Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 4.5 Chapter 5 Part 2

Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 4.5 Chapter 5 Part 2

Baca Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Volume 4.5  Chapter 5 Part 2


Membuka mulut lebar-lebar seperti seekor buaya, Sudou menggaruk rambutnya yang berantakkan.

"Maaf. Aku ketiduran. Sepertinya aku kelelahan karena kegiatan klub yang menumpuk"

"Jangan katakan itu kepadaku."

Sudou meminta maaf karena terlalu menyebalkan kepada Horikita yang berada di sampingnya, tapi kelihatannya dia memperlakukan Sudou seperti sesuatu yang merepotkan. Tidak ada tanda-tanda bahwa jarak di antara keduanya sudah semakin dekat.

Di sisi lain, kelompok Ichinose yang sudah melompat masuk untuk berpartisipasi juga sedang berbicara bersama Kushida di tengahnya.

"Hei, Ayanokouji-kun"

Horikita memanggilku, orang yang berada di samping Soudou. Sudou melirikku dengan ekspresi bosan di wajahnya.

"Apa menurutmu situasi ini sedikit aneh?"

"Memamgnya kenapa?”

"Ike-kun dan Yamauchi-kun. Aku tahu ini akan memberikan keberuntungan kepada mereka lebih dari orang lain pada saat seperti ini, bukan?"

Menanggapi pernyataan tajam itu, Sudou juga menjadi kaku untuk  sesaat. Karena dia berada tepat di sampingnya, Horikita tidak mengabaikan sosok tersebut.

"Apa kau mengingat sesuatu, Sudou-kun?"

"Tidak ada......"

Sudou mencoba menipunya seperti itu, tapi bukannya menghilangkan ketidakpercayaannya, itu hanya akan membuat Horikita menjadi lebih waspada. Ike dan Yamauchi berjalan berdua dengan ekspresi kaku sambil memeluk bahu satu sama lain.

"Aku sama sekali tidak bisa tidak berpikir bahwa mereka memiliki tujuan yang mencurigakan...." kata Horikita.

Di sisi lain.... seolah-olah mengatakan hal itu, Horikita juga memusatkan perhatiannya kepada tas yang dipegang Ike.

"Meskipun mereka seharusnya tidak memiliki apa pun selain handuk dan pakaian renang bersama mereka, Tas itu terlihat sedikit berat"

Sepertinya tas yang dipakai Ike lebih berat daripada yang dimiliki laki-laki lain, termasuk aku.

"Benarkah? Sama sekali tidak terlihat seperti itu menurutku...."

"Tidak terlihat seperti itu? Setelah melihat keadaan itu?"

Kecurigaan Horikita memiliki alasan setelah melihat tasnya bergoyang dan hampir meluruskan siku saat hal itu terjadi.

"Bukankah itu karena dia hanya ingin bermain-main setelah sampai di kolam renang? Dia hanya membawa barang-barang yang dia butuhkan untuk itu"

Aku mengatakan hal itu untuk mendukung kata-kata Sudou. Dengan cepat Sudou masuk ke dalam kapal bahtera.

"B-benar, aku juga berpikir seperti itu”

"Aku mengerti...  Bisa saja seperti itu"

Melalui pengamatan setiap hari, ini adalah fakta yang diketahui oleh trio idiot sang maniak anak perempuan. Mau bagaimana lagi, meskipun dia merasa takut terhadap ketiganya yang tidak beres seperti biasanya.

Tapi ada alasan yang mendalam di balik hal ini. Saat ini, ketiganya sedang diserang oleh perasaan gugup yang ekstrem. Ini bukan karena fakta bahwa mereka dikelilingi oleh gadis-gadis cantik saat ini. Itu karena mereka akan segera melihat gadis-gadis itu memakai pakaian renang mereka.

Aku harus mengubah topik pembicaraan di sini agar terus membodohinya.

"Sudou"

"A-apa?"

"Hasil dari kegiatan klubmu... bagaimana aku mengatakannya ya, tapi apa kau menerima pemasukan yang baru dari poin?"

"Huh? Y-Ya, karena jasaku di turnamen, aku mendapatkannya sedikit. Meski begitu, hanya sekitar 3000 poin" kata Sudou.

Itu tidak banyak. Seolah-olah mengatakan itu dengan rendah hati, tapi setelah mendengarkan, Horikita dengan jujur ​​mengaguminya.

"Kau berhasil mendapatkan poin melalui kegiatan pribadimu"

" ..... Ya. Tapi ada banyak senior di tahun ke-2 dan tahun ke-3 yang mendapatkan puluhan ribu poin, jadi aku tidak boleh menjadi sombong. Jika prestasi sangat penting, pada akhirnya hal itu juga bisa mempengaruhi poin kelas. Dari semester kedua dan seterusnya, aku akan menyelesaikan yang lebih banyak dan lebih banyak lagi" kata Sudou sambil menyilangkan lengannya dan membuat pose keberanian.

Untuk Sudou yang mencapai sesuatu yang dia tidak bisa, Horikita dengan jujur ​​memberi hormat kepadanya.

"Hari kau memberikan jasa yang penting untuk kelas " katanya.

Sejujurnya, aku juga punya firasat seperti itu. Jika tidak ada sesuatu yang buruk terjadi, Sudou akan menjadi keberadaan yang menguntungkan bagi kelas.

Namun, bukan berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sangat mudah bagi Sudou untuk membuat sebuah permusuhan. Dalam hal ini, aku harus mengawasi dia dan Horikita secara bersamaan yang memiliki kecenderungan yang sama seperti Sudou.

 Kami berjalan menuju 'Fasilitas Kolam Spesial' yang penggunaannya terbatas dari klub renang yang terhubung ke tepi halaman sekolah. Di daerah ini, memasukinya sudah diizinkan untuk kami, bahkan tanpa perlu peraturan khusus dengan memakai seragam kami. Semua ini terlihat sukses besar mengingat bahwa ini adalah hari yang terakhir.

Sebelum masuk ke kolam renang, tempat ini sudah terlihat ramai dengan sejumlah besar murid. Tapi, seperti yang diharapkan dari sebuah sekolah futuristik, ruang ganti untuk  setiap angkatan yang berbeda telah disiapkan.
(T/N: futuristik mempunyai arti yang bersifat mengarah atau menuju masa depan)

Normalnya itu adalah daerah yang tidak bisa dengan mudah ditemukan, tapi dengan mengikuti petunjuk dari papan petunjuk yang diletakan dengan strategis, kami bisa menemukan daerah itu tanpa tersesat.

"Sumuanya, ayo kita bertemu lagi di sini dalam 20 menit"

Menunjuk pada koridor yang terhubung ke kolam renang, Ichinose mengatakan hal itu. Sangat membantu jika memiliki seorang pengarah seperti dia.

"Hah, hah"

Pada saat yang sama, para gadis berjalan pergi. Ike mendesah seperti itu dalam gairah dan mulai melangkah cepat. Aku bisa memahami perasaan kegirangan, tapi hal itu sangat tidak pantas jika sedang berada di setuasi seperti ini dan di sini.

Dia adalah yang pertama sampai di ruang ganti. Aku dengan ringan memukul kembali Ike dan mendesak dia untuk memasuki ruang ganti. Tepat setelah memasuki ruang ganti, Ike dan Yamauchi, mereka berdua pergi untuk meraih loker terdalam secepat yang mereka bisa.

"H-Hei, kalian. Bagi kita, hari ini akan menjadi hari yang istimewa. Apa kalian tidak memiliki semacam pirasat?"

"Ya. Kita akan mendahului siapa pun di kelas kita, dan siapa pun di seluruh sekolah ini"

Ike dan Yamauchi mulai berbicara dengan suara keras yang melampaui tingkat pendengaran normal dan mulai menarik perhatian orang lain.

Sudou yang tidak tahan melihat itu, pergi dan meraih leher mereka dengan kedua tangannya dan menempatkan mereka ke dalam sebuah kuncian.

"Guuu! Apa yang kau lakukan, Ken!"

"Kalian membuat terlalu banyak keributan. Aku juga merasakan perasaan mendesak kalian, tapi ini terlalu berbahaya jika bertindak berlebihan" katanya.

"... y-ya aku juga berpikir seperti itu. Maaf, maaf. Ini sakit!"

Sebagai pelajaran, Sudou memukul dahi mereka berdua bersama-sama. Itu sedikit agresif, tapi secara keseluruhan bukan cara yang buruk.

"Secara mengejutkan, kau menjadi sangat tenang, Sudou" kataku.

"Aku tidak banyak berharap sejak awal. Selain itu, aku terpecah antara setengah bahagia dan setengah lagi tidak merasa seperti itu. Berpikir jika itu sangat wajar sekarang, ini adalah sesuatu yang akan membuat Suzune sedih. Aku benar-benar tidak ingin mereka melihat Suzune yang tidak berdaya. Seorang pria sejati yang menyakiti pacarnya sendiri" kata Sudou.

Pendapat yang benar. Jika memungkinkan, aku ingin keduanya belajar seperti itu juga, tapi untuk Ike dan Yamauchi, sekarang itu hanyalah sebuah kepuasan seksual di depan mata yang sekarang sedang di pikiran mereka. 

Aku memeriksa ponsel.

Dan ketika aku melakukannya, pesan datang dari Karuizawa, mengatakan bahwa dia baru saja memasuki ruang ganti.

"Dari siapa?"

Sejak Ike dengan dahi merah datang dan melihat ponselku dengan mata curiga, aku cepat-cepat mengalihkan ponsel.

"Sepertinya, itu dari seorang perempuan, kan?" dia bertanya kepadaku

"Apa  pikir aku ini populer?"

"..... Aku pikir itu benar. Baiklah, ayo ganti baju! Kibarkan handuk !!!"

Aku ingin dia menegaskan pernyataanku, tapi aku mengunci perasaan dari dalam hatiku.

Pada akhirnya, apakah keberuntungan datang atau tidak adalah sesuatu yang harus mereka pertaruhkan, bagi Ike dan yang lain.

--------------

"Fasilitas ini sangat mewah ....."

fasilitas kolam renang luas yang biasanya digunakan untuk kegiatan klub, terlihat sangat berbeda hari ini. Tentu saja ada sejumlah besar murid sedang berkerumunan di tempat ini. Selain itu, stand makanan juga secara luas dibuka di semua tempat. Cemilan, makanan pokok, dengan kata lain, junk food juga berlimpah. Hot dog, yakisoba, okonomiyaki dan yang lainnya.

Meskipun itu sendiri adalah sebuah kejutan, bahkan orang asing pun ternyata adalah murid senior yang kelihatannya akan mengelola itu semua. Mulai dari murid yang serius tanpa senyuman hingga murid ceria, bekerja dengan giat. Ada berbagai murid yang seperti itu. Ini hampir seperti aku yang sedang melihat ujian khusus.

"Aku penesaran. Jenis plot apa ini?"

Aku tidak tahu tentang itu, tapi yang pasti, mereka kelihatannya sedang berada dalam suasana hati yang luar biasa dalam hal apapun. Saat aku berdiri di sekitaran menunggu para perempuan tiba, aku merasa suasana di sekitarku membuat perubahan secara total.

Mengerahkan usaha adalah syarat dasar bagi orang-orang untuk menarik perhatian positif demi diri mereka sendiri. Agar bisa ditangkap dengan cara yang mudah dimengerti, pelajaran misalnya. Jika kau adalah yang unggul atau berada di posisi pertama, orang-orang di sekitarmu akan memperhatikan hal itu. Sekali lagi, menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam olahraga juga akan menyebabkan orang-orang memperhatikanmu.

Namun ada juga pengecualian untuk itu. Salah satunya adalah penampilan yang mencolok. Laki-laki tampan dan perempuan cantik, tidak peduli yang mana, faktor kelas seseorang akan lebih mudah bermandikan perhatian daripada yang aku kutip di atas.

Tentu saja aku tidak mengatakan bahwa mereka tidak melakukan usaha untuk mempertahankan penampilan luar mereka, tetapi tidak ada yang menyangkal bahwa elemen khusus seperti itu ada untuk ini.


Aku tidak bisa berkomentar tentang sekolah lain, tapi setidaknya untuk sekolah ini, aku bisa mengatakan bahwa tingkat 'penampilan' sangat tinggi. Anggota kelompok yang saat ini pergi bersama kami selain sebagai fakta, banyak murid ada di sekitar kami. Aku tidak tahu sebutan dari sesuatu yang sudah jelas merupakan level tinggi dari komunikasi visual itu.

Tentu saja ada banyak tipe dari orang-orang dan memang tidak  bisa dipungkiri, tapi umumnya, buih tidak akan naik ke atas sampai ke tingkatan ini. Wajar saja jika Ike dan yang lainnya menghabiskan setiap hari dengan terangsang dan sangat gembira. Dan di atas penampilan luar itu, aku bertanya-tanya, bagaimana jika kepribadian mereka di dalam juga sempurna? Imut dan modis di sekitar banyak orang dan unggul dalam bidang akademis. Perhatian siapa pun pasti akan dicuri oleh seorang gadis yang seperti itu.

Dalam koridor fasilitas, semua murid laki-laki hampir secara bersamaan mengalihkan pandangan mereka ke satu tempat.

"Hei..., kerumunan ini sangat banyak, bukan?"

Kemudian, tanpa memperhatikan tatapan mereka dan dengan bermandikan perhatian, sosok Ichinose muncul di tempat pertemuan tersebut.

"Hei....."

Tidak tahu mau melihat kemana lagi. Aku mengarahkan pandanganku ke arah dinding saat aku mengangkat tangganku, menjawabnya dengan ringan.

"Mana yang lainnya? Aku pikir laki-laki akan lebih cepat berganti pakaian" kata Ichinose.

"Mereka masih ganti baju"

Bisa dikatakan bahwa itu terjadi karena beberapa situasi main-main mereka yang membuatnya terlambat juga.

"Tapi yang benar saja, kau mengganti pakaian dengan cepat" Kataku

Mengingat bahwa itu tidak begitu berbeda dariku, ini cukup membanggakan.

"Nyahaha, aku percaya diri dengan kecepatan berganti pakaianku"

Dia menjawab dengan nada sedikit bangga seperti itu untuk sesuatu yang sebenarnya adalah sebuah hal yang tidak terlalu cocok untuk dibanggakan. 

Tidak ada cela,  mungkin ini adalah rahasia dari popularitas Ichinose.

"Ohh? Ayanokouji-kun, kau membeli rash guard?"
T/N: rash guard itu baju renang. Biar gak salah paham antara baju renang (Kolor doang atau BH, celana dalam) sama baju renang khusus.

"Kau mungkin berpikir itu aneh bagi laki-laki, tapi aku tidak suka menunjukan kulitku di depan orang lain. Jika menggunakannya di luar kelas, tidak ada masalah. Aku pernah mendengar itu, jadi aku berpikir untuk membelinya satu"

"Aku mengerti, aku mengerti. Aku pikir itu bagus. Ini bukan sebuah pelanggaran peraturan" katanya.

Tidak banyak,  tapi di dalam fasilitas ini ada murid sepertiku yang juga mengenakan rash guard meskipun dia adalah laki-laki. Ichinose yang mulai mengarahkan perhatiannya ke kepadaku, mengunakan jari telunjuknya seperti jarum dan menusuk perutku dari luar rash guard-ku.

"Ini cukup sulit. Lagipula, tubuhmu sangat ideal, ramping tanpa otot yang berlebihan"

Menyentuh seluruh tubuhku tanpa syarat apapun, dia mengulangi tindakan yang sama di lengan dan bahuku di antara bagian-bagian yang lain. Aku cukup beruntung karena memiliki penghasilan tambahan untuk membeli sendiri sebuah rash guard. Aku harus berterima kasih kepada katsuragi.

"Apa kau berolahraga?"

"Tidak, aku tidak berolahraga. Itu hanyalah karena bahan dari pakaianku atau kulitku yang sudah menjadi keras dan membuatnya menjadi seperti itu. Ini pasti karena aku tidak berolahraga setiap hari" kataku.

"Hmmm......."

Ichinose menjatuhkan tatapannya ke kakiku, tapi langsung berhenti bertanya. Namun meski begitu, berada dekat dengan Ichinose seperti ini, aku menjadi sadar akan keraksasaannya--- tidak, payudaranya sangat besar.

Bagaimana aku akan berenang atau bertanding dengan kondisi seperti ini? Sejak awal, kemampuanku untuk serius bertindak sendiri merupakan sebuah kecurigaan.

"... tapi mereka sangat terlambat. Aku akan pergi memeriksa mereka"

Apa yang aku lakukan? dan kenapa aku melakukan apa yang aku lakukan? Tentu saja aku tau.  Itu karena aku tidak bisa lagi berdiri di samping Ichinose yang berpakaian baju renang, jadi aku memutar tumit dan kembali ke ruang ganti laki-laki.

Dan sekali lagi menghabiskan waktu bersama Ike dan yang lain, setelah persiapan selesai, kami semua bersama-sama kembali keluar menuju koridor. Meskipun harus mendapatkan hasil dari beberapa waktu setelah semuannya berlalu sejak saat itu, semua perempuan termasuk Horikita sudah siap.

"Wow.....!"

Ike, yang suaranya keceplosan karena pemandangan spektakuler dari para gadis di depannya, berusaha keras untuk mengendalikan suaranya. Dikondisi Sakura, ia bersembunyi sepanjang waktu ke arah belakang. Tentu saja, ia mengenakan rash guard yang menyembunyikan dadanya.

Tapi sepertinya tidak semua orang mampu menyembunyikan gairah mereka saat melihat bentuk baju renang mereka yang biasanya tidak akan bisa terlihat.

"Fufufu, aku bisa melihatnya. Di bawahnya lapisan baju renang tipis itu, payudara itu, di situ,!"

Ike dan Yamauchi sedang melihat para gadis seolah-olah mereka memiliki pengelihatan X-ray. Mereka benar-benar terlihat hidup untuk itu.

"Lalu, kita akan pergi? Untuk saat ini sepertinya yang jauh di belakang masih kosong"

Pertama kami bergerak untuk mengamankan tempat di mana kami bisa beristirahat. Bahkan di sini, seolah-olah sebagai memimpin, Ichinose berjalan di depan. Kemudian, seolah mencocokkan Ichinose, Kushida juga di sana. Seperti yang mereka lakukan, anak laki-laki mengikuti tepat di belakang mereka.

Sepertinya tujuan mereka adalah pantulan pantat lembut Ichinose dan Kushida. Tetapi bahkan di antara mereka, Sudou berdiri di sisi Horikita dan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk bergerak menjauh. Mereka berdua, seperti itu, juga sudah berkembang. Tanpa diduga mereka mungkin akan menjadi sesuatu  yang menarik. Pasangan yang sangat cocok.

Berikutnya, aku bergerak ke Sakura.

"Umm ...... terima kasih ......."

Ketika hanya kami berdua yang tersisa, Sakura sedikit berterima kasih kepadaku.

Kepada titik itu, Aku tidak bisa membantu, tetapi menanyakan pertanyaan.

"Kenapa kau berterima kasih kepadaku?"

"Kenapa?"

Menuju pertanyaan, Sakura menjawabku aneh. Kemudian menyadari bahwa tidak ada alasan kenapa aku bertanya.

"Umm itu, mengajakku hari ini ......."

"Apa itu sangat berarti? Ini normal, bukan? Karena kau adalah temanku"

Untuk Sakura, kata 'teman' dengan mudah keluar dari mulutmu. Mendengar itu dariku, mata Sakura berbinar seperti anak anjing kecil dan dia dengan senang menatapku.

"Itulah kenapa sesuatu yang seperti ini, tidak perlu mengucapkan berterima kasih kepadaku"

Aku mengulangi itu sekali lagi, tapi Sakura tidak terlihat merasakan hal yang sama.

"Tetap saja, terima kasih"

"Tidak ....yah, aku pikir tidak masalah"

Tanda tanya melayang di atas kepalaku, tapi biarkanlah dia menyimpulkan itu sendiri. Dia mungkin adalah tipe orang yang seperti ini. Itu sebabnya aku bisa bersantai bersama-sama dengan dia tanpa merasakan perasaan yang buruk.

Tapi, bahkan seperti itu, Sakura benar-benar orang yang sederhana. Dia sudah menjadi dewasa sampai-sampai dia hampir tidak bisa dikenali sebagai orang yang pertama kali aku temui. Meskipun teman sekelas menembaknya, tanpa melarikan diri dari itu, ia benar-benar menerima keadaan. Melihat dia tumbuh dari hari ke hari, aku memang tidak bisa membantu, tapi berpikir bahwa mungkin aku juga... bisa berubah.

"Aku sudah memperhatikan ini baru-baru ini, tapi kau tau? selama pelajaran olahraga, guru selalu mengatakan kepada kita bahwa berenang pasti akan berguna untuk kita suatu hari nanti. Itu mengacu kepada ujian pulau tak berpenghuni"

Dari Sakura yang memberitahuku tentang ini dengan mata menyala, tidak perlu melakukan hal yang ceroboh dan menekan dia.

"Aku mengerti, Apa yang kau katakan itu pasti benar" kataku.

"Seperti yang aku duga!"

Mungkin dia merasa senang dengan kesimpulan itu, Sakura sedikit meloncat-loncat dengan polosnya. Aku bisa melihat payudara besar itu bergoyang dari balik rash guardnya. hal inilah yang membuatnya benar-benar tidak bisa melepas rash guard itu. Sebagai besar dari mereka, situasi seperti ini tidak akan membawa sesuatu yang baik. Aku merasa sedikit kasihan kepada keadaan yang dihadapi oleh perempuan.

Selain itu, melalui pembicaraan kami, aku senang bahwa aku mampu menemukan sisi baru dari Sakura. Tapi, Sakura segera membuat wajah menyesal.

"Jika aku bisa mengikuti kelas dengan benar tanpa malu, aku ingin tahu apakah aku akan lebih berguna untukmu... aku hanya menggunakan alasan kesehatan yang buruk dan melarikan diri sepanjang waktu ...... "

"Jika kau sudah menyadari hal itu, bukankah itu sudah lebih dari cukup?"

Para murid yang pernah hidup hanya untuk diri mereka sendiri sampai sekarang perlahan-lahan sudah mulai menyadari bahwa ini saja tidak akan cukup. Seseorang tidak bisa hidup sendirian. Kecuali dengan sebuah rencana di kehidupan seperti pertapa dan bersembunyi di gunung. Tidak ada pilihan lain selain hidup secara kolektif bersama-sama. Mayoritas murid SMP dan SMA tidak menyadari fakta ini. Mereka hidup dalam kesendirian diisap oleh internet atau game sosial mereka. Atau ada kenakalan yang mengganggu masyarakat dengan melakukan pelanggaran ringan atau kejahatan berat.

Tidak menyadari bagaimana seseorang harus bekerja sama dan membantu orang lain di sekitarmu. Tergantung pada keadaan, ada juga mereka yang seluruh kehidupannya tidak pernah menyadari hal tersebut.


Tapi sekolah ini berbeda. Cara mereka melakukannya unik, tapi aku merasa seperti mereka mencoba untuk memberitahu sesuatu kepada setiap individu. Sebagai faktanya, Sakura di sampingku sudah mulai menyadari hal ini. Bahwa mungkin ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk kelas. Suatu hari nanti, itu akan menjadi aset yang besar.

"Hmm? Apa itu Ichinose dan yang lainnya? jadi kalian juga datang ke sini hari ini?"

Saat kami berkeliling mencari tempat, tiga murid laki-laki memanggil Ichinose. Salah satunya adalah seseorang yang aku ingat dan ketika ia menyadari kehadiranku, dia dengan ringan mengangguk. Itu adalah Kanzaki Kelas B.

"Yahho --- Shibata-kun dan yang lainnya"

Anak laki-laki bernama Shibata mengangkat tangannya kepada jawaban. Ia juga menjawab kami dari Kelas D sambil tersenyum.

"Terlihat menyenangkan dengan adanya campuran banyak orang. Ayo kita bergabung dengan mereka juga"

"Aku tidak keberatan dengan itu tapi ..... apa itu boleh?"

Kushida mengangguk, bahwa tidak ada masalah seolah-olah itu adalah hal yang biasa. Dengan melakukan ini, Ike dan yang lain yang memiliki hak untuk melarang, secara otomatis dimusnahkan. Pada akhirnya tiga orang dari Kelas B ikut bergabung dengan kami dan jumlah total orang meningkat sebesar 13 orang.

"Maaf mengganggu kalian"

Kanzaki yang tahu bahwa aku bukanlah tipe orang yang akan menentang arus umum, mendekatiku dan mengatakan hal itu. Melihat ini, Sakura mengambil langkah mundur. Ini adalah cara yang brilian, menghapus kehadirannya sehingga Kanzaki tidak akan memperhatikannya.

"Tidak masalah, bukan? Lagipula, ini adalah hari terakhir liburan musim panas"

"Ada beberapa kesempatan di sekolah ini untuk berteman dengan murid dari kelas yang lainnya, kau tau. Shibata dan yang lainnya juga terlihat senang"

"Kau tidak seperti mereka"

Kanzaki tenang seperti biasa, atau sepertinya akulah yang merasa seolah-olah ia membuat kontak denganku dari kejauhan.

"Aku hanya mirip denganmu, Ayanokouji. Aku tidak pandai berurusan dengan keaktifan"

Aku berbicara santai dengan Kanzaki sambil berjalan, dari arah depan kami, aku bisa mendengar gelombang sorak-sorai muncul.

"Mereka sangat ribut di sana"

Sudou mengatakan itu. Aku mengangkat kepalaku untuk melihat. Di tengah keributan, percikan air muncul. Pada saat yang sama, orang-orang dan bola, keduanya berkibar ke arah langit. Sebuah lonjakan kekuatan didorong untuk menservis ke daerah lawan di bawah air. Sepertinya mereka sedang bermain voli di kolam renang.

"Woah! Itu luar biasa! Orang itu, bukankah dia berada di level yang berbeda?"

Yamauchi, mengamati itu dengan matanya, berteriak. Di dalam fasilitas yang besar ini ada 3 kolam yang disiapkan dan sepertinya tempat-tempat itu akan digunakan untuk memainkan game yang berbeda.

Salah satunya adalah kolam renang standar. Kau bisa pergi berenang di sana setiap kali kau merasa ingin. Salah satunya adalah sesuatu seperti kolam mengalir. 

Dan terakhir adalah kolam yang diarahkan ke hiburan dan digunakan sebagai kolam renang olahraga. Dan sekarang, kolam olahraga sedang melakukan ronde voli sengit dan dikelilingi oleh sejumlah besar gadis-gadis. Mereka adalah murid yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Sejumlah besar dari mereka terlihat seperti orang dewasa sehingga sebagian dari mereka mungkin adalah tahun ke-2 atau murid tahun ke-3. Sebuah tim campuran pria-wanita dan drama tingkat tinggi mereka sedang berlangsung.

Tetapi bahkan di antara mereka, ada satu murid laki-laki, khususnya, menonjol sangat mencolok.

"Dia luar biasa ........"

Orang yang Sudou puji memang merupakan murid laki-laki dengan aura mencolok. Tubuh kurusnya sekilas terlihat lemah, tapi di tubuhnya itu, orang lain bisa melihat enam otot perut. Namun, apa yang paling menonjol darinya adalah rambut pirang yang berkibar lembut setiap kali ia bergerak begitu hebatnya bersama tampilan yang sudah sangat dipersiapkan di wajahnya. Dia juga sangat tampan, hampir menjadi sebuah kesalahan karena sudah melihat sosok seolah berasal dari suatu ilusi film di dalam layar.

Dan sepertinya sebagian besar mata murid perempuan juga sudah dicuri sepenuhnya oleh pria tampan ini.

"Khhhhh, tipe laki-laki itulah yang paling aku benci. Bukan berarti dia berbakat atau melakukan banyak usaha. Dia hanya menang karena ketampanannya"

Bukannya aku tidak bisa memahami Ike dan orang lain dengan perasaan berbisa mereka, tetapi harapan mereka segera dikhianati.

Seorang laki-laki tampan yang dikerubuni perhatian, kilatan tajam di matanya jelas membuatnya menonjol di atas segalanya.

Bola dilemparkan dengan ramahnya ke tim pria tampan dan merespon itu, ia melompat tinggi-tinggi. Pada saat itu, sebagian besar para gadis mengangkat suara mereka, aku menghentikan napas dan mengawasinya.

Dia memiliki sudut tajam. berkecepatan tinggi dan seperti peluru, tidak, bola menyerang posisi musuh.

Di sisi lain, murid yang menerima bola itu juga memiliki kemampuan fisik yang luar biasa karena mereka menunjukkan respon lincah saat melompat untuk menservis bola.

 Wow! Jeritan seperti itu bangkit dari sekeliling. Pada saat yang sama, tim laki-laki tampan menerima score baru. Tidak peduli bagaimana melihatnya, kelebihan kemampuan fisik laki-laki tampan ini sudah jelas. Melihat cara bagian bawah tubuhnya dikembangkan, mungkin dia terlibat dalam olahraga yang berfokus pada penggunaan kaki. Ikut kegiatan klub mungkin? Bisbol dan sepak bola juga bisa saja.

"D-dia tampan, cerdas dan juga bisa menangani bidang olahraga sendirian.... siapa dia sebenarnya!?"

"Semua ini menjadi semakin heboh, bukan? Dia sendirian menguasai tempat itu”

"Sepertinya begitu. Meskipun aku tidak tahu siapa dan dari mana dia"

Karena aku dan Horikita lemah dalam hal mengetahui tentang kelas dan murid lainnya. Dalam kasus seperti ini, yang terbaik adalah bertanya kepada Kushida yang jaringannya meluas lebih lebar daripada orang lain. Dan jawaban untuk pertanyaan kami datang dengan cepat.

"Orang itu adalah tahun ke-2. Dari Kelas A, Nagumo-senpai. Dia sangat populer di kalangan gadis-gadis"

"Nagumo ......."

Baru-baru ini, aku cukup akrab dengan nama itu. Ichinose kemudian menjelaskan lebih lanjut tentang Nagumo.

"Sekarang ini dia adalah wakil presiden dan orang yang akan menjadi presiden dewan murid tahun depan. Dia sangat pintar" kata Ichinose.

Setelah berdiri di samping kami dan mendengarkan percakapan kami, Ichinose bereaksi terhadap nama Nagumo dan menjawab kami seperti itu. Selanjutnya, menuju kata kunci "Dewan Murid" yang Ichinose diucapkan, Horikita yang juga berdiri di sampingku menunjukkan sedikit reaksi. Dan setiap kali murid bernama Nagumo bergerak dan menunjukkan aktivitasnya, jeritan melengking bernada tinggi mulai meningkat. Di kolam renang, pada saat yang sama, ada juga pertandingan lainnya yang sedang terjadi, tetapi sebagian besar para gadis tidak melihat apa pun lagi kecuali Nagumo.

"Untuk semua popularitasnya, aku sama sekali tidak kenal. Kau juga kan, Ayanokouji-kun? Tentu saja kemampuan fisiknya terlihat ajaib, tetapi dibandingkan dengan popularitasnya, aku tidak berpikir itu semua sangat menakjubkan. Dengan kata lain, presiden dewan murid lebih unggul dari dia, kan?" kata Horikita.

Kata-kata itu sedikit tidak sopan untuknya. Menyembunyikan fakta bahwa presiden dewan murid yang sebenarnya adalah kakak laki-lakinya, Horikita memujinya seperti itu. Tapi dalam aspek ini, sepertinya Ichinose sama sekali tidak keberatan karena dia jujur ​​mengakui hal itu.

"Ya. Presiden dewan murid itu memang menakjubkan, jadi seperti itulah. Di dalam sejarah sekolah ini, presiden dewan murid saat ini hampir bisa dikatakan yang paling berbakat yang pernah ada. Omong-omong, dia punya nama belakang yang sama sepertimu, Horikita- san, benarkan?"

"Sepertinya begitu"

Kelihatannya dia tidak berniat menjawabnya di sini, tapi Horikita hanya mengangkat bahu.

"Tapi, ada rumor yang mengatakan bahwa dia tidak kalah dengan presiden dewan mahasiswa dalam bidang kemampuan juga. Mereka bilang, di pemilu yang diselenggarakan tahun lalu, Presiden Horikita dan Wakil Presiden Nagumo bersaing untuk mendapatkan kursi presiden dewan murid. Pada saat itu, Wakil Presiden Nagumo hanyalah seorang murid tahun pertama" kata Ichinose.

"Kau sangat familiar dengan urusan OSIS, kan?" Horikita bertanya.

"Itu karena aku bergabung dengan dewan murid, jadi sesuatu seperti itu, pada akhirnya aku pasti akan mengingat mereka" Ichinose balasan.

"..... kau bergabung?"

Setelah mendengar itu, Horikita terlihat tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Tapi tetap saja, berpikir jika Ichinose bergabung dengan dewan murid...

Pembicaraan di hari aku bertemu dengannya, untuk pertama kalinya, dia berbicara dengan guru wali kelas dari kelas B, Hoshinomiya-sensei, mengenai 'Urusan OSIS'. Sayangnya aku tidak tertarik bekerja di bawah "sang" presiden dewan murid, tetapi berpikir bagaimana sistem sekolah ini sudah diatur, pentingnya keharusan untuk bergabung dengan dewan murid itu sangat besar.

"Ngomong-ngomong, apa syaratnya untuk bergabung ke dewan murid? Bukankah siapa pun tidak bisa bergabung?"

"Hmm, sekolah ini sedikit istimewa. Jika kau bukan anggota, antara April dan akhir Juni, jika kau lulus wawancara dewan murid di Oktober, maka kau bisa bergabung, sesuatu seperti itu. Saat pertama kali, aku ditolak, tapi karena kau bisa mencoba sebanyak yang kau inginkan, aku terus melakukannya. Presiden dewan murid tidak pernah benar-benar setuju, tapi Wakil Presiden Nagumo membuat keputusan akhir tentang hal itu. Kemudian, aku mendengar ini dari Wakil Presiden Nagumo, sepertinya Presiden Horikita kecewa dengan murid tahun pertama. rata-rata setiap tahunnya sekitar 2-3 murid tahun pertama diterima, tapi tahun ini, satu-satunya yang diterima sejauh ini adalah aku. Itu sebabnya aku tidak ingin terburu-buru dan merasa menang dengan ini. mungkin di bulan Oktober, Presiden Horikita mungkin akan tersingkirkan"

Sama seperti bagaimana Horikita melakukan upaya agar bisa lebih dekat dengan kakaknya, Ichinose mungkin juga sedang melakukan yang terbaik.

"Tapi aku pikir tujuanku pastinya adalah Nagumo-senpai. Senpai memiliki start yang mirip denganku dan kami juga rukun. Di sekolah ini, sepanjang sejarah, semua presiden dewan murid berasal dari kelas A, tapi Nagumo-senpai, sama sepertiku, dimulai dari Kelas B. Dan sebelum kami menyadari itu, dia pasti  sudah berencana untuk menjadi presiden dewan mahasiswa yang berikutnya. Itu sebabnya, setelah Nagumo-senpai, aku akan menjadi presiden dewan murid--- bercanda"

Sepertinya di dalam diri Ichinose, dibandingkan dengan Horikita yang lebih tua, penilaiannya kepada Nagumo lebih tinggi. Dia mengucapkan kata-kata yang dia sendiri ingin menjadi presiden dewan murid satu hari dan menyatakan tekadnya.

Sepertinya, beberapa dari itu, tidak, mungkin dari lubuk hatinya, ia tidak sama dengan Horikita saat dia tersentak oleh kata-kata ini.

"Sejak saat dia terlambat memulai, kau seharusnya sudah bisa membayangkan bagaimana potensinya."

"Oi, oi ........"

Kau bebas berpikir apa pun yang kau inginkan, tapi bukankah itu juga akan merugikan dirimu sendiri? Kenyataan bahwa kau dimulai dari kelas D, kau juga akan dikritik.... atau jangan-jangan dia...

"jangan-jangan kau, masih berpikir bahwa kau ditempatkan di Kelas D karena kesalahan .......?"

"Bukankah itu sudah jelas?"

Dia menjawabku seperti itu. Tidak ada keraguan, berani dan bahkan secara alami.

"Yah, aku mengerti kenapa Horikita-san akan merasa bahwa ini aneh. Bukan berarti kelas memutuskan berdasarkan kemampuan itu sendiri. Kemampuan intelektualmu, tentu saja sebagai manusia, kedewasaan dan kerjasama. Bukankah setelah melihat semua kemampuan seperti itulah kita akan ditempatkan?

"Dengan kata lain.... ada yang bermasalah dengan kemampuan koordinasiku?" tanya Horikita.

"Ahh, tidak, maaf jika begitulah yang terjadi kepadamu, aku minta maaf, tapi kau tahu? pikirkanlah sebentar. Pada dasarnya Horikita-san adalah tipe yang percaya kepada dirinya sendiri. Jika kau menyangkalnya, itu juga berarti bahwa kau egois. Ketika kita menuju ke masyarakat, seseorang yang egois dan orang-orang yang mematuhi sebuah perintah, bukankah hal itu merupakan masalah untuk melihat mana yang lebih berbakat? " 

Jika kau adalah orang yang egois dan bahkan berbakat, kau masih menjadi yang dibutuhkan di dunia, tapi itu tidak selalu mutlak. Namun, di sisi lain, mereka yang mematuhi perintah akan menjadi sangat penting, hampir di mana saja, para pematuh juga akan menjadi orang yang dibutuhkan.

"Aku tidak yakin ......"

Sikapnya itu sendiri tidak berubah, tetapi meskipun begitu, kondisi mental Horikita perlahan-lahan mulai berubah. Sejak Ichinose berbicara dengan seorang teman, aku sedikit menutup jarakku ke Horikita.

"Omong-omong, kau tidak memberitau pencalonanmu untuk bergabung ke dewan murid, kan? Apa kau tidak merasa bahwa kau memilih sekolah ini karena kau ingin berada di sisi kakakmu?" Tanyaku padanya.

".....ini dan itu adalah hal yang berbeda. Bahkan setidaknya kau bisa membayangkannya, bukankah begitu? Meskipun aku ingin bergabung dengan dewan murid dan mengambil sebuah wawancara untuk itu, aku sama sekali tidak akan diakui."

Tentu saja tidak sulit membayangkannya. Bahkan Ichinose dari Kelas B awalnya tidak diterima, jika itu adalah Horikita dari Kelas D... mungkin Horikita yang lebih tua tidak akan mengizinkan adiknya, yang ingin dia keluarkan dari sekolah bergabung ke dewan murid. Jadi, itu berarti bahwa dialah yang paling sadar akan hal seperti itu. 


Aku melihat pertandingan untuk sementara waktu, tapi akhirnya tim Nagumo mengalahkan tim lain dan menang.

Gadis-gadis yang meneriakkan nama Nagumo pada akhirnya mulai berkumpul di sekelilingnya saat dia naik dari kolam renang.

"Hei, orang itu menindik telinganya! Apa itu sama sekali tidak masalah!?"

Ike yang tidak bisa lagi menemukan apa pun kecuali mencela, meneriakinya.

"Saat ini kita sedang di tengah liburan musim panas, jadi apa itu masalah?".

Tetapi kata-kata itu terasa sia-sia karena Ichinose berbicara ketus kepadanya seperti itu.

"T-Tidak, tapi maksudku. Dia punya sebuah lubang di telinganya!? Itu masalah besar!"

"Aku pikir itu mungkin adalah tindikan tanpa lubang, benarkan? Kau bisa memakai anting di telingamu tanpa membuat lubang. Di sekolah, biasanya dia selalu berpenampilan rapi"

"Ugugu!"

Tidak peduli seberapa jauh interjeksi muncul, kelihatannya dia adalah seorang murid yang sangat sempurna.

"Hei, kenapa kita tidak ikut bermain voli di kolam renang juga? Kita punya Shibata-kun dan yang lainnya, jadi sekitar 6 orang dan kalian punya sekitar 7 orang, jadi  tidak masalah bahkan jika kita gantian bermain."

Karena kami sudah datang jauh-jauh ke kolam renang, Ichinose membuat usulan seperti itu. Yang pertama setuju dengan dia adalah Ike.

"Aku akan melakukannya, aku akan melakukannya! Seperti Nagumo-senpai, aku juga akan mengumpulkan tatapan penuh gairah dari para gadis!" kata Ike.

Aku pikir itu mungkin sangat mustahil, tapi kelihatannya banyak murid mendukung hal itu. Karena mereka sudah datang jauh-jauh ke kolam renang, mereka mungkin ingin bermain untuk mengisi hati mereka.

"U-Umm. Aku payah dengan kegiatan fisik jadi ... Aku hanya menonton saja."

Dia menarik kembali dirinya, atau lebih tepatnya, terlihat seperti dia sangat tidak mau melakukan itu. Sakura mengatakan berbicara. Karena sudah jelas dari sikap yang tidak ingin bermain voli, tidak ada yang keberatan.

Adapun skor, pada dasarnya adalah permainan 6V6 Tapi sepertinya seseorang sudah mengeluarkan keluhan soal pertandingan voli itu sendiri.

"Aku tidak merasa itu ide yang bagus"

Meskipun dia berhutang kepadaku, sepertinya dia sedang tidak suka bermain-main.

"Horikita-san, apa kau akan melarikan diri?"

Tertawa, Ichinose mengatakan itu seolah ingin memancingnya.

"Tidak ada yang namanya melarikan diri atau apapun untuk permainan yang sederhana”

"Memang  benar itu hanyalah permainan, tapi ini juga seperti versi miniaturnya kelas kita, kan? Mana yang lebih ambisius, mana yang memiliki kerjasama tim yang hebat. Dengan kata lain, ini adalah kompetisi tiruan antar kelas, Atau apa kau mau bilang jika kau tidak mau melawan kami? " Ichinose bertanya.

Sebuah usulan, hampir mirip dengan ujian yang mencakup sebuah analisis dari potensi tempur kami. Jika kau memikirkannya seperti itu, tidak akan ada alasan untuk menolaknya.

"..... baik, ayo kita lakukan"

Kelas B, yang akan menjadi musuh kami untuk waktu yang tidak terlalu lama. Sekarang, ini hanyalah sebuah permainan, tetapi mereka mungkin juga ingin mengkonfirmasi kemampuan lawan-lawan mereka. Horikita menerima tantangan dari Ichinose.

"Dan sekarang,  supaya pertandingan bisa  lebih menghibur, pemenang akan menikmati biaya penuh makan siang gratis. Apa ada yang keberatan dengan bonus tambahan seperti ini?"

"Aku akan menerima kondisi itu juga"

Setelah mengajukan permohonan kami untuk mendapatkan ruang diskusi, selama waktu kosong, masing-masing merangkai strategi mereka sendiri. Aturan pertandingan adalah 15 poin per set dengan 3 set untuk pertandingan.

Tim yang mendapatkan 2 set pertama akan dinyatakan sebagai pemenang. Sedangkan untuk hak servis, itu akan dilakukan melalui pergantian dan yang mendapatkan satu poin yang memiliki hak untuk servis kembali.

"Ini adalah permainan. Tapi pertandingan adalah pertandingan. Karena kita melakukannya, kita menangkan itu".

"Horikita-san, kau luar biasa bersemangat"

"Jika aku mendengar makan siang gratis, aku mungkin berpikir seperti itu. Tapi bukan itu masalahnya. Untuk mentraktir orang yang di sana, kemungkinan akan menghabiskan hingga 10.000 poin. Dengan kata lain, ini memang masih merupakan poin pribadi, tetapi juga bisa berarti, jika kita menang, celah kita dengan Kelas B akan memendek sebanyak itu. Sebaliknya, jika kita kalah, perbedaan kita akan melebar sebanyak itu. ini seperti ujian khusus." kata Horikita.

Bahkan jika total kekalahan itu harus dibagi rata dengan semua orang, itu akan menjadi sekitar 2000 poin masing-masing. Bukan sesuatu yang murah.

"Baiklah. Ayo kita menangkan ini, Ken, Haruki!"

Motivasi berbeda dari orang ke orang, tetapi Horikita keihatannya sudah menggeser pola pikir mereka ke arah yang baik.

"Serahkan ini kepadaku, Suzune. Jika aku di sini, itu sama dengan kekuatan 100 laki-laki. Mereka adalah tipe orang yang bodoh. Aku akan menghambur mereka semua." kata Sudou.

"Tidak.... orang bodoh adalah kata yang digunakan untuk mewakili seseorang seperti Sudou, kau tahu?"

Kepada Sudou yang telihat salah paham, aku menyela.

"Apa maksudmu? Orang bodoh berarti seseorang dengan medali emas di otak mereka, dengan kata lain, seseorang yang belajar terlalu rajin, benarkan?" Sudou bertanya.

Sepertinya Sudou sudah salah pahaman seperti orang yang bodoh.

"Itu mungkin saja..... tolong, lupakan apa yang aku katakan"

Menyela itu sendiri hanyalah masalah yang merepotkan karena Sudou sedang melihat para anggota Kelas B dan tertawa terbahak-bahak. Memberikan keyakinan jika tidak ada cara yang akan membuat Sudou kalah.

"Biarkan aku menguji apakah kau bisa digunakan, Sudou-kun"

Meskipun ketika tiba saatnya belajar, ia hanya bisa bergantung Horikita. Dalam situasi seperti ini, ia terlihat seperti sekutu yang meyakinkan untuk memiliki. Aku bisa memahami perasaan Horikita yang berharap banyak dari dia. Di Kelas D, seseorang dengan kemampuan fisik terbaik adalah Sudou. Sebagai pengecualian, ada juga Kouenji, tapi lebih baik tidak menghitungnya demi yang lebih baik atau demi yang lebih buruk.

"Sudou, apa kau punya pengalaman bermain voli di kolam renang?"

"Tidak, aku memainkan  voli beberapa kali di kelas"

"Kau cukup percaya diri untuk seseorang yang seperti itu ......"

"Basket terhubung ke semua olahraga... Para senior yang aku hormatilah yang mengatakannya"

Percaya pada kekuatan sendiri tanpa ragu. Untuk Horikita juga, ini adalah kesempatan yang baik untuk menentukan apakah Sudou sama seperti yang dikatakan atau tidak.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter