Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5. Chapter 5 part 2

Light Novel Classroom elite Bahasa Indonesia Vol 5. Chapter 5 part 2


"Lari cepat 100 meter, kelompok mana lagi yang kau masuki?" Tanya Horikita.

"Kelompok tujuh"

Aku menjawab sambil melihat tabel program sederhana (kertas tempat orang yang ditugaskan dan waktu pertandingan ditulis)

"Akan lebih baik jika lawan yang tangguh tidak muncul. Demi kelas, aku akan sedikit menyemangatimu"

"Aku akan melakukan yang terbaik agar tidak berada di terbawah”

Setelah menyuarakan tujuanku yang tidak ambisius, kami, anak laki-laki tahun pertama menuju ke lapangan untuk pertandingan.

Pertandingan seperti lari 100 meter semua diadakan mulai dari tahun-tahun pertama. Mulai dari anak laki-laki tahun pertama dan berakhir dengan perempuan tahun ke-3 adalah keseluruhan dari acara tersebut. 

Kemudian dengan istirahat yang diadakan di antaranya, akan beralih dan dimulai lagi dengan para perempuan tahun pertama dan diakhiri dengan anak laki-laki tahun ke-3. Pertandingan ini akan dimulai dengan menggunakan hasil cetak kertas setiap kelas yang sudah diserahkan sebelumnya sebagai dasar untuk menentukan pasangan.

Sejak hari pertama acara dimulai, sudah jelas siapa yang akan berlari dari kelas yang lain.

Dari masing-masing kelas, dua yang terpilih membentuk total delapan orang yang berbaris menjadi satu. Giliranku, seperti yang aku katakan kepada Horikita sebelumnya, adalah yang ketujuh. Secara total, anak laki-laki tahun pertama terbentuk menjadi 10 kelompok.

Sekarang giliran Sudou, karena dia akan berlari di kelompok pertama. Semua murid Kelas D menonton sambil menahan nafas.

Hasil dari festival olahraga akan sangat bergantung pada Sudou. Pertama-tama, di acara pertama ini, kami akan menggunakan debut Sudou dalam lomba untuk menghancurkan lawan. Rencananya adalah membuat semua orang di pompa dengan kekuatan yang sama. Jika Sudou selesai dengan hasil yang mengecewakan di sini, ada kemungkinan bahwa itu akan memiliki efek yang lama.

"Dari apa yang bisa kulihat, sepertinya tidak ada orang yang hebat di sini. Ada banyak orang gemuk dan kampungan di sini. Sudah pasti Sudou akan menempati peringkat pertama"

Aku tidak bisa melihat murid-murid terbaik di tahun ajaran kami dari kelas-kelas lain. Seperti yang Ike katakan, mungkin sudah pasti.

"Sebaliknya, tergantung bagaimana kau melihatnya, itu juga bisa dianggap sebagai kerugian"

Idealnya, untuk seseorang dengan kemampuan fisik seperti Sudou, akan lebih baik jika seseorang bisa bersaing dengan kecepatan.

"Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Terserah kepada keberuntungan"

Ada sesuatu tentang sosok Sudou. Dalam posisi berjongkok di garis start, yang mengobarkan kepercayaan diri kuat, bahkan jika dia kebetulan terjatuh di tengah pertandingan, dia masih bisa membalikkan keadaan, dia memberikan aura ketenangan di sekitarnya.

Kemudian, ketika sinyal itu terdengar, Sudou bangkit dengan sempurna secara bersamaan dan berlari. Sudou, yang melewati orang-orang dari awal, mengalahkan semua anak laki-laki lain seolah-olah mengguncang mereka dan meninggalkan mereka di dalam debu.

Dia mencapai finish dengan celah jarak yang luar biasa. Tidak ada yang bisa mengikutinya. Tidak ada lagi yang bisa dikomentari tentang itu. Ketika seluruh murid menyaksikan, sebagai pelari pertama dalam pertandingan pertama, Sudou merebut posisi pertama seperti yang diharapkan.

Pada saat yang sama, Profesor yang sudah dipilih, dengan bagus berhasil mengamankan posii terakhir seperti yang dipikirkan, tapi ....

Bahkan tidak memberi kami waktu untuk berjemur dengan perasaan senang, sinyal untuk kelompok berikutnya mulai datang. Sinyal datang pada selang 20 detik. Sekitar 4 menit yang akan dibutuhkan untuk semua anak laki-laki tahun pertama selesai berlari. Karena ini akan diulang oleh anak laki-laki dan perempuan untuk semua tahun sekolah, lari cepat 100 meter akan selesai dalam sekitar 30 menit sesuai dengan perhitungan.

"Seperti yang aku pikirkan tentang Sudou-kun, mungkin."

Hirata, yang berpasangan denganku, memujinya seolah dia terkesan.

"Ya. Rasanya seperti kelas-kelas lain juga tercengang"

Dia tidak hanya mengambil posisi pertama, tidak salah lagi juga meninggalkan dampak yang kuat. Kami, kelompok ketujuh, sama seperti Sudou dan Profesor, juga memiliki tugas kami sendiri yang cocok untuk kami.

Hirata, yang masuk di klub sepak bola dan pelari cepat, akan memiliki peringkat tinggi. Dan untukku, aku akan mengambil peringkat yang lebih tinggi meskipun hanya satu, dengan kata lain, mau bagaimana lagi bahkan jika aku kalah. Kemudian juga ada masalah tentang menonjol dan tetap tidak mencolok. Ada beberapa murid dari kelas lain yang harus kami awasi tetapi di antara yang aku tahu, mereka yang memberikan kehadiran yang kuat seperti Ryuuen dan Katsuragi dan yang atletik seperti Kanzaki dan Shibata, aku penasaran, di kelompok mana mereka.

Kelompok ketiga bergerak ke titik start.

"Ohh, si botak.... tidak, maksudku Katsuragi ada di jalur pertama"

Ike menunjuk ke kepalanya. Si bitak bermandikan sinar matahari yang bersinar menyilaukan. Selain Katsuragi, seorang laki-laki yang aku kenal sedang melihat ke titik finish dengan ekspresi tenang.

Dia Kanzaki dari Kelas B. Jadi Katsuragi dan Kanzaki akan bersaing satu sama lain, ya?

Sementara itu, laki-laki yang pertama kali ada dalam daftar orang-orang yang harus diperhatikan, Kouenji dari Kelas D, juga merupakan bagian dari kelompok ketiga tetapi....

Tidak ada tanda-tanda bahwa Kouenji ada di jalur kelima yang ditugaskan padanya. Namun, sekolah tidak repot-repot mencari Kouenji yang hilang dan malah menganggapnya sebagai ketidakhadiran, mereka akhirnya segera memulai pertandingan.

Kelompok ketiga adalah pertarungan terbuka, tetapi sepertinya, berdasarkan kecepatan, Kanzaki melampaui mereka semua.

Bukan berarti Katsuragi lambat, tapi itu hanya di luar kemampuannya, dan tanpa ada banyak pertentangan, balapan berakhir. Kanzaki mengambil posisi pertama dan Katsuragi mengambil posisi ketiga. Saat balapan terus berkembang, Hirata menyadari sesuatu.

"Ayanokouji-kun, lihat ke sana"

Apa yang Hirata perhatikan adalah ke arah pondok. Saat aku menajamkan mataku untuk melihat, di dalamnya aku bisa melihat Kouenji yang sedang menata rambutnya. Jalurnya sudah selesai berlari, pasti bukan itu masalahnya. Meski begitu, dia terlalu cepat menarik diri.

"Sepertinya dia tidak berpartisipasi"

Sampai upacara pembukaan, dia penurut atau seperti itulah kelihatannya, tapi pada akhirnya, sepertinya dia tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan.

Kouenji mungkin akan membuat alasan bahwa kakinya terluka atau dia merasa tidak enak badan untuk melakukannya.

Memikirkan bahwa dia akan menempati posisi terbawah jika dia melewatkan semua pertandingan itu bahkan tidak masuk ke dalam pikirannya. Tanggungjawab dia akan membebani kelas dan Tim Merah.

Kelas A juga, meski memiliki alasan yang sah, juga memiliki seseorang yang akan melewatkan semua kegiatan seperti Sakayanagi. Dengan asumsi bahwa Kelas C dan Kelas B tidak punya orang yang absen, maka Tim Merah hanya harus mengisi lubang yang ditinggalkan oleh kedua orang tersebut. Cukup cacat.

Pertandingan berlangsung dengan lancar.

Satu demi satu kelompok selesai dan dalam waktu singkat, giliran kami sebagai kelompok ketujuh datang. Aku memasuki jalur keempat dan di sampingku, Hirata memasuki jalur kelima.

Selain kami, anggota lain termasuk Kelas A, Yahiko,  tetapi sisanya adalah anak laki-laki yang tidak aku kenal. Festival olahraga pertama dalam hidupku. Aku memulai dengan lari cepat awal yang tidak cepat atau pun lambat. Hirata, yang berlari di sampingku, perlahan tapi pasti melewatiku dan bergabung dengan para pelari top. Di sisi lain, di depanku adalah punggung empat orang, maka aku akan mengambil posisi ke-5.

Mungkin karena tidak ada kesenjangan antara kecepatan, kami semua berlari bergerombolan. Kemudian, tanpa mengubah urutan, aku selesai di posisi ke-5. Hirata, dengan jarak yang kecil, bersinar di posisi pertama.

"Fuu. Kerja bagus"

Hirata, yang mencapai finish sebelum orang lain, menghela nafas ringan dan memberiku kata-kata penghargaan seperti itu.

"Maaf, karena sudah menjadi beban"

"Tidak seperti itu. Itu adalah pertandingan yang bagus, semua orang juga cepat"

Hirata tidak menyalahkanku, bahkan setelah hasilku yang mengecewakan, di menyapaku dengan senyuman.

Aku cepat-cepat pergi dari jalur dan kembali ke tenda. Karena kelompok berikutnya akan dimulai satu demi satu dan aku hanya akan menghalangi.

Anak laki-laki tahun pertama, setelah selesai dengan lari 100 meter mereka, kembali ke tempat duduk mereka dan fokus pada balapan anak perempuan seolah-olah melahap mereka.

Ada juga hasil pertandingan, tetapi mereka mungkin hanya ingin melihat para perempuan yang berlari dan tidak bisa menahan diri.

"Di mana Sudou?"

Aku tidak bisa melihat Sudou, yang seharusnya kembali ke tempat duduknya.

"Aku tidak tahu. Toilet mungkin? Lebih penting lagi, ayo kita lihat payudara berayun itu, kau tahu, payudara!"

Ike terlihat senang, tapi aku dengan cepat punya firasat buruk tentang ketidakhadiran Sudou. Dia sepertinya adalah tipe yang menghibur Horikita di sini, tapi aku tidak bisa melihat dia aneh.

"... jangan-jangan"

Aku melihat ke arah pondok.

Seolah firasatku terwujud, aku melihat Sudou semakin dekat dengan Kouenji.

"Gawat. Lebih baik aku menghentikan mereka."

"Benar"

Hirata, yang memperhatikan itu hampir bersamaan, juga panik dan menuju ke pondok. Sepertinya segalanya sudah memanas di sana dan Sudou, menggenggam tinjunya dengan erat, menghadapi Kouenji.

"Dasar bajingan, absen dan semuanya, jangan main-main denganku!"

Ketika aku membuka pintu, aku bisa mendengar suara mengintimidasi Sudou dari dalam.

Sudou sudah mendekati jarak ke arah di mana sekarang, sepertinya dia akan mengambil ancang-ancang, tapi sepertinya Kouenji belum menyadari keberadaannya.

Dia terlihat berani saat dia mengagumi bayangannya di kaca jendela. Tapi sikapnya itu hanya akan menambah bahan bakar ke dalam api dan memicu kemarahan Sudou.

"Sepertinya kau tidak akan mengerti kecuali aku memukulmu, Kouenji"

"Itu tidak bagus, Sudou-kun. Jika para guru tahu..."

Hirata, tentu saja, menghentikannya tapi dia bukan tipe orang yang terhalang oleh sesuatu seperti ini.

"Diam! Masalah ini urusan kelas kita, kan? Tidak masalah bahkan jika aku memukulnya. Hanya saja jika orang ini tidak menangis kepada para guru tentang hal itu..."

"Seperti biasa, kau bukan orang yang baik. Aku datang ke sini karena aku ingin menghabiskan waktu sendirian. Seperti yang kau lihat, hari ini aku merasa sakit. Aku menolak jadi aku tidak akan merepotkan."

"Jangan berbohong kepadaku! Mulai dari latihan, kau akan melewatkan semuanya bahkan di pertandingan yang sebenarnya!"

Aku mengerti kenapa ingin berteriak seperti itu. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, Kouenji adalah gambaran dari sehat itu sendiri.

"Tidak, Sudou-kun!"

Sebelum Hirata, yang berada di kejauhan bisa dengan panik mendekat, Sudou tidak bisa lagi menahan dan mengangkat tinjunya. Dia mungkin bermaksud menampar Kouenji sekali untuk membuka matanya. Namun, laki-laki yang berada di luar dugaan dan standar normal, Kouenji, menangkap pukulan kuat di telapak tangannya.

'Panci'.

Dan suara kering seperti itu bergemuruh di dalam pondok. Kouenji mulai berbicara tanpa melihat wajah Sudou.

"Hentikan. Seseorang sepertimu tidak bisa mengalahkanku"

Sepertinya Sudou tidak menahan diri kepada teman sekelasnya. Itu adalah tinju yang diayunkan dengan sekuat tenaga dan tinjuan itu terlalu mudah diblokir. Sudou mungkin merasakan potensi tinggi Kouenji yang baru. Tapi bukannya takut, Sudou terlihat serius.

"Kalau begitu teruskan saja. Aku akan menghancurkan harga dirimu."

"Ya ampun. Baik kau dan dia, sepertinya kalian berdua mau mengatakan bahwa aku tidak bisa diandalkan"

"Dia? Siapa yang kau bicarakan?"

"Gadis Keren yang sangat kau sukai. Dia sudah menegaskan itu sedikit sampai hari ini, untuk memastikan agar aku berpartisipasi dengan serius di festival olahraga”

"Horikita, maksudmu .....?"

Rupanya Horikita sudah meramalkan kemungkinan Kouenji tidak muncul dari awal. Aku pikir itu wajar saja jika merasa was-was tentang dia saat melihat bagaimana Koenji absen secara langsung saat di pulau yang tidak berpenghuni.

Meski begitu, aku tidak tahu bahwa dia sudah mempengaruhi Kouenji di belakangku.

"Bagaimanapun, pergilah. Aku sedang sakit"

"Dasar bajingan!"

Untuk mencegah hal itu terjadi lagi, Hirata masuk di antara Sudou dan Kouenji dan mencoba untuk mendamaikan.

"Aku rasa lebih baik bila sedikit tenang. Sikap Kouenji-kun juga bermasalah tapi karena dia bilang bahwa dia sakit, dia punya hak untuk beristirahat. Selain itu, tidak peduli siapa yang melawan, kekerasan itu tidak baik”

"Itu bohong. Dia mengatakan hal yang sama ketika di pulau yang tidak berpenghuni, bukan?"

"Tuduhan tanpa bukti. Hanya saja kesehatan burukku tidak terlalu terlihat melalui sikapku"

"Kau berencana melewatkan sisa pertandingan? Hah?"

"Tentu saja, aku akan berpartisipasi jika aku melakukan pemulihan. Jika aku melakukan pemulihan, itu saja."

Sudou tidak bisa lagi menahan amarahnya tetapi itu juga fakta bahwa dia tidak bisa dihambat oleh Kouenji selamanya.

"Pertandingan berikutnya akan segera dimulai, Sudou-kun. Jika kau tidak ada sebagai pemimpin kita, itu akan mempengaruhi semangat kita juga"

Hirata beralih ke pendekatan yang berbeda untuk meyakinkan Sudou.

"..... Aku mengerti. Aku hanya harus kembali, kan? Ayo pergi"

Seakan menemaninya, Hirata meninggalkan pondok bersama dengan Sudou. Aku juga segera menyusul sesudahnya. Si pemarah kembali ke tenda Kelas D, Sudou duduk di kursi pipa.

"Sial! Lain kali aku akan benar-benar membuat si bangsat itu terbang! Sial!"

Kemarahannya, bukannya mereda, malah mengalir dan menyebar. Orang bijak menjauh dari bahaya, dan orang-orang menjauh dari Sudou satu demi satu. Sudou pasti akan mengeluarkan kemarahannya pada siapa pun yang mendekatinya dengan membentak mereka.

Tapi Ike, yang asyik dengan perempuan, tidak menyadari kemarahan Sudou dan dengan riang mendekatinya. Ketika aku menyadarinya, sepertinya lari cepat 100 meter perempuan juga mencapai akhirnya, karena kelompok terakhir baru saja memasuki kelas.

"Apa yang sudah kau lakukan, Ken? Kau baru saja kembali? Pertandingan perempuan kesayanganmu akan segera dimulai"

Dia memukul Sudou di punggungnya. Pada saat itu, tangannya dicengkeram dan dia sendiri tertangkap dengan kuncian tangan yang kuat.

"Gyaa! Apa-apaan ini!"

"Pelepas stres"

"Sakit, sakit, sakit! Aku menyerah, aku menyerah!"

Aku tidak punya apapun untuk dikatakan tentang hal ini kecuali bahwa itu sangat disayangkan dan menyedihkan. Bagaimanapun, setelah menyerang Ike dalam kemarahan dan saat Horikita mendekat, sepertinya menjadi Sudou sedikit tenang kembali.

Horikita memasuki jalur sebagai putaran terakhir dari perempuan-perempuan tahun pertama yang  sudah dekat.

"Setidaknya ada penyembuhan dengan mengawasi Suzune, kurasa....."

Jika dia bisa disembuhkan dengan memperhatikan itu, maka dengan segala cara aku akan menyembuhkannya.

Saat aku memperhatikan Sudou, Sakura terengah-engah kembali ke sisiku.

"Haa, haa ...... m-menyakitkan ....."

Dia pasti berlari sebaik mungkin saat dia berulang kali bernapas, masuk dan keluar yang terlihat sangat menyakitkan.

"A-Apa kau melihatku, Ayanokouji-kun?"



Dia menatapku dengan mata berkilau dari balik kacamatanya. Sayangnya, pertandingan Sakura sudah berakhir ketika aku mengejar Sudou ke pondok dan aku tidak tahu bagaimana prosesnya. Tetapi jika aku mengatakan kepadanya bahwa aku tidak menonton, maka Sakura mungkin akan menjadi sangat depresi.


"Kau melakukannya dengan baik"

Aku mengatakannya begitu singkat namun aku memasukkan perasaanku ke dalam kata-kata itu. Satu hal yang pasti dari fakta yang aku pahami saat ini adalah bahwa Sakura memberinya segalanya dalam lomba.

"T-Terima kasih! Ini pertama kalinya aku tidak di tempat terakhir"

Dia mengatakannya sambil tersenyum. Sakura sudah menjadi yang paling lambat di kedua kelas dan dalam praktek. Itu terlihat seperti dia yang dipukuli seseorang. Lebih jauh lagi, dari kelihatannya, itu tidak terlihat seperti lawannya terjatuh atau sesuatu yang menguntungkan.

"Berhati-hatilah untuk tidak memaksakan diri. Jika kau keras kepala, kau mungkin terjatuh dan melukai diri sendiri"

"B-baiklah!"

Tersenyum lagi sambil terengah-engah, Sakura melihat balapan perempuan  berikutnya dari sampingku. Aku juga fokus pada perempuan-perempuan lain yang akan melawan Horikita.

Pada jalur ketiga adalah Ibuki Mio, seorang murid dari Kelas C.

Untuk Horikita yang berada di kelompok yang sama dengan Ibuki, yang memandangnya sebagai saingan. Sungguh kebetulan yang aneh. Horikita bahkan tidak melihat ke arahnya, tapi sepertinya percikan api sudah dinyalakan di dalam diri Ibuki.

Bahkan dari jauh, aku bisa melihat tekadnya untuk tidak kalah melawan Horikita bagaimanapun juga.

"Aku penasaran, apa Ibuki-chan lihai olahraga?"

"Sial, aku tahu. Tidak salah lagi kalau Horikita akan menjadi pemenangnya"

Tidak mungkin anak-anak lain tahu, tapi Ibuki sangat atletis. aku hanya mempunyai pengetahuan minimal, tapi aku tidak bisa mengatakan dengan pasti siapa yang akan menang di antara mereka.

Pada saat yang sama dengan sinyal awal, tujuh perempuan berlari. Diantara dua hal yang kuperhatikan, yang memiliki awal yang lebih baik adalah Ibuki. Ada sedikit keterlambatan dengan reaksi Horikita dan dia tertinggal di belakang.

Tapi Horikita segera mempercepat kecepatannya, dan dengan bentuk yang indah dia menggapai Ibuki. Di sisi lain, Ibuki sudah berhasil mendapatkan waktu lebihnya, tapi mungkin dia ingin tahu tentang Horikita, yang berlari di sampingnya saat dia menjadi bingung melihat ke belakang. Karena itu, jarak mereka semakin dekat. Dengan sempurna merebut posisi tengah dan tanpa diguncang atau tertinggal, dia mempertahankan posisi itu dan melanjutkan.

Kemudian, mendekati akhir pertandingan, aku bisa melihat ekspresi Ibuki yang kaku. Ketika mereka berbaris berdampingan, Horikita yang hampir tidak jelas, memimpin. Jarak yang sempit, tetapi memberikan rasa percaya diri, Horikita akhirnya mengambil posisi pertama.



"Apa ini buruk .....?"



Itu adalah membisikkan firasat Sudou yang ternyata sudah mencapai sasaran. Sedikit demi sedikit, tetapi jarak di antara Horikita, yang memimpin, dan Ibuki, perlahan menurun.

Menanggapi Horikita, yang mencoba menyingkirkannya, Ibuki semakin mendekat.

Orang yang memotong pita finish pertama adalah Horikita.

Setelah pertandingan besar dimana tidak akan ada yang dianggap aneh bahkan jika memerlukan video untuk melakukan pengecekan, penonton menjadi sedikit heboh.

Di samping Horikita, yang sedang mengatur nafasnya, Ibuki menendang tanah dengan frustrasi. Tapi aku pikir jika saja dia tidak begitu khawatir tentang Horikita, maka peringkatnya mungkin berbeda.

Kesenjangan kecil dalam kesadarannya adalah penyebab kemenangan.

"Meski pun begitu, ini adalah pertandingan yang didominasi oleh mereka berdua"

Sudou, yang menonton Horikita setelah dia selesai berlari juga merasakan hal yang sama. Mengesampingkan perlombaannya yang seimbang terhadap Ibuki, 4 perempuan lainnya, tidak termasuk Kelas D dengan jujur ​​memiliki tingkat yang cukup rendah.

Setelah selesainya lari cepat 100 meter untuk tahun pertama, kami melaporkan hasil kami satu sama lain.

Orang-orang yang membanggakan kemampuan atletik yang tinggi seperti Sudou atau Horikita serta Hirata, berhasil mengamankan posisi pertama. Namun, di sisi lain, aku bisa melihat bahwa bagian utama dari kelas yang dipresiksi untuk menang memiliki peringkat yang jelek dan memiliki awal yang tidak memuaskan.

"Tetaplah bersama, semuanya. Terutama kau, satu-satunya yang kau banggkan adalah kecepatanmu kan?"

"W-walaupun kau mengatakan itu, Shibata itu benar-benar hebat”

"Tidak bisa dihindari. Karena Shibata-kun lebih cepat dari aku" Kata Hirata

Faktanya, selama latihan klub, ada beberapa kejadian di mana dia terlihat lebih cepat daripada Hirata.

Meskipun awalan kami bagus, mulai sekarang perhitungan akan menjadi semakin rumit. Tidak ada notebook atau ponsel di sini. Bahkan jika kami secara lisan menyampaikan hasil kontes sampai batas tertentu, akan sulit untuk memahami semuanya. Kami juga tidak tahu keadaan kelas-kelas lain secara detail.

Aku mendekati Horikita, yang sudah kembali, dan memanggilnya.

"Hampir saja"

"... itu benar. Aku terkejut. Ibuki-san lebih cepat dari yang aku duga"

Mungkin dia melihat Ibuki mendekat, Horikita menarik napas lega.

"Aku mengerti, kau sudah menjangkau Kouenji"

"Siapa yang memberitahumu ......? Sepertinya tidak ada gunanya sejak awal."

Untuk sesaat, Horikita memandang Kouenji, yang menghabiskan waktu dengan elegan di dalam pondok.

"Aku merasa gelisah tentang dia yang melewatkan pertandingan, tapi pada akhirnya tetap berakhir seperti itu"

"Dalam arti tertentu, lebih dari orang lain, dia yang paling tidak tertarik dengan Kelas A"

Selama dia tidak dikeluarkan, dia akan menikmati sisa waktunya di sini. Selama dia memutuskan itu, tidak ada gerakan untuk bertindak.

Tapi sepertinya perasaan tidak yakin mulai tumbuh di dalam diri Horikita.

"Jika aku seperti Kushida-san, orang yang disukai oleh kelas, aku penasaran apa aku bisa membuatnya berindak?"

"Aku ingin tahu. Aku tidak berpikir jika dia adalah tipe yang sesuai dengan bujukan Kushida atau Hirata"

Terlebih, mereka berdua tidak akan mencoba secara paksa membujuk Kouenji sejak awal. Tapi kenapa, bahkan jika itu hanyalah pernyataan seorang diri, mereka tidak akan mendekati seseorang yang mengaku sakit dengan kebohongan.

"Berpikir bahwa kau akan mengatakan sesuatu seperti 'jika aku seperti Kushida'"

"Aku tidak pernah membencinya atau apa pun sejak awal"

Setelah pembicaraan alami seperti itu, Horikita menyadari bahwa dia sudah kecoplosan dan menutup rapat-rapat bibirnya.

"Pura-pura saja kau tidak mendengar itu sekarang"

Mengatakan itu, dia mengakhiri pembicaraan. Kemudian dia berbalik untuk melihat pertandingan tahun ke-3 yang akan segera dimulai.

Baginya, Kelas D adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan tetapi dengan nada yang sama, keberadaan kakaknya juga mungkin adalah kekhawatiran yang sama. Tentu saja, bukan berarti perasaan kakaknya, yang adalah ketua dewan murid, mempengaruhinya.

Saudara Horikita, yang memulai sebagai bagian dari kelompok kedua, secara alami menempati posisi pertama.

"Dia secepat yang aku bayangkan"

"Itu karena nii-san sempurna. Tidak peduli apa yang dia lakukan, dia selalu nomor satu"

Daripada bualan, kedengarannya lebih seperti itu adalah fakta. Karena semua tahun sekolah sudah selesai dengan finish 100 meter mereka, penghitungan total dimulai.

Sebelum pertandingan berikutnya dimulai, poin pertama untuk Tim Merah dan Tim Putih akan diumumkan.

Tim Merah: poin 2011. 
Tim Putih: 1891 poin.

Pertandingan baru saja dimulai, tapi Tim Merah sedikit mendominasi.

***

dengan lari 100 meter dalam arti bahwa itu sepenuhnya bergantung pada kecepatan seseorang. Tetapi sekali lagi, tidak semuanya ada untuk itu. karena akan menjadi kesalahan besar jika kita tidak mengatasinya dengan pasti, tapi juga tanpa terburu-buru. Sehubungan dengan pertandingan ini, ada dua aturan yang dilampirkan.

'Menjatuhkan rintangan'. 'Menyentuh rintangan'. Kedua penalti waktu ini ditambahkan ke dalamnya juga.

0,5 detik jika rintangan dijatuhkan.  0,3 detik jika rintangan tersentuh. Waktu sebanyak itu akan ditambahkan kepada kita.

Karena ini, hanya dengan cepat melompati semuanya tidak cukup untuk menang. Seseorang harus melompati mereka dengan pasti.

Tetapi karena itu juga berarti bahwa jelas kau tidak akan bisa menang jika kau terlalu lama, yang penting di sini adalah seberapa banyak kau sudah memahaminya selama masa pelatihan. 

Ada 10 rintangan total yang ditempatkan di setiap sela 10 meter. Jika kau menjatuhkan semuanya maka itu berarti total 5 detik akan ditambahkan ke waktumu. Cukup banyak keputusasaan.

Dalam acara ini, sudah diputuskan bahwa Sudou akan berpartisipasi sebagai bagian dari kelompok terakhir.

"Jika kalian yang terakhir, maka aku akan memukul kalian"

Para murid yang tidak bersuara, gemetar karena tekanan kuat yang datang dari Sudou, yang mengawasi mereka dengan tangan disilangkan.

"Kekejaman macam apa ini !?"

"Ehh, apa Sotomura-kun hadir? Jika dia tidak ada, dia akan didiskualifikasi"

Aku bisa mendengar kata-kata itu datang dari wasit di garis start.

"A-aku sakit perut ..... apa tidak masalah kalau aku absen?"

Profesor, yang hanya bisa mengatasi rintangan selama latihan, mencoba melarikan diri seolah-olah ketakutan.

"Huh? Tidak masalah jika kau menjatuhkan semua rintangan, jadi jangan jadi pengecut dan tetaplah di jalurmu!"

"Kopu !? A-a-a aku mengerti!"

Pada jarak di mana wajah mereka hampir bersentuhan, dia memelototi Profesor yang kemudian pergi ke jalur. Ada perbedaan besar antara menjadi yang terakhir dan didiskualifikasi. Karena dalam kasus diskualifikasi, kau bahkan tidak akan bisa memperoleh poin, partisipasi sangat penting.

"Sial, dia tidak berguna. Dia melakukan apapun yang dia inginkan sebagai kebiasaan, itulah sebabnya dia gemuk"

Tetapi seperti yang dipikirkan, Profesor tidak bisa mengatasi rintangan dan akhirnya, dia menjatuhkan mereka dengan tangan dan berada di posisi terakhir.

"Meski begitu, Shibata cukup bagus"

Untuk memastikan kemampuan kelas-kelas lain, Sudou mengatakan itu seolah-olah menasihati secara hati-hati. Ini masih acara kedua, tetapi bahkan dalam lomba lari rintangan, dia masih menempati posisi pertama tanpa kesulitan.

Saat ini, dia akan menjadi saingan Sudou. Lebih jauh lagi, seperti Ichinose, dia terlihat memiliki kualitas kepemimpinan yang memungkinkannya menggalangi lingkungannya.

"Jika kita bertemu langsung, aku akan menang"

Jika ini terus berlanjut, maka tujuan Sudou untuk menjadi peringkat pertama di seluruh tahun sekolah hanya akan tumbuh semakin jauh. Terutama karena tidak ada yang tahu bagaimana hasilnya untuk perlombaan tim.

Itu menyebabkan kecemasan.

"Selanjutnya adalah kelompok keempat, silakan persiapkan dirimu"

Setelah dipanggil oleh wasit, aku memasuki jalur yang sama seperti sebelumnya. Di jalur kedua aku bisa melihat sosok Kanzaki.

"Kita akan segera saling berhadapan"

"..... Berhati-hatilah denganku"

"Aku dengar dari Ichiose kau cukup cepat"

Aku tidak tahu di mana Ichinose mendapatkan pemikiran itu.... tetapi melihat ke masa lalu, aku bisa memikirkan satu contoh. Aku pikir dia melihatku berlari kembali ketika Sakura terjebak dalam insiden itu. Bukan berarti aku berlari dengan kecepatan penuhku, tapi dari bentukku dan semacamnya, kemungkinan besar dia menebak kemampuan fisikku juga. Selain itu, kembali ketika aku menghibur diri dengan bermain bersama Ichinose di kolam renang yang dia amati, mau bagaimana lagi dia menandaiku selama semua ujian dan insiden hingga sekarang.

"Informasi itu salah. Apa kau tidak melihat peringkat berlariku di lari 100 meter sebelumnya? Di posisi ke-5"

"Itu memang hasilnya, tapi sepertinya aku tidak menganggap lari itu serius"

"Tidak ada untungnya menahan kemampuan seseorang di festival olahraga ini, kan? Kau hanya akan kalah jika seperti itu"

"Kemungkinannya rendah tapi bukan berarti itu tidak berarti apapun dari sudut pandang strategis"

Sepertinya Ichinose dan Kelas B sudah melakukan pengintaian, mengamati dan kemudian membuat tebakan mereka. Untuk keberadaan seperti milikku, bahkan jika aku mengambil posisi pertama, bukan hanya pangkatku tetapi proses yang mengarah ke hal itu yang akan mereka perhitungkan.

"Selain itu, bahkan di antara tahun sekolah yang sama, kau adalah laki-laki yang cukup tenang. Tipe orang seperti itu sangat menakutkan"

"Yah, silahkan pikirkan itu sesuai dengan keinginanmu"

Kami masih di tengah-tengah pembicaraan kami, tetapi karena seorang anak dari Kelas C ada di antara kami, pembicaraaan kami terputus. Kecuali Kanzaki, sepertinya tidak ada wajah yang menonjol di kelompok keempat.

Ini akan menjadi kesalahan jika peringkatku naik sedikit saja.

Pada saat yang sama dengan sinyal awal, aku mulai berlari dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya.

Seperti yang dipikirkan, Kanzaki mengambil alih orang-orang tetapi karena hanya ada satu murid yang berlari di depanku, aku akhirnya mendapatkan hasil yang bagus dari peringkat ketiga.

Ada kombinasi yang harus dipertimbangkan juga, tetapi untuk lebih baik atau lebih buruk, sepertinya aku bisa mempertahankan posisi yang tidak mencolok ini.

"... haa, duka yang bagus ..... aku tidak bisa mengikuti"

Ketika aku kembali ke tenda kami setelah selesai lomba, Yukimura berbisik pada dirinya sendiri dengan ekspresi tertunduk. Dari kelihatannya, setelah selesai dengan pertandingan kedua, dia tidak bisa mendapatkan hasil yang bagus.

"Apa itu buruk?"

"Ayanokouji, huh?.... Aku mau mengutuk kombinasi ini. Kelompok ketujuh dan poisi ke-7 ...."

Jadi inilah apa yang mereka sebut sebagai booby prize. Dia sudah didorong ke dalam situasi yang sangat pahit.
T/N: booby prize adalah hadiah lelucon yang biasanya diberikan sebagai pengakuan atas kinerja yang jelek. Seseorang yang selesai paling akhir, misalnya, mendapat booby prize seperti koin yang gak guna.

"Tergantung kepada pola pikirmu. Jika itu Yukimura, bahkan jika kau jatuh ke peringkat yang lebih rendah, tidak akan ada masalah bagimu di ujian, kan?"

"Aku tidak akan mendapatkan nilai yang gagal. Tapi masih tidak ada perubahan pada fakta bahwa nilaiku akan menurun. Selain itu, hasil ini juga akan menjadi tanggung jawab untuk kelas dan tim ..."

Sepertinya orang yang bertujuan untuk ke Kelas A lebih dari orang lain, juga memikul tanggung jawab lebih dari orang lain juga. Mungkin karena dia meremehkan murid dengan kemampuan akademis yang rendah seperti Sudou dan yang lainnya dengan nada yang keras, biasanya dia tidak mau menunjukkan kelemahannya sekarang.

Tidak adil bagiku untuk mengatakan apa pun lagi, jadi aku sedikit mengambil jarak darinya.

Aku fokus pada kompetisi anak perempuan. Pembukaannya adalah dengan Horikita dan Sakura, dua orang yang aku kenal baik. Horikita, yang mengharapkan kemenangan, tidak merasakan tekanan saat dia berdiri di garis start.

Di sisi lain, meskipun terdengar buruk ketika aku mengatakannya, Sakura, yang harapannya nol, terlihat gugup.

"Horikita-san, sepertinya pasangan ini tidak terlalu bagus"

"Apa benar begitu?"

Hirata, yang tahu kelas-kelas lain dengan baik, mengatakan demikian setelah melihat pasangan-pasangan. Kontes akan segera dimulai.

"Di Kelas C, yang katanya paling cepat adalah Yajima-san dan Kinoshita-san dari klub lintasan dan lapangan dan mereka ada di sini"

"Aku mengerti..."

Horikita, di lari 100 meter pertama, mampu mendominasi pertempuran sengit melawan Ibuki tetapi cobaannya terus berlanjut.

"Tentu saja, sepertinya kemenangan akan menjadi sulit"

Horikita tersentak maju, berlari dan melompat tetapi kedua orang Kelas C mendahului dirinya.

Kemudian, berlari tanpa kesempatan, Horikita menyelesaikan pertandingan di posisi ke-3 sebagai hasilnya.


Hirata menerima hasil itu dan berbalik menghadapku. Ini bukan kontak mata yang dibuat sebagai tanggapan atas kekalahan Horikita. Itu karena dia merasakan rasa tidak nyaman yang aneh dengan pasangan di dalam lomba ini.



Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter