Novel Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi Sokushi Mahou to Skill Copy no Choetsu Heal Bahasa Indonesia Vol.2 Chapter 4

Novel Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi Sokushi Mahou to Skill Copy no Choetsu Heal Bahasa Indonesia Vol.2 Chapter 4

Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi Sokushi Mahou to Skill Copy no Choetsu Heal Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 4


Penyihir penyembuh menemukan mainan baru 



Sword saint Kureha Claylet; pendekar pedang terkuat di Kerajaan Dioral. Meski tidak menjadi pahlawan, levelnya adalah 45, yang merupakan puncak kemanusiaan. Dia memiliki kelas yang sangat langka, [Sword Saint] yang memberinya kemampuan dan keterampilan hebat. Meskipun kemampuan dan keterampilannya sangat mengerikan, hal yang paling mengancam adalah teknik pedangnya yang tak terbatas yang telah dia rajin pelajari dari usaha dan pengalaman.

"Seperti yang kupikirkan. Garis pedang yang Kau buat saat menerima pedangku tidak salah lagi dari ilmu pedang Claylet. Memblokir pedangku tiga kali bahkan tidak mungkin bagi instrukturku. Siapa sebenarnya kau?" (Kureha) 

Setelah lapisan kecil dari tenggorokanku dipotong. Darah mulai menetes ke bawah. Sepertinya aku tidak bisa menahan pedang Kureha. 

Dalam waktu singkat, Kureha melepaskan tiga serangan pedang. Jika seseorang selain aku menahannya, mereka pasti sudah meninggal. Meskipun aku [Imitation Heal] Kemampuan [Sword Saint] dan bisa memprediksi garis pedangnya karena aku tahu semua pengalamannya, aku masih dalam kesulitan. 

Teknik pedang Claylet khusus untuk pertempuran sehingga semua gerakan berlebihan telah dibataskan, namun teknik ini masih lebih bagus daripada teknik pedang lainnya. Keberadaan Kureha yang membiarkan rambut peraknya menggantung, ditambah dengan gerakan khusus itu seperti pedang yang indah. 

Aku melompat mundur, menempuh jarak sekitar satu meter. Kureha tidak memperpendek jarak, tapi meski begitu, aku seharusnya tidak menurunkan pengawalku. Jika itu dia, dia bisa menutupi jarak dalam waktu kurang dari satu momentum. 

"Itu sapaan yang tiba-tiba. Aku gak ngerti kenapa aku dicurigai." (Kearuga) 

Sambil memegangi pedangku, aku tertawa sambil bersikap berhati-hati. Aku tidak bisa mengalahkan Kureha dengan teknik pedang. 

Ada berbagai alasan mengapa aku tidak bisa menang. Untuk mulai dengan, karena perbedaan level dan skill yang dimiliki [Sword Saint], Kureha kuat, dan kemampuan fisiknya lebih tinggi daripada milikku. 

Dan meskipun aku bisa menciptakan teknik pedang Kureha, teknik pedang ini dioptimalkan agar sesuai dengan tubuhnya. Tidak peduli berapa banyak aku menyetelnya saat aku berayun, aku tidak akan cocok dengan gerakannya. 

"Jangan berlaga bego, Kau adalah penjahat kelas kakap yang membunuh tentara dari kerajaan. Lagi pula, Kau juga telah mengotori kebanggaan Claylet dalam ilmu pedang mereka. Sudah jelas kau harus mati." (Kureha) 

"... apa yang kau bicarakan?" (Kearuga) 

"Malah nanya. Alasan aku datang ke kota ini adalah untuk membasmimu. Suatu hari, desa serigala es diserang, dan dari para penyerang, ada seorang pendekar pedang yang memiliki keahlian luar biasa dalam ilmu pedang Claylet. Tentara kerajaan yang mencoba melindungi ras serigala es dimusnahkan oleh orang itu. Jika seorang pendekar Claylet jatuh dalam kegelapan, tidak ada yang bisa menghentikan orang itu kecuali jika itu adalah aku, dan ini tugasku sebagai kepala keluarga untuk menghentikan mereka." (Kureha) 

Mendengar itu, aku mengerti berbagai hal. Ah, aku mengerti. Jadi alasan Kureha datang ke sini adalah karena kerajaan tersebut gagal menyerang ras serigala es. 

Meski begitu, kerajaan tersebut menjadi sangat lucu mengingat mereka mengatakan bahwa mereka mengirim tentara mereka untuk melindungi desa ras serigala es tersebut. Jika Kau memikirkannya dengan baik, kau tidak dapat membedakannya bahwa cerita itu dibuat. 

Dengan kata lain, aku ceroboh. Dengan banyaknya tentara kerajaan, akan ada beberapa orang yang menyadari bahwa aku menggunakan teknik pedang Claylet. 

"Jadi, kau menebas setiap pendekar pedang yang ada dihadapanmu ya. Itu sama saja mengincar secara acak.” (Kearuga) 

"Itu berbeda. Karena jika aku melihat jalan yang mereka lalui, aku akan tahu bahwa mereka menggunakan pedang Claylet. Ketika aku mengamati semua orang di seluruh kota, Kau adalah satu-satunya pendekar pedang Claylet. Itulah mengapa aku mengikutimu, dan seperti yang aku duga, Kau bergaul dengan orang-orang cerdik." (Kureha) 

Ini adalah kejutan kedua hari ini. Aku bersikap hati-hati, namun aku tidak bisa memperhatikannya. Meskipun aku memiliki kepercayaan diri untuk mengancam seorang pembunuh elit. 

"Dan ... fakta bahwa Kau memiliki seorang budak dari ras serigala es adalah bukti terbesar!" (Kureha) 

Dengan sekejap, Kureha menyatakan sambil menunjuk Setsuna yang merupakan bagian dari ras serigala es. Dia punya wajah penuh kemenangan. 

Setsuna yang sedang ditunjuk memiliki wajah yang penuh dengan ketidaksenangan. Dia berdiri di depanku, dan melindungiku sambil membentangkan kedua tangannya. 

"Kearuga-sama bukan manusia yang jahat. Dia kebalikannya. Kearuga-sama adalah dermawan kami yang melindungi desa ras serigala es dari serangan manusia. Meskipun Setsuna adalah seorang budak, aku telah menjadi budak sebagai kompensasi untuk Kearuga-sama melindungi desa." (Setsuna) 

Sambil melotot pada Kureha, Setsuna menjelaskan situasinya. Itu adalah bantuan yang bagus. Akan lebih mudah kalau dia yang menjelaskannya. 

"Itu bohong. Tentara kerajaan dikirim untuk melindungi ras serigala es. Jika itu benar, maka tidak ada alasan bagi tentara kerajaan dan dia untuk berperang." (Kureha) 

"Kau keliru. Tentara kerajaan menyerang desa ras serigala es itu. Demi melatih tentara dan mendapatkan uang, setiap kali tentara bebas, kerajaan membuat mereka menyerang desa-desa demi-human dan menjual penduduk desa sebagai budak. Untuk anak ini, aku bertempur melawan tentara kerajaan." (Kearuga) 

Nah, akan lebih baik jika dia mempercayai ceritaku tapi ... 

"Oh, begitu ya." (Kureha) 

Seperti yang aku pikir, itu tidak ada gunanya. Bahkan jika aku tidak mendengarkan kata-katanya, dengan nafsu bertarungnya yang belum pudar, aku tahu keputusan apa yang akan dibuat Kureha. 

"Setelah menyerang desa ras serigala es, Kau bahkan mengendalikan gadis kecil yang tidak bersalah itu sebagai budak dan membuatnya berbohong. Sepertinya tidak ada pilihan selain menebangmu." (Kureha) 

Nah, tingkah lakunya normal kurasa. Sejak aku dianggap sebagai penjahat sejak awal, jika dia membandingkan kata-kataku dan budakku, kata-kata Setsuna dan kata-kata kerajaannya, dia akan percaya pada yang terakhir. 

Penampilan luar Dioral Kingdom adalah negara yang sehat. Dia tidak akan bisa percaya bahwa tentara menyerang desa-desa demi-human dan terlibat dalam perdagangan budak. 

"... Aku gak sedermawan yang kau kira." (Kearuga) 

Aku secara tidak sengaja mengajukan keluhan yang tidak layak. Aku mulai menyesal menyelamatkannya. 

"Kapan kau disebut dermawan?" (Kureha) 

"Tidak, bukan apa-apa. Mengesampingkan apakah Kau akan mempercayaiku atau tidak, aku mengatakan yang sebenarnya. Aku ingin Kau pergi dan memastikan kebenaran untuk dirimu sendiri, tetapi jika Kau dengan entengnya memilih percaya dengan kerajaan yang hina itu, kau akan menyesal seumur hidup." (Kearuga) 

Ini adalah kesamaanku yang terbesar dengannya. Sword saint Kureha Claylet. Aku menghormatinya, dan aku mengagumi kekuatan dan kecantikannya. Karena itu, aku tidak ingin melakukan hal buruk padanya. Lagi pula, aku ingin dia mengerti bahwa aku bukan penjahat. Dia juga korban yang ditipu, jadi dia masih di daerah yang bisa aku tahan. Jika dia pergi, aku akan memaafkannya. 

Namun, ... 

"Tidak perlu. Saat ini, aku akan menilainya di sini. Jika aku membebaskannya darimu, anak ini akan kembali keegonya." (Kureha) 

Dia menunjuk ujung pedangnya ke arahku. 

Ah, itu tidak baik. Aku akan menerima kekerasan tanpa alasan dan lebih dari itu, keberadaanku sendiri beresiko. Leherku yang diiris dangkal tadi berdenyut kesakitan. 

Keinginan gelap di dalam diriku dengan keras berjuang dari dalam. Orang ini tidak hanya memberiku perlakuan kejam, dia berencana untuk menculik Setsuna sambil mengenakan moral untuk menjadi orang baik. Aku tidak akan memaafkan orang yang mencuri dariku. Tolong hentikan, Kureha Claylet. Aku akan… . Ah, pada tingkat ini. 

“Kureha Claylet. Kau akan menjadi musuhku ya." (Kearuga) 

"Itu niatku." (Kureha) 

Dia melangkah ke arahku. Pada saat itu, sebuah bola api yang mengelilingi seukuran kepala manusia bergegas menuju Kureha. 

"Hei lonte, tutup mulut loe dan dengar! Kearuga-sama adalah pahlawan yang menyembuhkan semua orang dari penyakit aneh dan menyelamatkan ras serigala es! Gue gak akan memaafkan loe karena memperlakukannya kayak penjahat." (Freya)

Ini adalah Freya. Dia telah melepaskan sihirnya. Jika itu adalah tentara biasa, tanpa bisa menghindar atau menerimanya, mereka pasti akan hangus. Namun, Kureha memotong bola api dan terus melaju kencang. 

"Hi-" (Freya) 

Freya yang mengeluarkan jeritan tersingkir setelah dipukul dengan telapak di dagu. 

"Bukan hobiku untuk membunuh wanita dan anak-anak. Tidurlah sebentar. Karena Kau dan gadis dari ras serigala es itu hanya digunakan oleh orang itu, aku tidak akan melakukan hal buruk kepadamu." (Kureha) 

Kepalaku pusing. Wanita ini. Untuk Freya. Dia melukai barang milikku (mainan). Ah, aku mengerti sekarang. 

Wanita yang ingin menebasku, mencoba menculik Setsuna dan melukai Freya ... 

Dia target balas dendam juga. 

"Kau, apa yang Kau..." (Kureha) 

Bagian yang jahat di dalam diriku sangat senang melihat mangsa setelah waktu yang lama. Kureha menjadi takut akan sesuatu dan mundur selangkah. 

"Ah, dah lama gue tahan nih perasaan, Kureha Claylet. Kenapa loe bego? Sekarang, gue gak punya pilihan lain selain membunuh loe." (Kearuga) 

Aku tertawa. Baiklah, mari kita buat dia menerima hukuman. Karena dia adalah target balas dendamku, tidak akan ada pengampunan. Aku akan membuatnya menjadi milikku yang baru (mainan). 

Pertama, itu menginjak-injak dia. Sebagai pendekar pedang, aku pasti tertinggal dari [Sword Saint] Kureha Claylet. Namun, aku bukan pendekar pedang atau apapun. Ada beberapa metode yang bisa aku gunakan untuk menang. 

Sambil mencengkeram pedangku erat-erat, aku memikirkan bagaimana aku bisa bermain dengannya, tanpa membahayakan kecantikannya. 



Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter