Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5 Chapter 1

Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Vol 5 Chapter 1

Baca Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Bahasa Indonesia Volume 5  Chapter 1 


FESTIVAL OLAHRAGA DIMULAI

"Nama-nama murid yang terbagi ke dalam urutan zodiak hewan adalah kunci untuk mencari tahu keberadaan 'target' "

Lokasi kami berada di meja terjauh di kafe 'Palette' yang ramai. Penutupan liburan musim panas. Aku, bersama Hirata dan Karuizawa, dan juga Horikita, bersama para anggota aneh itu, mengelilingi meja makan pada makan siang. Tujuannya adalah untuk mempelajari ulang ujian khusus di kapal yang sudah berlangsung di tengah liburan musim panas. Kami memeriksa jawaban atas pencarian 'target' yang terjadi di kelompok campuran yang dibagi menjadi 12 kelompok zodiak.

"Kelinci adalah yang ke-4 di zodiak, Ayanokouji-kun, Ichinose-san, Ibuki-san dan Karuizawa-san, nama-nama itu akan berlanjut di urutan ini"

"Aku mengerti, jika itu urutannya, jadi aku yang ke 4. Itulah sebabnya kenapa aku menjadi 'target' "

Seolah terkesan, Karuizawa mengangguk. Tapi meski begitu, kedua gadis di sini, sekilas, seharusnya terlihat tidak cocok, tapi karena adanya Hirata, entah kenapa, ketidakcocokan di antara mereka hilang. Itu adalah sebuah misteri.

"Tapi kau tahu, trik itu sangat sederhana. Hampir semua orang bisa memahaminya, itu berarti kelompok Naga, Horikita-san dan yang lainnya adalah yang ke 5 jadi Kushida-san sudah pasti adalah 'target', kan?"

Setelah mendengar jawabannya, Karuizawa memasukkan sedotan itu ke dalam kemasan minuman dan menyedot susu darinya.

"Itu benar, tentu saja jika kau mengetahui jawabannya, itu sederhana. Bagaimanapun, untuk sampai kepada jawaban ini di tengah ujian bukanlah hal yang mudah. Hanya dengan tiga 'target' di kelasmu sendiri, kau tidak akan bisa menemukan bukti dari trik yang menentukan seorang 'target' "

Termasuk hal itu sendiri, jika nama ketiga 'target' di kelas ketahuan, pada akhirnya seseorang akan mulai melihat kemungkinannya.

Selain itu, bahkan jika seseorang menyadari bahwa urutan nama yang sesuai dengan urutan zodiak adalah bagaimana 'target' ditentukan, masih tidak ada perubahan fakta bahwa jawaban pertama kali sangat berisiko. Karena, bagaimanapun, jika jawaban yang salah diberikan, seseorang akan mengalami kerugiaan yang cukup besar.

Tentu saja, jika seseorang memenangkan taruhannya, maka mungkin saja bisa memutar balikan semuanya dengan cepat.
"Yang aku khawatirkan adalah Kelas C. Aku pikir di tengah ujian, Ryuuen-kun sudah menyadari triknya"

Dugaan Hirata mungkin sangat benar. Jika bukan itu masalahnya, dia pasti tidak bisa melakukan semua itu.

"Tapi, bukankah ini aneh? Kalau begitu, kenapa dia melakukan kesalahan?"

"Aku juga khawatir dengan hal itu, meski ada risiko besar yang terlibat, jika dia mengerti triknya, maka pada akhirnya hal itu tidak aneh, bahkan jika dia menyadari semua 'target'. Dengan kata lain, seharusnya ada tidak kesalahan"

Tetapi, dilihat dari situasinya, Kelas C memberikan jawaban yang salah. Horikita kemudian menyuarakan kesimpulan yang dia buat dari sudut pandang yang sedikit berbeda.

"Bahkan jika Kelas C terlihat didominasi oleh Ryuuen-kun, bukankah hal itu tidak mencangkup semua orang? Seharusnya ada sedikit orang yang tidak puas dengan kediktatorannya"

"Tentu saja, itu benar, hak untuk menjawab diberikan kepada semua murid, jadi murid yang tidak setuju dengan rencana Ryuuen-kun atau orang-orang yang gagal dikendalikannya membuat kesalahan. Garis pemikiran itu juga tidak bisa dikesampingkan. jawaban yang benar, mereka bertindak untuk mendapatkan sejumlah besar poin."

Dugaan Horikita dan Hirata diikuti oleh pemikiran yang bagus. Tetapi , ini juga merupakan fakta bahwa seseorang tidak bisa mengatakannya secara pasti. Seperti, kenapa? jika ada pengkhianat, Ryuuen pasti akan membasmi individu itu.

Bahkan jika mereka menghapus pesan dan mengatasinya, jika memang itu adalah dia, dia mungkin akan bertindak jauh untuk memeriksa poin pribadi mereka.

"Apa pendapatmu tentang ini, Ayanokouji-kun?"

Karena tindakan seperti itu, mulai dari Horikita, Hirata dan Karuizawa mengalihkan pandangan mereka ke arahku. Pada akhirnya aku secara tidak sadar tersedak dari tatapan berlebihan itu.

"Aku tidak tahu, aku sama sekali tidak tahu"

Seperti yang aku katakan untuk menipu mereka, mungkin mereka kehilangan minat mereka kepadaku pada saat bersamaan. Tatapan mereka tersebar.

Tapi karena Karuizawa sendiri masih menatapku, aku membalas tatapannya dan setelah sedikit waktu berlalu, dia mengalihkan tatapannya.

"Bagaimanapun juga, saat ini prioritas pertama kita adalah membangun hubungan seperti ini. Itu membuatku senang karena aku bisa berbicara seperti ini dengan Horikita-san dan Ayanokouji-kun"

Sampai sekarang, Horikita masih tidak mau mengadakan diskusi yang diinginkan Hirata. Namun, setelah ujian khusus berakhir, mungkin sebuah perubahan sudah mulai muncul di dalam pola pikir Horikita. Dari terpojoknya dirinya, dia mulai menyadari kenyataan bahwa dia tidak bisa berjuang sendirian.

"Mau bagaimana lagi, kan? Ujian zodiak itu spesial dimana kau benar-benar tidak bisa mengatasinya seorang diri. Jika ini bisa diprediksi, juga akan sama untuk masa depan. Sebuah koneksi tertentu juga dibutuhkan"

Hal itu sepertinya menjadi faktor terbesar dibalik Horikita yang mengubah pikirannya. Tetapi, itu benar. Ada batasan untuk berjuang sendirian di dalam kesendirian. Mulai dari sekarang, seseorang bisa berharap banyak dari percobaan kecil masyarakat yang mengajarkan bahwa seseorang tidak bisa bertarung sendirian.

"Tapi meski begitu, kau berhasil melarikan diri dari genggaman Ryuuen-kun"

Bukan berarti kelompok Horikita dan Karuizawa yang merupakan 'target' dari kelompok yang berbeda, berhasil mengatasi ujian tanpa identitasnya yang ketahuan. Keuntungan tidak langsung yang dibawa ke Kelas D sama sekali tidak kecil.

"Yah, Aku pikir aku punya wajah poker yang sangat bagus, benarkan, Yousuke-kun?"

Sambil berpegangan pada lengan Hirata, Karuizawa tersenyum dengan mata seperti kacang almonnya. Hampir sulit dipercaya bahwa hubungan kedua orang itu pernah memburuk. 

Ini diluar minatku, apa ini hanya akting atau tidak"

"Itu karena sebelum Ryuuen bisa menjawab, ada orang lain yang memberikan jawaban yang salah. Terima kasih untuk itu"

Tapi sejak kapan dia mulai memanggil Hirata dengan nama depannya? ...... Yousuke. Aku ingin sedikit memanggilnya seperti itu juga, tapi itu tidak mungkin. Hirata dan Karuizawa, mungkin ini merupakan hubungan baru yang tercipta dari situasi rumit di antara keduanya. Hirata membalas senyuman Karuizawa, lalu berbalik menghadap Horikita.

“Aku punya usulan, apa itu tidak masalah?"

Menanggapi usulan Hirata, Horikita tetap diam tanpa menjawab. Ini adalah ungkapan niatnya untuk menginginkan dia berbicara.

"Pertama, untuk membawa kelas bersama-sama, aku ingin membawa Kushida-san ke dalam alur. Menurutku dia bisa melengkapi kita berempat di bagian yang tidak bisa kita tangani... Dimulai dengan Ike-kun dan Yamauchi-kun, ada beberapa orang yang bisa membawa mayoritas anak laki-laki bersama-sama sebagai satu ke satuan, kau tau”

Itu benar. Mungkin sangat bagus bahwa seseorang yang memenuhi syarat untuk mengendalikan murid semacam itu adalah Kushida. Tetapi aku tidak tahu apakah Horikita akan dengan mudah memberi lampu hijau untuk itu atau tidak. Sejak pendaftaran sampai sekarang, hubungan keduanya sangat buruk.

"Tidak perlu, aku tidak akan membantah bahwa dia mampu mengendalikannya, tapi itu adalah sesuatu yang bisa kita lakukan sendiri. Untuk itu, aku sudah mengulurkan tanganku untukmu dan Karuizawa-san. Jika kau meminjamkan kekuatanmu, maka masalah ini bisa diatasi. Mungkin ini adalah cerita yang berbeda jika kau menunjukan ketidakresponsifanmu seperti orang-orang tertentu"

Dia menatapku dengan tatapan sekilas. Orang yang sangat kasar.

"Tentu saja, kalau itu adalah Ayanokouji-kun, dia mungkin tidak akan mengikuti jejak kita"

Mereka berdua, kecuali Hirata, mengangguk setuju.

"Kesalahpahaman yang besar jika kau menganggapku sebagai orang yang tidak responsif. Untuk sesuatu yang panjang, aku hanya satu di antara banyak orang yang dengan patuh terjerat. Sungguh, aku adalah orang yang bisa kau kontrol seperti yang kau katakan kepada diri sendiri. Aku adalah orang berkehadiran kecil"

"Orang-orang yang mengaku sebagai orang dengan kehadiran kecil adalah orang yang sebenarnya tidak seperti itu. Itu satu-satunya jawaban”

"Kalau begitu, apa kau adalah orang yang berhadiran kecil?"

"Aku? Tidak mungkin aku bisa menjadi orang dengan kehadiran yang kecil, bukan? Apa kau keberatan untuk tidak mengejekku?"

"..... t-tentu"

Pada titik ini, itu adalah arus yang tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang lain selain sketsa komedi, tapi bukan berarti Horikita sedang menceritakan sebuah lelucon. Sangat sulit untuk menilai apakah dia sedang bersikap konyol, tapi tidak diragukan lagi, dia mungkin serius.

Sedangkan untuk kelas sore, sudah menjadi sebuah pertemuan selama 2 jam. Ketika wali kelas D, Chabashira-sensei, datang, dia mulai menjelaskan dengan acuh tak acuh.

"Dari hari ini kelas akan dilanjutkan lagi. Tetapi pada semester 2, mulai bulan September sampai awal Oktober,  selama satu bulan, Sambil menunggu festival olahraga, akan ada penambahan kelas penjaskes. Perlu diingat bahwa ada pembagian jadwal baru dan juga, bersamaan dengan jadwal, materi tentang festival olah raga juga akan dibagikan. Murid-murid dari depan akan membagikan cetakannya ke belakang "

Begitu mereka mendengar kata festival olahraga, teriakan bangkit dari bagian kelas. Tentu saja ada murid yang menunggu datangnya acara tersebut, namun ada banyak murid yang merasa tidak senang terhadap suatu acara yang berfokus terutama pada olahraga.

"Sekali lagi, HP sekolah akan menyediakan rincian yang sama dengan hasil cetakannya. Jika perlu, ingatlah untuk menggunakannya sebagai referensi"
T/N: HP, mungkin singkatan dari  handphone.

"Sensei, apa ini juga salah satu ujian khusus?"

Sebagai perwakilan kelas, setelah mengangkat tangannya, Hirata mengajukan pertanyaan itu.

'Sudah jelas itulah yang terjadi' adalah jawaban yang dipikirkan semua orang, tetapi....

"Kau bebas menafsirkannya sesuai keinginanmu. Biar bagaimanapun, faktanya, itu akan berpengaruh besar kepada setiap kelas"

Mengatakan itu, Chabashira-sensei memilih jawaban samar yang bukan merupakan penegasan atau penolakan. Dari murid yang tidak atletis, teriakan lebih lanjut terdengar. Jika ini adalah sekolah biasa, mungkin mereka bisa menahan diri atau melewatkannya sama seperti yang mereka inginkan, tapi karena ini adalah acara di mana nasib kelas berada pada posisi yang sama meskipun mereka merasa tidak sehat, mereka hanya menghindarinya.

"Sha"

Di sisi lain, sebagian murid yang memiliki keyakinan akan athletismenya seperti Sudou sangat bersemangat seolah mengatakan 'ini dia'. Bisa dikatakan bahwa bagi mereka, ini adalah ujian pertama di mana mereka mampu berperan di kelas daripada yang secara intelektual.

"Ayanokouji-kun, disini..."

Di tengah lingkungan yang menjadi gelisah, Horikita, yang sudah membaca materi sedikit demi sedikit, melihat sesuatu dan menunjuk hasilnya.

Aku juga membalik halaman dan memeriksa bagian itu. Dan ketika aku melakukannya, apa yang tertulis di sana adalah sistem ujian yang tidak terduga. Hanya sesaat, tapi aku merasa seolah Chabashira-sensei menatapku.

"Mungkin sudah ada orang-orang yang melihatnya dan memperhatikannya, tapi festival olahraga ini sudah mengadopsi metode yang membagi semua angkatan di sekolah menjadi dua kelompok yang terpisah dan membuat mereka saling bersaing satu sama lain. Banyak orang di Kelas D sudah dimasukan ke dalam Tim Merah. Dan Kelas A juga akan bersaing bersama Tim Merah yang sama. Selama festival olahraga ini, berarti Kelas A akan menjadi sekutu kalian "

Kelas B dan Kelas C adalah bagian dari Tim Putih dan festival olahraga akan menjadi Tim Merah vs. Tim Putih.

"Woah, serius? Serius akan menjadi seperti itu !?"

Mau bagaimana lagi jika Ike akan terkejut. Terlepas apakah itu ujian tertulis atau ujian khusus, gagasan dasarnya adalah bahwa ini merupakan pertarungan antara kelas-kelas yang terpisah. Dia pasti menganggap pendirian ini tidak akan hancur.

Omong-omong, apa jadinya sebuah pertempuran tim yang sempurna? Ini akan menjadi sebuah bentuk kerja sama yang berbeda dari pada ujian khusus di kapal sebelumnya. Selain itu, ini akan menjadi perang saudara yang melampaui angkatan sekolah. Penghuni di sampingku berpura-pura tenang, tapi dari dalam, pasti dia sedang panik.

Saudaranya, Horikita Manabu, termasuk ke dalam Kelas A dari tahun ke-3. Bergantung pada situasinya, kami mungkin harus mengadakan diskusi dengannya.

"Akhirnya, ini akan menjadi kesempatanmu untuk melakukan kontak dengan dia, huh?"

"...... jangan bicarakan itu disini"

Hanya menyentuh sedikit hal itu, dia menjadi marah. Rupanya, aku membuat kalimat kecoplosan dan Horikita melotot ke arahku. Pensil tajam yang berkilauan di ujung yang digenggam tangannya terlihat tidak menyenangkan, jadi aku ingin dia menghentikannya.

"Pertama-tama, lihatlah hasil yang bisa didapatkan dari festival olahraga. Aku tidak mau menjelaskannya berkali-kali, jadi pastikan kalian mendengarkan dengan baik kali ini."

Chabashira-sensei mengetuk cetakan saat menjelaskan poin yang sangat penting.

Sambil mendengarkannya, aku mengalihkan tatapan mataku ke hasil cetak. Apa yang tertulis di sana adalah sebagai berikut:

(Aturan dan Pengelompokan Festival Olahraga)

Sistem kompetisi festival olahraga dibuat pada saat membagi semua angkatan di antara Tim Merah dan Tim Putih.

Klasifikasinya adalah Kelas A dan Kelas D di Tim Merah. Tim Putih akan terdiri dari Kelas B dan Kelas C.

* Pembagian poin untuk semua peserta dalam kompetisi (Kontes Perorangan)
- Mengandalkan hasil di posisi pertama 15 poin, posisi kedua 12 poin, posisi ketiga 10 poin, posisi keempat 8 poin, akan diberikan. 
- 1 poin masing-masing akan dikurangi untuk posisi di bawah 5. Dalam kompetisi tim, tim pemenang akan diberikan 500 poin.

* Pembagian poin untuk peserta kompetisi yang direkomendasikan
- Mengandalkan hasil di posisi pertama 50 poin, posisi kedua 30 poin, posisi ketiga 15 poin, posisi keempat 10 poin akan dibagikan. 
- 2 poin masing-masing akan dikurangi untuk posisi lebih rendah dari posisi kelima (Lari estafet yang menjadi kontes terakhir akan memberikan 3 kali lipat poin)

* Dampak dari hasil Tim Merah vs Tim Putih
- Dari total keseluruhan tim angkatan sekolah yang kalah akan mendapatkan 100 poin yang sama-sama dikurangi dari poin kelas mereka sepanjang angkatan sekolah.

* Dampak dari gabungan angkatan sekolah
- Dari jumlah total kelas yang mengambil posisi pertama akan diberikan 50 poin kelas.
- Dari jumlah total kelas yang menempati posisi kedua tidak akan memiliki perubahan pada poin kelas mereka.
- Dari jumlah total kelas yang menempati urutan ketiga akan ada 50 poin kelas yang dikurangkan.
- Dari jumlah total kelas yang mengambil posisi keempat akan ada 100 poin kelas yang dikurangkan.

"Masalah ini sederhana. Itu berarti kalian harus bersaing dan berjuang tanpa membiarkan pengawasan kalian turun. Karena hukuman bagi yang kalah sama sekali tidak ringan”

Tentunya 100 poin kelas yang dikurangi adalah masalah besar, tapi ada beberapa poin lain yang juga aku khawatirkan.

"Umm, sensei, berapa poin yang bisa didapat tim pemenang? Sepertinya tidak ada yang menyebutkannya"

Menanggapi pertanyaan sederhana dari Hirata, Chabashira-sensei mengucapkan satu kata yang kejam.

"Tidak ada, Hanya saja tidak akan ada minus poin”

"Uge, apa kau serius? Itu sama sekali tidak terdengar bagus"

Sangat kacau. Tidak bisa dipungkiri bahwa kelas akan menjadi gelisah. Sampai sekarang, sebagai ganti risiko yang besar, ada juga imbalan yang tidak terduga yang telah dipersiapkan. Dalam festival olahraga ini, itu hampir tidak bisa dilihat.

"Ingatlah bahwa poin kelas tertentu juga sudah dihitung, jadi jangan lupakan ini. Bahkan jika Kelas A bertindak dan kalian Tim Merah yakin akan menang, dalam khasus jumlah total poin, Kelas D berada di peringkat terendah. Kalian masih akan dikenakan denda sebesar 100 poin”

Dengan kata lain, bahkan jika kami keasikan sendiri dan tim kami menang, daripada menghasilkan keuntungan, sebenarnya kami akan kalah. Apa yang dimaksud dengan susunan ini adalah 'bertarung dengan satu kekuatan dan jangan menyerah' dan itulah penekanannya di sini.

Tetapi bahkan jika kami mengatakan itu, bahkan jika Kelas D saja yang bertindak, itu masih tidak ada gunanya. Bahkan jika pada angkatan sekolah yang terpisah, kami mengambil posisi pertama dan menerima 50 poin, jika kalah dari Tim Putih maka artinya 100 poin hilang. Selain kalah, jika kami akhirnya menempatkan posisi keempat, maka totalnya akan menjadi hukuman 200 poin. Atas dasar dugaan bahwa Tim Merah akan menang, Kelas D juga harus berkontribusi besar. Melihatnya seperti ini, bisa diketahui bahwa ini jauh lebih ketat daripada ujian lainnya, tapi setidaknya ada sesuatu seperti bonus spesial yang juga ada di jangkauan penglihatan.

* Hadiah Kompetisi Individu (Bisa digunakan di ujian tengah semester berikutnya)
- Bagi murid yang berada di posisi pertama pada kompetisi individu, 5000 poin pribadi atau setara dengan nilai 3 dalam ujian tertulis akan diberikan (jika nilai tersebut dipilih untuk dianugerahi kepada orang lain oleh mereka sendiri, tidak akan diizinkan)
- Bagi murid yang berada di posisi kedua pada masing-masing kompetisi, 3000 poin pribadi atau setara dengan nilai 2 dalam ujian tertulis akan diberikan (jika nilai tersebut dipilih untuk dianugerahi kepada orang lain oleh mereka sendiri, tidak akan diizinkan)
- Bagi murid yang berada  di posisi tiga pada kompetisi individu, 1000 poin pribadi atau yang setara dengan nilai 1 dalam ujian tertulis akan diberikan (jika nilai tersebut dipilih untuk dianugerahi kepada orang lain oleh mereka sendiri, tidak akan diizinkan)
- Bagi murid berperingkat terendah pada kompetisi individu, 1000 poin pribadi akan dikurangkan. (jika nilai tersebut dipilih untuk dianugerahi kepada orang lain oleh mereka sendiri, tidak akan diizinkan)

* Seputar Kekerasan.
- Ingatlah untuk mematuhi peraturan dari masing-masing kompetisi di atas dengan meneliti baik-baik peraturan. Pelanggar akan diperlakukan dengan cara yang sama seperti diskualifikasi.
- Mereka yang bertindak dengan maksud jahat mungkin dikeluarkan. Mengambil alih poin yang diperoleh individu-individu tersebut setelah itu juga akan dipertimbangkan.

* Penghargaan Pertunjukan Terbaik
- Bagi murid yang mendapatkan nilai tertinggi di semua kompetisi, 100.000 poin pribadi akan diberikan.

* Penghargaan Pertunjukan Terbaik untuk Kelas Perorangan
- Untuk 3 murid setiap angkatan yang mendapatkan nilai tertinggi di semua kompetisi akan menerima 10.000 poin pribadi secara individu.

Meskipun tidak seuntung dibandingkan dengan ujian sebelumnya, berbagai hak istimewa sudah dipersiapkan dengan baik dari yang sulit sampai yang lebih mudah. Dan apa yang harus diperhatikan adalah kelebihan dan kekurangan hadiah untuk kompetisi individu. Informasi yang belum pernah kami dengar sampai sekarang sudah ditambahkan di sana.

"S-Sensei! Hak istimewa yang kau dapatkan saat masuk ke posisi pertama dan posisi kedua! Apa maksudmu bisa menerima nilai ujian tertulis dengan berada di posisi itu!?"

Segera, Ike meminta penjelasan tentang rincian dari Chabashira-sensei di depan.

Mungkin itu aneh, tapi Chabashira-sensei dengan luar biasa membuat tertawa kecil.

"Persis seperti yang kau pikirkan, Ike. Dari hadiah yang kau dapatkan di festival olahraga, kau bisa mendapatkan nilai yang bisa kau gunakan untuk melengkapi ujian tertulismu. Secara khusus, kau payah di bahasa Inggris dan Matematika, bukan? Nilai yang kau dapatkan bisa digunakan dengan cara apapun yang kau inginkan. Untuk setiap nilai yang kau dapatkan akan sangat berguna untuk ujian berikutnya”

Mau bagaimana lagi jika mereka merasa gelisah, tapi bagi murid yang keahlian khususnya adalah olahraga, jeritan kegembiraan juga meningkat. Jika mereka berjuang di festival olahraga dan mendapatkan nilai, mereka bisa menggunakannya untuk melengkapi nilai mereka pada khasus dimana mereka mendapatkan nilai gagal di kemudian hari. Dengan kata lain, ini artinya kemungkinan mereka menghindari D.O sudah meningkat.

Dilihat dari sudut pandang murid yang mendekati nilai kegagalan, itu benar-benar bisa digambarkan sebagai situasi yang mereka tunggu-tunggu.

Ini bukanlah berkah besar bagi murd teladan seperti Hirata dan yang lainnya, tapi untuk itu, meskipun tidak perlu, mereka masih bisa memperoleh poin pribadi. Pada akhirnya, bagaimanapun juga, tidak salah lagi, fakta bahwa ini adalah hadiah yang patut disyukuri.

Bahkan, mengesampingkan trio Idiot, ada lebih dari beberapa murid yang merasa cemas tentang kemampuan akademis mereka. Karena ini adalah ujian tertulis, hukuman akhir dari D.O sedang menunggu, sepertinya mereka sama sekali tidak mampu membiarkan kewaspadaan mereka turun.

Namun, untuk sebuah berita bagus, pasti ada sisi lain dari itu.

* Setelah menyelesaikan semua kompetisi,  pada angkatan, menghitung total semua poin akan dilakukan dan 10 orang terbawah akan dihukum.
Karena hukuman akan berbeda berdasarkan setiap angkatan sekolah, ingatlah untuk mengkonfirmasi ini dengan wali kelas yang bertanggung jawab.

Isi yang merepotkan itu juga tertulis di bagian bawahnya.

"Sensei, seperti apa hukumannya?"

"Bagi kalian tahun pertama, hukuman yang dijatuhkan akan menjadi pengurangan skor pada ujian tertulis kalian selanjutnya. Ke-10 murid terbelakang akan menerima potongan nilai 10 jadi waspadalah terhadapnya. Seperti bagaimana pengurangan skor akan diterapkan, itu akan dijelaskan pada ujian tertulis berikutnya yang semakin dekat, jadi aku tidak akan menerima pertanyaan mengenai hal itu di sini. Sekali lagi, pengumuman 10 terbawah akan dilakukan dengan cara yang sama dan akan diumumkan pada saat penjelasan mengenai ujian tertulis.”

"Geeeeh!?!? Serius !?"

Dengan kata lain, jika Ike kebetulan berada di paling bawah pada angkatannya, maka pada ujian tertulis berikutnya, itu berarti dia akan mendapatkan nilai  10 lagi yang akan dikurangkan selagi melewati kelas yang gagal. Mungkin itu artinya dia harus menghadapi ujian yang sangat sulit.

Setelah mendapat penjelasan singkat mengenai hal tersebut, selanjutnya akan memeriksa rincian kompetisi yang akan datang di festival olahraga.

Acara yang akan diadakan selama festival olahraga dibagi menjadi beberapa kategori. Mereka dibagi di antara 'Partisipasi Universal' dan 'Partisipasi hanya untuk yang direkomendasikan’. Partisipasi Universal adalah sebuah acara dimana semua murid kelas berpartisipasi.

Lari estafet individu 100 meter juga seperti itu, dan kompetisi kelompok seperti tarik tambang juga termasuk dalam kategori ini.

Di sisi lain, 'Partisipasi hanya untuk yang direkomendasikan’ berarti sebuah kompetisi dimana hanya murid yang dipilih dari kelas masing-masing yang bisa berpartisipasi. Mereka mengatakan 'rekomendasi' tapi selama kelas bisa mencapai kesepakatan, bahkan hanya sebuah rekomendasi sendiri sudah cukup. Tidak masalah bahkan jika hanya ada satu individu yang berpartisipasi dalam beberapa kontes 'Partisipasi hanya untuk yang direkomendasikan’.

Intinya, ini adalah acara yang diputuskan melalui diskusi. Isi dari acara ini adalah scavenger hunt, Campuran jenis kelamin dalam balapan lari tiga kaki dan lari estafet 1200 meter.
T/N: scavenger hunt (Entahlah ni permainan b.indonya apa) adalah permainan dimana panitia menyiapkan daftar yang menentukan item tertentu, dimana para peserta berusaha untuk mengumpulkan atau melengkapi semua item dalam daftar, biasanya tanpa membelinya.

Diharapkan individu yang paling unggul dan berbakat bisa berpartisipasi. Dalam festival olahraga ini, karena naik turunnya poin akan ditentukan secara murni oleh hasilnya, aturannya juga sangat sederhana.

Namun, sifat campuran poin untuk kompetisi tim dan kompetisi individu sangat merepotkan. Berhati-hati dengan musuh di sini kepada Kelas B dan Kelas C  sudah jelas tapi selain itu, perlu juga mengawasi sekutu, Kelas A.

Secara teori, kami akan saling membantu satu sama lain, tapi bertindak selagi menghitung total setiap poin angkatan, perlunya memastikan semaksimal mungkin kelas sendiri untuk mampu menempati posisi teratas di setiap kompetisi. Pulau tak berpenghuni dan ujian di kapal juga, dipersiapkan agar tidak mungkin bisa diselesaikan secara sederhana.

"Acara yang akan diadakan selama festival olahraga dan rinciannya, semuanya sama persis seperti yang dijelaskan pada hasil cetak. Tidak akan ada perubahan sama sekali di sana"

"Ugege, ini sangat sulit! Tidak seperti di SMP!"

* Acara Partisipasi Universal
- Lari cepat 100 meter
- Lari rintang
- Tangkap bendera (Hanya Anak laki-laki)
- Lempar bola (Hanya anak perempuan)
- Tarik tambang terbagi berdasarkan jenis kelamin
- Balapan rintangan
- Balapan tiga kaki
- Kibasen
- Lari cepat 200 meter

* Acara Partisipasi Khusus yang Disarankan
- Scavenger hunt
- tarik tambang segala arah
- balapan tiga kaki campura jenis kelamin
- Tiga angkatan sekolah dicampur untuk lari estapet 1200 meter

Sebuah garis besar dari 13 kompetisi. Penomoran tersebut mengindikasikan di mana urutan kompetisi akan diadakan. Ternyata ketidakpuasan tersebut disebabkan oleh banyaknya acara Partisipasi Universal yang digelar.

"Biasanya hanya boleh 3 atau 4 acara untuk satu orang saja! Yang lebih penting lagi, apa bisa melakukannya dalam sehari?"

"Aku berterima kasih atas perhatianmu, tapi pihak sekolah juga sudah mempertimbangkannya. Tidak akan ada pemandu sorak dan tarian atau senam kelompok di antara acara tersebut. Paling tidak, dalam festival olahraga, kalian hanya akan berkompetisi pada stamina dan atletik"

Daya tahan muid-murid yang tidak atletik juga terbukti akan sia-sia pada saat mereka dengan mudahnya ditangani seperti itu.

"Dan yang paling penting adalah kenyataan bahwa ada sesuatu yang disebut sebagai tabel partisipasi di sini. Di tabel partisipasi, rincian semua acara akan dijelaskan. Kalian akan menggunakan tabel partisipasi ini untuk menentukan di antara kalian sendiri di mana kalian akan berpartisipasi dan mencatatnya  dan orang luar, yaitu aku, akan mengirimkannya untuk kalian. Karena aku percaya tidak ada SMA yang mengadopsi sistem seperti ini, aku ingin kalian berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan"

"Untuk menentukan urutannya sendiri, seberapa jauh kita bisa memutuskan ......?"

Sebuah pertanyaan dari Hirata yang jelas. Karena sudah jelas, respon dari Chabashira-sensei pun juga cepat.

"Semuanya. Semua kompetisi yang akan diadakan pada hari festival olahraga, terserah siapa yang akan berada di grup mana, semua akan diputuskan oleh kalian melalui diskusi. Setelah batas terakhir keputusan, tidak peduli apa alasannya, setiap perubahan tidak akan diizinkan. Itu adalah peraturan penting dari festival olahraga. Jeda pengajuan antara 1 minggu sebelum festival olahraga pada pukul 17.00. Jika kalian berakhir melebihi batas waktu pengiriman maka kalian akan ditugaskan secara acak, jadi berhati-hatilah”

Jadi itu berarti festival olahraga dimana kami harus memikirkan strategi diri kami sendiri, berpikir dan menang. Sudah jelas bahwa ketika sampai pada festival olahraga, keberadaan tabel partisipasi mungkin juga bisa disebut sebagai jalur kehidupan kelas itu sendiri.

"Aku punya pertanyaan untuk ditanyakan, apa itu tidak masalah, Chabashira-sensei?"

Setelah diam mendengarkan sampai sekarang, Horikita mengangkat tangannya.

"Bertanyalah sebanyak yang kau mau. Sekaranglah waktunya."

Melihat itu, Chabashira-sensei tertawa ringan. Baik Hirata maupun Horikita, sampai batas tertentu, sudah mengerti mekanisme di balik sekolah ini. Itu karena mereka mengerti bahwa mengajukan pertanyaan untuk kemampuan mereka di sini adalah demi masa depan. Apalagi karena sekarang, sementara masih ada efek pada poin, itu semua adalah keraguan yang harus diselesaikan.

Hal itu karena adanya kemungkinan bahwa pada hari dimulainya festival olahraga, jika kami mengajukan pertanyaan tentang ini dan itu, dia mungkin tidak bisa menjawabnya lagi atau mungkin sudah terlambat.

"Fakta bahwa begitu tabel partisipasi yang diputuskan sudah diterima, tidak ada perubahan  yang akan diizinkan, namun pada hari festival tersebut, jika ada yang absen, apa yang harus kami lakukan? Jika hal itu terjadi di kompetisi individu maka sesuai dengan deskripsi, itu akan diperlakukan sebagai ketiadaan, tapi untuk kompetisi kelompok.... khususnya, untuk Kibasen dan lombaan kaki tiga yang akan berlangsung dengan banyak orang, bahkan jika hanya satu orang saja yang hilang maka persaingan itu sendiri tidak akan berhasil "

"Mengenai kontes Partisipasi Universal, jika kalian kekurangan jumlah minimum orang yang dibutuhkan dan kekosongan muncul, kalian akan dianggap tidak layak untuk melanjutkan dan kalian akan didiskualifikasi. Pada Kibasen seperti yang kau sebutkan, itu berarti kalian tidak akan bisa membentuk satu kuda. Akibatnya, kalian harus menghadapi pertarungan kalian dengan kondisi satu penunggang kuda yang hilang. Perlombaan berkaki tiga juga sama. Sebaiknya kalian memilih yang sehat dan murid yang kuat sebagai pasanganmu"

Takdir bersama. Pentingnya memilih murid yang unggul dalam bidang atletik, dan dengan darah yang sama, sangat penting untuk memastikan bahwa kau bergabung dengan rekan yang sehat dan tidak terluka.


"Namun, ada pengecualian bantuan. Menyangkut bintang utama festival olahraga, di acara 'hanya untuk yang direkomendarikan', diperbolehkan memanfaatkan pengganti. Namun, jika kalian berkeliling memilih pemain pengganti dengan bebas, maka tabel partisipasi itu sendiri menjadi tidak berarti dan dalam kasus yang paling ekstrem, pada akhirnya kalian menggunakan kebohongan untuk menyiapkan pengganti kalian sendiri. Akibatnya, kami sudah menetapkan kondisi khusus. Sebagai ganti untuk membentuk pengganti, sudah diputuskan bahwa kalian akan membayar dengan poin sebagai kompensasi"


Jadi mereka bermaksud agar kami membayar harga untuk mencegah tindakan curang.

"Aku ingin menenyakan hal itu, tapi jika seandainya kesehatanmu kurang baik atau kau mengalami cedera berat, jika orang yang dimaksud menginginkannya, mereka diizinkan melanjutkan tanpa diganti? Atau apakah itu berarti harus menemui dokter dulu?"

"Pada dasarnya kami menyerahkan semuanya kepada murid untuk memutuskannya sendiri, karena manajemen diri akan sangat diperlukan begitu kau memasuki masyarakat. Pada hari perundingan yang penting, hanya karena kau sedang demam, bukan berarti kau bisa beristirahat. Perlunya sebuah perjuangan dan menjaga kondisi tubuh”

Intinya, meski kami sakit, atas nama tanggung jawab itu sendiri kami tidak bisa berhenti ikut berpartisipasi.

"Tapi meskipun begitu, jika kondisimu sampai ke titik dimana kau bahkan tidak bisa hanya menjadi penonton, maka kau tidak punya pilihan lain  selain berhenti"

"Aku mengerti, lalu untuk pengganti itu, berapa poin yang diperlukan?"

"100.000 poin pribadi per kompetisi. Kau bebas menganggapnya mahal atau murah seperti yang kau inginkan"

"..... aku mengerti, terima kasih"

Ini bukan jumlah yang tidak mampu, tapi juga bukan harganya yang murah.

Namun, tergantung situasinya, kami harus mempertimbangkan bahwa seorang pengganti juga penting.

"Jika tidak ada lagi pertanyaan, maka aku akan mengakhiri pembicaraan ini"

Dia melihat ke sekeliling kelas. Sejumlah murid terlihat ragu dan saling melirik serta berbicara dengan nada berbisik, tapi mereka tidak mau bertanya kepada Chabashira-sensei.

"Periode berikutnya akan dipindahkan ke gedung olahraga pertama dan kalian akan bertemu murid dari kelas yang berbeda dan angkatan yang berbeda. Itu saja"

Memeriksa jam, Chabashira-sensei menyebutkan bahwa masih ada waktu yang tersisa untuk kelas.

"Masih tersisa 20 menit, kalian bebas menggunakan waktu yang tersisa sesuai keinginan. Kalian bebas untuk mengobrol atau melakukan diskusi serius"

Karena dengan otoritas guru, izin telah diberikan. Keheningan yang tertekan meledak sekaligus. Kelompok individu terbentuk dan mereka mulai membicarakan festival olahraga mereka sendiri. Berkumpul di bawah Horikita adalah Sudou, Ike dan juga Yamauchi.

"Horikita, ayo kita bicara tentang bagaimana kita bisa mengatasi festival olahraga ini"

"Aku setuju, aku setuju, ayo kita pikirkan cara merebut posisi pertama ~"

Horikita yang melihat orang-orang berkerumun di sekitarnya seperti orang lain, mendesah dalam-dalam.

"Aku bertanya-tanya, kenapa hanya orang seperti ini yang datang kepadaku..."

"Ini adalah kenyataan yang menyedihkan, bukan?"

'Benar sekali'

Sama seperti yang Horikita katakan. Sepertinya dia bermaksud memikirkannya dengan serius saat dia membuka buku catatannya.

"Baiklah, pertama-tama, aku akan mendengar pendapatmu"

"Ok, ok!"

Orang yang dengan antusias mengangkat tangannya saat itu adalah Ike. Horikita mengarahkan ujung pena ke arahnya dan mendesaknya untuk berbicara.

"Aku ingin bersenang-senang dan menang!"

"Aku tidak bisa mengakui itu sebagai sebuah opini. Apa kau keberatan jika berhenti berbicara seperti itu?"

Dia memotongnya singkat. Yah, mau bagaimana lagi meski harapan Ike terputus.

"Ada cara supaya Kelas D menang"

Orang yang dengan yakin membuka mulutnya adalah Sudou.

"Aku tidak mengharapkan apapun kecuali mendengarkanmu"

"Aku tidak tahu tentang Partisipasi Universal, tapi kau tahu, aku akan berpartisipasi dalam setiap kontes yang direkomendasikan saja. Jika aku melakukan itu, kita akan menang"

Sudou yang lebih percaya diri daripada orang lain saat berhubungan dengan atletik, bersikeras melakukannya.

"Tingkatan ucapan itu sendiri ada pada level yang sama dengan Ike-kun, tapi sederhananya, ini adalah cara yang pasti. Bahkan di dalam kelas, kau menonjol sebagai seseorang yang hebat dalam olahraga. Bukan ide yang buruk bagimu untuk berpartisipasi di semua kontes yang hanya untuk direkomendasikan. Bahkan jika individu yang sama berpartisipasi berkali-kali tidak ada masalah juga dengan peraturannya"

Aku juga setuju, tapi sepertinya Ike dan Yamauchi tidak puas dengan hal itu saat mereka menyuarakan kritik mereka.

"Kami juga menginginkan peluang kami sendiri, maksudku, jika kita masuk 3 posisi pertama, maka kita bisa mendapatkan poin"

"Apa kau mau bilang jika kau akan melakukannya bahkan jika hal itu menurunkan kemungkinan kemenangan kelas?"

"Tidak, maksudku, itu benar tapi ..... kami menginginkan banyak peluang atau bagaimana aku mengatakannya......"

"Ketika masuk ke kontes yang direkomendasikan, biasanya orang-orang atletik adalah orang-orang yang berpartisipasi. Tidak mungkin jika itu kau, Kanji"

“Kau tidak tahu itu, kan? Ada juga sesuatu yang kebetulan, kau tahu. Itu harus adil"

"Mulai sekarang, aku rasa diskusi tentang kelas tidak perlu dilakukan...."

Bahkan jika dia bisa membantah Ike di sini, mengantisipasi bahwa akan ada lebih banyak murid di kelas yang berpikiran sama dengan Ike, Horikita mengatakan itu. Namun, kali ini, sepertinya komentar itu membuat Sudou bersemangat.

"Orang-orang atletik akan berpartisipasi sebanyak yang mereka inginkan. Itu prioritas utamanya, kan? Kau sangat naif, Suzune"

Aku sangat mengerti apa yang ingin Sudou katakan. Horikita juga tidak membantahnya. Bahkan dari sudut pandang murid teladan yang cukup pandai dalam belajar mereka, seorang murid seperti Sudou yang mengambil tindakan dalam festival olahraga akan ideal.

Jika seorang murid seperti Sudou yang selalu mengambil risiko untuk menerima nilai gagal membuat bonus di sini, tidak akan ada masalah. Namun, jika kau bertanya apakah seluruh kelas akan mencapai kesepakatan, maka tidak akan sesederhana itu. Karena hak istimewa yang diperoleh dari memenangkan hadiah di sini akan semakin menarik bagi murid dengan kemampuan akademik rendah. Bagi para murid yang terus-menerus berisiko D.O, mereka pasti sangat menginginkannya sehingga mereka akan marah.

"Aku berniat mendukung keinginanmu untuk berpartisipasi dalam semua acara. Namun, bukan berarti bahwa aku tanpa syarat akan mendukung partisipasimu dalam semua kontes"

"Apa maksudmu?"

"Stamina bukan sumber daya tidak terbatas, jika kau berpartisipasi secara terus menerus, maka secara alami akan habis. Kemenangan berturut-turut adalah hal yang sulit"

"Tapi meskipun begitu, itu masih lebih baik daripada memberikannya kepada orang-orang yang tidak atletis, kan? Bahkan jika aku lelah, aku masih bisa tampil lebih baik dari pada orang-orang"

Melihat ke anak laki-laki, termasuk aku dengan sekilas, Sudou tertawa mencemooh. Ike dan yang lainnya terlihat frustrasi tapi mereka tidak bisa membantahnya.

"Bahkan jika kita melanjutkan diskusi ini di sini, sebuah jawaban tidak akan didapatkan. Kita akan putuskan di pelajaran berikutnya"

Horikita yang sudah memutuskan bahwa kemajuan lebih lanjut tidak akan terjadi di sini, mengatakan itu saat dia mengakhiri diskusi dengan cepat.

Selama periode kelas kedua kami, sudah diputuskan bahwa murid di angkatan sekolah akan mengadakan pertemuan. Lebih dari 400 orang, termasuk instruktur dan murid berkumpul di gedung olahraga. Seluruh Murid dari tahun pertama sampai tahun ketiga terbagi di antara Tim Merah dan Tim Putih. Horikita terlihat gelisah saat melihat sekitarnya. Dia mungkin mencari kakaknya, Horikita Manabu yang menjabat sebagai presiden dewan murid di sekolah ini. Namun, lokasinya tidak menguntungkan. Jika banyak orang yang hadir, bahkan jika dia tahu kelas mana kakaknya berada, akan sulit untuk menemukannya.

Lagi pula, mungkin dia khawatir akan menyebabkan masalah untuk kakaknya. Dia terlihat menahan diri dengan tatapan yang tenang dan bidang penglihatannya terlihat menyempit.
                         
Jika dia sangat menyayangi kakaknya, aku pikir akan lebih baik baginya untuk bersikap lebih berani. Tapi bagi Horikita, itu mungkin tugas yang jauh lebih sulit dan tidak mungkin baginya untuk melakukan ini daripada melakukan yang lain.

Melihat ke masa lalu, dia belum pernah bertemu dengan saudara laki-lakinya bahkan sekali pun. Semua kontak mereka sudah diplopori oleh kakaknya. Ketika murid yang berkumpul mulai menimbulkan keributan, beberapa murid melangkah maju. Mata semua orang berbalik ke arah mereka.

"Aku adalah Fujimaki Kelas A dari tahun ketiga. Sudah diputuskan bahwa aku akan memimpin Tim Merah untuk acara ini"

Ternyata sepertinya kakak Horikita tidak bertanggung jawab di sini. Aku pikir dia yang akan bertanggung jawab atas segalanya karena dia adalah presiden dewan murid tapi sepertinya tidak seperti itu.

Tapi kalau begitu, itu membuatku penasaran apa sebenarnya yang dia lakukan.

"Pertama-tama, aku akan memberikan nasihat kepada tahun pertama. Ini mungkin tidak penting bagi sebagian dari kalian, tapi aku ingin kalian ingat betapa pentingnya festival olahraga ini. Pengalaman yang akan kalian dapatkan dari festival olahraga pasti akan bermanfaat pada kesempatan yang berbeda juga. Di ujian masa depan juga, akan ada saat dimana bagian-bagiannya terasa seperti permainan untuk kalian. Namun, masing-masing dan setiap akhirnya adalah pertempuran dimana kalian mempertaruhkan kelangsungan hidupmu di sekolah ini”

Dari para senior, kata-kata nasihat yang ambigu dan terapresiasi semacam itu datang.

"Karena kalian tidak merasakannya, kalian  mungkin tidak termotivasi saat ini, tapi karena kita melakukannya, kita akan berusaha untuk menang, memegang teguh perasaan itu. Hanya itulah yang harus diingat setiap orang."

Setelah mengucapkan kata-kata bijak itu, Fujimaki melihat ke arah Tim Merah sekali lagi sebelum melanjutkan.

"Satu-satunya acara di mana semua angkatan akan berpartisipasi adalah lari estafet sepanjang 1200 meter di akhir. Selain itu, semua acara lainnya akan membagi tahun ajaran. Setelah ini, silakan berkumpul sesuai dengan tahun-tahun sekolah kalian dan diskusikan strategi kalian untuk ke depannya"

Mengikuti kata-kata Fujimaki, Kelas A yang dipimpin oleh Katsuragi mulai berkumpul bersama-sama.

Kelas D sedikit goyah. Mereka merasa gugup terhadap pertemuan para elit tersebut. Pada semester pertama juga, nilai Kelas A sangat tinggi dan tidak ada orang lain yang bisa mendekati mereka.

"Sepertinya kita akan membentuk persatuan dengan cara yang aneh, tapi mohon bantuannya. Jika memungkinkan, aku berpikir kita bisa bersama tanpa pertengkaran di antara rekan setimnya"

"Aku juga merasakan hal yang sama, Katsuragi-kun. Mohon bantuannya.”

Berdiri dalam jarak yang dekat satu sama lain, Katsuragi dan Hirata, keduanya menyatakan niat mereka untuk bekerja sama.

Melihat dari sudut pandang Kelas A, tidak ada yang menguntungkan jika bekerja sama dengan kelas terendah, Kelas D. Namun, kecuali jika kerjasama sudah terjalin, rekan satu tim akhirnya akan saling mengandalkan. Daripada mempercayai satu sama lain seperti saudara kandung, akan lebih tepat jika mengatakan sebagai sebuah fakta yang dibuat untuk mencegah perselisihan.

"Hei, ada apa dengan gadis itu ......?"

Di sampingku, Ike dengan lembut berbisik. Tapi bukan berarti aku tidak mengerti keinginannya untuk membisikkan ini. Aku merasakan hal yang sama, dan bahkan Horikita mungkin juga begitu. Seorang murid tunggal dari Kelas A terasa tidak pada tempatnya di sini.

Tapi tidak ada yang berbicara. Karena tidak ada yang menganggap bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.

"Aku percaya masing-masing kelas memiliki strateginya masing-masing tapi-"

Terlepas dari apakah dia memperhatikan tatapan dan perasaan misterius dari Kelas D, Katsuragi acuh tidak acuh terus berbicara saat bagian dalam gedung olahrahaga sekali lagi menjadi ribut.

"Jadi, apa kau ingin mengatakan bahwa kau tidak berniat untuk bekerja sama?"

Dari jarak yang sedikit jauh, suara seorang perempuan bergema di gedung olahraga. Mata semua orang berbalik ke arahnya untuk melihat apa yang terjadi. Suara itu berasal dari angkatan pertama Kelas B, Ichinose Honami. Di luar jangkauan tatapannya, sebuah kelas yang layak bagi murid-murid bergerak meninggalkan gedung olahraga. Di antara mereka, satu murid yang sedang berjalan dengan tangan di saku, berbalik. dia adalah pemimpin kelas C, Ryuuen Kakeru.

"Kau tahu aku meninggalkan niat baik, kan? Bahkan jika aku menawarkan diri untuk bekerja sama, bukan berarti orang lain akan mempercayaiku, pada akhirnya akan berakhir sebagai penyelidikan secara total? Jika memang begitu, hanya saja membuang waktu saja "

"Aku mengerti, jadi kau berpikir untuk menghemat waktu."

"Itu benar, kau sebaiknya bersyukur"

Tertawa, Ryuuen mulai berjalan keluar dengan semua murid Kelas C di belakangnya.

Itu adalah pemandangan yang menegaskan kepada kami bahwa tidak ada gangguan pada kediktatoran kelas C.

"Hei, Ryuuen-kun, apa kau yakin bisa menang kali ini tanpa bekerja sama?"

Untuk akhir yang pahit, sepertinya Ichinose berniat untuk bekerja sama dengan Ryuuen, saat ia mencoba menyeretnya kembali.

Tapi Ryuuen tidak berhenti berjalan.

"Kuku, entahlah"

Sedikit tertawa, seluruh murid kelas C mulai pergi di bawah perintahnya. Kelas D tidak melakukan apa pun selain melihat dari jauh, tapi sesaat, ekspresi Karuizawa berubah menjadi suram.

Mau bagaimana lagi.

Selama ujian di kapal yang berlangsung sebelum liburan musim panas, dia bertengkar dengan murid perempuan dari Kelas C, Manabe dan kelompoknya. Karena itu, masa lalunya yang 'sudah diintimidasi' ketahuan. Tapi satu-satunya yang mengetahui konflik itu adalah aku dan Yukimura. Dan karena katanya pengetahuan Yukimura tentang itu tidak sampai ke masa lalunya yang sudah diintimidasi, itu bukan sesuatu yang perlu aku berikan perhatian khusus.

Untuk sesaat, Manabe berpaling ke kelas D dan menatap Karuizawa. Tapi hanya untuk momen yang paling singkat. Dia segera mengalihkan pandangannya lagi dan seolah tak ada yang terjadi, mengikuti Ryuuen.

"Mereka terlihat seperti memiliki masalahnya sendiri. Berpikir bahwa mereka harus bekerja sama dengan Kelas C"

Bukan berarti Kelas D bisa dengan mudah dirayu, tapi setidaknya masih lebih baik daripada Kelas C.

Itu juga menjadi sebuah adegan yang sekali lagi berfungsi sebagai pengingat bahwa Ryuuen memegang seluruh hak untuk memegang keputusan di tangannya. Melihat itu, Katsuragi memberi saran kepada Horikita.

"Karena kami bersekutu dengan kalian dari Kelas D, kali ini aku akan memberimu peringatan. Jangan meremehkan Ryuuen. Dia bisa tertawa sambil meluncurkan terserah kepadamu dan melompat untuk menyerang tanpa peringatan... Kau akan sangat menderita jika kau biarkan kewaspadaanmu turun "

"Aku berterima kasih atas peringatanmu, tapi dari caramu mengatakannya, aku bertanya-tanya apa itu berasal dari pengalaman pribadimu?"

"... aku sudah memperingatkanmu"

Tidak termasuk kepada hal itu, Katsuragi kembali ke posisi awalnya.

"Aku penasaran, apa itu berarti dia sudah melakukan langkah awal?"

Seorang murid tunggal dari perkumpulan kami yang sedang menatap ke Kelas B dan Kelas C, membisikkan hal itu. Dari gadis mencolok yang berada di sini, aku penasaran dengannya.

Dia adalah seorang gadis yang duduk sendirian dengan mata tertunduk. Di tangannya, ia mengenggam tongkat tipis. Tidak peduli siapa yang melihatnya, kenyataan bahwa dia mengalami kesulitan berjalan pasti akan dipahami.


"Dia adalah Sakayanagi Arisu. Karena dia cacat, dia harus memanfaatkan kursi. Aku ingin kalian mengerti"

Orang yang menawarkan penjelasan bukanlah gadis tersebut, tetapi Katsuragi.

"Jadi itu Sakayanagi ....."

Dia adalah pemimpin lain dari Kelas A yang menurut rumor membagi kekuatan Kelas A di antara dirinya dan Katsuragi.

Tubuhnya kurus sampai-sampai membuat orang lain hampir bisa yakin tentang kenapa dia tidak hadir dalam perjalanan ke pulau tak berpenghuni, dan karena kakinya tidak dalam kondisi baik, dia duduk di kursi yang dipersiapkan secara khusus.

Bahkan saat tatapan di sekitarnya akhirnya terfokus kepada sosoknya itu, dia sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda akan memperhatikannya.

Apa rambutnya yang sedikit pendek itu dicat atau tidak? berwarna perak. Ini menjadi fitur pembeda yang kuat dari dirinya. Kulitnya pucat. Sepertinya namanya Arisu, dan sungguh, rasanya seolah dia datang langsung dari Wonderland.

"Dia sangat imut ....."

Mau bagaimana lagi bahkan jika anak laki-laki dari kelas D menimbulkan keributan seperti itu. Sebuah keimutan yang berbeda dari Kushida dan Sakura, jenis kecantikan yang berbeda. Sosok singkatnya itu memunculkan perasaan seperti ingin melindunginya.

Tapi anak laki-laki itu tidak bisa membuat suasana bercanda seperti biasanya dan melakukan sesuatu seperti memanggilnya.

Mungkin itu karena kekuatan di matanya. Tidak peduli seberapa samarnya, mata itu memberikan perasaan kuat kepada dirinya. Mereka mungkin merasa jika mereka mendekatinya, sesuatu yang buruk akan terjadi. Setelah menyadari bahwa dia sedang bermandikan tatapan mereka, Sakayanagi dengan lembut tersenyum.

“Menurutku, itu sangat disayangkan, tapi aku tidak akan banyak berguna untuk kalian, aku akan gagal di setiap kompetisi karena kekuranganku"

Keinginan yang lemah dan juga kuat.

Dia meminta maaf atas kelemahan tubuhnya.

"Aku hanya akan merepotkan kelasku dan Kelas D. Untuk itu, pertama-tama tolong izinkan aku untuk meminta maaf"

"Aku tidak berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang harus dimintai maaf. Tidak ada yang akan marah kepadamu karena itu"

Dimulai dari Hirata sampai ke Sudou, tidak ada yang mengatakan sepatah kata pun tentang hal itu kepada gadis ini. Tidak ada yang marah kepadanya untuk sesuatu yang tidak mungkin.

"Sekolah juga bersikap kasar. Sejak awal, jika tubuhnya tidak bisa mengatasinya, seharusnya mereka mengabaikannya"

"Itu benar, jangan pedulikan itu"

"Aku sangat berterima kasih atas kebaikan kalian"

Bertentangan dengan reputasinya, Sakayanagi terlihat sangat sopan dan dewasa. Dia bahkan tidak sedikit pun melepaskan kesan orang bertipe agresif seperti yang dikatakan rumor tersebut. Di sisi lain, penentangnya, Katsuragi, terus menatap Sakayanagi dengan pandangan miring. Namun, alasan murid yang dikenal dengan Sakayanagi memiliki kehadiran yang kuat bukan karena tongkatnya atau kursinya.

Dari sudut pandang Ike dan yang lainnya yang tidak tahu apa pun, pasti hanya terlihat seolah Kelas A dan Kelas D saling terpisah satu sama lain. Namun, dari sudut pandangku, sudah jelas hanya dari sekilas. Murid-murid Kelas A jelas berdiri seolah ada garis pemisah antara Katsuragi dan Sakayanagi.

Itu adalah bukti konflik antar faksi di Kelas A. Faksi Katsuragi, pada awalnya, terlihat sama jika tidak lebih unggul dari faksi lainnya, tapi sekarang bahkan hanya sekilas, hal itu bisa dilihat.

Itu karena beberapa anak laki-laki dan perempuan, termasuk Yahiko, berdiri di samping Katsuragi sementara hampir semua murid lainnya berada di faksi Sakayanagi. Itu membuatku mengira bahwa dia dengan sengaja membuat skenario ini sehingga bisa memamerkan kekuatannya sendiri.

Sakayanagi sendiri tidak berpartisipasi dalam ujian pulau tak berpenghuni atau ujian di kapal. Tidak ada pemberitahuan seperti itu dibuat tapi ada banyak kemungkinan bahwa dia menerima hukuman besar-besaran karena tidak hadir dalam ujian khusus di kapal.

Dengan kata lain, dia menciptakan situasi di mana sekutu-sekutunya terus bertambah jumlahnya tanpa harus menghasilkan hasilnya sendiri. Ini bukan masalah apakah penampilannya itu imut atau tidak. Kemungkinan besar, yang tidak kami ketahui, Sakayanagi pasti sudah mengumpulkan prestasinya sendiri dan membangun kepercayaan untuknya. Selain itu, kegagalan Katsuragi sendiri setidaknya berdampak juga padanya.

Bukan berarti aku mengetahui keadaan kelas lain tapi pada dasarnya, Katsuragi adalah seseorang yang menjalankan strategi yang kuat. Dia tidak terlihat seperti tipe yang terus membuat kesalahan sederhana, tapi mungkin perempuan ini terlibat di dalam kegagalannya. Di sisi lain, Sakayanagi meminta maaf atas kekurangan fisiknya sendiri dan tidak menunjukkan tanda-tanda selanjutnya setelah berbicara.

Hampir seolah-olah dia sedang mengamati tindakan dan perilaku Katsuragi, Hirata dan yang lainnya. Atau mungkin aku yang terlalu berpikir berlebihan? Mungkin saja dia masih diam setelah mengerti bahwa dia tidak akan berguna selama festival olahraga. Yang aku tahu sekarang adalah meskipun aku memikirkannya, tidak ada jawaban yang akan datang.

Katsuragi bisa saja atau mungkin tidak menyadarinya, tapi dia melanjutkan pembicaraannya dengan Hirata untuk saling mengonfirmasikan strategi masing-masing.

"Omong-omong, tentang hubungan kerja sama kita, aku sedang memikirkan sebuah hubungan dimana kita tidak saling mengganggu dan semuanya akan baik-baik saja. Kau tidak keberatan, kan?"

"Dengan kata lain, maksudmu, kau tidak akan membagikan rincian kompetisi yang akan kalian ikuti?"

"Itu benar. Jika kami memberitahunya dengan canggung, hal itu bisa menyebabkan masalah yang tidak perlu. Jika informasi tentang itu bocoran ke Kelas C atau Kelas B, akan menimbulkan kecurigaan terhadap Kelas D dan pada akhirnya menyebabkan gangguan pada kerja sama kita. Selain itu, menganalisis kemampuan sekutu kami, Kelas D dan mengambil semua yang diperhitungkan hanya akan menambah masalah. Pada akhrinya kita hanya akan bekerja sama dan berjuang bersama. Aku sudah menilai ini secara optimal "

"..... mungkin seperti itu. Aku mengerti bahwa ini adalah sekolah yang sulit untuk menjalin sebuah hubungan dengan niat baik, Katsuragi-kun. Selain itu, meski kita sekutu dalam arti bahwa kita adalah sebuah tim, tidak ada perubahan pada fakta bahwa kita masih akan saling bersaing satu sama lain"

Hirata kemudian menegaskan ini kepada sisa kelas, apakah mereka keberatan pada hal ini. Tidak ada yang keberatan.

Tidak ada kelas yang bisa saling mempercayai dan saling mengungkapkan semua kartu as mereka kepada yang lain.

Jika itu yang terjadi, menjaga jarak akan menjadi yang paling aman. Sepertinya Horikita juga setuju karena dia tidak mengatakan apapun.

"Sekali lagi, ini adalah fakta bahwa kita harus mengadakan pertemuan terlebih dahulu untuk masalah kompetisi tim. Mengenai hal itu, di masa depan aku ingin melakukan hal yang serupa, Apa kau tidak keberatan melakukannya?"

"Tidak, aku pikir tidak masalah. Aku akan berdiskusi dengan semua orang juga"

"Kalau begitu aku akan menyerahkan itu padamu"

Pembicaraan di antara keduanya langsung menuju ke pokok permasalahan dan tanpa ada pemborosan waktu. Sepertinya akan berjalan lancar.

"Ayanokouji-kun, rencana apa yang menurutmu ada jika kita ingin menang dalam ujian khusus ini?"

Di sisi lain, Horikita mencoba menunjukkan pedoman festival olahraga itu sendiri.

"Kali ini adalah festival olah raga. Sekolah sedang mencoba melihat ada tidaknya kemampuan atletik ..... bukankah begitu?"

"Tentu saja teori itu benar, aku mengartikannya sebagai kompetisi yang disusun sesuai dengan kemampuan. Jika ada faktor selain atletis yang mempengaruhi hasilnya maka bukankah itu akan menjadi keberuntungan?"

"Keberuntungan, ya?"

Kedengarannya seperti ucapan yang tidak pantas untukku tapi itu bisa menjadi sebuah aspek.

"Tidak seperti belajar, lawan yang akan kita lawan dipilih secara acak. Sebagai faktor, hal ini memainkan peran yang sangat besar."

Sebenarnya, ada aspek dari festival olahraga ini dimana hasilnya bisa dipengaruhi oleh seberapa beruntungnya kau dengan timmu. 

Umumnya, bahkan bagi Horikita yang mampu mengalahkan 80% lawan di sini, akan banyak kalah jika dia kebetulan ditarik ke dalam 20% sisanya yang terdiri dari lawan yang tangguh. Dan yang paling ekstrem, seseorang yang tidak atletis yang hanya bisa mengalahkan 10% lawan di sini, jika mereka kebetulan diadu melawan seseorang yang lebih tidak atletis dari mereka, mungkin baru bisa menang.

"Tapi yang aku cari bukanlah sesuatu yang tidak pasti seperti itu. Aku menginginkan sesuatu yang pasti, menggunakan atletisme sebagai dasar. Rencana yang tidak semata-mata mengandalkan keberuntungan. Ada kemungkinan yang tidak terhingga seperti pulau tak berpenghuni dan ujian khusus di kapal. .... Aku merasa seperti itu sekarang, tapi kali ini juga, pasti... "

Entah dari kesalahan berat yang sudah dilakukan sejauh ini, atau dari kegagalan yang sudah dilakukan sejauh ini, tapi saat ini aku bisa melihat Horikita menjadi semakin terobsesi dengan kemenangan.

"Hei, menurutmu, apa perbedaan antara saat ini dibandingkan dengan ujian di pulau tak berpenghuni dan kapal?"

"..... perbedaan? Aku rasa ini sama saja dengan ujian khusus"

"Tentu saja aku tidak akan menyangkal bahwa hal itu sama, tetapi pihak sekolah sama sekali tidak akan menganggapnya sama"

"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, apa karena saat ini ada hubungan kerjasama dengan Kelas A? Tapi bahkan di kapal pun kelompok terbentuk dengan kelas yang berbeda dan pertandingan tim yang tidak bisa dijelaskan juga terjadi...."

"Bukan seperti itu. Pertama, kesimpulan dasarnya berbeda"

Kepada cara berbicaraku, Horikita menunjukkan rasa frustrasi dan aku menceritakan apa yang sudah aku sadari.

"Sehubungan dengan festival olah raga ini, pihak sekolah tidak pernah mengatakan bahwa ini adalah 'ujian khusus'. Kita di tahun pertama sudah menyebutkannya seperti itu, tapi juga termasuk Chabashira-sensei, guru-guru lain menyebutnya sebagai 'ujian khusus'. Fujimaki dari tahun ketiga juga seperti itu.... Dan di hasil cetakan yang diserahkan, kata 'ujian khusus' tidak tertulis "

Horikita tidak sadar, atau lebih tepatnya, ia tidak berhasil mencapai target yang diinginkannya.

"Meskipun begitu, ada apa dengan itu? Mekanisme di baliknya dan juga kenaikan dan penurunan poin, semuanya cukup identik dengan ujian khusus."

"Tentu saja, tidak ada banyak perbedaan di dalam isinya, tapi sifat mereka yang sebenarnya berbeda, misalnya, dalam ujian tertulis reguler, menyisihkan pembelian dan penjualan poin secara rahasia, pada prinsipnya sebagian besar menguji kemampuanmu. Festival olah raga ini juga, pada dasarnya harus dilihat sebagai mencari kemampuan dan fisikmu. Hanya dengan menggunakan trik biasa, tidak akan ada dampak yang terlihat.Tidak, sudah terstruktur seperti itu sehingga hal itu tidak akan terjadi. Aku pikir kelas yang benar-benar tertantang akan bisa menunjukkan nilai asli mereka "

Tentu saja, bukan berarti bahwa trik itu tidak mungkin atau tidak ada artinya.

Tapi jika festival olahraga sudah dimulai, maka mengubah situasi umum pada dasarnya tidak mungkin dilakukan. Seperti, apa sesuatu yang bisa kau lakukan sebelum dan sesudah ujian tertulis, tapi di tengah ujian sesuatu yang bisa kau lakukan sebenarnya terbatas.

"Inti dari festival olahraga ini adalah persiapan yang tepat sebelum acara yang sesungguhnya. Dan, untuk membuat hasil selama acara yang sesungguhnya, hanya inilah yang bisa dilakukan. Sederhana adalah yang terbaik."

"Yang ingin aku katakan adalah persiapan sebelum pertandingan. Aku ingin Kelas D menang secara pasti"

"Salah. Apa yang coba kau lakukan bukanlah persiapan, kau mencoba menaklukannya dan mencari celah"

"Perbedaan di antara mereka ..... aku tidak mengerti"

"Persiapan itu adalah, misalnya, siapa yang akan berpartisipasi dalam kontes yang sudah di susun, atau yang mana di kelas yang lainnya itu atletis atau tidak atletis, cari tahu itu. Membedakan urutan mana yang akan mereka ambil. Dan memastikan informasi tentang kita tidak bocor. Sesuatu semacam itu. Untuk mencoba menaklukkannya dan mencari celah berarti memaksa seseorang untuk tidak hadir sebelum kompetisi atau memaksa mereka untuk absen di tengah jalan, hal semacam itu. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau menginginkan seseorang yang kuat untuk bermain, kan?"

Wajar jika Horikita, yang selalu berusaha menyerang dari depan hingga sekarang dan sudah kalah sampai sekarang, akan berpikir seperti itu. Wajar jika ingin melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa kau tidak akan disusul oleh lawanmu di festival olahraga ini.

Tapi meski begitu, jika mudah untuk melakukan sesuatu, tidak ada yang akan mengalami kesulitan.

"yang terbaiknya, kau ingin mengatakan bahwa sangat penting melawan secara terang-terangan dan menang?"

Terlepas dari mana jawaban yang akan dipilih Horikita mulai sekarang, aku tidak berniat untuk menegaskan atau menolaknya. Kenapa? Karena strategi untuk menang tidak satu tapi selalu terdiri dari dua sisi.

Entah itu pulau tak berpenghuni atau kapal atau festival olahraga, bisa saja 'menang dengan jujur' atau 'menang dengan celah’. Intinya adalah, yang terpenting adalah memilih gaya bertarung yang sesuai dengan kepribadiannya.

Saat ini, dia bukan kepala atau ekor. Dia ada titik di mana dia akan menjadi salah satu dari mereka.

Jika kita menganggap bahwa Katsuragi dan Ichinose adalah kepala, sementara Ryuuen dan aku adalah ekor, aku bertanya-tanya mana yang akan dia pilih. Aku mengerti bahwa dia merasa ingin menggunakan 'ekor' setelah menggunakan 'kepala' sampai sekarang. Tapi tetap saja, justru menggunakan 'ekor' sangat sulit di festival olahraga seperti yang aku peringatkan kepadanya.

"Apa yang kau pikirkan tentang itu terserah kepadamu Horikita, menurutmu apa keuntungan yang dimiliki Kelas D saat ini?"

"..... Sepertinya pertengkaran antara Kelas B dan Kelas C akan membawa beberapa keuntungan bagi kita, mungkin".

Untuk beberapa saat, aku berpikir untuk mengabaikannya tapi aku berubah pikiran.

Karena Horikita Suzune hidup dalam kesendirian, pandangannya juga sangat sempit.

"kau mencoba untuk memperluas wawasanmu agar menang tapi bukankah pandanganmu masih menyempit?"

"Apa kau berbicara tentang aku yang sudah mengabaikan Ryuuen-kun yang menolak kerja sama dengan Kelas B? Karena dia menolak hubungan semacam itu, aku pikir itu pasti sesuatu yang positif"

"Apa kau benar-benar berpikir begitu?" tanyaku

"..... setelah ini Ryuuen-kun dan Ichinose-san akan berdamai dan bekerja sama, itu juga sebuah kemungkinan. Bukan berarti Ichinose-san sangat menyukai Ryuuen-kun, tapi jika demi kemenangan, Dia mungkin akan menyingkirkan perasaannya sendiri dan bekerja sama, tapi apakah salah jika merayakan tahap ini? Anggap saja itu sebagai hal positif. Bukan sesuatu yang buruk, kan? "

"Itulah yang aku maksud dengan pandangan yang sempit”

"Itu cara yang menyebalkan untuk didengar. Lalu, apa yang kau lihat?"

"Sampai sekarang, apa yang kau lihat dari Ryuuen? Dia tidak akan berhenti berpikir untuk menang. Bahkan saat dia berbicara dengan santai, dia akan selalu mengambil tindakan membangun strategi untuk menang. Tetapi kenapa dia tiba-tiba menolak bekerja sama dengan Kelas B pada saat ini? Apa menurutmu dia benar-benar meninggalkan kerja sama tanpa berpikir? "

"Alasan penolakan .....? Apa kau ingin mengatakan bahwa Kelas B dan Kelas C sudah bekerja di balik layar, mungkin?"

Hal ini harus dipikirkan seperti itu juga, tapi yang terpenting ada pada faktor lain.

"Apa yang seharusnya kita pikirkan sekarang bukan tentang hubungannya dengan Kelas B. Ini adalah fakta bahwa ada kemungkinan besar dia sudah memikirkan strategi untuk menang. Jika tidak, tidak ada untungnya membuang-buang dialog. Kemungkinan bahwa dia berbohong di sini saat berdiskusi dengan Kelas B pasti memiliki hasil yang lebih banyak"

"Itu...  aku pikir kemungkinan itu rendah"

"Jika kemungkinan terjadinya gempa atau kebakaran itu rendah, apa kau ingin mengatakan bahwa tidak perlu mempersiapkan diri untuk berjaga-jaga? Sepertinya kau tidak mengerti pentingnya mempersiapkan keadaan darurat"

"Itu..."

Jika hal seperti itu tidak terjadi, maka tidak ada yang lebih baik dari itu, tetapi jika kau tidak memperhatikannya sejak awal dan jika hal itu terjadi, tindakan kita akan tertunda.

"Paling tidak, aku pikir saat ini Ryuuenpunya lebih dari satu strategi untuk menang"

"Tapi ..... kalau memang begitu, maka itu tidak normal, baru saja kita mempelajari festival olah raga. Untuk menang atau apapun ....."

"Itulah sebabnya kenapa pentingnya memahami ketidaknormalan itu. Apa arti serangan langsung, apa arti celah itu, bisakah kita memikirkannya? Dan juga, adakah cara untuk melakukan 'tindakan pencegahan' terhadapnya? kenapa kita tidak putus asa mencoba memerasnya? Untuk naik ke kelas A, hal seperti itu diperlukan, bukan? "

Jika kita memikirkan apakah dia memiliki strategi kemenangan di tangannya pada tahap ini, tentu kita akan mempersempit kemungkinan.

Tentu saja, itu adalah sesuatu yang mulai aku lihat setelah membaca strategi dan pemikiran Ryuuen dari kejadian kekerasan Sudou hingga ujian di kapal. Saat ini, Horikita belum bisa melihatnya, huh?

"Baiklah, kalau kita mencoba berbagai hal, ayo kita siapkan, sehingga paling tidak kita bisa terhindar dari kegagalan"

"Apa kau keberatan untuk  tidak membuat kesimpulan bahwa kita akan gagal?".

Aku sedikit menantikan saat seperti ini untuk melihat seberapa jauh kemampuan Horikita berpikir.

Bahkan setelah kelas selesai pada hari itu, aku tertinggal sendirian di kelas. Dari jendela, aku bisa mendengar suara para murid yang terlibat dalam kegiatan klub mereka. Meskipun festival olahraga semakin dekat, masing-masing dari mereka semua bersemangat dan tidak menyisihkan usaha dalam latihan sehari-hari mereka. 

Menghubungkan earphone ke ponselku, aku membuka file yang aku terima tadi dan memeriksa situasinya.

"Aku mengerti....."

Sekarang dengan ini kurang lebih aku sudah  memahami situasinya.

Jika perlu, aku pikir aku harus meletakkan 2 atau 3 perangkap mulai sekarang tapi sepertinya itu tidak perlu.

Puas dengan acara yang hebat, aku putuskan untuk kembali ke asrama.

"Kau pulang terlambat, Ayanokouji"

Dalam perjalanan menuju pintu masuk utama, aku menemui Chabashira-sensei yang menyimburkan air dengan selang.


"Mungkin seperti itu, apa kau sedang bertugas?"

"Sesuatu seperti itu. Tepatnya, wilayah sekitar sini sudah menjadi seperti posku, itu saja"

Mengatakan itu, dan terlihat seperti sudah terbiasa, ia terus menyimburkan air.

"Tidak seperti anak-anak, orang-orang di masyarakat sibuk dengan berbagai hal, khususnya sekarang ini festival olah raga sudah dekat, tapi tetap saja, apa yang terjadi hari ini? Ini  pertama kalinya aku melihatmu berkeliling sekolah sepulang sekolah"

"Bukankah itu sedikit berlebihan?"

"Apa kau sudah menyelesaikan persiapanmu untuk festival olahraga?"

"Aku merasa seperti aku yang kurang lebih sudah menggenggamnya selama kelas baru-baru ini. Apa ini bukan masalahnya?"

Hirata, Horikita dan termasuk Sudou, semua strategi dan taktik mereka sudah didengar juga oleh Chabashira-sensei.

"Jika itu kau, aku pikir kau akan memikirkan beberapa gagasan atau strategi yang ganjil?"

"Sama sekali tidak"

"Tidak ada sama sekali? Aku yakin kau mengerti tapi ---"

Mengatakan itu, Chabashira-sensei mencoba membawa topik itu kepadaku tapi setelah bertemu mataku, dia berhenti. Bahkan jika kami membicarakan sesuatu yang tidak perlu seperti itu di tempat seperti ini, tidak ada yang berdiri untuk mendapatkan apapun.

"Aku masih belum lupa dengan apa yang kau ceritakan tadi, sensei. Tapi apa yang harus dilakukan adalah sesuatu yang bebas aku putuskan sendiri"

"Tentu saja seperti. Aku seharusnya tidak dipecat dengan cara yang tidak semestinya, tapi jika kau terus melakukannya dengan santai, ini juga merupakan fakta bahwa ini tidak akan menjadi masalah lagi. Jika aku kehilangan alasan untuk melindungimu, aku akan meninggalkanmu, karena seorang guru biasa yang berdiri di atas tekanan semacam itu bukanlah tugas yang sederhana. Akan merepotkan jika kau tidak menghasilkan hasil yang layak untuk dilindungi "

Aku tidak peduli dengan harapan egois semacam itu. Merasa jengkel saat digerogoti setiap hari, aku memutuskan untuk meninggalkan tempat ini. Kalau saja wali kelas ini tidak membawa topik yang tidak perlu seperti itu, aku bisa saja pergi tanpa terjerat dalam situasi yang menyulitkan ini.

Tidak ...... mungkin saja masalah ini hanya masalah waktu, cepat atau lambat.

"Aku permisi"

"Tentu, hati-hati di perjalanan pulang"

Sementara dia khawatir, beberapa ratus meter dari perjalanan pulang, aku kembali ke asrama.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter