depannya.

 Light Novel Classroom elite Bahasa Indonesia Vol 5. Chapter 6


"Menurut apa yang Kinoshita katakan, kau benar-benar bermaksud membuatnya jatuh. Kau sengaja melakukannya, bukan?"

"Berhenti bercanda. Apa kau menuduhku akan melakukan sesuatu seperti itu?"

"Kau tidak pernah tahu apa yang akan dilakukan seseorang. Selain itu, lihat faktanya. Yang terjadi adalah, Kinoshita lebih baik daripada kau di bidang olahraga, mendapatkan luka serius dan harus absen. Selain itu, dia berencana mengikuti semua ‘Pertandingan Hanya Untuk Yang Di Rekomendasi’ nanti. Sebaliknya, kau terus berpartisipasi di pertandingan meskipun kau cedera. Kau menanyakan hal yang tidak mungkin kecuali kau ingin membuatku tidak curiga tentang hal itu”

Aku juga paham seberapa pentingnya kehilangan anggota dari daftar tabel, tapi dari penjelasan yang sangat banyak yang dia berikan, keraguanku padanya semakin meningkat. Apa yang membuat Kinoshita-san menemuiku adalah  bagian dari tujuannya? seperti yang sudah aku duga?

Apa dia, khususnya bertabrakan denganku, berkorban demi membuang kecurigaan, karena dia lebih atletis daripada aku?

Tapi... itu akan menciptakan kecurigaan yang lebih lanjut. Apa yang dia dapat dari Kinoshita-san yang bertabrakan denganku? ketika dia jauh lebih mungkin mendapatkan poin daripada aku? Lalu, jika dia benar-benar berencana untuk berpartisipasi di semua acara ‘Hanya Partisipasi yang Direkomendasika’n,  itu berarti Kelas C akan kehilangan poin sebanyak 400.000. Apa ini semua semata-mata demi menghancurkanku dan berjemur di dalam kemenangan?

Untuk itu, apa dia bermaksud melukai teman sekelasnya sendiri, membayar harga untuk itu dan menurunkan peluang menenangan mereka?

Paling tidak, dari apa yang aku alami dalam hidupku sejauh ini, aku tidak bisa mengumpulkan maksud apa pun dari tindakan ketidakefesienan semacam itu.

"Apa yang kau pikirkan dengan sangat tenang?"


Ryuuen-kun membungkuk ke depan seolah mengintipku sambil menjaga tangannya tetap di dalam saku.

"Bahkan jika kita sedikit memutarbalikan fakta, itu tidak akan ada gunanya untuk kita. Benarkan, Kinoshita?"

Di tengah-tengah itu, Ryuuen-kun melihat kepada Kinoshita-san.

"Horikita-san... kau memberitahuku setelah aku jatuh... bahwa aku pasti tidak akan menang ....."

"Aku bilang, tidak ada yang seperti itu. Apa kau sadar kalau kau berbohong?"

“Horikita, kau hanya melihat ke belakang selama insiden kecelakaan dengan Kinoshita. Kenapa?”

Chabashira-sensei sekali lagi menanyakanku pertanyaan yang sama.

"Aku akui kalau aku melihat ke belakang. Tapi, itu karena dia memanggil namaku berkali-kali dari belakang. Awalnya, aku mengabaikannya. Tapi yang jelas sesuatu terasa aneh dan aku melihat ke belakang"

"Benarkah, Kinoshita?"

Kali ini, Chabashira-sensei memilih bertanya pada Kinoshita-san daripada aku.

"Aku tidak pernah memanggilmu, bahkan sekali pun"

Ketika Chabashira-sensei mencoba untuk mengkonfirmasi, daripada mengakuinya, Kinoshita-san menyangkalnya.

"Orang yang dipertanyakan itu sendiri menyangkalnya, sensei. Di samping itu, bahkan jika Kinoshita kebetulan memanggil nama Suzune, apa yang salah dengan itu? Hanya menyebut nama saja tidak sama dengan bermain curang. Di atas itu, mungkin sedang putus asa. Tangisan yang berasal dari keinginan untuk menang. Kinoshita tidak ada duanya jika menyangkut semangat bersaing. Jika kau terus bereaksi dengan sesuatu yang seperti itu, tidak akan ada akhirnya"

Argumen ini akan terus berlanjut jika ini terus terjadi. Tidak salah lagi, fakta bahwa keduanya pasti bekerja sama.

"Umm .... Kinoshita-san, Ryuuen-kun. Aku pikir sangat disayangkan jika semuanya berubah menjadi seperti ini, tapi aku tidak berpikir bahwa Horikita-san adalah tipe orang yang dengan sengaja melukai lawannya seperti ini"

Setelah mendengarkan kedua belah pihak, Kushida-san berbicara seolah-olah melindungiku.

"Tapi Horikita-san memberitahuku.... dia tidak akan membiarkanku menang .....!"

"Itu mungkin hanyalah keinginanmu supaya tidak kalah, bukan? Kurasa Horikita-san juga terkejut dengan kejatuhannya, aku pikir dia juga putus asa."

Aku tidak mengatakannya. Aku bahkan tidak mengatakan satu kata pun kepada Kinoshita-san.

Aku menahannya. Tapi, Kinoshita-san melanjutkan.

"Tapi...  aku tidak bisa memaafkannya... aku harus beristirahat dari acara lintasan dan lapangan sekarang..."

"... Apa kau tidak malu? Melukis kebohongan dan menjerat seseorang, apa itu menyenangkan untukmu? Atau apa mungkin Ryuuen-kun lah yang mengatur semuanya? Aku ragu bahwa itu hanya kebetulan yang dengan mudah kau tunjukkan di sini"

Aku tidak bisa menerima pembenaran klaimnya hanya karena dia menangis.

Karena itu bohong.

Itu sebabnya aku memutuskan untuk mengambil tindakan ekstrim. Jika dia ada di sini, daripada berubah menjadi buruk, aku harus membawa situasi ini dan mengubahnya menjadi situasi yang lebih menguntungkan.

“Jadi kau buta terhadap kekuranganmu sendiri dan sekarang, kesalahan Kinoshita yang terluka juga adalah kesalahanku, huh? Kau benar-benar wanita yang mengerikan”

"Jangan membuatku tertawa. Kau memprovokasi Sudou-kun beberapa saat yang lalu, aku tidak akan membiarkanmu mengatakan bahwa kau lupa. Kau mencoba menggunakan trik yang sama juga, kan?"

"Insiden itu tidak ada hubungannya denganku. Sangat tidak masuk akal menghubungkan masalah ini dengan yang itu"

Setidaknya dia tidak terlihat akan mengakui apa pun.

"Sudah cukup. Kau bertabrakan dengan Kinoshita menggunakan tindakan yang merusak diri sendiri. Itu berhasil. Tidak ada ruang untuk diskusi lebih lanjut. Bisakah kita membicarakan ini dengan para atasan?"

"Itu... apa kau akan membiarkanku membicarakan ini sedikit lagi dengan Horikita-san?"

Kushida-san memohon kepada Ryuuen-kun seolah membuat permohonan. Aku ingin mengatakan kepadanya bahwa itu adalah kekhawatiran yang tidak penting, tetapi bagiku, aku lebih suka tidak dibantu dengan apa pun yang bisa membuat cerita ini menyebar.

Meskipun aku merasa seperti terjebak di jaring laba-laba, aku tidak bisa tidak berjuang mati-matian.

Ryuuen-kun terlihat sedikit berpikir, lalu dia membuat usulan ini.

"Aku tidak punya waktu untuk membicarakan hal ini dengan santai. Setelah istirahat makan siang berakhir, aku punya acara Hanya Untuk Partisipasi Yang Direkomendasikan. Aku akan berpartisipasi di sana, jadi aku ingin menyelesaikan segalanya di sini. Membiarkan para atasan membuat penilaian akan menjadi yang terbaik."

Setelah melihatku, Kushida-san dan Kinoshita-san sekali, Ryuuen-kun berbicara lagi.

"Aku tidak keberatan jika kita bisa mencapai kesepakatan yang cepat dan mudah"

"Membuat kesepakatan?"

"Aku sedang berbicara tentang kau yang mendapatkan kerugian yang disebabkan oleh Kinoshita dan Kelas C"

"Itu tidak lucu, aku bahkan tidak perlu mendengarkan ini"

Jika memang begitu, jumlah denda yang akan dibayar tidak akan murah. Selain itu, aku akan mengakhiri sesuatu di dalam catatan jelek.

"Kalau begitu, kita selesai. Kau tidak akan membuat kesepakatan, tapi kau memberitahu kepada kami untuk tidak melaporkan ini kepada petinggi. Itu terlalu egois, Suzune. Ini tidak akan selesai"

"Tunggu. Apa sebenarnya yang harus kita lakukan .....?" Kata Kushida

Menggangguku, Kushida-san mendengarkan usulan Ryuuen-kun.

"Sepertinya kau memahaminya dengan baik. Itu benar... jika kau akan membayar lebih dari 1 juta poin, maka aku akan meminta Kinoshita menarik kembali keluhannya. Dengan begitu, kami bisa menyiapkan pengganti ‘Partisipasi Hanya Untuk Yang Direkomendasikan’ dan Kinoshita bisa mendapatkan 'pendapatan khusus' berkatku juga. Cukup sederhana kan? "

"Jangan konyol. Aku belum melakukan apa-apa. Aku tidak perlu menyerahkan satu poin pun"

"Kalau begitu, maju dan buktikan, Suzune. Mari kita membuat perbedaan yang jelas di antara hitam dan putih. Oke?"

"Kalian semua sepertinya sangat percaya diri. Kau pikir kebohonganmu tidak akan ketahuan?"

"Kami akan membuktikan bahwa kami tidak berbohong. Mari kita bawa Presiden Dewan Murid-sama untuk memberikan penilaiannya"

Ryuuen-kun tahu tentang aku dan Presiden Dewan Murid..... dengan kata lain, dia memprovokasiku dengan nada yang menyiratkan bahwa dia tahu Nii-san. Sepertiku, Aku benar-benar tidak bisa melakukan sesuatu yang akan membuat Nii-san kesulitan.

Adik Presiden Dewan Murid melakukan tindakan yang mengganggu dan dengan sengaja memberikan cedera. Jika rumor semacam itu menyebar, kerugian yang Nii-san terima akan tidak  terukur jumlahnya. Ini trik yang sama seperti sebelumnya, tetapi tidak seperti waktu itu, tidak ada celah untuk melarikan diri.

Dalam kasus Sudou-kun, mereka berpura-pura menjadi korban berdasarkan dugaan bahwa 'tidak ada yang akan melihat'. Tetapi ini berbeda.

Dia membuat "seluruh murid menjadi saksi" dan mempermainkan korban. Dia punya kelebihan. Selain itu, ada juga fakta bahwa Kinoshita-san adalah seorang murid yang atletis sepertiku.

Lalu, fakta bahwa ada rekaman videoku yang diputar, titik yang mencurigakan.

Fakta bahwa Kinoshita-san berencana mengikuti semua acara Partisipasi Hanya Untuk  Yang Direkomendasikan. Akhirnya, kenyataan bahwa dia mendapatkan luka cukup parah dan mencegahnya melanjutkan. Tidak ada faktor bermain untukku supaya pulih. Dan yang paling penting, adalah waktu yang mereka gunakan untuk meletakan jebakan.

Tidak langsung setelah Kinoshita-san melukai dirinya sendiri, tetapi fakta bahwa mereka membuatnya berbaring itu terlihat lebih jujur. Itu artinya mereka tidak mengajukan keluhan segera setelah jatuh tetapi menantang pertandingan yang berikutnya dulu.

Dengan kata lain, dia mencoba menahannya, bahwa dia berusaha menahannya membuatnya terlihat lebih jujur.

Tetapi pada akhirnya, tidak mampu mengatasi rasa sakit, dia absen dan setelah itu, dia diam-diam berbicara tentangku yang dengan sengaja membuat dia jatuh sebelum berpura-pura takut pada pembalasan selanjutnya dariku.

Sekarang aku yakin, bahwa ini adalah jaring melingkar yang digunakan untuk melawanku. Dan juga... bahwa situasi ini sudah melewati titik tanpa harapan, Itu adalah kesalahan yang aku buat saat aku memutuskan untuk dengan hati-hati mendekati festival olahraga ini.

Aku sangat menyadari, untuk sementara, masih meninggalkan beberapa hal yang tidak diketahui.

"Umm .... apa tidak masalah jika hanya dengan poinku saja.... Ryuuen-kun?"

"Ahh?"

"Aku tidak berpikir Horikita-san adalah tipe orang yang dengan sengaja melakukan sesuatu seperti ini. Itulah kenapa aku tidak ingin membuat masalah yang lebih besar dari ini. Tapi... aku juga tidak berpikir bahwa Kinoshita-san adalah tipe orang yang berbohong... sebuah kebetulan yang tidak menguntungkan, bukankah itu hanya... penyebabnya.... "

“Pertemanan yang indah. Tapi itu tidak bagus. Sebagai anggota Kelas C, aku pikir Suzune melakukan ini karena dendam. Jika aku memikirkan Kinoshita, aku merasa itu tidak akan berarti kecuali aku mendapatkan uang dari Suzune. Tentu saja, aku tidak akan menghentikanmu jika kau bersedia membayar "

Jika kami terus berdebat di sini, semuanya akan lepas kendali. Tapi aku tidak akan kalah.

"Aku sudah memutuskan. Kinoshita, kita akan mengeluhkan hal ini kepada para guru dan ke dewan murid juga" Seolah-olah untuk membangunkannya, Ryuuen-kun mengeluarkan perintah kepada Kinoshita-san.

Sementara membuat wajah kesakitan, Kinoshita-san mengangkat bagian atas tubuhnya.

"Jika mereka melihat situasi ini, sekolah harus tau bahwa ini adalah masalah yang serius. Mereka tidak akan memihak sikap setan yang akan melakukan apa pun jika itu demi kemenangan mereka yang rendahan"

Aku harus memilih.

Jalan di mana aku akan mengejar kebenaran dan bertentangan dengan Ryuuen-kun. Yang tidak bukan adalah membuat negoiasi di sini.

Jelas aku akan memilih yang pertama. Tapi, tidak ada apa pun di dunia yang bisa mengungkap kebenaran itu. Dengan kata lain, aku hanya akan membuang-buang waktu dan kepercayaan.

Kalau begitu... membuat kesepakatan dengan dia di sini akan....

Dengan putus asa aku meremas suaraku dan memanggil untuk menghentikan mereka berdua pergi.

"Tunggu....."

Kata itu jelas mencapai Ryuuen-kun. Mereka berhenti berjalan.

"Ada apa, Suzune? Kau tidak punya niat menanggapi diskusi, kan?"

"Jika aku membayar, maka kau akan membuatnya seolah ini tidak pernah terjadi, kan?"

"Jadi, kau mengakui bahwa kau melakukan permainan curang supaya menang?"

"Aku tidak akan mengakuinya ... karena aku tidak berbohong"

"Ini aneh. Untuk apa sebenarnya kau membayar?"

"Kali ini, aku kalah melawan strategimu. Itulah kenapa aku akan membayar. Itulah yang aku maksud"

Ini memalukan, tapi aku tidak bisa mengatakan apa-apa kecuali itu.

"Apa kau mendengar itu, Kinoshita? Dia tidak berpikir bahwa dia melakukan kesalahan apa pun. Apa kau bisa memaafkannya?"

"..... Aku tidak akan memaafkannya ......"

"Dengar? Kecuali kau mengakui kesalahanmu dengan tulus, kami tidak punya niat untuk menanggapi"

".........."

"Itulah yang ingin aku katakan, tapi kau juga punya harga diri. Aku mengerti jika kau tidak mau menyebut dirimu orang jahat di depan guru dan temanmu. Itulah kenapa aku akan memberikan tanggapanku karena aku punya hati yang dermawan. Tapi, itu cerita yang berbeda jika Kinoshita menerimanya atau tidak"

Dia memberi senyum iblis sambil memanipulasi situasi sendirian seolah-olah mempermainkan hatiku.

Aku ingin dibebaskan dari situasi ini secepat mungkin.

"Jika aku membayar sejuta poin, kau akan membuatnya seolah tidak ada yang terjadi, itu yang kau katakan. Tidak ada kondisi yang lain, kan?"

"Tentu saja. Tapi itu beberapa waktu yang lalu. Kau menolaknya sekali, kan? Situasi yang sama tidak akan berlaku sekarang. Jika ini ronde kedua negosiasi, secara alami situasinya akan berubah"

Seberapa jauh Ryuuen-kun berniat menyerang sambil memprovokasiku?

"Itu benar. Cobalah berlutut dan memohon di sini. Mungkin perasaan Kinoshita dan perasaanku berubah"

"Tunggu, Ryuuen. Ini berlebihan" Menanggapi Ryuuen-kun yang meminta aku berlutut, Chabashira-sensei, yang menjadi penonton, membuka mulutnya.

"Guru tidak boleh ikut campur. Ini masalah di antara kami para murid"

Ryuuen-kun, yang tidak menunjukkan rasa takut bahkan kepada guru, mengatakannya sebagai pencegahan.

"Yah, aku tidak akan memaksamu segera membuat keputusan. Mata seorang guru juga ada di sini. Aku akan mendengar jawabanmu setelah festival olahraga berakhir. Apa kau mau mengakhiri ini dengan sejuta poin dan berlutut di tanah atau apa kau akan menghidupkan kembali masalah ini dan meminta sekolah yang melakukannya? Mana yang akan kau pilih? "

Lalu dia menambahkan ini juga.

"Jangan pikir masalah ini akan berakhir hanya karena festival olahraga berakhir, oke? Aku akan menggali lagi masalah ini secara total, tidak peduli apa pun dan bertarung melawanmu. Setelah sekolah, kau bawa Suzune kepadaku"

Mengatakan itu pada Kushida-san, Ryuuen-kun dan Kinoshita-san, keduanya meninggalkan ruang UKS. Setelah tertinggal, aku berdiri sambil merasakan kekalahan.

"Apa kau baik-baik saja? Horikita-san ......"

"Aku baik-baik saja..... yang lebih penting, sudah berapa menit? Sensei, berapa lama lagi waktu istirahat makan siang?"

"Masih ada sekitar 20 menit. Kau belum makan kan? Lebih baik cepat makan”

Sudah waktunya melakukan itu.... tidak terlalu berlebihan, tapi aku tidak punya waktu untuk makan siang sekarang. Karena aku harus menemukan Sudou-kun secepat mungkin.

"Permisi"

Terburu-buru, aku meninggalkan mereka berdua saat aku pergi dari UKS.

***

Semua ini, karena kelalaianku. Semua karena aku menantang festival olahraga ini sambil memikirkan diriku sendiri. Fakta bahwa Ryuuen-kun mendapatkan tabel partisipasi kami dan bahwa dia sudah merencanakan sesuatu, dan bahwa tujuannya adalah untuk membuatku jatuh, Aku gagal melihat semua itu. Aku tidak siap secara mental untuk itu.

Itu sebabnya aku menjadi gelisah dan gagal menemukan solusi dan itulah sebabnya aku saat ini berada di dalam kebingungan. Cara berjalanku terasa lebih berat dari sebelumnya.

"Ini menyedihkan ......"

Itu benar, aku melihat diriku menyedihkan. Ketika aku mendekati pintu masuk, aku melihat kehadiran dua orang yang masuk ke gedung sekolah. Jika mereka kebetulan murid biasa, aku bahkan tidak perlu memperhatikan mereka. Tapi bukan itu masalahnya.

"Nii-san"

Mungkin dia mendengarnya, mungkin juga tidak. Bisikan kecilku yang tidak keluar, menghilang dalam keheningan.

Presiden Dewan Murid sekolah ini dan juga merupakan kakak laki-lakiku. Kemudian, salah satu murid perempuan dari dewan murid yang bekerja untuk kakak laki-lakiku, Sekretaris Tachibana.

Sekretaris Tachibana memperhatikan kehadiranku dan mengalihkan tatapannya ke arahku, tetapi kakakku bahkan tidak melihatku sedikitpun.

Aku terbiasa diabaikan olehnya. Sejujurnya, aku ingin memanggilnya dan berbicara dengannya. Namun, selama aku terlempar di Kelas D, aku tidak memiliki syarat atau hak untuk melakukannya.

Aku menahannya dengan tatapan tertunduk. Bukan berarti saudaraku akan berhenti untukku.

Itu seharusnya yang terjadi tapi...

"Apa kau mengerti persis seperti apa situasi Kelas D sekarang di dalam ujian ini?"

Kata-kata itu tidak ditujukan pada Sekretaris Tachibana, tetapi kata-kata yang Nii-san berbicara, dia melakukannya sambil menatapku.

"..... Saat ini aku menyadarinya"

Sejujurnya aku berkata begitu. Itu adalah kesalahanku karena tidak berpikir bahwa daftar tabel partisipasi akan bocor dan tanpa tujuan menghabiskan hari-hariku.

Ketika sampai pada detail dari perlombaan individu, aku dengan luar biasa dikalahkan oleh Kelas C.

"Tapi tolong jangan khawatir...  aku tidak akan mengganggumu, Nii-san"

Itu benar, itu saja yang harus aku hindari. Kejadian ini disebabkan sepenuhnya oleh kekuranganku. Untungnya, dia menawarkan penyelesaikan dengan sejuta poin dan bersujud.

Mempertimbangkan Chabashira-sensei, dia  juga merupakan saksi. Itu tidak akan berubah menjadi bencana di menit terakhir. Jika demikian, pada akhirnya ,mungkin menjadi lebih baik karena sekarang ini bisa berakhir tanpa memberi Nii-san masalah apa pun.

Tapi tidak seperti ini, aku ingin melakukan pembicaran yang benar dengannya. Pemikiran itu adalah satu-satunya penyesalanku.

Idealnya, seperti yang sudah aku lakukan, aku bisa melakukannya di pergantian lomba estafet terakhir. Tapi harapanku itu hilang dengan cedera kaki yang aku terima. Tapi hanya dengan membiarkan dia melihat sosok yang terluka ini, saudaraku tidak akan mengasihaniku.

Itu sebabnya, tetaplah positif. Sekarang aku sudah terpukul sejauh ini. Tidak akan ada lagi yang tersisa untuk kalah. Selain itu, aku mengerti bahwa masih ada sesuatu yang tersisa di festival olahraga ini yang bisa aku lakukan.

"Permisi"

Mengatakan itu, aku berlari melewati pintu masuk ke luar. Menahan rasa sakit di kakiku, aku berlari di sekitar fasilitas. Untuk menemukan Sudou-kun.

Tapi aku tidak akan bisa menemukannya dengan mudah. Di sekolah yang besar ini, akan memakan banyak waktu jika hanya melihat-lihat. Ketika waktu yang tersisa telah berlalu sekitar 10 menit, aku kembali ke lapangan.

Karena fakta bahwa acara Partisipasi Hanya Untuk Yang Direkomendasi semakin dekat, ada kemungkinan bahwa Sudou-kun mungkin sudah bergegas kembali. Karena dia selalu berusaha sebaik mungkin untuk menempati posisi teratas di antara tahun sekolah kami.

Aku berdoa agar itu terjadi.

"Seperti yang aku takutkan, dia tidak kembali ..."

Jika masih ada tempat yang belum pernah aku datangi, itu pasti Mal Keyaki atau asrama. Ada juga kemungkinan bahwa dia bisa berada di suatu tempat di gedung sekolah. Rasanya cukup sulit untuk menemukannya.

Dan sebelum aku, dia, Ayanokouji-kun muncul. Aku penasaran, apa dia baru saja selesai dengan makan siangnya.

"Napasmu cukup berat"

"Aku mencari Sudou-kun. Dia belum muncul sekali pun di sini?"

"Ya. Sejauh ini. Apa kau akhirnya mau membujuknya?"

"Itu karena dia adalah aset yang berharga untuk Kelas D. Selain itu, bahkan jika aku tidak mau, aku akan menyadarinya"

"Dan itu artinya?"

Dia terlihat tertarik dengan perubahan kondisi mentalku, tapi saat ini tidak ada gunanya memberitahunya tentang Ryuuen-kun. Selain itu, bukan berarti sesuatu akan menjadi lebih baik bahkan jika aku memberitahunya.

Kushida-san dan aku, serta Chabashira-sensei. Yang terbaik untuk menyelesaikan ini hanyalah kami.

Istirahat makan siang sudah selesai tapi Sudou-kun belum muncul. Kelas D, sedang dalam kesulitan untuk acara Hanya Untuk Yang Direkomendasi sore nanti. Dari hilangnya Sudou-kun, kekalahan terlihat pasti.

"Apa kau tau di mana Sudou? Waktunya sudah habis"

"Tidak, belum. Tempat ke mana dia bisa pergi terbatas. Jika dia tidak mau dilihat, kemungkinan dia akan kembali ke asrama cukup tinggi. Apa kakimu baik-baik saja?"

"Bohong jika aku bilang tidak sakit, tapi bukan berarti aku tidak bisa lari. Apa kau mau ikut?"

"Aku harus menolak. Bahkan jika aku bertindak bersamamu, aku hanya akan menghalangi jalanmu"

"Aku mengerti..."

Itu mungkin bagus untukku juga. Aku pikir begitu. Aku menahan rasa sakit dan mulai berjalan.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter