Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 4.5 Chapter 2 Part 3

Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 4.5 Chapter 2 Part 3

Baca Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Volume 4.5 Chapter 2 Part 3 


"Oi, Ike, aku sudah  menyelidiki kasusnya Katsuragi"

"Serius? Lumayan juga, Ayanokouji. Aku melihatmu di dalam cahaya yang baru sekarang"

Mengatakan itu, Ike memujiku sambil meletakkan tangannya di bahuku. Apa aku sudah melakukan sesuatu yang pantas dilihat di dalam cahaya yang baru? Merasa sedikit ragu tentang seberapa buruknya Ike memujiku,  secara internal, aku melaporkan situasi kepadanya.

"Sayangnya, aku tidak bisa mencari tahu siapa penerima hadiahnya"

Itu tidak sepenuhnya benar. Lebih tepatnya, aku tidak bisa mengetahui gambaran perempuan mana pun yang mungkin akan diberikannya. Tidak peduli berapa banyak yang aku selidiki, aku tidak bisa mengetahuinya.

Pada tahun ajaran yang sama, tidak ada yang berulang tahun ditanggal tersebut. Namun, aku juga tidak bisa memikirkan murid di sekolah lain.

Kemungkinan, apakah orang yang sedang kami pikirkan ini sebenarnya berada di lokasi yang berbeda? Terlihat kaget, Yamauchi mengangkat kepalanya.

"Gawat... aku tahu ini akan terjadi, Sebenarnya siapa orang yang akan katsuragi berikan?"

Daripada kegirangan atau senang, Yamauchi malah membuat ekspresi sedih saat dia mulai berbicara seolah dia mengerti sesuatu.

"Hei, Kanji, bagaimana menurutmu tentang Valentine jahanam di SMP?"

"Aa-apa yang tiba-tiba kau bicarakan? Benar, itu memang sulit untukku, tapi bagaimana dengan itu?"

"Pada dasarnya, bukankah ini semacam petunjuk?... orang itu, aku pikir dia bisa membelinya untuk dirinya sendiri"

"Tentu saja tidak..... t-tidak mungkin. Si botak itu sepertinya tidak populer..."

Mereka berdua merasa yakin setelah melakukan pertukaran singkat dan sulit dipahami tersebut. Tapi tetap saja, itu adalah perkembangan yang tidak pernah aku pikirkan, jadi aku memutuskan untuk mengajukan sebuah pertanyaan.

"kau bilang dia membeli hadiah untuk ulang tahunnya sendiri?"

"Apa lagi kalau bukan itu, Ayanokouji"

Mereka memelototiku seolah mereka sedang marah. Terlepas dari itu, biasanya seseorang tidak akan membeli hadiah untuk mereka sendiri, bukan? Tentu saja aku menganggap bahwa dia mungkin sudah memberi penghargaan kepada dirinya sendiri sampai tingkatan tertentu. Seperti sebuah makan yang lezat, atau membeli sesuatu yang dia inginkan. Tapi dalam masalah ini, aku tidak berpikir bahwa itu bisa diterapkan.

Dia pergi untuk mendapatkan hadiah yang disukai oleh perempuan, lengkap dengan bungkus dan cokelat di dalamnya. Jika dia hanya menyukai makanan yang manis, akan lebih cocok untuknya membeli dalam bentuk yang berbeda.

"Kau benar-benar tidak mengerti?"

"... sayang sekali" jawabku.

"Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, Katsuragi sepertinya bukan tipe orang yang populer dengan perempuan, bukan? Tapi tetap saja, dia adalah pemimpin Kelas A"

Aku akan menahan sebuah komentar pada pernyataan itu.

"Artinya, dia sudah menjadi sedikit sombong. Dia pasti ingin membuat orang lain di sekitarnya menganggap bahwa dia populer. Dengan kata lain, ini adalah sebuah rencana"

"Singkatnya, daripada menganggap bahwa itu adalah sesuatu yang dia beli untuk dirinya sendiri, dia akan memainkan peran seolah-olah seseorang sudah memberikan benda itu kepadanya. Itu maksudnya"

Mereka pasti merasa bahwa tidak ada yang salah dengan kesimpulan yang mereka capai, karena Ike dan Yamauchi mengangguk setuju.

"Aku juga melakukan hal yang sama di SMP, aku membuatnya terlihat seperti aku yang mendapatkannya dari gadis yang paling imut di sekolah"

"Mendengarnya seperti itu bukankah terasa sedikit, hampa?"

“Sudah jelas, bukan? Tentu saja rasanya hampa, tapi ini lebih baik daripada merasa putus asa karena tidak mendapatkan apapun" Dia marah.

Sepertinya bagi Ike, kegiatan seperti Valentine dan ulang tahun benar-benar hari yang istimewa.

"Omong-omong, Haruki, kau juga berada diposisi yang sama , bukan?"

"Hah? Tidak, aku berbeda, aku ini populer dengan gadis-gadis, kau tahu?" Yamauchi menjawab Ike.

"Dasar pembohong. Lalu kenapa kau mengatakan sesuatu seperti itu? Bukankah itu karena kau pikir bahwa dia sudah melakukan hal yang sama denganmu?"

"Aku bilang seperti itu. Di SMP, ada seseorang yang tidak populer seperti Kanji yang aku kenal, itu saja," kata Yamauchi.

Sudah jelas itu kebohongan, tapi aku tidak memiliki maksud atau niat untuk menemukan kebenarannya.

"Tapi itu hanya tebakan, bukan?"

"Tidak ada yang meragukan tentang hal itu. Itulah yang pasti sedang terjadi!"

Sepertinya mereka sudah memutuskan bahwa sudah tidak ada ruang lebih jauh untuk meragukan kesimpulan yang telah mereka capai, karena mereka tidak saling berdebat lagi.

"Hei Haruki, mungkin kita sudah salah paham dengan si botak... Katsuragi?"

"Ya, aku memperlakukannya dengan rasa permusuhan karena dia adalah Kelas A, tapi sekarang tiba-tiba dia terlihat lebih mirip dengan kita"

"Itu berarti, pada akhirnya kau juga orang yang tidak populer yang membeli hadiah untuk dirinya sendiri"

"Tidak, itu hanya mengingatkanku kepada teman sekelasku, ujung-ujungnya aku merasa kasihan kepadanya." Yamauchi menjawab Ike.

Yamauchi dengan keras kepala menyangkal pernyataan Ike.

"Apa kau mau bekerja sama?" Tiba-tiba, sesuatu seperti itu diucapkan.

"Apa maksudmu dengan bekerja sama?"

"Kita akan menyiapkan hadiah ulang tahun untuknya"

Dari keadaan antagonisme terhadap Katsuragi, sepertinya Ike malah berubah menjadi bersimpati.

"Tentu saja, aku mengerti sesuatu yang didapatkan dari seorang gadis adalah yang terbaik, tapi itu tidak mungkin. Dan dalam masalah ini, bukankah akan menjadi sebuah berkah karena menerima hadiah ulang tahun dari orang lain?"

Aku merasa ada yang tidak sesuai dengan logika itu, tapi aku akan kesulitan untuk menyangkal semuanya.

Daripada membeli hadiah untuk dirimu sendiri di dalam sebuah kebohongan, seseorang ingin menerima hadiah dari orang lain. Hanya saja, hal yang harus diperhatikan adalah simpati secara mengejutkan akan menjadi hal yang menyusahkan. Jika Katsuragi memang membeli hadiah untuk dirinya sendiri, apa dia tidak keberatan dengan Ike dan yang lainnya yang mengetahui hal tersebut dan merayakannya? Di sisi lain, dia mungkin malah marah dan menolak simpati mereka. Ike dan Yamauchi sudah mulai membahas apa yang harus dibeli untuknya, tapi sekali lagi aku merasa ragu mengenai kesimpulan itu.

Tentu saja tidak ada perempuan yang berulang tahun besok, tapi bukan berarti semua kemungkinan lain telah musnah. Para guru di sekolah ini dan pihak berwenang yang lainnya, termasuk pegawai yang lain di halaman sekolah. Jika kau memperluas definisi 'perempuan', masih banyak calon yang tersisa.


Selain itu, jika memang hadiah itu untuk dirinya sendiri, apa dia akan dengan berani membelinya begitu saja? Daripada itu, pakaian Katsuragi adalah seragam yang tidak biasa di tengah liburan musim panas. 


Itu tidak akan menyelesaikan apapun, tapi malah membuatnya menonjol. Mudah dibayangkan bahwa orang lain akan curiga jika melihatnya, dan biasanya orang lain tidak akan memakai seragam.


"Ayanokouji, kau pasti punya beberapa pion juga. Jika ketiganya masing-masing memiliki sekitar 1500 poin, kita bisa membeli sesuatu yang bagus untuknya".

Aku sudah pernah mendengar omongan semacam ini kemarin..... Dengan kata lain, pengeluaranku akan berlipat ganda. Pengeluaran 1000 poin bukanlah angka yang kecil.

"Jadi Ayanokouji, ini mungkin sedikit mendadak, tapi ayo kita rayakan ulang tahun Katsuragi".

Apa saklar mereka sudah jeklek? sepertinya mereka berdua berniat membeli Katsuragi hadiah.

"Kau serius mau membeli hadiah?”

"Bukankah sudah jelas kita akan membelinya? Kau pasti juga ingin menyelamatkan orang yang tidak populer, bukan?"

Ahh, ini menjadi semakin merepotkan, jadi aku memilih untuk tidak menolaknya. Setelah memutuskan untuk bertemu besok, pembicaraan berakhir dan kami bubar pada hari itu.

Saat kami berkumpul lagi keesokan harinya di siang hari, sosok Kushida juga ada di sana.

"Halo, Ayanokouji-kun"

"Oh, halo"

Kenapa dia di sini? Pertanyaan seperti itu dijawab dengan kata-kata berikutnya yang berasal dari Ike.

"Kau tahu, kemarin aku berkonsultasi dengan Kikyo-chan, ketika aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin membeli hadiah untuk Katsuragi, dia bersikeras ingin bekerja sama dengan kami, maka dia memohon untuk bergabung juga. Hei, Katsuragi akan lebih bahagia jika bukan hanya anak laki-laki, seorang perempuan juga merayakan hari ulang tahunnya" Ike memberitahuku.

Dia terus memujinya, tapi aku pikir dia hanya ingin menciptakan kesempatan di mana dia bisa bersama dengan Kushida. Yang terpenting, itu akan membuat dia melihat Ike sebagai seseorang yang peduli dengan teman-temannya juga.

"Aku juga memiliki hutang dengan Katsuragi-kun, jadi wajar saja. Tolong beritahu kepadaku biaya untuk hadiah ini" kata Kushida.

Menanggapi pertimbangan lembut itu, Ike menatap Kushida dengan mata love.

Begitu juga dengan Yamauchi, meski dia menyukai Sakura, sepertinya dia sangat terpengaruh oleh pesona Kushida karena ia terlihat lebih bersenang-senang daripada saat hanya ada laki-laki di sini.

"Omong-omong, Ayanokouji-kun, kenapa kau memakai seragammu?"

"Seperti itulah"

Aku melepas almamaterku lebih awal karena sangat panas, tapi seperti yang diharapkan, seragam ini membuatku terlihat mencolok dengan cara yang buruk.

"Ayo kita bergegas"

Mengapit sisi Kushida, keduanya berjalan meninggalkanku. Dan segera setelah itu, sebuah percakapan mulai berkembang. Aku selalu terkesan setiap kali melihat seseorang mampu melakukan percakapan dengan siapa pun, kapan saja. Aku berjalan sedikit di belakang mereka bertiga. Dalam perjalanan, aku melihat seseorang yang tidak biasa.


"Maaf, kalian duluan saja. Ada yang harus kulakukan" kataku pada mereka.

"Baiklah, tapi pastikan untuk tidak membuat Kikyo-chan menunggu"

"Ya"

Aku meninggalkan mereka dan mendekati orang itu.

"Kau cukup ceria, kalian berempat sedang belanja? Meskipun kita sangat menderita di tangan Ryuuen-kun"

"Yah, itu berarti Kelas C melakukan sesuatunya dengan lancar. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan itu sekarang, kan?"

"Kau benar ... tapi, masih banyak hal membuatku tidak yakin"

"Seperti?"

"...tidak ada"

Lalu, dengan ekspresi seperti Sawajiri Erika, dia menoleh dan sepertinya tidak ada tanda-tanda untuk menjawabku.

"Waktu apa ini?"

"Ehh?"

"Aku bertanya, waktu apa ini? tahun ajaran kita! Bulannya juga!"

"Apa yang kau bicarakan?"

"Dengar, kita baru saja menyelesaikan semester pertama di tahun pertama kita. Tidak perlu terburu-buru, hanya karena mereka sudah meningkatkan keunggulan mereka, bukan berarti harus putus asa."

"Tapi meski begitu, ini adalah kekalahan yang mengerikan. Jika kita tidak memikirkan jalan ....."

"Meskipun kau tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi, Kau harus selalu melihat ke depan. Murid yang dikenal sebagai Horikita Suzune unggul di bidang akademis, namun jika menyangkut pertarungan unik seperti ini, kau sama sekali tidak bisa melakukan apapun. Itulah kesanmu yang aku pahami "kataku pada Horikita.

"... Aku mengerti itu"

"Aku mengerti.  jadi kau sudah menyadarinya itu. Bagaimanapun, aku pikir lebih baik kau jatuh hingga  kau mencapai titik terendah," kataku padanya.

"Apa maksudmu?"

Saat ini, tidak masalah jika kau benar-benar hancur, selama kau akan merangkak kembali. Aku pikir Horikita memiliki potensi untuk melakukan itu.

"Ada masalah yang lain. Saat ini kau harus melakukan sesuatu perlahan tanpa terburu-buru, apa ini tidak masalah?"

"Kau pikir ada masalah yang lain, tapi kenapa kau bertindak di pulau tak berpenghuni? Ada yang aneh dengan itu?" jawab Horikita kepadaku.

"Mungkin"

Mau bagaimana lagi jika Horikita, yang tidak tahu tentang interaksiku bersama Chabashira-sensei, menganggap ini sebagai sesuatu yang misterius.

Selama ujian pulau tak berpenghuni, aku dipaksa untuk 'menunjukkan kemampuanku' jadi aku tidak punya pilihan lain selain bertindak. Tentu saja, ujian dia kapal pesiar, di mana aku tidak memiliki banyak bidak untuk digunakan, terbukti sangat sulit bagiku, namun masih ada beberapa cara yang tersedia. Tapi ada alasan kenapa aku tidak menggunakan cara itu. walaupun begitu, jika aku terlalu banyak mengacau, tidak ada keuntungannya.

Pada dasarnya aku tidak tertarik pada sesuatu seperti Kelas A atau Kelas B. Oleh karena itu, tanpa mengotak-atik terlalu banyak, tapi tetap menunjukkan sedikit kemampuanku kepada Chabashira-sensei, aku bisa membuang-buang waktu dengan itu.

Itulah kenapa melihatnya dari sudut pandangku, bahkan ujian diawal itu sukses besar.

"Yang lebih penting, apa kau tidak punya pertanyaan untuk ditanya tentang penampilanku?" Tanyaku padanya.

"Aku pikir kau mengenakan pakaian yang sangat panas, tapi aku tidak memiliki kesan yang lain tentang hal itu"

Seperti biasa, dia tidak tertarik pada orang lain.

"Apa yang kau baca hari ini?"

"Tidak ada hubungannya denganmu, kan?"

Mengatakan itu, dia tidak menunjukkan tanda-tanda untuk membiarkanku melihat judul buku itu.

"Baiklah, aku sudah membuat Ike dan yang lainnya menunggu, jadi aku akan pergi sekarang. Mau ikut?"

"Kau pasti bercanda. aku menolak" jawab Horikita.

Setelah mengharapkan bahwa dia akan menjawabku seperti itu, aku memutuskan untuk pergi tanpa ragu.
 "Apa yang sedang kalian lakukan...?"

Tiba-tiba dikelilingi oleh Ike dan yang lainnya dengan seseorang yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya, bahkan Katsuragi yang biasanya tenang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Di sanalah Kushida, yang tentu saja akan ikut serta di dalam diskusi ujian, mulai berbicara dengannya.

"Maaf tiba-tiba begini, Katsuragi-kun, apa kau punya waktu?"

"Kushida, apa? Apa maksudnya ini?" Katsuragi bertanya.

"Sebenarnya, aku mendengar dari Ike-kun dan yang lainnya, tapi hari ini seharusnya adalah hari ulang tahunnya Katsuragi-kun?"

"Muu... itu benar tapi... kau bisa menebaknya dengan cukup bagus"

Mungkin dia tidak ingat menceritakan hal ini kepada siapa pun, tapi dia menatap kami dengan ekspresi sedikit bingung.

"Jadi karena itulah kami berempat di sini ingin merayakannya dengan Katsuragi-kun dan karena itulah kami menemuimu" Kushida melanjutkan.

"Tidak, tidak ada alasan untuk melakukan sesuatu yang istimewa. Apa aku salah?" Tanya Katsuragi. 

Terlihat tidak senang karena ini, dia menjadi waspada. Itu tak terelakkan. Tidak aneh jika menurutnya ini adalah jebakan dari Kelas D. Namun, kenyataan bahwa dia tidak menunjukkan tanda-tanda segera menolak kami, mungkin sebagian besar berkat kehadiran Kushida.

"Apa kau punya rencana untuk bertemu orang lain hari ini?" Kushida bertanya.

"Bukan itu masalahnya tapi ....."

Kushida kemudian bertepuk tangan dengan senyum lebar seolah mengatakan 'aku senang'. Jika dia menunjukkan senyuman seperti itu, laki-laki biasa pun akan jatuh cinta kepadanya dengan satu tembakan.

Tapi laki-laki ini adalah pemimpin Kelas A dan bukan seseorang yang bisa langsung tenggelam seperti ini.

"Aku minta maaf, tapi bukan berarti kita teman dekat atau apapun. Jika ada maksud tersembunyi, katakan saja langsung" kata Katsuragi.

"Tidak ada maksud tersembunyi. Kami hanya berpikir untuk merayakan ulang tahunmu, Katsuragi"

Ike mengatakan itu dengan wajah serius. Dia mungkin berpikir untuk merayakan ulang tahun Katsuragi dari dasar hatinya yang dipenuhi rasa simpati.

"Mu....."

Ini adalah sebuah ikatan, seolah mengatakan bahwa Katsuragi mengencangkan mulutnya dengan ekspresi penolakan. Jadi aku menyadari bahwa di tangannya, Katsuragi memegang tas hadiah ulang tahun yang sama seperti kemarin.

Itu adalah sesuatu yang seharusnya dia beli dua hari yang lalu, namun dia membawanya ke mana pun dia pergi. Kenapa? Sepertinya Ike dan yang lainnya belum menyadari hal ini (atau sudah menyadarinya dan berpura-pura tidak tau) dan mereka menemui Katsuragi.

"Maaf, tapi aku punya urusan di sekolah sekarang, aku minta maaf," kata Katsuragi.

"Sekolah, eh? Omong-omong, baru-baru ini kau selalu memakai seragammu. Apa yang sedang kau lakukan?"

Ike bertanya dengan santai namun Katsuragi tidak melewatkan sebuah kecurigaan di dalam kata itu.

"Apa maksudmu?”

Dari tatapan ringan yang baru saja dia lakukan beberapa waktu yang lalu, sepertinya Katsuragi sudah memasuki mode pertempurannya saat ekspresinya menjadi tajam.

"Eh, apa?"

Ike tetap seperti biasanya tanpa menyadari perubahan itu tapi sikap acuh tak acuh itu runtuh dengan kalimat selanjutnya yang mengikutinya.

"Bagaimana kau tahu bahwa aku memakai seragamku baru-baru ini?" Karena menatap mata kuat yang sepertinya akan menghisapmu, Ike tak sengaja menelan ludah.

Dia sudah mengambil kata-kata dan membisikkannya di alam bawah sadarnya hingga mengingatkan sesuatu yang tidak nyaman.

"Ehh? Tidak, itu ..."

"Kemarin setelah bertemu denganku, aku bertemu dengan Ike dan yang lainnya, aku bilang kepada mereka tentang hal itu, apa seharusnya aku tidak melakukannya?”

Tidak ada pilihan lain selain melakukan hal tersebut, aku menceritakannya kepada Katsuragi.

"Kupikir itu pakaian yang tidak biasa untuk liburan musim panas" aku melanjutkan.

"Aku mengerti ... memikirkannya seperti itu, aku pikir itu benar"

"Ya itu benar, itu dia, itu" kata Ike.

"Jadi kenapa kau pergi ke sekolah?"

Sosok panik Ike masih mencurigakan, tapi untuk saat ini aku sudah berhasil mengubah topik pembicaraan.

"Ini hal yang pribadi, tidak ada hubungannya dengan kalian," jawab Katsuragi.

"Ini mungkin tidak penting, tapi apa ada sesuatu yang mengganggumu?"

"Kenapa kau berpikir begitu?"

"Kemarin maupun hari ini, kau membawa kantung itu, bukankah sedikit aneh jika kau pergi ke sekolah dengan itu juga dan kau sudah membawa tas itu di tanganmu saat kita bertemu di toko kemarin. tiga kali, bukan? " Aku bertanya kepadanya.

Ada fakta bahwa aku memang melihatnya secara kebetulan, tapi tidak sulit untuk menyimpulkan itu dari apa yang aku katakan.

"Aku punya urusan di dewan murid, itu saja."

Sekali lagi, sebuah nama tempat yang tak terduga muncul.

"Mungkin alasanmu memakai seragam kemarin adalah karena kau pergi ke ruang dewan murid?"

"... itu benar, tapi sepertinya mereka sedang keluar"

"Kalau tidak salah, kemarin mereka sedang merenovasi ruangan dan itu tidak bisa digunakan"

Katsuragi membuat wajah yang sedikit terkejut dan langsung bertanya kepadaku bagaimana aku mengetahuinya.

"Aku kebetulan memiliki hubungan dengan presiden dewan murid"

"Jadi kau kenalan dengan presiden dewan murid itu?"

"Entahlah. Kau bisa menyebutnya sebagai kenalanku tapi... sesuatu seperti itu" jawabku

"Ahh, aku mengerti, Horikita dari Kelas D adalah adik kecil presiden dewan murid, huh?"

Katsuragi yang pintar dengan cepat mencapai kesimpulan itu sendiri dan yakin.

"Kalau begitu, akan jauh lebih baik jika kau menemaniku. Jika memungkinkan, maukah kau ikut denganku?"

Dan dengan ini, kurang lebih aku bisa mengerti apa yang Katsuragi tuju.

"Kebetulan, aku juga punya urusan dengan dewan murid sekarang"

"Jadi, itu sebabnya kau juga memakai seragammu?"

Tentu saja, hanya agar aku bisa mengetahui tujuan Katsuragi tapi dengan ini aku bisa sampai ke titik ini.

Sambil mengangguk sekali, Katsuragi mulai menuju sekolah, menuju ruang dewan murid.

"Permisi"

Katsuragi, dengan suara yang jelas, berbicara seperti itu saat dia mengetuk pintu ruang dewan murid.

Presiden dewan murid, Horikita Manabu dan Sekretaris Tachibana keluar untuk menyambut kami. Horikita yang lebih tua segera melihat kehadiranku.

"Tidak disangka akan menyambut pengunjung yang datang bersama"

Aku dengan lembut membungkuk untuk membalas sapaannya. Sekretaris Tachibana, di sisi lain, memiliki ekspresi yang sangat jijik di wajahnya.

"Hari ini, aku datang ke sini karena aku memiliki permintaan untuk dilakukan. Pada dasarnya, aku mendengar pertanyaan murid bisa ditanyakan melalui dewan murid dan itulah kenapa aku datang"

"Sepertinya kau sudah datang kemarin dan sehari sebelum kemarin. Kami absen karena renovasi. Aku minta maaf"

"Tidak, saat ini sedang liburan musim panas, kesalahannya terletak pada sisi yang mendorong masalah ini, tapi aku senang bisa bertemu denganmu hari ini. Karena situasi ini, aku sudah berpikir untuk langsung pergi ke asramamu" kata Katsuragi. 

Di tengah liburan musim panas, kenapa Katsuragi memutuskan untuk mampir ke tempat ini. Dan apa sebenarnya alasan dia berada di sini. Hal itu akhirnya terungkap.

"Di sekolah ini, selama masa pendaftaran, kami dilarang menghubungi pihak luar tanpa izin tertulis. Aku ingin menanyakan lebih jauh tentang itu dan aku akhirnya datang ke sini"

"Dari kalimat itu, Tentu saja kau sudah melihat-lihat peraturan sekolah, bukan? Alasan kuat dan tidak bisa dihindari mungkin saja ada sebagai pengecualian, tapi sebuah kontak tetap dilarang keras"

Persis seperti yang dikatakan Horikita yang lebih tua, hanya dalam keadaan yang tidak dapat dihindari, ini diperbolehkan. Penyakit atau luka parah adalah satu-satunya saat izin diberikan.

"Ya, tapi dalam kasus individual, bagaimana sebaiknya aku menghadapinya? Aku ingin mengirimkan sebuah paket dan kartu pesan untuk keluargaku di luar lingkungan sekolah. Tentu saja, aku tidak berharap bisa mendengar jawaban dari keluargaku" kata Katsuragi.

Dengan kata lain, komunikasi sepihak.

"Itu sama saja. Bahkan jika ini sepihak, masih dilarang"

Kata-kata itu dikembalikan ke Katsuragi secara profesional. Tapi Katsuragi, dia tidak akan ada di sini jika ini cukup untuk membuatnya mundur.

"Sehubungan dengan kontak dengan pihak luar, aku sudah mendengar bahwa itu termasuk pengiriman paket juga. Tapi, selama aku tidak mengirimkan informasi melalui surat, bukankah itu dianggap tidak melanggar peraturan?" Tanya Katsuragi.

"Tidak ada perubahan di dalam kenyataan bahwa hal itu dilarang oleh peraturan. Itu adalah peraturan yang tidak berubah sejak berdirinya sekolah ini, tapi tidak dilarang tanpa alasan. Ketika sekolah pertama kali didirikan, peraturannya tidak seketat sekarang "

Horikita yang lebih tua menatap Sekretaris Tachibana, lalu mengangguk sedikit sambil tersenyum.

"Seperti yang dia katakan. Awalnya, pengiriman paket yang Katsuragi-kun harapkan diizinkan, namun ada beberapa murid yang melanggar janjinya, mereka menyembunyikan surat di dalam paket tanpa izin. Hal seperti itu terjadi dan sekarang tindakan seperti itu sudah benar-benar dilarang "kata Tachibana.

Begitulah, Horikita yang lebih tua mengebor penolakan mutlak terhadap Katsuragi. Tapi, Katsuragi bukan tipe yang akan menyerah disini. Meskipun untuk tahun pertama, laki-laki ini masih menjadi merupakan pemimpin Kelas A. Dia segera menilai kembali situasinya dan membangun kembali pendekatannya.

"Kalau begitu sekali lagi aku harus bertanya kepadamu, ijinkan aku menggunakan pengiriman paket langsung di toko. Aku tidak akan menyentuh satu jari pun pada paketnya, aku hanya akan membayar biayanya. Jika seperti itu, tidak ada ruang untuk penipuan "kata Katsuragi.

"Meski begitu, itu masih melanggar peraturan ....."

"Melanggar peraturan? Sekolah ini berbasis kemampuan, jika aku pernah mendengar, kau bisa melakukan apapun dengan poin yang cukup. Membeli nilai ujian atau perdagangan antar murid, ada banyak kegunaan poin. Apa aku salah?" Katsuragi melanjutkan.

Sepertinya bagi Katsuragi, nilai dari hadiah ulang tahun yang ingin dia kirim sangat besar.

"Kalau begitu, situasinya sedikit berubah"

Horikita yang lebih tua, setelah dengan tenang mendengarkan apa yang harus dia katakan, sedikit mengubah sikapnya.

"Sebelum kita membahas rincian masalahnya, bisakah kau memberi tahuku tentang siapa penerimanya?" dia bertanya.

"Ini untuk saudara kembarku. Karena kami tidak memiliki orang tua, aku satu-satunya yang bisa merayakan hari ulang tahunnya" kata Katsuragi.

Ini adalah hasil yang sama sekali bertentangan dengan teori tidak berguna kami tentang asmara dan yang bukan. Dari semua itu, ternyata untuk saudara kandung.

"Aku akan membenarkanmu dengan satu poin tapi sistem poin bukan segalanya. Tentu saja tindakan yang kau sebutkan tadi mungkin saja terjadi, tapi itu hanya karena 'tidak disebutkan di dalam peraturan'. Apa yang saat ini terdaftar di peraturan sekolah sebagai yang dilarang, tidak akan mudah diubah dengan itu begitu saja”

Itu adalah pernyataan yang sedikit sulit dipahami, tapi mungkin itu berarti sesuatu yang serupa. Misalnya, mari kita gunakan nilai tes sebagai contoh.

Beberapa waktu yang lalu, aku menggunakan poin untuk membeli nilai ujian Sudou. Itu sendiri bukan hal 'ilegal'. Ini berarti poin bisa digunakan untuk membeli nilai tes. Tapi anggap saja Sudou yang sama melanggar peraturan sekolah sendirian dengan curang agar bisa mendapatkan nilai kelulusan pada ujiannya dan kasus kecurangan itu harus selesaikan. Akan sulit untuk menghapus fakta bahwa dia sudah 'curang'.

"Aturan sekolah ada untuk ditegakkan"

"Itu lucu, kalau begitu, peraturan sekolah ini penuh dengan celah"

"Tidak ada yang aneh dengan itu, itu berarti semua yang dilakukan sekolah adalah membuat peraturan yang memungkinkan adanya jalan keluar"

Dan sebagai tanggapan atas pertanyaan Katsuragi, presidan dewan murid menanggapi dengan cara yang membuatnya terlihat seolah-olah sudah jelas.

"............."

Bahkan untuk Katsuragi yang pintar, sepertinya lawannya kali ini terlalu berat. Dalam hal kemampuan mereka sendiri, perbedaan antara mereka terlalu besar. Orang ini, yang selama 3 tahun di sekolah ini, tidak hanya di Kelas A tapi juga menjalankan tugas presiden dewan murid, tidak memiliki kelemahan.

"Kau bilang jika aku menggunakan poinmu, tidak ada yang bisa aku lakukan?" Tanya Katsuragi.

"Tidak ada yang bisa kau lakukan. Jika ini adalah sesuatu yang dilarang oleh sekolah, itu tidak akan diizinkan bahkan dengan menggunakan poin" 

Tepat seperti yang dikatakan Horikita sebelumnya, itu berarti sistem poin bukanlah segalanya. Aku yakin Katsuragi bertekad untuk menghabiskan banyak uang untuk melakukannya tapi jika satu-satunya pilihan yang tersisa darinya terputus, itu berarti akhir dari dirinya.

"Jika sudah selesai, silakan pergi"

"Aku mengerti..... aku mengerti, permisi"

Katsuragi melirikku hanya sekali, tapi saat aku memberi isyarat bahwa aku akan tetap disini, dia pergi dalam keheningan.

"Kau tidak kembali?"

"Apa yang kau katakan tadi, ini tentang kapan tindakan melanggar peraturan akan terungkap, bukan?"

Di tengah itu, aku mengatakannya seolah-olah menyalin Katsuragi.

"Apa maksudmu?"

Tatapan Horikita yang lebih tua sekarang diarahkan kepadaku.

"Apa kau ingat, beberapa waktu yang lalu, Sudou dari kelas kami berkelahi dengan beberapa murid dari Kelas C?"

Horikita yang lebih tua mengangguk seolah itu adalah hal yang biasa. Hal itu menyebabkan kehebohan besar saat itu.

"Waktu itu, murid Kelas C mengajukan keluhan ke sekolah dan berubah menjadi kasus di mana hal itu menimbulkan diskusi untuk pehukuman. Namun, saat ini, Katsuragi tidak melanggar peraturan apapun. Dia hanya berpikir untuk meminta persetujuan yang akan dilakukan menyebabkan tindakan yang melanggar peraturan. Satu-satunya yang tahu tentang itu akan menjadi aku, Katsuragi dan juga kalian berdua, dewan murid... Dalam hal ini, selama kau mengabaikan tindakan yang melanggar peraturan, itu tidak akan menimbulkan apapun"

Ungkapan kata yang aneh ini, aku yakin jika mereka berdua secara alami akan mengerti maknanya.

Misalnya, jika kau melakukan pelanggaran peraturan lalu lintas dan kebetulan dipanggil oleh petugas polisi. Jika kau menyuap petugas tersebut dan berhasil membuatnya mengabaikan pelanggaranmu, kau tidak akan menjadi sasaran hukuman dan pelanggaranmu akan dimaafkan. Itulah maksudnya.

"Kemudian, proses pengiriman yang umumnya sulit. Kalau itu adalah kalian, itu tugas yang sederhana, bukan?"

"Aku mengerti, kau mengatakan ini untuk menyelesaikan semuanya tanpa terlebih dahulu menyelesaikan ini dengan sekolah, bukankah begitu?”

Katsuragi dengan sepantasnya berusaha mendapat izin dari sekolah tersebut. Tapi jika itu tidak berhasil, yang harus dia lakukan adalah memastikan bahwa sekolah tidak pernah mendengar kabar tentang hal ini. Tapi itu mungkin sebuah ide yang tidak bisa dipikirkan oleh Katsuragi yang terhormat.

"Berani berbicara tentang mengabaikan pelanggaran peraturan sekolah dengan sangat berani, Kenakalan yang menakutkan!". Hanya Sekretaris Tachibana yang menunjukkan hal itu kepadaku.

"Bagaimana kau bisa sampai pada kesimpulan itu?"

"Sekolah ini melarang tindakan kekerasan, tapi kau, pada pertemuan pertamamu denganku, tidak menunjukkan tanda-tanda menahan diri, itu sudah menjadi bukti yang cukup bahwa selama sekolah tidak mengetahuinya, apapun bisa dilewatkan"

Sekalipun dia adalah presiden dewan murid, seharusnya dia tidak mengangkat tangannya ke depan umum seperti itu.

"Itu benar, jika seseorang menghubungi pihak luar, tidak ada cara lain selain itu, tapi Katsuragi tidak menyadari faktanya. Pada saat bersamaan, dia kehilangan satu-satunya pilihan yang tersisa"

"Apa kau tidak memikirkan membantunya sekarang?"

"Tidak. Aku bukan tipe orang yang mudah membantu melanggar peraturan sekolah demi laki-laki itu"

"Kau cukup ketat"

"Jika kau benar-benar merasa seperti itu, kau seharusnya sudah memberi tahu Katsuragi tentang metode ini sebelum dia meninggalkan ruangan, tapi kau tidak melakukannya"

Ahh. Sungguh merepotkan menghadapi seseorang yang cerdas seperti dia. Dia melihat ke dalam diriku sepenuhnya. Sepertinya dia sadar kalau aku tidak ingin sembarangan memberitahu Katsuragi dan menempatkan Katsuragi kepada pengawalannya.

"Aku sudah selesai, aku akan kembali"

"Aku bisa memberitahu Tachibana untuk menyiapkan teh untukmu sekarang"

"Aku akan melewatkannya, aku tidak tahu apa yang akan kau masukkan ke dalamnya"

"T-tahun pertama yang kasar!" Kata Tachibana.

Dan ketika aku pergi meninggalkan ruangan, entah kenapa Horikita yang lebih tua juga berdiri untuk mengantarkanku keluar.

"Aku akan berpura-pura tidak mendengar apa yang Katsuragi katakan hari ini. Jadi, jika kau bergerak di belakang layar dari sini, aku tidak akan mencoba untuk menyelidiki, kau bisa melakukan apa yang kau inginkan," katanya kepadaku.

"Aku tidak serius ingin melakukan hal semacam itu"

"Itu sendiri tidak masalah, aku hanya membiarkanmu tahu bahwa aku tidak akan terlibat, itu saja"

Aku bisa membaca informasi dari mata Horikita yang lebih tua sampai pada tingkat yang membuat frustrasi. Dengan kata lain, dia mengatakan kepadaku bahwa dia tidak akan ikut campur dalam masalah ini, jadi pergilah dan tipu sekolah dengan baik, apakah itu yang ingin dia katakan?

Aku memutuskan untuk meninggalkan ruang dewan murid untuk melepaskan diri dari pandangan itu. Dia pasti juga melihat fakta bahwa aku juga sedang mencari saran baru untuk Katsuragi.

"Dia orang yang hebat, presiden dewan murid ini"

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter