Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Volume 4.5 Epilog

Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Volume 4.5 Epilog

Baca Light Novel Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e Volume 4.5 Epilog 


LIBURAN MUSIM PANAS IKE KANJI, YAMAUCHI HARUKI, DAN SUDOU KEN

Ini akan menjadi perbedaan diantara jenis kelamin, tapi berbicara sebagai  laki-laki, di mana tujuan akhir kami terbaring? Jika kau meminta pendapat semua laki-laki di seluruh dunia, mungkin kau akan melihat tujuan yang sebenarnya dari kehidupan seorang laki-laki yang muncul. Dengan kata lain, saling terikat dengan orang yang dicintai, meninggalkan keturunan dan mengantarkan mereka ke generasi berikutnya.

Kesimpulan itu harus dibuat. Dalam beberapa tahun terakhir, meskipun sudah dipenuhi oleh berbagai hiburan. Mulai dari taman hiburan dan film kemudian ke game sosial dan game virtual. Hiburan dimaksudkan untuk memungkinkan seseorang bisa bersenang-senang setelah berkembang dengan cepat.

tapi melihat dari sejarah panjang umat manusia, ini masih sangat dangkal. Kemakmuran keturunan seseorang adalah tindakan yang hampir semua makhluk hidup sudah lakukan sejak zaman kuno. Namun, bagi anak laki-laki yang baru saja masuk SMA, mereka tidak bisa mencari sesuatu seperti kemakmuran untuk anak-anak mereka. Mereka hanya bertujuan untuk kesenangan dan kepuasan seksual yang ada di depan mereka.


"... sekarang, aku akan melakukan pertemuan strategis tentang Operasi Delta".

Di bawah serangan panas yang membara, Ike Kelas D duduk dengan posisi seiza yang tidak cocok dan membuat kepalan tangan di atas lututnya. Sambil mengusap keringat seperti bola yang terbentuk di jidat dengan kepalannya, dahi itu mengkilat dan lengket.

"Kali ini, Aku berpikir untuk mempertaruhkan semua masa mudaku kepada musim panas di operasi delta ini. Haruki, bagaimana denganmu?"

"Aku juga merasakan hal yang sama, Kanji. Jika operasi ini berhasil, aku bahkan tidak keberatan jika sekarat!"

Bahkan memutuskan untuk membuang nyawa seseorang tanpa ragu, Sudou yang sudah memperhatikan sampai sekarang menyetujuinya.

"Sejujurnya, aku menentang ini. Aku akan memutuskan untuk bergabung setelah aku mendengarmu"

Meskipun ketiga individu ini berbeda dalam cara berpikir mereka, tujuan yang mereka cari masih sama. Sepertinya mereka optimis dalam berpikir. Mungkin itu karena kami semua sedang berkeringat. Aku bisa merasakan suhu di ruangan menjadi lebih panas dan lembab.

"Jadi Ayanokouji ..... tentu saja kau juga ikut, kan?”

"Sebelum itu, apa tidak masalah kalau aku menyalakan AC?"

Tidak ada hal baik yang akan terjadi jika ruangan ini semakin berbau keringat.

"....... aku setuju, panas sekali"

Jika itu yang terjadi, aku ingin menyalakan AC sejak awal. Hanya saja tidak nyaman untukku yang menawari ruangan ini sejak awal.

"Selalu saja, sepanjang waktu, kenapa selalu kamarku?"

"Bukankah aku sudah memberi tahumu sebelumnya? karena kamarmu adalah kamar yang paling rapi. Kamar lain punya tisu dan rambut keriting yang berserakan dan semuanya sangat kotor. Di tempat Yamauchi bahkan tidak ada cukup ruang untuk menginjakkan kaki"
T/N: Tisu? Rambut keriting? Hmm ( ͡° ͜ʖ ͡°) mungkin mereka waxing bulu kaki :)

"Kamar Sudou juga sama, kan? Pakaian dan dalaman, semuanya bertebaran"

Aku tidak peduli kamar siapa yang paling berantakan, jika memang seperti itu, aku ingin mereka membersihkannya.

"Tidak peduli sudah berapa lama, ruangan ini tidak memiliki aura kehidupan. Sejak pendaftaran, tidak ada yang berubah. Poin akan diberikan, jadi bagaimana kalau membeli sesuatu?"

"Kalau begitu karpetnya, kamu tahu, karpetnya. Pantatku sakit"

Sudou sekali lagi mengatakan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia katakan di masa lalu saat ia menyentuh lantai.

"Itu karena aku tidak mampu menghabiskan banyak poin yang berharga"

Seperti yang aku bilang kepadanya, karena suatu alasan, Sudou dengan gigih menentangku.

"Di ujian pulau tidak berpenghuni, kita mendapatkan poin-poin itu berkat Suzune. Sangat tidak cocok untuk orang yang tidak berguna sepertimu saat kau menabung poin-poin itu" kata Sudou padaku.

"Tentu saja, tentu saja, faktanya, jika Horikita ada di sini bersama kita, bukankah hanya masalah waktu sebelum kita naik ke Kelas C?"

Dari situasi putus asa di bulan Mei, kami sudah memutar balikan situasi dan menggagalkan poin kelas atas dengan lonjakan yang kuat.

"Ayolah, pikirkan sesuatu yang sulit saat semester kedua dimulai. Saat ini, ini adalah Operasi Delta"

"Apa kalian serius?"

“Aku sangat serius, maksudku, masa muda kita terbaring di sana, bukan? Atau apa kau keberatan dengan Operasi Delta yang merupakan tujuan tertinggi kita?!"

Saat ini, trio idiot berkumpul di kamarku dan dengan napsu mendiskusikan Operasi Delta. Penyebabnya adalah rencana tertentu yang sudah dibahas di chat saat malam sebelumnya.

"Kau bebas menyebutkan rencana apa pun yang kau inginkan seperti Operasi Delta, tapi pada dasarnya itu hanyalah intipan, kan?"

Itu benar. Rencana ini disebut sebagai Operasi Delta, memang memiliki nama yang terhormat, tapi isinya tentang pengintipan. Itu adalah hal yang sia-sia, lahir dari nafsu laki-laki yang ingin melihat para gadis itu telanjang.

Tapi tak ada orang lain selain Ike yang tahu detailnya.

"Mengintip tubuh telanjang seorang perempuan.... apa yang salah dengan itu? Itu adalah masa muda!"

Ini bukan tentang salah atau tidaknya, itu merupakan kejahatan, sangat mengerikan. Namun, laki-laki ini dengan berani menjadi seorang pemberontak. Menggunakan kata masa muda. Jika dia ketahuan mengintip, tidak akan aneh bahkan jika dia dilaporkan sebagai imnisial A.

"Apa yang akan kau rencanakan jika semua perempuan itu mengetahuinya? Tidak hanya berakhir dengan kemarahan, kau tahu"

Rencara pengintipan masih belum ketahuan, tapi tidak  diragukan lagi bahwa itu akan membawa risiko. Aku mencoba melakukan apa yang aku bisa untuk mencegah mereka. Sepertinya Sudou juga berhasil memahaminya saat dia menekan pertanyaan yang sama kepada Ike dan Yamauchi yang berusaha melanjutkan ini dengan ceroboh.

"Seperti kata Ayanokouji, ini berbahaya. Ini berbeda dengan ganti pakaian olahraga saat SD atau suka mengintip kamar mandi di penginapan tua saat wisata SMP"

"Jangan khawatir. Ide ini sama sekali tidak meragukan. Ike Kanji-sama juga disebut sebagai superkomputer"

Saat dia berdiri, Ike dengan penuh kemenangan menjelaskan dasar di balik kepercayaan dirinya.

"Dimana dan bagaimana kita akan mengintip, kalian penasaran dengan hal itu? Tidak apa, aku sudah memikirkannya dengan baik. Karena itulah, tenang dan tolong dengarkan apa yang akan aku katakan. Pertama dan yang terutama, Dengan berhati-hati memilih target kita, meski itu adalah satu-satunya kesempatan kita, akan sia-sia jika kita lengah dan akhirnya mengintip seseorang yang jelek. Tentu saja, kita akan memilih dari antara gadis-gadis Kelas D. Melihat tubuh telanjang seorang gadis imut yang biasanya dekat denganmu, jadi kau bisa merasakan gairah yang maksimal "

"Tentu saja, aku juga setuju, tapi kita belum mengibarkannya. Mufufu bendera, kau tahu?"

"Jika kita tidak memilikinya, kita bisa membuatnya sendiri. Bendera adalah sesuatu yang harus kita kibarkan untuk diri kita sendiri"

Dengan menggunakan jari telunjuknya untuk mengoperasikan ponsel, Ike kemudian menunjukan layar ke arah kami.

"Apa kalian melupakan sesuatu? Sejak kemarin, pertemuan untuk acara besar yang disebut sebagai perayaan kolam renang sudah diadakan!"

"O, ohh? Kalau memang seperti itu, kita bisa mengintip! ..... ya kan? Aku belum pernah ke sana sebelumnya, kolam renang di tempat ini"

Saat aku melihat ke arah tulisan di ponsel, aku memang bisa melihat masalah mengenai perayaan kolam renang yang tertulis di sana.

Hanya untuk tiga hari terakhir liburan musim panas, fasilitas renang khusus yang digunakan oleh klub renang bisa digunakan. Sepertinya untuk 3 hari, dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore kolam akan dibuka. Tentu saja kalau di tempat itu, laki-laki dan perempuan sama, jika mereka berenang, semua orang pasti telanjang setidaknya sekali tapi .....

"Aku bisa mengerti kenapa kau mengajak mereka ke kolam renang untuk mengintipnya, tapi aku rasa itu masih belum cukup untuk mengintip" kataku

Aku mengatakan pendapatku terus terang. Aku belum pernah memasuki fasilitas kolam renang khusus sebelumnya, tapi kamera pengintai pasti dipasang sebagai fakta nyata di sana.

Wajar saja, kamera pengintai tidak akan dipasang di dalam ruang ganti itu sendiri, tapi tidak mengherankan jika dipasang di koridor di luar ruang ganti.

Jika laki-laki yang mencurigakan mendekati ruang ganti anak perempuan, akan segera  ketahuan sebagai tindak pelecehan. Ike yang lengannya disilangkan, memiliki ekspresi tersusun yang tidak goyah. Di sisi lain, di sebelahnya, Yamauchi terlihat cemas.

“Inilah yang membuatku sedih. Apa kalian akan membawaku untuk sebuah kebodohan yang bahkan tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya? Bagiku, biar aku beri tau,  aku sudah membuat persiapan awal dari beberapa hari yang lalu sampai hari ini tiba.” kata Ike

Menanggapi pertanyaanku yang mengkritiknya, Ike tetap tidak goyah. Daripada merasa terganggu, sepertinya dia terlihat tenang.

"Persiapan awal? Beritahu aku cara pengintipan yang sangat penting ini."

Tidak bisa lagi bertahan, Ike yang sedang di potong oleh Yamauchi dan menanyainya.

"Kau sudah menginginkan spoiler? Baiklah, lihat ini"

Sepertinya Ike sudah melakukan penyelidikan terlebih dahulu karena dia membawa sketsa kasar dari fasilitas yang sudah dia cetak dan sebagai tanggapan atas keaslian itu, mereka berdua mengendus dengan heran.

"Kau bahkan sudah menyiapkan sesuatu seperti ini!"

Aku juga terkejut. Hal yang paling menakjubkan dari semuanya adalah kenyataan bahwa sketsa kasar juga memiliki semua rincian bagus tentang hal itu. Tapi ada sesuatu yang aneh. Tulisan tangan yang ditulis di sana sepertinya berbeda dari tulisan Ike sendiri.

"Silahkan lihat, fasilitas renang khusus ini memiliki kolam renang yang dua kali lebih besar seperti kolam renang yang biasanya kita gunakan untuk kelas kita. Hanya klub yang bisa masuk, dan seperti yang kalian pikirkan, kamera pengintai tertulis di sini"

Fasilitas besar yang memiliki enam ruang ganti ditulis di dalamnya untuk gabungan laki-laki dan perempuan.

Mungkin itu juga digunakan untuk turnamen atau sejenisnya. Laki-laki dan perempuan punya kamar ganti mereka di ujung lorong yang berbeda dan di kedua koridor, fakta bahwa kamera pengintai dipasang sudah ditulis dan ditandai pada sketsa kasar.

"Sesuatu seperti ini, kita pasti tidak akan bisa mengintip"

Karena bagian laki-laki dan ruang ganti perempuan dibagi ke jalur yang berbeda, bahkan jika satu langkah saja diambil, kami akan segera dicurigai. Selain itu, karena ini akan menjadi acara terakhir liburan musim panas, bisa diperkirakan bahwa akan ada sejumlah besar orang yang datang. Sangat tidak mungkin.

"Tentu saja aku tidak berpikir jika kita bisa berjalan ke ruang ganti dan mengintip. Sesuatu yang penting adalah garis ini di sini. Ini adalah rute ventilasi yang membentang di sepanjang lantai. Sebenarnya, ventilasi ini benar-benar menghubungkan ruang ganti laki-laki dan ruang ganti perempuan. Bahkan lebih dari itu, ruang ganti terbagi dari tahun pertama sampai tahun ketiga dan ruang ganti yang disediakan terjadi pada tahun-tahun sekolah yang sama, ini adalah keajaiban! "

Sederhananya, ini berarti bahwa rute ventilasi ruang ganti yang digunakan anak laki-laki tahun pertama terhubung ke ruang ganti yang digunakan oleh gadis tahun pertama di sisi yang berlawanandan rencana Ike adalah mengikuti jalan itu dan mengintip. Tapi aku juga bisa mengerti perasaan ingin merayakannya seperti itu adalah sebuah keajaiban.

Ruang ganti, untuk semua ukuran mereka, masing-masing tidak seukuran itu dan tidak ada hambatan dengan kemudahannya juga. Jika berjalan sesuai dengan rencana, dari rute ventilasi, melihat sosok anak perempuan yang berganti pakaian juga akan dikonfirmasi.

Tapi, saat ini, apa masih ada yang ragu mengingat seseorang tidak bisa masuk dengan mudah? aku bertanya-tanya.

"Lubang ini punya panjang 15 sentimeter dan lebarnya 40 sentimeter"

"Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, itu bukan ukuran manusia yang bisa melewatinya"

Selain itu, bahkan jika seseorang hampir tidak bisa melewatinya dan itu adalah ukuran di mana seseorang bisa merangkak melewatinya, mungkin saja atau mungkin tidak bekerja sebaik movie. Jika kau tidak bisa lagi bergerak bebas di dalam sana, dampak terburuknya, kau mungkin terjebak dan tidak bisa keluar lagi.

"Kukuku, aku juga sudah memperhitungkannya, kita punya ini!"

Dari tas yang dibawa bersamanya, ia dengan bangga mengeluarkan sebuah mobil kecil. Di atasnya ada sesuatu seperti antena yang mencuat.

"Radio kontrol, ya....!"

Radio kontrol, dengan kata lain mobil yang dikontrol. Ini adalah mainan yang bisa bergerak dengan mudah menggunakan remot kontrol. Selanjutnya, pada unit utama yang dikontrol, kamera juga terpasang. Sepertinya dihubungkan dengan kamera kecil yang dilengkapi di Remot kontrol. Memasukkan baterai, saat Ike mengoperasikannya, itu tercermin di monitor.

Resolusinya tidak tinggi, tapi sudah lebih dari cukup untuk mengawasi sekitarnya. Sama seperti yang dia katakan, persiapannya benar-benar matang.


"Jika dengan ini, seharusnya ukurannya sesuai dengan lubang vertilasi. Setelah itu, kita hanya perlu menggunakan kamera yang terpasang di mobil yang dikontrol dan bergerak melalui ventilasi saat memeriksanya. Terlebih lagi, kau bahkan bisa menyimpan gambar. Di dalam kartu mini unit mobil utama yang dikontrol radio! "

Rencana yang Ike pikirkan memiliki kegelapan yang dalam dan penuh dengan nafsu ....... Aku bertanya-tanya, Pikiran laki-laki ini sangat mengerikan.

Ini sungguh merupakan tindakan kriminal. Terima kasih. Jika dengan ini, bahkan Yamauchi pun akan keberatan untuk-

"Oh, ini luar biasa! Jika dengan ini, sempurna! benarkan, Ken !?"

Jadi apa dia akan setujui ........ dan dengan hati yang sangat ringan, yang bisa dia lakukan hanyalah menyela.

"Kurasa begitu .... bukankah itu terasa seperti sesuatu drama yang terang-terangan?"

"Bagaimana dengan ini --- !? Ini sempurna bukan !?"

Tentu saja, jika dengan ini, ada kemungkinan berhasil sampai ke tujuan tanpa ketahuan, tapi ...... meski begitu, persiapannya sangat detail. Oleh karena itu aku membuat satu hipotesis.

"Jangan-jangan, pengintipan ini, Profesor juga ikut ambil bagian di dalamnya?"
T/N: Profesor, sepertinya pernah disebutkan di volume 2 waktu Sakura, Kushida dan Ayano memperbaiki kamera, tapi entahlah.

Aku hampir tidak percaya jika itu adalah rencana yang dipikirkan Ike sendirian. Sebuah mobil yang dikontrol radio juga bukan sesuatu dengan harga yang mudah dibeli.

"B-bagaimana kau tau !?"

Bagaimana atau apapun itu, dari rencana yang detail terhadap keberadaan mobil yang dikendalikan oleh remot radio, tidak ada yang seperti Ike. Selain itu, lokasi kamera pengintai dan jalur ventilasi, misalnya, memerlukan seseorang yang berpengetahuan untuk menselidiki dan mencari tahu.

"Sialan, kalau sudah ketahuan, jadi mau bagaimana lagi. Itu benar. Aku memintanya kepada Profesor. Sialan, setelah semua masalah yang aku hadapi untuk membuatmu berpikir bahwa akulah yang merencanakan semuanya"

"Jadi? Bagaimana detail rencana untuk hari yang sudah ditentukan itu?"

Seperti yang aku pikirkan, sepertinya dia sudah meminjam pengetahuan Profesor. Seperti yang sudah aku tandai, Ike mulai menjelaskannya.

"Pertama-tama, kita akan mengajak anak perempuan yang ingin kita kuasai ke kolam renang besok dan kemudian, kita semua akan secara bersamaan memasuki ruang ganti, kan? Begitu kita masuk, kita akan segera bergegas ke ventilasi jauh di belakang. Jika ada seseorang yang menggunakannya. maka Sudou, kau akan mengancamnya jika perlu dan membuat mereka pindah. Dan tepat setelah itu, kita akan mengeluarkan handuk seolah sedang ganti baju dan membentuk dinding manusia di sekitar lubang vertilasi, jadi tidak ada yang bisa melihat. Kemudian, aku akan cepat-cepat dan melepaskan penutup ventilasi dan memasukkan mobil yang dikontrol remot radio. Aku akan mengoperasikannya jadi supaya tidak ada yang melihaku, tolong kalian sembunyikan aku. Setelah itu, kita akan mengoperasikan mobil yang dikendalikan remot radio dan berhenti tepat di depan ruang ganti anak perempuan dan mulai merekam. Setelah kita memutuskan bahwa mereka sudah selesai ganti baju, kita akan mengeluarkannya kembali”

Alurnya kurang lebih sederhana dan karena itu mudah dimengerti. Tapi ada beberapa yang dengan sembarangan memberitahu tempat-tempat yang tidak bisa aku musnahkan.
"Aku akan mengancam yang menghalangi kita dan menyingkirkan mereka dari jalan kita atau memastikan tidak ada yang mendekat kita, benarkan?"

Bisa dikatakan itu peran yang cocok untuk Sudou. Karena mereka mengenalnya sebagai seseorang yang agresif, murid lain juga tidak akan sembarangan mendekat.

"Kau mengerti? Kejeniusan dari Operasi Delta ini"

"T-Tapi kau tahu, Kanji, ini adalah kejahatan ..... bagaimana aku mangatakannya, seperti beban dosa yang lebih berat dari pada mengintip ......."

"Ini memang kejahatan, tapi sebenarnya jika kalian menengok ke belakang, masa lalumu seharusnya melakukan kejahatan yang serupa, kau tahu?"

"Ahh? Apa maksudmu? Aku tidak pernah melakukan kejahatan?"

"Kalau begitu, aku akan menanyakan hal ini kepadamu, Ken. Jika kau menggunakan kekerasan untuk menyakiti seseorang, itu merupakan sebuah kejahatan, bukan? Jika orang dewasa meninju seseorang, itu akan menjadi berita di televisi, bukan? kau menggunakan kekerasan"

"Itu ..... Bukankah berkelahi dan kekerasan itu berbeda?"

"Sayangnya, aku tidak pernah menggunakan kekerasan"

"Kalau begitu Haruki, saat SD, bukankah kau menjilat seruling perempuan yang kau suka atau mengendus pakaian olahraganya? Kau sama sekali tidak melakukan hal yang seperti itu?"

"Uuuuu ....."

Aku tidak tahu apa itu tepat sasaran atau tidak, tapi Yamauchi sepertinya mengingat sesuatu yang seperti itu.

"Jika orang dewasa melakukan hal yang sama? Itu adalah kejahatan!"

"I-itu benar"

"Dengan kata lain, mengintip dan merekamnya, selama kau masih di bawah umur, itu akan dimaafkan. Jika kita tidak melakukannya sekarang kapan kita akan melakukannya!"

Antusiasme itu, tanpa diragukan lagi, mengejutkan hati Yamauchi dan Sudou. Sepertinya dia memiliki tekad yang cukup untuk membuat mereka berdua, yang merasa bersalah atas tindakan kriminal, mengeraskan tekad mereka juga.

"Apa kau akan melakukannya, Haruki? Apapun yang terjadi, apapun"

"K-kau benar, baiklah, aku bergabung ke dalam rencana Ike".

"Apa kalian baik-baik saja dengan itu? Ini adalah kejahatan"

Tidak peduli seberapa banyak kau mengatasinya, sebuah kejahatan tetaplah kejahatan.

"Sudah aku bilang, Ayanokouji, menjilati seruling adalah sebuah kejahatan dan mengintip seseorang yang berganti baju secara langsung juga merupakan kejahatan. Jika seperti itu, maka merekam itu juga sama dengan tindak kejahatan. Tapi kau tahu, ini adalah masa mudanya anak laki-laki yang mengintip para perempuan berganti baju. Kau tidak akan ditangkap karena itu, paling-paling hanya ditegur, itu yang aku maksudkan! "

"yah, bukan karena aku tidak yakin atau apalah itu, tidak peduli seberapa canggihnya teknologi dunia, anak laki-laki di seluruh dunia kurang lebih akan menjadi dewasa dengan pengalaman seperti itu. Mencuri  ketika SD dan mencuri ketika SMA, dosa masih membawa berat yang sama"

Ini bukan lagi tentang melihat gadis-gadis itu berganti, dia dengan paksa berusaha membenarkan tindakannya.

"Tanpa kenal menyerah, anggap saja ini sejalan dengan era teknologi yang cangih... mengintip dan juga merekam. Tapi kau tahu, jika ketahuan, bahkan jika kau tidak akan ditangkap, cukup untuk membuatmu dikeluarkan, kau tau?"

"Aku takut dikeluarkan, karena aku mengintip!"

Ohh ---! Sudou dan Yamauchi mengangkat kedua tangan mereka.

"Yang tersisa hanyalah kau, Ayanokouji. Kami sudah sampai sejauh ini, jelas kau akan bekerja sama, bukan?"

"........ aku tidak bisa menyangkal ketertarikanku"

"Itulah kenapa kerjasamamu dibutuhkan di sana. Jika kalian bertiga menjadi tembok, kita pasti tidak akan ketahuan"

Matanya serius. Bahkan jika aku menolaknya, sepertinya dia memutuskan untuk benar-benar akan melakukannya.

"Aku mengerti, aku akan bekerja sama, tapi berjanjilah satu hal, Ike, rencana ini membawa risiko yang besar, jika kita ketahuan, semuanya tidak akan berakhir begitu saja. Itu sebabnya, apakah kita berhasil atau gagal, tolong berjanjilah. Hanya inilah saat satu-satunya kau akan melakukan sesuatu seperti ini. Jika tidak, aku tidak akan bekerja sama, dan tergantung pada situasinya, aku akan melaporkannya ke sekolah "

Aku berbicara sambil mencampurkan kata-kata yang keras dengan kata-kata yang lembut. Maka dari itu, aku bertujuan untuk menarik persetujuan dari Ike.

Jika aku hanya berada di satu sisi, ada kemungkinan jika Ike dan yang lainnya akan diam dan melakukan tindak kejahatan. Karena itulah, sebagai syarat kerja samaku, aku menempatkan kondisi dimana ini hanyalah tindakan satu kali. Tidak salah lagi, jika kami ketahuan, Kelas D mungkin akan hancur. Itu adalah sesuatu yang semua orang di sini harus mengerti.

"Biar aku beritahu bahwa aku mengerti. Aku juga, jangan berpikir ada hal yang baik jika melakukan sesuatu seperti ini beberapa kali"

"Kalau begitu, itu bagus, karena aku mengerti bahwa kau akan bertaruh kepada masa muda sebagai murid sekolah untuk menantang hal ini”

"Biarkan aku mengusulkan sesuatu. Jika kolam dibuka jam 9, maka pergi ke sana dengan mencocokkan waktu itu hal yang penting. Jika kita berada di sana lebih dulu, maka mengamankan bagian terdalam di ruang ganti untuk diri kita sendiri juga merupakan masalah yang mudah"

"Aku mengerti, ayo kita gunakan itu! Masa muda murid laki-laki akan mengintip! Ayo lakukan ini!"

Ini adalah pembicaraan yang berlangsung sehari sebelum di kolam renang, cerita lengkap di balik Operasi Delta.


Kemudian, pada hari kami pergi ke kolam renang, kami adalah orang pertama yang memasuki ruang ganti, mengamankan tempat dan merentangkan handuk kami. Anak laki-laki yang terus masuk satu demi satu mengobrol dengan berbagai emosi dan tidak memperhatikan kami.

"Cepat, Ike"

Sambil merentangkan handuknya dan berpura-pura berganti, Sudou mendesak Ike yang sedang berjongkok di depan lubang vertilasi. Pertama-tama Ike mengeluarkan mobil yang dikontrol oleh remot radio dan set pengemudi yang dibungkus oleh handuk mandi, lalu melepaskan penghalang logam yang menempel di pintu masuk lubang di bawah lantai. Kemudian dia segera mengaktifkan mobil yang dikontrol remot radio dan mulai mengoperasikannya.

Mesin kecil yang dilengkapi dengan pen light. Selagi memperlihatkan jalan di monitor, maju ke depan.

"S-Sialan! Seperti yang diharapkan, ini gelap!"

Jika hanya dengan lampu sorot yang menerangi jalannya, lubang ventilasi terlalu gelap dan jarak pandang monitor semakin memburuk. Tapi meski begitu, mobil yang dikontrol radio itu maju sedikit demi sedikit menuju cahaya terang di depan yang tertutup. Bahkan jika kami berakhir terlalu jauh, karena ada restok di tempat itu untuk menghentikan mobil, maka tidak ada bahaya terjatuh. Tapi meski begitu, hati-hati kami menggerakkan mobil ke depan dengan kecepatan lambat.

"Baiklah, sedikit lebih jauh dan jarak pengelihatannya akan jelas...!"

Ruang ganti sekarang tercermin pada monitor. Dan meskipun kualitas gambarnya jelak, sosok Horikita dan yang lainnya dapat dilihat di monitor.

"U-Uhyou!"

Bisa dikatakan bahwa rencana Ike (Profesor) sudah berhasil dengan cemerlang. Di monitor, sosok murid Kelas D dan juga Ichinose, tertangkap dengan jelas. Saat ini, mobil yang dikontrol radio akan benar merekam semuanya.

Jika seseorang melihat monitor, seseorang bisa menyaksikan mereka mengganti pakaian mereka secara nyata.

"Ohh, tunjukkan kepadaku juga, Kanji, aku tidak bisa melihatnya dengan baik"

"Dasar idiot, tunjukkan kepadaku juga"

Sudou dan Yamauchi yang sepertinya tidak puas, menekan Ike untuk menunjukkan monitor itu pada mereka juga. Tapi jika mereka mempertahankan kondisi ini, tidak ada yang bisa menghindari kecurigaan dari orang lain. Aku memutuskan untuk memanfaatkannya.

"Kau merekamnya, jadi bukankah lebih baik jangan berlebihan? kalian akan menimbulkan kecurigaan"

"Kuu, kau benar. Untuk saat ini, lebih baik ganti baju....."

Mengklik lidahnya dan terlihat frustrasi, Yamauchi meringis.

Itu benar, bahkan tanpa mengintip menggunakan monitor, saat ini semuanya sedang direkam di kartu mini yang terpasang di mobil yang dikontrol oleh remot radio. Menolak godaan untuk menarik kembali mobil yang dikontrol remot radio, Ike bersabar.

Mendorong remot kontrol beserta barang bawaannya ke loker, dia memusatkan perhatian pada pergantian baju.

"Aku penasaran, berapa lama aku harusnya menunggu ......."

"Aku ingin menyimpannya di sana selama 20 menit. Paling tidak ........"

Perlunya menghindari akhir yang terlalu cepat dan tidak bisa mempertahankan adegan pergantian baju yang wajar serta membiarkan tindakan ini terlalu lama dan tidak bisa menarik mobilnya kembali. Selain itu, jika kita menunda pergantian baju terlalu lama, itu juga bisa menimbulkan masalah. Mungkin untuk orang-orang ini,  akan menjadi yang terpanjang selama 20 menit dalam hidup mereka.

"Aku duluan"

"T-Tunggu sebentar, Ayanokouji, apa kau mengkhianati kami!? Jika kau meminta kami untuk menunjukkannya jika sudah selesai, kami tidak akan menunjukkannya kepadamu!"

"Bukan seperti itu. jika sudah 20 menit berlalu dan tidak ada anak laki-laki yang keluar, maka yang lainnya akan curiga"

"Uuu, aku rasa itu benar juga ...... pergilah dan lakukan dengan benar, mengerti?"

"Aku tahu"

Meninggalkan 3 orang yang sedang menarik kembali mobil yang dikendalikan remot radio, aku berjalan pergi ke tempat yang lainnya menuju ke kolam renang.


Di sisi lain, pada saat bersamaan aku meninggalkan ruang ganti laki-laki. Di ruang ganti anak perempuan, pemandangan ideal yang diinginkan oleh trio idiot bisa terlihat. Tidak, sebenarnya kamera itu memang merekam suara dan gambarnya.

"Ini sedikit menyegarkan bukan? Menggunakan kolam sekolah di luar kelas"

Saat dia meletakkan tasnya ke dalam loker, Kushida mengatakan itu. Ichinose yang sedang berganti di sampingnya, dengan cepat mengulurkan tangannya ke pakaiannya.

"Itu benar --- rasanya seperti datang ke kolam renang umum untuk bermain"

"Ichinose-san, kau memiliki proporsi tubuh yang menakjubkan ......"

Mendesah seolah dia bisa saja jatuh cinta, Kushida mengatakan itu. Sepertinya sedikit malu, Ichinose menatap sosok Kushida dan mengatakan hal yang sama dengan meyakinkan.

"Kushida-san juga, tubuhmu sangat ideal, kurasa kau tidak akan kalah dari seseorang seperti aku"

Sebenarnya, dengan ukuran payudara, Ichinose lebih besar, tapi membandingkannya juga tidak kalah. Di sisi lain, Sakura, yang memiliki ukuran payudara yang sama seperti Ichinose, meski tidak lebih besar dari dia, sedikit mengambil jarak dari keduanya dan mulai berganti.

Bahkan di antara mereka yang memiliki jenis kelamin yang sama, rasa malu cukup kuat. Selain itu, berpikir bahwa dia akan pergi ke kolam renang setelah ini, mau bagaimana lagi meski tubuhnya menjadi berat. Tidak seperti di kelas, satu-satunya penyelamat adalah dia bisa mengenakan rash guard  yang benar-benar akan menyembunyikan tubuh bagian atasnya. Bagi tipe pemalu seperti Sakura, barang itu benar-benar seperti penyelamat.

"Ichinose-san, bisakah kau tidak menatapku?"

Dengan menerima tatapan penuh gairah seperti itu dari Ichinose, Horikita merasa jijik. Mesih terus beraganti, dia mengambil jarak.

"Tidak, maaf maaf, bagaimana aku mengatakannya, aku hanya berpikir bahwa kulit Horikita-san sangat cantik dan mulus dan akhirnya aku menatapmu. Seperti perempuan lainnya, aku benar-benar akan memperhatikan seorang gadis yang imut. Kikyo-chan berpikir begitu juga, kan?"

"Benar, Horikita-san sangat imut....."

"..........."

Horikita berganti sambil mendesah kepada satu kata Kushida.

"Tapi tetap saja, kau datang bersama kami hari ini. Aku pikir kau tidak akan menunjukkan wajahmu di acara seperti ini"

"Memang benar aku tidak di sini karena aku menyukainya. Tapi terkadang, terlepas dari kemauan sendiri, ada kalanya aku harus menerimanya"

"Hmm, jadi? Kau cukup banyak mengatakan hal yang membingungkan, Horikita-san"

Tentu saja, dia tidak bisa menyebutkan rinciannya kepada orang lain. Karena fakta bahwa lengannya terjebak di dalam botol air dan dia tidak bisa mengeluarkannya adalah sebuah aib yang akan dia bawa hingga ke liang kuburannya. Kenyataan bahwa Ayanokouji mengetahui hal ini adalah hal yang sangat disesalinya. Kenapa dia panik saat itu dan akhirnya menelepon Ayanokouji, dia sedang memikirkan hal itu.

"Kenapa kau tidak berganti tanpa berbicara denganku?"

Setelah ditangani dengan ringan oleh Horikita seperti itu, Ichinose menatap sasaran berikutnya. Itu adalah keberadaan Sakura yang sedang berganti diam-diam di belakang. Bagi Ichinose yang menghargai gagasan "Semua untuk Satu dan Satu untuk Semua", perasaannya ingin berteman dengan semua orang sama kuatnya.

Dia berpikir untuk berteman bahkan dengan Sakura yang keberadaannya jelas melayangkan sendiri. Meskipun Ichinose tidak mengetahui keadaan internal Kelas D, dia mengerti bahwa Sakura adalah seorang pelajar yang harus diperlakukan dengan baik.

Karena terlibat secara mendalam dengannya itu tidak mungkin, tapi dia juga tidak bisa sepenuhnya mengabaikan Sakura.

Baik Kushida maupun Horikita, takut akan melakukan sesuatu tanpa berpikir, tidak berbicara dengan Sakura.

Pada pandangan pertama, dia terlihat seperti tipe yang penyendiri dan dewasa. Tapi menurut analisis Ichinose, Sakura adalah tipe pemalu tapi terhadap orang-orang yang dia nyamani, ada perasaan bahwa dia akan membuka hatinya terhadap mereka dan berbicara dengan mereka juga. Jadi dia kemudian berpikir apakah memang begitu? seharusnya ada kemungkinan bahwa  dia bisa menjadi teman baginya juga.

"Sudah lama aku tidak bertemu Sakura-san seperti ini, kan? Sepertinya karena kita berdua dari kelas yang berbeda, kita tidak bisa sering bertemu..."

"I-Itu benar ........"

"Honami-chan kenal Sakura-san? itu sedikit mengejutkan"

Meragukan hubungan keduanya, Kushida bertanya,

"Kita saling mengenal sejak lama, kan?"

 "Y-ya ......."

terasa lebih canggung dari yang diperkirakan, kata Sakura sambil menghindari kontak mata. Terhadap sikap malu itu, Ichinose bertanya, membawa jawaban itu.

"Tapi meski begitu ....."

Sampai batas dimana tidak bisa dianggap kasar, Ichinose menatap tubuh Sakura.

Figur imut dan ramping tapi merupakan badan yang empuk, dan lebih dari itu, payudara besar miliknya itu seperti milik seorang idol yang muncul di sebuah halaman.

Dia akhirnya melihat tubuh itu dengan tatapan yang mirip dengan gambaran anak laki-laki. Sakura, tipe perempuan yang ingin dilindungi, merasa seperti dia bisa menjadi gadis paling populer sepanjang tahun ajaran jika saja dia menjadi sedikit lebih ceria.

"Omong-omong, Honami-chan, hari ini Kanzaki-kun juga ada di sini, tapi tentang hal itu, bisakah kau memberitauku sedikit lagi?"

"Bagaimana dengan Kanzaki-kun?”

Ichinose yang mengukur jarak dari Sakura, menerima pembicaraan seperti itu dari Kushida dan mengalihkan pandangannya. Setelah menilai bahwa ini bisa menjadi kesempatannya melarikan diri, Sakura sedikit mengambil jarak dari Ichinose.

"Ada seorang perempuan di kelas kami yang tertarik kepada Kanzaki-kun, kau tahu, aku ingin bertanya bagaimana menurutmu mengenai topik itu"

"Wow, Kanzaki-kun sangat populer, ada juga perempuan di kelas kami yang sepertinya menyukai dia. Ahh, tapi tidak ada seorang pun dari kita yang seperti itu, kan? "

"Aku mengerti, kalau begitu aku akan menyuruhnya mempertimbangkan untuk mengajaknya"

"Benar, benar, Kanzaki-kun mungkin juga senang dengan hal itu. Mungkin, sepertinya"

"Mungkin, ya"

Kepada jawaban yang longgar itu, Kushida tertawa.

"Dia cukup pendiam, atau bagaimana aku mengatakannya, dia adalah orang yang sedikit berbicara. Itu sendiri tidak masalah, tapi dia kurang mempunyai penegasan dan aku tidak mengerti dia dengan baik, kau tahu"

Itu adalah penilaian jujurnya sebagai teman sekelasnya.

"Itu benar, aku pikir, sepertinya dia sulit dimengerti"

Saat mereka mulai berbicara dengan penuh semangat, lingkungan sekitar mereka sudah menjangkau baju renang yang seharusnya saat mereka berganti.

"Woah, kita harus berganti"

Ichinose dengan cepat melepaskan bajunya karena terlambat. Itu adalah gerakan tangkas yang mengingatkan kepada pergantian anak laki-laki. Payudaranya bergoyang. Bahkan Horikita, yang berusaha tidak menunjukkan ketertarikan, membiarkan tatapannya dicuri untuk sesaat.

Proporsi yang luar biasa dengan kekuatan penghancur seperti itu, selama dia memilikinya, dia bisa memukul KO sebagian besar anak laki-laki.

Baru-baru ini makanan kami beralih ke makanan yang lebih barat, tapi meskipun begitu, masih sulit membayangkan bahwa itu adalah tubuh dari seseorang yang juga merupakan anak sekolah kelas satu.

"..... kau, payudara itu, sejak kapan?"

"Fue? Kapan, maksudmu saat mereka menjadi besar? Aku pikir sekitar tahun ke 3 aku di SMP, mereka terus tumbuh, kau tahu. Kenapa kau bertanya?"

"Tidak, aku  mengerti sekarang, alasan kenapa kau merasa terbebani"

Bagaimanapun, ini sama sekali tidak mutlak, ada waktu dimana anak perempuan tidak mampu mengatasi pergantian baju mereka sendiri. Terkadang, perkembangan payudara seseorang adalah sesuatu yang mungkin tidak bisa diprediksi.

Mau bagaimana lagi jika pertumbuhan pesat terjadi di bawah satu tahun. Dia menjawab seperti itu. Horikita melirik ke samping kepada Kushida sekali saja, tapi tidak ada respons terhadap kata-kata itu.

Tentu saja, bukan berarti Kushida memikirkannya. Ini hanyalah kalimat Kushida secara sederhana, secara langsung. kali ini bukan ke arah Horikita tetapi untuk kedatangan yang baru.

"Hmm, Karuizawa-san? Halo..., Kalian berdua juga datang ke sini untuk bermain?"

Kushida yang selalu peka terhadap keadaan sekelilingnya, berbalik menghadap Karuizawa dan dua gadis lain yang masuk ke ruang ganti.

"Kebetulan sekali. Kami juga datang ke sini untuk berenang"

"Heh ....."

Kushida tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Itu karena biasanya di kelas, Karuizawa tidak akan pernah berenang. Karuizawa dan yang lainnya menuju ke loker di ujung. Merasa khawatir ke arah itu, Kushida tetap melanjutkan berganti.

"Uwa..... mereka benar-benar melakukannya. Mereka sangat licik, mereka semua ....."

Dia menemukan mobil yang dikontrol remot radio yang berhenti setelah terjerat dalam penghalang logam di pintu masuk ventilasi di bawah lantai

Lensa berkilau itu merekam ruang ganti anak perempuan dari sudut yang luar biasa. Umumnya, penghalang logam bisa dilepas oleh hampir semua orang, tapi untuk melepaskannya dibutuhkan sedikit usaha dan waktu. Karena dipasang di semua arah dengan obeng Phillips, seseorang harus menghilangkan bahan-bahan awal itu terlebih dahulu. Tapi Karuizawa menyentuh penghalang logam dan dengan mudah melepaskannya.

Itu bukan karena dia punya kekuatan super, bukan juga karena dia unggul dalam keterampilan menggunakan obengnya. Karena kemarin, seseorang sudah menginjakkan kaki di ruang ganti dan menghilangkan sekrup. Itu karena penghalang logam, bahkan tanpa sekrup, dengan mudah bisa dimasukkan kembali ke tempat. Karuizawa mengambil mobil dengan tangannya, dan mengangkatnya.

Lampu di samping monitor yang menyala terang berwarna merah. Bisa dilihat bahwa itu sedang berada di tengah-tengah rekaman.

Kemudian, menggunakan teknik yang diajarkan kepadanya oleh Ayanokouji, ia membuka kartu mini dari mobil. 

Pada saat itu, rekaman berhenti berfungsi dan jika proses merekam tidak berfungsi lagi, lampu rekaman tidak akan bekerja.

Kemudian memasukkan kartu baru mini dengan tidak ada data di dalamnya, ia kembalikan ke lubang ventilasi.

"Dan seperti ini"

Setelah itu, dengan hanya membiarkan waktu berlalu, mobil akan kembali.

"....... dia satu-satunya, seseorang  yang layak....."

Sambil merasakan jengkel tentang kelicikan dari laki-laki, ia berpikir tentang satu-satunya yang bertindak untuk menghentikan hal ini terjadi, Ayanokouji.

Jika Ayanokouji sudah terlibat dalam mengintip ini, atau pura-pura tidak melihat apa-apa, baik teman sekelas dan pihak luar, bahkan tanpa ketahuan, akan memiliki tubuh telanjang mereka yang terlihat. Dan di atas itu, akan tetap menjadi sebuah data selamanya.

"Kei-chan, apa itu baik-baik saja sekarang?"

Mengatakan itu dari belakang Karuizawa adalah dia, teman sekelas bernama Sonoda. Dan kemudian, Ishikura juga melihat Karuizawa dengan ekspresi gelisah.

"Ahh ya, terima kasih. Semuanya baik-baik saja sekarang"

Di dalam ruang ganti di mana gadis-gadis tahun pertama semuanya bercampur aduk bersama-sama, jika dia sendirian melihat ke bawah di pintu masuk ventilasi, itu akan menjadi kecurigaan yang terang-terangan. Sama seperti bagaimana Ike dan yang lainnya membentuk sebuah benteng penghalang, Karuizawa juga mengunakan teman-teman dekat untuk memblokir bidang pangelihatan.

Tentu saja, Sejak semua loker di dekat pintu masuk ventilasi semuanya sudah ditandai sebagai 'di gunakan', sebelumnya, tidak lupa dia menggunakan tombol agar mengunci mereka semua supaya mereka tidak bisa digunakan. 

Menggunakan mata orang lain, Karuizawa tanpa mengacuhkan detak jantung sendiri, dengan tenang mengembalikan masing-masing kunci itu. Dia tidak menjelaskan rinciannya kepada teman dekatnya Sonoda dan Ishikura.

Orang-orang yang bahkan tanpa penjelasan, akan patuh mengikuti instruksi dan dapat dilakukan dengan kepercayaan diri untuk tidak menyebarkan hal tersebut.....  orang-orang yang tidak berarti memiliki berkemauan keras, selain takut akan pengucilan. Murid tersebut dipilih. 

Setelah selesai berganti dan setelah memastikan bahwa semua kenalannya dari Kelas D sudah tidak lagi ada, Karuizawa membicarakan kata-kata terima kasih kepada mereka berdua.

"Terima kasih sudah bekerja sama denganku hari ini. Aku punya beberapa keperluan untuk diurus sesudahnya, tapi kalian berdua akan tetap bermain di sini?".

"Ahh, ya. Kami sedang berpikir untuk melakukan hal itu, kan?"

Keduanya mengangguk kepada satu sama lain. Dengan hal itu, Karuizawa juga terlihat tidak punya niat untuk mengatakan sesuatu.

Setelah kembali dari kolam renang setelah bermain sampai kelelahan, aku kembali ke pintu depanku. Dan ketika aku melakukannya, di depan kamarku, 3 dari mereka yang sudah menunggu terlihat bersemangat.

"Kau terlambat, Ayanokouji! Cepat dan buka!"

Sudou yang sudah kehabisan kesabaran, menendang pintu. Tapi aku ingin dia berhenti karena itu akan mengganggu orang lain di kamar tetangga dan menarik perhatian manajer asrama.

"Cepat, Ayanokouji!"

Aku dibuat membukakan pintu ke kamarku sendiri oleh sekelompok laki-laki yang tidak mampu menekan gairah mereka dan mendorong punggungku.

Di tangan Ike dan yang lainnya adalah kartu yang bisa mereka lepas dari mobil remot kontrol dan yang tersimpan di dalamnya pastilah salah satu gambaran mentah dari gadis-gadis itu.

Memasuki kamarku sebelum pemiliknya sendiri masuk, mereka menyalakan komputerku tanpa izin.

"J-Jika sesuatu yang luar biasa ditampilkan di sini, kau akan membiarkanku menyalinya, kan...."

"Kalian semua, tunggu sebentar. Pertama-tama, aku harus memastikan, karena kalian tidak punya hak untuk melihat tubuh telanjang Suzune"

"Tenang, kalian berdua. Di sini kita semua harus berteman. Guhehehehe"

Sepertinya mereka tidak lagi bertengkar bahkan mempertimbangkan keberadaanku karena mereka tidak sabar menunggu komputer menyala.

Karena itu adalah hari yang melelahkan dengan berbagai alasan, aku duduk di tempat tidurku saja.

"Jika kalian mengembalikan itu kepadaku setelah memeriksa isinya,  itu akan sangat membantu" 

"Apa yang kau maksudkan, Ayanokouji? Memutuskan semuanya sendiri. Kau juga mau melihatnya, kan?"

"Jika kau kembali, aku merasa sekaranglah saatnya"

"Ahh, aku mengerti. Jika kau akan bertindak seperti anak yang baik dan sebagainya, bahkan tidak berpikir bahwa semuanya terlihat baik-baik saja? Aku tidak akan menunjukkannya kepadamu"

Berdiri di depan layar komputer, Ike merentangkan kedua tangannya seolah-olah dia ingin menghalangi pandangan.

"Tidak ada bajingan yang tidak tertarik dengan tubuh telanjang perempuan. Jujur saja".

Dari Sudou yang sudah santai seolah rumahnya sendiri, kata-kata seperti itu menimpaku, tapi aku tidak merasa perlu melihat tubuh telanjang seorang perempuan sampai mati-matian. Paling tidak, aku tidak merasa perlu mengambil resiko dikeluarkan.

"Nuwaa !? Kenapa, kenapa, kenapa tidak ada yang muncul !!!"

Setelah membuka kartu mini yang mereka pikir dipinjam dari Profesor, tidak ada data sama sekali di dalamnya. Dengan kata lain, rekaman dari mobil yang dikontrol remot radio tidak pernah berfungsi dengan baik sejak awal.

"T-tidak ada, data ......"

"Tidak mungkin itu benar, kan? Maksudku, kita memang berhasil merekamnya dengan benar, kan?"

3 dari mereka panik dan membuka folder berkali-kali, tapi tidak ada sama sekali di sana.

Itu sudah jelas. Kartu yang memiliki data yang tersimpan dalamnya sudah diambil oleh Karuizawa dan dia menggantinya dengan kartu yang kosong. Tidak peduli seberapa keras mereka mencarinya, tidak bisa menemukan file yang tidak ada. Di sisi lain, data asli sudah dihancurkan dan karena itu tidak akan ada lagi.

"Kenapa tidak adaaaaaaaaaaaaaa!!!"


Dan dengan begitu, ambisi dari trio diot itu sudah padam karena kerusakan dari dalam.



Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter