Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5 Chapter 3 Part 1

Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5 Chapter 3 Part 1

Baca Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5 Chapter 3 Part 1



SEMUA ORANG BERPIKIR

Mulai dari pelajaran berikutnya, untuk persiapan acara, diputuskan bahwa kami akan berlatih secara mandiri. Selama jam kosong kami, masing-masing dan setiap murid menggunakan seragam olahraga mereka, artinya, kaos mereka, dan menuju ke halaman sekolah.

"Uwa, hei lihat itu"

Ike, dengan tatapan acuh tidak acuh di wajahnya, menatap gedung sekolah. Dan di sana, dari kelas, ada murid yang mengintip ke arah kami. Dan bukan hanya satu tapi sejumlah besar murid bisa terlihat.

"Itu Kelas B, kan? Mereka langsung melakukan pengintaian..."

Untuk mengetahui kemampuan fisik kelas lain sebelum festival olahraga adalah sesuatu yang harus ada pada checklist orang lain.

"Kelas A disamping mereka juga melihat kita"

Terlepas dari apakah kita musuh atau sekutu, untuk memahami kemampuan kita bukanlah hal yang buruk bagi mereka. Jika kita melakukan ini di tempat yang mencolok seperti halaman sekolah, menjadi tontonan adalah hal yang wajar.

Namun, meski kita menahan diri di sini agar kemampuan kami tidak bisa dilihat, pada akhirnya itu akan berarti bahwa kesempatan bagi kami untuk berlatih demi acara yang sebenarnya akan menurun.

"Mulai dari pemukul."

Horikita, yang sudah selesai berganti baju, sepertinya juga sudah menyadari tatapan penasaran. Tapi yang mengkhawatirkanku adalah Kelas C. Meskipun ada tanda-tanda keberadaan mereka di dalam kelas mereka, tidak ada satu orang pun yang melihat ke arah kami.

Hampir seolah-olah mereka mengatakan bahwa siapa pun dari Kelas D yang berpartisipasi dalam kontes apa pun tidak mereka pedulikan.

"Apa kau khawatir dengan Ryuuen-kun?"

"Baiklah, sedikit"

"Aku benar-benar ragu bahwa dia tidak berpikir untuk melakukan pengintaian terhadap kita, tapi dialah orang yang menolak kerja sama dengan Kelas B. Dia tidak punya niat membangun strategi secara serius."

Tepat setelah dia mengatakan itu, hampir seolah mengatakan 'aku mengerti', menatapku dan melanjutkan.

"Apa yang akan aku pikirkan jika aku tidak diberi peringatan olehmu. Tentu saja murid lain pasti akan berpikir seperti itu."

Horikita lebih jauh melihat ke arah murid Kelas D yang berusaha untuk berlatih.

"Seperti yang kau katakan tadi, tentang Ryuuen-kun yang sudah memikirkan strategi untuk menang. Jadi, artinya sekarang sudah diwujudkan, kan? Lagi pula, itu artinya pengintaian sudah tidak dia butuhkan, kan?"

Ekspresi optimis Horikita di halaman sudah tidak bisa dilihat lagi. Sebaliknya, aku bisa melihatnya terbelalak.

"Siapa pun menginginkan informasi kelas lain, kemampuan fisik siapa yang tertinggi atau siapa yang akan berpartisipasi dalam sebuah kontes, mereka akan sangat ingin mengetahuinya, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda seperti itu"

Itu benar, itu sendiri adalah bukti bahwa Ryuuen sudah memiliki strategi yang dia simpan untuk dirinya sendiri.

"Poin penting di sini adalah jangan puas hanya dengan mengetahui bahwa 'Ryuuen sudah memikirkan strategi'"

"...apa maksudmu?"

"Umumnnya, ketika seseorang menghasilkan sebuah strategi atau rahasia, mereka akan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa musuh mereka tidak secerdik itu. Namun, orang itu bahkan tidak berusaha menyembunyikannya dan dengan berani tidak melakukan pengintaian apa pun"

"Dia bertindak berani, hampir seperti sedang pamer"

Kemudian, jika kau memikirkan apa artinya itu, kau juga secara bersamaan bisa melihat kepada pola pikirnya juga.

Aku penasaran, berapa banyak yang bisa dilihat oleh Horikita saat ini.

"Kau, pengetahuan atau pengamatanmu, aku tidak bisa tidak bertanya bagaimana kau menyimpulkannya. Tapi kau sudah melarangnya sampai aku tidak berani bertanya"

Sangat tidak menyenangkan dan caranya memang Horikita sekali. Tentu saja, tidak peduli bagaimana dia memaksaku, aku tidak akan mengatakan apapun.

"Suzune, apa kau punya waktu sebentar?"

Sudou, yang datang terlambat, memanggil Horikita, yang tenggelam dalam pikirannya. Horikita, yang memotong pikirannya sendiri, berkata pada Sudou dengan sedikit kesal. Sepertinya ada sesuatu yang lain yang dia pedulikan.

"Aku sudah memperingatkanmu berulang kali tapi apa kau keberatan untuk tidak memanggilku dengan nama depan ku?"

"Apa maksudnya itu? Apa kau punya masalah dengan dipanggil seperti itu?"

"Tentu saja, ya. Aku tidak mau orang yang tidak dekat denganku memanggilku dengan nama depanku"

Dia mengambil tindakan tegas seperti itu tanpa memperhatikan perasaan Sudou.

"Jika kau bersikeras untuk terus memanggilku seperti ini bahkan setelah aku secara langsung mengatakan bahwa aku tidak nyaman dengan hal itu, aku akan mengambil tindakan"

Benar-benar kata-kata yang mengerikan. Jika memungkinkan, aku lebih suka tidak mendengar rincian dari apa yang dia katakan.

Dia pasti ingin memanggilnya dengan nama depannya tapi dia akan kehilangan segalanya jika Horikita membencinya. Namun, aku tidak tahu apa yang Sudou pikirkan, seperti yang dia katakan ini.

"Kalau begitu, di festival olahraga ini, kalau aku bisa menghasilkan hasil terbaik untuk Kelas D..... saat itu, tolong berikan aku izin untuk secara resmi memanggilmu dengan nama depanmu"

Ohh? Bagi Sudou, itu adalah harapan yang sedikit sederhana yang dia masukan ke dalam kalimatnya.

Meski begitu, aku tidak tahu apa Horikita akan benar-benar menyetujuinya atau tidak.

"Kau yang bekerja keras adalah hal yang diinginkan tapi kenapa aku harus menanggapi hal itu?"

Sepertinya Horikita tidak berpikir bahwa dia pernah melakukan niat baik kepada Sudou. Menanggapi hal itu, aku penasaran bagaimana Sudou akan menjawabnya.

".... tidak lama setelah pendaftaran, kau menyelamatkanku, bukan? Itu sebabnya aku ingin menjadi cinta yang tepat... tidak, pertama aku ingin berteman denganmu. Ini adalah langkah menuju hal itu"

"Aku tidak mengerti. Ini bukan sesuatu yang akan kau lakukan untuk dikatakan dan diperlakukan, tapi baiklah, jika kau menghasilkan hasil terbaik, maka pada saat itu, aku akan mengizinkanmu memanggilku dengan nama depanku. Namun, jangan puas hanya dengan kelas. Tunjukkan hasil terbaik sepanjang tahun ajaran "

Mengatakan hal itu, Horikita memukul Sudou dengan sebuah rintangan tertinggi. Tapi, dalam arti tertentu, mungkin itu adalah bahan yang bagus untuk bertindak sebagai pemicu untuk Sudou. Tidak ada tanda-tanda ketakutan pada dirinya.

"Baiklah, ini adalah janji, jika aku menjadi yang pertama di tahun ajaran maka aku akan memanggilmu dengan nama depanmu"

"Namun, sampai kau menghasilkan hasil yang tidak bisa kau lakukan, jika kau tidak mampu mengambil posisi pertama di antara tahun ajaran, maka kau selamanya dilarang memanggilku dengan nama depanku. Kau akan melakukannya yang terbaik untuk mempersiapkan diri demi hal itu"

"T-tentu"

Meskipun dia ditekan dengan tugas yang sangat sulit, Sudou dengan penuh semangat mengangguk dan menjawab.

Hanya saja, yah, kemungkinan hal itu terjadi sama sekali tidak rendah. Sejauh dari yang aku lihat kepada murid kelas lainnya, potensi Sudou adalah yang paling unggul. Aku bisa melihat dia tidak akan bermasalah dengan kontes individu.

Satu-satunya yang bisa melawannya, Kouenji, seperrtinya sedang tidak punya motivasi sehingga seharusnya tidak akan ada masalah di sana. Yang tersisa hanyalah melihat berapa banyak catatan yang bisa dia pecah dalam kontes yang membutuhkan kerjasama.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter